[EXOFFI FREELANCE] STAY (Chapter 3)

STAY

 

STAY ‘Wish You Were Here’

.

Sad/Hurt, Romance, AU

PG-17th

Oh Sehun EXO

Kim Jisoo BLACK PINK

Wattpad ::  @SalzaKim

IG :: Salzaa_Ferninda

‘Don’t be save/copy/take out this story ,without permission’

‘Real this story is MINE’

-LaxyFan-

“Jika tubuh ini sudah kau miliki, akan kah hatiku juga akan kau miliki?”

 

 

 

Before the dark night traps me in. Don’t leave me-

 

Sehun termenung sembari duduk dikursi kebesarannya. CEO muda dengan segala sifat dingin dan acuhnya, membuat siapapun tidak ingin mengganggu ketenangan Sehun. Segelas vodka berada digenggamannya, perlahan-lahan ia nikmati untuk menyegarkan pikirannya yang sedang kalut.

Berita bodoh itu membuatnya harus menguras pikiran agar rumor sialan itu tidak terus-menerus menjadi buah bibir orang-orang yang suka bergosip. Kenapa harus ada berita seperti itu saat dirinya mulai menikmati hidup bersama Jisoo. Sungguh sial. Sehun bukan orang yang mudah memberikan maaf pada siapapun yang berani menyebarkan berita murahan seperti itu.

Come On! Gadis itu hanya sahabat lamanya! Lagi pula gadis itu juga akan menikah sebentar lagi dengan sepupunya, Xi Lu Han. Kim Daerin. Gadis yang baik, cantik, atlet renang, hah, memang gadis itu adalah tipe ideal wanita idaman setiap pria. Tapi tidak untuk Sehun. Ia hanya mencintai dan menggilai satu wanita didunia ini. Kim Jisoo. Bukan, Kim Daerin.

Tok…tok… ketukan pintu membuat Sehun menghela napas.

“Masuk!” triak Sehun.

Sajangnim, ada yang ingin bertemu dengan anda.”

“Katakan padanya, aku sedang tidak ingin diganggu.” Ujar Sehun dingin.

“Tapi — “

“Sudah kukatakan aku sedang tidak ingin diganggu!!!” teriak Sehun disusul suara pecahan gelas. Ya, Sehun melempar gelas berisi vodkanya kelantai hingga menjadi berkeping-keping.

“Baik, sajangnim. Aku akan mengatakan padanya.” Sekertaris Sehun segera keluar ruangan.

Jisoo sedang menunggu dilobi Oh Corp. Ia ingin bertemu dengan CEOnya, Oh Sehun. Ia ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan pria itu. Mengenai, kejadian tadi siang. Ya — gadis itu merasa bersalah. Seharusnya ia mendengar penjelasan Sehun dan memberi kesempatan pada pria itu untuk menjelaskan kesalah pahaman diantara mereka. Bukannya mengambil kesimpulan sendiri. Bodoh!

“Nona, Jisoo.” Suara berat membuyarkan lamunan Jisoo. Ia segera berdiri dari sofa empuk yang ia duduki, dan menatap sekertaris Sehun untuk menagih jawaban.

“Bagaimana? Apa Sehun mau bertemu denganku?” tanya Jisoo.

Sekertaris Sehun menunduk, “Maaf nona, sekarang ini, beliau sedang tidak ingin menemui siapapun.”

Oh tidak. Kenapa Sehun tidak mau bertemu dengannya? Apa dia begitu marah padanya? Batin Jisoo menegaskan. Hatinya merasa sedih, sebenarnya apa yang ia harapkan dari pria itu? Apa kini ia merasa menyesal atau bersalah? Kenapa ia begitu sedih ketika Sehun menghindarinya? Harusnya ini kesempatan untuk merasa bebas dari kengkangan pria gila itu. Ya, harusnya — tapi tidak kenyataannya.

“Mmm — ya tidak masalah.” Jisoo berusaha tersenyum saat menjawab. Ia tidak ingin menangis ditempat ini. Ya, jangan sampai. Tangan mungilnya menyerahkan paperbag kepada sekertaris Sehun. “ Bisahkah kau berikan ini padanya, untuk makan siang. Kalau begitu aku pergi dulu.” Setelah menyerahkan paperbag itu, Jisoo berjalan keluar dari gedung Oh Corp.

