Job’s Goal : Finding Love [Chapter 4] -anneandreas

Finding Love-anneandreas

JOB’S GOAL : FINDING LOVE

.

a chaptered fiction with Romance feel in Family and Works life rated by T

staring by

EXO’s Byun Baekhyun, Kim Minseok, Kim Jongdae and Do Kyungsoo
INFINITE’s Lee Howon and Nam Woohyun
OC’s Do Kyungrin and Do Ahrin

.

thanks for this cute Poster >> l18hee <<
I own the plot

all cast except OC belong to their real life

.

⇓⇓ PREVIOUS CHAPTER ⇓⇓

Teaser – Chapter 1 – Chapter 2 – Chapter 3

.

-4-

PABRIK KEBAKARAN (1)

©anneandreas2k17

Annyeong, Kyung. Noona pergi dulu, sudah hampir telat. Jangan lupa bangunkan bidan pemalas itu, dia ‘kan kalau tidur seperti mayat!” oceh Reen tergesa sambil memasukkan semua barang secara asal ke dalam tasnya lalu berlari ke rak sepatu, sementara Kyungsoo yang sedang menyiapkan sandwich di dapur hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya takjub, “Noona tidak mau bawa sandwichnya?”

“Kau makan saja. Woohyun oppa sudah di bawah. Annyeong!” ucap Reen lagi disusul bunyi pintu terbuka dan tertutup kemudian. Reen nyaris berlari ke arah lift namun menyempatkan diri menoleh ke koridor apartemen 14B tempat Minseok tinggal, namun sepertinya laki-laki itu sudah pergi ke kantor lebih dulu. Sekon kemudian bunyi denting tanda lift terbuka terdengar dan Reen dengan tergesa masuk ke dalamnya.

.

.

.

“Aah, lapar.” desah Reen sambil melemparkan kepalanya ke sandaran jok di mobil Woohyun. Woohyun tersenyum lantas menoleh, “Mau sarapan dulu?”

Reen memicingkan matanya lalu menatap Woohyun tajam, “Oppa mau melihat aku dimaki-maki oleh si Baekhyun sombong anaknya CEO Byun itu?” omelnya sambil bersedekap sementara Woohyun hanya tertawa, “Aku ‘kan cuma menawarkan. Jangan lupa sarapan di kantor, hmm? Minta buatkan ramyun pada siapa itu namanya office boy yang kau bilang tampan sekali?”

“Kim Myungsoo.” sahut Reen cengengesan, Woohyun hanya mengangguk-angguk tidak peduli.

“Sudah sampai! Terimakasih Woohyun oppa, teman paling baik sedunia!”

Woohyun tertawa, “Sudah sana masuk, nanti katanya diomeli si Baekhyun sombong itu, nanti sore mau dijemput?”

“Oke!”

Reen membuka pintu mobil, menutupnya, melambaikan tangan sesaat pada Woohyun yang siap berangkat ke kantor ayahnya lalu lari melesat ke dalam gedung. Ia menghela nafas lega ketika jam yang tampil di mesin absen masih menunjukkan angka 07.58, jika ia datang dua menit lagi ia bisa dibuat mati oleh anak CEO menyebalkan itu.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Semua orang di ruangannya tampak begitu sibuk saat Reen berbelok dari lift menuju ruangannya. Praktisnya semua orang itu adalah Baekhyun si anak CEO sombong dan Jongin partner kerjanya, karena memang ruangan mereka hanya berisi empat orang termasuk Reen, dan wakil manager accounting Byun Electrics yang saat ini sedang mempersiapkan sebuah pabrik baru di Gimpo.

“Ini masih pagi, kenapa semua sibuk?” bisik Reen hati-hati pada Jongin setelah ia meletakkan tasnya sembarang di atas meja. “Pabrik di Busan kebakaran.” jawab Jongin cepat.

“Kok bisa?” tanya Reen polos.

