[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond – Chapter 1

 

Black Diamond – Chapter 1

Author : Bacon14

Length : Chaptered

Genre : Fantasy

Main Cast :

  • Oh Sehun
  • Shin Hyeri

Other Cast :

  • Kim Jongin
  • Park Chanyeol

Happy Reading😀

“Tuan Sehun telah kembali!” Teriak salah seorang penjaga. Sehun berjalan dengan jubah kebesarannnya yang menutupi wajah tampannya. Lorong tempatnya berjalan sangat gelap. Hanya beberapa obor yang menyala, menjadi sumber penerangan untuknya. Namun, tanpa cahaya itu pun juga, Sehun masih bisa melihat. Ia adalah makhluk kegelapan yang paling kuat.

“Oh Tuan Sehun silahkan duduk!” Ujar Chanyeol dengan sopan. Chanyeol adalah vampir tingkat dua. Ia selaku ketua rapat untuk pencarian black diamond yang telah menghilang. Sehun menatap dingin Chanyeol dan menepis tangannya dengan kasar. Chanyeol mendecih kesal dalam hati.

“Rapat dimulai.” Ucapnya. Chanyeol melangkah ke tempat duduknya yang lebih tinggi dari para anggota rapat lainnya. Ia menatap satu persatu vampir yang berada di rapat ini. Semua memakai topeng sesuai kekuatannya masing-masing.

Lebih baik kita jabarkan dulu kekuatan para vampir yang menghadiri rapat vampir disini. Kekuatan paling tinggi ada pada Sehun dengan kekuatan anginnya yang dapat menghancurkan kawasan di sekelilingnya apabila ia marah ataupun kesal. Selain itu, ia dikaruniai membaca hati seseorang namun tidak sekuat pengguna telekinesis. Kekuatan vampir di bawahnya adalah Park Chanyeol selaku ketua rapat disini. Awalnya, akan diserahkan kepada Sehun tetapi karena Sehun dianggap masih terlalu muda dan belum cukup menguasai dalam pembinaan rapat ini, jadi diserahkan tugasnya pada Chanyeol. Chanyeol adalah penguasa api. Ia memiliki ambisi tersembunyi di balik kedudukannya sebagai ketua rapat ini.

Kekuatan ketiga adalah Suho. Ia adalah pengendali air. Tingkatannya memang lebih rendah dibandingkan Chanyeol dan Sehun tetapi jangan meremehkannya. Sekali ia marah ataupun kesal, ia bisa menenggelamkan bumi sekalipun. Kekuatan di bawahnya adalah Lay. Kekuatannya jarang diperlihatkan tetapi semuanya tahu ia adalah vitakinesis. Ia bisa menyembuhkan apapun yang ia sentuh dengan tangannya. Namun, kekuatannya ini jarang digunakan karena vampir umumnya memiliki regenerasi yang sangat tinggi. Jadi, kekuatannya ini tidak terlalu berguna kecuali vampir itu benar-benar sekarat.

Kekuatan kelima adalah kekuatan milik seorang namja dengan rambut coklat bernama Baekhyun. Ia sahabat baik Sehun dan menganggap Sehun adalah adiknya sendiri walaupun Sehun tak beranggapan seperti itu. Kekuatan cahaya yang ia miliki jarang digunakan juga. Karena vampir tidak menyukai cahaya sama sekali. Beruntungnya, Baekhyun memiliki kekuatan lain yang tersembunyi dalam dirinya dan tidak pernah ia ungkapkan sekalipun. Kekuatan keenam adalah milik Chen. Suaranya merdu dan menawan. Jangan tertipu dengan suaranya yang menawan serta wajah tampannya. Ia memiliki kekuatan petir yang sangat dahsyat dan ia adalah mesin pembunuh yang sangat handal.

