[EXOFFI FREELANCE] Complicated Love (Chapter 3)

Complicated Love.jpg

COMPLICATED LOVE

Author : PSP

Main Cast :

Byun Baekhyun & Shin Jihyun (OC)

Other Cast :

Park Chanyeol • Kim Hyera (OC)

Genre : Romance • Friendship

Length : Chaptered

Rating : PG-15

Disclaimer :

The story is purely the result of my own thinking.

Summary :

Cinta terkadang muncul ditengah kedekatan sebuah persahabatan…

“Aku menyayangimu Baekhyun, tetapi sebagai seorang sahabat.”

“Terkadang aku pun membenci perasaanku ini Jihyun”.

°°°°°°°°°°°

“Jihyun-a, aku akan membeli obat dulu untukmu.”

“Iya, hati-hati dijalan.”

Dengan cepat Baekhyun bergegas untuk mencari sebuah apotik, ia benar-benar mengkhawatirkan keadaan Jihyun saat ini.

Setelah satu jam akhirnya Baekhyun berhasil menemukan sebuah apotik yang lumayan jauh dari apartement Jihyun. Setelah mendapatkan obat yang dimaksud oleh dokter tadi, tanpa menunggu lama lagi ia bergegas kembali menuju apartement Jihyun.

Sesampainya di apartement, Baekhyun segera pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih kemudian membawanya ke kamar Jihyun.

“Aku datang.” dia membuka pintu yang langsung disambut oleh senyuman Jihyun.

“Wah kau sudah datang, cepat sekali.”

“Tentu saja. Ini minumlah obatnya, sebelum dokter datang ke sini kau kan sudah makan bubur, jadi sekarang kau bisa langsung meminum obatnya.” Baekhyun memberikan obat yang telah ia beli tadi, dan meletakan gelas yang sebelumnya ia pegang ke nakas yang ada dipinggir ranjang Jihyun. Jihyun kemudian langsung memasukan obat tersebut ke dalam mulutnya yang diikuti oleh tenggakan segelas air putih.

“Terimakasih Baekhyun-a, ya tuhan aku sungguh telah merepotkanmu.” Jihyun menampakan wajah sendunya, yang beberapa detik kemudiam dirinya mencoba untuk merengkuh tubuh Baekhyun ke dalam pelukannya.

“Hey, kau tidak perlu merasa seperti itu. Aku melakukannya tanpa ada paksaan, dengan senang hati aku merawatmu seperti ini.” Baekhyun membalas pelukan Jihyun, mengusap punggungnya seolah mengatakan bahwa Jihyun tidak perlu merasa sungkan padanya.

Dalam benaknya ia berkata bahwa dia sangat mengkhawatirkan Jihyun.

Aku sangat mengkhawatirkanmu Jihyun-a. Andaikan kau tahu bahwa aku bersikap seperti ini karena aku sangat mencintaimu.

“Sudahlah sekarang sudah malam, lebih baik kau tidur lebih awal agar cepat sembuh.”

“Baiklah, sekali lagi terimakasih.” Jihyun menggenggam tangan Baekhyun, mengusapnya dengan lembut untuk menyalurkan rasa terimakasihnya kepada Baekhyun.

Setelah itu Baekhyun melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Jihyun, ia langsung memasuki sebuah kamar yang terletak di sebelah kamar Jihyun yang akan ia pakai untuk beberapa hari ke depan ini.

°°°°°°°°°°

Jihyun POV

Aku terbangun karena merasakan silaunya cahaya, dan saat ku buka mataku terlihat bahwa saat ini Baekhyun tengah membukakan jendela kamarku. Beberapa saat kemudian ia berbalik menghadap ke arahku dan langsung menunjukkan senyumannya.

“Eoh, kau sudah bangun Jihyun-a?” Aku hanya mengangguk menanggapi pertanyaannya tersebut. Ia kemudian melangkahkan kakinya berjalan ke arahku dan memposisikan tubuhnya untuk duduk di tepian ranjang.

“Atau mungkin karena aku membukakan jendela kau jadi terbangun?”

“Ah tidak apa-apa Baekhyun-a lagipula ini sudah pagi, aku tidak mungkin kan hanya terus tertidur sepanjang hari.”

“Bagaimana keadaanmu? Apakah sudah mulai baikan?” Dia memeriksa keadaan suhu tubuhku dengan meletakkan punggung telapak tangannya ke keningku.

“Sepertinya keadaanku masih sama dari yang kemarin, lagipula aku kan baru satu kali minum obat jadi tidak mungkin bisa  langsung sembuh.” Aku berkata dengan sangat pelan karena merasakan badanku yang masih terasa lemas.

