[EXOFFI FREELANCE] Memory (Chapter 7)

Memory

 

Memory Chapter 7

 .

Author : karbaNanad / Kimjaehw

Lenght : Chaptered

Genre : Married-Life, Angst, Tragedy, Sad, Romance

Rating : PG-15 [bisa berubah]

Cast : Oh Sehun [EXO] ft. Kim Hyejin [OC]

Additional Cast : [find by yourself]

Summary : Hidup ku baru saja diterpa harapan se-cerah lampu pijar, namun entah mengapa masih sebentar lampu pijar itu mulai meredup tak menentu

Disclaimer : ff yang murni dibuat dengan segenap jiwa dan raga nanad, jika ada kesamaan cerita mohon maaf tapi ini beneran real karya nanad sendiri. Jadi jangan diplagiat ya karena nanad paling jijay sama plagiator ^^

Author Notes : jangan jadi GHOST READERS yang baca ff ini tapi gak menampakkan jejaknya di kolom komentar

jangan jadi MUKA RATA yang diam-diam nyuri ff ini alis mlagiat

yang terakhir, AKU SAYANG KALIAN PARA READERS CAKEP yg setia nunggu sekaligus coment ditiap chapternya 😍😘

With Love,

Kimjaehwa/karbaNanad 💋

Banyak hal yang mengganggu pikiran ku dan semuanya pasal hyejin. Ya kejadian yang menimpa hyejin hari ini tidak begitu saja menjadi angin lalu bagiku, aku masih memikirkannya karena menurut ku ada sesuatu hal yang tidak beres dibalik rentetan kejadian buruk itu

“apa masakan ku tidak enak?” suara hyejin membuat ku bangun dari lamunan ku. “ini enak” jawab ku. “akui saja jika tidak enak oppa”

“ini memang enak aku tidak bohong” aku menekan ucapan ku.

hyejin menatap ku “lalu kenapa sedari tadi kau hanya mengaduk-aduk makanan mu”. Aku kikuk “i-ni ah tidak apa-apa hanya saja ada yang sedang mengganggu pikiran ku”

“ada apa? jika tidak keberatan kau bisa menceritakannya pada ku” tutur hyejin. Aku menggeleng “bukan masalah besar hanya masalah tender proyek di kantor dan itu masih bisa diatasi” bohong ku

tentu saja aku berbohong, tidak mungkin kan aku menceritakan padanya jika yang mengganggu pikiran ku adalah kecurigaan ku pada kejadian buruk yang menimpanya hari ini. Aku tidak ingin dia berfikiran buruk dan menjadi ketakutan

“nasib daehe tidak begitu beruntung aku kasian dengannya” aku mengalihkan topik membahas daehe. “kau benar oppa, dia kesepian karena eommanya sibuk bekerja” timpal hyejin

“jujur saja aku senang hari ini oppa, kau mengembalikan sesuatu yang pernah hilang dari hidup ku, sekarang aku memiliki teman selain jongdae oppa dan seohyun eonni yaitu daehe” lanjut tuturnya. “bagaimana jika hari minggu kita ajak daehe kemari” tawarku yang dibalas anggukan hyejin dengan senyum kecil

hyejin bangkit dari duduknya mengambil ponselnya yang baru selesai dicharge “oppa siapa kang sora?” pertanyaan hyejin membuat ku tersedak sup rumput laut yang akan ku telan. Hyejin terburu menuangkan minum untuk ku “makan dengan pelan oppa” tegurnya

aku tersenyum tolol. “jadi siapa kang sora? aku ingin tau” katanya lagi sembari menghidupkan ponselnya. Aku terdiam mulut ku otomatis saja membisu, haruskah aku menceritakan sora pada hyejin? bagaimana reaksinya nanti jika dia tau?

