Gotta Be You – [4] Bad Behaviour – Shaekiran & Shiraayuki

gottabeyouposter.png

Gotta be You

A Collaboration Fanfiction by Shaekiran and Shiraayuki

 

Maincast

EXO’s Park Chanyeol and RV’s Bae Irene

Genre

Romance, campus-life, action, AU, angst, sad, etc.

Length

Chaptered

Rating

PG-15

DISCLAIMER

Lagi-lagi dengan Shaekiran & Shiraayuki, ada yang kenal?

Cerita ini adalah hasil buah pikiran kami berdua, second project collaboration from us.Merupakan perpaduan karya sepasang neutron otak yang bersinergi merangkai kata hingga menjadi sebuah cerita utuh.Standard disclaimer applied. Hope you like the story. Happy reading!

.

Poster by ByunHyunji @ Poster Channel

.

Previous Chapter

Teaser | 00. Prolog | 01. The Girl |02. The Boy |03. First Impression |[NOW] 04. Bad Behaviour |

.

[ PLAY]

.

.

A dark shadow has woken up inside of me.GrowlEXO

.

.

[previous chapter]

 

Chanyeol tersenyum puas dengan pesan balasan yang dia kirim. Entah kenapa dia begitu merasa semangat kali ini. Ini pertama kalinya dia merasa tugasnya benar-benar menarik.  

Ponsel pria itu bergetar, sebuah e-mail masuk dan dengan cepat Chanyeol membuka pesan itu dengan tidak sabaran. Sebuah file terlampir bersama pesan itu. Lekas saja Chanyeol membuka lampiran yang dia yakini adalah foto targetnya yang ia minta.

Irene Bae, 18 tahun. Putri tunggal David Bae, pemilik SKY Group.

.

 

Author’s side

“Bukankah dia..” Chanyeol menggantung ucapannya, matanya melotot ke layar ponselnya. Gadis yang ada di dalam foto itu adalah gadis yang pagi ini menyiramnya dengan satu gelas penuh jus jeruk milik Jongdae.

“Pantas saja gadis itu tak memiliki rasa takut, ayahnya ternyata seorang konglomerat. Dugaanku tepat.” Chanyeol tersenyum simpul, karena merasa mangsa-nya kali ini mungkin agak sulit untuk ditaklukkan. Bagi Chanyeol itu adalah kesenangan tersendiri, menghadapi mangsa yang agak menantang membuatnya bersemangat. Lalu dengan cepat pria itu mengetik balasan untuk pria yang mengaku sebagai Bill itu.

Baiklah, aku akan mulai melaksanakan tugasku besok.

Chanyeol tersenyum puas kala pesan itu terkirim. Dia kembali memandangi foto yang tadi dikirim oleh Bill untuknya. “Kehidupanmu akan berubah mulai detik ini, nona Irene.”

Tiba-tiba ponsel Chanyeol bergetar lagi. Dengan tak sabaran Chanyeol membuka pesan yang ternyata berasal dari Bill lagi.

Tapi aku punya satu permintaan. Aku sudah membeli sebuah apartemen tepat di seberang apartemen gadis itu, aku ingin kau pindah ke sana agar kau lebih mudah mengawasinya. Bagaimana?

Chanyeol terdiam cukup lama setelah membaca pesan itu. Baginya, untuk meninggalkan rumah adalah pekerjaan tersulit yang dia hadapi. Rumah ini telah menyimpan banyak kenangan yang tidak ketahui oleh siapapun di luar sana. Rumah ini jugalah yang menjadi saksi bisu saat dia secara sengaja mendorong bibi-nya dari lantai dua. Tapi rasa tertarik Chanyeol terhadap tugasnya kali ini mengalahkan semua ego-nya untuk tetap tinggal di rumah ini sehingga pria Park itu lekas mengirim balasan.

Aku mengerti, aku akan memindahkan barang-barangku besok. Kau tinggal mengirim alamatnya saja. 

Chanyeol meletakkan ponselnya ke atas nakas, kemudian beranjak menuju ruang keluarga tempat dimana kenangan terindah dalam hidupnya selalu terjadi. Pria itu duduk di atas sofa lalu mengelus sofa itu pelan. Chanyeol memang terlihat baik-baik saja selama ini, lebih tepatnya pura-pura baik-baik saja. Chanyeol terlampau kesepian, yang menemaninya hanya sederet kenangan yang selalu membuatnya ingin menyusul ketiga orang yang paling dia sayangi. Apalagi terhadap orang yang menabraknya malam itu—malam dimana dia harus kehilangan kesempatan untuk melihat senyuman terakhir adiknya—dia sangat membenci orang itu sehingga ingin rasanya dia membunuh orang yang menabrak itu dengan cara yang sangat kejam. Chanyeol juga tahu kalau pekerjaan yang dia lakukan sekarang adalah pekerjaan kotor, tapi pria itu sudah terlampau masa bodoh. Dia tak lagi percaya pada Tuhan, Chanyeol yang sekarang adalah kebalikan dari Chanyeol yang dulu.

Chanyeol tersenyum lirih. Dia tak ingin, namun kenangan itu selalu hadir di kepalanya. Membuatnya merasa tercekik dan sesak. Hanya ada satu harapan dari seorang Chanyeol; jika ia bisa kembali ke masa lalu. Ia ingin bersama dengan keluarganya lagi dengan damai, tanpa ada tangis dan pekerjaan kotor berdarah yang menghiasi hidupnya.

Ya, harapan yang sederhana, namun sampai langit runtuh pun Chanyeol tidak akan pernah bisa.

 

 

“Baiklah, kalian boleh beristirahat. Setengah jam lagi, kita kembali berkumpul disini dan tidak ada yang terlambat. Mengerti?!”

Ne!”

Kumpulan mahasiswa dan mahasiswi baru dari berbagai jurusan itu bubar, pergi ke tujuan masing-masing. Mayoritas dari mereka ingin pergi ke kantin kampus karena perut mereka tidak mau lagi menoleransi. Masalahnya para mahasiswa baru tidak diijinkan ke kantin selama masa orientasi, jadi mereka hanya memilih bubar dan duduk di sekitaran taman, mencari pohon rindang yang sedap untuk tempat berteduh.

