[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond – Chapter 2

 

Black Diamond – Chapter 2

Author : Bacon14

Length : Chaptered

Genre : Fantasy, Romance, Mystery

Main Cast :

  • Oh Sehun
  • Shin Hyeri

Other Cast :

  • EXO member
  • Bobby

Happy Reading😀

“Jelaskan padaku semua yang kau ketahui, Bobby! Aku harap tidak ada lagi yang kau sembunyikan dariku.” Bobby menatap Hyeri sedih. Matanya mengerling kesana-kemari. Setiap gerakannya diperhatikan dengan tajam oleh Hyeri.

“Aku bingung mau menjelaskannya darimana. Ini cerita yang sangat panjang.” Hyeri duduk tenang di sofa dan meminta Bobby untuk menceritakan semuanya.

“Ibumu adalah.. istri dari pemimpin para vampir.” Bobby menatap Hyeri yang wajahnya datar tanpa ekspresi.

“Ia melarikan diri kesini sambil membawa Black Diamond. Selain itu, dia pada saat itu sedang hamil dirimu. Black diamond adalah permata yang paling kuat di vampir dan menjadi sumber kehidupan pemimpin vampir. Pemimpin vampir sekarang melemah karena black diamond tidak ada padanya. Ia mengerahkan semua vampir untuk mencarinya dan nyawamu terancam.” Hyeri mengernyitkan dahinya. Ia masih belum bisa mencerna sepenuhnya perkataan Bobby.

“Nyawaku terancam? Bagaimana bisa? Lalu darimana kau mendapatkan informasi tersebut.” Bobby menundukkan kepalanya. Rahasia telah terbongkar semua. Apakah yang harus ia lakukan untuk melindungi Hyeri?

“Ibumu pernah bercerita padaku sebelum beliau meninggal. Jelas nyawamu terancam karena kau masih keturunan vampir. Ibumu membawa Black diamond dan entah dimana disembunyikannya aku pun tidak tahu. Kau memiliki kekuatan juga karena dalam tubuh ibumu masih ada darah ayahmu yang mengalir. Walaupun dalam jumlah sedikit, pemimpin vampir tetaplah kuat. Oleh karena itu, kekuatanmu disegel oleh ibumu agar kau tidak kesulitan ketika mengendalikannya.” Jelas Bobby. Hyeri memegang kepalanya pusing. Semua penjelasan Bobby terasa tidak masuk akal namun jika memang semua yang dikatakan Bobby benar. Artinya ia adalah manusia yang memiliki kekuatan vampir.

“Kau tahu manusia dengan kekuatan vampir banyak yang dibunuh dan disiksa karena kehidupan mereka berada di antara dua dunia. Manusia dan vampir. Hal ini mengganggu keseimbangan kedua dunia. Selain itu, kau adalah anak dari pengkhianat para vampir yang tidak lain adalah ibumu sendiri. Lalu… ehmm..ibumu pernah bercerita padaku kau memiliki seorang kakak laki-laki bernama Oh Sehun. Dia vampir terkuat. Berhati-hatilah jika bertemu dengannya. Dia bahkan bisa menghabisimu walaupun kau saudaranya.” Tambah Bobby. Hyeri meminta Bobby untuk menghentikan penjelasannya. Ia menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Kepalanya masih pusing akibat penjelasan yang ia terima dan sangat mengejutkan serta berada di luar nalar. Saudara laki-laki? Oh tidak.. beberapa penjelasan Bobby saja telah membuatnya pusing. Apalagi dengan kenyataan ia memiliki saudara laki-laki vampir.

“Maafkan aku telah menutupinya selama ini. Aku tidak mau keberadaanmu terancam dan kini aku telah menempatkanmu dalam bahaya.” Hyeri menaruh tangannya di atas pundak Bobby. Bibirnya melengkungkan senyum tipis.

