[EXOFFI FREELANCE] One of These Night (Chapter 2A)

OOTN (3).jpg

Author:

Seinyeohyun(@Hyerimnim1)

Tittle:

One of these night #2 (When i see you again)

Main cast:

-Oh Sehun(exo) || -Park Hyojin(oc/you)

Support cast:

-Byun Baekhyun || -Park Chanyeol || -Jung Daeun(2eyes) || -Various artis.

Genre:

Drama, Fluff, Romance, lil bit comedy, sad

Rating: General

PG: (warning)NC 17

~Summary~

Cinta sejati. Apa benar ada didunia ini? Jika ada, apa cinta kita adalah salah satunya. Cinta dimana kita kembali di pertemukan dalam 3 kehidupan yang berbeda.

Disclaimer:fanfiction ini murni dari otak saya tidak ada unsur plagiat atau apapun yg ada hanya inspirasi.kalau ada kesamaan dalam nama , maupun judul, saya mohon maaf sebanyaknya , karena seperti yg saya bilang tadi MURNI DARI OTAK SAYA.

Oke ….TOLONG BACA A/N SAMPE ABIS YAHHHHH:-D

One Of These Night #2

 

Uri dasi manna….( One of these Night )

Uri dasi mannaaa…( One of these Night )

-Red Velvet: One of these night

Mata indahnya masih tetap sama, hitam dan begitu mempesona. Wajah cantiknya pun masih seperti dulu. Begitu menganggumkan. Dia masih sempurna dan masih cacat dalam waktu bersamaan.

Park Hyojin tidak pernah menyangka kalau dirinya akan kembali didunia ini. Ya….ia Park Hyojin yang sama seperti 500 tahun yang lalu, perbedaannya adalah sekarang zaman modern, tidak ada kerajaan yang berkuasa. Semua serba canggih sekarang, bahkan gadis itu masih terdiam saat ingatannya 500 tahun lalu kembali terbuka.

Gadis itu kembali mengingat bagaimana dirinya menjalani hidup begitu mudah dan begitu sulit dulu.

“Heiii…apa yang kau lakukan eo?” seseorang tiba-tiba merangkul bahu Hyojin, dengan terpaksa gadis itu membuang kembali hayalannya.

“ya…kau selalu menghancurkan ketenanganku tiang” ya…sekarang ini yang berbeda, ia bukan lagi gadis bisu dengan kucing gembul dipangkuannya.

“eiii …kau galak sekali. Ini masih terlalu pagi untuk bertengkar nona. Oh…aku hanya ingin memperkenalkanmu pada sahabatku yang pindah dari Kanada sore nanti. Kau harus ikut, tidak ada penolakan” ucap Chanyeol dengan sekali tarikan nafas.

“aku tidak ada urusan dengan sahabatmu itu Chan_aa, hari ini eomma menyuruhku kerumah Jung ahjumma untuk mengambil beberapa barang eomma yang tertinggal” Hyojin lebih memilih sibuk dengan bukunya tanpa memerhatikan Chanyeol yang saat ini menatapnya kesal.

“itu bisa kita ambil bersama-sama, kumohon Jin_aa, aku hanya ingin menunjukkan padanya kalau kau adalah pacarku” Hyojin seketika membelalakkan matanya.

“Mwo!!ya…. kita bersaudara bodoh, memang apa yang ada dipikiranmu eo?, bagaimana jika Wuna mencekikku nanti, dan kenapa kau tidak mengajak Wuna saja?” Chanyeol mengacak rambutnya frustasi.

“Wuna sedang berlibur ke-Amerika bersama keluarganya, apa aku harus menyuruh Wuna pulang hanya untuk bertemu sahabatku saja?” Chanyeol menatap sang adik.

“eo” jawab Hyojin singkat, membuat Chanyeol mengerang frustasi.

“sudahlah, aku ada kelas. Aku akan pergi bersamamu tapi kau harus janji, akan mentraktirku apapun yang aku inginkan, eotthe?” Chanyeol terlihat berfikir.

“Kkall” Hyojin tersenyum bahagia mendengar kata-kata kakaknya itu.

Hyojin menyusuri koridor dengan terburu-buru. Sambil membalas pesan dari Chanyeol ia terus berjalan tanpa memerhatikan jalannya dan alhasil.

Bruk~~ seseorang yang baru saja berbelok dari persimpangan koridor ia tabrak dengan tidak manusiawi.

“ohh…baekhyun sunbae miannheyeo” Hyojin membantu Baekhyun memberesi buku-buku yang namja itu bawa.

“gwenchana!! kenapa kau terlihat terburu-buru?” tanya Baekhyun setelah selesai memberesi bukunya.

“aku ada janji dengan Chanyeol oppa, dia sudah menungguku. Maaf menyusahkanmu sunbae.” Baekhyun tersenyum menanggapinya. Kemudian Hyojin beranjak pergi

meninggalkan Baekhyun.

“ya…kau lambat sekali.” cerocos Chanyeol saat Hyojin masuk kedalam mobilnya.

“jangan banyak bicara, aku bahkan sudah menabrak seniorku dengan tidak manusiawi tadi.” ucap Hyojin sambil membetulkan sabuk pengamannya.

“baiklah…jadi disini namamu akan menjadi nama Wuna, arrachi!!” Hyojin langsung menatap Chanyeol.

“yak…. apa kau gila eo?bagaimana jika kami bertemu disuatu tempat nanti. Dia akan memanggilku Wuna? Kau bodoh tiang.” Chanyeol melayangkan jitakan ringan dari tangannya yang bebas.

“diamlah…aku akan mempertanggung jawabkan semuanya.” Hyojin hanya menurut dan ikut diam mengikuti arus permainan yang Kakaknya sendiri ciptakan.

Selama 25 menit mereka lalui dengan keheningan, Hyojin lebih memilih berkutat dengan novelnya sambil sesekali melirik kearah jendela.

Tidak ada seorangpun yang tahu, apa yang akan terjadi 1 jam kedepan, 1menit, bahkan 1 detik. Semua sudah diatur dengan begitu sempurna oleh Yang Maha Kuasa.

Keduanya akhirnya tiba disebuah cafe yang berada didistrik Cheongdam tepat diseberang gedung agensi ternama S.M.Entertaiment. Chanyeol yang lebih dulu turun kemudian membukakan pintu untuk adiknya.

“kau berlebihan Chan_aa.” desis Hyojin sambil menatap malas Chanyeol.

“kajja…genggam tangan oppamu ini!!” perintah Chanyeol, mendapat delikan keras dari Hyojin.

“Mwo? Yak….kau itu kampungan sekali.” Chanyeol hanya mengedikkan bahunya santai sebelum akhirnya meraih telapak tangan Hyojin.

Kring~~ pintu itu menimbulkan suara, pertanda bahwa seseorang masuk kedalam cafe itu.

Hyojin bersikap seolah ia dan kakaknya yang bodoh itu berpacaran, ohhh…benar-benar gila. Dipojok cafe itu mereka berdua dapat melihat siluet punggung seorang wanita yang membelakangi mereka.

“apa dia sahabatmu itu Chan_aa?” bisik Hyojin pada Chanyeol. Chanyeol hanya menggeleng pelan.

“Mungkin dia kekasihnya…” Hyojin hanya berOh ria. Saat mereka sudah tiba didepan meja itu. Wanita yang sedang duduk tadi langsung berdiri dan tersenyum kearah mereka.

“Chanyeol_ssi…tunggu sebentar dia sedang ketoilet” jawab wanita cantik itu dengan eyes smilenya.

Selagi menunggu sahabat Chanyeol datang, Hyojin lebih memilih berkutat dengan ponselnya sambil memainkan beberapa permainan yang ada diponselnya.