Kini lapangan mulai terlihat lenggang, hanya beberapa orang yang terlihat berlalu-lalang karena mengurus sesuatu dan panitia MOS yang masih setia di posisi mereka. Sebuah mobil mewah keluaran terbaru berwarna merah mengkilap memasuki area Universitas Seoul. Mobil itu berhenti di kawasan parkiran dan segera seorang gadis cantik turun dari mobil. Gadis dengan penampilan simple namun terlihat modis itu lantas mengunci mobilnya dan segera beranjak dari sana.

Dengan langkah santai dia berjalan melewati panitia MOS yang kini menatapnya penuh heran dan penasaran. Bahkan para mahasiswa baru menatap gadis itu takjub karena berpenampilan modis, tidak seperti mereka yang sudah seperti orang gila karena menggunakan bet nama karton dan rambut dikuncir sesuai dengan tanggal lahir.

Akhirnya seseorang menahan lengan si gadis yang lantas membuatnya segera berdesis sebal.

“Kau mahasiswi baru ‘kan?” gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Irene itu lantas memutar bola matanya kesal.

“Kalau iya memangnya kenapa?” tanya Irene sewot, gadis itu menepis tangan pria itu dengan kasar kemudian kembali melanjutkan langkahnya, namun lagi-lagi seseorang mencegatnya.

“Apa kau tidak diajarkan sopan santun oleh orangtuamu?!” seorang gadis memekik pada Irene, Irene mendengus jengkel lalu menatap gadis yang notabene adalah seniorannya itu dengan tatapan maut.

“Singkirkan tangan kotormu dari lenganku, sialan!” Irene membalas pekikkan gadis itu membuat gadis itu memelototkan matanya pada Irene.

“Apa kau bilang?!”

“Krystal, jaga sikapmu.” pria yang tadi sebelumnya menahan lengan Irene berucap namun nampaknya tidak digubris oleh sang pemilik nama.

“Harusnya kau tahu dengan siapa kau bermain, nona. Kau tidak kenal aku siapa, huh?” sambung Krystal yang kini sudah tersulut emosi.

“Seharusnya aku yang berucap seperti itu, kau yang tidak kenal siapa lawanmu sekarang.” Irene tersenyum meremehkan yang membuat emosi Krystal semakin menjadi-jadi.

“Diam kau sialan! Kau akan menyesal telah mengatakan hal seperti itu padaku!” Krystal menatap Irene penuh emosi namun hanya dibalas senyuman menantang dari Irene.

“Kita lihat saja, siapa yang akan berlutut di depan siapa.” Irene mengibaskan rambutnya ke belakang lalu menatap Krystal dengan santai.

“Kau!”

“Krystal sudahlah, tahan emosimu!” kekasih gadis bernama Krystal itu menarik tubuh Krystal menjauh dari Irene. Irene tersenyum puas kemudian melempar pandangannya ke arah kumpulan panitia MOS—kecuali ketua panitia—dengan tatapan malas.

“Berhenti menatapku seperti itu, kalian terlihat seperti gembel.” Irene tersenyum tipis kemudian berlalu begitu saja. Namun sepertinya, Krystal belum ikhlas menerima kekalahannya sehingga dia mengejar Irene dan menjambak rambut panjang gadis itu.

“Dasar jal*ng sialan! Aku akan menghancurkan hidupmu!”

Argh! BRENGSEK! SINGKIRKAN TANGANMU WANITA MURAHAN!” Irene berteriak sembari berusaha melepaskan tangan Krystal dari rambutnya.

Ya! Jongdae cepat panggil Chanyeol!”

“Kau tidak tahu aku ini siapa, huh?!” bentak Krystal dengan senyum kemenangan, “Aku ini putri Jung Jo Hyun, pemilik Jung group, Krystal Jung!” pamer Krystal sombong dan sontak membuat Irene terkekeh pelan.

“Ahh~ begitu ya? Baiklah, kalau kau tidak ingin perusahaan ayahmu hancur cepat singkirkan tanganmu dari rambutku.” Irene berucap tenang, mengejek Krystal dalam hati. Perusahaan ayah Krystal bahkan masih jauh tertinggal dari perusahaan ayahnya.

“Apa? Perusahaan appa-ku hancur? Yang benar saja, kau pi—”

“Aku Bae Irene, putri David Bae, pemilik SKY group, kirim salam untuk ayahmu, ya.” Irene tersenyum miring, dengan refleks Krystal melepaskan jambakannya dan mundur beberapa langkah.

“Ah.. rambutku jadi berantakan dan kotor, aku akan melaporkan perbuatanmu ini pada appa-ku dan boom! Aku rasa kau tahu apa yang akan terjadi setelah itu.” tubuh Krystal membeku di tempat, dia baru saja menjambak putri dari orang yang membiayai perusahaan ayahnya. Tiba-tiba Krystal menggelengkan kepalanya, entah kenapa dia merasa Irene bisa saja bohong padanya.

“Kau pikir aku percaya padamu? Rasakan ini gadis penipu!” Krystal mendorong Irene hingga tersungkur ke tanah. Lutut Irene yang selama ini tak pernah terluka kini berdarah, membuat gadis itu segera meringis kesakitan.

“Krystal! Kau ini kenapa, sih?” panitia MOS yang sedari tadi hanya mampu menonton kini mulai menghampiri kedua gadis itu, mereka menatap Irene yang kini duduk di tanah dengan lutut berdarah dan rambut acak-acakkan. Matanya berkaca-kaca menahan sakit, seumur hidup gadis itu dia tak pernah mendapat perlakuan kasar secara fisik. Sialnya, tak ada yang berniat menolong gadis itu.

Masih dengan ringisannya, Irene lantas mengambil i-phone miliknya dari sling bag-nya kemudian segera menelpon seseorang.

YA! CEPAT CABUT SEMUA INVESTASI KITA DI JUNG GRUP! BIARKAN SI TUA BANGKA ITU MATI DENGAN PUTRI JAL*NGNYA! AKU HARUS MELIHAT GRUP SIALAN INI HANCUR DI DEPAN MATAKU!” Irene membentak orang itu melalui telepon lalu memutuskannya begitu saja. Nafas Irene tersenggal-senggal, seluruh mata kini tertuju ke arahnya. Krystal terdiam di tempatnya, merasa bahwa dia baru saja melakukan kesalahan besar.