Tentunya dengan hati yang tidak baik.

Sajangnim — “ sekertaris Sehun kembali masuk keruangan bernuansa putih itu.

“Ada apa lagi? Tidak bisahkah kau tidak menggangguku?!” bentak Sehun.

“Ini — ini ada titipan dari nona Jisoo. Tadi nona Jisoo mencari anda.” Ucap sekertaris Sehun sembari meletakkan paperbag yang dititipkan Jisoo diatas meja kerja Sehun.

Sehun menatap sekertarisnya dengan tatapan menuntut penjelasan. Jisoo kemari? Batin Sehun.

“Apa maksudmu?”

“Tadi nona Jisoo kemari. Namun Anda bilang, anda sedang tidak ingin menemui siapapun, jadi — “

“Sialan! Berengsek! Kenapa kau tidak mengatakan padaku jika gadisku kemari, bodoh!” Sehun segera menyambar mantelnya dan berlari keluar ruang kerjanya untuk mencari gadisnya. Sehun bodoh! Kenapa kau ceroboh sekali!

Sehun berlari sekuat mungkin keluar perusahaannya, mengabaikan tatapan aneh dan salam yang diberikan pegawainya. Ia tidak peduli. Shit! Dengan tergesa-gesa Sehun menuju mobilnya yang berada di depan lobi dan mengemudikannya tanpa sopir pribadi. Pikirannya terlalu kalut saat ini. Jisoo. Dia hanya ingin bertemu dengan gadis itu saat ini. Ditambah, jangan sampai gadis itu salah paham lagi dengan tingkah gilanya hari ini.

Sehun menekan panggilan cepat untuk menghubungi Jisoo. Namun hanya sambungan operator yang menjawab. Sial! Sial! Jisoo! Kau dimana! Teriak Sehun dalam diam.

Apartemen!

Sehun segera tancap gas menuju apartemen. Ya, mungkin saja gadisnya sudah berada di apartemen.

Tetaplah bersamaku Jisoo. Kajima.

***

Do you still love me? If you fell the same, don’t leave today-

 

Jisoo memutuskan duduk ditaman kota setelah keluar dari kantor Sehun. Jangan tanyakan keadaannya sekarang. Sedih, ya siapa yang tidak sedih jika orang yang sangat ingin ia temui menolak kehadirannya. Rasanya ingin menangis! Tapi gadis itu tidak punya tenaga lagi untuk menangis. Kejadian hari ini memperkuat argumen bodohnya mengenai ‘siapa dirinya dimata seorang Oh Sehu’, sampah — ah, anya! Wanita simpanan? Pelampiasan? Mainannya? Banyak lagi yang disebutkan dipikiran gadis itu.

“Kau terlalu banyak berharap. Jangan lanjutkan, Jisoo! Apa yang kau harapkan pada pria itu? Menciummu? Memelukmu? Hah! Konyol sekali.” Gumam Jisoo pada dirinya. Ya seperti kata-kata semangat — yang naif. Benar-benar naif.

Kenapa rasanya sulit untuk melupakan pria itu. Perlakuannya yang labil seperti remaja belasan tahun, sikap kasarnya, obsesinya, egonya — dan — kata-kata manis kakunya. Jisoo tersenyum miris mengingat ucapan Sehun.

“ — kau, kau memilikinya. Kau memiliki hak untuk cemburu ataupun marah. Jangan menjadi pembohong untukku, Jisoo. Jangan katakan kau tidak mencintaiku. Sekalipun kau tidak mencintaiku, atau kau tidak menginginkanku dalam hidupmu, tidak apa. Aku akan terima. Tapi jangan berpikir kau bisa meninggalkanku, karena kau hanyalah miliku, Jisoo. Kau milikku.”

“Oh Sehun — sebenarnya aku ini apa untukmu?“

***

“ARGHHH!!! Sial!” teriak Sehun lantang didalam apartemennya.

