[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You – (Chapter 7)

CRAZY WITH YOU.jpg

Tittle : Crazy With You [Chapter 7: Be With You]

Author: Babyjae96

Length: Chapter

Genre: Romance, Comedy & Drama.

Rating: PG-17

Main Cast :

Park Yena [OC]

Do Kyungsoo [EXO]

Disclaimer : Fanfic ini hasil karya otak ku sendiri dan kemudian tersalurkan kedalam Fanfic ini, jika ada kesamaan dengan ff lain hanya kebetulan semata.

“Aku ingin bersamamu”

.

.

Yena melihat Kyungsoo duduk disebelah tempat tidur, dia tengah membaca kertas yang berasal dari rumah sakit tadi mengenai keadaannya “Kau tidak mengerti kan?” Tanyanya melihat ekspresi datar Kyungsoo.

“Tidak, aku tau..” Kyungsoo melipat kembali kertas itu “Kau tidur saja, Tapi. kau benar-benar tidak apa-apa?” ia kembali menyentuh kening Yena, tidak panas. Yena mengangguk “Kau tau, aku ini kuat”

Kyungsoo menarik tangannya dari kening Yena “Aku tau”

“Kau tau?”

“Tidurlah..” Kyungsoo menaikan selimut sampai ke leher Yena, ia tak mau membahas apa-apa lagi lain selain membiarkan Yena beristirahat sekarang. Yena hanya tersenyum saja dengan perlakuan Kyungsoo ini “Kau juga, wajahmu terlihat kusut dibandingku.. Eunsoo bilang kau tidak tidur semalaman kan?”

“Aku tidak apa-apa”

“Baiklah, Kau mau pergi?” Tanya Yena setelah Kyungsoo merpihkan selimut yang dipakainya, Kyungsoo menggeleng “Aku akan keluar setelah kau tidur, jadi cepatlah tidur atau aku benar-benar akan terjaga malam ini”

Yena tersenyum senang “Oh, Baiklah.Aku akan segera tidur, jadi kau juga tidur!” ia langsung menutup rapat matanya, itu membuat Kyungsoo menahan tawanya melihat ekspresi Yena sekarang yang bisa saja membuatnya tersenyum disaat seperti ini, wajahnya masih terlihat sedikit pucat tapi dia benar-benar baik-baik saja hanya kekurangan nutrisi seperti yang tertulis dikertas itu tadi. Dia benar-benar kuat.

 

Pagi ini Yena sudah merasa jauh lebih baik, ia memang memiliki imun yang kuat dan untungnya kandungannya juga kuat sehingga tak terjadi apa-apa. Yena juga sudah jarang mengalami mual di pagi hari, sekarang ia keluar dari kamar Kyungsoo. Ia sangat tidur nyenyak semalam, entah karna efek obat atau karna Kyungsoo ada disana. Kyungsoo benar-benar perhatian padannya bahkan menyebutkan kata ‘saranghae’ padannya semalam.. Waw, ini diluar dugaannya.. Tapi, ia tak menjawab apa-apa, ia tak bisa.. walaupun jika Kyungsoo memang menyukainya juga ia tak yakin bisa menerimanya.. kalian tau kan alasannya.

“Pagi…” Sapa Yena ketika melihat Kyungsoo berada didapur, dia tengah menaruh semangkuk sup yang sangat diinginkannya akhir-akhir ini “Waw.. Kau benar-benar tau apa yang sedang diinginkannya” Yena langsung duduk di kursi meja makan yang biasa ia duduki sambil tersenyum senang melihat sup itu didepan matanya.

“Tentu saja aku tau, cepat makan!”

Yena akan memakan sup nya tapi matanya malah terhenti melihat bagaimana pucatnya wajah Kyungsoo sekarang, dia juga terlihat berkeringat tak biasannaya seperti ini jadi ia sedikit berdiri dan tangannya menyentuh kening Kyungsoo yang panas. Astaga. Dia sakit.