“Oh iya benar juga apa katamu.” Ia menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

“Ngomong-ngomong kau sudah terlihat rapih, apakah kau akan pergi ke universitas sekarang?”

“Iya, aku akan pergi sekarang, tapi setelah menemanimu makan.”

“Memangnya jam berapa ini? Lebih baik kau pergi saja, aku bisa makan sendiri.”

“Sekarang sudah jam 7, tidak apa-apa lagipula masih ada waktu sekitar 2 jam sebelum kelasku dimulai. Yasudah kau tunggu sebentar, aku akan mengambilkan makanan dan obatmu.” Ia langsung berdiri dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kamarku.

Beberapa saat kemudian Baekhyun kembali memasuki kamarku, kemudian duduk diatas ranjang bersamaku, dia meletakkan segelas air dan obat ke nakas yang ada disebelah ranjangku.

“Ini makanlah, tadi aku sudah membuatkan bubur untukmu.”

“Aku bisa makan sendiri Baekhyun-a. Biarkan aku makan sendiri saja.” Aku mencoba untuk mengambil sendok dari tangannya tapi dengan cepat dia menghindar.

“Hey kau ini, biarkan aku menyuapimu untuk kali ini.” Dia menatapku dengan tatapan yang tajam.

“Tapi kan a-“

“Tidak ada tapi-tapian, aku tidak menerima penolakan kali ini.” Tatapannya semakin menajam saat ini.

“Iya baiklah aku menurut padamu kali ini.” Tanpa sadar aku mengerucutkan bibirku dan membuang pandanganku ke arah lain untuk menghindari tatapannya saat ini.

“Bagus kalau begitu, ayo makan.” Seketika ku lihat tatapannya sudah berubah menjadi seperti semula, ia menatapku dengan lembut.

Aigo anak pintar haha jika sedang sakit seperti ini kau terlihat seperti anak kecil yang penurut Jihyun-a.” Ia terkekeh melihatku.

Apa-apaan dia menyamakanku dengan anak kecil, dasar menyebalkan.

“Aish kau ini mentang-mentang aku sedang sakit kau jadi berbicara seenaknya seperti itu.” Ucapku seraya mengerucutkan bibir.

“Lihatlah kau semakin terlihat seperti anak kecil.” Ia terlihat gemas kepadaku kemudian tiba-tiba mencubit kedua pipiku.

“Aw… sakit.” Ringisan kesakitan keluar dari mulutku.

“Hehe mianhae.”

“Aku sudah kenyang tidak mau makan lagi.”

“Tapi ini tinggal sedikit lagi.”

“Tidak mau, aku sudah kenyang. Mana obatnya aku mau meminumnya sekarang.” Ia kemudian memberikan obatnya kepadaku.

“Kau sudah sarapan belum?”

“Aku sudah sarapan tadi sebelum pergi untuk membangunkanmu”

“Syukurlah kalau begitu, sebaiknya kau cepat pergi ke universitas. Kalau tidak, mungkin kau bisa terlambat Baekhyun-a.” Ku ingatkan dia karena aku khawatir dia mungkin saja bisa terlambat.

“Oh iya, yasudah aku pergi dulu ya. Jaga dirimu baik-baik ok, aku akan pulang sore nanti.”

“Iya hati-hati dijalan.” Kemudian dia melangkahkan kakinya pergi meninggalkanku.

°°°°°°°°°°

Baekhyun POV

Aku tiba di universitas sekitar empat puluh menit sebelum kelasku dimulai, maka dari itu aku memutuskan untuk menghubungi Hyera dan Chanyeol, dan meminta mereka untuk menemuiku di kantin.

Setelah beberapa menit kemudian Hyera tiba diikuti dengan Chanyeol yang berada dibelakangnya, terlihat jelas diwajahnya bahwa dia sedang merasa sangat gembira saat ini.

“Ada apa Hyera-ya? Wajahmu terlihat bersinar sekali sepertinya.”

“Benarkah? Apakah terlihat jelas?”

“Memangnya ada apa?”

“Jadi begini, pujaan hatinya itu telah mengutarakan perasaan padanya.” Chanyeol menjelaskan padaku.

Mwo? Jinjja? Jadi Kyungsoo telah menyatakan cinta padamu?” Seketika mataku membulat, aku merasa terkejut dengan apa yang kudengar barusan.

“Sssttt.. Aish kau ini jangan bicara keras-keras.” Dia terlihat sedikit kesal padaku karena spontan aku berkata dengan cukup keras.

“Jadi, si pendiam itu menyatakan cintanya padamu? Hahaha sungguh ini diluar dugaan.” Aku tertawa dengan keras, diikuti dengan Chanyeol yang ikut tertawa bersamaku.