aku harus terbuka padanya “sora adal-“

“op-pa” hyejin menyela ucapan ku dengan tatapan lurus pada ponselnya. Ku lihat wajahnya berubah pucat “ada apa?”. Hyejin mendongakkan kepalanya menatap ku “dia mengirimi ku pesan lagi tadi siang saat ponsel ku mati” hyejin menunjukkan layar ponselnya

From : 057** ** **

‘lollipop, aku disekitar mu’

segera aku mengambil ponselnya dan tanpa ragu menekan simbol ganggang telepon berwarna hijau. Ini tidak bisa disepelakan lagi ini murni teror yang disengaja

Drrrtt drrrttt

tiba-tiba saja terdengar suara getaran. Aku bangkit dari duduk ku dan mencari sumber suara getaran itu. Hyejin menggenggam tangan ku “a-pa dia disini?” tanyanya dengan suara risau

aku mematikan panggilan telepon pada nomor itu dan benar saja suara getaran itu berhenti. Aku menatap hyejin dan mengeratkan genggaman ku padanya “tetap dibelakangku dan jangan melepas genggaman tangan ku” dia mengangguk

aku menghubungi nomor itu lagi

Drrtt drrtt

bunyi itu kembali terdengar. Telinga ku terpasang was-was mencari asal bunyi itu, kaki ku melangkah pelan-pelan ke sisi kanan meja makan ke arah dapur dimana suara itu semakin jelas terdengar

Drrtt drrrttt

kosong, tidak ada siapapun di dapur tapi suara itu belum berhenti. “d-i ka-mar mandi oppa” bisik hyejin gemetar kurasakan tubuh hyejin yang semakin merapat pada ku. Aku memandangi lekat pintu kamar mandi yang tertutup disudut dapur dekat pintu belakang

Drtt drrtt

jelas kudengar suara itu nyaring didalam sana, aku mendekat ke kamar mandi

Drrtt drrtt

aku menoleh pada hyejin sejenak sebelum mengulurkan tangan memutar knop pintu

BRAKK

“siapa k-” gertak ku tak jadi karena tak mendapati seorang pun didalam kamar mandi. Hyejin melongokkan kepalanya yang ia sembunyikan dibalik punggung ku “op-pa i-tu” telunjuk hyejin menunjuk sebuah kotak di atas kloset

Drrtt drrtt

aku mengambil kotak itu lalu membukanya dan didalamnya kutemukan ponsel dan sebuah lollipop “pasti tadi saat kita pergi ada yang menyusup kemari”. Wajah hyejin dipenuhi peluh keringat “a-ku takut jika itu benar paman kim bagaimana?” tanyanya risau

“jika itu benar dia, maka aku tidak akan membiarkan dia menyakiti mu” ucap ku tegas merengkuh hyejin “sekarang kita tidur, aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk mu” ucap ku mencoba menenangkannya

~

“hyung, aku sudah tau semuanya tentang hyejin” ucap ku tanpa basa-basi. “lalu apa yang ingin kau bicarakan dengan ku sekarang? kenapa meminta ku bertemu jika sudah tau, eoh atau kau ingin mengatakan pada ku jika ingin meninggalkan adik ku” jondae menatap ku tajam

“bukan itu hyung, aku tidak akan meninggalkan hyejin kau tau sendiri aku mencintainya kan” kata ku kesal karena dia menyimpulkan maksud ku tanpa bertanya lebih dulu.”maaf, ku kira kau tidak bisa menerima masa lalu adik ku itu, lantas apa yang ingin kau bicarakan?”

“beberapa hari ini hyejin mendapatkan teror berupa pesan” aku mengeluarkan sebuah kotak diatas meja sebelum melanjutkan penjelasan ku “aku menelpon nomor itu semalam dan mendengar bunyi getaran di dalam rumah, saat panggilan ku putus getaran itupun ikut berhenti”

“jadi maksud mu yang meneror hyejin di dalam rumah kalian?”