“Tentu saja bisa. Kau pikir pabrik kita terbuat dari dinding anti terbakar. Daripada kau diam saja dan hanya membuang pasokan oksigen di sini, lebih baik kau pelajari klaim asuransi kebakaran pabrik. Itu ‘kan sebenarnya salah satu tugasmu juga!” rentetan kalimat mematikan menyambangi rungu Reen seperti barisan pisau yang dilemparkan tepat ke jantung, siapa lagi pelakunya jika bukan si Byun Baekhyun.

Reen menipiskan bibirnya, menahan amarah sambil menekan tombol power pada komputernya. Sebagian dirinya berpikir bagaimana cara mengurus klaim asuransi kebakaran pabrik, ini pengalaman pertamanya bekerja jadi bukankah wajar jika ia tidak mengerti? Namun sebagian dirinya yang lain yakin bahwa ia akan menerima kalimat makian lainnya dari si anak CEO menyebalkan itu jika ia tidak mengerti perkara klaim asuransi pabrik dan sebagainya.

Reen menoleh lagi pada Jongin yang tampak sibuk membolak-balik tumpukan kertas, lantas mendekatkan dirinya lagi pada Jongin dan bertanya, “Kapan kebakarannya?”

“Semalam. Untunglah tidak menyebar ke mess karyawan pabrik, namun katanya hampir semua mesin rusak dan sebagian produk yang belum sempat dikirim ke gudang pun ikut terbakar. Sepertinya kerugiannya cukup banyak, noona.  Bahkan Howon hyung, wakil manager kita sampai pulang dari Gimpo dan akan berangkat ke Busan siang ini.” Jongin menjelaskan namun matanya tetap terpaku pada tumpukan kertas-kertas yang ada di hadapannya.

Reen mengangguk sesaat namun sebuah nama yang baru saja disebutkan Jongin terasa menggelitik hatinya, dan ia memberanikan diri bertanya, “Howon? Apa marganya?”

“Lee, Lee Howon. Nah itu orangnya baru masuk, sepertinya ia dari pantry. Ouh wajahnya kusut sekali, pasti ia lelah.” Jongin mendesis sambil mengarahkan dagunya ke arah pintu masuk ruangan mereka, membuat Reen menolehkan kepalanya mengikuti arah yang Jongin tunjuk.

Deg.

Reen mematung dan nyaris menganga namun matanya tak lepas memandang laki-laki tegap dengan wajah sangat lelah yang baru masuk itu. Bagaimana dia bisa ada di sini..

“Howon hyung, kau bisa langsung berangkat ke Busan siang ini ‘kan? Aku sudah menghubungi Junmyeon hyung di Busan bahwa kau akan datang ke sana nanti siang dan menyiapkan klaim asuransi di sana.” Suara Baekhyun si manager menyebalkan memenuhi ruangan, menyadarkan Reen dari kekakuan yang menyelimutinya sejak laki-laki yang dipanggil Howon hyung itu datang.

“Dan kau, Do Kyungrin-ssi, ikutlah dengan Howon hyung ke Busan nanti siang. Aku ada rapat dengan pemegang saham.” lanjut Baekhyun dengan nada perintah yang tak dapat ditolak, lalu ia beranjak meninggalkan kursinya dan keluar ruangan.

Detik yang sama, Howon yang ternyata baru menyadari ada manusia lain di ruangan kerja mereka selain Jongin segera menoleh dan mendapati Reen yang masih membatu di kursinya. Kilatan terkejut sejenak timbul di mata Howon namun ia dengan cepat mengatasinya dengan senyum. “Kita akan menginap satu malam di Busan, Reen. Beritahu orang rumahmu untuk mengantarkan baju seperlunya sebelum jam makan siang. Oke?” ucapnya santai sambil membereskan beberapa berkas yang hendak dibawa dari atas mejanya, yang praktisnya terletak persis di samping meja Reen.

“Tunggu, hyung. Bagaimana kau bisa memanggil dia Reen? Tadi ‘kan Baekhyun hyung menyebut namanya Do Kyungrin-ssi?” tanya Jongin bingung sambil melempar tatapan pada Howon dan Reen bergantian.

“Kami sudah saling kenal.” jawab Howon tanpa beban.

“Oh ya? Kalian berteman? Sunbae-hobbae sewaktu sekolah?” tanya Jongin lagi.

“Iya, kami berteman.”