“Haha benar Baekhyun-a, si pendiam itu menyatakan cintanya pada Hyera. Padahal sebelumnya aku yakin Kyungsoo tidak akan mungkin tertarik pada wanita seperti Hyera.” Aku dan Chanyeol kembali tertawa dengan sangat keras.

“Hey, mengapa kalian bersikap berlebihan seperti itu. Padahal kan harusnya kalian ikut berbahagia sebagai seorang sahabat.” Hyera terlihat semakin kesal pada tingkah kami, ia mengedarkan pandangannya ke arah lain sambil melipat kedua tangannya.

“Hehe mianhae Hyera-ya, kami hanya tidak menyangka akhirnya bisa jadi seperti ini.” Chanyeol meminta maaf pada Hyera.

“Kalau begitu coba ceritakan bagaimana kelanjutannya, apa kau menerimanya?” Jujur saja aku merasa penasaran dengan hal ini.

“Hm sebenarnya aku belum menjawab pernyataan cintanya.” Ucap Hyera dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Mwo? Apa-apaan kau ini, kau sudah mengejarnya begitu lama, tetapi disaat Kyungsoo telah menyatakan perasaannya padamu bukannya kau menerimanya tapi malah mengambil keputusan seperti itu.” Aku tidak setuju dengan keputusannya ini, karena hal tersebut sangat tidak baik jika sampai di sia-siakan seperti itu.

“Benar apa kata Baekhyun, kau harusnya langsung menerimanya. Jika seperti ini, mungkin saja dia akan berubah pikiran.” Chanyeol pun ikut setuju dengan perkataanku. Hyera terlihat mulai mencerna perkataan kami, yang beberapa detik kemudian ia merasa terlihat cemas.

Omo, bagaimana ini? Mengapa aku bisa sangat bodoh seperti ini. Kalau begitu aku harus menemuinya sekarang juga, dan memberikan jawaban kepadanya. Aku pergi dulu, annyeong!” Tanpa berlama-lama Hyera langsung pergi berlalu meninggalkan kami berdua. Aku dan Chanyeol pun tertawa melihat tingkahnya.

“Oh iya, bagaimana keadaan Jihyun? Apakah sudah membaik?”

“Masih terlihat sama seperti kemarin, tapi kuharap dia akan segera membaik hari ini.”

“Kalau begitu aku akan ikut dengan mu untuk menemui Jihyun nanti, dan aku juga akan memberitahu Hyera.”

Ne, baiklah.”

Beberapa menit kemudian ada seorang perempuan yang menghampiri kami, sungguh aku sangat malas meladeninya saat ini, dia salah satu dari sekian banyak perempuan yang menyukaiku, tetapi dibandingkan dengan yang lain dia terus saja tidak henti-hentinya mengusik kehidupanku. Dia terus saja menemuiku dan bersikap seolah-olah dia sudah sangat dekat denganku. Namanya adalah Kang Seulgi.

Dia memang wanita yang cantik, banyak pria di universitas ini menyukainya. Tetapi sungguh, sedikitpun aku tidak pernah tertarik kepadanya, karena aku hanya mencintai Jihyun.

Annyeong Baekhyun-a.” dia berdiri dihadapanku dan Chanyeol.

“Hey bisa tidak jangan menemuiku, padahal satu minggu terakhir ini aku merasa sangat nyaman karena kau tidak datang menggangguku tetapi sekarang kau malah ada dihadapanku lagi. Aku muak denganmu. Jangan ganggu aku!” Ku kibaskan tanganku untuk mengusirnya, aku tidak peduli entah mau dibilang kasar atau apapun, aku sudah muak melihatnya.

Aigo kau semakin tampan jika sedang marah seperti ini.” Kata-katanya sungguh terasa panas ditelingaku.

“Sudahlah lebih baik kita pergi dari sini Baekhyun-a, daripada meladeninya, lagipula kelasmu akan dimulai sebentar lagi kan?” Chanyeol mengajaku untuk pergi karena kelas memang akan segera dimulai.

“Kaja, lagipula aku muak berlama-lama melihat mukanya.”

Aku dan Chanyeol meninggalkan Seulgi sendirian, dan terdengar bahwa Seulgi terus memanggil-manggil namaku memintaku untuk kembali.

Author POV

Baekhyun telah mengikuti kelas pertamanya, ia memutuskan untuk pergi ke taman yang ada di universitas ini sambil mengerjakan tugas yang belum ia selesaikan.

Setelah sekitar 1 jam Baekhyun merasa bosan sendirian, ia pun mencoba untuk menghubungi Chanyeol dan Hyera untuk datang menemaninya. Selang beberapa menit kemudian Chanyeol dan Hyera menampakan dirinya di hadapan Baekhyun.