“Apa yang kau lakukan sekarang?” Kyungsoo mencoba melepaskan tangan Yena dari keningnya tapi Yena terus saja menyentuhnya, ia tau kondisinya tidak baik pagi ini mungkin karna ia kurang tidur dan makan kemarin “Aku baik-baik saja, aku akan minum obat setelah ini”

Yena menurunkan tangannya memasang wajah khawatir pada Kyungsoo “Apanya yang baik-baik saja, kau panas” Serunya “Aishh..Bagaimana bisa kau sakit daripada aku, Tunggu.. aku mau mengambil sesuatu untukmu” Yena berdiri dari duduknya dan berjalan cepat ke kamar. Kyungsoo menghela nafasnnya, ia menyentuh keningnya sendiri memang panas, Ah.. benar kata Eunsoo kemarin ia sakit sekarang karna kurang tidur dan sekarang juga ia merepotkan Yena.

 

Yena terus memerhatikan Kyungsoo yang duduk disebelahnya di sofa ini, dia memakai pereda panas di dahi nya seperti yang dia minta karna Kyungsoo benar-benar keras kepala tak mau dirawatnya, dia juga tak mau beristirahat malah menonton tv bersamanya disini setelah sarapan tadi. Untungnya ia belum masuk kuliah sampai hari senin nanti jadi dia tak perlu melakukan apapun selain berada dirumah dan beristirahat penuh tiga hari ini.

Yena kembali memeriksa keadaan Kyungsoo, panasnnya sudah turun dan wajahnya juga terlihat lebih baik daripada tadi pagi “Oh, Obatnya berkerja cepat!”

“Tentu saja” Balasnnya datar dengan wajah masih melihat televisi didepan mereka. Yena setuju “Tapi bagaimana bisa kau sakit? Bukankah kau calon dokter

“Memangnya jika aku calon dokter, aku tidak boleh sakit? Kita juga manusia Yena”

“Aku tau, tapi aneh saja karna kau tidak tau keadaanmu sendiri” Yena mencabut pereda panas yang berada di kening Kyungsoo, dia sudah tak membutuhkannya lagi karna panasnnya sudah hilang. “Oh ya, Kau tau kan Eunsoo mengganti passwordnya..Aku sudah mengantinya lagi”

“Teman mu benar-benar sama sepertimu, aku tau kenapa kalian bersama sekarang”

“Bernakah? Aku rasa kita berbeda, Eunsoo terlalu lembut”

“Lembut? Hah..terserah” Kyungsoo mengingat bagaimana Eunsoo bahkan memukulnya saat ia mencoba keluar dari sini, dia juga membentaknya dan mengumpat. Wah, dia benar-benar cocok berteman dengan Yena. Mereka berdua benar-benar Bestfriend forever.

Ting…

Keduanya menoleh pada suara bel pintu apartement mereka, siapa yang bertamu pada mereka siang ini? Eunsoo? Bisa jadi dia. Yena akan berdiri tapi Kyungsoo menahannya “Aku saja” ia mewanti-wanti siapa yang datang kesini, bisa jadi itu Seungjun yang ingin menculik Yena lagi.

Kyungsoo membuka pintu dengan hati-hati dan saat membukannya…

Buggg…

Sebuah pukulan melayang tepat mengenai pipinya, ia yang tak menyangka dengan pukulan itu tersungkur ke bawah. Orang yang memukulnya adalah Sehun, ya.. Sehun lah yang datang kesini, Sehun masuk kedalam dan memukul Kyungsoo kembali. Kyungsoo tak bisa melawan karna posisinya kini. Yena berteriak disana, ia berlari dan terus mencoba menghentikan Sehun yang memukul Kyungsoo didepannya, “Ya! Hentikan!!!”

Sehun berhenti, dia melihat pada Yena “Jadi dia pria itu, pria yang menghamilimu kan?Huh?” Teriaknya pada Yena penuh dengan kemarahan.

