[EXOFFI FREELANCE] Writing Block – (Ficlet)

Writing Block cover1.jpg

Writing Block

WWW

Ficlet |  Slice of life | PG 15

Xiumin EXO and his Troll couple: Chen EXO

 

Inilah kisah Xiumin, si penulis imut dari Seoul, yang sedang kebakaran jenggot akibat terserang writing block.

            “URGH AAAAAARGH” dari tadi pagi hanya bergulat di kasur sambil memegangi kepala. Berkali-kali suara melengkingnya bergema ke semua ruangan, hanya demi mendapatkan sebuah ide dari kepalanya -Untung saja tetangga sebelah sedang keluar rumah-. Hari ini adalah puncak kesakitan Xiumin akibat writing block, karena minggu ini adalah deadline mengumpulkan cerpen fiksi ke majalah tempat ia bekerja.

Ini benar-benar writing block terlama sepanjang sejarah Xiumin menulis. Bayangkan, 3 bulan tidak ada ide satupun yang melintas di otak Xiumin! Benar-benar siksaan yang pedih. Bahkan satu katapun yang ia ketik, tidak berkembang apa-apa untuk menjadi sebuah cerita. Parah. Refreshing otak sudah ia lakukan, yang malah mengeringkan isi ATMnya, tapi hasilnya tetap writing block.

Ada apa dengan Xiumin? Apa yang terjadi dengan otaknya?

“Ini tidak bisa terus begini!”

“Ya, sepertinya aku tahu kau harus pergi kemana.” Chen ternyata diam-diam peduli dengan Xiumin. Atau karena ia mulai muak teman sekamarnya daritadi berisik?

Sampailah mereka berdua pada sebuah ruangan yang aneh, gelap, hening, berhawa tak biasa. Chen mengajak Xiumin ke rumah datuk Kris. Kalau Chen sejak awal tidak bilang kalau datuk Kris botak, mungkin Xiumin akan mengira kalau di ruangan ini ada 2 bola ajaib. Oke, mungkin tidak penting. Tapi kalian tahu? saat datuk Kris mengucap mantera , kepalanya perlahan bersinar terang.

Setelah Xiumin menceritakan keluhannya, datuk Kris langsung komat-kamit. Saking cepatnya ia komat-kamit, ChenMin seperti mendengarkan lagu rap. Sedang enak-enaknya mendengarkan rap (baca: mantera) datuk Kris, kepala datuk Kris tiba-tiba bersinar, semakin terang, dan semakin menyilaukan.

Ketika kilauan itu berakhir, ChenMin sudah berada di sebuah padang pasir.

What?! Padang Pasir?!

ChenMin bingung.

“Datuk, kenapa kita ada disini?!” protes Chen.

“Aigo! Sepertinya aku salah mantera.” Datuk Kris segera mengulang mantera dan berpindahlah lagi mereka ke…

BUZZZZ

“WOOOOO PARIS!” ChenMin berteriak takjub ketika ‘Nona Eiffel’ menyambut mereka di depan mata.

“WUAAAAAAA” ChenMin segera memeluk ‘Nona Eiffel’ yang tampak megah dan anggun di kejauhan sana. Mereka terus berlari, Xiumin sampai lupa apa tujuannya menemui Datuk Kris. yang penting saat ini bagi Xiumin adalah : Xiumin meraih mimpinya untuk memeluk menara Eiffel.

Dan nampaknya, ini semua sudah direncanakan Chen sejak awal untuk memberi kado ulang tahun tak terlupakan untuk Xiumin.

 

Mungkin ini bisa jadi bahan tulisan cepen fiksinya.

END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s