[EXOFFI FREELANCE] COMPLICATED LOVE (Chapter 4)

Complicated Love

COMPLICATED LOVE

Author : PSP

Main Cast :

Byun Baekhyun & Shin Jihyun (OC)

Other Cast :

Park Chanyeol • Kim Hyera (OC)

Genre : Romance • Friendship

Length : Chaptered

Rating : PG-15

Disclaimer :

The story is purely the result of my own thinking.

Summary :

Cinta terkadang muncul ditengah kedekatan sebuah persahabatan…

“Aku menyayangimu Baekhyun, tetapi sebagai seorang sahabat.”

“Terkadang aku pun membenci perasaanku ini Jihyun”.

°°°°°°°°°°°

 

“Jihyun-a kami datang!” seru Hyera dengan suara yang keras. Terlihat saat ini Jihyun sedang menonton televisi.

“Hey kalian sudah datang?” Chanyeol dan Hyera bergantian memeluk Jihyun.

“Hm aku sangat mengkhawatirkan mu.” Ucap Hyera yang masih belum melepaskan pelukannya pada Jihyun.

“Bagaimana keadaanmu sekarang?” Chanyeol bertanya pada Jihyun.

“Sekarang aku sudah lebih membaik.” Jihyun tersenyum manis ke arah Chanyeol.

“Syukurlah.” Chanyeol mengusap lembut kepala Jihyun.

“Aku akan membuat minuman sebentar.” Baekhyun pergi ke arah dapur, sedangkan Jihyun, Chanyeol dan Hyera asik mengobrol sambil menonton televisi.

“Jihyun-a, aku punya kabar gembira.”

“Kabar apa?”

“Aku dan Kyungsoo sudah  resmi menjadi sepasang kekasih.”

Jinjja? Bagaimana bisa?” Jihyun terkejut dan sedikit tidak percaya.

“Jadi sebenarnya selama ini dia juga menyukaiku, tetapi dia bingung akan perasaannya itu terhadapku. Dia baru menyadari perasaannya akhir-akhir ini, maka dari itu dia baru mengungkapkan perasaannya padaku.”

“Sangat jelas mengapa dia baru menyadarinya, dia kan kutu buku. Tidak mungkin mengetahui dengan mudah apa itu cinta.” Chanyeol berkata sambil menaikan sebelah alisnya.

“Itu benar, si pendiam itu tidak mungkin dengan mudah mengerti apa itu cinta.” Baekhyun yang baru datang tiba-tiba ikut menimpali ucapan Chanyeol, sambil membawa minuman yang telah ia buat.

Yak! Kalian ini apa-apaan sih. Daripada kau Chanyeol-a kau sampai sekarang tidak punya pacar, jangan-jangan kau ini gay ya? Iiiih sungguh menakutkan. Dan kau Baekhyun-a, daripada kau yang tidak pernah mau meng-” Dengan cepat Chanyeol membekap mulut Hyera, agar Hyera tidak membongkar semuanya saat ini. Baekhyun melolot ke arah Hyera sedangkan Hera hanya cengingisan. Jihyun heran dengan sikap ketiga sahabatnya itu.

Wae? Ada apa?”

“Ah tidak ada apa-apa, hey Hyera-ya jaga ucapanmu itu! Aku hanya belum menemukan wanita yang pas denganku. Kau tau sendiri kan seleraku ini sangat tinggi! Terakhir kali berpacaran, aku bersama seorang model yang sangat cantik.” Chanyeol seakan tidak terima dengan apa yang telah diucapkan oleh Hyera.

“Kalau begitu mengapa kalian putus? Bukankah karena dia berselingkuh? Itu artinya  dia bosan padamu dan memilih untuk berselingkuh. Kasihan sekali dirimu.” Hyera menjulurkan lidahnya ke arah Chanyeol. Karena tidak terima, Chanyeol pun melemparkan bantal yang ada disofa ke arah Hyera. Baekhyun dan Jihyun hanya tertawa melihat tingkah kekanak-kanakan mereka berdua.

“Oh iya Baekhyun-a, kudengar dari Chanyeol, perempuan itu menemuimu lagi tadi?”

“Ah sudahlah, kau tidak usah membahas itu.” Baekhyun terlihat malas untuk membicarakan tentang hal tersebut.

“Benarkah? Seulgi menemuimu lagi? Padahal sudah satu minggu dia tidak menggangumu, tetapi mengapa dia menemuimu lagi?” Jihyun terlihat penasaran dengan apa yang telah terjadi.