“Walaupun kau tutupi nanti pada saatnya aku akan mengetahui juga, kan? Lebih baik begini saja. Aku masuk kamar dulu ya.” Hyeri mengacak rambut Bobby sebelum meninggalkan dirinya. Bobby menatap punggung Hyeri yang hilang di balik kamar. Matanya tergurat rasa bersalah dan penyesalan.

“Maafkan aku.”

******

Whusss…

Angin malam berhembus pelan memasuki sebuah ruangan kecil yang disebut kamar. Seorang yeoja dengan rambut terurai berdiri di depan balkon dengan tangan terentang menikmati alunan angin yang berhembus. Bibirnya memang tersenyum namun matanya tak henti meneteskan air mata. Wajah cantiknya tertutup air mata yang jatuh satu persatu tanpa henti, membuat anak sungai di pipinya yang chubby.

“Apa benar kau Hyeri?” Hyeri membuka matanya dan seketika terkejut mendapati seorang namja tepat berada di depan wajahnya. Hanya beberapa centi saja dari wajahnya, bahkan hembusan nafasnya mengalun lembut di wajah Hyeri. Hyeri mengangguk kaku. Matanya menatap kedua sayap hitam yang berada di belakang namja tampan di depannya ini.

Hyeri melangkah mundur ke belakang namun tembok menghalangi setiap langkahnya. Namja tampan tersebut melipat sayap hitamnya dan semakin mendekati Hyeri. Mata ungunya semakin memancar terang di tengah kesunyian malam. Tangan pucatnya mengelus wajah Hyeri dengan lembut. Seakan terbuai dengan sentuhannya, Hyeri jatuh dalam pelukannya.

“Namaku Oh Sehun. Apakah kau mengenalku sekarang?” Hyeri mengangguk pelan. Ia kembali merapatkan pelukannya pada Sehun. Setiap jengkal tubuh Sehun serasa sedingin es, namun tak menyurutkan niat Hyeri untuk memeluk oppanya.

“Oppa…” lirih Hyeri. Sehun dengan cepat merubah posisinya. Ia menggendong Hyeri masuk ke dalam kamar dan menutup pintu balkon dengan kekuatan yang ia miliki. Hyeri tak henti menatap Sehun. Wajahnya tampan sekali, batinnya. Sehun terkikik kecil ketika mendengar pikiran Hyeri yang begitu polos.

“Apakah kau sudah diceritakan semua seluk beluknya oleh si indigo tersebut?” Hyeri mengangguk. Wajahnya ia tekuk dan kembali cemberut. Kenyataan bahwa ia memiliki darah vampir itu sangat membuatnya terkejut. Sehun mengelus kepala adiknya.

Awalnya, ia terasa berat untuk mengakui Hyeri sebagai adiknya. Namun, bagaimana lagi? Dia adalah saudaranya. Ia harus memperlakukannya dengan lembut. Mungkin saja Hyeri mengetahui keberadaan Black Diamond.

“Kekuatanmu sebagai setengah vampir termasuk sangat besar. Aku bahkan bisa merasakannya. Kau juga bisa berubah menjadi vampir sepertiku jika kau mau membuka segelmu.” Satu infomasi baru dari Sehun membuatnya terkejut. Dirinya bisa menjadi vampir sama seperti kakaknya? Sebenarnya, tawaran tersebut sangat menggiurkan. Sayangnya, ia tidak mengerti cara membuka segelnya.

“Tetapi, aku tidak tahu cara membuka segelnya. Aku hanya tahu di pundakku ini ada sebuah tanda rumit. Apa mungkin itu segelnya ya?” Hyeri membuka sedikit pundaknya. Sehun melihat ke bagian pundaknya. Matanya terbuka lebar. Kulit seputih susu milik Hyeri sedikit mengaburkan pikirannya karena bagaimanapun di dalam tubuh Hyeri masih memiliki darah mengalir dan Sehun bagaimanapun juga seorang vampir. Selain hal itu, darah milik Hyeri sangat manis karena memiliki campuran dengan darah vampir milik ibunya. Sehun menggelengkan kepalanya.

