[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] ONCE AGAIN (Part 3) —Audrey_co

PicsArt_04-14-09.15.44

Audrey_co’s Short Story

Starring by: Sehun EXO, Byun Sungrin, Baekhyun EXO

Sibbling and drama

  “Hentikan semua kegilaan yang kau perbuat. Aku akan selalu ada di sampingmu, aku berjanji.”

Once Again

PART 3

“Biarkan Baekhyun ikut Sungrin,”

Satu rengekkan kecil yang di dapat Sungrin pagi ini. Saat ia sedang merapihkan rambutnya, tiba-tiba Baekhyun datang dan merengek ingin ikut bersekolah dengannya.

Sungrin menghela nafas, “Ada apa denganmu hari ini, hm? Kau membuatku merasa tidak enak jika aku meninggalkanmu.” Setelahnya ia mendekati Baekhyun dan merapihkan rambut Kakaknya yang terlihat berantakan.

“Baekhyun kesepian, Sungrin selalu saja pulang telat. Nanti kalau tiba-tiba Ayah dan Ibu datang bagaimana?” Ucap pria itu sembari mempoutkan bibirnya lucu.

“Mereka tidak akan datang, aku yakin itu. Jadi, Baekhyun tunggu saja aku di rumah. Hm, atau kalau kau mau kau bisa ke taman rahasia. Mengerti?”

Baekhyun mengangguk cepat dan tersenyum lebar. Sang adik hanya tersenyum pahit, entah kenapa perasaannya jadi tak karuan seperti ini.

“Aku pergi dulu, ya? Sehun sudah menungguku.” Pamitnya setelah memeluk Baekhyun. Pria kecil itu kembali mengangguk dan memberikan senyum manisnya. Tangannya melambai kala Sungrin menutup pintu kamar.

.

                Sejak hari itu, hubungan Sungrin dan Sehun semakin dekat. Mereka kini sering pulang-pergi bersama, makan siang di kantin sekolah bersama, juga kini Sehun adalah anggota baru di taman rahasia milik si kembar Sung itu. Bagi Sehun dan Sungrin, tak masalah selama mereka bersama-sana dengan Baekhyun. Sehun menganggap Baekhyun adalah pengobat kerinduannya terhadap Luhan, ia merasa tuhan telah memberinya kesempatan kedua. Kali ini ia takkan menyia-nyiakannya.

“Kau sepertinya gelisah. Sejak pagi tadi, kau terus saja mengerutkan keningmu.”

Tegur Sehun saat mereka dalam perjalanan pulang. Mobilnya terasa hening sekali karena Sungrin tak bersenandung ria seperti biasanya.

“Aku memikirkan Baekhyun,” suara gadis itu terdengar khawatir. “Aku ingin segera aampai di rumah. Perasaanku tidak enak.” Setelahnya Sungrin menghela nafas.

Sehun yang juga merasa demikian kini menancap gasnya. Seketika ia ikut merasa khawatir, meski tak tahu apa yang Sungrin khawatirkan.

Tiba-tiba, mereka harus berhenti karena telah terjadi sebuah kecelakaan tepat di depan halte bus. Ramai orang berkerumun dan menggumam kasihan karena melihat korban kecelakaan tabrak lari itu. Penasaran, kedua remaja ini segera keluar dari mobil Audi milik Sehun dan ikut mengerubungi si korban kecelakaan.

“Baekhyun—”

Sungrin meneteskan air matanya. Ia tak kuasa melihat saudara kembarnya kini berbaring tak bernyawa dengan luka yang cukup parah di bagian kepala juga di lehernya. Tubuhnya seketika merosot tepat di samping Baekhyun yang tak menunjukkan ekspresi apapun. Tangannya bergerak menuju wajah kembar non-identiknya yang terlihat pucat, darah melumuri wajah manisnya. Sungrin tak bisa lagi menahan isakannya. Ia memeluk Baekhyun erat sembari menggumam maaf untuk yang terakhir kalinya. Ia telah hancur, Baekhyun kini pergi untuk selama-lamanya.

Semua orang yang berada di sana ikut merasakan kesedihan yang mendalam, tak terkecuali Sehun. Hari ini, ia kembali menangisi kepergian seseorang. Melihat Baekhyun mengingatkannya pada Luhan di saat Hyungnya itu terbujur kaku di atas ranjang rumah sakit karena kanker perut yang di deritanya. Ia pikir, ia hanya sekali kehilangan seseorang. Namun, ini adalah yang kedua kalinya ia kehilangan seseorang yang penting baginya. Byun Baekhyun, dia kini terbebas dari kesulitan hidupnya selama ini.

Once Again

Tuut… tuut…

Sehun terus saja menempelkan poselnya di telinga, ia tengah menghubungi seseorang. Hari ini mereka ada tugas kelompok yang harus di selesaikan, tapi partner Sehun itu sama sekali tak menerima pangggilan darinya. Pria albino itu mengernyit, sebenarnya ke mana perginya orang itu?