Baru saja Chanyeol akan mendudukan dirinya direrumputan tiba-tiba Hyera berkata.

“Disini membosankan, lebih baik kita ke kantin saja. Lagipula ini sudah masuk jam makan siang.”

“Saran yang sangat bagus, aku juga sudah merasa lapar. Lebih baik kita pergi ke kantin.”

“Kalian ini ingatnya makan dan makan saja.”

°°°°°°°°°°

“Hey bagaimana dengan si pendiam itu Hyera-ya?” Chanyeol membuka pembicaraan saat mereka sedang asik makan.

“Aku sudah menerimanya tadi, dan secepat mungkin aku akan memperkenalkannya kepada kalian secara resmi sebagai kekasihku.” Hyera terlihat sangat senang, ia menampilkan senyumannya yang menampakan deretan giginya yang tersusun rapih.

Sedangkan Baekhyun yang saat ini sedang makan dengan tenang, tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Aish, mengapa aku lupa bahwa Jihyun perlu makan siang. Kalian juga, kalian ini kan sahabatnya Jihyun juga, kenapa kalian tidak ingat padanya! Tidak mungkin aku harus kembali ke apartement Jihyun untuk memberikannya makanan.” Baekhyun merutuki dirinya yang lupa akan Jihyun yang sedang sakit saat ini.

“Hey, mengapa kau menyalahkan kami juga. Kami pun lupa akan hal itu bodoh!” Hyera tidak terima disalahkan dan memukulkan sendok yang ia pegang ke kepala Baekhyun.

Yak, sakit” Baekhyun meringis kesakitan.

“Sudah-sudah, tidak usah bertengkar. Ia kan bisa memesan makanan sendiri, memangnya dia itu anak kecil yang tidak bisa apa-apa? Kau ini terlalu berlebihan mengkhawatirkannya.”

“Oh iya benar juga apa katamu, yasudah aku akan menghubungi Jihyun dulu.”

“Yeoboseyo?”

Yeoboseyo Jihyun-a? Ini sudah waktunya bagimu untuk minum obat, apa kau sudah makan? Ku yakin belum, sebaiknya kau memesan makanan sekarang juga.”

“Jangan khawatir Baekhyun-a, aku sudah makan tadi dan juga sudah meminum obatku.”

“Benarkah? Kau tidak berbohong kan?”

“Hey untuk apa aku berbohong padamu.”

“Hm baguslah, yasudah aku hanya ingin menanyakan hal itu saja, kalau begitu jaga dirimu baik-baik ya. Nanti aku akan kesana bersama Chanyeol dan Hyera.”

“Baiklah, annyeong.”

Annyeong.”

Bip…

Baekhyun menutup sambungannya, dan terlihat bahwa saat ini Hyera dan Chanyeol sedang menatap ke arahnya dengan tatapan yang menelisik.

Wae? Kenapa kalian menatapku seperti itu?” Baekhyun merasa heran dengan dua sahabatnya itu.

“Lebih baik cepat utarakan perasaanmu padanya!” Dengan tatapan yang tajam Chanyeol mengatakan hal tersebut kepada Baekhyun.

“Iya itu benar, sebelum Jihyun mengetahuinya dengan cara yang tidak benar.” Hyera kemudian menimpali ucapan Chanyeol.

“Tidak, aku tidak mungkin mengutarakan perasaanku pada Jihyun, aku tidak ingin merusak persahabatan kita.”

“Tapi Baekhyun-a, lebih baik jika kau berterus terang kepadanya. Ini sudah sekitar 2 tahun semenjak kau menyadari kenyataan bahwa kau telah mencintai Jihyun, tetapi sampai sekarang kau masih tidak mau berterus terang kepadanya.”

“Aku tidak bisa, selain alasan bahwa aku tidak ingin merusak persahabatan kita, aku yakin bahwa Jihyun masih teringat dengan masa lalunya.”

“Kurasa dugaanmu itu tidak benar, karena selama ini Jihyun tidak pernah mengungkit masa lalunya lagi kepada kita semua.”

“Hyera benar, selama satu tahun terakhir ini Jihyun tidak pernah mengungkit masa lalunya lagi.”

“Sudahlah tidak usah bahas ini lagi.”

“Cepat utarakan perasaanmu atau kau akan menyesal nantinya.” Chanyeol kembali menegaskan ucapannya berharap agar Baekhyun mengikuti sarannya kali ini.

Didalam benaknya, Baekhyun dengan sangat keras mencoba mempertimbangkan semua perkataan dua sahabatnya itu. Tetapi pada akhirnya dia tetap bersikukuh untuk tidak berterus terang pada Jihyun.

.

.

.

.

.

  • ••TBC•••
Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s