[EXOFFI FREELANCE] COMPLICATED LOVE (Chapter 2)

PhotoGrid_1491097319408

COMPLICATED LOVE

Author : PSP

Main Cast :

Byun Baekhyun & Shin Jihyun (OC)

Other Cast :

Park Chanyeol • Kim Hyera (OC)

Genre : Romance • Friendship

Length : Chaptered

Rating : PG-15

Disclaimer :

The story is purely the result of my own thinking.

Summary :

Cinta terkadang muncul ditengah kedekatan sebuah persahabatan… 

“Aku menyayangimu Baekhyun, tetapi sebagai seorang sahabat.”

“Terkadang aku pun membenci perasaanku ini Jihyun”.

 

 °°°°°°°°°°°°

 Baekhyun POV

 

Saat ini kami sedang berada diruang kelas, disaat yang lain sedang fokus memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan sesuatu aku tidak bisa fokus karena terus melihat kearah Jihyun. Aku sangat menghawatirkannya.

 

Hingga akhirnya kelas berakhir, aku dan Jihyun memutuskan untuk segera meninggalkan kelas. Tetapi disaat dia hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba dia pingsan. Dan aku sangat terkejut, dengan cepat aku menghampirinya. Semua teman dikelas pun terlihat cemas, dan dengan segera aku membawa Jihyun ke UKS.

 

°°°°°°°°°°°°

 

Sesampainya diruang UKS aku mulai menidurkannya disalah satu kasur yang ada disana.

 

Aku terpesona dengan wajahnya yang tertidur saat ini, dia terlihat sangat cantik. Entah mengapa tiba-tiba aku mulai memajukan wajahku ke dekat wajahnya, dan entah keberanian dari mana ku tempelkan bibirku pada bibir Jihyun. Aku tau ini merupakan hal yang salah untuk dilakukan, tapi aku tidak bisa menahan diriku lagi, walaupun ini hanyalah sebuah kecupan.

 

Setelah sekitar 15 menit aku menunggunya, Jihyun pun mulai sadar.

 

Author POV

 

“Jihyun bagaimana apa kau merasa agak baikan?”

 

“Ah Baekhyun dimana ini?”

 

“Ini di UKS, tadi kau pingsan saat dikelas. Kau ini dari tadi saat dikantin aku kan sudah memperingatkanmu tapi kau tidak mau mendengarkanku, jadinya lihat kan kau jadi pingsan tadi.”

 

“Hey, sudahlah aku sudah tidak apa-apa sekarang.” Jihyun tersenyum manis pada Baekhyun dan dia mulai memeluk Baekhyun, ini memang bukan pertama kalinya mereka berpelukan karena mereka merupakan sahabat jadi hal ini sudah biasa, tetapi tetap saja Baekhyun merasakan sesuatu yang beda pada Jihyun, dia sangat senang jika Jihyun memeluknya.

 

“Yasudah ayo aku antar kau pulang, aku tidak mau kau tidak mendengarkanku lagi kali ini!”

 

“Iya iya baiklah ayo antarkan aku pulang sekarang.”

 

“Hm bagaimana kalau aku menginap di apartementmu saja, aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa lagi Jihyun. Kau kan di Seoul hanya tinggal sendirian di apartement, lebih baik aku menemani mu ok!”

 

“Tapi apakah tidak apa-apa, nanti aku pasti merepotkanmu?”

 

“Aish kau ini, aku kan sahabatmu.”

 

Gomawo Baekhyun.” Jihyun memeluk Baekhyun dengan sangat erat.

 

“Iya iya yasudah ayo kita pergi”

 

Mereka berdua berjalan menuju parkiran, dan kemudian menaiki mobil Baekhyun. Sebelum meninggalkan parkiran, Jihyun teringat kepada Hyera dan Chanyeol.

 

“Baekhyun bagaimana dengan Hyera dan Chanyeol? Apa kau sudah memberitahunya?”

 

“Oh iya aku lupa belum memberitahunya” Baekhyun mengeluarkan ponselnya, dan mencoba untuk menghubungi Hyera. Dia menjelaskan bahwa mereka akan pergi ke apartement Jihyun, dan Baekhyun akan tinggal diapartementnya untuk sementara waktu.

 

“Bagaimana?”

 

“Aku sudah memberitahunya, setelah kelas berakhir mereka berdua akan menyusul kita ke apartement nanti.”

 

“Ok baiklah.”

 

°°°°°°°°°°°°

 

Baekhyun memberhentikan mobilnya didepan apartemen Jihyun. Dan saat ini ia memaksa untuk menemani Jihyun masuk ke apartement karena khawatir Jihyun kenapa-kenapa, tetapi Jihyun bersikeras tidak apa-apa dan menyuruh Baekhyun pulang terlebih dahulu

 

“Benar tidak apa-apa?”

