BROKE UP (Series) – The END – Shaekiran

the end cover

The END

A Story By Shaekiran.

_

Park Chanyeol x Kang Seulgi

Mentioned Son Wendy

hurt | angst | romance | campus life | au |

PG-15 | vignette | series

Disclaimer

Standard disclaimer applied. Don’t plagiarism and copy without permission. Happy reading!

Related to: Prolog

[NOW] The END

 

"You're the best, chingu!"

-BROKE UP –

Suasana tempat itu cukup mencekam karena aura si gadis agaknya sudah membuat seluruh penghuni café bungkam. Sekarang, meskipun café di daerah Gangnam itu benar-benar ramai, entah kenapa suasana benar-benar sunyi senyap tanpa suara. Yang terdengar telinga hanyalah suara ketukan kaki seorang gadis yang menuggu lelaki di depannya untuk berbicara dengan tatapan sedikit jengah.

Please jangan mengulur-ulur waktu Yeol, aku mau dengar dari mulut kamu sendiri,” kata gadis itu akhirnya membuka konversasi karena lawan bicaranya sedari tadi hanya diam. Akhirnya, si lelaki pun menghela nafas pelan, lalu menatap gadis di depannya intens —sedang berusaha membangun kepercayaan diri untuk berbicara pada si gadis yang sudah kepalang marah karena pesan yang ia kirimkan tadi pagi. Ia menyuruh gadisnya datang, tapi ia malah baru tiba sejam kemudian. Tentunya gadisnya itu marah padanya.

“Seul aku, aku— “

“Aku apa?!” bentak gadis bernama Seulgi itu akhirnya karena sang kekasih hanya diam, dan sekalinya berbicara malah tergagap-gagap. Chanyeol menatap gadis yang sudah menjadi kekasihnya selama kurun waktu 2 tahun itu takut-takut, lalu mulai meraih telapak tangan gadisnya yang selanjutnya ia genggam erat di atas meja café yang berisikan 2 buah cangkir cappucino itu.

“Seulgi, kita putus ya?” tanya Chanyeol akhirnya setelah menghela nafas 3 kali, lalu mengucapkan kalimat yang bagai sambaran petir itu kepada sang kekasih yang kini hanya bisa menatapnya dengan mata membola —seakan sang gadis tengah mencari pijakan pada bumi sakin kagetnya dengan penuturan sang kekasih.

“Ke—kenapa?” tanya Seulgi akhirnya setelah lebih kurang hanya terdiam selama 3 sekon, dan Chanyeol hanya menghela nafasnya makin kasar. Chanyeol melepas pegangan tangannya pada jemari lentik nan ramping milik Seulgi, lalu mengacak rambutnya frustasi.

“Aku….aku… aku minta maaf Seul..” lirih Chanyeol akhirnya sambil meletakkan kedua tangannya di pelipis, lalu menyangga kepalanya yang kini tertunduk di atas meja.

“Ke—kenapa Chanyeol? Aku sama sekali tidak tau apa masalah kita sekarang, setauku kita baik-baik saja kemarin, dan sekarang kamu minta putus? Apa yang salah?” tuntut Seulgi akhirnya pada Chanyeol. Gadis Kang itu butuh penjelasan, ya, dia sangat butuh. Pantas saja ia merasakan firasat tidak enak saat Chanyeol mengajaknya bertemu di café depan Universitas lewat pesan yang lelaki itu kirimkan tadi pagi. Biasanya Seulgi tidak mau menunggu kalau Chanyeol terlambat lebih dari 30 menit, tapi hari ini gadis itu menunggu Chanyeol dengan setia sampai satu jam lamanya. Ya, ada yang aneh, dan Seulgi sudah mendapat firasat itu.

“Seul, aku tunggu di café depan kampus. Ada yang harus kita bicarakan. Penting. Dan aku mau kita bicara empat mata.”

“Aku ragu Seul,” akui Chanyeol akhirnya yang lantas membuat lawan bicaranya malah semakin bingung.

