[Sehun Birthday Project] Time Lapse by L.Kyo

tumblr_n9x9lbfax21qi4jgto4_500

Title: Time Lapse | Author: L.Kyo | Cast: Ahn Eunha (OC/YOU), Oh Sehun (EXO), Kim Jongin (EXO) | Genre: Sad | Rating: PG-15 | Lenght: Ficlet | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiriaze or copy without my permission.

.

.

[ http://agathairene.wordpress.com/ ]

.

.

HAPPY READING

.

.

Ulang tahun yang selalu di lewati Oh Sehun selalu sama. Hadiah mewah, ucapan selamat ulang tahun serta pesan harapan-harapan untuk Sehun di dalamnya. Perayaan besar-besaran tiap tahun yang di rayakan teman-temannya. Itu menyenangkan memang, tapi Sehun masih saja merasa hampa.

 

“Hun-ah, mau segelas soju lagi?” Jongin menyenggol bahu Sehun namun sang bintang hari ini terdiam melamun, masih dengan pandangan kosong. Lagu disko berdentum keras di ruangan yang di sebut dengan kamar Sehun ini sudah cukup penuh.

 

Di meja sana sudah tersedia makanan enak dan beberapa jus yang siap pilih. Kue yang super besar, lilin yang begitu indah terpampang ke sana kemari, lampu kecil semacam disko terhias indah di tengah ruang. Empat sound sytem yang terletak di tiap sudut ruangan, membuat kamar Sehun terdengar berisik namun asyik dengan permainan seorang DJ, yakni teman Sehun sendiri yang sudah di akui kemampuannya.

 

Ekspresi Sehun tetap sama, bahkan Jongin menatap Sehun tak mengerti. “Hah, aku tidak tahu kenapa di drama seorang anak dari kolong merat selalu terlihat kesepian. Padahal kau masih punya kami, jangan memasang wajah seperti itu lagi Hun, sungguh kami kesal!” Jongin meneguk soju nya sekali teguk.

 

Sehun menoleh, menatap Jongin dan teman-teman lainnya yang sudah mau bersusah payah memeriahkan ulang tahunnya. “Rasanya hampa, rasanya tiap tahun aku selalu ingat kejadian itu!”Sehun meremat rambut hitamnya kesal. Jongin mengurungkan niat makannya dan menatap Sehun iba.

 

Kejadian tiga tahun lalu memang membuat psikologi Sehun terguncang. Di hari yang sama, hari ini. Kejadian tepat hari ulang tahun Sehun. Gadis yang teramat dicintai Sehun. Namanya Ahn Eunha. Gadis itu tiga tahun adalah mahasiswi dari Universitas terbaik di New York. Gadis pintar dan bertalenta, kekasih Sehun selama tiga tahun sejak duduk di bangku SMA.

 

Jongin terdiam, seakan jika ia mengatakan ‘sabarlah’, atau ‘kau tak salah Hun,’ juga tidak akan di dengar Sehun. Dirinya dan teman-teman lain sudah mengatakan itu berulang kali namun namanya juga kenangan pahit, butuh waktu secara perlahan untuk melupakan. Terbilang masih tiga tahun kejadian itu masih terasa hangat.

 

“Sehun-ah, kau harus bersenang-senang. Aku memang tak menyuruhmu untuk melupakan Eunha, tapi tolong khawatirkan dirimu sendiri. Yakinlah, Eunha tak akan marah saat itu. Kau tahu kan dia teramat mencintaimu? Bukan salahmu, bukan salah hari ulang tahun penyebab Eunha mengalami kecelakaan itu.”

 

Sehun terdiam, mengingat bagaimana ia meminta Eunha untuk datang ke acara ulang tahunnya. Padahal saat itu Eunha masih aktif hari perkuliahan di Universitasnya, libur semester pun ia belum. Lagipula juga butuh waktu sehari perjalanan pesawat dari New York ke Korea.

 

‘Hun-ah, aku akan datang. Tapi maaf jika tidak tepat hari H mu ya. Aku sedang berpikir bagaimana aku bisa pergi 2 hari sebelum ulang tahunmu. Aku sudah mempersiapkan untukmu tahun ini!’

