[EXOFFI FREELANCE] Hyeong or Oppa – (Chapter 2)

Hyeong or Oppa.jpg

HYEONG or OPPA

  • Title : Hyeong or Oppa – [Part 2]
  • Author : jung_msa
  • Length : 528 Words Chaptered
  • Genre : Drama ~ Family
  • Rating : PG
  • Main Cast : Oh Sehun (EXO) – Kim Yee Jeong (OC)
  • Summary : ”Berperan menjadi sosok yang berbeda adalah pilihannya. Di mana keinginannya untuk berubah itu disebabkan dari sebuah pertikaian yang menimpanya di masa lalu. Bagaimanakah perjalanan dirinya yang harus bermain drama sebagai seorang PRIA?”
  • Disclaimer : Sekedar mengingatkan bahwa cerita ini adalah asli dari imajinasiku sebagai pengembang cerita. Jadi mohon pengertian dan dukungannya. Diberitahukan juga bahwa FanFiction ini pertama dipublish di account Wattpadku (@jung_msa).

 

1486031932432.jpg

Baekhyun menghela nafas untuk kesekian kalinya. Ia terus memerhatikan karibnya yang sedang menjalankan hukuman keterlambatannya itu. “Kau lihat dia, Sehun? Apa dia pikir sekolah ini adalah miliknya, yang bisa masuk kelas kapan saja, huh?” Baekhyun memerlihatkan raut wajah tak sukanya pada tindakan Seo Jeong kali ini. Yang mungkin lebih tepatnya sudah dilakukan pria kecil itu berulang-ulang. Dan sekarang adalah hukumannya yang ke – 12. Baekhyun menggelengkan kepalanya.

Sehun menoleh ke samping jendelanya. Netranya langsung disuguhkan dengan pemandangan di lapangan bawah sana, yang menampilkan pria yang berlari mengelilingi tempat bermainnya para siswa itu.

mmmm.jpg

Ia tersenyum setelahnya ketika sang target penglihatannya itu terjatuh kemudian bangkit lagi, tanpa memedulikan rasa sakit pada pergelangan kakinya. “Dasar bodoh!” desis Sehun kecil, namun tampaknya masih terdengar oleh Baekhyun yang duduk di depannya.

“Dia memang bodoh! Aku akan memberinya minum. Apa kau mau ikut?” Baekhyun menengok ke belakang.

Sehun hanya menggelengkan sedikit kepalanya. “Aku akan menyusul nanti.”

“Baiklah.” Baekhyun beranjak dari bangkunya dan meninggalkan kelas.

Sehun bersedekap, memikirkan sesuatu sejenak. Kemudian ia pun berlalu meninggalkan mejanya.

1486031932432.jpg

“Tuan, apa kau membutuhkan sesuatu?”

Pria paruh baya yang berumur 72 tahun itu hanya tersenyum menanggapi pria muda berjas di hadapannya. “Tak perlu sesungkan itu denganku. Bukankah–”

“–Aku adalah orang suruhanmu. Jadi izinkan aku untuk memerlakukanmu sebagaimana mestinya.”

“Baiklah, kalau begitu lakukanlah pekerjaanmu dengan benar.” Ia menerima anggukan dari lawan bicaranya. “Bagaimana dengan Adikmu?”

“Dia selalu mendapatkan nilai terbaik seperti biasanya.”

“Tak heran aku mempercayainya nanti.”

“Jadi kapan kita akan membuka kasus ini kembali?”

Pria yang diketahui bernama Kim Gong Cheol itu menerawang ke langit-langit ruang tengah keluarganya. “Tunggu saja.” Jeda beberapa saat. “–Sampai salah satu dari mereka ada yang mengajukan permohonan pembebasan terhadap tersangka.”

Kim Jong Dae sebagai pria muda berjas itu segera mengangguk pertanda mengerti dengan jawaban dari atasannya ini.

1486031932432.jpg

“Yak, Kim Seo Jeong! Berapa putaran lagi kau menyelesaikan hukumannya?”

