[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] Song For U(s) -anneandreas

Song For U(s)

Song For U(s)

a fanfiction with romance taste in ficlet length rated by T
special for Sehun’s Birthday with l18hee’s OC – Runa Kwon

.

Poster by: Alkindi @ Poster Channel

©anneandreas2k17

“Aish.”

Runa menyumpah setelah panggilan telepon ke delapan yang dilakukannya tidak juga diangkat oleh seseorang di ujung telepon sana. Namun Runa masih tidak menyerah, sekali lagi ia mengetukkan jemarinya di atas benda kotak pipih itu lalu mendekatkan benda itu ke telinganya. Benda kotak itu mendendangkan nada sambung monoton beberapa kali sebelum akhirnya digantikan dengan suara lembut operator wanita. Runa menyumpah lagi, “Dasar Oh Sehun bodoh! Apa dia tidak ingat kalau siang ini aku harus fitting terakhir gaun pengantin!”

Mood Runa turun drastis, pun ia enggan untuk melakukan panggilan telepon yang ke sepuluh. Lantas ia mengambil tas yang sejak tadi tersampir di bibir ranjang kemudian melangkah keluar dari kamarnya. “Aku benci pergi fitting sendirian.” umpatnya sekali lagi sebelum menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja ruang tengah.

songforu(s)

Runa melenguh pelan sesudah menyesap bubble tea kemudian menyandarkan dirinya pada kursi kafe yang untungnya empuk. Setelah selesai fitting gaun pengantin yang dilakukannya sambil merutuk di dalam hati, Runa terlampau malas untuk kembali ke rumahnya. Padahal katanya calon pengantin tidak boleh sering-sering berada di luar, apalagi yang pernikahannya hanya tinggal tiga hari lagi seperti Runa.

Sejenak berdiam diri, Runa merogoh tasnya dan mengeluarkan handphone miliknya dari dalam sana. Lama ia memandang benda pipih itu dengan bibir memberengut, kemudian mengetukkan jarinya lalu mendekatkan benda itu lagi ke telinganya, Runa mencoba melakukan panggilan telepon lagi.

Kerut di bibir Runa semakin menjadi ketika orang yang dituju dalam teleponnya tidak juga mengangkat panggilan padahal kini matahari sudah mulai tenggelam. Dan sekarang Runa merasa kesabaran telah melebihi ambang batas wajar dalam hidupnya, ia menyesap semua bubble tea yang tersisa dengan cepat sampai tandas, bangkit dari kursinya, keluar dari kafe kemudian menyalakan mesin mobilnya dengan kesal. “Sepertinya aku harus menghampirimu, Oh Sehun. Sesibuk apa kau sampai-sampai tidak mengangkat telepon dariku sejak pagi. Dasar laki-laki Oh menyebalkan!”

.

.

.

Runa berjalan tergesa setelah pintu lift apartemen berdenting terbuka dan menghela napas kesal sebelum menekan sandi pintu apartemen Sehun, laki-laki yang membuatnya memberengut sejak pagi. Setelah bunyi ting terdengar dan pintu terbuka, Runa langsung melangkah ke dalam apartemen sembari memikirkan segala kalimat makian yang akan ia tumpahkan saat wajah laki-laki menyebalkan itu muncul di hadapannya.

Namun semakin Runa melangkah masuk ke dalam apartemen, Runa semakin menyadari bahwa apartemen ini kosong. Segala jenis makian yang tadi sempat ia pikirkan langsung berganti dengan raut khawatir yang sangat kentara. Runa kembali merogoh tasnya, mengambil handphone dan melakukan panggilan telepon untuk Sehun. Namun bersamaan dengan nada tunggu monoton yang terdengar dari handphonenya, suara ringtone panggilan masuk dari handphone Sehun juga ikut memenuhi ruang apartemen yang sudah mulai gelap itu. Hati Runa mencelos, segala pikiran negatif langsung memenuhi rongga otaknya.

Runa melangkahkan kakinya menuju kamar Sehun –tempat yang ia yakini sebagai sumber suara, dan hatinya merapalkan segala jenis doa saat tangannya memutar kenop pintu kamar Sehun. Dan sesaat setelah pintu kamar itu membuka, Runa menahan napas. Kamar itu kosong, hanya ada sebuah handphone yang menampilkan panggilan telepon masuk tergeletak di atas meja. Entah ia harus merasa bahagia atau semakin khawatir saat ini.