“Apa kurang kelihatan?” Hyeri menyibakkan rambutnya ke samping. Sehun semakin meneguk ludahnya berat. Leher putih dan jenjang Hyeri semakin merayunya untuk menghisapnya sampai habis. Pembuluh darah Hyeri terlihat jelas di mata Sehun. Gigi taring Sehun mulai muncul. Kepalanya mulai mendekat ke arah Hyeri. Mata ungunya memancar dengan jelas.

Tok..tok..tok..

Sehun menarik kepalanya dari Hyeri. Begitupun dengan Hyeri yang membetulkan letak pakaiannya. Sehun merasakan yang di balik pintu tersebut adalah si indigo tersebut. Ia mengusap rambut Hyeri dan menghilang di tengah kegelapan.

“Masuk, Bobby.” Bobby melongokkan kepalanya ke kamar Hyeri. Hyeri memiringkan kepalanya bingung. Ia menyuruh Bobby duduk di dekatnya.

“Sepertinya aku merasakan aura vampir kuat disini? Apa kau bertemu dengan seorang vampir?” Hyeri menggelengkan kepalanya. Ia tidak mau Bobby khawatir jika dirinya telah bertemu dengan Sehun. Bobby mengangguk lalu memberikan segelas susu kepada Hyeri.

“Susu dapat menenangkan pikiranmu. Minum dan tidurlah. Malam semakin larut.” Hyeri mengangguk. Ia meminum susu dengan cepat. Tingkahnya yang seperti anak kecil membuat Bobby semakin gemas. Tanpa sadar, tangannya mengusap kepala Hyeri. Hyeri menghentikan kegiatan ‘mari-meminum-susu’ karena tangan Bobby.

“Ah..ehm.. kau sudah selesai, kan? Sini aku bawa gelasnya.” Bobby mengambil gelas susu dari tangan Hyeri dengan canggung dan meninggalkan kamar Hyeri.

“Tapi kan aku belum selesai minum susu.” Hyeri mengendikkan bahunya dan naik ke kasur. Ia menyelimuti tubuhnya dengan selimut dan terlelap. Mungkin karena hari ini terlalu banyak kejutan yang membuatnya benar-benar lelah secara batin.

Sehun muncul dari balik kegelapan. Tangannya mengusap wajah Hyeri. Mata ungunya menyala kembali. Setiap melihat wajah Hyeri, ia pasti mengingat wajah ibunya yang berkhianat dari ayahnya.

“Kai..” Sebuah asap hitam muncul di belakang Sehun. Sosok namja tersebut mulai kelihatan wajahnya. Sehun menegakkan tubuhnya.

“Jaga dia untukku. Jangan sampai dia terluka bahkan sampai diserang oleh vampir lain. Dia milikku.” Kai mengangguk paham. Sehun menatap wajah Hyeri yang terlelap tidur. Tubuhnya menunduk dan sebuah kecupan hangat menyapu dahi Hyeri.

“Jaljayo, Hyeri. Maaf telah melibatkanmu dalam urusanku.” Sehun berdiri dan menghilang di balik kegelapan.

******

“Ahh.. kau kembali.. darimana saja kau? Rapat hampir dimulai dan kau ba-” Sehun menatap tajam Baekhyun. Jika tatapan bisa membunuh, mungkin Baekhyun sekarang sudah terkapar tak berdaya. Baekhyun menutup mulutnya dan memberikan tatapan memelas ala anak anjing. Sehun tidak menghiraukannya dan langsung masuk ke ruang rapat.

“Karena Tuan Sehun telah datang, mari kita mulai rapatnya.” Ucap Chanyeol. Di balik topengnya, sebuah senyum sinis tercipta. Ia menatap semua vampir terkecuali kursi Kai yang masih kosong.