 

“Iya, sudah cepatlah pergi dan ambil baju gantimu.”

 

“Yasudah aku pergi dulu ya, aku pergi Jihyun.”

 

Jihyun mulai memasuki gedung apartement dengan badan yang sangat lemas, hingga akhirnya dia tiba didepan pintu apartement. Setelah tiba diapartementnya dia memilih untuk masuk ke kamar kemudian memutuskan untuk mandi.

 

Setelah sekitar satu jam Baekhyun tiba di apartement Jihyun, Baekhyun mengetahui password apartement Jihyun maka dari itu dapat dengat mudahnya dia masuk tanpa diberi izin terlebih dahulu, karena hal ini sudah biasa dilakukan oleh Baekhyun.

 

“Jihyun aku datang, kau ada dimana?”

 

“Aku ada dikamar, Baekhyun!”

 

“Hm ternyata kau ada disini, bagaimana keadaanmu sekarang apakah lebih baik?”

 

“Kurasa keadaanku masih sama saja.”

 

“Bagaimana ini? Kita harus memanggil dokter.”

 

“Jangan! Tidak usah, aku pasti akan segera sembuh dengan beristirahat.”

 

“Kau ini sungguh keras kepala sekali, apa kau tidak tahu aku sangat menghawatirkanmu Jihyun!” Baekhyun mulai meninggikan suaranya, tetapi tiba-tiba Jihyun memeluk Baekhyun.

 

Deg…

 

Terasa detak jantung Baekhyun mulai berdetak semakin kencang.

 

Gwaenchana, kau tidak perlu berlebihan seperti ini Baekhyun” Jihyun berkata dengan sangat halus, dan kemudian melepaskan pelukannya.

 

“Aish, sungguh saat ini aku tidak bisa marah sedikitpun padamu, yasudah aku akan menyimpan baju-bajuku dulu dikamar sebelah, kau istirahat dulu. Setelah kau bangun aku akan memasakan bubur untukmu.”

 

“Baiklah, aku akan tidur dulu.”

 

°°°°°°°°°°

 

Sambil menunggu Jihyun yang sedang tidur, Baekhyun memilih untuk menonton tv hingga dua jam tak terasa tiba-tiba ada bunyi telepon tanda panggilan masuk.

 

Yeoboseyo

 

“Yeoboseyo Baekhyun bagaimana ini aku tidak bisa kesana sekarang, tiba-tiba ibuku memintaku untuk menemaninya ke rumah orang tua ibuku dan aku tidak bisa menolaknya. Tempatnya sangat jauh jadi aku tidak bisa menjenguk Jihyun hari ini, besok aku baru bisa datang ke sana. Dan Chanyeol pun tidak bisa datang ke sana, dia tiba-tiba teringat bahwa tugasnya belum selesai, dia harus menyelesaikannya hari ini agar besok bisa ia kumpulkan. Seharusnya kami berdua sudah ke sana dari satu jam yang lalu, maafkan aku Baekhyun.”

 

“Ah yasudah tidak apa-apa yang penting aku sudah ada disini untuk menjaganya dan kau tidak perlu khawatir, Jihyun juga pasti akan mengerti.”

 

“Baiklah ku tutup teleponnya ya, sampai jumpa besok.”

 

Setelah menutup telepon dia memeriksa jam berapa sekarang dan ternyata waktu sudah menunjukkan jam enam sore. Baekhyun memutuskan untuk pergi ke dapur dan mulai memasak bubur.

 

Jihyun POV

 

Aku mulai terbangun dari tidurku, badanku rasanya semakin lemah dari sebelumnya. Aku mencoba untuk memposisikan diriku untuk duduk, aku merasa sangat bosan dan ingin pergi ke ruang tengah untuk menonton tv walaupun sebenarnya badanku terasa sangat lemas.

 

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan menunjukkan sesosok lelaki tampan yang menjagaku dengan baik saat ini, sungguh aku merasa sangat beruntung bisa memiliki sahabat sepertinya. Tetapi aku sangat bingung dengannya mengapa sampai saat ini ia masih saja belum memiliki kekasih, padahal dia tampan dan juga sangat terkenal di universitas, yang ku tahu banyak perempuan cantik mendekatinya.

