[EXOFFI FREELANCE] Hurts (Chapter 3)

PicsArt_03-31-08.49.40.png

Title : HURTS (CHAPTER 3)

Author : Hrgynti

Main Cast :

Oh Sehun

Jung Yoon Jung (OC)

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Support Cast:

Kim Jongin

Suho

Do Kyungso

Choi Min Young (OC)

Go Eun Seuk (OC)

And Other

Length : Chaptered

Genre : Angst, Drama, Sadness, Hurt-Comfort, Life, Adult, Friendship

Rating : PG-17

Disclaimer : All stories belong only to the author. Please do not copy paste and plagiat without permission from the author.

Mianhae atas keterlambatannya, agak terlalu sibuk dengan tugas sampe gak ada waktu buat lanjutin ff yang kemarin. Saya berharap chapter ini bisa menghibur (?) readers dari chapter sebelumnya

Recommend song

.

.

‘Keep Reading’

.

.

Ranjau typo bertebaran

 

.

.

.

‘Hal tersulit yang aku rasa adalah, dimana aku sakit terus bertahan denganmu. Namun aku juga tak mampu hidup tanpamu.’

.

.

.

Di sisi lain Sehun sangat senang karena kekasihnya akan tinggal bersamanya mulai sekarang, tapi di sisi lain Sehun juga tau jika kekasihnya itu terluka karnanya. Tapi Sehun lebih memilih tak peduli dan mengabaikan perasaan bersalahnya pada gadisnya.

Sehun menoleh untuk melihat keadaan kekasihnya, tapi yang ada hanyalah tatapan kosong yang Yoonjung perlihatkan sedangkan Sehun hanya bisa melihat kekasihnya dengan tatapan sedih.

‘maafkan aku Jung-ah, sekali ini saja izinkan aku untuk egois padamu dan perasaanku. Karna aku terlalu mencintamu.’ Batin Sehun.

.

.

.

Suara pintu kamar mandi yang tergeser menggema di kamar Yoonjung yang sepi seperti biasanya. Rambut hitam panjangnya digelung setinggi mungkin sehingga menampakkan leher putihnya yang jenjang tanpa cela. Dengan masih memakai handuk, ia menyalakan kompor dan berniat untuk menghangatkan sup yang ada di kulkas.

Suara seperti orang yang menuruni tangga terdengar tepat saat Yoonjung menghidangkan sup yang sudah ia panaskan di meja. Dan ketika mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat, Yoonjung memutuskan untuk membalikkan tubuhnya menghadap ke tempat pencucian piring dan kembali mencuci mangkuk.

“Jung. Apa kau tidak memasak? Kenapa hanya ada sup saja”

Panggilan dari Sehun menghentikan kegiatan mencuci piring Yoonjung. Ia pun meletakkan mangkuk yang ia pegang dan berbalik untuk membalas ucapaan Sehun.

“Hari ini aku terlalu lelah untuk memasak, jadi aku hanya menghangatkannya saja.” Sahut Yoonjung datar.

Sehun merasakan hampa dalam hatinya secara tiba-tiba ketika mendengar jawaban Yoonjung, bukan.. bukan dengan jawabannya tetapi dengan nada bicaranya yang datar. Tidak biasanya Yoonjung membalas pertanyaan Sehun dengan nada yang terbilang datar. ‘Ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba seperti ini?’ batin Sehun.

Yoonjung kembali terdiam beberapa saat untuk memandang Sehun, sebelum ia mulai memakan makanannya. Mereka berdua pun melewati makan malam dengan tidak banyak bicara.

.

.

.

“Sehunnnnnn!” teriakan seseorang di pagi hari cukup membuat semua murid Seoul School Of Performance Arts yang baru datang ke sekolah dengan setengah mata tertutup kini terbuka seluruhnya.

“Hei! Kau dipanggil teman baikmu, setidaknya berilah balasan yang baik!” gerutu laki-laki yang bernama Kai.

“Untuk apa aku membalas panggilan seseorang yang berisik, cih.” Jawab Sehun mengejek.

“Kalian bisa tidak untuk diam, dan kau kamjong lebih baik jangan berisik!” ucap Suho pergi meninggalkan mereka berdua.

“hei.. ada apa dengannya? Seperti laki-laki yang sedang di tolak?” tanya Sehun masih menatap Suho heran.

“Dia memang sudah di tolak.. kasian sekali.” Jawab Kai.

Sehun dan Kai memutuskan untuk ke kelas mereka karna sekolah sudah mulai ramai dengan murid murid lainnya.