“Sehun-ahh… aku sudah menjelaskannya kan kemarin, kumohonn berhenti… Ayo kita selesaikan berdua” Yena mencoba menarik lengan Sehun yang mencengkram pakaian Kyungsoo, Sehun akhirnya melepaskan Kyungsoo dan berjalan terlebih dulu keluar.

Kyungsoo meraih tangan Yena, dia menggeleng agar Yena tak mengikuti Sehun. “Ini masalahku dengannya, aku harus menyelesaikan.. Maafkan dia..” Yenapun melepaskan tangan Kyungsoo dipergelangan tangannya dan berjalan keluar mengikuti Sehun.

Diluar, Sehun langsung menarik kasar tangan Yena menjauh dari sana tentu saja Yena melawannya keras “Kau bersikap seperti Seungjun,huh? Lepaskan!”

Sehun melepaskan tangannya dari Yena, dia terlihat begitu marah dan menyeramkan. Yena sudah biasa melihat Sehun seperti ini jadi ia tak begitu terkejut lagi “Kenapa kau memukulnya huh?” Tanyanya pelan.

“Tentu saja aku memukulnya karna dia sudah menghancurkanmu Yena!” Geramnya mengepalkan kedua tangannya seperti ingin memukul Kyungsoo lagi.

“Tapi sekarang aku baik-baik saja, dia bertanggung jawab dengan bayinya dan aku juga hidup bahagia sekarang”

“Kau juga mencintainya kan? Kau menyukainya sampai kau berkata seperti itu tapi apa dia juga menyukaimu juga, kalian bahkan tak menikah!”

“Dia mengatakannya, dia mencintaiku..” Ucap Yena dengan tenang mencoba menatap Sehun dimatanya melihat bagaimana wajah kecewa Sehun lebih mendominasi sekarang, ia tau ia sudah menghancurkan hati Sehun sekarang tapi bagaimana lagi ia tak bisa memaksa dirinya untuk mencintai Sehun “Sehun-ahh.. Selama ini, kau adalah salah satu orang yang terpenting dalam hidupku..aku malah lebih mengandalkanmu dari Ayahku sendiri, aku selalu menganggapmu sebagai teman dan kakakku.. Tapi aku tidak bisa melihatmu sebagai pria,kau sangat baik padaku dan aku tak bisa memiliki perasaan itu padamu”

Sehun menundukan kepalanya, tangannya yang terkepal sudah tidak lagi, ia tau selama ini Yena memang tidak bisa melihatnya sebagai pria bagaimana pun ia mencobanya tapi Yena tetap tak bisa, dia tak tau bagaimana bisa Yena dan Kyungsoo bersama seperti sekarang, keduanya bahkan tak dekat selama disekolah dulu.

Yena memeluk Sehun dan menepuk-nepuk kecil punggungnya “Terima kasih Sehun karna sudah membantuku selama ini dan juga kemarin, jika bukan karna kau mungkin aku sudah dibawa pergi oleh Seungjun..Aku akan membalas semua kebaikanmu nanti. Kau tau.. saat kau pergi ke Amerika, aku marah padamu karna kau tidak memberi tau ku,kau menghilang begitu saja jadi jangan pergi lagi, apapun itu.. biarkan kita tetap berteman setelah ini. Kau juga lebih baik tinggal di Korea daripada di Amerika, asal kau tau bahasa inggris mu buruk” Ejek Yena diakhir ucapannya dan sepertinya Sehun luluh dengan ucapannya, dia terlihat tenang sekarang. Yena melepaskan pelukannya, dia melihat Sehun menangis “Ya.. Kau seperti anak kecil, kenapa menangis huh?” ia mengahapus sisa air mata di pipi Sehun.