“Kenapa? Kau…menyukai gadis lain?” tebak Seulgi akhirnya, dan naasnya Chanyeol malah mengangguk. Seulgi rasanya jatuh ke dalam jurang, namun dengan sebaik mungkin gadis itu mengontrol air mukanya agar tetap datar tanpa ekspresi.

“Namanya Wendy, dia tetanggaku. Yah, kau ingat kan, aku pernah punya sahabat sejak kecil yang bernama Wendy tetapi dia pindah ke Kanada saat kami lulus Sekolah Dasar. Jadi—“

“—Jadi dia kembali ke Korea dan menjadi tetanggamu lagi, lalu kau baru sadar kalau kau menyukainya, begitu?” tebak Seulgi memotong ucapan Chanyeol, dan lagi-lagi lelaki itu mengangguk mengiyakan. Seketika, Seulgi merasa hatinya tercabik-cabik.

“Kau…..selingkuh?” tanya Seulgi lagi, dan kali ini Chanyeol menggeleng.

“Hampir.” Jawab lelaki itu kemudian.

“Sudah berapa lama?” tanya Seulgi lagi, dan Chanyeol lekas menjawab secepat mungkin. “2 bulan. Aku sudah frustasi seperti ini selama 2 bulan. Rasanya aku terjebak di antara kalian berdua.” akui lelaki itu jujur. Seulgi hanya diam tanpa respon, sementara Chanyeol sekarang meneguk kopinya dengan gelisah.

“Dia pulang 3 bulan lalu dan kami kembali akrab sejak itu. Wendy bercerita banyak hal, dan aku juga bercerita banyak hal padanya. Yah, semacam sharing sesama teman setelah lama tidak bertemu.” Seulgi masih diam, lebih memilih Chanyeol menjelaskan lebih tentang gadis bernama Wendy yang belum ia jumpai sekalipun itu selain dari cerita-cerita Chanyeol.

“Kami pergi jalan-jalan. Aku menjadi semacam tour guide bagi Wendy yang sudah lama tidak pulang ke Korea. Kami pergi ke Lotte World dan memainkan banyak wahana. Dia benci naik histeria, tapi dia suka naik roller coaster. Bukankah lucu?” Chanyeol tersenyum tipis karena mengingat memorinya saat ‘kencan’ dengan Wendy, lalu mulai melanjutkan ceritanya lagi tanpa melihat ekspresi Seulgi yang seakan ingin memakannya hidup-hidup sekarang juga dibalik raut datar yang dipampangkan si gadis sebagai topeng.

“Kami juga pergi ke Namsan Tower, Pantai Busan, perpustakaan, makan malam di restoran, berkeliling mencari makanan kaki lima, menonton film horror, dan masih banyak lagi. Sadar atau tidak, aku ternyata merasa nyaman saat berada di dekat Wendy. Dan kau tau, aku bingung karena aku sadar aku lebih nyaman berada di dekat Wendy daripada berada di dekatmu yang adalah kekasihku Seulgi. Selama 2 bulan aku frustasi dan aku baru sadar kalau aku mencintai Wendy, bukan kau. I love another girl, sorry.”

“Ah, begitu, haha….romantis sekali,” tawa kecil Seulgi akhirnya sambil menenggak cepat sebotol air mineral yang ia ambil dari dalam tasnya. Gadis itu berusaha tersenyum, lalu mengulurkan tangan kanannya pada Chanyeol —mengajak berjabat tangan.

“Congratulations?” ucap Seulgi yang agak lebih ke nada bertanya, dan Chanyeol tersenyum tipis, merasa bersalah. Chanyeol tidak menyambut uluran tangan Seulgi, malah lelaki itu meraih tangan sang kekasih lalu mengelusnya perlahan sambil mengucapkan frasa maaf berulang-ulang.

“Kemarin aku menciumnya.” mata Seulgi memerah, menahan tangis yang agaknya sudah hampir membobol pertahanannya yang pura-pura kuat atas pengakuan Chanyeol.

“Maaf aku berbohong saat mengatakan ada di rumah nenek dan menolak ajakanmu pergi ke bioskop kemarin karena sebenarnya aku sedang makan malam di restoran bintang lima bersama Wendy.”