“Bukan, aku mantan pacarnya.”

Dua kalimat bertolak belakang makna yang diucapkan Reen dan Howon berbarengan tersebut membuat Reen menoleh kasar ke arah Howon, bagaimana bisa laki-laki ini dengan entengnya menyebut kata ‘mantan pacar’?

“Wooow, ini daebbak!” seru Jongin, “Kapan kalian berpacaran?”

“Saat SMA, dia hobbae satu tahun di bawahku.” jawab Howon masih sama santainya dengan tadi, sementara Reen yang duduk di antara Howon dan Jongin membenamkan wajahnya dibalik tas dan berharap bisa menghilang dari tempat itu secepatnya.

“Berapa lama kalian berpacaran?” tanya Jongin lagi, tidak peka pada kondisi memprihatinkan Reen yang sudah jelas-jelas ditunjukkannya. Namun kali ini Reen mengangkat wajahnya lalu berdiri menjulang di depan Jongin yang duduk dengan ekspresi semangat, “Oh, please Kim Jongin-ssi.”

“Dua tahun, kami putus tidak lama sebelum ujian akhir.” Howon tertawa di akhir kalimatnya.

“Kalian berdua silahkan membicarakan masa lalu, aku ke pantry dulu. Selamat tinggal.” Reen melambaikan tangannya malas-malasan lalu mengambil langkah dari antara dua lelaki yang mengapitnya itu.

“Jangan lupa sekalian telepon rumah minta diantarkan baju. Salam untuk Myungsoo!” kata Howon semangat lalu tertawa, entah hilang kemana semua wajah lelah yang ia tunjukkan tadi.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

“Kyung, bidan pemalas itu sudah bangun? Mengapa handphonenya tidak diangkat? Suruh dia buang saja benda itu jika ia tak menggunakannya. Apa? Tidak, aku tidak marah-marah. Siapa bilang aku sedang kesal?” Reen mengaduk cappuccino panasnya sebelum mendudukkan dirinya sembarang di kursi pantry.

“Kau memang tampak kesal, Reen.” bisik Myungsoo yang kebetulan sedang berada di pantry.

“Kau! Aku tidak kesal, Kim Myungsoo-ssi.” Reen merespon, mengacuhkan Kyungsoo yang mengoceh lewat telepon.

Myungsoo mengangguk, “Ya.. Ya.. Ya.. Padahal kalau kau sedang kesal pasti selalu menyebut namaku dengan lengkap seperti itu.”

Reen menatap Myungsoo sesaat lalu menyesap cappucinonya sambil memutar matanya jengah kemudian berbicara kembali setelah mendengar suara seseorang di telepon, “Arin, kau bisa antarkan pakaianku jam makan siang nanti kan? Ah? Iya, aku disuruh pergi mendadak ke Busan siang ini, menginap satu malam katanya. Jadi siapkan aku pakaian dan alat mandiku, oke? Nanti telepon saja kalau kau sudah di lobby. Sudah kubilang aku tidak kesal, Do Ahrin-san. Pukul saja adik laki-laki penyebar berita bohong itu. Daaah!”

“Kau ikut ke Busan bersama Howon hyung?” tanya Myungsoo kemudian.

Reen mengangguk.

“Padahal kalian baru saja kenal hari ini, kan?” respon Myungsoo.

Reen menghela napas kesal lalu menyesap semua cappucinonya sampai tandas, kemudian bangkit dan meletakkan dengan tenaga berlebih cangkir tak bersalah itu ke dalam wastafel. Melambai sebentar pada Myungsoo yang menatap bingung lalu melangkah keluar dari pantry. “Sampai jumpa lusa.”

.

.

.

Reen membolak-balik lembaran-lembaran polis asuransi yang tertumpuk di meja kerjanya, sebenarnya ia sendiri tidak terlalu paham apa yang sedang ia lakukan. Ia hanya berusaha tampak sibuk agar mengimbangi semua manusia yang berada di ruangan kerja ini sekarang.

“Apa yang kau lakukan?” kalimat interupsi dari Baekhyun si manager menyebalkan terdengar menggema di ruangan yang sunyi itu. Reen mendongak hanya untuk mendapati semua mata kini tertuju menatapnya.