“Chanyeol hyung” panggil seseorang membuat Chanyeol menoleh melihat dimana sumber suara itu. Tak selang 5 detik Hyojin ikut menatap arah mata Chanyeol dan….

Deg

Waktu terasa berhenti saat itu juga, tatapan mereka bertemu. Saling menatap dalam satu sama lain. Hyojin bahkan tak mengalihkan sedikitpun pandangannya pada namja itu saat ia mulai duduk didepannya.

“hei….akhirnya kita bertemu lagi, aku masih merasa bersalah. Boleh kita berteman? Aku akan menebus kesalahanku”

“aku tulus ingin menjadi temanmu, dan aku tidak akan mengecewakanmu. Aku berjanji”

“baguskan? Bagaimana kalau tempat ini kita jadikan tempat bertemu kita setiap hari?”

“kenapa kau diam? Kalau begitu aku akan memberitahu sesuatu padamu”

“Aku mencintaimu”

Ingatan-ingatan itu kembali berputar diingatan Hyojin, matanya mulai memanas. Ingin sekali ia berlari kedalam pelukan pria itu dan menangis sepuasnya disana. Meluapkan rindunya selama ini.

“Sehun_aa…jangan seperti itu. Aku tau dia cantik tapi dia sudah menjadi milikku.” Chanyeol tersenyum lebar tak menyadari sedikitpun atmosfer yang tiba-tiba berubah.

“n-nugu_ya Hyung?” tanya Sehun tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun pada wajah Hyojin yang saat ini tertunduk.

“dia Kim Wuna. Kekasihku” Chanyeol tersenyum lebar kearah Sehun, namja itu masih menatap Hyojin tanpa berkedip.

“sayang…perkenalkan dirimu” Hyojin mendongakkan kepalanya kaget. Apa yang harus ia lakukan. Mata mereka kembali bertemu, sungguh Hyojin begitu merindukan sosok itu.

Dengan perlahan Sehun mengulurkan tangannya keudara.

“aku Oh Sehun” Hyojin menatap sejenak tangan Sehun yang masih mengembang diudara tepat didepannya, dengan gerak ragu gadis itu mulai mengulurkan tangannya dan membalas uluran tangan Sehun.

“a-aku K-kim Wuna” Hyojin langsung menarik tangannya dan kembali duduk dengan gelisah disana.

“dia Jung Daeun, sahabatku” Sehun memperkenalkan wanita tadi pada Hyojin dan Chanyeol.

“masih sahabat eo?kenapa tidak kejenjang lebih serius saja?” tanya Chanyeol dengan senyum nakalnya.

“Kau masih jahil Chanyeol_ssi” ucap Daeun sambil tertawa ringan, tak menyadari beberapa dari mereka sedang memastikan sesuatu.

Pertemuan mereka berlangsung dengan lancar namun pertemuan itu juga membuka kembali sebuah cerita yang telah lama ditutup.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hyojin benar-benar tidak menyangka, bahkan dalam mimpi terliarnya sekalipun. Kembali melihat sosok tampan itu. Ia sungguh tidak kuasa, mendengar namanya saja membuat jantung Hyojin berdetak tak karuan.

Terhitung sudah 2 minggu sejak pertemuan itu ia tidak pernah lagi melihatnya. Hati kecilnya juga tidak dapat berbohong kalau ia begitu merindukan sosok tampan tersebut. Tapi hari itu saat keadaan rumah begitu sepi. Hanya ia dan Chanyeol yang berada dirumah itu.

Tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi, menandakan ada tamu yang berkunjung. Hyojin dan Chanyeol saling bertatapan, tidak biasanya ada tamu dihari minggu. Chanyeol memutuskan membuka pintu dan tepat saat pintu itu terbuka, nampaklah seorang namja tampan begitu gagah dengan kemeja hitam yang ia masukkan kedalam celananya yang berwarna senada.

“eo…Sehun_aa, apa ada pekerjaan hari ini?” tanya Chanyeol dengan bodoh, Sehun memutar bola matanya malas.

“kau yang menyuruhku datang tadi malam Hyung, apa kau amnesia eo?” jawab Sehun sakratis, Chanyeol hanya menyengir bodoh.

“aku lupa…kajja masuk” mereka berdua saling berbicara sambil memasuki rumah besar keluarga Park.

Hyojin duduk dengan santai diruang tamu mereka, sambil menyantap popcornnya ia terus mengganti channel televisi mereka.

Sayup-sayup ia mendengar suara tawa ala laki-laki mulai mendekat kearahnya, ia tidak perlu bertanya. Sudah pasti itu suara kakaknya dengan salah satu rekan kerjanya. Tanpa mempedulikan apapun Hyojin terus menyantap makanannya.

Saat kedua namja itu tiba didepannya, Hyojin langsung tersedak popcornnya sendiri. Dengan gerak cepat Chanyeol langsung menyodorkan air kewajah Hyojin.

“sudah oppa bilang, jangan menyumpal makananmu. Mereka tidak akan pergi selagi kau memeluknya” bukan, bukan karena terlalu banyak menyumpal makan Hyojin tersedak. Tetapi karena seorang namja tampan yang saat ini berdiri tepat disebelah Chanyeol.

“Hyung…kalian tinggal bersama?” tanya Sehun yang langsung disambut tawa menggelegar dari Chanyeol.

“hahahaha….maafkan aku sebelumnya Sehun_aa, dia adikku bukan kekasihku. Karena saat itu ia ke Amerika jadi aku meminjam jasa adikku hehehe….” Sehun menggeleng sebelum menatap Hyojin.

“aku akan memperkenalkannya kembali, dia adik kesayanganku. Namanya Park Hyojin.” Sehun merasa sesuatu berteriak didalam dirinya, bukan. Tepatnya suara Chanyeol lah yang seolah berteriak saat menyebutkan nama itu.

“sejak kapan kau memiliki adik Hyung” Chanyeol memutar bola matanya malas.

“kau sudah 20 tahun di Kanada. Dia lahir saat usiaku genap 9 tahun, kau sudah pergi keKanada saat itu” Sehun kembali menatap Hyojin.

“kenapa kau tidak menceritakan tentang dia padaku?” pertanyaan kekanakan Sehun membuat Chanyeol kesal.

“ya…untuk apa aku menceritakannya pada mu eo? Yang ada kau hanya mengatakan ‘selamat hyung’ dan aku benci itu.” Sehun menggaruk tekuknya merasa sedikit bersalah.

“oppa aku ada urusan dengan teman-temanku dikampus, jadi aku harus pergi.” Hyojin mendapatkan alibi untuk pergi dari rumahnya itu.

“aigoo….kau masih bisa berbohong eo? Oppa sudah bicara pada dosen dikampusmu, agar kau tidak diberi tugas atau aktivitas kuliah lainnya pada hari minggu. Jadi hari ini kau tidak boleh kemana-mana, arrachi?” Hyojin membelalakkan matanya, dia lupa kalau oppanya itu salah satu investor di kampusnya.

“kajja Sehun_aa…kita bicarakan proyek ini diruanganku.” Sehun yang sedari tadi memandang Hyojin langsung tersadar.

“oh? Kajja Hyung.” kedua Pria itu kemudian pergi keruang kerja Chanyeol.

Hyojin memakan popcornnya sambil menatap layar televisinya yang hitam karena dimatikan. Berikutnya ia mendengar derap kaki seseorang, dengan gerak cepat gadis itu menoleh kebelakang.

“eodikka oppa?” Hyojin berdiri dari duduknya.

“oppa mencari makanan diluar, kau temani Sehun. Dia sedang diruangan oppa, ajak dia bicara.” Hyojin seolah mendapat tantangan maut. Dengan susah payah gadis itu menelan salivanya.