“Ah, makan malam romantis. Tidak sekalian saja kau nyatakan perasaanmu pada gadis itu kemarin malam?” sindir Seulgi sambil tertawa, dan dengan ragu Chanyeol lantas mengangguk.

“Ya, aku mengatakan aku menyukainya, dan Wendy langsung menjawab kalau ia juga menyukaiku. Kemarin malan ia sudah resmi menjadi kekasihku.”

“Saat aku masih menjadi kekasihmu juga?” ringis Seulgi dalam hati.

“Itu artinya kau selingkuh, brengsek!” umpat Seulgi akhirnya, dan Chanyeol hanya memejamkan matanya frutasi selama satu detik, lalu detik berikutnya Chanyeol membuka mata dan menatap Seulgi sendu.

“Karena itu aku ingin mengakhirinya di sini. Aku tidak mau kau semakin terluka karena mengetahuinya belakangan saat hubunganku dan Wendy sudah semakin jauh. Maafkan aku Seul, tapi hatiku sudah menjadi milik Wendy. Ayo putus, mari kita akhiri sampai di sini saja.” pinta Chanyeol dengan sangat, dan Seulgi hanya mengukir sebuah senyum tipis dibalik raut datar yang ia pampangkan di depan kekasihnya —ralat, mantan kekasihnya.

“Ya, kita akhiri sekarang saja. Kau boleh mengejarnya, kau boleh bersama Wendy sebanyak yang kau mau, kau boleh mencampakkanku, kau boleh meninggalkanku, tapi ingat —“ Seulgi menggantung kalimatnya, lalu menatap tajam Chanyeol yang menatapnya sendu.

“—tapi ingat saat kau putus dengan Wendy atau kau bertengkar dengan kekasihmu itu, kau boleh menoleh ke belakang dan akan selalu ada aku yang menertawakanmu karena kau bernasib sial.”

“….akan selalu ada aku yang masih menunggumu untuk berbalik dan memelukku.”

Chanyeol tertawa saat mendengar ancaman Seulgi yang kekanak-kanakan, terbukti karena sekarang gadis itu tertawa keras sambil mencolek bahu Chanyeol dengan kesan bersahabat.

“Seperti yang diharapkan dari seorang Kang Seulgi, hehe….” kata Chanyeol sambil mencubit gemas kedua pipi Seulgi. “Kau gadis yang baik. Terimakasih sudah mengijinkanku pergi.” bisik Chanyeol kemudian.

Gwenchana, aku baik-baik saja. Kau tidak lihat wajah tersenyumku, eoh? Sudah, lebih baik kau pergi dan temui Wendy sekarang juga. Jangan khawatirkan aku, toh aku juga tidak terlalu menyukaimu kok. Memang awalnya sedikit aneh, tapi ayo berteman saja seperti dulu. Kita putus baik-baik dan kita lanjutkan dengan baik sebagai teman biasa saja. Arraseo?” kata Seulgi bersemangat dan Chanyeol dengan cepat mengangguk.

“Uri chingu Kang Seulgi, you’re the best!” puji Chanyeol sambil mengacungkan kedua jempolnya yang dibalas dengan tawa renyah milik Seulgi.

“Sudah pergi sana. Kau harus menemui Wendy sekarang juga dan mengatakan kalau kau sangat teramat mencintainya.”

“….sangat teramat mencintainya hingga mencampakkan seorang gadis yang berbagi suka duka denganmu selama 2 tahun.”

Arraseo.” Chanyeol berdiri dari duduknya, lalu mengacak-acak rambut Seulgi dengan gemas. “Aku pergi dulu,” pamitnya sambil pergi ke arah pintu keluar café. Chanyeol membuka pintu tranpasaran itu, lalu melambaikan tangannya sebentar ke arah Seulgi yang juga membalas lambaian si lelaki sambil tersenyum lebar, sebelum akhirnya Chanyeol benar-benar menghilang dari peredaran netra Seulgi dan gadis itu menghentikan lambaian tangannya.

“Dasar laki-laki jahat,” umpat Seulgi dalam hati sambil air matanya turun meleleh membasahi pipi. Ia mengelap air matanya kasar, lalu menatap kosong bangku di depannya yang kini hampa tanpa sosok seorang Chanyeol. Ayolah, bagaimana bisa Seulgi berpura-pura tegar seperti tadi?