Setelah menghabiskan beberapa sekon mematung di depan pintu kamar, Runa mengambil langkah masuk ke dalam kamar Sehun dan mematung di depan meja samping ranjang, netranya terpaku pada dua benda yang tergeletak di samping handphone milik Sehun, sebuah mp3 player dan sebuah kertas usang yang terlipat. Sedikit ragu Runa mengambil kertas usang itu dan membukanya. Kertas usang itu berisi tulisan tangan Runa lima belas tahun lalu, dan di bawah tulisan tangannya ada tulisan tangan Sehun yang terlihat masih baru.

Seketika rasa sesak memenuhi dada Runa dan bulir cairan bening memenuhi kelopak matanya, kemudian jatuh begitu saja mengalir di pipinya. Runa terisak dan ia membiarkan isakannya itu lolos dari bibirnya.

 

Aku mencintaimu, bodoh.

songforu(s)

Lima belas tahun yang lalu

Runa kecil berlari keluar dari rumahnya dan menghampiri dua anak laki-laki lain yang sedang bermain di taman di dalam kompleks perumahan mereka. Kedua anak laki-laki itu segera berdiri dan mengarahkan atensinya pada anak perempuan ceria yang berlari-lari heboh itu.

“Kita main nikah-nikahan, yuk!” ucap Runa kecil antusias.

Kedua anak laki-laki di hadapannya melempar pandang bingung, namun rona merah muda diam-diam tercipta di pipi mereka hingga akhirnya salah seorang berkata, “Chanyeol mau menikah sama Runa!”

Runa kecil mematung sebentar, ia melempar pandang pada seorang anak laki-laki lain yang berdiri diam di samping Chanyeol, menunggu anak laki-laki itu melempar jawab yang tak kunjung terucap. Dan Runa akhirnya menjawab, “Ya sudah, aku menikah sama Chanyeol saja. Sehun, kau harus bernyanyi di pernikahan kami, seperti teman laki-laki di acara televisi itu, ia bernyanyi untuk pernikahan temannya.”

Si anak laki-laki yang dipanggil Sehun itu masih bergeming, membuat Runa melangkah mendekat lalu mengucap, “Oke? Kau harus bernyanyi karena kau tidak menikah denganku. Kalian tunggu di sini, aku mau memetik bunga dulu. Menikah ‘kan harus bawa bunga!” Kemudian Runa kecil berlari menjauhi kedua anak laki-laki itu. Atensinya kini fokus pada hamparan bunga yang tertanam rapih di pinggir taman kompleks.

Setelah mengumpulkan beberapa batang bunga, Runa berlari-lari kecil menghampiri Chanyeol dan Sehun. Namun Runa terkejut ketika mendapati Sehun mendorong Chanyeol dengan kekuatan penuh hingga anak laki-laki kecil itu terpelanting jatuh di atas rerumputan. Kemudian Sehun berjalan menjauh.

Runa berlari dengan marah, ia bingung harus menghampiri Chanyeol yang masih terjatuh atau harus menghampiri dan memarahi Sehun yang berjalan pergi. Setelah berpikir singkat akhirnya Runa menghentikan langkahnya di samping Chanyeol dan membantu anak laki-laki itu bangkit, kemudian ia menoleh dan menjerit ke arah Sehun, “Oh Sehun! Kau harus minta maaf!”

Namun anak laki-laki itu tetap berjalan tanpa menoleh sedikitpun ke arah Runa.

.

.

.

Setelah Runa kecil mengantarkan Chanyeol pulang, ia kembali ke taman kompleks dan duduk di bawah pohon, ia merasa sangat kesal sampai ingin menangis. Permainan nikah-nikahan ala acara TV yang baru saja ia tonton rusak berantakan, semuanya gara-gara si Oh Sehun bodoh itu.

Kemudian Runa mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku celananya, melihat tulisan ala kadarnya yang ia torehkan di atas kertas sobekan buku tulis sekolah membuat Runa mendengus kesal lalu membenamkan kepalanya dibalik lipatan lututnya.

“Runa.” Suara seorang anak laki-laki membuat Runa mengangkat kepalanya dan mendapati Sehun berdiri menjulang di hadapannya. Runa berdiri, posisinya kini berhadapan dengan Sehun dan ia jelas-jelas menunjukkan ekpresi kesal di wajahnya. Namun bersekon berlalu tanpa ucapan maaf dari Sehun, anak laki-laki itu hanya mematung di hadapan Runa. Akhirnya Runa memilih melangkah pergi meninggalkan Sehun yang masih berdiri di sana.