“ke-keundae oppa!!” Chanyeol mengerutkan keningnya lantas berujar.

“wae?oppa paling lama 1 jam, kau bisa membawa Sehun mengelilingi rumah kita. Kalau begitu oppa pergi dulu.” Chanyeol langsung saja pergi tanpa mempedulikan wajah cemas adik kecilnya itu.

“bagaimana ini?” Hyojin menatap ruang kerja Chanyeol yang ada dilantai dua rumah megah mereka tersebut.

Dengan langkah ragu, gadis itu mulai berjalan menuju anak tangga yang tersusun rapi. Wajahnya benar-benar cemas saat ini.

Setiba didepan pintu ruang kerja Chanyeol, gadis itu kembali terdiam. Masuk atau pergi? Saat gadis itu ingin berbalik, tiba-tiba pintu didepannya terbuka dan menampakkan sosok tampan yang terlihat kaget melihat kehadiran Hyojin disana.

Hyojin tak kalah kaget, ia bahkan hampir terjungkal kebelakang saat menyadari sosok itu lah yang membuka pintu.

“C-chanyeol oppa menyuruhku menemanimu.” Hyojin berucap dengan gugupnya. Matanya berusaha mencari pemandangan apapun, asal jangan wajah tampan didepannya itu.

“ohh, kebetulan aku ingin sekali mengelilingi rumah kalian” Sehun tersenyum hangat kearah Hyojin, membuat gadis itu membeku seketika.

“k-kajja” ajak Hyojin.

Mereka berdua berjalan berdampingan, dengan Hyojin yang begitu canggung disebelah Sehun.

“ahjumma dan ahjussi kemana?” tanya Sehun membuat Hyojin terlonjak.

“eo-eomma dan appa sedang mengadakan pertemuan di Hangzhou.” menjawab dengan seadanya.

“suaramu indah…aku suka mendengarnya.” seketika ada sesuatu yang Hyojin rasakan saat Sehun mengatakan hal itu.

“eo…kau mau minum?aku akan mengambilkannya. Kau suka jus, kopi, at-” perkataan Hyojin terhenti saat wajah Sehun berada begitu dekat dengannya.

“kau tidak berubah. Masih sama seperti Hyojin yang kukenal. Aku merindukanmu Jin_aa” mata Hyojin bergerak gelisah, mata indah itu pun juga mulai memerah.

“mi-miannhe S-sehun_ssi, kau mungkin salah orang. Aku bu-” Hyojin terdiam melihat senyum hambar dari bibir Sehun.

“kau benar, aku terlalu bodoh. Dia tidak mungkin kembali. Kau mengingatkanku pada nya, kalian berdua sangat mirip bahkan sama persis.” Sehun kembali melanjutkan jalannya, menatap sekeliling rumah megah keluarga Park tersebut.

“a-apa yang terjadi?” Hyojin bertanya layaknya tidak tahu, karena memang dia tidak mengetahui apa-apa.

“kau tidak akan pernah percaya, banyak orang-orang mengatakanku terlalu berhayal. Tapi aku yakin semua benar-benar terjadi.” Sehun menatap wajah Hyojin disebuah foto yang menampakkan gadis itu sedang mengenakan gaun babypink serta rangkaian bunga berwarna serupa melingkari kepalanya. Dibawah taman menjadi latar ulang tahun gadis itu saat menginjak umur ke-20 tahun 10 bulan yang lalu.

“aku sangat mencintainya.” bulir bening itu mulai menganak dimata indahnya.

“aku membuat kesalahan, sehingga ia harus rela menjadi….” Sehun tak sanggup lagi meneruskan kata-katanya.

Hyojin berjalan pelan menghampiri Sehun yang ada didepannya, dengan linangan air mata gadis itu menunjuk dada kirinya lalu menunjuk dada kiri Sehun. Pria itu seketika terpaku. Dengan perlahan Hyojin memeluk tubuh kekar Sehun.

“sudah begitu lama.” Hyojin berujar dengan pelan.

“tapi kau terlalu indah untuk kulupakan Hun_aa.” mata Sehun seketika berkaca-kaca dengan perlahan tangan kekarnya ikut merengkuh tubuh ringkih gadis itu.

“aku disini Hun_aa, menunggumu dan akan selalu mencintaimu.” Sehun menarik tubuh Hyojin dari tubuhnya. Menatap dalam bola mata hitam bening didepannya, mengagumi setiap lekuk wajah gadis itu.

“maafkan aku!!” ucap Sehun kembali meraih tubuh ringkih Hyojin.

“emm….Gwenchana” Hyojin memeluk leher Sehun dengan begitu eratnya.

.

.

.

.

.

.

Hyojin membuka perlahan kelopak matanya disambut oleh tajamnya sinar matahari pagi yang menerobos dari celah tirai kamarnya. Tiba-tiba sebuah senyuman terukir indah dibibir mungilnya.

Gadis itu begitu bahagia saat ini, wajah cantiknya nampak berseri, mata kelamnya yang berbinar. Sungguh begitu cantik makhluk tuhan itu.

“Jin_aa palli, setengah jam lagi oppa ada meeting. Kau mau aku dipecat appa eo?” gadis itu mendengus kesal saat mendengar teriakan sang kakak.

“arraseo…arraseo” dengan gerak malas Hyojin bangkit dari kasur empuknya dan langsung menuju kamar mandi.

Hyojin sedang menyelesaikan tugas kuliahnya disebuah taman yang cukup sepi dikampusnya. Matanya terus fokus pada rentetan huruf yang tersaji didepan matanya. Sampai saat sebuah deheman membuat aktivitasnya terhenti.

“hem…Park Hyojin_ssi” merasa namanya terpanggil Hyojin langsung menoleh keasal suara tersebut.

“eo…annyeonghaseo Baekhyun sunbaenim” Hyojin berdiri sambil membungkuk kearah pria yang bernama Baekhyun itu.

“kampus kita akan mengadakan festival seni besar-besaran, aku ingin kau berpartisipasi sebagai salah satu panitia dalam acara ini. Apa kau keberatan?” Hyojin terlihat menimbang-nimbang.

“aku akan menanyakan ini dulu pada Chanyeol oppa, saat ia memberi izin nanti aku akan memberi tau mu” ucap Hyojin disertai senyum manisnya.

“kalau begitu boleh aku minta nomor ponsel mu?” tanya Baekhyun hati-hati, Hyojin menatap Baekhyun dengan senyum. Kemudian mengeluarkan ponsel abu-abu didalam backpack putihnya.

“igeo….aku akan menemuimu lagi, sampai jumpa baekhyun sunbae” setelah berpamitan, Hyojin berjalan menuju gerbang kampusnya untuk menunggu jemputan.

Namun sudah hampir 1 jam menunggu, jemputan itu tidak kunjung datang. Ia ingin sekali menghubungi kakak nya tersebut, namun ia urungkan karena Chanyeol pasti sedang melakukan pertemuan penting.

Setengah jam kemudian masih tidak ada jemputan yang datang. Kampus pun sudah cukup sepi, hanya beberapa mahasiswa yang masih berada disana. Tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk, dengan secepat kilat Hyojin mengambil ponsel canggih tersebut. Namun saat dilihat, bukan Chanyeol yang memanggilnya, melainkan nomor yang tidak ia kenal. Dengan ragu gadis itu menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.

‘yeoboseo…’ suara Hyojin terdengar ragu.

‘Jin_aa’ saat itu juga seluruh tubuh Hyojin bergetar seakan tersengat listrik ribuan bahkan jutaan volt. Ia begitu mengenali suara itu, suara yang mampu membuat seluruh fokus gadis itu hanya tertuju padanya. Suara yang mampu membuat gadis itu jatuh cinta hingga dikehidupan saat ini.