Sehun menolaknya, dia seperti anak kecil sekarang lengkap dengan aegyonya. Beginilah Sehun walaupun terlihat menakutkan tapi sebenarnya dia seperti anak kecil apalagi dia adalah maknae dikeluarganya jadi ia hidup manja selama ini. Sebenarnya Sehun belum menerima ini, ia masih marah tapi mendengar ucapan Yena ia menjadi luluh.. entahlah, ini memang kelemahannya juga hanya Yena lah yang bisa membuatnya seperti ini, jika ia tetap bersikeras dan menjauhkan mereka Yena pasti terluka kan? Ia tak mau seperti Seungjun juga yang bersikap kasar, ia masih ingin tetap disamping Yena walaupun sebagai teman atau sebagai Oppa bagi Yena.

.

Yena masuk kedalam apartementnya setelah hampir 30 menit berbicara dengan Sehun ditaman belakang tadi, ia melihat Kyungsoo berada didepannya dengan wajah penuh memar tentunya tapi tak begitu parah juga. Ah, dia sedang sakit sekarang dan harus mendapatkan pukulan Sehun juga “Sakit?”

Kyungsoo menggeleng “Sehun bagaimana?”

“Dia sudah mengerti, dia tak akan menganggu lagi dan dia juga meminta maaf untukmu tadi” Yena mendekati Kyungsoo sampai mereka benar-benar berhadapan dengannya sekarang, ia melihat lebih dekat bekas pukulan Sehun itu “Ah..Sehun, dia benar-benar…”

“Kau seperti seorang Ibu yang melihat luka anaknya sekarang” Ucap Kyungsoo melihat apa yang Yena lakukan padannya sekarang.

“Benarkah? Itu bagus, lagipula sebentar lagi aku menjadi Ibu” Yena tersenyum pada Kyungsoo “Ayo kita obati saja..”

 

Kyungsoo mengobati lukanya sendiri dengan sebuah cermin milik Yena ditangan kirinya, Yena tadi membantunya tapi Yena malah membuatnya kesakitan jadi ia lebih memilih mengobati saja sendiri lagipula ini tak terlalu parah hanya memar saja sampai tak berdarah. Yena mengamati Kyungsoo dengan serius, melihat bagaimana dia mengobati memar itu sendiri.. pantas saja dia memilih kedokteran, dia memang baik dalam mengobati lukannya sendiri.

“Kenapa kau memilih kedokteran?” Tanya Yena tiba-tiba setelah Kyungsoo berhasil mengobati luka nya itu, Kyungsoo menggeleng “Bukan aku yang memilihnya, semua guru saat itu ingin aku masuk kedokteran di universitas Seoul karna katanya aku cocok disana lalu.. aku benar-benar berhasil masuk kesana”

“Jadi ini bukan keinginanmu?”

“Tidak juga, aku merasa aku cocok jika di kedokteran”

“Aku juga pikir kau cocok, aku iri.. kau pintar..” Yena mengerutkan bibirnya “Tapi, aku tidak berharap anak kita sepertimu”

“Apa? Ya! Bukankah bagus jika anak itu pintar seperti ku”

“Aku suka jika dia pintar, tapi kepribadiannya.. tidak. Aku harap dia sepertiku saja” Yena mengucapkannya dengan bangga, ia memang ingin anaknya ceria sepertinya tidak seperti Ayahnya nanti. Tapi tentu saja Kyungsoo tak setuju, Yena terlalu malas belajar.. mana mungkin ia mau anaknya seperti itu nanti jadi mereka sedikit berdebat tentang itu.

Kyungsoo mengalah ia tak mau berdebat dengan Yena, bisa-bisa sakit lagi.. beberapa saat mereka diam dan menonton tv, ia ingat sesuatu sekarang…semalam ia mengatakan ia mencintai Yena tapi dia tak membalasnnya entah karna dia masih syok dengan kejadiann buruk padannya atau karna dia tak mempercayainya, “Tapi..Yena-ya..”