Setelah Runa kecil pergi, Sehun menghela napas berat, sulit rasanya bagi Sehun untuk mengungkapkan apa yang ia pikirkan atau rasakan. Dan Sehun tidak suka sisi dirinya yang seperti itu. Sehun baru saja hendak melangkah pulang ketika sudut matanya melihat secarik kertas yang tergeletak di bawah pohon, kertas yang tidak sengaja ditinggalkan Runa. Sehun mengambil kertas itu dan membacanya, matanya sedikit melebar dan ia menyimpan kertas itu dalam sakunya. Sehun benar-benar harus belajar cara mengungkapkan perasaan dengan benar.

Runa suka Sehun.

songforu(s)

Kini Runa duduk di lantai kamar Sehun, kedua telinganya memakai headset yang mendendangkan suara nyanyian Sehun lewat mp3 player yang ditinggalkannya, pun tangannya masih menggenggam secarik kertas usang berisi tulisan tangannya dulu yang kini dibawahnya terdapat tulisan tangan Sehun.

Tidak berapa lama kemudian bunyi ting tanda pintu apartemen Sehun terbuka terdengar, Runa segera bangkit dan melangkah keluar dari kamar Sehun, mungkin saja laki-laki bodoh yang menyebalkan itu sudah pulang ke apartemennya. Namun langkah Runa terhenti ketika ia mendapati Chanyeol lah yang baru saja masuk ke dalam apartemen Sehun.

“Sehun baru saja meneleponku dengan telepon umum. Ia bilang ia meminta maaf karena tidak bisa menghadiri pernikahan kita. Ia akan pulang ke kampung halamannya dan tinggal bersama neneknya di sana. Ia juga minta maaf karena tadi siang tidak bisa menemanimu fitting gaun pengantin. Tapi mengapa ia pergi dengan mendadak?” tutur Chanyeol tanpa menyadari mimik wajah Runa yang kini menegang.

“Bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?” Runa bertanya.

“Karena kau tidak ada di rumah. Setelah Sehun meneleponku, aku berpikir kau pasti ke sini untuk memarahinya. Dan ya, aku tepat.” jawab Chanyeol sambil tersenyum polos. “Ayo kita pulang, nanti malam ada janji temu dengan MC acara resepsi.” Chanyeol mengucap lagi, kali ini sambil menggandeng tangan Runa dan mengajak calon istrinya itu berjalan keluar dari apartemen Sehun.

.

.

.

“Omong-omong, kau baru beli mp3 player? Mengapa dari tadi kau tidak melepaskan headsetnya?” tanya Chanyeol setelah mereka berada di dalam mobil.

Runa menggeleng, “Tidak, ini milik Sehun.”

Chanyeol mengangguk lalu matanya kembali menatap jalan raya seraya bergumam, “Aku mencintaimu.”

Gumaman itu terdengar sampai ke telinga Runa, membuat gadis itu menoleh ke arah calon suaminya itu lantas melepaskan headset yang sedari tadi terpasang di telinganya lalu menjawab “Aku juga.”

Hingga lima belas tahun berlalu, Sehun tetap menjadi laki-laki yang lebih memilih memendam perasaannya dan Chanyeol tetap menjadi laki-laki polos yang akhirnya akan benar-benar menikahi Runa. Dan meski hati Runa masih terasa sakit setelah ia akhirnya mengetahui apa yang Sehun rasakan, Runa akan menghargai keputusan Sehun untuk pergi dan memilih menjalani hidupnya dengan bahagia bersama Chanyeol.

.

.

.

fin.

SELAMAT ULANG TAHUN
ANAK CADEL
a.k.a Oh Sehun yang pens nya terbanyak sedunia

AnNotes:

Ceritanya ini nulisnya buru-buru karena OSeh udah mau ulang tahun,
dan aku sendiri gak paham apa yang aku tulis itu.
/plak

Rasa-rasanya ini sangat acak-acakan gaje gitu.
Ah, entahlah. Feel sedang lenyap entah kemana.
Betewe pula di sini Sehun gedenya gak nongol sama sekali,
makanya aku tulis di atas “Spesial for Sehun, with Runa.”
jadi isinya Runa semua gak ada Sehunnya.
/ditabok sedunia

Runa, terimakasih sudah mau berperan di FanFic ecek-ecek ini.
Yang empunya Runa, jangan sedih lagi,
mari gebet cowo kuriyah yang gasuka boiben itu!