Seo Jeong merasa senang mendapati kunjungan dari sahabatnya. Ia lantas berlari di tempat, tepat di hadapan Baekhyun. “Hyeong, apa yang kau lakukan di sini? Apa minuman itu untukku?” Mata berbinarnya ia tunjukkan pada pria yang lebih tua satu tahun dari umurnya saat ini.

“Ckck. Selesaikan saja hukumanmu itu terlebih dahulu!”

“Dua putaran lagi. Tunggu aku di sini, Hyeong!”

Baekhyun berdecak tak percaya melihat Seo Jeong yang kini mempercepat lajuan larinya. “Dia memang laki-laki.”

“Memang sejak kapan dia perempuan?”

Baekhyun mencari sumber suara dengan cepat. “Oh Sehun! Argh, kau mengejutkanku.”

“Sehun hyeong!” Seo Jeong mengintrupsi keduanya. “Satu putaran lagi. Tunggu aku!”

Sehun tak memedulikan tampang bodoh Seo Jeong, karena ia lebih tertarik dengan bercak darah yang timbul dari kaus kaki putih yang dipakai olehnya. “Larilah dengan cepat!”

“Baik.” Seo Jeong kembali meneruskan larinya yang terhenti karena kedatangan Sehun.

“Apa jawabanmu, Tuan Byun?”

“Entalah. Mungkin dari awal aku sudah mensugestikan diriku bahwa Kim Seo Jeong yang kulihat itu bukan pria sungguhan. Apa mungkin–dia jelmaan?”

Sehun tertawa kecil mendengar penuturan Baekhyun. Tawanya melerai saat Objek obrolannya menghampiri dirinya dan Baekhyun.

“Apa yang kalian bicarakan?”

“Ini ambil minummu!” Baekhyun melempar botol air mineral ke arah Seo Jeong yang sudah siap menerima lemparan darinya.

“Terima kasih, Hyeong.” Seo Jeong melupakan pertanyaannya dan ia lebih memilih untuk membuka tutup botolnya. “Mengapa susah sekali?”

“Biar aku bukakan!” (Baekhyun)

“Duduklah!” (Sehun)

“Kalian kompak sekali memberi bantuan padaku.” Seo Jeong menyerahkan botolnya kembali pada Baekhyun, setelah itu ia duduk di undakan tangga kedua. Maksudnya agar ia bisa meluruskan kakinya dengan mudah.

Sehun yang sedari tadi memegang kotak P3K berukuran kecil segera bersimpuh di depan Seo Jeong. Berikutnya ia membukakan sepatu dan kaus kakinya.

Seo Jeong yang masih terkejut dan tidak mengerti dengan perlakuan Sehun, kemudian tersadar bahwa pergelangan kaki kirinya terluka. “Aku tak menyadarinya.” Seo Jeong kelabakkan saat tangan Sehun hendak memberi antiseptik pada kakinya. “Hyeong, biar aku saja.” Namun hirauannya tak digubris oleh Sehun.

Baekhyun yang baru berhasil membuka tutup botolnya itu menolehkan kepalanya. “Kau terluka, Seo Jeong-ah?” Ada gurat kekhwatiran di wajah Baekhyun yang sebelumnya penuh kekesalan karena tutup minuman yang ia beli tak kunjung bisa dibuka.

“Hanya goresan kecil. Buktinya aku tak merasakan sakitnya.”

Sehun memberi plester pada luka yang disebut goresan kecil oleh Seo Jeong. “Itu sekarang. Kau akan merasakannya nanti. Berhati-hatilah, Kim Seo Jeong!” Sehun menggusar rambut Seo Jeong dengan acak. Ia pun berdiri dan meninggalkan Seo Jeong dan Baekhyun.

“Ayo ke kelas! Perlu bantuanku?”

Seo Jeong menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan senyumannya.

“KIM SEO JEONG!”

Seo Jeong langsung menengadah. “Ya?”

“Apa yang kau pikirkan?”

“Tidak ada. Apa yang Hyeong katakan tadi?”

Baekhyun memicingkan matanya. “Kau membohongiku?”

“Tidak.”

“Baguslah. Aku tadi bertanya padamu, apa kau perlu bantuanku?”

