[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] ONCE AGAIN (Part 1) —Audrey_co

PicsArt_04-14-09.15.44

Audrey_co’s Short Story

Starring by; Sehun EXO, Byun Sungrin, Baekhyun EXO

Sibbling and drama

‘Sekali lagi, Sehun harus merasakan sakitnya kehilangan seseorang yang ia sayangi.’

Once Again

PART 1

January, 2017

Hannyang High School

Sekolah mulai lebih lambat hari ini. itu karena hari ini adalah hari pertama sekolah setelah libur natal dan tahun baru. Ramai para siswa berbondong-bondong masuk ke dalam gedung sekolah, tak terkecuali pemuda tampan bertubuh tinggi nan tegap bernama Sehun . Murid tahun kedua itu terdiam sejenak sembari menyapu pemandangan sekolah dengan iris tajamnya. Tak ada yang berubah darinya, atau mungkin akan terjadi suatu perubahan besar-besaran dalam hidup Sehun. Hanya firasat Sehun saja, sih.

Tak jauh dari tempatnnya berdiri, datanglah si pria pendek dengan senyum lebarnya mendekati Sehun dengan semangat. Ia kemudian menepuk pundak Sehun bersahabat tanpa melepas senyum lebarnya.

“Hai, Sehun! Setahun tidak bertemu denganmu. Hahaha!”

Gelak tawa di akhir kalimat membuat Sehun mendengus kesal dan mengalihkan pandangannya. Pria pendek di depannya ini tak juga menyerah untuk mendekati Sehun. Apa dia pikir Sehun itu Friendly Type? Hah! Nyatanya pria bernama Sehun itu adalah orang yang dingin dan introvert.

Oh, jangan lupa. Sehun adalah anak yang pintar.

“Eish, seperti biasa. Datar dan dingin.” Decak pria pendek itu sebal. Ia hanya akan merasa sebal, namun tidak pernah berpikiran untuk menyerah mendekati Sehun—karena Sehun adalah satu-satunya orang yang tidak berteman dengannya.

Sehun memutar bola matanya, jengah. Untuk apa orang-orang menobatkan pria pendek itu—yang sebenarnya bernama Kim Jongdae— sebagai orang terpopuler di sekolah ini? Lihat saja tingkahnya yang kekanakan, pikir Sehun kesal. Segera mungkin ia meninggalkan pria itu yang menatapnya seakan ingin menelan Sehun bulat-bulat.

Tungkai milik Sehun menapak santai koridor yang menghubungkan seluruh kelas 2. Langkahnya terhenti tepat di depan pintu kelas 2-1, kelas unggulan. Tebak saja apa yang ingin dia lakukan di sana.

Brakk

“Selamat pagi.”

Seketika kelas menjadi hening karena suara bariton milik Sehun yang menggema. Tercengang, terkejut, tidak percaya, bahagia—bagi para wanita, dan cuek. Begitu banyak ekspresi yang mereka tampilkan di hadapan Sehun. Pria putih itu lantas masuk dengan gayanya,mengambil tempat duduk di sebelah gadis berambut hitam yang tengah menatapnya jengah dan menjatuhkan kepalanya tepat di atas lipatan tangannya sendiri. Sang gadis memilih tak peduli dan kembali melanjutkan kegiatannya—mendengar musik.

“Sehun masuk kelas unggulan? Hebat! Aku tak bisa mempercayainya!”

“Setahuku dia adalah anak yang sangat rajin membolos juga tertidur dalam kelas”

“Wah, aku turut prihatin dengan Ketua Byun.”

“Kurasa ia akan melalui waktu yang sulit di semester ini.”

Di balik lipatan tangan, Sehun membuka matanya. Bohong jika ia tak mendengar gumaman teman-teman kelasnya. Memangnya kenapa kalau ia masuk dalam kelas unggulan? Memangnya kenapa kalau Sehun duduk dengan gadis bermarga Byun itu? Memikirkannya membuat kepala Sehun terasa berat. Mungkin dengan tidur sedikit bisa mereda sakit kepalanya.

Once Again

“Hey, apa kau mau tinggal di sini?”

Suara lembut nan dingin itu mengarungi pendengaran Sehun. Sontak saja pria itu mengangkat kepalanya dan berkedip ria guna menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. ‘Sudah berapa lama aku tertidur?’ Batinnya bingung.

“Hari ini siswa dipulangkan lebih awal. Dua jam lebih kau tidak bangun, kupikir kau mati.” Kata gadis itu sembari menatap ke arah jendela. Sehun melirik sekilas, gadis yang ia ketahui bernama Byun Sungrin terlihat sama sepertinya. Pemuda itu kemudian tersenyum misterius.

“Menjadi ketua kelas melelahkan, kurasa.” Celetuk Sehun sembari mengambil tasnya.

“Menjadi seorang siswa nakal sangat melelahkan, itu fakta.” Balas gadis itu menusuk. Sehun menatapnya terkejut, apa-apaan dia? Sok tahu sekali.

