[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] DON’T TOUCH MY GIRLFRIEND! -by AYUSHAFIRAA

dtmg-5ehuna

“Kau mengajariku dan aku melindungimu. Kita impas, bukan?”

DON’T TOUCH MY GIRLFRIEND!

A fanfiction by AYUSHAFIRAA

`Starring Oh Sehun x Kim Jungyeon as Im Sena, feat. Do Kyungsoo`

|| Hurt/ComfortRomance ||

// Teen // Oneshot //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

WattpadKakaostory

© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

.

.

.

Satu sekolahan seketika saja heboh dengan kabar Im Sena, siswi cantik kelas 3-1 yang selalu mendapat peringkat satu di SMA itu lagi-lagi mendapat pembulian dari siswi-siswi nakal yang kurang kerjaan. Sementara itu Oh Sehun, siswa tampan dari kelas 3-4 terlihat menyibukkan dirinya dengan mendengarkan musik via earphone dan mengunyah permen karet saat anak-anak kelasnya saling meributkan masalah pembulian yang tak pernah terselesaikan di sekolah mereka dan mengasihani nasib sial yang selalu menimpa Im Sena.

“Im Sena itu, padahal dia tidak pernah membuat kesalahan apapun, tapi orang-orang tetap banyak saja yang membencinya.”

“Iya kasihan sekali dia.”

Sehun menyunggingkan senyuman dinginnya, “Kalian ini berisik! Daftar putarku saja sampai tidak kedengaran sama sekali.”

Entah bagaimana, Sehun selalu bisa membuat orang lain segan –lebih ke takut- padanya. Hanya dengan satu atau dua patah kata saja dari mulutnya dapat seketika membuat orang lain terdiam seribu bahasa, tidak mau berurusan lebih dengannya.

Sehun meninggalkan kelasnya, berjalan cepat tanpa halangan dari siapapun –karena memang tidak ada yang berani menghalanginya- menuju kelas 3-1 yang sudah ramai dipenuhi siswa-siswi yang hanya sekedar menonton adegan pembulian yang sebenarnya sama sekali tidak cocok dijadikan tontonan.

Tampilan gadis bernama Im Sena yang dikenalnya itu sudah sangat berantakan, ditambah lagi dengan posisi gadis itu yang jatuh terduduk di lantai bersimbah airmata. Rambut panjangnya, seragamnya, tidak lagi sesempurna penampilan biasanya. Wajah cantik itu bahkan sengaja dicorat-coret lipstik oleh siswi-siswi yang membulinya. Oh ayolah! Sehun malas sekali untuk ikut campur, tapi mau bagaimana lagi?

“Yak, Kau!” telunjuk Sehun mengacung secara horizontal ke arah siswi yang sepertinya menjadi dalang dari semua kekacauan ini. “Berhenti mengganggu kekasihku!”

Sena nampak terkejut, bersamaan dengan keterkejutan siswa-siswi lain yang mendengar jelas kata-kata Oh Sehun barusan. Berhenti-mengganggu-kekasihku.

“Ja-jadi kalian?” dalang kerusuhan itu syok setengah mati, jantungnya hampir saja copot saat ia menyadari kalau tindakannya membuli Im Sena sekarang adalah sama dengan menggali kuburannya sendiri.

“Ya, kami pacaran. Kau tahu apa yang akan terjadi padamu bila mencari gara-gara dengan kekasihku, kan?” Oh Sehun meregangkan otot-otot tangannya dan menggulung lengan seragamnya sampai siku. Nyali siswi pembuli Sena pun menciut.

“Jangan pernah kau sentuh lagi kekasihku! Kau mengerti?!”

Sena terdiam, lebih terlihat berpikir keras sebenarnya. Memikirkan baik-baik kata-kata siswa nakal bernama Oh Sehun yang baru saja membuat geger para murid lain dengan mengakuinya sebagai kekasih. Memangnya, sejak kapan ia menjadi kekasih Oh Sehun?