Semapainya di kelas Sehun langsung menuju mejanya. Ia sempat melirik kearah meja Yoonjung yang kosong. Sehun heran karena tidak biasanya Yoonjung datang siang, bahkan saat dirumah Yoonjung berangkat paling awal dari pada dirinya. ‘Mungkin dia sedang berada di toilet’ gumam Sehun pelan.

Di tempat lain seorang gadis sedang menyendiri di atap sekolah. Bila mengingat hal itu, hanya deru nafas yang terhembus dari hidung gadis berparas cantik ini. Dan detik kemudian gadis itu memutuskan untuk masuk kekelas sembari memasangkan headset di telinganya.

BRAK!!

“Ternyata kau bersembunyi disini, eh? Jung Yoon Jung?!”

Ah, ternyata kedamaian di atap sekolah dengan cepat berangsur pergi. Yoonjung hanya bisa menatap tiga orang gadis yang baru saja mendobrak pintu atap sesuka hatinya dengan pandangan was-was. Yoonjung memutuskan untuk segera pergi karna firasatnya tidak enak dengan kehadiran ketiga gadis ini.

“Berani-beraninya kau mengacuhkan kami, Yoonjung!” bentak gadis berambut coklat panjang dengan dandanan, errr… sexy untuk seukuran pelajar SMA. Dan sepertinya dialah pemimpin diantara kedua gadis yang berdiri dibelakangnya.

Tetap pada pendiriannya. Yoonjung terus mengacuhkan lawan bicarang yang terlihat semakin kesal. Hingga ketiga gadis itu memutuskan untuk semakin mendekat kearah Yoonjung dan memberikan pelajaran, khusus?

Perlahan namun semakin dekat. Hingga akhirnya mereka berdiri tegap di hadapan Yoonjung yang tengah menunduk dan meremas bagian ujung roknya dengan perasaan takut. “Jauhi Sehun, gadis bodoh!” ucap Eunsuk lantang dan penuh penekanan di setiap suku katanya.

Sedangkan Yoonjung, tidak merespon sama sekali sekedar melirikpun enggan. Tentu saja itu membuat lawannya tersenyum remeh dengan sikap Yoonjung saat ini. Dan detik kemudian-

“KYAAAA~” Rambut Yoonjung pun di jambak dengan kasarnya membuat si empunya memicingkan mata dan meringis kecil menahan sakit.

“Lihat? Ini akibatnya karna kau mengacuhkan kata-kataku.” Ucapnya sembari tersenyum miring. Yoonjung pun menutup kelopak matanya. Mencoba bertahan dengan keadaan yang tengah di hadapinya.

.

.

.

“Yoonjung-ah!!” teriak Minyoung

Merasa panggilannya tidak direspon gadis berambut pirang ini memutuskan untuk menghampiri meja sahabatnya.

“Dari mana saja kau? Tidak biasanya sekali kau datang siang. Biasanya kau yang selalu berada dikelas paling awal tapi tadi yang berada di kelas paling awal, kau tau siapa?” tanya Minyoung yang hanya dibalas tatapan oleh Yoonjung.

“Suho, Sehun dan si hitam itu. Aku benar-benar tidak percaya mereka bertiga yang datang paling awal dan kau paling akhir. Apa dunia sedang terbalik hari ini? Aku benar- benar tidak percaya.” Ucap Minyoung antusias.

“Kau kenapa Yoonjung-ah? Tidak biasanya kau mengerai rambut mu? Apa yang kau sembuyikan di wajahmu?”

“Ah! Ti-tidak… aku tidak menyembunyikan apa-apa darimu, aku hanya bos-”

“Ceritakan! Ceritakan semuanya padaku Yoonjung-ah, bukankah kita sahabat sejak kecil?” ucap Minyoung yang memotong pembicaraan Yoonjung.

Mendengar ucapan Minyoung bahwa mereka adalah sahabat sejak kecil, membuat Yoonjung merasa bersalah karena telah membohonginya. Tapi Yoonjung lebih tidak sanggup menceritakan yang sebenarnya padanya. Cukup dirinya yang menampung semua beban dan rasa sakit, itu yang Yonjung pikirkan.

“Baiklah kalau kau tidak mau menceritakannya sekarang, tidak masalah. Tapi aku selalu siap kapan saja untuk mendengarkan atau membantu masalahmu. Karena aku sahabat mu Yoonjung-ah.” Ucap Minyoung tulus, yang hanya dibalas dengan anggukan dan senyuman tulus Yoonjung.