Irene kembali menekan sebuah nomor di ponselnya dan menelpon orang itu.

“Suruh sekretaris Ahn ke sini sekarang juga!” Irene yang kesal lantas melempar ponselnya sembarangan, percuma baginya untuk mencoba berdiri karena dia tak sanggup untuk menggerakkan kakinya saja. Irene menatapi lututnya yang berdarah dengan sedih bercampur marah. Tiba-tiba seorang pria berdiri di hadapannya kemudian membantunya berdiri.

“Buat apa kau membantuku? Biarkan saja aku disini!” bentak Irene, pria itu kembali melepaskan tubuh Irene membuat bokong Irene menghantam tanah. Irene menatap kesal orang itu yang hanya terkekeh pelan seakan berkata ‘kau bilang lepas kan?

Aishh.. kenapa dia malah melepasku lagi? Apa dia tak tahu istilah lain di mulut lain di hati?” rutuk Irene dalam hati, jarang-jarang ada pria yang mau membantunya seperti yang Chanyeol lakukan tadi.

“Ahhhh…” ringis Irene tertahan, Irene menatap pria itu lagi dengan sebal lalu memalingkan wajahnya. Sedang pria itu—Chanyeol—hanya mengangkat bahunya acuh kemudian berjalan mendekati Krystal yang kini tengah menundukkan kepalanya.

“Kau seharusnya tidak melakukan itu padanya, Krys.” Chanyeol hanya berucap satu kalimat, panita MOS yang lain hanya mampu diam. Tidak tahu harus melakukan apa. Tiba-tiba beberapa orang berpakaian hitam berjalan mendekati Irene.

“Astaga! Nona, apa yang terjadi?!” pria yang Irene sebut sebagai sekretaris Ahn itu berlari tergopoh-gopoh ke arah Irene.

“Kenapa kalian lama sekali, huh?!” Irene mengomel kesal, segera gadis itu diangkat oleh para pengawal ayahnya menuju mobil meninggalkan tatapan kagum para panitia MOS dan mahasiswa baru yang berteduh di sekitar sana.

Sekretaris Ahn menatap ke arah panitia MOS, tatapan jatuh ke arah Krystal yang kini mengepal erat kedua tangannya.

“Jangan pikir kami akan diam saja karena nona kami hanya mengalami luka kecil, nona Jung. Kau akan menerima konsekuensi atas perbuatanmu. Aku tahu bahwa nona Irene memiliki sikap semena-mena kepada siapa saja, tapi Ketua Bae paling tidak suka dengan orang yang berani menyakiti putrinya.” Sekretaris Ahn tersenyum simpul lalu beranjak dari sana.

“Sial, apa yang harus kulakukan?!” teriak Krystal frustasi selepas kepergian Irene dan para pengawalnya itu. Krystal menatap orang di sekitarnya frustasi, termasuk Chanyeol yang hanya mengangkat bahunya sok bingung. “Dia seram juga,” batin Chanyeol dalam hati yang sudah tahu siapa Irene sejak awal dari e-mail-nya Bill.

Tiba-tiba ponsel Krystal berbunyi dengan nyaring yang lantas membuat gadis itu segera merogoh sakunya dan dengan nafas tercengkat mengangkat panggilan telfon yang berasal dari ayahnya itu.

Ne, yeoboseyo ap—“

“APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN KRYSTAL JUNG!” dan Krystal hanya bisa meringis. Ayahnya sedang marah besar.

 

 

“Nona, anda tidak apa-apa?” tanya seorang bodyguard yang kini mendudukkan Irene di dalam mobil. Gadis itu menggeleng cepat, “Aku luka seperti ini kau bilang tidak apa-apa? Dasar bodoh!” respon Irene sambil menatap si penanya dengan nyalang. Bodyguard itu hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah. Nona mereka ternyata benar-benar bertempramen buruk.

“Sekretaris Ahn, apa appa sudah tahu?” tanya Irene kemudian pada sekretaris ayahnya yang duduk di bangku depan itu. Sekretaris Ahn mengangguk singkat, “Tuan tahu nona.” jawabnya yang membuat senyum Irene mengembang dengan sempurna.

Dengan cepat gadis itu akhirnya meraih sling bag-nya dan kembali mengeluarkan i-phone keluaran terbaru—yang lain—dari dalam sana. Tak sampai sedetik Irene sudah menemukan kontak appa-nya, lalu segera menghubungi pria konglomerat itu. Namun sudah panggilan ke-5 kali, David Bae belum juga mengangkat panggilan telpon dari Irene.

“Sekretaris Ahn, coba kau hubungi appa sekarang juga.” perintah Irene kemudian karena ayahnya tak kunjung menerima panggilan telfonnya. Dengan cepat sekretaris itu mengangguk dan segera menghubungi David Bae.

Ne Presdir, ini saya sekre—Ah nona, apa yang anda lakukan?!” pekik Sekretaris Ahn kemudian karena Irene tiba-tiba saja mencodongkan badannya ke depan dan merebut ponsel milik sekretaris itu tanpa mempedulikan luka di lututnya yang kembali berdarah.

Appa, ini Irene.” kata Irene sumringah. Namun Irene harus mengerucutkan bibir setelah mendengar suara ayahnya di seberang sana.

 

Apa yang kau lakukan Irene? Cepat kembali ponselnya ke Sekretaris Ahn.

Irene menghela nafasnya, masa bodoh dengan perintah sang ayah.

Appa, tadi ada gadis gembel yang mendorong Irene hingga jatuh ke tanah, appa tahu, lutut Irene berdarah dan—“

 

Kalau bukan masalah bisnis atau hal penting, jangan pernah hubungi appa. Appa sibuk Irene. Dan oh, appa sudah mengurus Jung group itu. Irene berusaha menahan air matanya.

Hal penting, haha, berarti aku ini tidak penting untuk appa? Kalau aku dihina maka appa tinggal mengurus pembatalan investasi tanpa menanyai kabarku? Aku juga ingin ditanya appa, aku ingin diperhatikan seperti anak-anak yang lain. Tidak bisakah appa mengucapkan kalimat semacam ‘apa kau baik-baik saja?’ padaku? Hiks.” batin Irene dalam hati.