“awalnya ku pikir begitu, lalu aku mencari asal suara itu dan ternyata berasal dari kamar mandi di dekat pintu belakang dapur, saat aku membuka pintu kamar mandi nihil tak ada siapapun disana tapi aku menemukan ini” ku geser kotak itu pada jongdae. Dia membukanya “milik siapa ini?” tanyanya bingung

“itulah pertanyaan yang harus segera kita cari tau jawabannya, ku rasa ini ada hubungannya dengan kim jongin”. Jongdae mengeratkan genggamannya pada gelas minumnya “maksudmu pria yang menodai adik ku itu?” Aku mengangguk “bukankah saat orang itu akan menyakiti hyejin dia mengiming-iming akan memberi hyejin lollipop?”

“kau benar, eoh kau ingat saat aku menanyakan dimana danau tempat pemancingan yang kau bilang hyejin bersikap aneh disana” aku mengangguk lagi

“sebenarnya aku mencari tau kesana, tapi tidak ada yang mencurigakan disana hanya saja aku mencuri dengar seorang pria yang menjaga tempat peminjaman alat pancing tidak bekerja disana lagi yang kuperkirakan tidak lama setelah kalian kesana” tutur jongdae

“yak hyung, aku ingat” celetuk ku tiba-tiba mumukul meja. Jongdae mengelus dadanya “omo, kau mengagetkan aku saja, apa yang kau ingat?”

“saat di danau itu sikap hyejin biasa saja tapi sewaktu kami meminjam alat pancing hyejin ketakutan dan mengajak ku pergi, dan juga dia meracau mengatakan ‘dia kembali'”

“bagaimana ciri-ciri orang itu?”. Aku mengingat-ingat “dia mempunyai rambut sebahu, dan berjenggot ku perkirakan umur 30 akhir”

“tapi sehun jika benar orang di danau itu kim jongin, kenapa hyejin tidak langsung memberitahu ku dan saat aku juga bibi sung meyakinkan bahwa kim jongin masih dipenjara dia percaya?”

“menurut asumsi ku hyung, hyejin masih ragu dengan perkiraannya jika orang di danau itu kim jongin, jadi dia percaya saat orang meyakinkan kim jongin masih di penjara”. Jongdae manggut-manggut mendengarkan ucapan ku

“tapi hyung kim jongin memang masih dipenjara kan?” tanya ku. “dia divonis penjara seumur hidup”. Aku mengernyit “lalu siapa yang meneror hyejin?”

“kita harus mencari tau itu sehun”

“ada sesuatu yang mencurigakan lagi hyung”. Jongdae memandang ku “katakan saja semuanya agar jelas” sahutnya

“kemarin aku mengajak hyejin ke taman untuk piknik lalu kita membeli ice cream saat kembali tiba-tiba ada mobil yang masuk trotoar akan menabraknya tapi untung saja dia berhasil menghindar” aku meneguk green tea ku sebelum melanjutkan cerita ku “awalnya ku kira sopir mobil itu mabuk tapi setelah melewati hyejin, mobil itu kembali ke jalan dengan tenang dan tidak oleng”

“jadi sebenarnya sopir itu dalam keadaan sadar?”

“dugaan ku begitu, dan lagi saat hyejin singgah ke toilet dia terkunci didalam dan lampu toilet padam, saat kulihat ada sebuah lengkungan kawat yang tertancap di lubang kunci knop pintu itu dan saklar lampu toilet itu dimatikan, hyejin juga mengaku mendengar suara pintu yang dikunci dari luar” jelas ku detail

aku memerhatikan jongdae yang mendengar penuturan ku “saat kami kembali ke mobil akan pulang, aku melihat mobil berwarna silver diseberang jalan lalu aku bertanya pada hyejin ciri mobil yang hampir menabraknya, dan dia bilang berwarna silver berukuran kecil tapi lupa tipe mobilnya, apa itu bisa dikatakan kebetulan?”