“Jadi begini, kudengar seminggu terakhir ini Seulgi tidak masuk, jadi pantas saja dia tidak mengganggu Baekhyun.”

Chanyeol menjelaskan kepada dua sahabat perempuannya itu, sedangkan Baekhyun terlihat malas dengan hal itu dia mengarahkan pandangannya lurus ke arah televisi.

“Berarti dugaan kita salah, kita kira Seulgi sudah menyerah kepada Baekhyun.”

“Baekhyun-a, mengapa kau tidak mencoba untuk menerimanya saja? Bukankah dia sangat cantik ya walaupun sifatnya sedikit tidak baik, bagaimanapun juga dia sudah mengejarmu selama satu tahun terakhir ini.”

Baekhyun terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Jihyun barusan. Sama halnya dengan Chanyeol dan Hyera, mereka tidak menyangka Jihyun akan berkata seperti itu.

“Hey Jihyun-a, kau kan tau sendiri sahabat kita yang satu ini akan memilih hidup tanpa seorang kekasih seumur hidupnya.” Sambil menepuk pundak Baekhyun, Chanyeol berusaha mencairkan ketegangan yang tiba-tiba datang ditengah obrolan mereka.

“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerimanya, dia wanita yang tidak baik, sifatnya angkuh. Aku tidak suka padanya.”

“Tapi Baek-” Saat Jihyun akan berbicara lagi tiba-tiba Baekhyun pergi meninggalkan mereka.

“Ada apa dengannya? Mengapa dia terlihat sangat marah?” Jihyun bingung dengan sikap Baekhyun.

“Sudahlah Jihyun-a, kau tidak usah memperdulikan sikapnya itu. Ngomong-ngomong aku dan Chanyeol akan menginap disini.”

“Benarkah? Ah aku sangat senang kalau begitu.” Jihyun memeluk Hyera yang berada disampingnya.

“Kalau begitu aku ingin mandi dulu ya, aku akan meminjam bajumu dulu Jihyun-a” Jihyun menganggukkan kepalanya.

“Aku juga akan mandi dulu.”

Mereka berdua pergi meninggalkan Jihyun, Hyera pergi masuk ke kamar Jihyun sedangkan Chanyeol pergi memasuki kamar yang ditempati oleh Baekhyun.

Baekhyun POV

Saat ini aku sedang duduk diatas ranjang sambil memainkan ponsel, aku sangat kesal karena Jihyun membahas tentang hal itu. Aku sangat ingin mengatakan alasanku sebenarnya mengapa tidak menerima wanita itu, aku sangat ingin mengatakan bahwa aku mencintainya. Tetapi tetap saja aku tidak berani untuk berterus terang.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

“Baekhyun-a aku akan masuk”

“Iya masuklah.” Chanyeol datang menemuiku, dia duduk ditepi ranjang sambil melipatkan kedua tangannya.

“Hey, seharusnya kau tidak bersikap seperti ini.”

“Tapi aku sangat kesal.”

“Kalau kau tidak mau Jihyun membicarakan soal itu lagi, lebih baik segera memberitahunya!”

Chanyeol kemudian berdiri, dan kulihat dia pergi memasuki kamar mandi. Sesaat kemudian dia kembali keluar.

“Hey, aku pinjam bajumu dulu ya. Aku akan menginap disini”

“Terserah kau saja.”

Beberapa menit kemudian aku merasa sangat haus, aku memutuskan pergi ke dapur untuk mengambil minum. Dan kulihat Jihyun masih berada didepan televisi, dia sedang asik menonton sambil sesekali tertawa. Beberapa saat kemudian dia sadar akan keberadaanku, dan berjalan ke arahku.

“Hey sebenarnya kau kenapa? Mengapa jadi sangat tersinggung seperti itu?” Aku bingung harus mengatakan apa padanya jadi aku hanya diam saja.

“Jika kata-kataku salah tolong maafkan aku. Mianhae.” kulihat raut wajahnya yang terlihat penuh penyesalan.

Oh ya tuhan, aku memang tidak bisa berlama-lama marah kepadanya.

Sesaat kemudian aku tersenyum ke arahnya.

Gwaenchana, sudah tidak perlu dibahas lagi.” Ia pun langsung menunjukkan senyuman manisnya ke arahku.

“Segarnyaaaa..” Kudengar suara Hyera, dia berjalan menghampiri kami.

“Sudah jam berapa ini?”

“Sekarang sudah jam 6.”

“Kalau begitu aku akan memasak makan malam untuk kalian semua.” Hyera tersenyum ke arah kami.