Kekuatan ketujuh adalah kekuatan milik si cantik Luhan. Ia memang namja tetapi ia dapat berubah bentuk menjadi yeoja jika terdesak atau apapun itu. Kekuatannya sama seperti Sehun. Membaca pikiran orang lain dan mengendalikannya dengan mudah. Karena Sehun dan Luhan bersaudara. Kekuatan kedelapan adalah kekuatan milik Kris. Kekuatannya hampir mirip dengan Chanyeol. Kalau Chanyeol dapat memanggil Phoenix, ia dapat memanggil naga. Kekuatannya juga api. Ada kekuatan spesial yang ia miliki namun tidak diberitahu secara langsung. Kekuatan kesembilan adalah milik Xiumin. Wajah imutnya dan lucu ini dapat menipu kaum hawa. Namun, ia dapat membekukan apapun yang ia sentuh ataupun dalam pikirannya saja siapa yang mau ia bekukan, orang itu pasti langsung mati beku.

Kekuatan kesepuluh adalah DO. Ia memiliki kekuatan tanah yang hebat. Selebihnya, tidak banyak yang mengetahui kekuatan yang tersembunyi dalam dirinya. Kekuatan kesebelas adalah Kai. Kai adalah penjaga Sehun juga. Ia memiliki kekuatan teleportasi yang bisa memindahkan tubuhnya sesuka hatinya. Kekuatan terakhir adalah Tao. Ia bisa menghentikan waktu sesukanya dalam tempo 2 jam. Namun, kekuatan ini sangat berbahaya jika digunakan terlalu sering. Karena akan menghabiskan umur si pengguna dengan cepat.

“Bagaimana kelanjutan pencarian Black Diamond?” Semua vampir menatap satu sama lain. Energi disana berkumpul dan saling bertabrakan sama lain, membuat suasana semakin tidak mengenakkan dan dingin. Sehun menyeringai dalam topengnya. Ia mengetuk-ngetuk meja di hadapannya dengan teratur. Suasana semakin mencengkram karena tak ada satupun yang hendak berbicara.

“Tuan Sehun.. apakah kau menemukan sesuatu?” Tanya Chanyeol dengan sinis. Sehun menghentikan jari-jarinya. Tangannya mencengkram mantelnya dengan erat. Mata ungunya semakin bersinar terang menandakan dirinya tersinggung dengan pertanyaan tersebut. Para vampir lainnya juga merasakan pertanyaan Chanyeol menyinggung Sehun secara langsung karena ibunya sendiri yang membawa lari black diamond.

Sehun menggertakkan giginya kesal. Tangannya membentuk pusaran kecil yang lama-lama semakin membesar. Pusaran itu berputar dengan kencang dan memporak-porandakan ruang rapat milik vampir tersebut. Chanyeol bergidik ngeri melihat kekuatan Sehun secara langsung. Selama ini, ia hanya mendengar saja kekuatannya.

“Mianhae..aku tidak bermaksud menyinggungmu.” Pusaran itu semakin mengecil dan menghilang. Sehun menutup matanya dan seketika ruangan yang porak poranda kembali seperti semula. Ia membuka matanya dan menatap lurus Chanyeol.

“Apa aku harus membunuhmu disini agar ucapanmu bisa sedikit dijaga, Tuan Chanyeol?” Chanyeol mengepalkan tangannya erat. Vampir umumnya adalah makhluk egois dan tidak berpikir panjang dalam melakukan sesuatu. Apa saja yang mengusik hati makhluk ini akan mati seketika. Ucapan Chanyeol memang kedengarannya sangat sopan untuk ukuran manusia, tetapi untuk vampir termasuk tidak sopan karena menyinggung urusan pribadi seorang vampir. Vampir memang tidak bisa dipahami.

“Sehun, tenanglah!” Baekhyun menatap Sehun dengan tajam. Cahaya kunang-kunang yang berada di sekelilingnya semakin terang dan semakin menyilaukan mata setiap vampir yang hadir.

“Disini tidak diperkenankan menggunakan kekuatan, Sehun!” Ucap Baekhyun tegas. Ia meredupkan cahaya kunang-kunang di sekitarnya dan memohon maaf pada Chanyeol karena tidak sengaja menggunakan kekuatannya.