Disisi lain Sehun hanya mendengarkan percakapan mereka dengan diam, Sehun terlalu takut jika gadisnya diusik oleh mantan kekasihnya. Karna dia tau jika mantannya tidak akan tinggal diam jika menyangkut hal tentang dirinya. ‘Aku benar-benar akan menghancurkannya jika terjadi sesuatu pada Yoonjung-ku’ batin Sehun sambil mengepalkan tangannya menahan emosi.

.

.

.

“Yo! Byunbaek!” panggil mahasiswa laki-laki bertubuh pendek itu.

“Ada apa kau memanggilku?” Tanya Baekhyun kepada laki-laki tersebut sambil meminum soda yang ia bawa.

“Aku punya sedikit informasi tentang gadis yang kau sukai itu Baek. Kau mungkin akan terkejut mendengarnya.” Ucap laki-laki pendek itu.

“Ceritakan saja sekarang Kyung!” Jawab Baekhyun.

“Jadi begini, saat aku bla bla bla~”

“…..”

“Aku harap kau bisa berhati-hati jika kau ingin menyelamatkan gadismu itu, dan lakukan dengan benar. Kalau gitu aku duluan, aku ada kelas.” Jelas Kyungsoo sambil berjalan meninggalkan Baekhyun yang menahan emosinya sejak mendengar informasi yang diberikan oleh kyungsoo ‘Aku akan menghancurkanmu tuan Oh’ batin Baekhyun.

.

.

.

“Ikut aku!” ucap Sehun.

Yoonjung yang mendengarnya pun langsung menoleh ‘Mau kemana dia mengajakku?’ dengan raut bingung.

“Mau sampai kapan kau diam. Ikut aku ke atap sekarang!” ucap Sehun dengan nada memerintah.

Yoonjung yang mendengar Sehun sudah berbicara dengan nada seperti itu, mau tidak mau menuruti apa kata Sehun. Ia sedikit khawatir Sehun akan berbuat aneh pada dirinya karna tidak sekali atau dua kali Sehun memaksanya melakukan hal yang memalukan di sekolah ‘Semoga dia tidak meyuruhku melakukannya.’

Sesampainya di atap sekolah Sehun langsung berbalik mengahadap ke kekasihnya. Sehun menatap sendu gadisnya, ya gadis yang sudah mencuri hatinya bahkan membuatnya terobsesi padanya. Sekilas Sehun melihat bekas memar di pipinya kanannya, dan hatinya merasa tercubit melihatnya. Kalian bisa memakiku saat ini, karena ke tidak becusanku ini. Aku mencintainya tapi aku tidak menjaganya melainkan melukainya.

Yoonjung yang merasa bahwa ada keanehan pada Sehun membuatnya melangkah mendekati Sehun yang termangu pada dirinya, Yoonjung tau Sehun sedang menatapnya sendu tapi Yoonjung hanya bisa membalasnya dengan senyuman tulus.

“Sehun-ah?” ucap Yoonjung lembut.

“Sehun-ah, naneun gwenchanayo.”

Sehun yang mendengar Yoonjung berkata kalau dia baik-baik saja itu membuat hatinya makin tercubit. Dengan sigap Sehun menarik Yoonjung kedalam pelukannya. Yoonjung pun kaget mendapati perlakuan Sehun yang tiba-tiba memeluknya dengan erat. Dan di saat itu juga Yoonjung tau jika Sehun menangis. ‘Mianhae Jung-ah, mian.’ Ucap Sehun dihatinya.

TBC

Mianhae chingu, author terlalu sibuk dengan persiapan UN jadi mau gak mau harus hiatus dari dunia pendramaan, perkpopan, perFF bahkan harus hiatus. Doain authornya  bisa sukses dalam UN bulan depan. Author janji bakal buat ff lebih panjang lagi, dan diusahakan lebih cepat. Mian jika kalian kurang puas dengan chap ini karna author emang udah gak ada kata-kata selain ujian. Gomawo atas perhatiannya tunggu ff ini 3 minggu lagi ya ^^ Harap Bersabar Author Sedang Ujian.

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Hurts (Chapter 3)

  1. yeayy !! ff ini udah lama ditunggu kelanjutanya akhirnya publish jga kita seperjuangan thor sma2 mau UN semangat chingu !! sok akrab ya

  2. kok aku ngerasa sehun itu pengecut yaa..masa iya dia sadar klo dia sering buat yoonjung terluka tapi dia tetep aja ngulangin terus perbuatannya, haddehhh mksudnya apasihh.. dia takut klo yoonjung bakal ninggalin dia, makanya dia bertingkah sprti itu..??
    kk author panjanggiiinnn lagi yaa ffnyaa pliiissss..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s