“Apa?” Jawab Yena serius menonton tv didepan, Kyungsoo melihat Yena dengan ragu akan melanjutkan ucapannya atau tidak, ia penasaran dan jika ia tidak mengucapkannya ia akan benar-benar menjadi seorang pengecut, “Saranghae…”

Yena langsung melirik pada Kyungsoo dengan wajah terkejutnya, Ada apa dengan Kyungsoo? Kenapa tiba-tiba dia berkata seperti itu? Sama seperti semalam, Yena benar-benar terkejut dan tak bisa mengucapkan apa-apa selain menatap Kyungsoo.

“Malam tadi aku mengatakannya…kau mendengarnya kan, aku mencintaimu Yena.. ”

“Lalu?” Yena mencoba bersikap tenang padahal dalam hatinya ia sudah bergemuruh, tentu saja ia mendengar itu semalam. Kyungsoo menatap lekat-lekat kedua mata Yena, ia tentu saja tau Yena juga memiliki perasaan yang sama dengannya dari Eunsoo dan kenapa Yena berpura-pura tak mendengarnya seperti ini?

“Aku ingin bersamamu” Jawab Kyungsoo serius masih menatap kedua mata Yena, ia tau bagaimana ekspresi terkejut Yena sekarang tapi ia juga menemukan sesuatu yang lain, dia pasti sedang berpura-pura menyembunyikan perasaannya.

“Kyungsoo-ya…”

Kyungsoo menyela cepat “Lebih baik kita jangan memikirkan apapun, aku akan berusaha untuk menghidupi kita.. Asalkan kau tetap disini bersamaku, kita membesarkan anak kita bersama dan aku akan menikahimu..” ia juga tau apa yang Yena khawatirkan selama ini, tentang kuliahnya dan juga pekerjannya yang tak tentu hanya sebagai pekerjaan paruh waktu saja tapi ia yakin akan bisa menghidupi mereka bertiga.

Yena hanya diam mendengar ucapan Kyungsoo yang membuatnya tersentuh, tersentuh? Ia merasa seperti itu sekarang, ia tak pernah mebayangkan Kyungsoo akan mengucapkan kata-kata ini.. ia ingin membesarkan anak mereka bersama dan juga menikahinya. Ini bagus kan, ia juga ingin bersama Kyungsoo disini tapi kenapa ia ragu..

“Aku tidak bisa menjamin kau bisa menikmati hidup sesuai keinginanmu, tapi aku akan berusaha membahagiakanmu..Aku janji Yena jadi jangan khawatirkan apapun”

Yena tidak tau kenapa sekarang ia meneteskan air matanya, mungkin ini karna ia merasa terharu dan tersentuh dengan yang diucapkan Kyungsoo tadi, dulu ia tak pernah tau mengapa setiap wanita didalam drama akan menangis jika pria mengatakan yang sama dengan Kyungsoo katakan tadi dan sekarang ia tau kenapa mereka menangis.

“Jadi Apa kau mau bersamaku?” Kyungsoo bertanya masih memandang Yena disana, tangannya terulur menghapus air mata yang jatuh di pipi Yena itu. Yena ikut memandnag Kyungsoo dengan mata berairnya. Kyungsoo menurunkan tangannya, ia lalu tersenyum tiba-tiba membuat Yena bingung.. ada apa dengannya di suasana seperti ini? Dia mau menghancurkan suasana romantis ini?

“Ah… Asal kau tau Eunsoo menceritakan semua tentang perasaanmu padaku, dia menceritakannya dengan jelas”

Mata Yena membulat, Eunsoo menceritakannya? Ada apa dengan sahabatnya itu sampai bisa menceritakan ini pada Kyungsoo. Ia juga wanita yang tak mau pria yang disukainya tau perasaannya, tapi sekarang baik-baik saja kan karna Kyungsoo ternyata menyukainya juga tapi tetap saja ia malu. Awas saja Eunsoo. Yena sedikit mengumpat lalu menunduk menyembunyikan wajahnya. Kyungsoo terus menggodanya dengan kata-kata menggelikan, kenyataan bahwa ia yang menyukai terlebih dulu Kyungsoo, itu memalukan dan seharusnya tidak Kyungsoo ketahui.