 

“Nona, anda baik-baik saja?” tanya Sekretaris Ahn kemudian karena melihat sudut mata nona-nya mulai berair. Irene mengangguk lemah sambil memberikan ponsel pria itu kembali yang sudah off karena David Bae mematikan panggilan telponnya.

“Sekarang anda mau kemana nona?” tanya Sekretaris Ahn lagi. Irene menatap kosong pemandangan sekitarnya, lalu dengan malas mulai menjawab pertanyaan sekretaris ayahnya itu. “Apartemen.”

“Tapi nona, para kru barang belum selesai memindahkan perabotan nona ke—“

“Baik nona, kami akan mengantar anda ke apartemen.” ucap Sekretaris itu akhirnya karena mendapat tatapan maut dari nona mudanya itu. Ya, memangnya dia bisa apa kan kalau sudah Irene yang bicara?

 

 

“Chanyeol, kau harus membantu Krystal.” Kai nampak menahan gerakan Chanyeol yang ingin meninggalkan lapangan yang segera membuat lelaki berkacamata itu menatap Kai dengan jengah.

“Itu masalah pacarmu Kai, bukan urusanku.” jawab Chanyeol singkat sambil melepaskan cekalan Kai di pergelangan tangannya.

“Ayolah, kau tega melihat Krystal seperti itu?” ucap Kai lagi sambil menunjuk ke arah Krystal yang sedang jongkok sambil menangis meraung. Bagaimana tidak, gadis itu baru saja dimarah-marahi secara habis-habisan oleh ayahnya. Sialnya, Krystal diminta untuk meminta maaf pada Irene sekarang juga kalau Krystal masih mau namanya bertengger di kartu keluarga.

“Suruh saja dia minta maaf.” kata Chanyeol akhirnya sambil menyuruh panitia MOS yang lain membariskan mahasiswa baru karena jam istrirahat sudah usai.

“Kau tau kan bagaimana Krystal? Dia itu keras kepala dan aku yakin dia tidak akan mau minta maaf.”

“Lalu?” respon Chanyeol santai karena dia tahu Krystal pasti akan meminta maaf setelah ini.

“Kai-ah.” belum sempat Kai merespon Chanyeol, Krystal sudah ada di sebelahnya dan menggandeng tangan lelaki tan itu.

“Ah, kau baik-baik saja sayang?” tanya Kai cepat yang dijawab dengan anggukan ringan dari Krystal.

“Tolong temani aku menemui junior sialan itu, hiks, aku harus meminta maaf, hiks….” pinta Krystal di sela isak tangisnya yang segera membuat Kai membulatkan matanya. Krystal meminta maaf? Astaga, selama 2 tahun menjadi kekasih Krystal, ini adalah kali pertama Kai melihat Krystal mengatakan kata maaf dan itu terjadi karena seorang mahasiswa baru! Astaga, ini bisa masuk sejarah karena Krystal si senior berkuasa mau mengalah untuk pertama kalinya.

Kai meng-iyakan dengan cepat sambil menatap Chanyeol yang kini terkekeh ke arahnya, seakan berkata ‘aku sudah tau kalau dia akan minta maaf’.

“Baiklah, kita lanjutkan MOS-nya!” pekik Chanyeol kemudian lewat toa yang kini bertengger di tangannya yang segera dijawab serentak oleh para mahasiswa baru itu.

Ne, sunbae!”

 

 

Irene merebahkan badannya begitu saja ke atas kasur empuknya. Sekarang gadis itu sudah sampai di apartemen mewah yang ia minta sebagai hadiah atas kelulusannya di Universitas Seoul, universitas nomor 1 di Korea. Yah, banyak yang bilang Irene masuk ke universitas itu dengan hasil menyogok, tapi sebenarnya tidak. Irene sebenarnya gadis yang sangat pintar dengan IQ tinggi kalau saja dia mau belajar sedikit. Terbukti, Irene masuk ke jurusan bisnis setelah diiming-imingi akan diberikan sebuah apartemen mewah di dekat arena kampus dan appa-nya akan mengadakan makan malam bersama di hari ulang tahun gadis itu. Sebenarnya Irene juga dihadiahi sebuah mobil mewah jenis Porsche yang kemarin secara tak sengaja ia gunakan untuk menabrak lari seseorang karena mabuk berat. Alhasil, mobil mewah ratusan milyar itu kini hanya dipajang di bagasi rumah lamanya yang super mewah di daerah Gangnam.

“Ah, sakit sekali,” ringis Irene karena merasa nyeri di lututnya yang kembali berdarah. Yah, Irene menolak untuk diobati. Baginya, tidak boleh ada yang menyentuh kulit halusnya itu selain dirinya sendiri, keluarganya, dan juga dokter pribadi yang sudah ia percaya. Alhasil, Irene menolak dengan tegas saat bodyguard-nya ingin mengobati luka di lutut Irene.

Gadis itu pun beranjak dengan susah payah dari atas kasur empuknya. Dengan langkah cukup pelan ia berjalan ke arah nakas di dekat tempat tidurnya dan segera mengeluarkan sebuah kotak P3K dari dalam sana. Aksi Irene pun terhenti karena bunyi bel apartemennya yang tiba-tiba berbunyi.

“Siapa?” batin Irene penasaran karena seingatnya ia sudah mengusir semua sekretaris, bodyguard, juga para kru pindah yang kaget dengan kedatangan tiba-tiba Irene beberapa menit yang lalu.

Akhirnya, dengan langkah gontai Irene segera berjalan ke arah pintu apartemen dan tertawa tertahan saat melihat siapa gerangan yang bertamu ke apartemennya lewat monitor yang ada di dekat pintu.

Dia lagi?” batinnya terkekeh sambil membuka pintu.

“Kenapa kau kemari?” sewot Irene saat pintu apartemennya sudah terbuka dan menampakkan Krystal dengan mata memerah dan Kai yang menemani kekasihnya itu.

“Aku ingin minta maaf Bae Irene. Maaf aku sudah kasar padamu tadi, juga maaf karena aku tidak mengenali siapa kau.” Irene tertawa kecil, merasa dirinya menang dan berada di awang-awang karena permintaan maaf dari seniornya itu.

“Kalau aku tidak mau?” balasnya sambil tersenyum jahil.