“Sana tunggulah, aku akan memasakan makanan yang sangat lezat untuk kalian.”

“Iya baiklah.” Aku dan Jihyun pergi berjalan ke arah sofa.

“Jihyun-a, aku akan mandi dulu ya.”

“Eoh aku juga belum mandi, aku pun akan mandi sekarang.”

“Hey tapi ingat, mandi dengan air hangat. Kau sedang sakit sekarang.”

“Iya baiklah aku mengerti, kau ini cerewet sekali.”

“Itu karena aku menyayangimu.”

“Aku juga menyayangimu Baekhyun-a” Dia memeluku dengan sangat erat. Andaikan kau tahu bahwa rasa sayangku ini lebih dari rasa sayang sebagai seorang sahabat.

“Yasudah sana cepat mandi.”

“Kau juga.”

Jihyun POV

Lega rasanya melihat Baekhyun yang sudah bersikap baik-baik saja kepadaku, aku tidak ingin dia berlama-lama marah padaku, dan aku sungguh menyesal telah mengatakan hal itu padanya. Setelah mandi, aku kembali ke ruang tengah. Kulihat Chanyeol, Baekhyun dan Hyera sudah berada dimeja makan.

“Eoh Jihyun-a kau sudah selesai mandi? Padahal baru saja aku akan memanggilmu. Kemarilah, makanannya sudah siap.” Hyera memintaku untuk duduk, aku pun duduk disebelahnya.

“Hm enak sekali, kau memang pandai sekali memasak Hyera-ya.” Chanyeol memuji masakan Hyera, dan aku pun mengakui bahwa masakan Hyera memang sangat lezat.

“Iya ini sangat lezat.” Baekhyun pun ikut memujinya.

“Hehe gomawo, mungkin aku memang terlahir mempunyai bakat memasak. Ah pasti Kyungsoo akan makin mencintaiku jika dia tahu aku pintar memasak.” Mata Hyera seketika terlihat berbinar-binar.

“Uhuk.” Entah kenapa tiba-tiba aku tersedak, dan kulihat Baekhyun segera memberikan minum kepadaku.

“Hey pelan-pelan makannya.” Baekhyun bangkit berdiri dan menepuk-nepuk punggungku.

“Aku sudah makan dengan pelan, tapi entah kenapa tiba-tiba aku tersedak.”

Aku tersenyum ke arahnya. Setelah kami selesai makan aku, Hyera dan Chanyeol pergi menonton televisi. Dan tiba-tiba Baekhyun menghampiriku kemudian memberikan obat kepadaku.

“Ini minumlah obatmu, kenapa kau bisa sampai lupa padahal kau masih sakit.”

“Ah iya aku lupa, terimakasih kau sudah mengingatkanku.” Aku mengambil obat yang ada ditangannya, kemudian meminum segelas air yang dibawa olehnya, setelah itu aku meletakan gelas tersebut diatas meja. Dan Baekhyun duduk disebelahku.

“Kurasa aku ingin pergi ke universitas besok.” Ucapku tiba-tiba yang langsung dijawab oleh Baekhyun.

“Jangan! Kau masih harus beristirahat satu hari lagi.”

“Tapi aku ingin masuk, pelajaran besok sangat penting. Aku tidak mungkin melewatkannya.”

“Hey Jihyun-a, Baekhyun benar. Kau masih sakit, lebih baik beristirahat untuk satu hari lagi.” Hyera berusaha ikut meyakinkanku.

“Baiklah aku akan beristirahat satu hari lagi.”

“Anak pintar.” Baekhyun mengeluarkan senyumannya dan mengusap halus kepalaku.

Satu jam kemudian Baekhyun kembali berbicara padaku.

“Jihyun-a ini sudah jam 9, sebaiknya kau tidur sekarang. Supaya kau bisa cepat sembuh.”

“Baiklah aku akan tidur sekarang.” Baekhyun kemudian mengantarkanku ke kamar, aku pun naik ke atas ranjang dan merebahkan diriku. Baekhyun menarikkan selimut untukku.

“Selamat malam.” Kemudian hal tak terduga pun terjadi, dia mengecup keningku. Aku merasa terkejut, bola mataku pun ikut membulat.

“Jihyun-a mianhae aku sudah mengecup keningmu tanpa izin.” Dia pun terlihat terkejut akan tindakannya barusan.

“Sudahlah tidak apa-apa, kau kan sahabatku.” Aku tersenyum manis ke arahnya.