“Tapi kenapa kau tidak mengakuinya saja, kau bisa melamar Sehun dan mengatakan jika tak ada salahnya wanita duluan yang mengaku tapi kenapa kau tidak bisa mengatakannya padaku?”

Ya, Itu benar.. Apa yang Kyungsoo katakan benar. Yena bisa dengan mudahnya tanpa malu melamar Sehun dan jika ada pria yang menarik perhatiannya juga terkadang ia bisa langsung mengungkapkannya pada orang itu tapi Kyungsoo berbeda, dia berbeda. Ah, Yena juga ingat sangat ia mengaku jika Kyungsoo memang cinta pertamanya dan bisa saja ia jatuh cinta padannya lagi.. itu semua terjadi, dia memang menyukai Kyungsoo lagi. Yena menghela nafas berat lalu menaikan kepalanya mencoba memandangi Kyungsoo “Kyungsoo-ya.. Aku tidak tau apa saja yang kau dengar dari Eunsoo tapi sepertinya kau juga mendengar tentang apa yang ku khawatirkan, Aku memang menyukaimu..Aku juga ingin bersamamu disani tapi apa kau tau jika kita hidup bersama bebanmu akan semakin berat, kau harus kuliah dan juga berkerja..”

“Tidak. Yena, sudah kubilang jangan khawatirkan itu.. aku yakin kita bisa” Kyunsoo memegang tangan Yena mencoba menyakinkan Yena dengan menatap matanya kebali “Percayalah..”

Yena akhirnya mengangguk setelah diam beberapa saat, ia akan mengikuti kata hatinya sekarang, ini juga kemauannya ia tak mau pindah dari sini dan jauh dari Kyungsoo lalu membesarkan anaknya sendiri, rencanannya sudah berubah..Sekarang, ia akan tinggal disini bersama Kyungsoo tanpa mengkhawatirkan apapun karna ia juga akan berusaha untuk meringan beban Kyungsoo “Kyungsoo-ya.. Saranghae”

.

.

 

Selama dua bulan ini Yena maupun Kyungsoo merasa bahagia dengan kehidupan mereka sekarang, Yena tak perlu mengkhawatirkan lagi untuk pindah karna sekarang ia bisa tinggal di apartement Kyungsoo ini, setelah ini juga Ayahnya masih belum menghubunginya ataupun mengirimnya uang membuatnya merasa sedikit khawatir tapi entah kenapa ia merasa jika Ayahnya itu sepertinya memang sudah menikah lagi dan membuangnya karna sekarang dia sudah lulus kuliah.

Bagaimana dengan Sehun dan Seungjun? Tanpa diketahui Kyungsoo sebenarnya bulan lalu, Seungjun datang kemari saat Kyungsoo tak ada dirumah dia meminta maaf pada Yena atas apa yang dia lakukan dan berjanji tak akan melakukannya lagi karna sekarang ia akan ikut Ayahnya ke spanyol, dia bahkan mengucapkan selamat saat mengetahui kehamilannya dan hubungannya dengan Kyungsoo. Seungjun pria baik, Yena tau itu.. ia hanya merasa kesepian sama sepertinya dan ia yakin dia bisa hidup dengan baik di Spanyol apalagi dia mengikuti Ayahnya disana. Sehun, dia masih di Seoul.. mereka masih berhubungan walaupun Kyungsoo terkadang mengawasi mereka dan meminta Yena tak terlalu sering menemui Sehun, cemburu..mungkin saja. Entah bagaimana Sehun bisa slalu menghindar saat keluarganya ingin dia pergi ke Amerika meneruskan sekolahnya, dia akan slalu menjadi teman, kakak dan Ayah bagi Yena, Sehun juga sepertinya sudah menerima keadaannya sekarang jika ia tak pernah menganggapnya sebagai pria. Oh ya.. Eunsoo juga kuliah dengan baik, hanya saja mereka jarang bertemu karna Eunsoo sibuk kuliah dan yang ia dengar sekarang Eunsoo juga tengah berkencan. Ya, mereka sudah menjalani kehidupan mereka masing-masing sekarang, tak ada masalah lagi.