“jadi kau menduga dalang dibalik kejadian buruk yang menimpa hyejin kemarin adalah orang yang sama”

aku menyerahkan ponselku pada jongdae “aku mengetik plat mobilnya”. Jongdae menyalin ketikan itu pada ponselnya “aku akan mencari tau pemilik mobil itu, dan ku mohon jaga hyejin aku yakin ada yang berusaha menyakitinya”

“tanpa kau minta sudah pasti aku akan menjaganya hyung” aku menyunggingkan senyum. “aku pergi” pamit jongdae berlalu

apa benar kim jongin masih dipenjara? jika dia dipenjara lalu siapa yang meneror hyejin dengan embel-embel lollipop? dan juga siapa yang ingin menyakiti hyejin?

aku mencari kontak baekhyun dan segera menelponnya. “hyung”

“wae? aku yakin kau menelpon ku karena ingin memberiku beban kan” tebaknya. “ini beban kecil, tenang saja” kata ku. “imbalannya dibebas tugaskan selama 2 minggu, bagaimana?” negonya. “tidak bisa selama itu hyung, 1 minggu”

“1 minggu itu sebentar sehun” gerutunya. “baiklah, aku akan memberi mu pilihan 1 minggu atau selamanya?” tawar ku. “mwo? maksudmu selamanya kau akan memecat ku?” suaranya histeris. “kuharap kau memilih pilihan dengan tepat hyung” aku menahan tawa

“baiklah 1 minggu, jadi apa yang ingin kau bebankan pada ku?”

“cari tau kabar kim jongin tersangka kasus pedofilia yang dipenjara”

“yak kenapa kau masih saja ingin tau soal kasus itu apa jangan-jangan kau ingin menjadi pedofil dan berguru padanya?” ucap baekhyun melantur “yak istri mu sudah cukup cantik dan seksi jadi jangan melirik anak kecil bodoh”

“sudahlah hyung cari tau saja kau ini selalu banyak bicara seperti wanita”

“Yakk-“

aku mematikan sambungan dan beranjak pergi

~

Aku menimang-nimang miniatur menara eiffel ditangan ku “eoh sehun-shi, kau menunggu lama”. Aku menoleh pada seohyun yang baru masuk ke dalam ruang kerjanya “tidak begitu lama noona”

dia duduk dikursinya yang terpisah meja dengan kursi ku “jadi ada apa tiba-tiba kau datang kemari?” tanyanya. “bagaimana  cara menyembuhkan trauma hyejin?” aku langsung pada intinya. Seohyun menampakkan ekspresi terkejut “jadi kau sudah tau?”. “iya, aku sudah tau”

seohyun bangkit dari duduknya dan mengambil sebuah map di lemari kerjanya “ini adalah keterangan tertulis prosedur penyembuhan hyejin yang diberikan ayah pada ku” ucapnya menyerahkan map itu, aku membuka dan mulai meniliknya “setelah kejadian itu dia mengisolasi dirinya didalam rumah, ketakutannya akan dunia luar membuatnya kesepian dan itu berdampak kesulitannya melupakan kejadian gelap yang dialaminya”

aku mendengarkan penuturan seohyun noona “hyejin terluka terlalu dalam sampai tanpa sadar tubuh juga mentalnya mengalami gejolak penolakan pada upaya penyembuhan, sudah banyak terapi juga obat yang diberikan pada hyejin tapi semuanya tidak berhasil menyembuhkannya ditambah latar belakang keluarganya yang selalu sibuk dan sering bertengkar juga membuatnya semakin terpuruk”

seohyun menatap jendela yang ada diruangannya “dia sudah kuanggap sebagai adik ku sendiri sehun, aku menyayanginya dan ingin dia sembuh tapi tidak ada yang bisa kulakukan selain membuatnya merasa lebih tenang”

“benarkah tidak ada cara lain untuk penyembuhan hyejin?”. Seohyun kembali ke duduknya “sebenarnya itu tergantung pada mu”. Aku mengernyit “maksudnya noona?”