“Aku? Eumm.. Sedang mempelajari polis untuk klaim.” jawab Reen setengah ragu.

“Memangnya kau yakin tahu apa yang sedang kau lakukan dengan polis-polis itu?” sahut Baekhyun menusuk, Reen menunduk menahan kesal.

“Makanya jangan terpaku pada buku teksmu sewaktu kuliah. Seperti orang bodoh saja.” lanjut Baekhyun kemudian berdiri dari kursinya, “Sudah jam dua belas, aku akan persiapan untuk rapat sebentar lagi. Nanti kau langsung pergi saja dengan karyawan baru ini, hyung. Tidak perlu menungguku.”

“Oke.” jawab Howon ramah sementara Baekhyun sudah melangkah keluar ruangan.

Reen masih menunduk di kursinya, jelas-jelas tampak sangat kesal.

“Dia hanya sedang mengkhawatirkan rapat pemegang saham nanti, noona. Jangan diambil hati.” kata Jongin menenangkan.

“Suatu saat nanti aku akan menceritakan semua kelakuan buruknya pada ayahnya, ayahku, dan Nam ahjussi. Biar dia tahu rasa.” Reen mengomel setengah menggeram membuat Howon tertawa lantas mengusap puncak kepala Reen santai tanpa beban, membuat gadis itu mengerjap kaget dan menatap Howon hanya untuk mendapati laki-laki itu memandangnya menggoda. “Turunkan tanganmu sekarang.” perintah Reen disambut tawa dari pihak Jongin, sementara Howon menurut dan melepaskan tangannya.

Tidak lama kemudian, suara dering telepon terdengar. Setelah berbincang dengan Seulgi sebentar lewat telepon pararel kantor, Reen beranjak menghampiri Arin yang ternyata sudah menunggu di lobby. “Aku tunggu di lobby, oppa.” ucapnya ragu terlebih pada panggilan ‘oppa’ yang baru saja disebutnya.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Dentingan halus tanda pintu lift terbuka terdengar dan Reen bersiap keluar untuk menghampiri Arin namun seseorang yang telah berdiri di depan pintu lift –menunggu lift untuk naik ke lantai atas–  membuat Reen berhenti dan tersenyum cerah ke arahnya.

“Mau makan siang bersama?” tawar Minseok.

“Aku mau tapi sayangnya tidak bisa.” jawab Reen masih tersenyum.

“Kenapa?” Minseok mengangkat sebelah alisnya.

“Aku sebentar lagi akan pergi ke Busan bersama wakil manager.” tutur Reen setengah kecewa.

“Ah, bersama Howon? Melihat pabrik yang terbakar ya?”

Reen mengangguk.

“Namun seharusnya kau makan dulu.” ucap Minseok lagi, tanpa menyembunyikan aura khawatir dalam suaranya.

Reen menggeleng, “Tidak perlu, oppa. Dan sepertinya tidak sempat, bahkan baju untukku menginap pun dibawakan oleh saudaraku di sana.” jawabnya sambil menunjuk Arin yang duduk di lobby, membuat Minseok bertatapan dengan Arin dan mereka berdua sama-sama membungkukkan badannya sopan.

“Sangat mirip, kembar?” tanya Minseok lagi.

Eoh.” jawab Reen sambil tertawa, “Baiklah, selamat makan siang sendiran. Aku akan menghampiri kembaranku itu sebelum ia mengamuk karena menunggu terlalu lama.” lanjutnya lalu berlari ke arah Arin.

“Kau belum telat ke rumah sakit, kan?” sapa Reen basa-basi.

“Belum. Kau ‘kan tahu aku shift malam hari ini. Siapa laki-laki yang senyam-senyum denganmu itu? Dan kenapa tadi pagi kau kesal?” jawab Arin tak peduli.

“Oh my God. Ya jelas saja aku kesal pada si anak CEO sialan, siapa lagi yang sanggup membuatku kesal di sini? Dan dia bukan laki-laki yang senyam-senyum denganku, dia kepala IT kantor ini, kebetulan tetangga kita juga, lho. Namanya Minseok, kupanggil ia oppa karena ia lebih tua dua tahun dari kita. Jadi kau bawakan semua yang kuperlukan, kan?”