 

Tetapi anehnya dia tidak pernah menerima satupun dari mereka padahal kebanyakan dari mereka bisa dibilang sebagai perempuan yang cukup terkenal juga di universitas. Baekhyun hanya selalu bilang bahwa dia tidak tertarik dengan mereka semua, menurutnya mereka semua terlihat biasa-biasa saja dan tidak ada istimewanya sama sekali, hal ini membuatku sangat bingung.

 

“Kau sudah bangun ternyata, padahal baru saja aku akan membangunkanmu.”

 

“Ah iya aku baru saja bangun Baekhyun, dan badanku rasanya semakin melemah.”

 

“Apa? Bagaimana bisa? Sepertinya kau harus diperiksa oleh dokter. Aku tidak tahu harus membeli obat apa jika tidak ada resep dari dokter.”

 

“Hm kurasa kau benar, aku harus diperiksa oleh dokter.”

 

“Yasudah nanti aku akan memanggilkan dokter pribadiku untuk datang ke sini.”

 

“Baiklah.”

 

“Kalau begitu aku akan menghubunginya terlebih dahulu ya.”

 

Setelah itu dia terlihat mengeluarkan ponselnya dan menghubungi dokter tersebut. Meminta agar dokter tersebut untuk segera datang, ku rasa dia terlalu menghawatirkanku karena aku yakin sakitku ini tidak parah. Setelah Baekhyun selesai menghubungi dokter, dia kembali berbicara padaku.

 

“Oh ya Jihyun, tadi Hyera menghubungiku, dia berkata tidak bisa datang ke sini sekarang sebab ibunya meminta dia untuk menemaninya ke rumah orang tua ibunya, dan Chanyeol pun tidak bisa ke sini karena dia ada tugas yang harus diselesaikan hari ini.”

 

“Hm begitu, yasudah tidak apa-apa aku bisa mengerti.”

 

“Oh iya aku lupa, tadi aku sudah memasakan bubur untukmu. Sebentar aku ambilkan dulu.” Dia melangkahkan kakinya pergi dari kamar ini untuk mengambil bubur yang telah ia buat untukku. Setelah beberapa saat Baekhyun kembali lagi dan duduk ditepi ranjang tempat tidurku.

 

“Ini, makanlah akan aku suapi.” Ucapnya seraya tersenyum manis ke arahku sambil memberikan suapan ke arahku, oh sungguh sekali lagi aku harus bilang bahwa betapa beruntungnya aku memiliki sahabat seperti dia.

 

“Hm ini enak Baekhyun, gomawo.”

 

“Benarkah? Ku kira bubur ini akan terasa tidak enak tapi ternyata sebaliknya.” kami tertawa bersama menikmati suasana yang terasa hangat ini.

 

“Sudah, aku tidak mau makan lagi Baekhyun.”

 

“Tapi kau baru menghabiskan setengah dari bubur ini.” ujar Baekhyun berusaha untuk terus memaksaku makan, tapi aku sudah tidak nafsu untuk memakan semua itu.

 

“Aku sudah kenyang Baekhyun, aku tidak mau makan lagi.” aku berusaha meyakinkan Baekhyun dengan sedikit merengek kepadanya.

 

“Yasudah baiklah tidak apa-apa.” dia akhirnya menyerah padaku yang keras kepala.

 

°°°°°°°°°°

 

Sekitar satu jam kemudian terdengar suara bel berbunyi.

 

“Kurasa dokternya sudah datang, sebentar aku lihat dulu.”

 

Dan benar saja, beberapa saat kemudian Baekhyun kembali lagi ke kamarku dengan membawa seorang pria yang kuyakini adalah dokter pribadi yang Baekhyun maksud.

 

Kemudian dokter itu mulai memeriksa keadaanku.

 

“Sepertinya dia tidak mengalami sakit yang serius, hanya kecapekan saja.” Baekhyun terlihat lega mendengarnya, dia menghela nafas panjang.

 

“Haaahh syukurlah.” dia tersenyum ke arahku.

 

“Dalam sekitar 2 hari ke depan keadaannya akan pulih kembali, aku akan memberikan resep obat untuk nona, anda hanya perlu menjaganya dengan sangat baik. Pastikan nona tidak telat untuk makan dan meminum obatnya, dan juga pastikan nona untuk lebih banyak meminum air putih.”

 

“Baiklah akan saya lalukan semua saran dari anda, terimakasih telah datang ke sini.” ucap Baekhyun, kemudian dokter tersebut memberinya sebuah resep obat.

 

“Saya pergi dulu, semoga lekas sembuh.”

 

Ne, terimakasih dokter telah mau menyempatkan datang ke sini.”

 

Kemudian Baekhyun mengantarkan dokter tersebut untuk meninggalkan apartementku.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

To Be Continue…

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] COMPLICATED LOVE (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s