[EXOFFI FREELANCE] Stay – (Chapter 4)

STAY(1)

STAY ‘Wish You Were Here’

Sad/Hurt, Romance, AU

PG-17th

Oh Sehun EXO

Kim Jisoo BLACKPINK

Wattpad :: @SalzaKim

IG :: Salzaa_Ferninda

‘Don’t be save/copy/take out this story ,without permission’

‘Real this story is MINE’

-LaxyFan-

“Jika tubuh ini sudah kau miliki, akan kah hatiku juga akan kau miliki?” 

 

-Don’t ask why it has to be you-

Jisoo duduk disebuah bangku taman seorang diri. Hari yang semakin gelap tidak membuat Jisoo berniat meninggalkan tempat itu sedikitpun. Gadis itu butuh ketenangan. Ia tidak mau pulang. Jika saja ia pulang sekarang, pasti ia akan melihat Sehun. Dan saat ia melihat Sehun, hatinya akan merasa sakit dan sedih.

Tidak —bukan karena orangnya, melainkan Jisoo bimbang dengan apa yang ia rasakan saat ini. Ingin rasanya ia pergi dari meninggalkan Sehun meskipun itu tidak mungkin, namun hatinya tak sejalan dengan apa yang ia inginkan. Karena hatinya menginginkan dirinya selalu berada disisi seorang Oh Sehun.

Love is Pain? Or Love is Hurt? Itukah yang dirasakannya saat ini?

Ya gadis malang yang bodoh. Sangat bodoh. Menentukan perasaannya sendiri saja dia tidak bisa. Terlalu naif —mungkin.

Jisoo hendak pergi meninggalkan tempat itu, namun tidak jauh dari tempatnya, lima orang berpakaian hitam dengan jasnya, berjalan cepat kearah Jisoo. Hingga salah satu dari kelima orang tersebut berhasil mencekal lengan mungil Jisoo hingga gadis itu mengriyit kesakitan.

“Aw… apa yang kalian lakukan!” bentak Jisoo.

“Tuan Sehun mencari Anda nona Jisoo. Sebaiknya Anda ikut kami pulang sekarang.” Jawab orang itu dengan datar.

Jisoo mendecik. Dasar labil! Dia bilang tidak mau bertemu denganku! Sekarang dia memaksaku pulang! Aku sungguh seperti wanita penghiburnya. Ya, dipanggil hanya saat dia membutuhkanku.

“Baiklah aku akan pulang. Tapi bisahkah kau melepaskan cengkramanmu. Ini sangat menyakitkan! Kalian tahu! Aku tidak akan kabur, brengsek!!! Aku bukan anjing yang bisa kalian seret sesuka hati kalian!” Jisoo berteriak selantang mungkin. Bukan karena sakit ditangannya, melainkan sakit dihatinya. Kenapa Sehun bisa melakukan ini pada ku?

Orang itu melepaskan cengkramannya. Dengan mata berkaca-kaca, Jisoo segera berjalan menuju mobil hitam diseberang jalan dikawal oleh orang suruhan Sehun.

Kau seperti anjing Jisoo. Kau selalu patuh pada Sehun. Kau tidak bisa menentangnya. Anjing cantik yang malang.

***

Chanyeol sedang menatap gadis yang berada dihadapannya saat ini dengan tatapan lembutnya. Sebaliknya, gadis itu mendengus dan menatap Chanyeol dengan tatapan membunuh.

“Rose —“

“Jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi, Park Chanyeol-ssi. Namaku Chae Young. Park Chae Young.” Tegas Chae Young.

Chanyeol tersenyum kecut. Gadis yang sedang berada dihadapannya kini sangat membencinya. Ini semua memang salahnya. Ya, ia menyesal sekarang.

“Dimana Sehun oppa? Kau melihatnya tidak?” tanya Chae Young.

“Ros —aa, maksudku Chae Young-ssi, aku tidak tahu dimana Sehun.”

“Harusnya kau katakan saja jika tidak tahu. Buang-buang waktu saja.” Ucap Chae Young sembari beranjak pergi meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol menatap punggung Chae Young yang semakin menjauh dari hadapannya. Berharap gadis itu akan berbalik dan memeluknya erat seperti dahulu.

***

Grek…

Sehun berdiri dari tempat duduknya ketika mendengar suara pintu apartermen terbuka. Ia segera berjalan cepat untuk melihat siapa yang datang.

Hingga Sehun tahu siapa yang datang, ia langsung menarik tubuh itu dalam dekapan eratnya.

“Gadis sialan —kenapa kau selalu membuatku ingin mati hem… kau membuatku takut, Kim —“ ucap Sehun sembari menyembunyikan wajahnya dilekuk leher Jisoo.