Untuk semua pembaca, terimakasih sudah menyempatkan diri.
Satu komen kalian selalu berharga untukku. /eak
Sampe temu di FanFic yang lain.
*bow*

Iklan

19 pemikiran pada “[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] Song For U(s) -anneandreas

  1. FAK AKU NYESEL NGEBATIN PEN CANYOL AJA YG NIKAH SAMA RUNABIAR SEHUNNYA NGENES
    NYATANYA AKU MEREMBES SUMPAH 😦 merembes di sini is air mata menggenang dengan memalukan di kelopak mata wkwk
    udah manis manis gitu rasanya, bangke si sehun gak nemenin runa lagi nyobain baju, kaknean penipuan besar besaran emang kok, pen tabok.
    terus ya
    udah filing nih
    UDAH FILING SO FLUFFY PAS BACA ADA MP3, JANGAN2 SEHUN NYANYIIN LAGU YG APA GITU, AKU UDAH MAU NGEKEK BAYANGINNYA, BAYANGIN SEHUN NYANYI FOR U NYA CBX ANJU.
    KETAMBAHAN SEBUAH: aku mencintaimu, bodoh
    THAT SO SO ARRRRGGHHHHH FAK FAK FAK FAK MIYANE AKU GABISA GAK NGUMPAT KAAAAK!
    lalu,
    pas flesbek jaman kecil itu kiyo ih KIYO BANGET CIYUSAN BAYANGIN MUKA SEHUN KECIL DORONG2 CANYOL SAMPE JATUH, TERUS MANA RUNA NULIS2 GITU TENTANG SUKA SEHUN, IH IH IH KIYOOOOOOOOO DEK KAMU IH, SEHUN NGOMONG DIKIT KEK KALO PEN NIKAH2AN SAMA RUNA DASAR IH KZL NGETS NGETS NGETS
    tapi sehun sumpah ngenes banget, dia jadi yang nyanyi buat pengantinnya, dasar cadel yaampun kuingin peyuk
    terus balik lagi ke runa yg nemuin tulisan tangan sehun di bawah tulisannya dia pas kecil. ketambahan canyol yang mendadak muncul dan bilang sederet kalimat menohok hatiku/nid/ that ‘pernikahan kita’ is… BANGKE JADI RUNA NIKAHNYA BENERAN SAMA LU CHAN? NYESEL AKU BERHARAP GITU PAS DI AWAL, NYESEL, kemudian aku ingin menangis. BIKOS NYESEKNYA UDAH KERASA. THAT AKU MENCINTAIMU BODOH IS SO SO SO SO NYSEQUE SYEKALI BANGKE EMANG FAK AKU KAYA GAK IKHLAS LEPAS SEHUN/plz/
    TERUS SEHUN NYANYI KEK PAS MAINAN PAS KECIL ITUUU. terus canyol beneran nikah sama runa.
    terus rasanya
    KAMVRET SIALAN BANGKE
    MAU NJERIT
    MAU NONJOK CANYOL
    MAU NONJOK SEHUN
    WAAAAAAKKKK
    gakuku suwer
    tapi serius kak, makasih banget banget banget, aku butuh ini, serius. sekali kali sehun tersakiti juga /nid?/ tp runa juga tersakiti /nid/ pokoknya sehun ngeselin, dasar gak peka, kan runa jadi sama canyol. ah bangke emang, sehun buzuq
    tapi kucinta sehun
    dan aku pokoknya suka ini
    maaciw kakneanku lafyu so much much much much

    • Wkwkwkkwkwk..
      Etapiyasumpaloooh /dispasi kak tolong /plak
      Aku pas ngerjain ini feelnya entah rasanya kabur kemanaa.. :”(
      Tak pikir dari awal sadnya uda berasa, kupikir semua uda nebak kalo ini pas sad ending buahahhahaha..
      Tadinya itu keterangannya pen tak tulis sad-romance tapi lalu sad nya kudelete wakwakwakwak..
      Sedih ya jadi Sehun, cewek yang dicintai dan mau dinikahin sama sahabatnya tapi dia yang nemenin fitting gaunnya, so sad yah. Runa kezam.. :”””
      Iyaaah that aku mencintaimu,.bodoh. Buahahahhahahahahahah..
      Tehunnya kudu diajarin ngomong :3
      Macamaaaaaa..

  2. Awal->totally terkecoh 😅 tak kira runa mo nkh ma sehun.
    Pas flashback->ko spt’ny too common, childhood maen nkh2an (msh terkecoh jg trnyt 😅)
    Pas mas cahyo yg nongol, br nyadar 😞 how sad! Lbh sdih lg sehun present time raono sm 1x 😢 calm’ny too much smp ga bs confess lngsng 😢 cahyo sm 1x ga peka kah/too naive gt? Tak kira/ngarep ada fluffy2ny hun-run, trnyt.. Tekanan batin bgt nih da di zona segitiga bermuda a.k.a triangle lophe 💔

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s