‘n-nuguseyeo?’ namun dengan bodohnya ia masih bertanya. Terdengar suara tarikan nafas panjang dari seberang sana.

‘Aku Oh Sehun, Chanyeol Hyung saat ini begitu sibuk. Jadi dia menyuruhku untuk menjemputmu. Kau dimana? Aku akan segera menyusulmu’ saat itu juga Hyojin menyesal menerima panggilan namja itu. Kenapa tidak? Saat ini jantungnya berdegup tak karuan.

‘a-aku sudah menunggu didepan gerbang kampusku’ ohh ada apa dengan kemampuan bicara gadis itu eo?

‘arraseo…15 menit aku akan sampai disana’ oke 15 menit…apa? Kenapa tidak 3 hari saja eo? Bagaimana aku bisa normal dalam waktu sesingkat itu. Batin Hyojin. Heyy ini hanya menunggu jemputan, bukan memberi jawaban atas pernyataan cinta yang namja itu katakan padamu bodoh.

Gadis itu terus berdebat dengan fikirannya sendiri. Tak menyadari sepasang mata menatapnya dengan tatapan bahagia serta senyum manis dibibir tipisnya.

“kau benar-benar menarik Park Hyojin.” sosok itu terkekeh sebelum berlalu.

15 minute latter

Hyojin terus mengigit ujung jarinya dan menampakkan wajah cemasnya yang begitu lucu. Bola mata gadis itu terbelalak saat mendengar suara khas mobil yang berhenti tak jauh dari tempat dimana ia berdiri. Tak berapa lama terdengar suara pintu mobil yang ditutup.

“kajja…” kali ini Hyojin sungguh tak bergerak lagi. Gadis itu mematung, jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat, keringat dingin menyucur dengan lancar dipelipisnya.

Keduanya saat ini sedang berada dalam mobil mewah milik Sehun tanpa ada pembicaraan apapun. Yang ada hanyalah helaan nafas gugup dan deheman kecil dari mereka.

“kau tidak keberatan kalau kita kerumahku sebentar, aku ingin mengambil beberapa berkas proyek yang akan kami buat dengan Chanyeol hyung” kali ini Hyojin menatap Sehun yang sibuk memerhatikan jalan.

“arraseo” setelah itu kedua memutar arah menuju sebuah perumahan elit di Gangnam.

.

.

.

‘Oh’s Family’ terlihat begitu besar tepat dipagar menjulang sebuah rumah mewah berwarna abu-abu putih itu. Hyojin tidak perlu bertanya lagi, tulisan raksasa itu pun sudah menjelaskan semua pertanyaan yang ada dikepalanya.

Sehun membukakan pintu penumpang yang didalamnya terdapat Hyojin yang masih mengagumi betapa luar biasanya rumah ini.

“kajja…” Sehun mengulurkan tangannya, beberapa saat Hyojin hanya memandangi tangan itu. Namun ada dorongan keras dari hatinya untuk segera meraih tangan kekar milik namja didepanya tersebut.

Saat kedua tangan mereka saling menggenggam, ingatan mereka juga mulai berputar. Kejadian masa lalu saat mereka berjalan berdua dibawah bintang menuju istana milik keluarga Hyojin.

Clek~

Pintu berdaun dua tinggi menjulang berwarna putih susu itu terbuka begitu saja saa Hyojin dan Sehun tiba didepannya.

Ketika memasuki mansion itu, terlihat ruang tengah sebesar setengah lapangan sepak bola. Beberapa lukisan, guci, hingga patung-patung karya seniman ternama dunia menghiasi ruangan tersebut. Semua interior berwarna putih dan ada beberapa warna yang mendominasi seperti babypink dan hitam.

“selamat datang dikediaman ku Jin_aa.” Sehun berkata dengan datarnya, sambil terus menggenggam erat tangan Hyojin.

Tak selang beberapa detik, terdengar suara langkah tergesa nyaris terdengar berlari masuk ke indra pendengaran Hyojin. Didetik berikutnya hadirlah seorang gadis kecil yang begitu cantik dengan gaun tidur babypinknya.

Wajah oriantal dipadukan wajah eropa yang begitu sempurna terpahat pada dirinya. Gadis kecil itu tersenyum manis sebelum menyerukan sebuah panggilan.

Daddy…” pekiknya kegirangan sambil berlari kearah Sehun. Pria itu langsung membungkuk sambil merentangkan tangannya, siap menyambut pelukan hangat gadis kecilnya.

Keduanya terlihat mirip mata tajam dan rahang runcing mereka begitu persis.

Who is she Dad??” gadis kecil itu masih setia melingkarkan kedua tangannya dileher pria yang disebutnya ayah.

she’s my friend, you can call her Hyojin Aunti. Hyojin this is my daughter her name Sesa Robert Thomas Darco. You can call her Sesa” Hyojin menatap Sesa sejenak, gadis kecil itu tersenyum begitu manis kearahnya.

“hello Aunti, i’m glad to see you. He’s my Daddy his name Robert Thomas Darco. His a super daddy all around the world.” Sesa menatap Sehun dengan mata berbinarnya, sebelum mengecup pipi sang ayah.

i’m glad to see you too” Hyojin mengelus pipi kanan Sesa dengan sayang.

Honey , you should go sleep now. Ini sudah jam tidurmu sayang, Appa akan mengantar Hyojin Aunti pulang. Lee ahjumma akan menemanimu.” Sesa mengangguk patuh sebelum berlari menuju seorang wanita paruh baya yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

“Chamkkaman, aku mengambil beberapa berkas untuk Chanyeol hyung.” Hyojin hanya mengangguk menanggapi perkataan Sehun. Wanita itu menatap kesekeliling mansion oh tersebut.

Banyak foto-foto besar terpajang didinding nya, yang didominasi oleh foto seorang gadis kecil berambut hitam legam panjang, dengan mata tajam, garis wajah lancip, bibir mungil, dan hidung bangirnya yang begitu menjulang. Membuatnya terlihat begitu mempesona, walaupun hanya berbentuk seorang gadis kecil berumur sekitar 5 tahunan.

“kajja” wanita itu hampir saja terjungkal saat mendengar suara berat seseorang dibelakangnya.

“ne” keduanya kemudian meneruskan untuk pergi keluar.

Hyojin melamun disepanjang perjalanan menuju kediaman keluarga Park, sesekali menghembuskan kasar nafasnya. Matanya masih setia menatap jalanan Seoul yang masih begitu padatnya.

Ada sesuatu yang mengganggu gadis itu saat ini. Terbukti dari raut wajahnya yang sulit diartikan.

Hingga dengan keberanian secuil, ia mengeluarkan semua yang mengganggunya saat ini.

“dia tadi anakmu?” tanya Hyojin tanpa menatap Sehun yang saat ini fokus mengendarai mobil mewahnya tersebut.

“ne, dia…anakku.” Hyojin menghembuskan kasar nafasnya.

“kalau dia anakmu…dimana istrimu saat ini?” kali ini Gadis itu memberanikan diri menatap pria disebelahnya tersebut.

“istriku gadis yang baik, sama sepertimu. Dia begitu menyayangi ku dan anak kami. Aku memilihnya karena dia begitu sama sepertimu, penuh kejutan dan keajaiban. Tapi tuhan mengambilnya sebelum kami bisa mengurus anak kami bersama.” Hyojin membelalakkan matanya tak percaya.

“a-apa maksudmu?” tanya gadis itu kembali, mencoba memastikan.

“namanya Lalisa Hellen Jung, dia mahasiswa pintar di Harvad University.”