“hyejin takut pada pria dia menganggap semua pria itu sama seperti pria yang menghancurkannya saat dia masih kecil, baginya hanya kakaknya yang tidak, berdasarkan itu ayah ku menyarankan untuk menikahkan hyejin karena semua upaya penyembuhannya gagal dan berharap dengan hyejin menikah dia sembuh”

seohyun mengambil nafas sejenak “jika dia menikah dia akan tinggal bersama pria dan itu akan membuatnya tau bahwa tidak semua pria itu sama dengan orang yang menyakitinya dulu, dia akan dihadapkan pada ketakutannya dan menjadi berani setelah terbiasa

seohyun menunjuk sebuah tulisan di lembaran yg ada didalam map “kau tau presentase kesembuhan hyejin diperkirakan 40 persen jika dia menikah, karena hormon pubernya yang terlambat membuat pengaturan emosinya tentang lawan jenis meningkat jadi bisa mengurangi ketakutannya yang berlebihan pada mu”

seohyun menarik ujung bibirnya tersenyum “dan sekarang dia sudah terbiasa dengan mu kan, untuk itu aku harap kau bisa sedikit-sedikit membantu hyejin, seperti mengajaknya keluar, bercanda, dan melawan ketakutannya pada benda-benda yang membuatnya takut”

seohyun menepuk pundak ku “hanya kau yang bisa menyembuhkan hyejin sehun, karena baginya kau itu orang baru di dalam hidupnya, berbeda dengan semuanya yang masih berkaitan dengannya sejak lama, jadi coba bantu dia merasakan apa yang baginya mustahil untuk dia rasakan, beritahu dia tentang apa yang terlambat dia ketahui”

“aku akan berusaha untuk itu noona, kalau begitu aku permisi dulu” pamit ku. “tunggu, aku ingin bertanya”. Aku menoleh pada seohyun noona “apa kau menyesal menikahi hyejin?”

“sama sekali tidak karena aku mencintainya noona” jawab ku tegas. Seohyun noona tersenyum “jaga dia dan sembuhkan dia sehun” ucapnya lagi. “aku akan melakukannya dengan senang hati noona” aku beringsut keluar ruangan seohyun

Ping

ponsel ku berbunyi aku merogoh saku ku mengambilnya. Satu notifikasi pesan masuk tertera di layar

From : Bacon hyung

‘Informasi yang kudapatkan belum cukup memuaskan untuk mu, jadi aku tidak bisa memberitahu mu hari ini yang bisa kupastikan adalah kau bisa berguru langsung pada kim jongin itu, selamat ya ^^’

aku mengernyit bingung, apa maksudnya memberi selamat dan berguru langsung. Ku masukkan kembali ponsel ku ke dalam saku dan melanjutkan jalan ku. Tunggu, aku menghentikan langkah ku

apa mungkin maksud baekhyun berguru langsung itu artinya dia sudah tidak di penjara dan aku bisa bertemu secara langsung dengannya?

 

 

TBC

Iklan

12 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Memory (Chapter 7)

    • Silahkan dan jgn lupa selalu tinggalkan jejak yaa di setiap chapternya itung2 hargai jerih payah author ^^

      Wkwkwk gaje bgt itu tulisannya niatnya buat menuhin poster :v

  1. Yaampun tegang jadinya tpi seru jalan ceritanya , horror juga klo nemuin hp peneror didalem rmh yaampun gk kebayang klo jadi hyejin ama sehun , kasihan hyejin 😞😞😞
    Author jjanggg…. hwaiting 👍👍👍👍😁😁😁 ditunggu next chapternya

  2. aduh itu siapa yang masuk ke apartemen nya sehun oppa, trus siapa juga yang mau nabrak hyejin??
    ahhh makin penasaran ama kelanjutannya , moga hyejin cepat sembuh, sehun oppa jangan patah sangat fighting oppa yang lg ultah hari ini!!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s