[EXOFFI FREELANCE] Memory (Chapter 4)

Memory

Title : Memory Chapter 4

Author : @kimjd7 [IG]

@kimJhwa [Twitter]

@kimjaehw [Wattpad]

  • follow^^ [coment bakal fllbck]•

Lenght : Chaptered

Genre : Married-Life, Angst, Sad?, Romance?

Rating : PG-15 [bisa berubah]

Cast : Oh Sehun [EXO], Kim Hyejin [OC]

Additional Cast : [find by yourself]

Summary : Aku sudah berusaha mengetuk lembut pintu rahasia mu namun tak kunjung kau buka, tak bisakah kau percayakan sebuah kunci pada ku untuk membukanya? Ataukah harus aku mendobraknya dengan paksa untuk tau semua yang kau sembunyikan itu?

Disclaimer : Asli hasil peras otak author sendiri makanya jangan diplagiat/dibash nanti author santet lho wkwk ?

Author Notes : Selalu tinggalkan jejak di kolom komentar ya

No Bash !! No Plagiat !!

°

°

Setelah kejadian di danau beberapa hari lalu sikap Hyejin kembali menjadi dingin bahkan lebih dingin, dia juga lebih sering bermimpi buruk dengan mengigaukan kata yang sering kali kudengar, dan dia menjadi penakut tidak mau sendirian di rumah

jadilah tiap pagi aku mengantarnya lebih dulu ke rumah orang tuanya sebelum ke kantor dan setelah pulang aku akan menjemputnya. Jika ditanya apakah itu melelahkan? maka jawabanku adalah iya tapi aku akan melakukannya dengan senang hati selama itu bisa membahagiakan Hyejin

tepukan ringan dipundakku membuatku mendongak “kau menunggu lama?” tanya jongdae mengambil duduk di depan ku. “tidak hyung” timpal ku

dia melambaikan tangannya pada salah satu pelayan cafe “permisi, aku memesan americano expresso”

aku mengaduk-aduk bubble tea ku menunggu jongdae hyung membuka pembicaraan. Beberapa jam lalu memang dia menghubungi ku dan meminta bertemu ada hal yang ingin dia bicarakan pada ku

jongdae menatap ku sekilas “aku meminta bibi sung untuk tinggal di rumah kalian, hanya saat kau tidak ada di rumah untuk menemani Hyejin, aku kasian melihat mu bolak-balik mengantar jemput Hyejin” jelasnya sebelum meniup-niup expresso-nya yang baru saja datang. “apa Hyejin setuju?”

jongdae mengangguk “kemarin aku sudah bicara padanya” jawabnya membuat ku lega “ada yang ingin kutanyakan pada mu sehun” sambungnya lagi. “apa hyung?”

“apa sebelum sikap Hyejin berubah dia pernah bertemu dengan seseorang?”

pertanyaan jongdae membuat dahi ku berkerut mengingat-ingat “kurasa tidak hyung hanya saja waktu itu kami pergi keluar bersama, aku mengajaknya ke danau di sana juga tiba-tiba Hyejin bertingkah aneh dan mengatakan sedang tidak enak badan” ungkap ku

“dimana lokasi danau itu?” tanyanya memburu. “di daerah jeongsun”

jongdae seketika bangkit dari duduknya akan beranjak pergi tetapi urung karena aku mencengkal lengannya dan membuatnya terduduk kembali “sebenarnya ada apa dengan Hyejin hyung?”. Mendengar pertanyaan ku jongdae terkejut “jadi Hyejin belum menceritakannya padamu?”

“menceritakan apa? aku benar-benar tak tau apapun hyung” sahut ku jengah “beritahu aku apa yang tidak ku ketahui tentang Hyejin hyung” sambung ku memohon. Jongdae mengambil nafas dalam tatapannya berubah sendu “Hyejin memiliki traumu psikis, hanya itu yang bisa ku beritahu kan pada mu”

aku tidak begitu terkejut mendengar jawaban yang ia lontarkan mengingat seringkali melihat tingkah aneh Hyejin “apa penyebabnya?”

jongdae mengalihkan pandangannya ke jendela “maaf aku tidak bisa memberitahu penyebabnya, itu privasi Hyejin tunggulah sampai dia memberitahu mu sendiri pasti ada alasan yang membuatnya sulit memberitahu mu dia membutuhkan waktu, ku mohon jangan memaksanya” jelas jongdae panjang lebar membuatku mengangguk pasrah

