[EXOFFI FREELANCE] Stay – (Chapter 2)

STAY.jpg

STAY ‘Wish You Were Here’

Sad/Hurt, Romance, AU

PG-17th

Oh Sehun EXO

Kim Jisoo BLACK PINK

Wattpad :: @SalzaKim

IG :: Salzaa_Ferninda

‘Don’t be save/copy/take out this story ,without permission’

‘Real this story is MINE’

-LaxyFan-

“Jika tubuh ini sudah kau miliki, akan kah hatiku juga akan kau miliki?”

 

-In your expressioniess face that’s getting more and more dull, I whisper to the mirror, let’s slowly let this go, You take me for granted, But that’s you, But still, stay stay stay with me-

Jisoo mengerjap perlahan. Sudah pagi? Benarkah? Ah tentu, namun ada satu yang mengganjal dipikirannya. Bukankah ia tertidur disofa? Kenapa sekarang ditempat tidur? Tubuhnya merasakan sesuatu yang berat diperutnya. Tangan lagi? Ia tahu siapa pemilik tangan itu, tentu saja Sehun.

Jisoo mengubah posisinya menghadap Sehun yang masih tertidur pulas, “Sehun, bangunlah,”

“Mmm… sebentar lagi, Kim.” ucap Sehun

Sungguh tidak dapat dipercaya. Berbeda dengan dugaannya kali ini, Sehun tidak berteriak? Sungguh? Jisoo mengerjap tak percaya. Mungkinkah ini Sehun. Biasanya ia akan meneriaki dirinya karena telah mengganggu tidurnya. Wah, jincha choro!

“Baiklah, tapi bisa-kah kau menyingkirkan tanganmu. Aku ada kelas pagi hari ini,” alibi Jisoo.

Andwe, tidak mau. Ambil cuti hari ini, aku akan menemanimu seharian ini.”

Jisoo mengerutkan dahinya. Cuti? Seharian diapartemen bersama Sehun? Biasanya pria itu lebih memilih menghabiskan waktunya dikantor seharian penuh, daripada bersamanya. Tapi kenapa sekarang Sehun mendadak ingin bersamanya diapartemen seharian, sampai ia harus cuti hari ini.

Sehun mengeratkan pelukannya, “Jangan menatapku seperti itu, Kim. Tidurlah lagi, siang nanti aku ingin mengajakmu pergi kesuatu tempat.”

Jisoo masih mengatupkan mulutnya, tak percaya. Pasti ada yang salah dengan pria ini. Ya, pasti. Aneh.

“Tidur atau aku akan memaksamu melakukan sesuatu,” ucap Sehun dengan nada mengancam.

Dengan pasrah, Jisoo kembali membaringkan tubuhnya disamping Sehun dan segera menutup kedua matanya. Ia tidak ingin Sehun berbuat yang tidak-tidak padanya. Pria itu begitu nekat dan tak bisa dianggap remeh ancamannya.

Menikmati suasana sore di Gangnam. Jisoo dan Sehun duduk dibangku taman sambil mengunyah burger yang mereka beli sebelumnya. Tidak ada percakapan sama sekali diantara mereka, menatap pun tidak. Mungkin canggung?

Sehun mencuri pandang pada Jisoo. Sayangnya, Jisoo tak menyadari jika Sehun sedang menatapnya. Sepertinya gadis itu terlalu sibuk dengan burger nya? Namun, tak lama kemudian, Jisoo mengalihkan pandangannya kesamping, seketika mata mereka bertemu. Sehun yang belum kembali kedunia nyata karena sibuk memandang Jisoo, tak sadar jika gadis itu balik menatapnya seperti mengatakan, ada apa?

“Sehun, kau baik-baik saja? Ada apa?” tanya Jisoo sambil melihat-lihat tampilannya sendiri. Apa ada yang aneh? Sampai-sampai Sehun menatapnya seperti itu.

Sehun masih terdiam. Matanya menatap intens gadis yang ada disampingnya. Perlahan pandangannya jatuh pada bibir ranum Jisoo. Dengan perlahan, Sehun mengikis jarak antara mereka. Hingga kening dan hidung mereka bersentuhan. Sedikit lagi…

“Sehun, ap-apa yang ingin kau lakukan?” gugup Jisoo.

“Kau pikir apa yang ingin ku lakukan, hem?” dengan cepat Sehun menempelkan bibirnya dengan bibir ranum Jisoo. Pria itu sudah tidak dapat menahannya lagi.

Bibir Sehun tergerak untuk melumat bibir Jisoo. Bukan ciuman yang penuh nafsu seperti sebelumnya, melainkan ciuman yang begitu lembut. Sentuhan yang berbeda dari seorang Oh Sehun.

