[EXOFFI FREELANCE] Carnivora – Chapter 3

canivora

TITTLE:CARNIVORA-AS SOON AS YOU COULD- THREE

AUTHOR:YELLOWPARTNER

LENGTH:Chaptered

GENRE:TRAGEDY,SAD ROMANCE

RATING:PG-17(Sewaktu- waktu bisa berubah)

MAIN CAST:KAI,KRYSTAL

ADDITIONAL CAST:Just find it…

Poster by AL KINDI@EKF

 

Aku sebenarnya ingin menangis saat melihat Soojung terbujur kaku diatas ranjang putih dengan berbagai belalai medis.Tapi aku malah tertawa.Ia tampak sangat menyedihkan dan lusuh.Dan aku rasa sebaiknya dia mati saja.Setelah dia bangun dari tidurnya dia akan menyadari bahwa dunianya sudah hancur.

 

Malam itu Soojung mengalami kecelakaan hebat.Mobilnya bertabrakan dengan mobil truk yang supirnya mabuk dan mengebut.Karena jalanan licin mobil itu berputar.Mobilnya berguling berkali-kali dan terbelah dua.Soojung terlempar dari mobil dan menabrak pembatas jalan.Tubuhnya terpental kembali kejalan dan terkena serpihan body mobil yang terlempar.Sedangkan orangtuanya dan supir terjepit didalam mobil dan meninggal ditempat.Soojung langsung dilarikan kerumah sakit oleh orang yang ada di tempat kejadian.Ambulans sudah datang bahkan sebelum Soojung terlempar keluar mobil.Orang-orang sudah menelepon ambulans saat mobil itu bertabrakan.

 

Sekarang Soojung masih tertidur pulas.

 

Satu-satunya yang menemaninya adalah Kim jongin.

Si psikopat.

 

Jongin berlari kesetanan saat mengetahui Soojung kecelakaan.Mengabaikan Jongdae yang terus meneriakinya.Akal sehatnya yang masih tersisa menyuruhnya berlari.Padahal ia tidak tahu harus pergi ke rumah sakit mana.Jongin merutuki kebodohannya sendiri saat ia sudah menyetir mobilnya dengan kecepatan super.Ia semakin mengutuk lagi karena ponselnya malah tertinggal.Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan dan mencari seseorang.Saat ia keluar dari mobil seorang anak lelaki SMA lewat.Jongin langsung menghentikannya dan merebut ponsel yang ada di genggaman anak itu.

 

“Ahjussi mau apa kau?”serunya sambil berusaha merebut ponselnya.

 

Jongin mendorong anak itu kasar sehingga anak itu terjerembab.Dengan buru-buru ia menelepon Sehun yang nomor kontaknya sudah ia hapal.Dan melemparkan ponsel itu begitu saja lalu masuk kembali ke mobilnya.Setelah itu dia menemukan Soojung hampir mati jika tidak ada wali yang bertanggung jawab untuk menyetujui operasi.

 

Jongin seharusnya tidak berada disini.Selama ini dia berusaha mati-matian untuk menghindari Soojung.Berusaha mengatur otaknya sendiri yang terkadang tidak mau diatur.

 

Karena dia seorang psikopat.

Tanpa Sehun mungkin ia sudah tidak waras sekarang.Namun si albino itu malah memberitahu bahwa Soojung kecelakaan.Padahal ia juga yang terus melarang Jongin untuk mendekati gadis itu.Jongin sangat tergila-gila pada Soojung.Soojung adalah passionnya.Dan sekarang saat Soojung ada didekatnya maka ia tidak akan mau melepaskannya lagi.

***

“Nona Jung mengalami cedera yang sangat serius.Kedua kakinya patah dan saraf optiknya rusak.Ia akan mengalami kebutaan total dan kelumpuhan.Saat ini belum ada cara untuk mengembalikan saraf optik yang rusak.Namun kelumpuhannya masih bisa disembuhkan jika nona Jung mau berusaha.Karena itu dukungan dari orang terdekat sangat dibutuhkan.Ia mungkin akan mengalami tekanan mental dan tidak mau memulai hidup baru”

 

Sehun teringat kembali perkataan dokter yang menangani Soojung.Tadi malam Soojung hampir saja mati kalau Jongin tidak segera menyetujui operasinya.Gadis itu hampir mati berkali-kali di meja operasi malam itu.Jantungnya berhenti berdetak selama beberapa detik.Namun entah keajaiban datang dari mana,tiba-tiba jantungnya berdetak lagi.Ia mendengar ini dari Junmyeon yang ikut sebagai dokter pendamping di operasi Soojung.Awalnya Sehun bersyukur bahwa Soojung bisa selamat dari meja operasi dan melewati masa kritisnya beberapa jam kemudian.Namun sekarang ia rasa gadis itu lebih baik mati.