“Byun Sungrin, jangan membuatku khawatir.” Gumam pria itu gelisah. Partnernya yang ternyata Sungrin masih tak menerima panggilan terlpon Sehun. Membuat Sehun mulai frustasi dan melempar ponselnya ke tempat tidur.

Jika dipikir kembali, gadis itu memang terlihat aneh sejak kepergian Baekhyun dua minggu yang lalu. Sungrin menjadi pendiam—lebih parah dari biasanya—dan menjadi tertutup pada Sehun. Gadis itu selalu berada di kelas, menatap kosong papan tulis putih yang tak pernah bersih. Bahkan Sehun ragu jika Sungrin setiap harinya makan dengan baik mengingat badannya yang semakin hari semakin kurus.

Sehun memutar otak, pasti ada yang tidak beres dengan gadis itu sekarang. Dwimanik tegas itu melirik jam di nakas, dua jam lagi matahari akan terbenam. Pria itu kemudian bergegas pergi menuju rumah Sungrin sekadar memastikan keadaan sang gadis.

Butuh waktu 15 menit untuk sampai di kediaman keluarga Byun. Mobil Audi milik Sehun terparkir sempurna di halaman rumah Sungrin. Segera mungkin si pria jangkung mencari gadis itu di dalam rumahnya. Perasaan tidak enak sejak tadi mengerubungi hatinya. Hingga langkahnya terhenti tepat di depan pintu bercat biru tua bertuliskan ‘Byun Twins’ di depannya.

                Ceklek

Kepala Sehun menyembul sedikit dari balik pintu. Biar bagaimanapun ini adalah kamar perempuan. Bisa saja Sungrin sedang berganti pakaian saat Sehun masuk, bukan?

Setelah memastikan sesuatu, Sehun masuk ke dalam ruangan tersebut. Cukup terang untuk pandangan, karena semua lampu yang menyala di sana. Kemudian pendengaran Sehun menangkap suara air yang berasal dari kamar mandi. ‘Apa Sungrin sedang mandi?’—batinnya penasaran.

“Byun Sungrin, ini aku. Apa kau sedang mandi?”

Hening. Tak ada jawaban dari dalam. Ini sangat menkhawatirkan, kecemasan Sehun berada pada batasnya. Tangannya kini membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci. Sehun menutup matanya dengan tangan, lalu mengintip sedikit di sela jarinya.

Betapa terkejutnya ia melihat Sungrin yang berada di bawah shower, tengah asik mengiris pergelangan tangannya dengan pisau buah. Pria itu segera menendang tangan Sungrin hingga pisau laknat itu terlempar jauh. Sungrin tak menunjukkan ekspresi yang berarti, ia tak memberontak.

“Kenapa kau lakukan itu, bodoh?! Apa kau pikir semuanya akan kembali seperti semula jika kau bunuh diri? Kau pikir semuanya akan baik-baik saja jika kau pergi, hah?! Katakan padaku!” bentak Sehun kasar, membuatnya berhasil mencuri atensi gadis itu.

Sungrin berdiri dan menatap pria di depannya tajam, “Aku hanya ingin bersama Baekhyun. Kini aku tahu bagaimana perasaan Baekhyun saat sendirian di rumah. Aku merasa… aku belum bisa menjadi adik yang baik baginya selama ia hidup. Aku masih ingin dia hidup lebih lama. Aku ingin bersamanya! Apa kau tidak mengerti?! Hanya dia yang aku punya!” balasnya sedikit berteriak, seolah ia menyampaikan betapa tersiksanya ia selama ditinggal Baekhyun.

“Sadarlah! Aku juga dulu ditinggal Hyungku! Kini, aku juga ditinggalkan Baekhyun! Apa kau bisa mengerti diriku?! Aku sudah ditinggalkan kedua kalinya oleh orang yang aku sayangi!”

Sungrin terenyuh, bibir pucatnya mengatup sempurna kala Sehun mengakhiri kalimatnya. Ia bahkan lupa dengan Sehun. Selama ini Sehun berada di sampingnya, selalu menguatkannya setelah kepergian Baekhyun. Pria itu, dia terlihat tegar. Sungrin tahu dia sangat menyayangi Baekhyun seperti Hyungnya dulu. Gadis itu kini menunduk dan menangis. Ia terlalu bodoh menghadapi situasi ini.

“Hentikan semua kegilaan yang kau perbuat. Aku akan selalu ada di sampingmu, aku berjanji.” Ujar Sehun yang kini memeluk erat Sungrin. Keduanya sama-sama menitihkan air mata kesedihan. Untuk Sehun yang sudah di tinggalkan dua kali, untuk Sungrin yang terpuruk karena kematian saudara kembarnya.

Hari itu, mereka meluapkan emosi yang tertahan selama ini. Pada akhirnya mereka berdua mengerti satu hal, hidup terus berjalan. Kau akan jatuh semakin dalam jika melihat ke belakang. Masa depan menanti mereka untuk bersama. Selamanya, hingga mereka dapat bertemu dengan Baekhyun dan Luhan yang bahagia di sana.

END

Iklan

2 pemikiran pada “[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] ONCE AGAIN (Part 3) —Audrey_co

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s