“Cepatlah! Aku ingin segera pulang!” Teriak Sungrin frustasi. Jika bukan karena kewajibannya sebagai ketua kelas, jika bukan karena pria sok tampan di deoannya ini, mungkin dia sudah sampai di runah dua jam yang lalu.

Sehun berdecak kesal dan melipat tangannya di depan dada, “Kurasa aku kurang beruntung. Ketua kelas kali ini begitu galak dan tak bisa mengontrol mulutnya.” Setelahnya ia pergi begitu saja, meninggalkan Sungrin yang mengepal tangannya karena kesal.

Once Again

Seorang pria manis dengan surai hitamnya berjalan santai di lingkungan sekolah Hannyang. Dengan pakaian ala anak rumahan, membuatnya terlihat mencolok dari siswa lain. Banyak para siswa yang ingin pulang ke rumah menghentikan langkahnya hanya untuk memperhatikan gerak-gerik pria aneh itu. Saat ia berniat masuk ke gedung sekolah, ia tak sengaja menabrak Sehun yang sedang memainkan ponselnya.

“Ah, maafkan aku… aku tidak menggunakan mataku… maafkan aku… sekali lagi…”

Bicara pemuda itu tidak jelas, membuat Sehun mengerutkan keningnya dan menatap lamat-lamat orang yang sudah menabraknya. Pria manis itu menunduk takut sembari memainkan ujung bajunya yang berwarna merah. Seketika memori tentang masa lalu Sehun berputar, ketika ia melihat Hyungnya ditindas anak lain, sikap orang ini dan Hyungnya benar-benar sama. Leher Sehun tercekat, sebisa mungkin ia menahan cairan bening yang berasal dari pelupuk matanya agar tidak keluar. Sehun kemudian tersenyum lembut.

“T-Tidak apa, k-kau pasti tidak sengaja. A-Aku… aku juga salah. Maafkan aku.” Lirih Sehun dengan nada bergetar, membuat si pria manis mengangkat kepalanya—menatap lurus wajah sendu milik Sehun.

“Menangis… kau menangis… kenapa? Aku salah… maafkan aku… aku salah… jangan menangis…” racau pria itu tak jelas. Kini wajahnya berlinang air mata. Ia merasa sangat bersalah pada Sehun karena membuat pria itu menangis.

Sehun mengusap wajahnya kasar dan tersenyum, “Hey, aku tidak menangis. Jadi, kau jangan menangis lagi.” Bujuk Sehun mencoba menggentikan tangisan pria itu.

“Siapa namamu?” Tanya Sehun ramah. Ia benar-benar tertarik dengan pria ini.

“B-Baekhyun… ” gumam pria itu pelan sembari sesenggukan.

“Jangan menangis lagi. Tunggu di sini, ya? Aku akan membelikanmu minuman. Tunggu di sini.”

Sehun segera pergi, meninggalkan Baekhyun yang masih mengusap wajah lembabnya dari air mata. Ia kemudian melirik sekitar, koridor yang sepi dan hanya dia sendiri di sana. Pria itu kemudian berjongkok dan memeluk lututnya takut sembari menggumamkan nama seseorang.

“Baekhyun?”

Kepala pria itu terangkat, menatap perawakan gadis yang sejak tadi membuatnya linglung karena mencarinya. “Sungrin!” lirihnya hampir menangis, lagi.

Gadis itu membantu Baekhyun berdiri dan memeluknya perlahan. “Kenapa kau di sini? Kenapa kabur dari rumah?”

“Aku benci mereka.” Adu pria itu kesal. “Sungrin tidak di rumah, dan mereka memarahiku. Aku takut, jadi aku mencari Sungrin di sekolah. Apa aku salah?”

Sungrin menggelengkan kepalanya, “Baekhyun tidak salah, tapi lain kali jangan datang ke sekolahku. Jika mereka memarahimu, lari saja ke taman rahasia. Baekhyun tahu kan tempatnya?” Setelahnya ia merasakan anggukan dari pria itu.

“Ayo kita pulang dan beli Ice Cream.” Ujar Sungrin yang kini merangkul lengan Baekhyun layaknya berpacaran. Baekhyun memekik senang dan segera menarik Sungrin pergi dari sana.

“Maaf membuatmu menung—eh?”

Sehun yang baru saja tiba dengan dua kaleng minuman bersoda mendadak bingung karena pria bernama Baekhyun itu tak lagi di sana. Irisnya menatap ke segala arah, mencari perawakan pria manis itu. Nihil, ia tak lagi di sana.

Sehun kemudian terkekeh pelan, kaleng soda di tangannya ia tatap dalam. Entah kenapa, ia hanya merasa kembali terisi setelah melihat pria tadi. Pria yang mirip seperti Luhan dulu, pria penyandang Autis, Baekhyun.

‘Apa aku baru saja mendapat kesempatan kedua?’

TBC

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s