 

 

Ia akan lumpuh dan buta.Dan hanya ia yang selamat dari kecelakaan itu.Karena Sehun yang menangani kasus itu maka ia juga tahu bahwa orang tua Soojung meninggal di tempat kejadian.Hidup gadis itu sudah hancur,ia tidak bisa menjadi Juliet seperti yang ia inginkan lagi.Meskipun ia bisa berjalan lagi,ia tidak akan kuat menanggung beban mental itu.Dan sekarang ia yakin Jongin akan membawa gadis itu bersamanya.

 

“Kau harus mengganti bajumu dulu”

Sehun menghampiri Jongin yang tertidur di sofa yang lebih pendek dari kakinya.Tampak sangat kacau.Lengan bawahnya menutupi cahaya yang bisa mengusik tidurnya padahal ia tidak tidur semalaman.Jongin bangkit dan mengucek matanya yang lelah.Lalu berdiri dan beranjak pergi dari kamar rawat itu.

 

Saat Sehun berbalik wajah lebam Soojung lah yang pertama dilihatnya.Seorang gadis yang bahkan tidak bersalah namun harus menanggung semua ini sendiri.Yang ia ingat gadis ini adalah gadis tukang bully di sekolah menengah dulu.Ia terkekeh ternyata gadis itu bersalah.

 

“Mungkin ini hukuman karena dulu kau selalu membully orang lain,sayangnya hukumanmu sangat menyedihkan”.Gumamnya.

Sehun membuka tirai agar cahaya matahari masuk lebih banyak dan membuat ruangan itu lebih hidup sedikit.Nada monoton terdengar memenuhi ruangan.Setelah membuka tirai Sehun membawa dirinya duduk di sofa.Ia meraih ranselnya dan mengeluarkan sebuah Macbook silver.Lalu mulai menulis laporannya.Ia hanyut dalam pekerjaannya hingga Jongin datang membawa makanan.

 

“Kau tampak sangat sibuk,mau aku bantu membenarkan laporanmu?”tanyanya setelah menyimpan kotak makanan diatas nakas.Ia menatap Soojung sebentar lalu ikut duduk disamping Sehun.

 

“Tentu Jongin,Kau tahu aku sangat bermasalah dengan cara penulisan”.Sehun tersenyum lebar saat menyerahkan macbook nya pada Jongin.

 

“Kau tidak akan lulus akademi kepolisian dengan nilai terbaik dan menjadi seorang kapten jika tidak ada aku”

 

“Kau juga tidak akan hidup dengan baik tanpa aku”celoteh Sehun sambil berdiri dan mengambil kotak makanan diatas nakas.

 

“Apakah dia akan baik-baik saja?”Jongin bertanya dengan mata menatap layar dan jari-jari yang mulai beraksi membenahi laporan Sehun.

 

“Tidak hidupnya sudah berakhir disini”.

“Dia kehilangan segalanya sama seperti aku”.

 

Sehun mulai menyuapkan sepotong sosis kedalam mulutnya selagi membicarakan hidup orang lain.Membicarakan kematian dengan Jongin seperti membicarakan siapa idol yang akan dikonfirmasi berkencan pada bulan ini.

 

“Ya dia hampir mirip denganmu tapi aku merasa dia lebih baik mati saat kecelakaan itu”

“Kau benar,harusnya dia mati saja lalu aku akan bunuh diri dan berkuranglah satu orang terkutuk yang ada di dunia”

 

Kematian bukan hal yang tabu untuk mereka bicarakan.Kematian bahkan sudah menjadi kopi atau teh di pagi hari dalam hidup dua sejoli itu.Sehun bukan pembunuh secara fisik namun ia sadar ia lebih terkutuk dari pada Jongin.

 

Bagaimana Sehun bisa lebih terkutuk dari pada Jongin?

Aku akan menjelaskannya nanti.

 

“Kau tahu aku tidak akan membiarkanmu bunuh diri”.

“Ya aku tahu,aku tidak bisa bunuh diri selama kau masih hidup,apa aku harus membunuhmu dulu?”

 

“Kau tidak bisa membunuhku,aku ini seratus kali lebih cerdas juga lebih kuat darimu.Dan aku juga masih punya pikiran yang normal”.