“Ah, tentu. Pinjamkan punggungmu untukku, Hyeong!” Lengkungan lebar tercipta di wajah ovalnya.

Seketika itu Baekhyun menyesal telah menawarkan bantuannya.

1486031932432.jpg

“Bagaimana kabarnya?”

“Siapa yang kau maksud?”

“Kau masih membencinya? Kau tahu bahwa ini semua–”

“Jangan pernah bertanya padaku, jika –nya yang kau maksud adalah gadis sialan itu.”

“Kim Jongin!”

“Park Chanyeol! Aku masih bersabar untuk tidak menghantammu sekarang juga. Jadi berusahalah untuk mencari topik lain saat bersamaku. Kuharap pertemanan kita tak akan berakhir hanya karena membahas persoalan yang tidak penting itu.”

“Kuharap begitu.” Chanyeol pun menyerah.

“Kapan kita akan menghadiri turnamen lagi?”

Chanyeol membuka kunci pada ponselnya, jarinya kemudian mengetuk salah satu aplikasi pentunjuk hari di sana.

“Rabu, tanggal 18 juni.”

Jongin menatap Chanyeol. “Apa Hyundai Chungun akan ikut berpartisipasi?”

“Tentu saja. Sehun masih menjadi andalannya.”

Memegang ponsel, Chanyeol jadi teringat sesuatu. “Mana ponselmu?”

“Untuk apa?”

“Kemarikan saja.”

Jongin merogoh sakunya, lantas memberi ponselnya pada Chanyeol. Karena sudah terlalu percaya, ia membiarkan lelaki tinggi itu memainkan ponselnya. Toh, tak ada apapun yang menarik dari elektronik yang sudah canggih miliknya ini.

Chanyeol melirik pada Jongin yang kini fokus pada pertandingan basket yang sedang berlangsung di tengah lapangan sana. Ia pun dengan cekatan mencari kontak seseorang dari ponsel Jongin. Jang, ternyata nama itu masih ada di daftar kontaknya. ‘Kau masih menyimpannya?’ Chanyeol tersenyum menyadari itu semua. Ia segera mencatat nomor itu di layar ponsel miliknya sendiri. Dirasa cukup, Chanyeol membalikkannya pada Jongin. Berterimakasihlah karena Jongin tak mencurigainya apapun.

1486031932432.jpg

Baekhyun mengatur deru nafasnya yang tersenggal-senggal. “Tubuhmu kecil, namun berat badanmu tak bisa membohongiku.” Baekhyun menepuk pelan punggungnya yang terasa pegal. “Kau harus bertanggungjawab, Kim Seo Jeong.”

Seo Jeong tertawa dengan protesan Baekhyun padanya. “Bukankah itu sudah tugasmu, Hyeong? Aku hanya memanfaatkan bantuan yang datang padaku. Jadi, jangan salahkan aku.”

“Kau!” Baekhyun siap memberi Seo Jeong pukulan di kepalanya. Namun, sepertinya keberuntungan tidak berpihak padanya karena Sehun menahannya.

“Sudahlah Tuan Byun.” Sehun mendudukkan dirinya di kursi yang bersebelahan dengan Seo Jeong. “Memang apa yang membuatmu terlambat hari ini?”

“Aku lupa memasang alarm kembali.”

“Apa perlu aku bangunkan?”

“Ya, Sehun. Jangan menawarkan bantuanmu. Cukup aku saja yang menyesal setelah membantunya.”

“Lagipula, aku tidak akan menyusahkan Sehun hyeong nanti.” Seo Jeong berusaha membela dirinya dari hinaan Baekhyun. Ia pun beralih pada Sehun. “Tidak usah Hyeong. Aku akan bangun lebih pagi kali ini.”

“Aku pegang janjimu, Kim Seo Jeong.”

Seo Jeong mengangguk menyakinkan. “Em, kapan kita akan bertanding lagi?”

“Rabu depan, apa kau yakin akan ikut? Kami tak masalah jika kau–”

“Tidak. Tidak. Aku tetap akan  mengikuti pertandingan itu.”

Baekhyun menyanggah dengan cepat, “Kau akan membuat kami kalah nanti.”