Tubuh Jisoo menegang. Ia bingung dengan apa yang ia rasakan sekarang. Hatinya masih sedih, namun —entah kenapa saat Sehun memeluknya, seperti ada jutaan kupu-kupu yang berterbangan diperutnya.

Tangannya yang sedikit bergetar, perlahan terulur untuk membalas pelukan Sehun.

“Aku hanya jalan-jalan sebentar, Sehuna.”

Sehun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Jisoo. Tatapannya menelusuri setiap lekuk wajah Jisoo, meneliti dengan jeli wajah gadisnya. Sementara Jisoo, ia gugup saat matanya terus bertabrakan dengan mata Sehun dan —malu tentunya. Karena sedari tadi orang suruhan Sehun belum pergi dari tempatnya.

Aish!

Sehun mengerutkan keningnya melihat pipi Jisoo yang merona, “Kenapa dengan wajahmu, Kim?”

“Ii —itu, Sehuna. Aku tidak nyaman dengan orang —“ Sehun menatap orang suruhannya yang masih berdiri dibelakang Jisoo.

Sehun tahu sekarang penyebab wajah gadisnya yang merona. Ah, Sehun bodoh! Tentu saja Jisoo malu karena sedari tadi orang suruhannya pasti mendapat tontonan drama gratis.

Sehun segera menarik Jisoo untuk beranjak dari tempat itu, namun suara pekikan Jisoo membuat langkah Sehun berhenti dan mengurungkan niatnya membawa Jisoo pergi dari tempatnya berdiri.

“Kenapa?” Sehun bertanya dengan nada khawatir. Ia melihat Jisoo memegang lengannya seperti menahan sakit. Apa aku menyakitinya?

“Apa aku menyakitimu?” Sehun melihat lengan gadisnya. Ia merasa menyesal menarik Jisoo seperti tadi. Namun, matanya membulat melihat ada memar ditangan Jisoo. Tidak mungkin kan? Jika Sehun membuatnya seperti itu? Ia tidak menarik Jisoo dengan kasar.

Sehun menatap Jisoo tajam, menagih penjelasan. “Siapa yang melakukan ini padamu? Katakan,” tanya Sehun dengan geram. Jisoo tidak menjawab. Ia hanya menundukkan kepalanya.

“Jawab!!!” bentak Sehun membuat Jisoo terkejut.

Rahang Sehun mengeras. Ia menatap orang suruhannya dengan tatapan menyelidik. Kena kalian!

“Kalian yang melakukannya?”

Tidak ada yang menjawab.

Bugh!!! Sehun memukul wajah orang suruhannya dengan keras hingga terjatuh kelantai dengan kerasnya. Jisoo memekik tertahan melihat reaksi Sehun. Ketika Sehun ingin memukulnya lagi, dengan cepat Jisoo menahan lengan Sehun yang mulai terangkat.

“Tidak Sehun, jangan lakukan itu. Jangan —kau membuatku takut.” Ucap Jisoo dengan nada bergetar. Ia tidak suka melihat sikap Sehun yang seperti iblis didepan matanya. Apalagi untuk menyakiti orang lain. Cukup dirinya, ya —cukup dirinya yang disakiti Sehun.

Sehun tercengang. Emosinya mereda melihat wajah Jisoo yang memucat karena ketakutan. Sehun kembali memegang lengan Jisoo dengan lembut dan mengusap luka memar gadis itu.

“Apa sakit? Maafkan aku.” Lirih Sehun.

Jisoo tersenyum. Dalam hati ia berharap dapat melihat Sehun seperti ini setiap harinya. “Tidak apa, ini bukan masalah untukku Sehun. Aku baik-baik saja.”

“Kalian pergilah, sebelum aku berubah pikiran untuk membunuh kalian disini.” Ucap Sehun dingin pada orang suruhannya.

***

Setelah insiden siang tadi, Sehun menyuruh Jisoo untuk beristirahat. Sehun tahu apa yang dirasakan Jisoo. Pasti didalam pikiran gadisnya itu, masih terdapat keraguan dan salah paham atas dirinya. Sehun harus segera menjelaskannya, ya harus. Setelah gadis itu bangun, Sehun akan menjelaskan semuanya.

Sehun menatap wajah Jisoo yang sedang tertidur pulas ditempat tidurnya. Tanpa sadar Sehun tersenyum melihat wajah Jisoo yang terlihat seperti bayi ketika sedang tidur. Begitu polos. Tangan Sehun menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah gadisnya. Membelai pipi Jisoo dengan pelan agar gadisnya tidak terjaga.

“Aku tidak akan melepaskanmu, Jisoo. Tidak akan pernah. Bahkan aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku, kau hanya milikku seorang.”