“Yak, Im Sena.” Sehun berbisik tepat ke telinga Sena. “Kau ini bodoh atau apa sih?! Kenapa kau tidak pernah melawan saat mereka mencoba mengganggumu?!”

“Pokoknya mulai sekarang, akuilah kalau kau adalah kekasihku. Mengerti?”

 

♥♥♥

 

Sepanjang koridor di jam pulang sekolah, Sehun berjalan sambil merangkul Sena. Terkadang lelaki itu juga bersikap sok mesra di depan siswa-siswi lain yang memperhatikan mereka sambil bergosip ria, sementara itu, Sena malah terlihat tak nyaman diperlakukan seperti itu oleh Oh Sehun.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan, Sehun-ah? Kenapa kau harus berbohong pada mereka?” tanya Sena setelah mereka jauh dari lingkungan sekolah.

Sehun melepaskan rangkulannya, “Mudah saja. Kau itu peringkat satu, dan kau tahu sendiri seberapa jeblok nilaiku di semua mata pelajaran kecuali olahraga. Aku ingin kau mengajariku di beberapa mata pelajaran yang tak kukuasai.” Ujarnya kemudian.

Telah saling mengenal selama hampir 11 tahun tak membuat Sena ataupun Sehun kesulitan memahami kelebihan dan kekurangan diri masing-masing. Sena hidup sebagai gadis pintar yang tak pernah tergeserkan posisinya dari peringkat satu, sementara Sehun hidup sebagai lelaki yang –sangat- kurang pandai dan hanya bisa unggul di satu mata pelajaran saja yakni pelajaran olahraga. Kelemahan Sena adalah sikapnya yang terlalu baik dan polos sehingga sering ditindas oleh teman-temannya, sedangkan kelebihan Sehun adalah pandai berkelahi sehingga teman-temannya merasa takut bahkan hanya untuk bertukar sapa sekalipun.

“Kau hanya diam?” kening Sehun mengkerut, mempertanyakan respon Sena.

“Kau mengajariku dan aku melindungimu. Kita impas, bukan?”

Sena akhirnya mengangguk, berusaha meyakinkan diri kalau keputusannya sudah tepat, “Aku akan mengajarimu, karena bagaimanapun aku senang kau mau melindungiku.”

“Terimakasih, Sehun-ah.” Ucap Sena berterimakasih dengan senyuman manis yang mampu membuat Sehun terpana karenanya.

“O-oke! Jadi mulai sekarang, kita mulai sandiwara kita! ingat, beraktinglah dengan alami, Im Sena!”

 

♥♥♥

 

Suasana perpustakaan sekolah sedang sepi-sepinya. Sena serius mengajari Sehun beberapa mata pelajaran di jam istirahat ini, sementara yang diajari malah terlihat bermalas-malasan. Ckck.

“Kujelaskan lagi ya, rumus proyeksi skalar ortogonal vektor A pada vektor B itu vektor A kali vektor B per panjang vektor B, kalau vektor B pada vektor A tinggal ganti saja bawahnya dengan panjang vektor A jadi per panjang vektor A, mengerti?”

Sehun tak membalas dan mungkin tak mendengarkan juga penjelasan pelajaran matematika dari Sena. Lelaki itu sibuk memandangi wajah cantik Sena tanpa sedikitpun berniat untuk mengalihkan pandangan ke arah lain.

“Kau ini mau belajar atau tidak sih?” tanya Sena kesal. Gadis bersurai coklat itu langsung bergerak membereskan buku-bukunya setelah tak mendapat respon dari si lelaki.

“Memahami pelajaran kok susah sekali ya? tapi kenapa jatuh cinta padamu itu malah mudah sekali? Tanpa harus belajar lagi.” Sehun menopang dagunya, tak bosan memandangi wajah Sena.

Sena mendengus, “Kau tidak pernah berubah, Oh Sehun.”