“Yasudah aku keluar ya.” Kemudian ia pergi meninggalkan kamarku, beberapa menit berlalu aku merasakan kantuk yang sangat berat.

°°°°°°°°°°

Baekhyun POV

Pagi ini, kami pergi ke universitas pada jam 8 dan meninggalkan Jihyun, aku merasa sangat lega karena ku lihat tadi keadaan Jihyun sudah semakin membaik. Kelas akan dimulai 40 menit lagi, kami memutuskan untuk pergi ke taman yang ada di universitas ini.

“Hyera-ya, Chanyeol-a?” aku memulai pembicaraan.

Wae?” Chanyeol balik bertanya.

“Ada apa?” Hyera menatapku.

“Semalam saat aku menemani Jihyun untuk tidur, tanpa sadar aku mengecup keningnya.”

Mwo?” mereka berdua terkejut.

“Bagaimana bisa?”

“Aku pun tidak sadar telah melakukannya.”

“Lalu bagaimana dengan Jihyun?” Hyera bertanya kepadaku dengan wajah yang terlihat sangat penasaran.

“Awalnya kulihat dia juga terkejut dengan apa yang telah ku perbuat, tapi saat aku meminta maaf atas hal itu dia bilang bahwa tidak apa-apa karena kami bersahabat.”

“Sudah ku bilang, cepat beritahu dia Baekhyun-a.” Chanyeol mulai menegaskan kembali tentang hal itu padaku.

“Sudah jangan dibahas lagi kalau begitu.” Aku menutup pembicaraan ini.

Drrtt.. drrttt..

 

“Ponsel siapa itu yang berbunyi?” aku merasa heran karena bukan ponselku yang berbunyi.

“Ini ponselku yang berbunyi.” Dan beberapa saat kemudian setelah Hyera mengangkat panggilan itu, terlihat bahwa ia sangat senang.

“Baekhyun-a, Chanyeol-a aku pergi dulu ya. Kyungsoo sedang menungguku.” Hyera segera bangkit dan pergi meninggalkan kami berdua.

“Aku juga ingin pergi ke toilet dulu ya.” Chanyeol pun ikut meninggalkanku, dan sekarang aku hanya sendirian dibangku taman ini.

“Baekhyun-a!” Beberapa saat kemudian aku mendengar ada seseorang yang memanggilku, tiba-tiba orang tersebut sudah berada disampingku.

Annyeong Baekhyun-a.” Seulgi menyapaku, saat ku lirik ia sedang tersenyum ke arahku. Aku sangat muak melihatnya.

“Pergilah!” aku berusaha untuk lebih tenang menghadapinya.

“Hey, aku kan baru datang. Masa kau mau memintaku pergi secepat ini.”

“Aku malas melihatmu, cepatlah pergi disaat aku masih bisa bersikap baik padamu.” Aku sudah memperingatkannya tapi dia masih saja tak kunjung pergi.

“Baekhyun apakah kau tidak pernah melihat perasaanku ini padamu? Sudah 1 tahun  aku menunggumu, tapi kau terus saja  mengacuhkanku seperti ini. Aku sangat mencintaimu Baekhyun-a.”

“Cih.. Bukankah aku sudah berulang-ulang kali bilang padamu bahwa aku tidak menyukaimu sedikitpun.”

“Lalu mengapa? Mengapa kau tidak mencoba untuk menyukaiku? Bersikaplah baik padaku, setelah itu mendekatlah padaku. Dengan begitu suatu saat mungkin kau akan bisa mencintaiku.”

Aku mulai merasa emosi dengannya, aku sungguh muak mendengar semua perkataannya.

“Sudah ku bilang aku tidak menyukaimu! Sampai kapanpun aku tidak akan menyukaimu! Dan aku tidak akan pernah mau untuk mencoba menyukaimu!” Aku mulai meninggikan suaraku, aku tidak perduli saat orang-orang melihat ke arah kami.

Wae? Mengapa tidak? Apakah kau menyukai wanita lain?”

“Iya aku menyukai wanita lain!” Aku memutuskan untuk pergi meninggalkannya tetapi saat aku berdiri dan akan beranjak pergi, Seulgi meraih tanganku.

“Siapa? Siapa wanita yang bisa sampai menarik perhatianmu?” Aku menghela nafas dalam karena sudah terlalu kesal.

“Shin Jihyun! Dialah orangnya! Aku menyukainya! Ah, bukan sekedar suka tapi cinta! Aku mencintai Shin Jihyun!”

.

.

.

.

.

  • ••TBC•••
Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s