“Ada yang tahu dimana Tuan Kai?” Semua saling berbisik-bisik dan akhirnya menatap ke satu titik, Oh Sehun. Sehun berdiri dan mulai menjelaskan.

“Kai kuberi perintah untuk menjaga seseorang yang berharga untukku. Ada yang ingin membantah?” Semua vampir menggeleng dan menunduk. Aura Sehun begitu pekat menusuk masing-masing tengkuk. Chanyeol mengangguk dan mempersilahkan Sehun untuk duduk kembali.

Dunia vampir ini sekarang kedudukannya mulai kosong dan kalian tahu banyak manusia setengah vampir berkeliaran di tengah-tengah dunia. Keberadaan mereka sangat mengusik. Bukankah begitu? Saya, selaku ketua rapat disini, memerintahkan untuk membasmi manusia setengah vampir tersebut. Selain hal itu, dengan pembasmian manusia setengah vampir dapat mempermudah pencarian Black Diamond.” Semua vampir gempar dengan ucapan Chanyeol. Mata mereka bergerak kesana-kemari. Perintah Chanyeol adalah hal mutlak karena pemimpin vampir tidak ada, kedudukan paling tinggi ada pada hasil rapat yang dikeluarkan langsung oleh Chanyeol.

“Apa maksudmu dengan membasmi manusia setengah vampir kita bisa lebih cepat mencari Black Diamond?” Semua mata tertuju pada vampir tertua di rapat ini, Xiumin. Semua mengangguk membenarkan ucapan Xiumin.

“Apakah kalian tahu disini ada seorang vampir yang memiliki saudara setengah vampir?” Ucapan Chanyeol memancing emosi Sehun yang telah ditahan sejak tadi. Semua vampir terdiam mendengar ucapan Chanyeol. Mereka saling menoleh satu sama lain dan saling memandang curiga.

“Jadi.. Vampir tersebut adalah-”

Brakkk…

Meja rapat terbelah menjadi dua karena tak kuat menahan kekuatan hantaman Sehun. Mata ungunya menggelap. Ia mencengkram kerah baju Chanyeol. Tangannya membuang asal topeng yang menutup wajah Chanyeol. Matanya menatap tajam mata merah Chanyeol yang tenang setenang samudra.

“Apa kata-kataku menyinggungmu, Tuan Sehun? Ah.. berarti tanpa aku beritahu semua vampir disini sepertinya mengerti bahwa Tuan Sehunlah yang memiliki adik perempuan setengah vampir dan harus kita basmi kan? Dan untuk Kai yang tidak bisa hadir disini, Kai sedang menjaga adik kesayangan Tuan Sehun ini.” Ejek Chanyeol. Senyuman sinis tercipta di bibir Chanyeol. Sehun melepas pegangannya pada kerah Chanyeol. Matanya yang berwarna ungu kegelapan mulai kembali normal.

“Apakah kalian mau membasmi manusia setengah vampir yang salah satunya adikku? Kalau mau kalian seperti itu, aku bisa dengan mudah membuka segel adikku dan merubahnya menjadi vampir. Lalu, kalian yang pernah menyakiti adikku sebelumnya, akan aku basmi sama seperti niat kalian membasmi adikku. Mudah, kan?” Wajah Chanyeol berubah menjadi pahit. Ia tidak tahu bahwa adik Sehun ini disegel kekuatan vampirnya dan bukan termasuk manusia setengah vampir. Dalam hati, ia mendecak sebal karena rencananya untuk menjatuhkan harga diri Sehun hancur berkeping-keping.

“Artinya, adikmu tahu keberadaan Black Diamond yang disembunyikan ibu kalian karena adikmu yang tinggal lebih lama dengan ibumu di bumi.” Ucap Kris. Semua mata menatap Kris lalu kembali menatap Sehun.

“Aku belum sempat bertanya dengannya karena kami baru bertemu sekali. Malam ini aku akan menemuinya lagi. Aku undur diri dulu.” Sehun menunduk hormat kepada semuanya dan menghilang di balik kegelapan.