“Ow, Ya Tuhan!” pipi Sehun memerah, “Ternyata diam-diam kau memperhatikanku juga selama ini.” lanjutnya diakhiri tawa yang lepas.

 

[FLASHBACK]

 

Saat itu, Sena masih gadis kecil berumur 7 tahun yang suka bermain sendirian di taman bermain. Karena ketertutupannya pada anak-anak lain, anak-anak sebayanya pun mulai sering mengganggunya. Terkadang, Sena pulang ke rumahnya sambil menangis karena mainannya hilang, karena dijahili, dan lain sebagainya. Sena itu cengeng.

“Yak, kalian! Berhenti mengganggunya!” Oh Sehun yang baru berumur 8 tahun datang dengan tubuh tinggi kurusnya saat anak-anak lain menganggu Sena sampai menangis. Meski tubuhnya kurus, aura-aura menakutkan seorang Oh Sehun sudah ada sejak dulu.

“Dia itu kekasihku! Kalian semua ini mau kupukul, huh?!” Tanpa harus melukai dirinya sendiri dengan memukul orang lain, Sehun bisa membuat mereka takut hanya dengan sorot matanya yang tajam menusuk.

“Kau baik-baik saja?”

“Hiks,” Sena menghapus airmata di pipinya, “Terimakasih.”

“Sudah, jangan menangis.” Pukpuk, Sehun menyentuh bahu Sena. “Lain kali, jangan main sendiri lagi ya?”

Gadis kecil yang masih terseguk-seguk itu menatap Sehun, “Lalu aku harus bermain dengan siapa?”

“Dengan aku saja! aku kan sudah bilang pada mereka kalau kau kekasihku!”

 

[FLASHBACK END]

 

Sehun mengibas-ngibas tangannya di depan wajah Sena yang melamun, “Jangan bilang kau sedang mengingat pertemuan pertama kita di taman bermain dulu?”

“M-memang-memangnya kenapa?” tanya Sena, gugup setelah menyadari dirinya dan Oh Sehun hanya berjarak beberapa sentimeter saja.

“Jangan diingat-ingat!” Sehun mengambil alih tumpukan buku dari tangan gadis itu lalu melenggang bebas tanpa dosa, “Kalau kau ingat-ingat, nanti kau jatuh cinta padaku, lagi!”

“Cih, dasar lelaki tak bertanggung jawab. Sembarangan bilang jatuh cinta, tapi tidak pernah berkata serius.” Rutuk Sena setelah bayangan Sehun tampak semakin jauh.

 

♥♥♥

 

Udara malam yang begitu dingin tak menyurutkan niat Sehun untuk menunggu Sena di depan pagar rumah gadis itu, pasalnya Sena sudah berjanji padanya akan mengajarinya matematika lagi untuk menghadapi ujian harian besok. Beberapa kali, Sehun tampak mengusap-usap kedua tangannya untuk mendapatkan kehangatan dari gesekan yang ia buat sendiri itu. sudah cukup lama ia menunggu di luar, ya mungkin sekitar 45 menit, sedangkan yang namanya menunggu satu menit saja akan terasa seperti selamanya. Asiten rumah tangga keluarga Sena mengatakan kalau gadis itu sudah pergi keluar sejak sore, tapi sebelum Sehun pergi ke rumah Sena pun, Sena sudah mengirim pesan kalau dirinya pasti akan menemui Sehun. jadi, Sehun sekali lagi hanya bisa menyabarkan diri.

Batang hidung Sena akhirnya nampak juga dalam pandangan Sehun. dari jarak 5 meter saja, Sehun sudah dapat melihat dengan jelas kalau Sena tidak sendiri. Ada seorang lelaki di sampingnya yang juga terasa familiar. Tunggu! Sena sedang bersama mantan kakak kelas mereka dulu! Do… siapa namanya itu? entahlah.