Cukup lama mereka berciuman. Hingga Sehun melepaskan tautan diantara mereka. Manik Sehun terbuka lebih dahulu dan menatap wajah Jisoo yang masih terpejam sambil mengatur nafasnya. Tangannya terangkat untuk mengelus wajah gadis itu hingga membuat pemiliknya membuka matanya.

Tatapan mereka bertemu. Sehun semakin lembut membelai wajah Jisoo dengan sayang. Ini gila! Sehun gila! Gila karena gadis bermarga Kim itu.

“Kau membuatku gila, Kim. Kau gadis sialan yang membuatku gila seperti ini.”

Jisoo hanya terdiam. Hatinya menangis melihat kenyataan ini. Pasti Sehun hanya menginginkannya karena nafsu saja. Sehun tidak mungkin menerima Jisoo karena hati. Ya, pasti itu alasanya bukan?

“Sehun-ah — bisahkah, kau — kau menerimaku?” ucap Jisoo dengan lirih. Sementara Sehun, pria itu bingung sambil mengeriyitkan dahinya.

“Apa maksudmu? Aku bahkan sekarang sudah menerimamu, gadis bodoh.”

“Bukan itu, Sehun. Aku — aku ingin kau menerima kehadiranku seutuhnya. Bukan karena nafsu semata. Kau menciumku seolah-olah kau — “ ucapan Jisoo terhenti saat bibir Sehun kembali membungkam bibirnya. Jantungnya kembali berdetank dengan cepat. Jisoo dapat merasakan wajahnya yang memanas dengan apa yang dilakukan Sehun padanya.

Dengan berat hati, Sehun melepaskan tautan mereka kembali. “Kenapa kau selalu bodoh, hem? Jadi kau pikir aku mencium mu karena nafsu? Ayolah, Kim, aku tidak seperti itu,”

“Lalu apa yang kau lakukan barusan? Bukankah kau melakukannya karena nafsu saja. Jangan membuatku semakin miris Oh Sehun. Aku tidak ingin merasakan hal yang hanya membuatku terluka saja.” Ucap Jisoo dengan mata yang mulai berkaca sebelum ia melanjutkan ucapannya. “Kau tau, aku merasa seperti seorang jalang sekarang. Aku merasa harga diriku sudah tidak ada lagi Sehun. Karena kita melakukannya. Melakukannya atas uang yang kau berikan pada ibuku, kan?”

Sudah cukup. Jisoo tidak bisa menahan air matanya untuk keluar. Ia sadar posisinya sekarang. Ya memang benar, uang. Ia merasa seperti seorang jalang yang beruntung dibeli oleh Oh Sehun. Harusnya ia bersyukur, karena mendapatkan seseorang seperti pria itu. Meski bukan berarti ia bisa mendapatkan hatinya. Masih bisa hidup saja Jisoo harusnya bersyukur.

“Imajinasimu rupanya sangat tinggi, ya?” Sehun tersenyum miris. Pria itu sungguh tidak rela bahwa Jisoo beranggapan seperti itu terhadap apa yang ia lakukan pada gadis itu. “Jangan beranggapan yang tidak-tidak, Jisoo. Maaf saja jika aku tidak bisa berlaku lembut padamu seperti halnya pria lain. Karena aku bukan tipe pria yang seperti itu. Aku tidak ingin dikatakan munafik ataupun menjadi orang munafik, karena menutupi sifat asliku dengan kata-kata manis yang dikeluarkan umumnya pria kepada wanita. Jangan kau kira aku akan melakukan hal itu padamu. Kedua, nafsu? Kau mengira aku menciummu dan melakukan hal itu padamu karena nafsu? Ya, kau benar, ada nafsu didalamnya — “ untuk sesaat Sehun menghentikan ucapannya. Sementara Jisoo, gadis itu menahan perih dihatinya ketika Sehun mengatakan kebenaran yang tidak ingin dia dengar.

“Jadi benar, ya? Karena nafsu.” Lirih Jisoo.

“Aku belum selesai bicara, dengarkan dulu. Aku melakukan karena nafsu karena aku pria normal. Kau harus tau, setiap kali aku melihatmu, rasanya aku ingin melakukan sesuatu yang lebih daripada sekedar mencium mu. Pasti pria lain juga sependapat denganku. Karena kau begitu menggoda, Jisoo. Tapi aku berbeda dengan pria lain. Karena aku memiliki rasa yang beda dengan pria lain. Mereka melihatmu hanya karena mereka ingin meyentuhmu, tapi aku bukan orang yang seperti itu. Aku melakukannya karena aku ingin kau selalu bersamaku. Agar kau tidak bisa lepas dariku, Kim Jisoo. Itu alasannya kenapa aku melakukan itu padamu. Karena apa yang telah menjadi milikku, tidak akan pernah aku lepaskan.”