“Baiklah.. sepertinya belum ada kemajuan yang berarti tentang Black Diamond. Raja semakin lemah dan Tuan Sehun juga belum cukup umur untuk menduduki posisi tersebut, sedangkan vampir kelas bawah semakin merajalela dan menghisap darah manusia secara brutal. Jika raja tidak segera sembuh, dunia vampir akan kacau balau.” Ucap Chanyeol penuh penekanan khusus. Matanya melirik tajam Sehun karena merasa energi Sehun berada di belakang tengkuknya dan mencekiknya.

“Bukankah kau menginginkan posisi itu, Tuan Park? Kau kan tidak pernah peduli dengan keberlangsungan hidup para vampir dan hanya mementingkan dirimu sendiri.” Sahut Sehun pedas. Ia menatap Chanyeol dengan tatapan mencemooh. Bibirnya menyunggingkan senyum meremehkan di balik topengnya.

“Jaga ucapanmu, Tuan Sehun.” Suho yang sedaritadi diam menatap Sehun tajam. Ucapan Sehun dianggapnya keterlaluan. Sehun balas menatap Suho dengan tajam. Mata birunya membalas tatapan mata ungu Sehun. Aura di sekitarnya semakin tidak enak.

“Sudah…sudah jangan ribut. Rapat hari ini selesai.” Chanyeol meneguk ludahnya berat. Tekanan energi Sehun benar-benar membuatnya mual dan membuatnya lemah karena kekuatannya ditekan ke titik paling rendah. Chanyeol beserta beberapa vampir lainnya keluar dari ruang rapat. Hanya tersisa Sehun, Kai dan Baekhyun.

“Harusnya kau bisa mengendalikan energimu! Uhuk..” Baekhyun terbatuk-batuk karena energi yang terpancar dari tubuh Sehun. Sehun menghela nafasnya. Ia menarik semua energinya. Mata ungunya meredup.

“Tuan..” Sehun melirik sekilas ke arah Kai yang memanggilnya. Kai mendekatinya dan membisikkan sesuatu ke Sehun. Baekhyun yang penasaran hendak mendengarkannya namun mata Sehun menatap tajam Baekhyun.

“Arraseo. Kau boleh pergi.” Kai mengangguk. Ia berubah menjadi asap hitam dan menghilang. Baekhyun menatap Sehun sambil memiringkan wajahnya. Tangannya terkepal erat. Perubahan ekspresi Sehun terlihat sangat jelas.

Sehun memejamkan matanya dan berubah menjadi kelelawar hitam meninggalkan Baekhyun sendirian. Baekhyun mendecak sebal. Beberapa kunang-kunangnya mati karena energi Sehun yang sangat besar.

Mata kuning Baekhyun menyala di tengah kegelapan. Ia berubah menjadi asap kemerahan dan menghilang dari ruang rapat.

******

‘Tuan, kami telah menemukan makam nona Hyuna.’

Sehun terdiam mematung di depan sebuah makam dengan ukiran yang sangat cantik. Mata ungunya menyala. Ia bersimpuh di depan makam tersebut. Ia memukul tanah di sekitarnya dengan geram hingga retak dan terpecah menjadi dua bagian.

“Kenapa ibu meninggal hah dengan membawa lari black diamond?” Sehun menatap tajam makam ibunya. Kesedihan tentu saja terpancar walaupun tertutupi dengan rasa amarah dan kebencian. Tangan pucatnya mengelus makam tersebut dengan lembut. Matanya menutup dan bibirnya melantunkan sebuah doa. Memang terkesan aneh karena selama ini vampir tidak pernah berdoa dan selalu melakukan kejahatan.

‘Satu hal lagi, black diamond tidak ada pada tubuh nona Hyuna.’

Ucapan Kai terngiang kembali di benak Sehun. Sehun berdiri. Mantel tebalnya berkibar tertiup angin. Bibirnya mengucapkan sebuah mantra kuno. Sebuah pelindung berwarna keunguan timbul dengan pola rumit. Pelindung itu membentuk kotak dan menyelimuti makam ibunya. Sehun menatap makam ibunya sekali lagi dan pergi meninggalkannya. Setelah mengetahui kepergian ibunya, akan jauh lebih sulit untuk menemukan Black Diamond.