“Oh Sehun? sedaritadi kau menunggu di luar? Kenapa tidak masuk ke dalam?” tanya Sena setelah jarak antara dirinya dan Sehun semakin dekat seiring dengan langkahnya yang hendak pulang.

“Kau dari mana saja?” bukannya memberikan jawaban, Sehun malah balik bertanya. Manik Sehun menatap dingin seorang lelaki yang masih berdiri di samping Sena.

“Aku baru pulang dari toko buku,”

“Ah iya, dia Kyungsoo Oppa. Senior kita dulu, kau masih ingat? Aku bertemu dengannya saat sedang asik memilih-milih buku.” Seakan tak tahu keadaan hati Sehun, Sena terus berbicara panjang lebar tentang Do Kyungsoo, lelaki yang saat ini tersenyum tanpa canggung pada Sehun.

“Apa urusan kalian sekarang sudah selesai?” sindiran halus, kasarnya sih, Sehun ingin Kyungsoo lekas pergi.

“Kenapa? Aku tidak boleh berlama-lama di sini, ya?” tanya Kyungsoo polos. Rasanya Sehun ingin sekali mempites mantan kakak kelasnya itu seperti kutu.

“Boleh kok, Oppa!” sambar Sena, Sehun melotot tak percaya. “Tidak akan ada yang melarang hehe.”

“Baguslah kalau begitu, aku juga belum ingin pulang cepat.”

Sehun tertawa garing, “Im Sena…”

“Ya?”

“Kau lupa kalau kau sudah janji akan mengajariku matematika malam ini?”

Sena menggeleng, “Tidak kok, aku ingat.”

“Kau tidak bisa matematika?” tanya Kyungsoo pada Sehun, nadanya seperti mengejek. “Aku bisa mengajarkanmu.”

“Ah iya, Kyungsoo Oppa ini pintar sekali matematika, lho! Aku saja kagum padanya!” ucap Sena, mengundang api di kepala Sehun kian membara.

“Ya, aku memang tidak sepintar kalian. Kalian keren sekali ya, uhuy!” cibir Sehun.

Sena mengajak Kyungsoo dan Sehun masuk ke dalam rumahnya. Orang tua Sena langsung menyambut kedatangan Kyungsoo ke rumah mereka dengan sangat baik, tidak seperti Sehun yang diperlakukan biasa-biasa saja. jika dilihat-lihat, Kyungsoo sudah sangat akrab dengan keluarga Sena. Bahkan, ayah Sena terlihat sangat nyaman mengobrol, bertukar pikiran tentang segala hal berbobot bersama Kyungsoo. Sementara Sena menyiapkan jamuan untuk Kyungsoo dan Sehun, Sehun hanya terlihat bermanyun ria di depan buku-buku matematika Sena karena tidak ada yang mau mengajaknya bicara.

“Sehun-ah, sebentar ya.” ucap Sena. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya gadis itu pun mampu meluangkan waktunya untuk Sehun. kali ini, Sehun benar-benar mau belajar dengan serius. Selain karena tak mau mendapat nilai jeblok lagi, ia juga tak mau kalah dari senior pendek itu.

“Ah, aku mengerti! Aku mengerti! Jadi tinggal masukkan saja angka-angka yang diketahui ke dalam rumus-rumus ini, iya kan?! Seperti lima kali tiga per akar dua puluh lima, jadi jawabannya…” Sehun mengotret di buku kotretannya. “lima kali tiga sama dengan lima belas dibagi akar 25 itu lima, lima belas dibagi lima… ya tiga!”

“Huwaaa! Kau sudah mengerti rupanya!”

“Iya! Aku mengerti berkat kau!” ucap Sehun yang kegirangan, tangannya bergerak mengacak-acak surai coklat Sena yang panjang terurai.

Melihat adegan tak biasa antara Sehun dan Sena membuat Kyungsoo berdeham keras-keras, “Apa kalian ini pacaran?”

“Iya!”

“Tidak!”