“kami bertemu saat aku tidak sengaja menyerempetnya ditengah jalan, lalu aku membawanya kerumah sakit. Setiap hari aku menemaninya, kerena aku merasa harus bertanggung jawab penuh. Namun Hellen mengatakan kalau ini adalah salahnya, aku hanya tertawa. Ia selalu menyalahkan dirinya sendiri, walau pada dasarnya itu bukan sama sekali kesalahannya” Sehun tersenyum kecil mengingat betapa lugunya istrinya itu.

“lalu apa yang-” sebelum Hyojin menyelesaikan perkataannya, Sehun langsung menyela dengan senyum hangatnya.

“saat itu dia tidak tahu kalau Oh Sehun adalah aku yang menyerempetnya. Ia hanya mengenal nama barat ku saja, dan aku suka saat dia menyerukan namaku dengan suara lembutnya. Aku melihatnya memegang sebuah novel, ia terus melihat isi novel itu. Bukan untuk membaca isinya, tapi ada sesuatu didalam novel itu. Sekitar sebulan kami berkenalan, Hellen bertanya padaku tentang sebuah kertas didalam novel itu. aku sangat terkejut saat melihatnya, ternyata itu milikku.” Hyojin semakin antusias mendengar cerita Sehun.

“lalu apa yang ada dinovel itu?” tanyanya penasaran.

“kau bahkan tidak akan sanggup membayangkannya. Bahkan saat itu Hellen menangis mengetahui maksud yang ada dalam kertas yang aku tulis.”

“ hai…apa yang kau lakukan saat ini? Aku yakin kau sudah berada diistana yang megah disurga sana. Aku tidak menyangka akan kembali kedunia ini, saat semua harapanku bersama denganmu sudah hampa. Apa kau juga kembali? Aku tidak tahu. Tapi aku harap kau dapat membaca surat ini disana.

Maafkan aku Jin_aa, aku sudah menyakitimu terlalu banyak. Aku tidak ingin kau terluka. Aku sangat mencintaimu. Ku harap kita akan bertemu lagi. Dikehidupan yang akan datang.

Always be my beginning and my end.

Park Hyojin. 17.06.1517

Oh Sehun”

“kau hapal isi surat itu??” tanya Hyojin, suaranya terdengar bergetar.

“aku bahkan sudah jutaan kali membacanya” Sehun tersenyum pahit.

“aku memilih Hellen, karena hanya dia yang percaya cerita tentang dirimu. Aku tidak mudah menjalin suatu hubungan serius dengan seseorang. Tapi tatapan meneduhkan penuh kepercayaan itu membuatku merasa sedang menatap matamu 500 tahun lalu. Kemudian setelah 1 tahun menjalin hubungan. Aku melamarnya, dia seorang yatim piatu dan hidup sebatang kara di USA. Kami menjalani hidup layaknya suami istri biasanya. Tapi Hellen yakin kalau dia tidak akan pernah menggantikan dirimu dihatiku. Setahun setelah menikah Hellen mengandung anak pertama kami.” Sehun berhenti sejenak untuk mengambil nafas.

“lalu kenapa dia meninggalkan kalian?” mata Hyojin benar-benar merah saat ini.

“ah…kau tidak perlu mengatakannya. Maafkan aku” Hyojin mengerti dengan keterdiaman Sehun.

“kita sudah sampai. Kajja” Sehun keluar dari mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Hyojin.

“Oppa…” teriak Hyojin. Tak selang beberapa detik. Terdengar suara langkah kaki yang tergesa.

“Jin_aa neo gwenchana? Apa albino itu melakukan sesuatu padamu?” Chanyeol memeriksa sekitaran leher Hyojin.

“ya…neo micheoseo? Aku hanya dijemput dan membantunya mengambil berkas. Kau ada-ada saja Chan_aa” Chanyeol mengedipkan matanya terpana. Sedang kan Sehun hanya terkekeh melihat kelakuan kedua kaka beradik itu.

“arraseo…igeo hyung. Besok kita kembali meeting pukul 12 siang.” Sehun menyerahkan sebuah map hitam mewah ketangan Chanyeol.

“iya…aku baru ingat, Luhan Hyung mengadakan pesta antar perusahaaan. Kau harus datang, dan dia akan membunuhmu jika kau mengabaikan undangannya.” Sehun tersenyum.

“arraseo…aku akan datang” Setelah itu Sehun melanjutkan langkah kakinya pergi keluar rumah keluarga Park.

Hyojin menatap punggung Sehun hingga menghilang dibalik pintu, Chanyeol disebelahnya menatap dengan curiga.

“kau menyukai Sehun?” tanya Chanyeol dengan tatapan curiganya.

Hyojin tersedak salivanya sendiri.

“ya…apa kau gila? Sudah jangan menggangguku tiang.” Hyojin berjalan terburu-buru menuju kamarnya, dengan panas yang menggerayangi sekitar pipinya.

.

.

.

.

.

.

.

Sehun mengelilingi pusat perbelanjaan terbesar di Seoul siang itu, dengan ditemani seorang asisten. Seluruh mata bahkan tertuju padanya, namun dengan santainya pria itu hanya berlalu mengacuhkan tatapan orang kepadanya.

Sebuah butik mewah dipusat perbelanjaan itu menjadi tempat persinggahan Sehun. Dengan penuh wibawa dan aura intimidasinya begitu kentara, Sehun mulai memasuki butik.

Seorang gadis cantik menyambut pria itu dengan senyum cerahnya.

“selamat siang sajangnim, apa ada yang anda butuhkan?” Sehun menatap deretan gaun cantik yang digantung tepat disisi tubuhnya. Tiba-tiba mata elangnya berhenti pada sebuah gaun berwarna biru malam tepat didepan matanya.

“saya ingin gaun itu.” ucap Sehun tanpa menatap seorang pelayan disampingnya.

“maaf tuan, tapi gaun itu sudah dipesan oleh Nyonya Jung dari JungHwa grup. Kami tidak ingin mengambil resiko besar dengan hanya menjual gaun itu.” kali ini mata elang Sehun menatap tajam pelayan itu.

“Aku Oh Sehun, aku hanya ingin gaun itu dan akan membayar berapapun meski itu setara dengan harga butik kalian. Panggil kepala manager mu. Aku ingin bicara dengannya.” pelayan itu gemetar lalu langsung berlarii memanggil sang manager.

Tak berapa lama, sesosok pria dengan jalan yang layaknya seorang wanita mendekati keberadaan Sehun.

“Sehun sajangnim, ada yang bisa saya bantu? Apa pelayanan kami begitu buruk?” Sehun hanya menggeleng singkat.

“tidak. Aku hanya ingin kau mengambilkan gaun itu untukku dan kirim langsung kealamat ini. Aku akan membayar berapapun yang kau inginkan. Sekretaris ku akan mengurusnya. Gaun itu harus kau kirim sebelum pukul 7 malam.” John, manager itu hanya mengangguk. Setelah Sehun berlalu begitu saja.

Hyojin melihat sebuah proposal yang Baekhyun berikan kepadanya. Menurutnya acara cukup menyenangkan. Sesekali gadis itu mengangguk seolah mengerti apa yang dijelaskan didalam proposal itu.

“baiklah sunbae, aku bersedia jadi panitia acara ini.” Baekhyun tersenyum lebar mendengar pernyataan Hyojin.

“baiklah aku sangat senang kau bersedia. Besok kalau kau ada waktu, kita akan berkumpul diaula kampus untuk mengatur festival ini.” Hyojin mengangguk sambil tersenyum.

Drrrttt

Ponsel Hyojin bergetar lama, menandakan sebuah panggilan masuk dengan sebuah nama yaitu Chanyeol oppa.

‘waeyeo oppa?’

‘oppa sudah menunggu digerbang kampusmu. Cepatlah’ Chanyeol berucap dengan tergesa-gesa.