“kau tidak perlu menjemput Hyejin dia sudah kuantar pulang sebelum kemari”

“terima kasih hyung” celetuk ku membuatnya tersenyum. “ayah ku benar-benar tidak salah memilih menantu seperti mu, aku berharap Hyejin bisa selalu bahagia dengan mu” kata jongdae sebelum melenggang pergi. “semoga saja” timpal ku dalam hati

setengah mati aku penasaran dengan apa yang dialami Hyejin sampai mengalami trauma dan kenapa hal itu disembunyikan dariku. Aku harus mencari tahu karena aku yakin Hyejin pasti tidak akan memberitahu ku

~

Sebuah mobil audi merah terparkir di pekarangan rumah ku mata ku menyipit merasa tidak asing dengan mobil itu “ahh mobil seohyun noona” monolog ku saat ingat seohyun kemari beberapa kali dengan mobil itu. Aku turun dari mobil dan berjalan ke rumah

“bukankah dia di penjara?”

“iya eonni, tapi yang ku lihat waktu itu memang dia sungguh aku masih mengingat jelas wajahnya, aku takut eonni”

“tenanglah tidak akan terjadi apapun, lagipula itu sudah lama berlalu kemungkinan kecil dia mengingat mu”

baru saja aku akan membuka pintu pergerakan ku terhenti mendengar pembicaraan seohyun dengan Hyejin. di penjara? siapa?

aku mendekatkan telinga ku pada pintu yang sedikit terbuka agar lebih jelas mencuri dengar obrolan di dalam sana

“apa sehun sudah tau?”

“aku belum bisa memberitahunya eonni itu bukan hal yang mudah”

“baiklah itu terserah padamu, saran ku lebih baik kau terbuka dengan sehun sebelum semuanya menjadi kacau”

“ne eonni”

“jika masih ada yang ingin kau ceritakan pada ku datanglah ke rumah sakit bersama bibi sung besok sekalian kita lakukan terapi relaksasi mu, aku harus pergi sekarang”

mendengar seohyun akan pergi refleks aku lari dengan kaki jinjit kembali ke mobil berpura-pura baru datang “eoh seohyun noona” sapa ku melihat seohyun yang keluar dari rumah diikuti Hyejin di belakangnya. “eoh sehun-sshi kau baru datang?”

“ne, kau akan pulang?” tanya ku basa-basi. “tidak, aku harus ke rumah sakit ada jam praktek, aku permisi” seohyun menyalakan mesin mobil. “ne, hati-hati di jalan noona” aku sedikit membungkuk sopan. Hyejin menghampiri ku dan mengambil alih tas kerja ku aku menoleh padanya sebentar dan masuk ke rumah mendahuluinya

Jari ku menggonta-ganti channel tv bosan tidak ada sedikit pun tontonan yang menarik untuk ku “oppa” panggil Hyejin menyerahkan secangkir teh hijau pada ku, aku menerima cangkir teh itu “kau marah pada ku?” tanyanya menduduk kan diri di samping ku. “tidak” balas ku datar

Hyejin menopang dagunya dengan tangan memperhatikan ku dengan wajah tanpa ekspresi “lalu kenapa mengacuhkan ku?”. Aku meliriknya sekilas “aku tidak mengacuhkan mu” aku menyangkal.”sepulang kerja tidak mengecup dahi ku, makan malam hanya diam, tidak memberi ku senyum dan sekarang saat aku bicara kau bahkan tidak melihat ku, apa namanya itu jika bukan mengacuhkan?” nada ucap Hyejin terdengar kesal

aku merubah posisi duduk ku menghadapnya “bukankah kau tidak suka jika aku mendekati mu? eoh rupanya sekarang kau sudah kecanduan kecupan dan senyum ku?” goda ku mengangkat satu alis. “kau menyebalkan oppa” Hyejin cemberut

“aku tidak berniat mengacuhkan mu hanya saja aku ingin menanyakan sesuatu pada mu” aku menatap manik matanya “apa ada yang kau sembunyikan dari ku?” lanjut kata ku bertanya. Hyejin menggeleng “tidak ada”. Terbukti sudah dugaan ku jika Hyejin tidak akan memberitahu ku, dengan berat hati aku harus menelan kekecewaan

aku beranjak dari duduk ku “kau mau kemana oppa?” tanya Hyejin. “tidur” ketus ku tanpa menengok padanya