Jongin hanya mengangguk-anggukan kepalanya seperti anjing yang mencari perhatian tuannya.Ia menyerahkan kembali Macbook Sehun setelah selesai membenahi laporannya.

 

“Apa yang dikatakan dokter Han?”.

“Soojung akan lumpuh dan buta”Sehun melirik Jongin dengan ekor matanya dan mendapati ekspresi yang tidak berubah sama sekali.

 

“Apakah ia akan hilang ingatan?”. Jongin berharap Soojung kehilangan ingatannya.Karena itu akan lebih baik bagi mereka berdua.Jongin bisa berpura-pura jadi lelaki baik-baik yang menyerahkan hidupnya pada sang kekasih.Jadilah ia memiliki sebuah cerita romantis.Ia terkekeh dalam hati romantis pantatku.

 

“Entahlah kita akan tahu jika dia sudah sadar”.

 

Lalu keheningan melanda untuk beberapa menit.Sehun memilih untuk menghabiskan makanannya lalu buru-buru mengirimkan laporannya dengan e-mail.Barulah ia bertanya lagi.

 

“Kau akan membawanya bersamamu?”.

Jongin terdiam,ekspresinya terlihat sedikit ragu.

“Dia masih punya seorang kakak”.

 

Sehun sedikit kaget saat dia mendengar bahwa Soojung punya kakak.Itu berita bagus dimana Soojung masih bisa menjalani hidupnya sekali lagi.Keluarganya,orang yang akan terus mendukungnya.

“Tapi mereka tidak saling mengenal,Sooyeon tinggal hampir seumur hidupnya di Amerika”.

“Hei itu tetap kabar baik bung,setidaknya dia bisa menata hidupnya kembali”Sehun merangkul bahu Jongin dan menepuk dadanya pelan.Jongin langsung mengalihkan tatapannya pada Sehun.Sebuah tatapan menjelaskan semuanya.Membuat Sehun terdiam membeku.Seperti dugaannya Kim jongin tidak akan melepaskan Jung soojung untuk yang kedua kalinya.

 

“Aku ingin dia bersamaku sampai akhir,atau aku akan membunuhnya lalu bunuh diri”.

 

Opsi itu tentu saja bukan opsi yang bagus.Meskipun Sehun bisa mengontrol Jongin selama ini namun jika Jongin tetap keras kepala dan sudah memberinya tatapan seperti tadi yang bisa dilakukan Sehun hanyalah melindungi sahabatnya itu.Melindunginya dari keadilan.

 

Jongin bangkit dari sofa dan berjalan mendekati ranjang Soojung.Jemarinya menyentuh rahang lebam gadis itu.Menyusuri tiap inci wajahnya dengan gerakan lembut selembut benang sutra.Jongin tidak habis pikir,kenapa ia bisa tergila-gila pada gadis ini?ia yakin bukan karena kecantikannya.Seiap melihat Soojung rasanya ia bisa merasakan sebuah kehidupan normal mengalir dalam darahnya.Mengembalikannya pada Jongin yang polos dan tidak berdosa.Kim jongin yang sudah hilang bertahun-tahun lalu.

 

“Kau ada di pihakku kan Sehun?”ujarnya dengan suara nan tegas.Bukan suara huskynya yang main-main.

 

“Kau selalu tahu jawabannya”balas Sehun nyaris tanpa berpikir.

 

Jongin bahkan tidak berpikir sama sekali.Dia hanya mengutarakan apa yang ia inginkan.Sesegera mungkin selama ia bisa mendapatkannya.

***

Soojung terbangun saat angin membelai wajahnya.Tak ada cahaya,tetapi iya bisa merasakan kehangatan matahari dikulitnya.Soojung yakin ia sudah membuka mata,namun hanya kegelapan yang dilihatnya.Dan ia juga merasa asing dengan tempat dimana ia berada sekarang.Jelas ini bukan kamarnya.Ranjangnya tak terasa sama dengan ranjang di kamarnya.Ia yakin ia berada di tempat lain.Dan otaknya mulai berpikir dan mencoba mengingat kenapa ia ada di tempat ini.Dan yang sangat menggangunya nya adalah aroma kayu manis pekat yang membuatnya mual.

 

Saat ia mencoba untuk bangun dan mencari cahaya ia merasakan lututnya bergetar dan kakinya lemas hingga ia tersungkur ke lantai kayu yang berderit ngilu.Ia meringis tertahan dan merasa sangat kebingungan.Soojung berusaha bangun dengan menumpukan badannya di samping ranjang,namun tangannya sama lemahnya dengan kedua kakinya.

 

“Ada apa denganku?”tanyanya frustasi.