‘arraseo’ jawab Hyojin malas

“sunbae…aku harus pergi. Sampai jumpa besok” Hyojin berlari kecil meninggalkan Baekhyun yang masih setia menatap punggungnya.

..

“Oppa tidak ada meeting?” tanya Hyojin setelah memasuki mobil hitam mengkilap milik Chanyeol.

“oppa membatalkan semua pertemuan hari ini. Karena kalau oppa nekat melakukan pertemuan itu. Jangan harap melihat oppa lagi seterusnya, pasti Luhan hyung marah besar.” ucap Chanyeol tanpa menatap sang adik yang saat ini terkekeh.

Persahabatan mereka masih sama seperti 10 tahun lalu. Tidak ada yang berubah, masih kekanak-kanakan dan berbahaya. Mereka selalu menggunakan kata ‘bunuh’ untuk ancaman. Tapi sebenarnya itu hanya ancaman tak berujung.

Sesampai dirumah Hyojin langsung pergi memasuki kamarnya. Membenahi diri setelah beraktivitas cukup lama dikampus tadi.

Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, gadis itu berjalan menuju kasur king size miliknya. Namun mata indahnya menangkap sesuatu diatas kasur itu.

Sebuah box berwarna perak dengan pita indah tersimpul dibox tersebut tak lupa sebuah surat berwarna biru muda tertempel disudut box. Dengan perlahan Hyojin mengambil surat itu.

‘ pakailah, aku ingin kau menemaniku malam ini. Maaf aku memaksa.

Je t’aime Hyojin

Oh Sehun’

Seketika Hyojin merona. Sehun mengajaknya kesuatu tempat malam ini. Dan yang membuat hati Hyojin bergetar adalah kata cinta yang ditulis Sehun dengan bahasa Prancis.

Hyojin mulai membuka box yang Sehun berikan, alangkah terkejutnya gadis itu melihat benda yang ada dalam box itu.

Sebuah gaun tanpa lengan berwarna biru malam dengan panjang menyentuh lantai. Tanpa banyak waktu Hyojin mulai memakainya.

Setelah beberapa menit berkutat dengan beberapa kosmetik didepan cerminnya, akhirnya Hyojin selesai merias dirinya. Walau hanya polesan tipis diwajah cantiknya yang mulus bak porselen.

Beberapa saat Hyojin terpaku dengan pantulannya dicermin, sampai sebuah ketukan menyadarkannya. Dengan cepat gadis itu membukakan pintu.

Clekk

“maaf nona, tuan Sehun menunggu anda dibawah.” Hyojin sontak saja membelalakkan matanya. Ia merasa belum siap berhadapan langsung dengan Sehun.

“Chanyeol oppa mana?” Han ahjumma langsung menjawab.

“tuan muda sudah berangkat sekitar 15 menit tadi.” Hyojin menepuk jidatnya sebelum berujar.

“beritahu padanya sebentar lagi aku akan turun. Terima kasih ahjumma” Han ahjumma hanya mengangguk. Hyojin langsung merapikan rambutnya, gadis itu hanya menyanggulnya tidak begitu rapi. Sehingga beberapa helai rambutnya menjuntai bebas. Memakai heels berwarna senada lalu langsung menuruni tangga.

Disana Hyojin dapat melihat sebuah punggung atletis duduk membelakanginya. Rambut pria itu cepak berwarna hitam, menambah kesan dewasa.

Mendengar suara ketukan kecil dari sebuah heels, Sehun langsung membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok cantik yang saat ini berjalan kearahnya.

“miannhe…apa kau sudah lama menunggu.?”

“…”

“Sehun_aa.” Sehun segera menggeleng, kembali kealam sadarnya

“ahh…kau mengatakan sesuatu?” Hyojin hanya terkekeh sebelum menggeleng.

“eobtayeo…” Sehun tersenyum sebelum menghampiri Hyojin dan meraih tangannya.

“arraseo…kajja” Hyojin mengangguk. Setelah itu keduanya mulai menuju perjalanan.

Disebuah gedung megah dipusat kota Seoul, diadakan sebuah pesta megah dari seorang pengusaha tampan nan muda.

Disanalah tempat persinggahan Sehun dan Hyojin banyak wartawan dari majalah bisnis dan stasiun Tv. Sehun keluar mendahului Hyojin sebelum membukakan pintu untuk gadis itu. Keduanya saling melempar senyum.

“apa dia istri Presdir Oh?”

“dia begitu cantik, mereka sangat serasi”

“ini akan menjadi berita Highlight”

Wartawan itu mulai memotret.

“Presdir apa gadis cantik ini istrimu?” wartawan mulai saling menyerobot untuk bertanya.

Sehun hanya tersenyum menanggapi mereka semua sebelum menarik Hyojin menuju pesta.

Begitu banyak pengusaha-pengusaha besar yang datang. Bahkan ayah dan ibu Hyojin ternyata datang.

“eomma, appa” panggilnya. Tuan dan Ny Park terlihat berbincang dengan sepasang suami istri lainnya.

“sayang kau datang dengan si-” kata-kata Ny.Park terhenti saat meihat seorang Pria tampan nan gagah berdiri disamping putri semata wayangnya.

“annyeonghaseo imo” Ny. Park menatap dari atas sampai bawah.

“kau?” Sehun tersenyum melihat reaksi Ny. Park. Kemudian kedua suami istri tadi menghampiri Sehun.

“dia anak manjamu Soo_aa.” ucap Seorang wanita paruhbaya yang masih sangat cantik diusianya.

“Sehun? Itu kau na’?” Sehun mengangguk, Ny.Park langsung memeluk Sehun.

“sayang ini kau? Kau sangat luar biasa. Kenapa kau tidak memberitahu imo eo kalau kau ada diSeoul.?” Sehun terkekeh.

“miannhe imo, beberapa bulan ini aku sedikit sibuk. Waktu itu aku kerumah imo tapi kalian sedang pergi.” Ny. Park kembali tersenyum sebelum menatap sang putri.

“aigoo…apa kalian datang bersama eo?” Ny. Park mulai menatap jahil.

“ohh akhirnya eommonim melihatmu na’. kau benar benar menawan.” Ny. Oh mengusap pipi Hyojin lembut.

“biarkan mereka menemui Luhan. Kalian mengganggu orang pacaran saja. Pergilah na’ jaga Hyojin baik-baik Sehun.” Sehun mengangguk mantap sebelum menyematkan jari-jari mereka.

Luhan sedang menikmati segelas wine bersama sahabat-sahabatnya.

“Hyung.” merasa terpanggil, Luhan menoleh kesumber suara.

“Hun_aa” Luhan langsung saja memeluk Sehun. Menepuk-nepuk keras bahu lebar itu.

“Jin_aa” Hyojin menoleh dan mendapati Wuna bersama oppanya.

Setelah berbincang begitu lama dan banyak, Hyojin mulai mual karena pesta semakin meriah.

“Hun_aa, aku ingin mencari tempat yang tenang. Aku merasa mual.” Sehun memperhatikan Hyojin yang sedikit mabuk.

“aku akan menemanimu” keduanya mulai berjalan meninggalkan keremaian pesta.

Tepat dilantai 8 mereka berhenti. Disana begitu sepi bahkan hanya mereka berdua yang ada disana.

Lantai 8 adalah sebuah pameran lukisan milik perusahaan Luhan. Setelah mengelilingi lantai itu. Keduanya memutuskan untuk berhenti disebuah lorong sepi.

Hyojin menegak kembali wine yang sengaja ia bawa. Mereka berdua saling berhadapan.

“apa kalian sudah lama bersahabat?” tanya Hyojin.

“em…mungkin 20 tahun” Hyojin berdecak kagum.