“Jadi adik Sehun termasuk vampir perempuan? Menarik! Karena di dunia vampir, hanya ada 1/3 vampir perempuan dibandingkan vampir laki-laki. Aku ingin lihat bagaimana cara Sehun membuka segel adiknya.” Ucap Chanyeol sambil tersenyum sinis.

“Kenapa Sehun tidak pernah berkata ia memiliki adik perempuan ya? Apa mungkin dia ingin menyembunyikan Black Diamondnya untuk dirinya sendiri?” Tanya Lay. Chanyeol mengangguk-angguk membenarkan ucapan Lay.

“Maaf aku akan mewakili Sehun untuk menjawabnya. Ia baru saja mengetahui ia memiliki adik perempuan 2 hari yang lalu. Lalu biarkan saja dulu mereka bercengkrama selayaknya adik dan kakak. Untuk masalah Black Diamond yang hilang, kenapa Sehun harus repot-repot menyembunyikannya? Apalagi Black Diamond untuk ayahnya sendiri, untuk apa ia menyembunyikannya? Ah.. maaf aku harus menyusul Sehun. Ada beberapa hal yang ingin kubicarakan. Permisi.” Ucapan Baekhyun masuk akal dan semua vampir setuju dengan ucapannya. Baekhyun undur diri dan menghilang di balik cahaya.

“Karena tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Rapat kita cukupkan untuk hari ini.” Chanyeol menutup rapat tersebut dan setelah itu ia menghilang di balik api. Begitupun dengan semua vampir yang hadir, mereka menghilang dengan kekuatannya masing-masing.

******

Hyeri bangun di pagi hari dengan senyuman yang menghiasi wajah cantiknya. Ia begitu terkejut mendapati seorang namja berdiri di sampingnya dan membungkuk hormat padanya.

 

“Selamat pagi, nona Hyeri.” Hyeri mengumpulkan kesadarannya dan ia mencoba mengingat-ingat wajah namja di sampingnya. Ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan mendekati namja tersebut.

“Kai kan?” Kai mengangguk. Bibirnya terkekeh pelan membuat Hyeri mundur selangkah menjauhinya. Ia baru ingat Kai ini vampir dan bisa saja menghisap darahnya seperti di film-film.

“Aku adalah penjaga tuan Sehun. Aku diperintahkan oleh tuan untuk menjagamu sepanjang hari.” Hyeri mengernyitkan dahinya namun kembali menganggukkan kepalanya. Ia berterima kasih pada Kai dan mengatakan tidak perlu repot-repot seperti itu karena ia juga dijaga oleh Bobby.

“Tetapi Indigo itu tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi nona.” Hyeri mengangguk. Terserah apa yang mau dilakukan Kai, pokoknya tidak mengganggu rutinitas sehari-harinya.

Tok..tok..tok..

Hyeri membukakan pintu kamarnya. Bobby berada di depan pintu dengan nampan berisi makanan. Matanya menatap curiga seorang namja yang bersembunyi di balik kegelapan.

“Neo?!! Bagaimana kau bisa masuk ke rumah?” Bobby menumpahkan nampan makanan yang dibawakannya untuk Hyeri. Matanya menatap tajam Kai yang berdiri dengan tenang di balik kegelapan kamar.

“Aku hanya mengikuti perintah tuanku untuk menjaga nona Hyeri.” Hyeri yang dibicarakan oleh mereka berdua merasa canggung dan berusaha menengahi pembicaraan mereka.

“Sudahlah, Bobby. Dia tidak berbuat apa-apa, hanya menjagaku saja.” Bobby menghembuskan nafasnya perlahan. Matanya menatap teduh Hyeri. Tubuhnya menunduk dan membereskan makanan yang terjatuh karena ulah dirinya.