 

Soojung menarik napasnya pelan.Baru saja ia akan mencoba berdiri lagi suara pintu terbuka membuatnya berhenti.Dan ia bisa mendengar seseorang memekik dan benda jatuh.Lalu langkah kaki yang buru buru menjauh.

 

“Permisi?bisakah kau nyalakan lampunya?”tanyanya dengan sedikit berteriak.

 

Namun tak ada yang kembali bahkan sampai beberapa menit berlalu.

 

“Dimana aku sebenarnya?ah sial besok aku harus pergi ke Itali dan sekarang aku malah kebingungan di tempat ini.Apa yang sebenarnya  terjadi?apa aku di culik?argh sialan!!”umpatnya.

 

Lalu Soojung mendengar langkah kaki seseorang yang mendekat.

 

“Kau sudah bangun?”suara husky yang tak asing menggelitik telinganya.Membuat Soojung terlonjak dan punggungnya menabrak seseorang di belakangnya.

 

“Siapa kau?!”pekiknya.

 

“Kau melupakanku?”Tanya orang itu.

 

Soojung mengernyit dan mengingat-ingat dimana ia pernah mendengar suara husky itu,dan sebuah ingatan jelas membuatnya terlonjak Kaget dan berusaha lari.

 

Tidak sekarang………kumohon…….

 

“Soojung-ah..ini aku….”ujarnya setengah berbisik tepat di telinga Soojung.

 

Soojung berusaha menjauh namun kakinya tidak mau menurut.Ia sangat ketakutan.Orang yang ada di belakangnya adalah orang yang sama dengan oranng yang membunuh Do minsoo.Suara huskynya yang main-main selalu Soojung ingat.

 

Kim jongin

 

“Jangan takut! aku tidak akan menyakitimu”ujarnya sambil mengangkat tubuh Soojung yang seringan kapas ke atas ranjang.Jongin bisa merasakan tubuh gadis itu bergetar dan suhu tubuhnya sangat dingin.Anehnya gadis itu tidak berteriak sama sekali.

 

“Syukurlah kau sudah sadar,aku akan memanggil Wendy untuk menemanimu”.

Jonginpun pergi dari kamar itu.Meninggalkan sejuta pertanyaan yang mulai menghantui pikiran Soojung.Tak lama sebuah langkah hati-hati mendekat dan seseorang duduk diatas ranjang.

 

“Hai”

Soojung bisa mendengar suara seorang gadis.Terdengar canggung namun ceria dan punya warna.Memang tidak lembut seperti suara ibunya atau halus seperti suara kakaknya tapi cukup untuk meyakinkan dirinya bahwa ia akan baik-baik saja.

 

“Aku wendy”.

“Aku akan menceritakan semuanya”.

 

 

To be continued…

 

Masih ada yang nunggu?

Hehehehhe

Minggu kemaren aku kehabisan kuota jadi gak bisa ngirim chapter ini maapkeun heheh

Jangan lupa komen kritik dan saran nya selalu aku tunggu ya

Tengkyu tengkyu

 

Iklan

12 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Carnivora – Chapter 3

  1. sehun kah yg merencanakan pembunuhan.. cara pemikiran sehun bahwa lebih baik jika krystal mati menunjukkan bahwa sehun psikopat jg. lebih penasaran sama sehun

  2. Sehun lebih berbahaya. Ntah kenapa aku lebih penasaran dg latar belakang kehidupan kai dan sehun dibanding kisah cinta kai dan krystal. Huaaaa greget

  3. Whaaaaoo sehun lebih berbahaya dari kai??? Apa dia pembunuh juga kaya kai atau yg lain?? Iiiih penasaran 😯 soojung kasian lumpuh ma buta berarti dh ga bisa balet aaah kasian kan itu cita2 dia
    Kai jgn bunuh soojung donk ! 😣😣
    Wendy?? Dia siapa coba?? Ahh penasaran lanjut kak jgn lama2 semangat kak nulisnya

  4. Gimana nanti reaksi soojung kalo dia buta dan lumpuh ? Jongin kali ini gak mau ngelepas soojung untuk kedua kalinya, semangat jongin untuk mencintai soojung ya.
    Semoga soojung semangat ngejalani hidupnya yang baru dan bisa beradaptasi walaupun gak bisa jadi juliet.
    Ditunggu kelanjutan nya.

  5. Whoooaaa… Krystal mungkin pertama nyangka kalau dia diculik Jongin hihi
    Semoga aja dia bisa sembuh dan bisa lihat lagi biar balletnya nyambung lagi
    Semangat Juliet

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s