“hua…lama sekali. Berarti kau dan Chanyeol oppa juga begitu?” Sehun hanya mengangguk menanggapi ocehan Hyojin.

“Daebak.” Gadis itu kembali menegak wine yang ada dibotolnya.

Sehun menatap tanpa berkedip cara Hyojin meminum wine dari botol itu. Hyojin yang menyadarinya pun mulai angkat bicaara.

“kau mau?” Sehun menggeleng.

“ini enak. Cobalah” Hyojin menyodorkan botol winenya.

“aku ingin mencobanya tapi tidak dari botol itu.” Hyojin mengerutkan alisnya.

“kita tidak punya gelas disini. Lalu kau mau pakai apa?” Sehun tersenyum tipis mendengar kata-kata polos dari bibir Hyojin.

“ada” Hyojin semakin mengerutkan keningnya.

“benarkah? Seperti apa? kau boleh memperlihatkannya,” gadis itu masih bingung.

“baiklah, aku akan memperlihatkannya.” Sehun maju beberapa langkah sehingga mengikis jarak diantara mereka.

“kau minum dulu.” perintah Sehun.

“aku? Baiklah. Lalu kau?” tanya gadis itu polos.

“aku akan segera meminumnya.” jawab Sehun datar.

“baiklah” Hyojin mulai memasukkan wine kedalam mulutnya. Sebelum menegaknya habis, tiba-tiba Sehun menangkup kedua sisi wajahnya dan mulai meraup bibir Hyojin. Sehun menghirup wine yang ada dimulut Hyojin. Membuat gadis itu tersedak.

“Sehun ka-” Sehun kembali mempertemukan belahan bibir mereka, membuka mulutnya dan mulai melumat lembut bibir mungil nan manis dihadapannya. Hyojin hanya diam mencerna semua yang terjadi. Namun beberapa saat matanya juga ikut tertutup dan mulai menikmati bahkan membalas lumatan yang Sehun berikan.

( BGM: One Of These Night wendy part Baby One of these day )

Sehun memberikan kecupan terakhir sebagai penutup ciuman mereka malam itu, dahi mereka masih menepel, tangan Sehun masih setia menangkup sisi wajah Hyojin. Perlahan kedua mata mereka terbuka. Saling memandang tanpa ada suara.

Perlahan dengan tidak rela, Sehun mulai menjauhkan dirinya. Sebelum kembali merengkuh tubuh ringkih gadis didepannya.

“Aku mencintaimu” satu kata itu membuat jiwa dan raga Hyojin bergetar.

“ Nado.”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hari, minggu, bulan mereka lalui dengan sebuah kisah baru. Dimana antara mereka sering terlontar kata cinta dan kecupan manis disetiap pertemuannya.

Hari itu Hyojin sedang berkunjung kekediaman pribadi milik Sehun, senyum cerah tak sedikitpun memudar dari bibir mungilnya.

Gadis itu mulai menekan tombol disisi pintu, sebelum terdengar sebuah suara menggemaskan dari seorang anak kecil.

“kediaman Oh Sehun.” Hyojin terkekeh mendengar suara menggemaskan milik Sesa.

“ini Auntie sayang.” jawab Hyojin lembut.

Didalam sana mata Sesa berbinar bahagia mendengar siapa yang datang mengunjunginya malam-malam seperti ini.

“auntie, chamkkaman Sesa akan membukakan pintu untuk auntie” gadis kecil itu mulai berlari menuju pintu utama.

“Appa mana sayang?” tanya Hyojin setelah memasuki rumah dan mulai menggendong tubuh berisi Sesa.

“Appa ada diruangannya, auntie bisa menyusul. Biar Sesa ditemani Kwon ahjumma.” Gadis cantik itu tersenyum kemudian mencium pipi harum dan gembul milik Sesa.

“arraseo…tidur dengan nyenyak ne..!!” Sesa mengangguk semangat membuat Hyojin semakin gemas.

Kaki jejang Hyojin melangkah menuju sebuah pintu berdaun dua berwarna coklat tua mengkilap, serta ukiran-ukiran rumit disetiap sudutnya. Mengambil nafas dalam sebelum mengetuk pintu tersebut.

Tok~tok

Hyojin menunggu dengan sabar, sampai suara bariton milik sang pria menggema memerintah.

“masuklah” suaranya begitu dingin, pria itu sedang memijat pelipisnya pelan. Namun saat netranya menangkap sosok cantik didepan matanya membuat sebuah senyum bahagia tercetak dibibirnya.

Begitu pula dengan gadisnya yang selalu memberikan pria itu senyuman penyemangat setiap harinya. Tungkai ramping Hyojin yang hanya dibalut jeans ketat mencetak kaki jejangnya membuat siapa saja terpesona akan keindahan gadis itu.

Hyojin berdiri disamping Sehun mulai menggenggam telapak tangan besar milik prianya.

“apa aku mengganggumu?” tanya Hyojin dengan hati-hati, membayangkan bagaimana respon kasar yang Sehun berikan saat ia diganggu.

Namun yang didapatkan Hyojin adalah hal sebaliknya. Pria tampan itu meraih tangan Hyojin sebelum memberi kecupan dalam disana.

“ani…” dengan gerak pelan Sehun menuntun agar Hyojin duduk dipangkuannya. Kedua manik mereka saling menatap intens.

Tangan halus Hyojin mengusap lembut rahang sempurna didepannya, tatapan mata indahnya mampu membuat siapapun jatuh cinta.

Sehun mulai bergerak pelan mendekati Hyojin, kedua mata gadis itu sudah tertutup. Dengan kekehan kecil pria itu mendaratkan bibirnya. Kedua belahan bibir mereka beradu intens saling memberi kecupan dan lumatan yang dalam. Sang pria melepaskan sejenak bibirnya sebelum beralih kepipi harum sang gadis terus turun hingga kerahang lancipnya. Mengecupinya membuat suara yang bahkan akan membangkitkan birahi seseorang.

Hyojin mengerang sedikit mendesah, Sehun tersenyum menang mendengarnya. Pria itu lebih menjadi dengan kecupan dan lumatan disekitaran leher gadisnya. Sampai sebuah dorongan kecil didadanya bereaksi, Sehun tersenyum kecil seraya melepaskan kecupannya.

Menatap gadisnya dengan penuh cinta.

“apa yang terjadi eo? Apa kau memukul Chanyeol sampai babak belur hingga kau bisa kesini larut malam.” Hyojin terkekeh kecil sebelum memeluk leher Sehun. Menghidu dengan intens wangi yang tidak pernah berubah seingat gadis itu.

“ani…Chanyeol oppa yang mengantarku kesini. Eomma dan Appa sedang tidak ada dirumah. Chanyeol oppa juga harus menginap dikantor karena banyak berkas harus ia selesaikan. Dan aku dilarang sendiri dirumah. Jadi dia mengantarku kesini.” Sehun tersenyum sebelum menarik Hyojin dari pelukannya.

“kenapa Chanyeol begitu memercayaiku?” tanya Sehun dengan senyum jenakanya.

“memang apa yang bisa kau lakukan eo?” Sehun menggendong tubuh Hyojin ala bridal menuju kamar tidurnya yang tidak terlalu jauh dengan ruang kerjanya.

“tidurlah…besok kau punya jadwal kuliahkan? Aku akan mengantarmu. Have a nice dream dear.” Sehun mengecup kening Hyojin dalam. Sebelum pergi meninggalkan gadis itu didalam kamarnya yang sunyi.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hyojin terbangun dari tidur nyenyaknya, perlahan kelopak indah gadis itu terbuka. Setelah sudah sepenuhnya degupan jantung gadis itu terhiraukan lagi. Sesosok malaikat menjelma menjadi seorang manusia bernama Oh Sehun sedang memeluk pinggangnya dengan erat.