Arin mengangguk dan kemudian mulai sibuk menunjukkan barang-barang Reen yang ada di dalam tas yang ia bawa hingga tidak lama kemudian suara dentingan halus tanda pintu lift terbuka kembali terdengar dan selanjutnya suara sapaan akrab menyambangi rungu mereka, “Arin?”

Arin yang namanya disebut menoleh lalu bangkit dan membungkukan badannya sopan pada laki-laki yang berjalan menghampiri mereka itu, “Howon sunbae. Kau bekerja di sini juga?”

Howon tersenyum kemudian menatap Reen yang masih duduk di kursi lobby, “Ya, aku akan ke Busan siang ini dengan Reen.”

“Oh my!” seru Arin tertahan membuat Howon tertawa. “Seperti takdir, ya?” sahutnya santai.

“Reen, aku tunggu di basement, ya. Turunlah ke basement jika sudah selesai. Oke.”

Eoh.” jawab Reen malas-malasan sebelum akhirnya Howon menuruni tangga menuju basement.

Heol, daebbak! Bagaimana kau akhirnya bisa bekerja dengan mantan pacarmu sendiri sewaktu SMA? Dunia sempit sekali.” komentar Arin. “Aku jadi penasaran dan ingin melihat jika pintu lift terbuka lagi, siapa tahu yang selanjutnya aku kenal juga.”

Reen hanya mengerdikkan bahu dan mengguman tak peduli, namun satu sekon kemudian lift benar-benar berdenting lagi dan Arin sengaja mengarahkan matanya ke arah lift yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat mereka duduk. Ketika pintu lift terbuka dan seorang laki-laki keluar dari sana, Arin menganga dan membeku.

“Kenapa kau diam? Tidak kenal, ‘kan?” Reen berkomentar sambil menoleh ke arah lift guna mencari tahu siapa yang baru saja keluar dari sana. “Bagaimana bisa, mantan pacarku.. ada di sini juga.” Arin mendesis.

Dan kali ini ganti Reen yang ternganga karena yang baru saja keluar dari lift adalah si manager anak CEO menyebalkan Byun Baekhyun. Bukan hanya mereka berdua yang ternganga, Baekhyun yang baru keluar dari lift pun tampak tak bisa menutupi keterkejutannya menatap sepasang kembar yang ada di depan matanya itu. Ia berjalan menghampiri, “Arin?” tanyanya pelan.

Arin berdiri namun kali ini tidak membungkuk sopan, “Apa kabar?” tanyanya berusaha tenang.

“Jadi, kalian?” tanya Baekhyun bingung.

“Arin, tidakkah kau ingin pulang? Sebentar lagi kau pergantian shift ‘kan? Ayo aku antar ke depan.” Reen menarik tangan Arin, meninggalkan Baekhyun yang masih mematung di lobby.

“Apa kau gila? Anak CEO menyebalkan itu mantanmu? Mantanmu itu anaknya sahabat ayah kita? Heol! Darimana kalian berkenalan?” Reen mengoceh sepanjang menarik tangan Arin tergesa menuju pintu keluar. “Saat kuliah di Jepang, satu kampus.” jawab Arin, setengah dirinya masih bingung.

“Oh, ya please benar-benar dunia ini sempit sekali. Nanti setelah aku pulang mari kita ceritakan semuanya, mantanku dan mantanmu. Oke? Sekarang aku harus ke basement karena mungkin Howon oppa sudah bosan menunggu sendiri di sana. Bye!” lanjut Reen tergesa, lalu membiarkan saudara kembarnya itu berjalan ke halte dengan langkah gontai.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Reen memainkan handphonenya di dalam mobil Howon, ia merasa suasana saat ini sangat kaku. Atau mungkin dirinya sendiri yang kaku, entahlah. Untung saja selanjutnya bunyi dering telepon terdengar dan Reen menggeser tanda hijau bulat di layar handphonenya dengan semangat.