“Nanti biar aku yang membersihkan. Kau keluar saja. Aku mau mandi. Ehm.. Kai ah.. kau juga ya aku mau mandi.” Ucap Hyeri dengan pipi sepenuhnya memerah. Bobby dan Kai saling bertatapan lalu beranjak keluar kamar Hyeri. Rasanya Hyeri harus cepat-cepat mandi, karena ia tidak mau melihat ruang tamu berantakan karena ulah mereka yang gampang bertengkar.

******

“Bagaimana bisa kau mendapatkan informasi yang tidak akurat sama sekali? Aku dipermalukan di depan para vampir pada rapat.” Bentak Chanyeol. Meja tua yang di hadapannya kini terbelah menjadi dua karena menahan kemarahan dan kekuatannya. Mata merah Chanyeol berkilat-kilat menatap seorang vampir kelas atas yang menunduk takut di depannya.

“Tuan Chanyeol, anda mendapat tamu.” Chanyeol menatap tajam vampir di hadapannya ini dan menyuruhnya pergi. Bersamaan dengan hal itu, Xiumin masuk ke ruangan Chanyeol. Xiumin dan vampir yang disuruh pergi Chanyeol tersebut berpapasan. Sang vampir menunduk hormat pada Xiumin sebelum menghilang di balik pintu.

“Apa gerangan sampai Tuan Xiumin datang kemari menemuiku?” Xiumin duduk di sofa dan menatap Chanyeol dengan hangat. Ia membetulkan letak jubahnya sebelum memulai pembicaraan serius dengan Chanyeol.

“Aku hanya ingin bergabung dengan kelompokmu.” Chanyeol menampilkan mimik terkejut sebelum menetralkan wajahnya kembali. Ia menaikkan salah satu alisnya.

“Kau menentang Sehun naik tahta menjadi pemimpin selanjutnya kan? Jika dia memiliki Black diamond, dan dia memberikannya pada ayahnya. Tentu saja otomatis Sehun menjadi raja dan aku tahu kau sama sekali tidak suka dengan Sehun. Aku sependapat denganmu.” Ucap Xiumin lancar. Chanyeol tersenyum licik. Ia menundukkan wajahnya dan memberikan penghormatan pada Xiumin.

“Terima kasih sudah memihakku, Tuan Xiumin.” Ucap Chanyeol dengan smirk licik di bibirnya.

******

Sehun melipat sayapnya dan turun dari ketinggian. Kakinya mendarat mulus di atas atap sebuah gedung. Mata ungunya menatap bulan yang menggantung di langit dengan cantiknya. Bulan yang berhiasan dengan taburan bintang yang memukau.

Sehun menundukkan kepalanya. Setetes liquid jatuh dari matanya dan langsung jatuh ke tanah. Ia memegang dadanya sendiri dan meremasnya. Kukunya yang tajam merobek dadanya namun tak lama kemudian lukanya sembuh kembali seperti sediakala.

“Kenapa aku harus terlahir sebagai vampir dan saudaraku seorang manusia? Kenapa bukan aku saja yang menjadi manusia?” Ucap Sehun serak. Air mata yang jatuh dari pipi Sehun membuat langit semakin gelap dan angin bertiup kencang.

“Aku rindu eomma.” Ucap Sehun lirih.

( Flashback On )

Sehun kecil berlari-lari di taman sambil membawa jaring untuk menangkap serangga. Ia beberapa kali jatuh namun luka tersebut dengan segera menutup kembali karena kemampuan regenerasi vampir yang sangat tinggi. Mata Sehun yang berwarna ungu pucat menyipit dengan gembira sambil tangannya menggapai-gapai kupu-kupu yang semakin tinggi terbang.

“Yahhhhh…” Sehun mempoutkan bibirnya. Ia berdiri dan menggunakan kekuatan anginnya. Kupu-kupu yang tadi terbang tinggi terseret angin yang diciptakan Sehun. Sayap kupu-kupu tersebut patah dan jatuh tepat di kepala Sehun.