“Aku mohon tolong maafkan aku dan cabut perintahmu untuk membatalkan investasi di Jung Group.”

“Cih, gampang sekali kau bicara.” balas Irene tak suka sambil menutup pintu, namun Kai dengan sigap menahan agar pintu itu tak menutup.

“Tolong maafkan Krystal.” kata lelaki itu yang membuat Irene kembali tertawa. Akhirnya Irene membuka kembali pintu apartemennya lebar-lebar.

“Kalau begitu, kau—siapa namamu, huh?” tanya Irene karena dia tidak tau siapa nama lelaki yang menahan pintunya itu.

“Kai.” Jawabnya singkat dan Irene hanya mengangguk mengerti.

“Kalau begitu Kai, tolong bantu aku membereskan barang-barang yang masih berserak karena aku baru saja mengusir kru pindahan sakin emosinya,” Kai menatap isi dalam apartemen Irene yang super duper luas namun berantakan dan masih banyak kardus berserakan di dalamnya. Lelaki itu menelan ludahnya kasar, tahu kalau ia akan kerja rodi setelah ini. Sebenarnya ia ingin marah karena Irene memanggilnya tanpa sebutan sunbae, tapi dia bisa apa ‘kan? Gadis di depannya itu terlalu berkuasa.

“Dan kau putri Jung Group, tolong bersihkan sepatuku,”

“Eh?” spontan Krystal karena yang diminta Irene ternyata sangat sederhana, hanya membersihkan sepatu gadis itu saja.

Irene lantas tertawa kecil, ia terkekeh, lalu menaikkan sedikit kakinya yang menampakkan sepatu sport terbaru yang masih menjadi alas kakinya. Yah, Irene memang belum melepas sepatunya sedari tadi karena malas dan langsung menghambur ke tempat tidur saja.

“Tolong jilat sepatuku sampai bersih putri Jung Group.” Krystal membulatkan matanya, dia benar-benar tidak habis pikir dengan permintaan gadis di depannya itu.

“Tidak mau? Ah, kalau begitu jangan salahkan aku kalau sebentar lagi akan ada berita kebangkrutan Jung Group.” Sarkas Irene sambil tersenyum penuh kemenangan. Gadis itu menggoyang-goyangkan sepatunya lagi.

“Jadi bagaimana putri Jung Group, mau menjilat sepatuku atau tidak?”

 

 

Chanyeol masuk ke rumahnya dengan langkah malas. Ia benar-benar kelelahan hari ini karena menjadi panitia MOS. Terlebih ia harus mengurus para anak-anak manja yang mengandalkan uang orangtua mereka. Yang paling malas ia urus adalah masalah Irene, ah, mangsanya itu, dia jadi benar-benar ingin membunuh gadis itu secepatnya saja karena sudah membuat jalannya MOS di Universitas Seoul menjadi geger. Kalau saja Bill tidak menyuruhnya membunuh setelah sebulan kemudian, Chanyeol mungkin sudah bergegas dan mencekik Irene di apartemen gadis itu.

Mengesampingkan rasa lelahnya, Chanyeol akhirnya bangkit dari posisi terlentangnya di atas sofa kemudian segera mengeluarkan laptopnya dari dalam tas. Dengan beberapa gerakan cepat di atas keyboard Chanyeol membuka benda elektronik itu dan segera menuju aplikasi kamera pengintai yang tadi ia pasang di tas Krystal karena tahu gadis itu akan mengunjungi Irene di apartemennya.

Chanyeol hanya berdehem pelan saat kini kamera itu menunjukkan suasana area taman yang kerlap-kerlip. “Mereka pasti sudah pulang dari apartemen dan sekarang pergi kencan.” batin Chanyeol karena melihat jam yang memang sudah menunjukkan pukul 8 malam.

Akhirnya Chanyeol membuka aplikasi lain dan mengotak-atik video dari rekaman itu yang memang sudah ia atur agar mendownload sendiri. Chanyeol men-skip beberapa bagian video yang dirasanya tidak penting, lalu menjatuhkan pilihannya ke bagian video dimana Irene berdiri di depan pintu apartemen sambil tertawa kecil.

 

“Kalau begitu Kai, tolong bantu aku membereskan barang-barang yang masih berserak karena aku baru saja mengusir kru pindahan sakin emosinya,”

 

Chanyeol terkekeh. Kalau saja ia bisa melihat ekspresi Kai sekarang, pasti teman sejurusannya itu tengah membulatkan matanya dengan gaya aneh. Haha, Chanyeol ingin tertawa melihat bagaimana Kai tertindas demi kekasihnya itu.

 

“Dan kau putri Jung Group, tolong bersihkan sepatuku,”

“Eh?”

 

Sebuah suara yang Chanyeol tau adalah suara Krystal masuk ke dalam video. Ah, Chanyeol tahu, Krystal pasti juga sama kagetnya dengan Kai.

 

“Tolong jilat sepatuku sampai bersih putri Jung Group.”

 

“Ji—jilat? Astaga, gadis ini benar-benar sesuatu.” kekeh Chanyeol dalam hati.

 

“Tidak mau? Ah, kalau begitu jangan salahkan aku kalau sebentar lagi akan ada berita kebangkrutan jung Group.”

 

Chanyeol menatap layar videonya dengan tatapan penasaran. “Baiklah, kita lihat apa Krystal si keras kepala dengan ego tinggi mau menjilat apa tidak.” Batin Chanyeol lagi.

 

“Jadi bagaimana putri Jung Group, mau menjilat sepatuku atau tidak?”

 

Chanyeol benar-benar kaget saat kini video beralih ke penampakan sepatu Irene yang sudah jelas ber-merk dan mahal. Chanyeol mendengar suara Kai yang kaget saat Krystal tiba-tiba meletakkan tasnya di lantai dan beralih menyentuh sepatu Irene.

 

“Baiklah, aku akan menjilatnya kalau kau berjanji akan membatalkan pembangkrutan perusahaan appa-ku.”

“Baiklah, deal, asal kau menjilat sepatuku gadis Jung Group.”