Nafas wangi pria itu menerpa wajahnya. Memberi sebuah ketenangan yang pernah Hyojin rasakan. Tidak salah lagi, pria ini benar-benar takdirnya. Saking sibuknya dengan fikiran sendiri. Gadis itu bahkan tidak sadar bahwa mata elang didepannya sudah terbuka sepenuhnya.

“ini masih terlalu pagi untuk berhayal macam-macam dear.” Hyojin terlonjak seketika mendengar suara serak khas milik pria tampan itu.

“bagaimana tidurmu? Apa ada sesuatu yang mengganggu?” gadis itu hanya menggeleng kecil, belum sanggup mengeluarkan suaranya.

“bersiaplah aku akan mengantarmu.” Sehun bangkit dari kasurnya begitu pula Hyojin. Gadis itu duduk ditepian ranjang. Pria itu membalikkan langkahnya sebelum meraih kedua sisi wajah gadis itu dan mendaratkan belahan bibirnya pada bibir tipis Hyojin. Melumatnya perlahan, tidak begitu lama namun mampu membuat jantung gadis itu berdegup kencang. ‘Pria ini adalah pencium terhebat’ batin Hyojin.

“aku mencintaimu” ucap Sehun setelah melepaskan tautan mereka.

Oh, Aku tidak bisa melupakannya dengan mudah

Bahkan jika aku mengubah kalender, aku masih ditempat yang sama

Red Velvet – One Of these Night

‘sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai, pasti akan tercium jua walau dalam kurun waktu yang tak pasti’

Hyojin baru saja menyelesaikan jam terakhir kuliahnya, sambil membalas pesan Sehun. Gadis itu memberesi buku-bukunya.

“Hyojin_aa~~” panggil seseorang membuat senyum dibibir Hyojin mengembang indah. Ya sejak festival itu Baekhyun dan Hyojin menjadi lebih dekat (sebagai teman).

“eo sunbae…apa kelas sunbae sudah selesai juga?” Hyojin menghampiri Baekhyun didepan pintu kelasnya.

Baekhyun mengangguk cepat sambil menipiskan bibirnya.

“bagaimana kalau aku mengantarmu pulang?” ini tawaran yang entah berapa puluh kali Baekhyun utarakan pada Hyojin. namun sekali lagi gadis itu harus menolaknya. Karena Sehun dalam perjalanan menjemputnya.

“miannhe sunbae” Baekhyun tersenyum yang kentara sekali dengan paksaan sehingga senyum dibibirnya bukan senyum seperti biasa ia cetak saat bahagia, melainkan senyum yang begitu kecewa.

“aku berjanji akan menerima tawaran sunbae akhir pekan ini.” Baekhyun menegakkan kepalanya sambil tersenyum meremehkan kearah Hyojin.

“jangan menghiburku” ucapnya sambil mengibas udara kosong dengan tangannya.

“itu menghibur sih” gumam Hyojin pelan “ani ini serius”

Dengan gerak cepat Baekhyun menarik pergelangan tangan Hyojin menuju keluar, menyusuri koridor diiringi lelucon pria mungil itu yang menurut Hyojin menambah energinya.

Hingga tepat dihadapan mereka berdiri pria berbalut tuxedo yang membentuk tubuh atletisnya mengenakan kacamata hitam yang terlihat mahal dan sepatu mengkilap siapa saja sudah mengira harga sepatu itu pasti jutaan won.

Senyum dibibir pria itu luntur sudah, melihat gadisnya berjalan bersama pria lain. Dadanya bergemuruh hebat, rahangnya mengeras, dan matanya mulai memerah.

“gumawoyeo sunbae.” Baekhyun tersenyum kecil menanggapinya.

Hati Sehun semakin panas saat melihat tatapan lembut yang Baekhyun berikan pada gadisnya.

“kajja.” Sehun menggenggam tangan Hyojin dengan tidak sadar terlalu keras. Membuat gadis itu sedikit meringis. Bahkan pria itu menutup pintu mobil begitu keras.

Sehun melajukan mobilnya tanpa membuka mulutnya sedikitpun, dalam pikirannya saat ini adalah mengantar Hyojin dengan selamat setelah itu melampiaskan amarahnya dengan tepat. Orang yang paling tepat Sehun marahi saai ini sebenarnya adalah Hyojin. Tapi pria itu masih memiliki akal sehat yang berpikir bagaimana akibatnya jika gadisnya itu menjadi korban amarahnya yang selalu melibatkan birahi bintang didalam dirinya.

Sesampainya dihalaman rumah keluarga Park, Sehun membukakan pintu untuk Hyojin dan menarik lengan gadis itu agar keluar. Mengantar gadis itu hingga kekamarnya lalu pulang dengan amarah yang mencapai ubun-ubun.

“Hyung berikan aku seorang jalang yang sanggup aku tiduri” ucap Sehun saat panggilan diponselnya tersambung.

“kau baru meniduri jalang itu 3 hari yang lalu Oh Sehun. Apa kau mau dia mati karena disetubuhi eo?” Sehun benar benar tidak peduli saat ini. Yang terpenting adalah amarah terlampiaskan.

“cari yang baru” dengan sekali tekan, panggilan itu diakhiri secara sepihak.

Sehun membuka kasar pintu menjulang rumahnya, Sesa tersenyum manis melihat Sehun datang lebih awal hari ini.

“Appa~~” panggil Sesa riang, namun Sehun sedikitpun tidak menoleh kearahnya membuat wajah gadis kecil itu murung serta ketakutan seketika.

Hal itu terjadi lagi. Dimana Sesa akan menangis ditepi kasurnya sambil memeluk foto mendiang ibunya diiringi suara-suara aneh yang terdengar dikamar Ayahnya.

Dengan tangis yang hampir meledak Sesa menghampiri Han ahjumma. Sampai sebuah ketukan stellito membuat pandangan mereka beralih kesumber suara. Seorang wanita cantik berbalut miniskirt merah berjalan melalui mereka menuju tempat dimana Sehun berada.

Dan akhirnya tangis Sesa meledak dipelukan Han ahjumma. Gadis kecil itu menangis dengan nada yang begitu menyedihkan. Bahkan siapapun yang mendengarnya pasti akan merasakan pilu dihati mereka.

Hyojin mondar-mandir dikamarnya, sambil memegang ponsel abu-abunya. Sesekali menghubungi nomor disana. Rambutnya yang dikuncir tinggi-tinggi serta tubuh sempurnanya yang hanya dibalut kaos ketat serta celana olahraga pendek yang hanya menutupi pantatnya.

Gadis itu tidak mengerti kenapa Sehun berubah dratis seperti tadi. Bahkan tangan Hyojin sampai memerah karena cengkraman Pria itu. Sudah malam tapi pria itu tidak menjawab panggilannya sama sekali.

Tiba-tiba ponsel Hyojin bergetar. Memperlihatkan nomor yang tidak ia kenali, dengan ragu gadis itu menjawabnya.

‘yeoboseyeo?’ terdengar suara isak tangis disana.

‘aunti~~’ suara lirih Sesa membuat mata Hyojin langsung terbelalak.

‘sayang ada apa?’ gadis kecil itu masih saja terisak.

‘Sesa takut aunti.’

.

.

.

.

.

.

.

TBC

A/N:

Hufttt…akhirnya. Untuk yg kedua ini aku bagi jadi dua season yah. So’alnya aku baru nemu ide konfliknya pas word ke 4 ribu.

Sumpah bingung banget awalnya, tapi keterusannya mulai banyak deh ide baru.

Jadi tunggu aja yahhh

Mian baru update

Itu aja see you for next chapter

Regrat

Sehun’s Wife a.k.a Norhalisa

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] One of These Night (Chapter 2A)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s