~

Ku jajahkan kaki ku memasuki rumah bernuasa klasik didepan ku. aku akan mencari tau tentang Hyejin dari orang tua ku, mereka bersahabat cukup lama dengan orang tua Hyejin jadi kemungkinan besar mereka mendengar atau tau sesuatu tentang Hyejin

“bibi jaerim, dimana eomma?” tanya ku pada wanita paruh baya yang berstatus kepala pelayan di rumah keluarga ku. “di taman belakang tuan muda”. Kaki ku beringsut menuju taman belakang. “eomma” panggil ku pada eomma yang sedang sibuk dengan tanaman hiasnya. “eoh sehun kau tidak bekerja? dimana Hyejin?” tanyanya celingukan. “dia tidak ikut, ada yang perlu aku tanyakan pada eomma” eomma mengangguk dan menggiring ku duduk di bangku taman

“apa yang ingin kau tanyakan?” tanya eomma karena aku belum kunjung membuka mulut. “apa eomma tau sesuatu tentang Hyejin?” tanya ku akhirnya. “bukankah kau suaminya harusnya kau yang lebih tau” ejeknya. “eomma tau sendiri kan jika Hyejin tertutup jadi wajar lah jika aku tidak banyak tau tentangnya” ujar ku membela diri

“yang eomma tau Hyejin itu pintar memasak, baik, dan cantik”. Aku memutar bola mata kesal “jika itu aku juga sudah tau maksud ku seperti temannya, masa keciln-“

“eoh eomma ingat sesuatu” sela eomma memutus ucapan ku. “apa yang eomma ingat?” tanya ku antusias. “eomma Hyejin pernah mengatakan jika Hyejin menjalani program homeschooling dari kelas 3 semester akhir sekolah dasar sampai pendidikan tingkat akhir” terang eomma. “memangnya kenapa tidak sekolah umum diluar?” tanya ku penasaran

“Hyejin menjadi korban bully saat kelas 3 akhir sekolah dasar, sejak kejadian itulah dia menjalani program homeschooling dan menjadi gadis yang tertutup karena traumanya”. Aku sedikit tidak menduga mendengar penyebab trauma Hyejin “memangnya dimana sekolah dasar Hyejin?”

“di sekolah dasar daesung di daerah sungwun, mungkin sekolah itu sudah jadi tempat pembuangan sampah sekarang”. Aku mengecup pipi eomma sekilas “kalau begitu aku pergi”

“yakk kau mau kemana, jangan bolos bekerja”

~

“apa yang kau lakukan disini?” suara seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba datang di samping ku membuat ku kaget. “hanya melihat-lihat saja” balas ku kembali melihat bangunan yang roboh setengah dengan plakat besi berkarat bertuliskan sekolah dasar daesung di depannya. Wanita itu mengikuti arah pandangan ku “tidak ada yang menarik dari sekolah kotor ini” tanggapnya bersarat sindiran

“aku melihatnya bukan karena menarik tapi ada suatu hal yang ingin aku  ketahui tentang sekolah ini” sahut ku. “apa yang ingin kau ketahui?” tanya wanita itu. “apa ahjumma tau tentang sekolah ini?” tanya ku balik. “rumah ku ada di dekat sini jadi aku tau apapun yang terjadi dengan sekolah ini”

aku menatap penuh wanita itu “aku mendengar dulu ada pem-bully an di sekolah ini apa itu benar?”. Dia menggeleng “tidak pernah ada kejadian seperti itu yang terjadi, lagipula itu juga tidak masuk akal mana mungkin anak sekolah dasar mengerti bully mem-bully”

memang benar itu tidak masuk akal apalagi trauma yang dialami Hyejin itu berlebihan bukankah sangat tidak mungkin anak-anak bisa begitu sadis mem-bully sampai membuat trauma yang berlebihan

“lalu kenapa sekolah ini ditutup?” tanya ku lagi. “tahun 2003 ada kasus yang mencoreng nama sekolah ini dan mengakibatkan penurunan pemasukan ditambah lagi hutang bank yang tidak bisa dilunasi dan akhirnya mau tidak mau sekolah ini harus di tutup”