Lalu hubungan apa yang keduanya jalani? Mereka berdua mengakui menyukai satu-sama lain, bisa dibilang mereka berpacaran juga dan untuk masalah pernikahan.. mereka berencana akan mendaftarkannya setelah Yena melahirkan agar nanti mereka juga menikah di gereja sesuai keinginan Yena, Yena menginginkan menikah di gereja memakai gaun putih seperti yang diinginkannya selama ini walaupun mendaftar saja cukup tapi ia ingin memakai gaun pernikahannya.

Hari ini Kyungsoo tidak memiliki kelas ataupun harus berkerja paruh waktu, ia menghabiskan waktunya dengan Yena dirumah membahas banyak tentang masa depan mereka dan juga bayi mereka yang kini sudah berusia lima bulan, terkadang sikap Kyungsoo yang dingin masih terasa namun Yena sekarang sudah merubahnya jauh lebih baik dan bisa dibilang sekarang Kyungsoo sudah menjadi orang yang hangat.

Sekarang, Yena sedang mengikat rambut Kyungsoo menjadi beberapa ikatan kecil, ia begitu menikmati kegiatannya ini sedangkan Kyungsoo hanya menghela nafasnnya menerima apa saja yang Yena lakukan pada rambutnya, ini slalu terjadi selama beberapa hari belakang ini adalah salah satu hal aneh yang Yena lakukan dikehamilannya ini “Aku rasa anak kita perempuan”

“Aku juga berpikir seperti itu, tapi entah kenapa aku merasa dia laki-laki”

Kyungsoo melihat rambutnya dari cermin ukuran sedang ditangannya, dia benar-benar pasrah dengan apa yang Yena lakukan sekarang pada rambutnya “Mana mungkin dia menginginkan ini jika dia anak laki-laki”

“Itu benar, tapi.. kau tau kan aku juga ingin menonton sepak bola minggu lalu.. ”

“Bukankah seharusnya kita mengetahui saja jenis kelaminnya nanti?”

“Jangan, lebih baik jangan..lagipula perempuan atau laki-laki kan tidak masalah bagimu” Yena masih serius mengikat rambut Kyungsoo bahkan sampai membuat rambut pria itu rontok, Kyungsoo benar-benar menahannya dengan baik pria ini benar-benar sudah berubah banyak sekarang. Yena sudah menyelesaikan kegiatannya tak lupa ia memoto hasil kerja nya lewat ponsel 2G nya itu, ia tersenyum puas setelahnya sedangkan Kyungsoo… “Bolehkah aku melepaskannya sekarang”

Yena mengangguk dan dengan cepat Kyungsoo melepaskan kembali ikatan rambut yang diperbuat Yena, setelah Yena memfoto dirinya ia akan bebas dari rasa sakit karna ikatan ini. Yena masih tertawa melihat foto-foto Kyungsoo di ponselnya. Kandungannya sekarang sudah menginjak lima bulan dan rencanannya setelah akhir pekan nanti ia akan pergi ke dokter bersama Kyungsoo, ya..sejak dua bulan lalu Kyungsoo menemaninya ke dokter kandungan mengecek kondisi bayi mereka, ia senang karna ada yang menemaninya jadi ia tak perlu pergi sendiri lagi. Sekarang, ia tidak merasa mual lagi yang ada ia makan banyak dan masih menyukai sup buatan Kyungsoo dan juga daging, entah itu dipanggang, rebus atau semacamnnya ia menyukai daging.. Sekarang, berat badannya juga naik membuat kaki dan tangannya membesar apalagi dengan perutnya yang sudah terlihat besar dan karna itu ia harus membeli lagi pakaian-pakaian yang lebih besar dan nyaman untuknya.