“Kau tidak boleh menggunakan kekuatanmu pada hewan yang tidak berdosa, sayang.” Hyuna mengusap kepala Sehun. Tangannya mengambil patahan sayap kupu-kupu dari tangan Sehun. Berkat tangan Hyuna, kupu-kupu tersebut mulai bergerak seolah hidup dan kembali terbang.

“Kenapa eomma melepaskannya? Aku sudah susah payah menggunakan kekuatanku yang aku pelajari untuk menangkapnya.” Sehun menyilangkan tangannya di depan dada. Mata ungunya menajam menatap eommanya tanpa rasa takut.

“Kekuatanmu digunakan untuk melindungi sesama kita bukan untuk menyakiti. Mengerti?” Tatapan Sehun melunak. Kepala kecilnya mengangguk dengan lucu.

“Aku sayang eommmaaaa!!!!!” Tubuh Hyuna diterjang oleh Sehun hingga jatuh ke rumput. Sehun memeluk tubuh Luna dengan erat. Bibir mungilnya mengecup pipi Luna dengan lembut.

“Eomma menyayangiku kan? Eomma tidak akan pernah meninggalkanku kan?” Hyuna menggelengkan kepalanya. Ia mendorong tubuh Sehun kecil dan mendudukannya di pangkuannya.

“Eomma akan selalu bersamamu. Walaupun nantinya eomma akan meninggal atau terjadi sesuatu pada eomma, eomma akan selalu tinggal dalam hati Sehun. Arraseo?” Sehun menganggukan kepalanya. Hyuna menggendong tubuh Sehun di punggungnya.

“Ayo, kita makan. Kau lapar kan? Ibu sudah ambil darah yang terbaik untuk Sehun supaya cepat besar.” Hyuna membawa Sehun kecil ke benteng istana vampir.

( Flashback Off )

Seberkas memori yang membuat Sehun semakin lemah. Kerapuhan seorang vampir memang hal tabu untuk diketahui vampir lainnya. Memperlihatkan kelemahan sama artinya dengan memperlihatkan kekalahan di depan vampir lainnya. Tetapi, untuk saat ini, Sehun ingin sejenak melepaskan kelemahannya tersebut. Kelemahannya yang benar-benar membuat dirinya hancur. Sayap hitamnya memeluk dirinya sendiri yang bergetar pelan. Merindukan seorang ibu yang mengkhianati bangsanya sendiri.

******

“Kau sudah bertemu dengannya?!! Kapan?!!! Kenapa kau tidak memberitahumu? Kau tidak apa-apa, kan?” Hyeri menutup sebelah telinganya karena suara Bobby yang melengking tepat di samping telinganya.

“Lagipula dia oppaku. Kau tidak perlu khawatir.” Bobby menghembuskan nafasnya. Matanya menatap khawatir Hyeri.

“Kau tidak perlu cemas. Tuan tidak akan menyakiti nona karena dia adiknya.” Ucap Kai. Bobby memandang Kai dengan sinis dan menyuruhnya untuk diam tanpa banyak bicara.

“Kau keluar saja sana. Aku mengantuk.” Dengan teganya, Hyeri mendorong Bobby keluar dari kamarnya. Bobby merengut kesal namun tetap keluar dari kamar dengan tangan yang ia silangkan di depan dada.

“Sepertinya tuan akan datang. Energinya semakin dekat kemari.” Ucapan Kai membuat mata Hyeri berbinar-binar. Ia rindu dengan Sehun entah kenapa. Tak ada alasan pasti tetapi yang ia tahu ia hanya ingin Sehun berada bersamanya.

“Tuan..” Kai membungkuk hormat pada Sehun. Sayap hitam Sehun yang ditimpa sinar bulan terlihat makin menawan. Ditambah dengan paras rupawan yang ia miliki. Sekali melihat saja, kau pasti akan langsung terpikat dengannya.