“Woohyun oppa! Ah? Aku belum makan siang. Tidak, tidak bisa makan bersama. Ah ya, dan nanti sore tidak perlu jemput aku. Aku sedang dalam perjalanan ke Busan sekarang. Oh? Iya, mau melihat pabrik yang kebakaran. Apa? Haha, tidak. Untunglah tidak bersama si Baekhyun sial itu, ups. Aku keceplosan. Baiklah, oppa. Araso, annyeong!”

“Siapa?” tanya Howon santai.

“Siapa? Kalau aku bilang pacar, bagaimana?”

Howon tertawa, “Seperti aku tidak mengenalmu saja. Aku berani bertaruh siapapun manusia yang menelponmu barusan bukanlah pacarmu. Entahlah kalau dia memiliki rasa padamu.” dia menutup kalimatnya sambil mengangkat bahu.

Reen menatap Howon dengan tatapan sebal karena ketahuan berbohong.

“Kau belum makan?” tanya Howon lagi.

“Belum.”

“Baiklah, nanti kita berhenti di tempat peristirahatan dan makan siang sebentar, jalan ke Busan masih jauh. Seingatku ada yang menjual bibimbab kesukaanmu di sana.” tawar Howon lagi.

“Ya, terserah kau saja. Aku tidur dulu, oppa.” jawab Reen malas-malasan kemudian memejamkan matanya.

“Selamat istirahat, mantanku.”

.

.

.

to be continued.

AnNotes:

Puja dewa kerang, ini FF jaman baheula dilanjut lagi,
*tebar confeti

Chapter ini gak ada “Belajar Akuntansi”
karena gak ada istilah akuntansi yang dipakai, muehehe~

Setelah 3 chapter lalu lebih seperti “Pengenalan Karakter dan Tokoh”,
Chapter 4 ini rasanya seperti biang masalah
dari chapter-chapter yang akan datang
Yeay!

Makasih buat semua yang udah jamuran karena nungguin FF ini
/GakAdaYangNungguin /plak
Makasih buat semua yang udah baca, like, dan komen,
sebab satu komen kalian masih selalu berharga untukku.
*eak

See You di Chapter 5 Eaaa!!

Iklan

28 pemikiran pada “Job’s Goal : Finding Love [Chapter 4] -anneandreas

  1. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [EPILOG + AfterWord] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 12END] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 11] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 10] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 9] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 9] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 8] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 7] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  9. Hahahah..terjawab sdh smua asal mula kejudesan baek sm reen ternyata baekhyun kira reen itu arin toh 😀
    dunia benar2 sempit si twins ketemu mantan pd hari yg sama kkk

    bru ngeh klau arin itu bidan heheh..senang bget profesi ku nnti *aamiin disebutin di ff kakak 🙂 kan jarang ada ff yg masukin bidan

    • Bekyun ngiranya Reen itu cuma mirip Arin sih huehehe..
      betull, tema FFnya emang dunia sempit banget, inspirasinya ya kirakira dari kehidupan nyata, cuma ga sesempit Arin Reen sih, cuma ternyata sohibnya mantan aku punya kakak yg kerja seruangan sama aku, terus partner kerja aku temen sekolahnya mantan dll dll dll begitulah. wkwkwkw..
      Si Arin bidan soalnya yang punya OC Arin bidan beneran :3 huehehehe..
      Jadi Arin itu OC punya temen author di sini juga, Irish nama penanyaa..
      Kebetulan di beberapa foto, aku sama Irish itu mirip jadinya OC kami kami jadiin kembar juga wkwkwk /malah curhat /plak
      Cuma gak fokus banget ke bidannya sih, soalnya aku ga ngerti bahasan bidan kan, makanya aku lebih fokus ke Reen yang jadi staff accounting supaya aku enak nulisnya wkwkw..
      Makasih sudah komen.. >.<