“Percayalah, kakiku ini tak akan membuat masalah pada saat bertanding.” Seo Jeong mengeluarkan jurus andalan – memasang wajah lucu memohonnya.

“Kim Seo Jeong, berhentilah menggodaku! Aku tak ingin memiliki kelainan hanya karena menyukaimu.” Baekhyun pergi ke tempat duduknya. Meninggalkan Seo Jeong dan Sehun yang menertawakannya.

Hening. Seo Jeong yang masih merasa canggung jika bersama Sehun. Dan Sehun yang entah sedang memikirkan apa saat ini.

Sehun memulai pembicaraan, “Kau tahu kita akan melawan siapa?”

“Hmm..” Seo Jeong menimang-nimang sebelum menjawab, ” Daegu Saieonseu?”

“Ya, untuk pertama kalinya sekolah itu akan ikut berpartisipasi. Dari yang kudengar, Daegu Saieonseu memiliki pemain-pemain yang cukup bagus. Dan itu menjadi ancaman bagi kita. Jadi berusahalah untuk lebih giat berlatih. Seperti biasa, kita harus memenangkan pertandingan ini. Apa kau siap?”

“Sangat siap! Aku akan mencetak gol emasku lagi untuk tim kita.”

Sehun tersenyum simpul dengan semangat Seo Jeong. ‘Aku pasti sudah gila seperti Baekhyun.’

1486031932432.jpg

Eomma, apa aku mengganggumu?”

“Mengapa kau belum tidur?”

“Aku bertanya padamu terlebih dahulu, Eomma.” Terdengar kekehan dari sebrang sana, Seo Jeong pun tersenyum. “Aku merindukanmu, Eomma.”

“Bukankah tadi pagi kita bertemu?”

“Memang, tetapi detik ini juga aku sudah merindukanmu.”

“Kau memang pintar sekali menggoda, Yee Jeong-ah. Apa tadi kau tidak terlambat?”

“Tidak. Aku datang tepat pada waktunya.” Seo Jeong tersenyum getir sambil memijat kakinya yang terasa pegal.

“Baguslah. Jika sampai kau terlambat, Eomma tak akan mengizinkanmu berkunjung lagi.”

“Baiklah.”

“Yee Jeong-ah?”

Seo Jeong menyenderkan punggungnya pada ranjang kecilnya. Ia pun berdeham sebagai jawaban.

“Apa Oppa–“

“Dia masih membenciku, Eomma.” Seo Jeong mencoba untuk tidak mengeluarkan tangisannya.

“Maafkan Eomma.”

Eomma! Kau tak perlu meminta maaf seperti itu. Lagipula, aku yakin Oppa menyayangiku. Eomma tidah usah khawatir, aku baik-baik saja. Sekarang pedulikan saja kondisimu di sana, jangan sampai sakit, jangan memakan sembarangan, tidur tepat waktu, dan selalu ingat untuk mengosumsi vitamin yang aku berikan padamu.”

“Baik, Eomma.”

Seo Jeong tahu Ibunya sedang berusaha meredam isakannya. Namun, ia berpura-pura untuk tidak mengetahuinya. “Itu baru anakku.” Seo Jeong dan Ibunya saling melempar tawa lewat alat penghubung di daun telinga mereka masing-masing.

Obrolan mereka pun berlanjut, sampai Seo Jeong meminta Ibunya untuk memberi lullaby penghantar tidurnya. ‘Aku harap kita akan bahagia suatu saat nanti, Eomma.’

1486031932432.jpg

To Be Continue…

Maaf baru di update lagi ^ ^ ditunggu saram dan kritiknya…

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Hyeong or Oppa – (Chapter 2)

  1. Kren thorr…❤, seo jeong ohh seo jeong, mengapa engkau berungtung sekalee di kelilingi para cogan😌😌,, pen jadi seojeongnya, meskipun gue harus nyamar jadi cowok sii😂😂

    Oya kak,, aku bingung pas pergantian scenenya soalnya gaada tanda nya, bsok besok di tandain ya kak😉😉 /author : komen ae lu/ 😂😂✌
    Tappi aku suka pake banget koo👍

    Author Annyeong👋👋👋❤❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s