Seulgi berkata bagai tak ada yang salah dengan sikap Chanyeol padanya padahal lelaki yang ia percaya selama 2 tahun sebagai kekasihnya itu baru saja mengaku berselingkuh di belakangnya dan meminta putus dengan cara baik-baik. Ya, harusnya Seulgi marah, tapi dia malah tersenyum dan berkata gwenchana. Dia berkata tidak terlalu menyukai Chanyeol, padahal sebenarnya Seulgi mencintai lelaki itu lebih dari apapun. Semua hidup Seulgi selama ini bagai hanya ada di peredaran orbit seorang Park Chanyeol, setiap waktu siang dan malam tiap sekonnya ia habiskan untuk berotasi pada Chanyeol, dan gadis itu malah mengatakan dia tidak menyukai Chanyeol. Kebohongan yang sangat besar ‘kan Kang Seulgi?

Kang Seulgi, gadis cerewet yang terkesan cuek dan galak, malah mengatakan akan menertawakan Chanyeol saat lelaki itu sewaktu-waktu mungkin saja akan dicampakkan, padahal sebenarnya di dalam hati ia ingin mengatakan akan menunggu Chanyeol kembali padanya dan memeluknya kapanpun itu. Kang Seulgi si pembohong tentang rasa, ah, bagaimana bisa ada gadis semacam Seulgi? Gadis itu bersikap seakan ia tidak apa-apa, seakan hidupnya baik-baik saja meski Chanyeol pergi meninggalkannya, tapi kenapa sekarang ia malah menangis?

Seulgi menyeka tangisnya kasar, keadaannya benar-benar mengerikan karena sekarang ia mengacak-acak rambutnya sendiri karena frustasi. Ayolah, bagaimana bisa ia bersikap bodoh seperti tadi? Ia menyukai Chanyeol, dan harusnya ia bersikap egois dengan mempertahankan lelaki itu untuk dirinya sendiri. Tapi kenapa hati kecilnya yang melankolis itu malah mengatakan kata-kata bullshit semacam ‘cinta tidak harus memiliki’ atau ‘asalkan dia bahagia aku ikut bahagia’ ? Seulgi dibodoh-bodohi drama hidup, harusnya ia tau, tidak ada akhir yang bahagia saat ia melepas orang yang ia cinta.

Seulgi meremas tasnya, lalu mengeluarkan sebuah flashdisk kecil bergambar beruang yang sudah ia siapkan untuk Chanyeol. Oh, tolong ingatkan Seulgi kalau ia sudah merekam sebuah album berisi suara emasnya yang menyanyikan 7 buah lagu berlirik romantis, juga memasukkan kumpulan foto mereka selama ini ke dalam sebuah folder yang ia beri nama ‘untuk yang tersayang’ di dalam benda kecil bernama flashdisk itu untuk sang kekasih —yang sudah menjadi mantan kekasih beberapa menit lalu— sebagai hadiah anniversary mereka yang ke-2 tahun. Ya, hari ini hari anniversary mereka, tapi Chanyeol lupa itu dan malah mengatakan kata paling tabu dalam sebuah hubungan; putus.

Tuk.

Seulgi mengangkat mukanya, lalu menatap datar seorang pelayan yang kini meletakkan sekotak tissue di atas mejanya. “Sepertinya kau butuh ini,” kata pelayan itu sambil menunjuk muka Seulgi yang cukup berantakan karena tangisnya yang tak kunjung berhenti. Anehnya saat melihat tissue itu, tangis Seulgi bukannya berhenti tapi malah mengalir semakin deras, tanpa sadar kini ingatannya malah dengan seenaknya memutar memori saat Chanyeol dulu sering mengelap air matanya dengan ibu jarinya saat gadis itu menangis.

Bingung, si pelayan akhirnya memilih meninggalkan Seulgi yang kini mulai meraih selembar tissue dan mengelap air matanya.

“Kenapa aku sangat menyukainya?” isak Seulgi akhirnya karena terus teringat akan Chanyeol.