  10. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 6] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  11. Yeaayyy puja kerang ajaib XD
    walah, trnyta ini to alasan Baekhyun kaget wktu prtma kali liat Reen, trnyta mantannya Ahrin, dan trnyta wakil manager itu mantannya Reen, duh dunia semakin sempit XD
    lgi” brharap ada ob d kntor yg serupa ama Myungsoo XD
    lah Reen dikelilingi cowok” kece, mau jdi Reen XD
    *semua aja di penginin*
    eh btw d poster gaada wajahnya Kyungsoo :’ pdhal unyu” gtu klo 3 brsaudara lgkap nongol dsno..
    Oya aq trtarik ama ff ini krna jdul chap ini ‘pabrik kebakaran’ jdi penasaran trus baca dr awal deh XD
    hihii jdulnya job’s goal : finding love, uda pda kaya sih jdi job’ goal nya finding love :v
    bakalan kikuk g ya si Baek, skrg uda tau klo Reen kembaran mantan nya dlu, wkwk seru deh, gasabar nunggu next chap, jgn lama” yaa Anne :* fighting!!!!

    • Iyaaah inti dasarnya ff ini sih bukan dunia kerjanya sih, tapi dunia sempitnya wkwkkwkw.. Berhubung aku uda kerja jdi lebi enak kalp dikemas dalam bentuk worklife gituu wkwkwk..
      Iyaah soalnya si kyungsu belom kerja jdi dia ga ada diposter /plak
      Betuuull, mereka mah chaebol chaebol uda ga mikirin duit, wong papanya aja uda pada ceo semua wkwkwkkw..
      Next chapnya uda kok chapter 5 nyaa.. Pabrik kebakaran yg part 2.. Kalo chapter 6 nya masi aku garap wkwkkw..
      Makasi sudah komeeen..

  12. Krn bnyk materi yg hrs diapalin dlm prantauan ini jd br bs review stlh sblm’ny cm smpt bc ja, 미안 ya..
    Alhmdllh saya ga smp jamuran nggu-in klanjutan ff ini 😀
    남 아저씨 tu bpk’ny woohyun ya? Dah aga lupa 😅 tp kyny bener kan ya?
    Reen lg ksengsem umin ☺ ngarep ktmu di appartment! Untung’ny bnrn ktmu didpn lift sblm brgkt ke 부산 ya 😊
    howon mmbr infinite jg? Ga da bayangan ky gmn visualisasi’ny.
    Reen-Arin identical twins kan? Ko 백 ga lngsng ngeh wkt prtm x liat reen? Apa cm ngira mrp sang mantan (arin) jd 백 sk ketus ke reen?
    Luvely bgt suasana kntr reen 😁 ada bos nyebelin ygtrnyt mantan dr kembaran’ny, OBny visual, ada gebetan yg trnyt tetanggaan, plus sang mantan yg trnyt jd partner 1 dept 😅 so complete!
    Klo 백 mo rujuk sm arin, reen bkl revenge ga ya 😄 seru bgt!!

    • Waah kakak masi di Bali kah? Kirain liburan loooh.. Semangaat!!
      Gakpapaa, dikomen aja aku uda bahagia kok buakakaka..
      Iyaah marganya woohyun kan Nam hihi..
      Howon itu nama aslinya Hoya kak, ituh ada diposter kok mukanya, diposter kan isinya Baekhyun, Woohyun, Umin, Hoya muehehehhe..
      Si Bekyun gatau kalo Arin kembar, karena pacarannya kan pas Arin uda di Japan sedangkan pas itu si Reen di Beijing..
      Di Chap 2 kalo ga salah pas Bekyun pertama kali liat Reen kayaknya aku ada nulis si Bekyun kaget gitu cuma ya karena dia gaperna diceritain Arin kalo dia punya kembaran jadi dia pikir mirip doang, makanya dijutekin wkwkwk..
      Iyaaah, aku pengen beud kerja di kantor penuh visual begitu buakakka..
      Kalo Bekyun mau rujuk sama Arin, dia kudu berantem sama Jongde dulu kak muahahah..
      Makasi komennya kaaak, nyempetin komen diselasela perantauan..
      Betewe chap 5 nya juga uda nongol loooh..