Sehun menjawab `iya` dan Sena menjawab `tidak` dalam waktu bersamaan. Kyungsoo tersenyum mengerti bahwa Sehunlah yang terlalu berharap pada Im Sena.

“Kami ini pacaran, Sunbaenim. Hanya saja, Sena masih malu mengakuinya.” Ujar Sehun santai yang langsung dibalas oleh cubitan panas di lengan Sehun dari Sena.

“Tidak begitu kok, Oppa! Jangan salah paham dulu hehe.”

Sehun manyun dan bergumam pelan, “Padahal sudah kusuruh kau untuk mengaku saja pada semua orang.”

“Tapi Kyungsoo Oppa tidak akan menyakitiku, jadi aku tak perlu mengaku padanya!” balas Sena sambil menjulurkan lidah. Menyebalkan sekali.

 

♥♥♥

 

Pukul 10 malam, Sehun dan Kyungsoo pamit untuk pulang. Baru kali ini Sehun benar-benar merasa kepalanya terisi oleh pelajaran, biasanya terisi penuh oleh Sena, Sena, dan Sena, ups. Sehun sampai tersenyum-senyum memikirkannya.

“Aku pulang dulu, Sena-ya. terimakasih untuk hari ini.” Chu~

Bola mata Sehun melebar seketika tatkala menangkap adegan Kyungsoo yang memberi Sena sebuah kecupan di pipi. Sehun melangkah yakin mendekati Kyungsoo, tangannya mengepal kuat-kuat sebelum akhirnya tinjuan mantapnya di pipi kiri Kyungsoo mampu membuat Kyungsoo seketika terjatuh.

“Kau tidak boleh mencium gadis yang sudah menjadi kekasih orang lain!”

“OH SEHUN! KAU INI APA-APAAN SIH?!”

“PERGI! JANGAN PERNAH KAU SENTUH KEKASIHKU LAGI! PERGILAH SEBELUM KUPATAHKAN LENGANMU!” teriak Sehun dengan kaki yang terus menendang tubuh Kyungsoo.

“SEHUN HENTIKAN!”

Satu teriakan berupa perintah dari Sena kemudian menghentikan gerakan kaki Oh Sehun. Kyungsoo merintih kesakitan dengan lebam di pipi dan mungkin lelaki itu juga terluka di bagian perutnya akibat tendangan Sehun yang tak main-main. Sena menatap Sehun, kilatan amarah gadis itu tampak jelas saat Sehun balik menatapnya.

“Aku bukan kekasihmu, kita tidak pernah berpacaran, jadi… untuk apa kau menyakiti orang lain hanya karena orang lain itu menciumku? Kita tidak pernah memiliki hubungan spesial apa-apa. Kalaupun tadi itu kau hanya berakting sebagai kekasihku, aktingmu sudah keterlaluan!” Sena mendorong Sehun dengan tenaga seadanya, airmata menetes dari pelupuk matanya.

“Oppa, apa kau baik-baik saja? Mana yang sakit?”

Kepalan tangan Sehun melemah. Jiwanya terguncang hebat setelah selesai mendengarkan ucapan Sena. Sebenarnya, tidak ada yang salah dari ucapan gadis itu. tapi entah kenapa, hatinya berdenyut… sakit. Kita tidak pernah memiliki hubungan spesial apa-apa, memang.

Lelaki itu melangkah mundur secara teratur, meninggalkan Sena yang masih mengkhawatirkan keadaan Kyungsoo. Sehun tidak bisa menangis, bukan tidak ingin, tapi tidak bisa. Hanya rasa sesak yang menumpuk di dadanya, tapi ia tidak bisa menumpahkan semua rasa sesak itu. Sakit sekali rasanya.

“Yak, Im Sena!”

Sena berpaling ke arah Sehun yang sudah berdiri sedikit jauh darinya.

“Tidak bisakah kita pacaran sungguhan saja?”

DEG!