“Oppa…” Kaki kecil Hyeri mendekati Sehun. Tubuhnya langsung memeluk Sehun dengan erat. Sehun menatap Kai dan lewat matanya ia bertanya.

‘Dia rindu pada tuan’ Kurang lebih seperti itulah telepati yang dikirimkan Kai. Sehun menatap Hyeri dan ikut membalas pelukannya. Tangannya mengelus punggung Hyeri dengan lembut.

“Jeongmal bogoshippo.” Sehun mengangguk. Ia menggendong tubuh Hyeri yang ringan dan menjatuhkannya di ranjang.

“Aku juga merindukanmu.” Tatapan Sehun yang terkesan teduh namun dingin dalam sekaligus, semakin menghanyutkan pikiran Hyeri. Apalagi posisi mereka yang dibilang sangat menguntungkan Sehun karena Sehun bisa dengan mudah menciumnya ataupun melakukan hal yang lain. Pikiran Hyeri menerawang ke pikiran aneh-aneh mengenai Sehun.

Cup..

Sehun mengecup dahi Hyeri karena ia takut Hyeri berpikiran aneh-aneh padanya ( padahal sudah >.< ). Ia kembali ke posisi sebelumnya dan berdiri sambil memunggungi Hyeri.

“Oppa.. tadi aku sekilas melihat matamu memerah. Apa kau habis menangis?” Tanya Hyeri hati-hati. Sehun membalikkan tubuhnya. Ia mengusap matanya dan tertawa hambar.

“Kelihatan sekali ya?” Sehun kembali tertawa hambar. Matanya menerawang ke langit malam bertaburan bintang. Senyum penuh kesedihan tampak pada wajah tampannya.

“Kenapa oppa menangis? Apa aku boleh tahu?” Sehun menatap sedih Hyeri. Setiap melihat dirinya sama saja melihat wajah ibunya. Semakin membuat dirinya merasa rapuh.

“Aku rindu eomma. Eomma meninggalkanku ketika aku berumur 8 tahun dan aku masih sangat kecil.” Hyeri menatap Sehun. Kesedihan benar-benar terpancar dari kedua bola matanya.

“Oppa.. kau boleh bersandar padaku ketika kau benar-benar sedih. Selamanya kau akan tetap bersedih jika kau tidak membaginya bersama orang lain. Aku tahu aku memang terkesan sebagai orang baru di kehidupanmu. Tetapi, biarkan aku masuk ke kehidupanmu dan menyembuhkan luka yang diciptakan eomma. Masalah jika kau pendam terus menerus tidak akan menemukan solusinya. Aku adalah adikmu. Jangan sembunyikan lukamu dariku. Karena aku sangat menyayangimu.” Sehun menatap Hyeri. Kedua bola matanya yang tulus ketika mengatakan hal tersebut membuat Sehun merasa dirinya tidak sendirian lagi di dunia ini.

“Gomawoyo.” Sehun memeluk Hyeri dengan erat. Tubuh dinginnya langsung bergesekan dengan tubuh hangat milik Hyeri menimbulkan sensasi yang menyenangkan. Pipi Hyeri memerah karena sadar dengan perlakuan Sehun yang sangat memperhatikan dirinya. Bahkan Bobby tidak pernah memperlakukannya seperti ini.

Sebuah asap kuning kemerahan membuat pelukan Sehun dan Hyeri terlepas. Sesosok namja keluar dari asap tersebut. Jubahnya mirip dengan jubah yang dimiliki Sehun.

“Sehun.. ada rapat mendadak. Cepat datang.” Namja tersebut adalah Baekhyun. Wajahnya sedikit cemas. Matanya menatap Hyeri juga dengan khawatir.

“Kenapa tiba-tiba seperti ini?” Baekhyun mendekati Sehun dan berbisik sedikit pada Sehun.

“Ini menyangkut adikmu itu dan Black diamond.”

 

TBC

 

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond – Chapter 2

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s