Sehun melebarkan sayapnya namun diurungkannya kembali karena matanya menangkap seorang yeoja mendekati makam ibunya. Yeoja tersebut membawa seikat bunga mawar merah yang indah. Sehun membuat dirinya transparan dan menatap yeoja cantik tersebut. Energinya memang manusia tetapi ada energi lain yang tidak diketahui Sehun dan sangat menarik untuknya. Mata Sehun dibuat terbelalak lagi karena yeoja tersebut berhasil menembus perlindungan ketat yang dibuat Sehun. Bahkan, vampir akan mati ketika menyentuh perlindungan tersebut. Bagaimana seorang manusia yang lebih lemah dari vampir bisa menembusnya dengan mudah?

“Siapa dia?” Gumam Sehun. Yeoja cantik itu melihat ke belakang merasa ada yang berbicara namun karena di sekelilingnya hanyalah makam. Ia sedikit bergidik ngeri. Matanya menatap makam ibu Sehun dengan sedih. Ia menaruh bunga yang ia bawa di depan makam tersebut.

“Eomma..” Sehun dibuat makin terkejut lagi. Ia tidak mungkin salah dengar. Yeoja tersebut memanggil ibunya dengan sebutan eomma. Sehun semakin menatap tajam yeoja tersebut.

“Eomma kenapa meninggalkan aku sendiri hiks..” Air mata yeoja itu jatuh. Lagi-lagi, Sehun harus menahan nafasnya kembali. Air mata yang jatuh dari mata yeoja tersebut membuat tanah yang tandus di sekitar makam menjadi tanah yang subur bahkan tumbuh tumbuhan di sekitarnya. Sehun meneguk ludahnya berat. Matanya tak mungkin salah.

“Hyeri takut sendirian. Hyeri tidak punya siapa-siapa lagi selain eomma.” Hyeri mengusap air matanya dengan punggung tangannya. Matanya masih menatap makam ibunya dengan sedih.

“Eomma, aku pulang dulu ya. Aku sangat menyayangi eomma.” Hyeri mengecup makam ibunya. Ia berdiri dan melangkah meninggalkan makam. Sehun yang berwujud transparan mulai menampakkan tubuhnya secara utuh. Ia mendekati makam ibunya lagi. Tidak mungkin Kai memberikan informasi yang salah, kan?

“Kai, datang kemari.” Sebuah asap hitam muncul di belakang Sehun. Sebuah siluet hitam menampakkan seorang namja tampan dengan topeng. Kai membungkuk hormat pada Sehun.

 

“Benarkah ini makam eommaku?” Kai mengangguk pasti. Sehun mengernyitkan dahinya.

“Ada apa, tuan?” Kai memiringkan kepalanya bingung. Sehun menggelengkan kepalanya. Ia menyuruh Kai pergi. Kai membungkuk hormat dan undur diri untuk pergi.

“Lalu siapa yeoja tadi?”

******

Hyeri datang ke restoran tepat waktu. Ia memakai seragam pelayan karena sekarang waktunya untuk bekerja part-time. Senyum tak lepas hilang dari wajah cantiknya. Beberapa namja bahkan terpikat karena senyumannya.

“Jangan menggunakan kekuatanmu berlebihan.” Bisik Bobby. Hyeri mendengus pelan. Wajahnya ia tekuk. Bobby tertawa pelan karena sikapnya.

“Aku bahkan tidak menggunakan kekuatanku.” Elak Hyeri. Bobby menggelengkan kepalanya. Bobby adalah indigo. Ia merasakan Hyeri memiliki kekuatan di balik tubuh mungilnya ini. Tetapi, kekuatannya tersegel dan hanya bisa dipakai setengahnya.