 

Sehun tersenyum saat membaca chat dari kekasihnya.

 

‘Jika kau tidak bisa datang tidak apa sayang. Aku tidak mau menjadi sasaran bogem Ayahmu jika kau ketahuan membolos. Jangan sia-siakan beasiswamu karena ku’.

 

Tidak akan! Mana mungkin Ayah akan menghajar Pangeranku? Aku tidak akan membiarkannya!’

 

Sehun tertawa seakan ia baru saja mendapatkan gombalan manis.

 

‘Benarkah? Kau sedang apa? Aku sangat merindukanmu! Ayo skype!’

 

Dahi Sehun mengeryit, mengingat 15 menit Eunha tak membalas.

 

Aku sedang kuliah. Kita akan bicara lagi. Aku merindukanmu~’

 

Pria itu tersenyum, meletakkan ponselnya dan mengistirahatkan punggung yang sudah lelah seharian. Seminggu lagi ulang tahunnya dan ia tak sabar bertemu dengan Eunha yang sangat ingin ia peluk dan menciumnya sampai puas. Bayangkan, sudah setahun ia tidak pernah bertemu. Mungkin sudah hukuman bagi Sehun karena mempunyai kekasih dengan otak jenius.

 

***

 

Angin sore begitu serasa.  Ditemani hangatnya sinar matahari yang sudah akan tenggelam. Suara beberapa gesekan sepatu menyentuh rerumputan yang sudah menguning. Pada akhirnya mereka terhenti pada satu tempat yang disebut pemakaman. Dengan nama di tengahnya, beberapa bunga tergeletak di sisinya.

 

Sehun tersenyum sembari meletakkan bunga mawar di sisinya. Jongin yang di sisinya hanya terdiam, menyaksikan sahabatnya itu terus begitu menyedihkan tiap tahunnya. “Apa kau bahagia di sana eun? Aku harap kau tidak membenciku!” Sehun meremat ukiran nama Eunha di batu pemakamannya.

 

Jongin menghela nafas. Jika gadis itu tak bersikeras untuk pulang ke Korea, jika gadis itu tak perlu repot-repot mendadak membuat suprise di saat ulang tahunnya dan mengabaikan kegiatan lain di sana. Jika saja pesawat itu tidak jatuh pada hari itu juga.

 

Pasti Sehun akan bahagia jika Eunha masih di dalam pelukannya, di tahun ini dan seterusnya. Jika saja Sehun tak merengek untuk meminta Eunha datang membuat gadis itu kebingungan untuk membuat Sehun bahagia. Semakin ia bertambah dewasa di hari ini, tetap saja Sehun merasa bahwa Eunha masih berada di sisinya.

 

Bahkan ia seperti melihat bayangan Eunha dimana-mana. Seperti orang kesetanan yang sakit karena rindu yang menyakitkan.

 

“Kau harus belajar untuk melaluinya tanpa Eunha, hun! Memang butuh waktu, tapi ku harap kau tidak begini lagi. Ayo kita kembali ke rumah. Teman-teman lain menunggu. Mereka pasti khawatir karena mencarimu yang tiba-tiba pergi di sini. Jangan membuat Eunha sedih”. Jongin mencoba memberi pengertian pada Sehun dengan sangat hati-hati.

 

“Perpisahan memang tidak mengenal keadaan. Begitu sulit menghapus kenangan bahagia dari kebersamaan kita Jong. Tapi saat aku mencoba, rasanya aku tidak bisa menahan airmataku. Kau bahkan tak tau apa yang aku rasakan. Rasanya hampa dan aku merasa belahan jiwaku hilang. Aku seperti mayat hidup”. Ucap Sehun lirih tanpa memandang Jongin.

 

Sehun berlalu, meninggalkan Jongin yang masih berdiri mematung. Perpisahan ada jika di awali dengan sebuah pertemuan. Hukum alam pada dasarnya ada timbal balik yang harus kita terima. Sebesar apapun usaha kita untuk melawan, kita tidak bisa menentangnya. Seperti cinta yang awal dan akhir selalu begitu berbeda.

 

-FIN-

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s