“Sehun-ah…”

Tangan Kyungsoo menggenggam erat tangan Sena, menggoyahkan hati gadis itu dalam sekejap. Sehun atau Kyungsoo, Kyungsoo atau Sehun. Sena lagi-lagi tak kuasa menitikkan airmatanya melihat Sehun yang terus mengambil langkah menjauh darinya.

“Tidak bisa ya?” Sehun tersenyum paksa, “Baiklah! Aku ingin kita putus saja, Im Sena! Putus dari pacaran bohongan kita sehingga kita benar-benar tidak akan ada hubungan apa-apa lagi! Aku memutuskanmu! Sekarang kau bukan kekasihku lagi!”

Percayalah, demi apapun, Sena terluka mendengar keputusan sepihak Sehun. ya, keputusan sepihak tentang pacaran bohongan mereka. Sena, juga terluka.

 

♥♥♥

 

Sejak malam itu, Sehun tidak pernah terlihat ada di samping Sena lagi. Meski begitu, kenyataannya Sehun tetap berkata pada semua orang untuk tidak mengganggu gadis bernama Im Sena, Sehun tetap mengatakan pada orang-orang kalau Sena adalah kekasihnya. Dan alhasil, hingga hari kelulusan tiba, tidak pernah ada lagi yang berani membuli Im Sena. Sehari setelah hari kelulusan, Sena pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studinya, meninggalkan Sehun yang tidak tahu menahu tentang kepergian dirinya. Mereka, tidak pernah berhubungan lagi sejak malam itu.

Siang itu sepulang bekerja paruh waktu di sebuah kafe, Sehun merasa dunianya semakin sempit. Setelah menghilang 5 tahun lamanya, gadis yang pernah membuatnya jatuh cinta dan juga pernah membuatnya terluka hadir kembali di depan kedua matanya. Pertemuan yang tak disengaja, kebetulan saja mereka melewati gang yang sama siang itu.

cdlre_kusaapbal

large

Tanpa saling bertukar kalimat sapaan, Sehun dan Sena saling membuang muka satu sama lain sambil berusaha mengatur detak jantung mereka masing-masing. Mereka saling melewati hingga hanya ada suara angin yang terdengar.

“Hai, cantik! sendirian saja?” beberapa preman mencoba menggoda Sena di ujung gang yang sepi itu. Sena mengacuhkan preman-preman tersebut namun justru hal itulah yang membuat para preman itu semakin merasa terhina.

“Lepaskan!” berontak Sena saat preman-preman tersebut mencoba memeluknya. “TOLONG! TOLONG!”

“YAK! JANGAN SENTUH KEKASIHKU, BRENGSEK!”

Sehun muncul bagaikan pahlawan yang menyelamatkan wanitanya di film-film. Dengan beberapa gerakan bela diri yang cepat, Sehun mampu melumpuhkan preman-preman yang mengganggu Sena dan membuat mereka langsung meminta maaf.

“Jangan pernah kalian ganggu kekasihku lagi! karena kalau aku tahu itu, tamatlah riwayat kalian di tanganku!” ancam Sehun, preman-preman itu langsung berlari kocar-kacir.

“Kau tidak ap-“

BREG! Belum sempat Sehun menyelesaikan kata-katanya, Sena langsung menghambur memeluknya erat. Untuk beberapa saat, Sena menitikkan airmatanya di dada Sehun. Pelukan pertama yang Sehun dapatkan dari seorang Im Sena, haha! Mimpi apa lelaki itu semalam?!

“Sudah, sudah! Cup, cup, cup! Mereka tidak akan mengganggumu lagi, Sena-ya.” ucap Sehun berusaha menenangkan Sena yang masih menangis.

“Yak, Oh Sehun!”

“Hm?”

“Tidak bisakah kita pacaran sungguhan saja?” tanya Sena sesenggukan.

Sehun mengorek-ngorek lubang telinganya, memastikan pendengarannya bermasalah atau tidak. Sena telah mengopy-paste kata-katanya 5 tahun lalu, jadi haruskah Sehun mengopy-paste lagi reaksi Sena 5 tahun lalu?