“Ah terserahmu saja. Aku hanya memperingatkanmu. Kekuatanmu dapat mengundang ‘makhluk’ lain datang dan mengusikmu.” Ucap Bobby. Ia melangkah ke meja pelanggan dan memberikan pesanannya. Hyeri tertegun dengan ucapan Bobby. Makhluk lain? Memang ada makhluk selain manusia, hewan, dan tumbuhan di muka bumi ini? Apa mungkin roh halus? Hyeri bergidik ngeri memikirkannya.

Kekuatan Hyeri sebenarnya tidak terlalu kuat. Ia hanya memiliki kekuatan penyembuhan yang lebih tinggi dari manusia lain dan ia memiliki kekuatan untuk menarik hati namja di sekitarnya. Kekuatannya ini tidak bisa ia kontrol sama sekali. Oleh karena itu, Bobby selalu berusaha mengajarinya mengontrol kekuatannya walaupun hal itu sangat sulit ia lakukan hingga saat ini.

Bunyi lonceng mengalihkan pandangan Hyeri. Ia tersenyum ramah pada pelanggan barunya. Ia mendekati pelanggan barunya dan memberikan menu restoran. Pelanggan tersebut menatap Hyeri sebentar dan sepertinya ia jatuh hati juga padanya. Mata merahnya menyala, ia mendekati tubuh Hyeri dan mencengkram tangannya.

“Tuan, tolong lepaskan tanganku!” Tangan vampir tersebut tidak mau melepas tangan Hyeri. Hyeri terpaksa menggunakan kekuatannya. Ia menutup matanya dan memusatkan perhatiannya pada tangan vampir yang memegang tangannya. Seketika, tangan vampir tersebut dipenuhi luka dan nanah yang berceceran hingga ke bagian tubuh lainnya. Wajah vampir tersebut pun tak luput dari penyakit aneh yang menyerangnya tiba-tiba. Vampir yang umumnya bisa menyembuhkan dirinya, tidak bisa menyembuhkan penyakit yang menyerangnya. Hyeri membuka matanya dan seketika matanya berubah menjadi hitam legam. Tubuhnya melemah dan ia terjatuh pingsan.

Bobby mendekati Hyeri dan mengguncang tubuhnya pelan. Namun, tak ada respon berarti. Ia menengok ke arah vampir yang terkena penyakit aneh tersebut. Aura vampir itu begitu pekat sehingga Bobby langsung mengusirnya. Apa mungkin vampir tersebut yang melukai Hyeri? Bobby menatap Hyeri cemas.

Bobby menggendong tubuh Hyeri yang mulai mengeluarkan keringat dingin. Ia bukan diserang vampir tetapi karena ia terpaksa menggunakan kekuatannya berlebihan sehingga ia kelelahan. Bobby mengumpat kesal. Ia baru saja diberitahu agar tidak menggunakan kekuatannya secara sembarangan. Tetapi, sekarang ia telah melukai seorang vampir dan dari auranya vampir tersebut termasuk vampir kelas atas karena energi yang ia pancarkan begitu kuat. Hyeri, kau masuk dalam masalah besar. Berurusan dengan seorang vampir apalagi vampir kelas atas, pasti akan sulit sekali menyelesaikannya. Bobby pernah membaca salah satu buku kuno. Vampir tidak suka ada orang yang bisa mengalahkannya apalagi manusia lemah seperti Hyeri yang mengalahkannya, pasti vampir tersebut akan segera memanggil kawan-kawannya untuk membunuh Hyeri.

Hyeri membuka matanya. Bola matanya berubah menjadi coklat kembali seperti semula. Matanya masih kabur mungkin akibat karena penggunaan kekuatan yang terlalu berlebihan. Ia berusaha untuk duduk namun sulit sekali karena tubuhnya seperti mati rasa.

“Ah.. kau sudah sadar? Minum dulu!” Bobby membantu Hyeri untuk duduk. Ia memberi minum pada Hyeri dan langsung dihabiskan dalam sekali tegukan. Kepalanya masih pusing. Wajahnya juga pucat.

“Siapa dia? Kenapa matanya merah? Apa dia pakai soflen?” Bobby menghentikan langkahnya untuk menaruh gelas. Ia duduk kembali. Tangannya menggapai kepala Hyeri dan mengelusnya dengan lembut.