“memangnya kasus apa?”. Wanita itu menatap ku dengan mata yang berubah sayu “aku tidak sanggup menceritakannya karena itu sangat memalukan dan menjijikkan yang pasti itu bukan kasus pem-bully an yang kau katakan tadi” wanita itu berlalu pergi meninggalkan teka-teki  yang membuat ku semakin penasaran

sekarang umur Hyejin 23 tahun itu berarti ketika tahun 2003 umurnya 9 tahun dan kemungkinan besarnya dia duduk dibangku kelas 3 awal sebelum menjalankan program homeschooling. Apa mungkin kasus itu ada kaitannya dengan Hyejin?

aku merogoh saku menggapai ponsel didalamnya dan segera menghubungi seseorang yang kurasa dapat membantu ku. “halo, hyung aku butuh bantuan mu” ucap ku langsung saat panggilan terhubung

“ada apa?” tanya baekhyun. “cari tahu kasus yang menimpa sekolah dasar daesung tahun 2003”

“memangnya kenapa dengan sekolah itu?”

“sudah jangan banyak tanya lakukan saja apa yang aku minta” kata ku sebal. “baiklah tapi traktir aku minum sebagai imbalannya”

“akan kutraktir sepuas mu, aku tunggu informasimu diruangan ku nanti malam”. Baekhyun menggerutu “bagaimana mungkin aku bisa mencari tau itu dalam waktu sehari, kau bercanda?”

“aku mengandalkan mu hyung” kata ku sebelum mengakhiri panggilan aku tidak mau lebih lama lagi mendengar ocehannya yang berisik

~

Pintu ruangan ku berderit memperlihatkan baekhyun dengan sebuah map tebal ditangannya “ini yang kau minta” dia meletakkan map itu di meja. “gomawo hyung” ujar ku membuka map itu

“yak aku tidak butuh terima kasih mu, kau tau untuk mendapatkan informasi dan berkas-berkas itu aku harus membongkar 10 rak arsip pengadilan untung saja kita memiliki koneksi di pengadilan jika tidak mungkin aku akan ditendang” cerocosnya  yang tak kuhiraukan “aku tidak jadi meminta ditraktir minum, aku minta kau beri paket liburan gratis saja” katanya lagi

“perjanjian awal kan hanya ditraktir minum” timpal ku santai. Baekhyun mendelik “mwo? kau tau ini sangat melelahkan aish kau benar-benar sehun”. Aku terkekeh “daripada kau mengomel tidak jelas lebih baik kau terangkan pada ku tentang semua ini” aku menyodorkan map itu padanya

baekhyun berdecak sebelum mengambil alih map itu dari ku “ada dua kasus yang terjadi pada sekolah dasar daesung ditahun 2003, yang pertama di bulan februari ada tuduhan korupsi yang dilakukan kepala sekolah dasar daesung tetapi gagal terbukti dan kasus ditutup 1 bulan setelahnya”

aku memperhatikannya mondar-mandir seperti guru yang menerangkan pelajaran pada muridnya “lalu yang kedua?” tanya ku tak sabaran. Dia mengambil nafas dalam sebelum memainkan mulutnya “ini sangat memperihatinkan sehun aku tidak sanggup menjelaskannya” ucapnya dengan wajah menunduk. “ayolah hyung jelaskan pada ku” rengek ku dengan aegyo

baekhyun menegakkan kepalanya kembali sudah pasti dia tidak bisa menolak permintaan ku “kasus kedua terjadi pada bulan september menjelang akhir semester kenaikan kelas, terjadi pelecehan seksual pada anak yang dilakukan seorang pegawai sekolah, itu sangat memprihatinkan aku saja tidak sanggup membayangkannya” suara baekhyun melemah diakhir

aku terbelalak “mwo? tega sekali memperkosa anak kecil”. Baekhyun membuka lembaran map dan memperlihatkan sebuah foto yang kuperkirakan korban dan tersangkanya “nama korbannya Kim Jiyeon dia duduk dibangku kelas 3 umurnya 9 tahun, dan tersangkanya bernama Kim Jongin berumur 22 tahun profesinya kepala security sekolah”

foto wajah gadis kecil dilampiran map itu seperti tidak asing bagiku, aku merasa pernah melihat wajah itu tapi aku lupa dimana melihatnya. Aku terus saja mengamati foto itu mencoba mengingat-ingat

baekhyun menyesap kopi ku yang ada di meja sebelum bicara lagi “tidak sampai 2 bulan kasus ini mereda keluarga anak itu kaya jadi sangat mudah membungkam massa, pelakunya ditangkap 1 hari setelah laporan keluarga korban dan kau tau parahnya korban sudah 2 kali dipakai sampai kemaluannya infeksi”

ku lirik baekhyun mengelus dadanya “untung saja pelakunya sudah ditangkap, kejam sekali dia sampai memperkosa anak kecil apa menariknya anak kecil mereka saja tidak seksi, aku berharap kasus pedophilia tidak terulang lagi”