“Ah,” Sehun menggeleng, tidak mau mengopy-paste reaksi Sena waktu itu.

“Kenapa? Kau tidak mau?” Sena salah memahami arti gelengan kepala Sehun.

“Bukan! Bukan begitu!” bantah Sehun cepat. “Lalu bagaimana hubunganmu dengan senior itu?”

Sena menggeleng lemah, “Kyungsoo Oppa… hanya mempermainkan perasaanku saja. Kyungsoo Oppa menjadikanku pelampiasannya saat baru putus dari kekasihnya.”

“AISH! YANG BENAR SAJA! LIHAT SAJA! KALAU AKU BERTEMU DENGANNYA LAGI, AKAN KUPATAHKAN LEHERNYA!” ucap Sehun, emosi.

Sena terkekeh,

“Jadi… bagaimana?” tanya Sena malu-malu.

“Bagaimana apa?”

PLETAK! Jitakan hangat dari Sena mendarat dengan mulus di kepala Sehun.

“Mau tidak pacaran sungguhan denganku?! Mau tidak jadi pelindungku selalu?!”

Sehun tertawa kecil, lengan besarnya kemudian menarik Sena ke dalam pelukannya lagi.

“Tentu saja aku mau. Aku mau berpacaran sungguhan denganmu, bukan bohongan lagi. dan satu yang paling penting, aku akan selalu mencintaimu dan melindungimu sampai kapanpun, Im Sena.”

 

DON’T TOUCH MY GIRLFRIEND! -END

Iklan

16 pemikiran pada “[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] DON’T TOUCH MY GIRLFRIEND! -by AYUSHAFIRAA

  1. Asiqueee sekali kamu sena-ya~
    Andai ada cogan kek begitu sama eki mak di sekolahan, bhuakaka/plakk/😂😂
    Habede mas sehuh, makin bangsat yak.. 😘😍
    Acie emakkk, last day unbk nih, hwaiting!! 😆😆

    • Sikasiksikasik kenal dirimu~~🎤🎼🎵🎶😂 bahahak xD yaa seandainya aja yaa, etapi kan ada yg bastanta2 itu nak kenapa gak digebet /plak😂 iyaa nih im free sekarang xD tinggal nunggu hasil mudah2an aja bagus dan memuaskan, amiin. Makasih yaa nak unch unch😍😍

    • Mak, bastanta yg itu senior eki mak, plis deh mak :’)
      Eki cma buat cy seorang. 😍
      Aciee freee acieeee, selamat udah bebas setelah digantung selama 4 hari mak. 🎉🎉

  2. Kyaa..demi apa ini, mereka yg mesra mesraan, guenya yg dagdigdug serr.. wkwk
    Kenapa coba gaada adegan cipokan nya😂😂/dibakar
    Senaa.. you’re so lucky♥♥
    .
    .
    pibesday yang beb❤❤

    • Baper baper gimana gitu yaa padahal mah siapa yg dibaperin xD bahahak, iya juga yaa kayaknya kelupaan deh kasih adegan cipokan/plak😂 no no no deh, gak ikhlas kalo sehun harus cium sena cukup pelukan aja /plak(2)😂

  3. anyeong hehee pling seneng ngt pas sehun ‘s day pasti akan ada ff project yg keren keren nih slh satunya haha suka bgt dehh nice nice pokoknya

  4. kyaaa sehun manis banget sihh, duh thor kelebihan gula deh kayanya ni ff hehe
    sampe meleleh aku bayangin sehun kaya gitu.
    sosweet:v

  5. Awwwwwww, so sweet. Ending nya manis banget. Rada nyesek pas kalimat “kita tidak ada hubungan spesial, sehun-ah” tapi akhirnya penantian sehun berakhir manis. Aku suka banget ff ini. Ditunggu karya-karya selanjutnya, fighting!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s