“Belum waktunya kau mengenal makhluk itu.” Bobby tersenyum penuh arti. Ia berdiri kembali dan meninggalkan Hyeri yang termenung dengan kata-kata Bobby yang penuh dengan misteri di balik kalimatnya.

******

“Bagaimana kau menemukan makam tersebut?” Sehun berucap dengan dingin. Matanya menatap Kai yang kini bergetar ketakutan.

“Aku dan beberapa vampir kelas bawah berpencar ke seluruh negeri dan berusaha mencari informasi tentang Black Diamond. Aku tak sengaja melewati sebuah makam dan energinya berbeda dari kebanyakan orang meninggal yang berada di makam lainnya. Aku mendekati makam tersebut dan benar-benar terkejut melihat nama dari makam tersebut. Selain itu, makam tersebut masih tersisa kekuatan vampir. Oleh karena itu, aku sungguh yakin bahwa makam tersebut adalah makam ibu tuan.” Ucap Kai detail. Energi Sehun yang mencekik leher Kai memudar. Kai bernafas lega. Tetapi, wajah Sehun masih kurang puas dengan perkataan Kai.

“Aku masih tidak yakin itu makam ibuku karena setahuku ibu tidak memiliki anak lagi selain diriku kan? Tetapi kemarin ada seorang yeoja yang datang mengunjungi makam tersebut dan menembus perlindungan tertinggi yang aku buat untuk melindungi makam ibu agar tidak dirusak vampir lain.” Kai begitu terkejut dengan perkataan Sehun. Ia menunduk takut karena mengira ia salah memberi informasi pada Sehun.

“Bisa saja ibumu itu memiliki anak di bumi, kan? Jangan menakuti penjagamu seperti itu, Hun.” Sehun menoleh ke belakang mendengar suara Baekhyun. Ucapan Baekhyun ada benarnya juga. Selama 20 tahun, mungkin saja ibunya memiliki anak selain dirinya di bumi. Ibunya ini dulunya juga manusia walaupun diubah menjadi vampir oleh ayahnya. Tetapi, darah vampir ayahnya yang berada di tubuh ibunya pasti memudar setelah beberapa tahun. Apalagi ibunya tidak mengkonsumsi darah ayahnya selama 20 tahun. Manusia yang dijadikan vampir harus meminum darah vampir yang menggigitnya secara rutin. Jika ia tidak meminumnya selama 5 tahun, darah vampir yang berada dalam tubuhnya akan memudar dan ia akan kembali menjadi manusia. Samar-samar pasti energi ayahnya ada pada ibunya walau sedikit. Oleh karena itu, ibunya bisa memiliki anak lagi selain dirinya. Ah.. kenapa hal itu tidak terpikirkan olehnya?

Sehun mendecak sebal. Apakah artinya ia memiliki seorang saudara manusia apalagi manusia perempuan? Ia jijik sekali dengan manusia. Ia hanya menganggap manusia sebagai makanannya tidak lebih dari itu. Mungkin vampir lain menganggap manusia sebagai pemuas nafsu mereka semata saja. Namun, Sehun bukanlah vampir yang seperti itu. Ia vampir dengan harkat dan martabat yang tinggi sehingga ia tidak mungkin melakukan hal hina seperti itu apalagi kepada manusia yang menjijikkan.

“Tenanglah, Hun. Aku akan membantumu untuk mencari anak ingusan yang menjadi adikmu itu. Mungkin saja dia mengetahui sesuatu tentang Black Diamond dari ibumu.” Sahut Baekhyun. Baekhyun mengusap kepala Sehun dengan sedikit berjinjit. Ia menghilangkan tubuhnya ke kegelapan sebelum Sehun menjitaknya karena mengelus kepalanya sembarangan.

******

“Hyeri, jangan bekerja hari ini! Istirahat saja. Aku temani.” Hyeri menggeleng keras. Tubuhnya sudah benar-benar fit untuk bekerja lalu kenapa Bobby melarangnya seperti ini?