 

Bae Irene, gadis ini benar-benar luar biasa. Ah, benar-benar…..awesome? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana dia dibesarkan hingga tumbuh menjadi gadis semacam itu.” batin Chanyeol kehabisan kata-kata karena sekarang dia melihat kepala Krystal mendekat ke sepatu Irene yang itu artinya Krystal setuju untuk menjilat sepatu gadis itu. Ah, Chanyeol benar-benar tidak habis pikir bagaimana Irene bisa memperlakukan seniornya seperti itu hanya karena lutut berdarah. Astaga, ini bahkan baru hari kedua gadis itu menjadi mahasiswa baru yang artinya si gadis masih junior bau kencur, bagaimana nanti kalau dia menjadi senior dan kuliah selama bertahun-tahun? Chanyeol rasa mungkin Irene sudah menjadi diktator kampus.

“Ah, dia tidak akan menjadi sunbae jahat. Bukankah sebulan lagi dia sudah mati di tanganku?” kekeh Chanyeol tiba-tiba karena teringat bahwa sebentar lagi ia akan membunuh Irene. Ia tersenyum senang, merasa bersemangat karena mangsanya kali ini adalah orang semacam Irene.

 

 

“Dia belum datang?” tanya Chanyeol saat meng-absen mahasiswa baru. Panitia MOS yang lain menggeleng, membuat Chanyeol harus mengelus dada karena Irene belum datang juga padahal gadis itu sudah terlambat 2 jam.

“Oh, bagaimana masalah Krystal?” tanya Chanyeol pada Kai karena hari ini Krystal tidak segalak biasanya. Bahkan gadis itu yang sedari awal MOS terlihat sebagai sunbae jahat kini segan menghukum para mahasiswa baru itu. Krystal seakan berpikir, “Bagaimana kalau ada mahasiswa baru yang ternyata sekaya Irene dan dia melakukan kesalahan?” Alhasil, Krystal yang menjabat sebagai senior tergalak itu hanya ogah-ogahan menghukum mahasiswa baru sejak tadi.

“Kau tidak akan percaya kalau aku menceritakan apa yang terjadi semalam. Kau tau aku—”

“Aku tidak peduli Kai. Masalahnya, perusahaan ayah Krystal benar-benar bangkrut?” potong Chanyeol karena tanpa diberitahu Kai pun Chanyeol sudah tau apa yang terjadi pada gadis itu. Kai mengangguk perlahan. “Ya, perusahaannya aman karena Krystal—”

“Bae Irene!” pekik Chanyeol tiba-tiba tanpa memperdulikan Kai lagi karena melihat batang hidung Irene —yang asyik mengunyah permen karet—datang dengan pakaian modis dan kelewat kurang bahan di depannya. Gadis Bae itu nampak cantik menggunakan kaos sederhana berwarna pink dengan model bahu terbuka dan rok putih biku seribu pendek di atas lutut. Jangan lupa high heels setinggi 7 senti berwarna pink, senada dengan warna atasan gadis itu. Irene menguncir kuda rambutnya dan wajahnya dipoles dengan make up tipis. Overall, Irene terlihat sangat cantik. Bahkan plester bergambar Doraemon berwarna pink—Irene antimainstream padahal Doraemon biasanya berwarna biru— yang membalut lututnya terlihat semakin membuat swag penampilan Irene.

Tak.

Irene memecahkan balon permen karet yang ia buat barusan, dan betapa kagetnya gadis itu karena Chanyeol sekarang sudah berdiri tepat di depannya.

“Ah, kau yang ku siram dengan juice kan?” tanya Irene seperti orang bodoh karena lupa bahwa kemarin Chanyeol-lah yang melerai pertengkarannya dengan Krystal juga oknum yang membantunya berdiri.

“Kau terlambat 2 jam 3 menit.” kata Chanyeol mengalihkan pembicaraan, membuat Irene dengan segera melirik jam Rolex berwarna putih yang bertengger di pergelangan tangannya. “Memangnya kenapa?” balas Irene tak peduli. Suhu memang panas pagi ini atau hanya Chanyeol yang tiba-tiba merasa gerah semenjak kemunculan gadis di depannya ini?

“Kau tanya kenapa? Astaga, kau ini peserta MOS dan kau terlambat BAE IRENE!” pekik Chanyeol tiba-tiba yang segera membuat semua penghuni kampus menatap mereka berdua. Yah, Chanyeol dan Irene baru saja menjadi pusat perhatian seisi kampus, terutama panitia MOS dan para mahasiswa baru.

“Hm, maaf ya Tuan weird nan nerd nan cupu, tolong jangan berteriak padaku.” balas Irene sambil tersenyum tipis, sebenarnya ia tengah mengeluarkan smirk jahatnya.

“Oh ya? Kalau begitu jangan datang terlambat dan manusia cupu ini tidak akan berteriak padamu nona Bae,” balas Chanyeol tak mau kalah. Para penonton yang asyik menjadi saksi mereka berdua pun tidak bisa tidak menahan nafas karena tegang sendiri, takut akan terjadi perang dunia ketiga karena pertengkaran gadis konglomerat yang suka berbuat seenaknya sendiri itu dengan panitia MOS yang paling disegani di Universitas Seoul.

“Ah, berisik sekali. Jadi kau mau apa kalau aku terlambat, huh?” balas Irene tak suka, dan Chanyeol hanya memutar matanya jengah.

“Kau harus menerima sanksi Bae Irene, apalagi?” jelas Chanyeol sama sebalnya karena ia tau Irene tidak akan bisa dihukum sebegitu mudahnya.

“Berani menghukumku?” tanya Irene sambil memangku tangannya di depan dada dengan angkuh. Orang-orang yang melihatnya hanya menggeleng-geleng kepala pasrah.

“Tentu saja. Ah, aku harus mencari hukuman paling berat.” Chanyeol nampak menimbang-nimbang, “Bagaimana kalau jalan jongkok mengelilingi lapangan ini sebanyak 20 kali?” lanjut Chanyeol sambil menaikkan sebelah alisnya, menantang Irene.

Omo, memangnya kau siapa? Astaga, panitia saja sudah sombong mau menghukum. YA! CEPAT PANGGILKAN KETUA MAHASISWA DISINI!” pekik Irene kemudian yang membuat senyum Chanyeol tercetak jelas di bibir.