Perlahan Sehun mulai mendekatkan wajahnya. Ia tersenyum bahagia sebelum akhirnya mengecupi setiap inci wajah Jisoo dengan lembut. Kening, pelipis, mata, hidung, pipi, dan —bibir ranum Jisoo. Sehun mengecupnya dengan lembut tanpa napsu. Ia ingin Jisoo tetap memejamkan matanya saat Sehun menyentuhnya seperti ini.

Hingga Sehun melepaskan tautannya, mata cantik itu terbuka perlahan. Sehun terkejut mendapati Jisoo yang terjaga. Apa dia tahu saat aku menciumnya? Runtuk Sehun. Tapi tidak dengan Jisoo, gadis itu tidak terkejut sama sekali saat ia merasaan bibir pria itu menyentuhnya. Aku ingin merasakannya lagi Sehun.

Do it again, Sehun.” Lirih Jisoo. Katakan saja gadis itu sudah gila. Ia tidak ingin berbohong pada dirinya sendiri dan Sehun. Ia tidak ingin menyembunyikan perasaannya lagi pada pria itu. Sudah cukup ia merasakan sakit karena keras kepala menyembunyikan kenyataan bahwa ia mencintai Sehun. Ia ingin Sehun menyentuhnya lagi.

“Apa yang harus ku lakukan? Katakan, Kim.” Tanya Sehun sembari mengelus rambut Jisoo.

Kiss me, please, Oh Sehun.”

Sehun tersenyum sebelum ia menempatkan tubuhnya diatas Jisoo untuk mengurung gadis itu dibawahnya. “Dengan senang hati.”

Sehun mulai melumat lembut bibir ranum Jisoo. Mengecup dan melumat. Sementara Jisoo, ia mengalungkan tangannya pada leher Sehun agar pria itu lebih leluasa untuk menguasai bibirnya. Disela ciumannya, Sehun dan Jisoo tersenyum. Mereka terlalu bahagia atas apa yang mereka lakukan. Tanpa alkohol, tanpa napsu, dan paksaan. Nyata, mereka melakukan dengan dorongan hati masing-masing. Karena sampai kapanpun, hati lah yang akan berbicara pada akhirnya.

Hosh… hosh… hosh…

Sehun dan Jisoo mengatur aliran pernapasannya masing-masing setelah bergulat cukup lama. Sehun mengusap bibir Jisoo yang basah dan sedikit bengkak karena ulahnya.

“Kau lapar?” tanya Sehun yang belum berpindah dari posisinya.

“Tidak.”

“Kau ingin tidur lagi?”

“Ya —aku ingin tidur jika kau mau menemaniku disini.”

Sehun segera merubah posisinya tidur disamping Jisoo. Ia segera menarik Jisoo dalam pelukan hangatnya dan menyembunyikan wajah Jisoo didada bidangnya.

“Tidurlah, aku akan tetap disini sampai kau bangun esok hari.” Ucap Sehun sambil mengecup puncak kepala Jisoo.

Jisoo tersenyum dalam diam. Perlahan keraguannya hilang akan pikiran buruknya tentang Sehun. Ia berusaha yakin dengan apa yang Sehun lakukan hari ini padanya. Ia akan mencoba terus bertahan disisi pria bermarga Oh ini.

Aku akan tetap disisimu Sehun, selama kau yang memintanya, aku akan tetap disisi mu.

Aku tidak akan melepaskanmu lagi Jisoo. Aku akan tetap mempertahankanmu agar kau tetap disisiku, selamanya.

Karena itu, Just Stay With Me.

Karena aku yang akan membuatmu bahagia bersamaku.

 

 

 

Author Note:

Gimana? Hehe, nggak terasa satu chapter lagi END. Kalau kalian suka sama cerita ini, aku usahaiin bakal kasih ekstra partnya setelah Chapter terakhir di upload. Terimakasih karena tetap setia sama cerita ini.

Buat cerita Playing With Fire aku akan upload minggu depan bersamaan sama Chapter terakhir Stay ya. Terimakasih .

 

Iklan

9 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Stay – (Chapter 4)

  1. wahhh sehun udah mulai romantis ni, gitu aja terus jangan sakitin jisoo, si chanyeol tu suka ama rose ya kasihan bgt rosenya enggak sk chanyeol!!!
    buruan chapter end nya moga tdk mengecewakan

  2. Sehun suka sama jisoo tapi belum ngungkap dengan jujur perasaan nya sama jisoo, sehun jangan sakiti jisoo lagi ya ?
    Hubungan chanyeol dengan rose apa sih thor ? Kepo aku.
    Ditunggu chapter terakhirnya sama extra chapter nya ya ?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s