“Apa kau takut aku bertemu makhluk seperti kemarin itu?” Ejek Hyeri. Ia tersenyum meremehkan dan mengabaikan Bobby yang meminta untuk istirahat.

“Makhluk itu berbahaya!” Teriak Bobby. Hyeri tak ambil pusing dengan perkataan Bobby. Ia mengambil tasnya dan melangkah keluar apartemen.

Bobby menghela nafas sejenak. Menghadapi sikap Hyeri yang terkadang seperti anak-anak benar-benar membutuhkan kesabaran ekstra. Ia membawa beberapa pisau perak dan air suci. Banyak buku yang ia baca mengenai vampir, bahwa vampir sangat lemah dengan pisau perak dan air suci. Untuk jaga-jaga saja, ia membawa semuanya. Lagipula, selain hal itu ia tidak bisa menjaga Hyeri dengan cara lain misalnya bertarung. Ia adalah manusia, dan ia sadar ia pasti akan kalah dengan seorang vampir yang bahkan kekuatannya sangat tinggi.

******

Bobby kembali meminta Hyeri untuk tidak berkeliaran di cafe. Tetapi, Hyeri tidak menghiraukannya. Ia tetap melayani para pelanggan bahkan kekuatannya ia gunakan untuk memikat namja di luar supaya masuk ke cafe dan membeli makanan atau minuman. Bobby geleng-geleng dengan sikap Hyeri.

Seorang namja tampan masuk ke cafe dengan setelan mantel panjang yang menutupi tubuhnya hingga celana. Ia memakai kacamata hitam. Hyeri tersenyum melihat pelanggan barunya ini sedangkan Bobby mulai gelisah karena merasakan aura menusuk dari namja tersebut.

“Jangan dekati namja itu!” Cegah Bobby. Namun, Hyeri telah melangkah disana dan memberikan menu makanan. Namja tampan tersebut melepaskan kacamatanya. Sepasang mata merah menyala membuat Hyeri semakin tertarik dengan namja di hadapannya ini. Wajah tampan dengan hidung mancung, bibir yang berisi dan kissable sekali, kulit tan yang eksotis. Siapa sih yang tidak tertarik dengan namja berpenampilan perfect seperti ini?

Bobby melangkah dengan geram ke arah meja namja tersebut. Pisau perak telah ada di tangannya. Matanya berkilat-kilat marah karena tangan namja tersebut kini telah memegang erat tangan Hyeri. Bahkan, Hyeri sepertinya membiarkan namja tersebut mengontrol pikirannya.

“Lepaskan tangan Hyeri!” Hyeri tersadar namun ia masih terhipnotis dengan ketampanan namja berkulit tan ini. Namja tersebut terkekeh pelan dengan sikap protektif Bobby.

 

“Dia menggunakan kekuatannya untuk memanggilku. Lalu, apa salahku untuk datang disini?” Bobby merasa vampir ini termasuk vampir tingkat bangsawan karena sikapnya yang elegan dan anggun secara bersamaan. Auranya juga sangat berbeda dengan aura vampir yang kemarin datang kesini. Ia meneguk ludahnya takut. Namun, tangannya semakin mengeratkan pegangannya pada pegangan pisau peraknya.

Jlebb..

Bobby menancapkan pisau peraknya tepat di lengan vampir tersebut. Ia tersenyum meremehkan karena mengira vampir ini akan menggelepar dan meninggal. Namun, vampir ini dengan santainya membuang pisau tersebut dan tersenyum kemenangan.

“Kau kira aku akan mati dengan pisau seperti itu?” Hyeri menatap mereka berdua dengan bingung. Banyak pertanyaan bermunculan di kepalanya namun dengan situasi seperti ini lebih baik dia diam dan tenang karena tidak ada gunanya berbicara jika mereka masih saling berseteru.

“Perkenalkan namaku, Kai. Aku adalah vampir bangsawan.” Kai membungkuk hormat di depan Bobby. Bobby semakin melindungi Hyeri di belakang punggungnya. Matanya menatap tajam Kai yang kembali tersenyum meremehkan.