“semoga saja”  tanggap ku dengan tatapan yang masih tertuju pada foto itu

tiba-tiba saja jantungku serasa dihantam batu besar, dada ku sesak bagaikan dihimpit sesuatu yang berat, aku terperangah tak percaya “bagaimana mungkin” lirih ku parau. Baekhyun mengguncang pelan bahu ku “kau kenapa?”. Aku tak menggubris otak ku terlalu sulit mencerna semua kenyataan yang ku ketahui sekarang

foto yang tidak begitu jelas itu menampakkan gadis kecil yang berwajah sama dengan foto yang ku lihat di rumah keluarga Hyejin

mungkinkah Hyejin itu Jiyeon?

~TBC ?

#fansnya bang kai jangan gebukin author yaa ini cma hiburan semata ?

Iklan

18 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Memory (Chapter 4)

  1. “apa menariknya anak kecil mereka saja tidak seksi”
    Anjeerr ngakak si baekhyun mah sempat2nya mikir seksi apa kagak deeuuhh,, ya kali sehun mo jdi pedo, bini ja udh cantik,,

  2. mian aku harus bilang ini kasus somplak yang tahun kemaren indo bnyk alami. aku pikir author terispirasi itu deh..
    tp bagus, mainstreemnya dapet..

    • wkwkwk tau banget deh 😁 emang aku terdorong gtu pngn nyoba tntang pedofil sekalian mengingatkan juga untuk readers yg kebnyakan prempuan kan untuk lbih brhati-hati 😊

  3. Haahhhhhhhh????? Jadi hyejin korban pelecehan???? Yaampun sumpah kasian bngt gk tega denger nya kok bisa???? Jahat bngt sumpah 😨😨😨😨😨😤😤😤😤
    Trus sehun setelah tau itu jadi gimana ya????

  4. Jdi histeris wktu bca bgian nama tersangka pelecehan seksualnya omegot plis knpa hrus Kim Jongin sih thor?:’v
    bneran itu kasusnya Hyejin? Kasian bgt, gakebayang klo bneran trjadi 😥
    jdi Jongdae itu kakaknya Hyejin yaa, aih mkin seru, pnsaran jg ama Sora ato siapa itu yg d kntor Sehun,, fighting thor!! XD

  5. jadi seperti itu penyebabnya kasian ya hyejinnya.
    trauma kaya begitu kebawa sampe dewasa.
    ceritanya tolong di lanjutin ya chingu

  6. bang kai nista amat di sini kkkk.
    kalau dugaan sehun bener. gimana nasib rumah tangganya? sehun bakalan nerima hye jin apa adanya kan? autornim fighting

    • Hehehe maaf ya klo bang kai aku jadiin pedofil soalnya mukanya bang kai kan err- gtu.. please maafkan author ini kn cma buat hiburan aja jgn serius ✌

  7. Jadi jiyeon itu hyejin,beneran thorr…?jadi trauma psiskis yang di alamin hyejin itu gara” itu,jangan” yang pas mancing ketemu orang itu sih pedopil yg dulu pernah gituin hyejin lagi…wahhhh thorr banyak banget pertanyaan di kepala gw.terus ko chapter4 pendek sih thorr di perpanjang dikit dong,sama in thor gw mo reques😂 Next nya jan lama” ya thor wkwk ditunggu 😁😘😊FIGHTINK!!!!

    • Hehehe maaf ya karena minggu kmaren ga update soalnya lagi banyak tugas 😂 tpi buat minggu ini aku update 2 chap skalian kok.. kedepannya insyallah diushain updateb tiap minggu
      Mkasih yaa udh setia nungguin 😍

  8. Owh jdi itu penyebabnya hyejin jdi aneh kek gitu?,, trus org yg di danau itu kim jongin,, astaga kasihan bgt ama hyejin dia mempunyai masa kecil yg sngat buruk,, ngeri ihhh btw next ching jadi kepo aku tuh ama langkah selanjutnya yg akan diambil sehun..!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s