Antara marah dan takut kehilangan.

Jisoo tidak ada. Sehun tidak bisa menemukan gadis itu diapartemennya. Setengah perabotan didalam apartemennya sudah berserakan dan hancur karena amarahnya.

“Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu lari dariku, Kim. Aku akan menyeretmu kembali padaku. Yah, aku akan menemukanmu sekarang juga. Chigeum!”

Sehun mengeluarkan ponsel dalam saku celananya — menekan tombol panggilan.

“Cari Jisoo sekarang juga. Bawa dia keapartemenku — dalam satu jam dari sekarang!!!”

***

Gadis berbalut seragam SMA berjalan memasuki gedung Oh Corp dengan santainya. Wajah cantik, seksi, dan menggoda. Bahkan karyawan yang menatap gadis itu sampai tak bisa mengedipkan matanya.

“Rose,” suara berat menghentikan langkah gadis itu. Ia segera berbalik menghadap orang yang memanggilnya.

“Park Chanyeol-ssi?”

Rose menatap Chanyeol dengan minat. Ya — meskipun tidak sebesar ketertarikannya pada Sehun. Namun Chanyeol cukup membuatnya menahan langkah untuk menuju keruangan Sehun. Manager tampan.

“Kenapa kau kemari gadis kecil — dan wah, liat pakaian sekolahmu. Kekurangan bahan.” Ucap Chanyeol dengan nada mengejek.

“Tidak juga. Seragam ini sangat cocok untuk tubuhku. Dan, apa Sehun oppa ada diruangannya?”

“Lagi-lagi, Sehun? Kau mencarinya setelah kau ditolak mentah-mentah olehnya? Gadis kecil liar. Kau terlalu sering bermain api, Rose.” Ucap Chanyeol.

Rose mendengus tidak percaya dengan apa yang Chanyeol ucapkan barusan. Pria ini selalu saja ikut campur dengan urusannya. Park Chanyeol sialan! But, i like playing with fire — jadi jangan menasehatiku, Park Chanyeol-ssi. Apalagi mencampuri urusanku dengan Sehun oppa.” Setelah mengucapkannya, Rose berlalu meninggalkan Chanyeol yang masih berdiri ditempatnya.

“Aku tidak akan berhenti sebelum kau kembali padaku, Park Chae Young.” Gumam Chanyeol.

Attantion!!!

Maaf ya kalau kependekan. Sengaja sih. Soalnya aku mau kasih info. Aku nggak akan buat cerita ‘Stay’ ini terlalu panjang. Memang sesuai target, aku bakal selesein ‘Stay’ dua chapter lagi. Soalnya aku mau bikin cerita sequel nya ‘Playing With Fire’ cast nya tau donk, bisa tebak-tebak sendiri deh :: siapa hayo? Jawab dengan komentar ya.

 

Iklan

10 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] STAY (Chapter 3)

  1. Yaaahhh thor pendek bgt sumpah …
    Aduhhh jangan bilang si rose rose itu deh yang main api sama sehun .. Yeeuuuuu enggak bgt deh cabe cabean gitu sama sehun . Udah bagus bgt sehun sama jisoo ! Ditunggu sequel nya thor . Keep figthing buat lanjutin stay nya

  2. yak sehun oppa sifatmu itu ya tuhan,,bisanya marah marah aja makanya baik”in jisoo eonni nya biar jisoo eonni g’salha paham,,kalo jisoo eonni ngilang bigung sendiri kan.
    pengen moment romantis mereka thor!!!

  3. yaelahhh hun sehunnn, makanyaaa punya sifat itu di ademin dikit..sekretaris blm selesai ngomong aja uda diputus, pake dibentak” + ngamuk sgala.. ehh ujung”nya kebakar jenggot sendiri kann, sukurinnn kalang kabut nyari jisoo pdhl jisoo ga ada niat buat ninggalin km…makin serruu kk authorrrr, semangatt terusss yaaa kk..

  4. Jisoo salah paham sama sehun. Sehun jangan labil lagi dong tentang perasaan kamu ke jisoo biar jisoo gak salah paham lagi.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s