“Maaf, tapi tuan Cupu ini adalah ketua mahasiswa nona, dan asal kau tahu, aku adalah ketua Panitia MOS dan aku sangat berhak menghukummu lebih dari panitia yang lainnya!” balas Chanyeol sambil tersenyum tipis. Irene membulatkan matanya tak percaya, terlebih saat Chanyeol menunjukkan isi bet namanya yang tergantung di leher. “Park Chanyeol—jurusan bisnis—Ketua Panitia MOS.”

chanyeolllll

Irene meneguk ludahnya kasar. Orang yang mencari masalah dengannya itu ternyata satu jurusan dengannya, dan itu artinya Chanyeol adalah senior Irene. Dan aneh dari biasanya, sama seperti kejadian di kantin 2 hari yang lalu, Irene tiba-tiba merasa takut pada Chanyeol.

“Kakiku sakit karena kemarin, aku tidak bisa jalan jongkok.” sanggah Irene akhirnya membela diri sembari memalingkan wajahnya. Mana mau dia berletih-letih ria di bawah panas matahari sambil berjalan jongkok? Ayolah, itu tidak ada di kamus Irene.

“Ah, jadi kau sakit kaki tapi menggunakan high heels?” Irene meneguk ludahnya kasar untuk kesekian kalinya. Harusnya ia tidak menggunakan sepatu setinggi 7 senti itu hari ini.

“Hmm itu…” singkatnya, Irene kehabisan kata-kata untuk membela diri.

“Hmm itu apa? Sudahlah, sekarang cepat jalan jongkok.”

“Kau mau bernasib sama seperti gadis Jung Group? Aku bisa saja membuat perusahaan appa-mu menjadi bang—“

“Aku tidak punya appa dan kalaupun ada appa-ku bukan pemilik perusahaan yang sewaktu-waktu sahamnya habis dan jatuh bangkrut.” Irene terdiam. Kehabisan kata-kata.

“Oh, kalau begitu aku akan—YA, APA YANG KAU LAKUKAN?!” pekik Irene tiba-tiba karena Chanyeol tiba-tiba menyampirkan jaketnya ke badan Irene. Gadis itu membulatkan matanya, ingin menendang Chanyeol sekarang juga.

“Kau harus jalan jongkok, dan kau mau jalan jongkok dengan pakaian seperti itu?” Irene melirik bawahannya yang berupa rok dengan ukuran minim, ia menggigit bibir bawahnya, merasa malu seketika. Kedua pipinya seketika berubah warna senada dengan warna bajunya, bahkan diselingi rasa panas disana.

“Pakai jaket itu dan mulai jalan jongkok sebelum aku menambah hukumanmu menjadi 30 putaran, nona konglomerat,” titah Chanyeol akhirnya sambil tersenyum penuh kemenangan. Dan entah kenapa, kali ini Irene menurut. Ia memakai jaket hijau lumut Chanyeol yang tentu saja kebesaran untuknya. Sakin besarnya, jaket itu menutup habis jemari Irene yang kini tenggelam dan bagian bawah jaket Chanyeol sampai ke bagian lutut Irene. Jaket Chanyeol ternyata jauh lebih panjang dan menutup daripada rok yang tadi Irene kenakan. Irene masih ingat senyum Chanyeol yang membuatnya merinding dan kali ini, gadis itu seakan tersihir untuk menuruti perintah pria itu.

“Jadi aku harus mulai darimana?” tanya Irene akhirnya yang membuat semua orang menatap Irene setengah percaya. Heol, apa Irene baru saja mau dihukum?

 

 

Chanyeol tersenyum penuh kemenangan melihat Irene yang tengah jalan jongkok dengan ogah-ogahan. Sesekali ia melirik Irene yang mengumpat sambil berjalan jongkok dengan gerakan sangat lambat. Bosan, Chanyeol akhirnya mulai mengelilingi pleton mahasiswa baru yang lain dan melihat kinerja para bawahannya saat menjadi panitia MOS.

“Kenapa dia?” tanya Chanyeol pada Seulgi yang tengah menghukum push-up seorang mahasiswa baru. Seulgi menatap ketua-nya itu sebentar sebelum akhirnya menjawab, “Dia ketahuan merorok saat jam istirahat tadi,” jelas Seulgi dengan cepat.

Tsk, merokok ya? Astaga, kau dari jurusan mana?” tanya Chanyeol akhirnya sambil berjongkok dan menyentuh pelan bahu lelaki yang sedang dalam posisi push-up itu.

“Saya dari jurusan— “

“CHANYEOL!” ucapan mahasiswa baru itu terhenti karena teriakan sunbae lain yang sedang berlari sambil berteriak histeris pada Chanyeol.

“Ada apa?” tanya Chanyeol malas dan bangkit berdiri.

“Itu, mahasiswi yang tadi…hoshh..dia…hosh..…”

Aish, bicara yang jelas.” Kata Chanyeol lumayan jengkel.

“Itu, Irene…. Mahasiswi sombong itu…”

“Kenapa dengan Irene?” tanya Chanyeol sambil melirik lapangan dimana Irene tengah menjalani hukuman.

“Dia pingsan. Si konglomerat itu pingsan Chanyeol!”

“APA?!”

 

 

[to be continue]


Author’s Note

Maaf banget chingu kalau ini telat sehari padahal hari update Gotta Be You harusnya kemarin. Maaf ya, kami ada kesalahan teknis sama real life nih. Authordeul ini miss komunikasi beberapa minggu ini, hiks, tanya shira aja kenapa,hehe 🙂 juga karena sebeanrnya Eki lagi sakit. Pas ngetik ini aja hidung Eki meler ini, hiks, maaf ya :’)

Selanjutnya kembali seperti biasa kok, ditunggu yaw tgl 23, thanks for reading

Salam ketchup basah berlendir umbar cinta dari kami berdua :*

Shaekiran & Shiraayuki ❤

Iklan

30 pemikiran pada “Gotta Be You – [4] Bad Behaviour – Shaekiran & Shiraayuki

  1. Bayangin Irene pake jaket Chanyeol bakalan jadi cem daster ga sih? 😂 but pasti ucul bgt 😍 makin seru ya 😍 Irene mana bisa ngancem Chanyeol 😅
    Because Chanyeol is diffirent 😆 dia mau ngancem Chanyeol bakal kehilangan segalanya? Orang dari awal Chanyeol emang udah ga punya apa apa 😢