Yena menutup ponselnnya dan menaruh benda itu diatas meja, ia langsung bersandar di bahu Kyungsoo di sebelahnya diatas sofa yang mereka duduki ini. Kyungsoo sudah selesai melepaskan ikatan rambut di kepalanya.

“Kyungsoo-ya.. Sekarang dia berusia lima bulan, bisa kau jelaskan bagaimana dia sekarang?” Ucap Yena terdengar lucu dan manja, dia banyak menggunakan aegyo nya sekarang didepan Kyungsoo, entahlah.

“Bukankah nanti kita bisa mendengarnya langsung dari dokter”

“Aku tau, tapi aku lebih menyukai mendengar semuanya darimu”

“Aku bukan dokter kandungan Yena”

“Apa salahnya, yang penting kau juga Dokter nantinya.. Silahkan jelaskan Dokter Do Kyungsoo”

Kyungsoo tertawa kecil, Yena memang lebih seperti anak kecil sekarang.. Yena yang keras kepala, pemberani dan kasar itu sudah hilang sejak lama. Kyungsoo meraih bahu Yena dimana Yena masih bersandar di bahunya “Jika dia berusia lima bulan, sekarang panjangnya pasti sekitar 21-25 cm mungkin lebih.. organ-organnya juga semakin berkembang, pendengarannya juga semakin tajam ia juga bisa merasakan apa yang Ibunya rasakan jadi jangan stess dan yang penting ia akan semakin sering bergerak”

“Benarkah? Waw…Daebak”

“Ya, itu benar..Jadi lebih baik kau sering mendengarkan lagu yang tenang untuknya jangan dengarkan lagu rapp atau rock lagi!”

Yena langsung mengerutkan mulutnya, entah bagaimana bisa Kyungsoo tau itu tapi.. ia juga sering mendengarkan lagu classic untuk bayinya sejak beberapa bulan lalu melalui radio tua kesayanyannya. “Aku tau, kita juga jangan berbebat..kau harus menahannya, kau tau sendirikan sekarang aku merasa sensitif”

“Tentu saja aku tau, kau juga harus bisa menjaganya dan makan makanan yang sehat karna aku tak bisa mengawasimu selalu” Kyungsoo mengelus lembut puncak kepala Yena kemudian ia juga menciumnya dengan penuh rasa sayang, ia sangat mencintai Yena sekarang, cinta pertamanya dan kenyataan jika ia juga cinta pertama Yena membuatnya semakin senang, siapa sangka ini terjadi..sangat jarang cinta pertama seperti ini terjadi pada yang lain.

Ting..

Ting…

Keduanya menoleh pada pintu apartement yang berbunyi, bukan suara bel tapi suara seseorang memasukan password dari luar, tentu saja keduanya bingung dan terkejut. Kyungsoo langsung berdiri dan ketika pintu terbuka ia diam tak jauh dari Yena yang masih duduk di sofa dan juga didepan pintu itu, ia terkejut melihat siapa yang masuk kedalam apartement ini.

“Omma…” Panggil Kyungsoo pada wanita paruh baya didepannya itu yang kini menatapnya tajam dan juga pada Yena disana yang langsung berdiri dari duduk sambil memegangi perutnya yang terlihat menonjol dari balik dress berwarna peach itu.

.

 

To Be Continue….

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You – (Chapter 7)

  1. wahh. daebak. akhirnya nongol juga. serius ini eommanya kyungsoo dateng. kalo boleh nebak pasti gk setuju deh. tp masak iya cucu sendiri di tolak. ahh.. thor. kyungsoonya bikin baper ah.. di tunggu next nya..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s