    • Iya br mo 2mggu, dr jmn kuliah smp krj2, ga prnh ngkost 1x pun /slalu kupu2 (kuliah pulang, kuliah pulang 😅), skrg lngsng tinggal jauh dr klrg, shbt & tmn2 /tp ngarep bgt sih KrisHun bkl ada photoshoot session di Bali 🌴☀🌊 /bs ktmu tanpa hrs bli tiket knsr 😁 sukur2 bs jd mmbr di t4 krj skrg (under my name tentu’ny 😍) kyaa~ my new job’s goal bgt!! Sigh.. wlw td di kntr lg ga gt smooth suasana’ny for me 😟 /curcol! Dsr 백 baperan 😆 diputusin arin ya dy dulu? Pe slh sa2ran gt ngjutekin reen di kntr, kesian kan reen. Blm kburu naksir reen kan si 백?? Bs2 tmbh pnjng ja list 남자 yg mao sm reen, ciyee.. 😏
      Sm2 anne ☺ sneng bs ada oase dg bc2 ff trus ngobrol di klm kmntr gini.

    • Oooh ini bukan lagi workshop gitu tapi kerjanya kantornya di bali? Wooow daebbaakk..
      Aku rasarasanya lagi pengen minta pindah ke bali, artis lagi sering dateng sana kayaknya 😂
      Suasana kantor mah emang kadang bikin drop, kalo lagi desperate or hopeless banget rasanya ampe pengen resign, apalagi kalo lagi di titik jenuh terdalam, ampe jatuh dah tuh air mata /malah ikutan curhat wkwkw. Tetep semangat kaaak!!
      Hooh si Arin yg mutusin, arin ama reen prinsipnya anti diputusin kak /plak.
      Buahahhahahahha, liat nanti si bekyun gimana sama reen.. Kasian juga kalo semua cowo ngarah ke reen, reennya nti butuh pegangan saking bingungnnya #eh
      Aku juga seneng kok ngobrol sama readers atau sama author lain, jadi kolom komentar rasanya bukan buat basa basi doaaang.. 😍

  13. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 5] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  14. See you soon juga kak author…. ugh,, padahal aku udah berharap lho kalo kyungrin lama lama cinta sm baekhyun dan begitu juga sebaliknya. Tp kalo kenyataannya seperti ini, sm aja boong 😩
    Kalo baekhyun suka sm kyungrin pasti kyungrin kira baekhyun cuma anggep kyungrin itu ahrin karena dia mirip.. aku bener bener berharap sm couple ini padhal ><

    • See you Destriaa, kamu grecep sekali bacanya, aku ampe apal namanya huehehehe..
      Mungkin kah Reen sama Baekhyun? Bisa jadilooh.. /plak /inibukanspoiler
      Atau sama Arin lagi cinta kembali bersemi? /plak /inibukanspoilerjuga
      heheheh..
      Tungguin chapter berikutnya yaa.. >.<

  15. Ahhh makinn seruu ❤ ❤ ga nyangka arin ama Reen keetemu mantan pacarnya, dunia sempit sekaleh :v
    Next thor!! Fightingg ❤

    • Iyaaah temanya ff ini emang dunia super sempit, inspirasinya dari kehidupan pribadi yg ketemu manusia nya itu-itu aja /malah curhat wkwkwk
      Makasi semangatnyaa..
      Tungguin chapter selanjutnya yaa.. >.<

  16. wah makin seru ceritanya jadi penasaran kelanjtannya kyk gimna hbngan reen dan howon. chapter 5 nya jgan lama” yah, tpi aku bingung it kyungsoo sama myungsoo beda atau cuma salah huruf aj.?

  17. Wahh q nyampe lupa dan kaget “eoh ini ff msh dilanjut” sempit sempit bgt sesempit daun toge nih dunia tapi q udh nebak waktu si arin tuh nungguin lift dibuka dan bener aja mantanya si baek tapi ga nyangka juga sih dan kayanya bakal tukeran mantan nih si arin sm howon dan si reen sm baek. Ditunggu chapter selanjutnya

    • hehehe iyaah liburnya kelamaan banget yaa.. :”(
      tapi semoga dari chap ini sampe tamat nanti rutin tiap minggu, doain ya lancar hihihih..
      hooh sempit banget emang dunia mereka ini, huhehehe..
      makasii ya udah komen.. >.<

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s