“Aku tidak ada maksud melukai manusia di belakangmu itu.. ah siapa namanya Hyeri?” Kai mengerling ke arah Hyeri. Hyeri merona ketika Kai memanggil namanya. Sedangkan Bobby, semakin mengeratkan pegangannya pada tangan Hyeri.

“Tuanku menyuruhku untuk menemukan saudara perempuannya, dan aku bermaksud membawanya ke tuanku.” Bobby mencari kebohongan di mata Kai. Namun, hanya ada kesungguhan di balik bola mata merahnya.

“Bagaimana caranya kau memastikan bahwa Hyeri adalah adik dari tuanmu itu?” Kai tersenyum mencemooh Bobby. Rasanya ia ingin membunuh Bobby yang banyak sekali bertanya. Namun, demi mendapatkan Hyeri, ia harus sedikit bersabar.

“Dari sekian banyak manusia yang aku temui, hanya Hyeri saja yang memiliki energi berbeda. Energi vampir mengalir dalam darahnya walau dalam jumlah sedikit. Hal itu menguatkan keyakinanku bahwa dia memiliki hubungan darah dengan tuanku.” Jelas Kai. Bobby mengangguk-angguk. Matanya masih menatap tajam Kai.

“Tetapi, selain Hyeri, pasti masih ada lagi manusia yang memiliki ibu dengan keturunan vampir pasti kau salah orang.” Elak Bobby. Hyeri semakin mengernyit bingung karena namanya mulai disangkut pautkan dalam urusan mereka.

“Ibu Hyeri adalah istri dari pemimpin vampir terdahulu. Darah pemimpin vampir mengalir dalam darah ibu Hyeri. Energi tersebut sangat khas. Hyeri memiliki energi tersebut. Apa kau menyalahkan insting vampir yang begitu tajam?” Bobby tidak bisa mengelak lagi. Ia menatap Hyeri yang terdiam karena bingung.

“Beri aku waktu untuk menjelaskan seluk beluk vampir pada Hyeri. Kau bisa datang kemari setelah itu.” Janji Bobby. Kai memegang janji Bobby. Tangannya menyentuh lengan Bobby dan membuat sebuah tanda atas janji yang diucapkan Bobby. Jika Bobby melanggarnya, Kai diperbolehkan untuk membunuh Bobby dengan cara apapun. Kai membungkuk hormat dan menghilang dari pandangan mereka. Selain tanda tersebut, ingatan para pengunjung cafe dihapus agar apa yang mereka dengar tidak tersebar kemana-mana. Pengunjung kembali seperti semula setelah ada kericuhan kecil dan mereka tidak mengingat pertemuan Bobby dan Kai. Hanya Bobby dan Hyeri yang tidak dihapus ingatannya oleh Kai.

“Bobby, kau berutang penjelasan padaku!” Ucap Hyeri tajam.

******

“Tuan..” Sehun membalikkan badannya ketika menyadari Kai datang. Kai membungkuk hormat dan mulai berbicara secara detail tentang pertemuannya dengan adik tiri Sehun.

“Adikku ditemani seorang indigo? Wow..hebat!” Ucapan Sehun terlihat seperti memuji tetapi nada ucapannya terkesan menyindir. Kai menatap Sehun tak mengerti.

“Besok aku akan menemuinya secara langsung. Peringatkan pada indigo tersebut agar tidak mengganggu pertemuanku dengan adikku tersayang!” Kai mengangguk mengerti. Tubuhnya berubah menjadi asap hitam dan menghilang di tengah kegelapan.

Sehun terkekeh pelan. Bibirnya terasa aneh setelah mengucapkan kata adikku. Ia terbiasa hidup sendirian dan setelah mengetahui ia memiliki adik dan sialnya seorang manusia. Sehun merasa hidupnya akan penuh warna dengan hadirnya adiknya tersebut.

“Aku akan menemui, adikku tersayang.”

TBC

 

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond – Chapter 1

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s