Tak lama, pelayan itu kembali menghampiri Seulgi, namun kali ini sambil meletakkan sebuah piring berisikan pudding. “Maaf nona, tapi ini pesanan anda.” ucapnya ragu-ragu karena Seulgi masih asyik menangis.

Seulgi hanya menatap pudding-nya tanpa minta, lalu mengucapkan terimakasih di sela isak tangisnya.

Hm nona, boleh aku beri saran?” kata pelayan itu kemudian dan mau tak mau Seulgi menatap pelayan itu sambil menganguk mengiyakan.

“Berhentilah menangis karena kau sudah menjadi tontonan seluruh penghuni café sekarang ini,” ucap pelayan itu dengan nada datar, dan sekon selanjutnya Seulgi langsung mengedarkan pandangannya ke segala penjuru café. Dan benar saja, kini semua orang memandangnya dengan bermacam ekspresi.

“Ma—maaf.” lirih Seulgi akhirnya sambil mengelap air matanya lagi.

“Dan satu lagi, tolong makan pudding-mu nona. Maaf karena aku lancang melihat semuanya, tapi ingat ini, pura-pura bahagia juga butuh tenaga. Permisi.” Pelayan café itu pun pergi meninggalkan meja Seulgi yang kini terdiam di tempat. Seketika, pipi gadis itu memerah, dia malu.

Ya, apa yang pelayan katakan itu benar. Setelah ini Seulgi pastinya harus berpura-pura bahagia saat berpapasan dengan Chanyeol di kampus ataupun tempat-tempat lain karena mereka putus dengan baik-baik dan malah berjanji tetap berhubungan sebagai teman. Sadar atau tidak, Seulgi sudah menempatkan dirinya menjadi semakin sengsara karena berpura-pura tegar di hadapan Chanyeol —mantan kekasihnya yang brengsek itu.

Seulgi lantas menghela nafasnya dalam-dalam, mengenyahkan semua pikirannya tentang Chanyeol. Gadis itu meraih garpu, lalu mulai menyantap puddingnya dengan lahap.

“Pura-pura bahagia juga butuh tenaga,” batinnya sambil menyuap sesendok lagi pudding hingga piring itu bersih tak bersisa. Setidaknya —

“Maaf, tapi aku pesan pudding-nya lagi!”

—Setidaknya dengan makan Seulgi bisa mengenyahkan Chanyeol dari otaknya meski hanya untuk sementara.

 

“Pun kandas tercipta dalam realita

Kau dan aku yang dulu pernah menjadi kita.” 

Fin.

 

 

Iklan

8 pemikiran pada “BROKE UP (Series) – The END – Shaekiran

  1. Ping balik: BROKE UP (Series) – Are You Fine? – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. Huaaaaa….
    Sabar yaa seulgi…. chanyeol itu emamg rada-rada, klo blm ketemu chaichai tuh, bawaannya suka hilap mulu… maapkeun calon imamkuh itu ya seul/prett/

    Gemes deh gue sm chanyeol… gemess… pengen nakol,terus gue cincang, gue ulek, digoreng, cocol pake tempe…. hmm.. yummy jadilah ‘tempe rasa pengkhianatan’ /plak/dihajar pen canyol/ Tapi bener lohya.. bisa bisanya gitu si chan ngaku ke seulgi dia selingkuh, trus ngaku lagi klo dia abis nyipok wendy, kan pe’a. Aduuh duh, untung ganteng lu

    Eh itu pelayannya siape thor, boljug tuh buat ngademin ati klo chan ga ada,,, wkwk/plak/ditendang author/

    Anyway… Fighting thor,,, di tunggu chap selanjutnya😘😘
    .
    .
    ❤Ch❤

    • Kampret -_- *gigitbantal
      Aaaaaaaaaaaaargh…….. seulgiku, mama bearku, sayangkuh may unyuh unyuh, tragisnya cintamuh…… sakit? Nggak. nggak salah lagi😂
      Yah, karena pada dasarnya, yang bikin ff ini lebih nge-ship wenyeol kapel, apalah daya dirikuh sebagai reader???????????????

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s