  2. Ping balik: Gotta Be You – [8] Kiss – Shaekiran & Shiraayuki | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: Gotta Be You – [7] Revenge – Shaekiran & Shiraayuki | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: Gotta be You – [6] Kill Her – Shaekiran & Shiraayuki | EXO FanFiction Indonesia

  5. itu beneran soojung si ice princess jilat sepatu irene, sumpah demi apa. itu maksudnya “salam ketchup basah berlendir” gimana ya kak wkwkwk

  6. Ping balik: Gotta Be You – [5] Let’s Play – Shaekiran & Shiraayuki | EXO FanFiction Indonesia

  7. Kejamnya dirimu rene:’) cie takluk nie sama cy uhuyy. Anak konglomerat ya disuruh kerja berat dikit ya pingsan wkwk. Atau jangan2 cuma tipu daya calon diktator kampus😁 lagi asik baca loh:( tapi nemu kata ‘to be continued’ mood seketika berubah huhu ㅠ.ㅠ ditunggu chapter selanjutnyaa💙

  8. Waduh irene asli parah songongnya minta ampun,, hh kgak kebayang si krystal ngejilat spatunya irene,, tapi kenapa irene nunduk ama ceye yakk, jgn2 irene jtuh cinta lgi ama ceye*ehh/digampargegarasoktau/ wkwkwk :v maapkan daku thor, daku emg sperti itu daku emg sok tahu *aslilebayguenya..! Oke next thor!!!

  9. Kayaknya bacanya telat kkk. Setelah ditunggu tunggu dan jeng jeng jeng keluar juga chapter selanjutnya. Pokoknya seneng banget baca ini cerita. Tapi kok Irene bisa luluh gitu sih sma chanyeol jadi heran dah. Dan di akhir Irene pingsan ya. Penasaran sama apa yang chanyeol lalukan di chapter selanjutnya.
    Fighting 😁

    • maaf ya karena telat sehari updatenya, huhu, jadi nunngguin kan :”)
      syukur deh kamu seneng, kami jadi terhura chingu XD
      Hayo, kenapa hayo Irene luluh sama CY?
      Ditunggu yaw tgl 23 buat next chapternya chingu, thanks for reading ❤

  10. Hayoloooh chan, irene pingsan tuuuhh. Tanggung jawab!! 😂😂
    Si irene Biar dikata galak kek kucing abis lairan tapi diem2 takluk juga sama kucing kampung cem chanyeol…
    Aduuh makin gemes sama ff ini….

    • hayoloh anak orang pingsan kan XD
      Kucing is dabest, wkwwk, maafkan Irene chingu, XD
      Duh, gemes katanya 😀
      Thanks for reading, ditunggu yaw tgl 23 untuk next chapnya ❤

  11. Ihirrr akhirnya update 😅 stlah kmarin nunggu 😊
    Tp gpp kak,,, ak setia menunggu kok 😁😂 asal gk kyak nunggu matan minta balikan aja 😂 *idih curhat

    Bang CY gue suka gaya lho 😎 truntuk mb rene,, sumph lho songong abis, untung lho cantik mba 😂😂
    Gws buat kak Eki 😍 smangat nulisnya authordeul, kak shira kak eki hwaiting,,,

    • maaf ya karena telat sehari updatenya, jadi nunggu kan :’)
      Duh, curhatnya, mantan yg mana nih? kalau mantannya boyband kesayangan kita, duh,,, jadi baverr :’)
      Gue juga suka gaya lo bg, asekkkk XD
      Irene, “gue holkay, suka-suka gue,”/digampol Irene/ wkwkwk, maafkan Irene chingu, wkwk XD
      Makasih doanya, hoho 😀
      Thanks for reading, ditunggu yaw tgl 23 buat next chapnya ❤

  12. Eeehhh kog lama” brkurang ceritanya, apa aq yg keasyikan baca yaa XD
    uda nebak klo Irene bakalan pingsan wktu dhukum :v
    kyanya Ceye jdi ‘pawang’nya Irene yaa, cma Ceye yg dtakuti Irene cba :v
    gasabar nnggu tgl 23 :’ fighting Shae n Yuuki :*

    • Gak berkurang kok chingu, wkwkw :”)
      Ketebak ya? wkwwk :v
      Pawang, jadi cem pawang ujan gitu ya, hmz 😀
      Ditunggu yaw tgl 23nya, thanks for reading ❤

    • imut-imut bangsad Irene mah :”)
      Makanya, jan kek Irene chingu, banyak haters, soalnya hidup kita belum tentu ada chanyeolnya, kalo irene kan enak ada cy-nya hmz/apaan dah/ XD
      Ditunggu yaw, thanks for reading ❤

  13. Kyaaa makasih ya Allah… akhirnya ni ff update *sujud sukur
    Yaampun Irene gila songong amat,, itu beneran kak? Yang krystal ngejilat sepatu irene?? Gila, irene ya Allah, moga aje anak gue nanti ga kyk lu rene.. wkwk /dicincang irene😂
    Hanya Chan yang bisa menakhlukkan irene, wkwk..

    Btw kak,, aku baru menyadari klo kata tbc itu bagaikan nightmare para readers,, lagi asik asik baca.. eh,, udh tbc :v Sedih akutuh digituinn😭😭*alay mode on

    Gws yaa 😘 ditunggu lho tgl 23❤❤❤
    ~Calon istri oh sehun~
    😝👻👻

    • maaf ya karena telat sehari updatenya, jadi nungguin kan :”)
      Songong pan? Wajar, Irene holkay, suka-suka chaebol lah ya, wkwwk XD/plakk/XD
      Beneran atuh, kan cy lihat lewat kamera pengintai dia di tas Krystal kalau cecan cem Krystal ngejilat sepatu Irene :”)
      Amin, semoga jan kek Irene ya chingu, wkwkwk XD
      Hanya Chan, Azekkkkk XD
      WKWKW, nightmare readers ya?? duh, yg sabar ya, kamu kudu tunggu tgl 23 dulu, gantung sekian hari lagi? ya ya?? aku juga sedih kok, hiks :”)
      Hoho, makasih doanya yuhuu 😀
      Thanks for reading, cinta kamih padamuh ❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s