“Bisah-kah aku mempercayaimu, Oh Sehun…”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-This sad melody resembles you, It makes me cry, Your scent is a sweet felony, I hate you so much but I love you-

 

Bimbang. Jisoo tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang ini. Ucapan Sehun terus berputar-putar dikepalanya seperti kaset rusak. Setelah Sehun mengucapkan kata-kata itu, pria itu meninggalkannya. Sialnya, ia meninggalkan Jisoo hanya karena pekerjaan yang dianggapnya penting. Double shit!!! Jisoo harus pulang sendiri menggunakan taksi sampai apartemen. Pria menyebalkan! Umpat Jisoo. Ya tentu saja, setelah mengucapkan kata-kata yang membuatnya terharu, namun tiba-tiba pria itu meninggalkannya dan membuatnya sadar, memang kau ini siapa Jisoo! Kau hanya pelampiasan nafsu Sehun saja! Itu yang Jisoo pikirkan saat Sehun memilih pekerjaannya.

Sambil menggigit jari-jarinya, Jisoo menghidupkan televisi 40 inch yang terpasang didinding apartemen. Yah, bagi Sehun televisi itu bukan hal yang sulit dari sisi dana. Jisoo sibuk mengganti saluran hingga ia menghentikan tindakan bodohnya saat melihat apa yang disiarkan disaluran televisi itu.

OH SEHUN, CEO OH CORP SEDANG MENJALIN HUBUNGAN DENGAN KIM DAERIN, SEORANG MODEL ** ENTERTAINMENT

 

Satu detik, dua detik, tiga detik…

Jisoo diam. Kenapa hatinya sakit mendengar berita itu. Bahkan saat foto Sehun tertangkap kamera sedang menggandeng wanita bermarga Kim itu, hati Jisoo terasa sakit. Untuk bernafas pun perlahan terasa sangat sulit. Ada apa denganmu, Jisoo? Hentikan pemikiranmu itu. Jangan terlalu berharap!

Tidak, Jisoo tidak boleh menangis. Ia harus sadar posisinya. Pikiran Jisoo melayang-layang. Kata tabah, kuat, dan yang lain ia lontarkan pada dirinya. Ia berusaha keras agar tidak menangis dan melempar televisi itu dengan vas bunga yang berada diatas nakas kecil. Kenapa ia harus cemburu? Sehun berhak mendapatkan yang lebih baik! Jauh lebih baik darinya!

Drt…. Drt…. getaran ponsel membuat gadis itu sadar dari lamunanya. OhSe Calling.

“Jisoo, kenapa lama sekali kau mengangkat teleponku!” teriak Sehun.

“…”

“Jawab aku, Kim! Jangan buat aku marah!” suara Sehun terdengar menahan emosi.

“Ya — Sehun. Ada apa?” Jisoo menahan napas sejenak.

“Kau melihatnya? “ tanya Sehun.

Jisoo berpikir sejenak. Apa yang dimaksud Sehun berita kencannya? Hah, yang benar saja. Apa pria itu ingin pamer padanya, membuatnya seperti gadis bodoh. Ya, kau memang bodoh, Jisoo. Benar-benar bodoh!

“Ya — aku melihatnya, dan berniat meneruskannya, hingga kau mengacau dengan meneleponku, itu saja,kan? Yang ingin kau dengar dariku,” jawab Jisoo sedingin mungkin. Ia tidak ingin Sehun mendengarkan suara pilunya. Karena itu yang dirasakan Jisoo saat ini.

“Kau marah — atau — kau cemburu?”

Hah! Dasar pria bodoh! Jika saja Jisoo memiliki keberanian untuk mengatakannya, pasti Jisoo akan meluapkan semua sumpah serapahnya pada pria bernama Oh Sehun itu. Jahat sekali! Tidak peka pula! Sialan!

“Kenapa aku harus cemburu ataupun marah, Sehun. Aku tidak memiliki hak untuk beralasan seperti itu, kau tidak mencintaiku, dan akupun tidak mencintaimu. Kau melakukan semua ini padaku, membuat ku seperti ratu, karena — karena kesepakatan yang telah kau buat dengan ommaku. Kau tau itu.” Jisoo memejamkan mata. Gadis itu tidak bisa menahan emosinya. Munafik. Tentu saja. Kenapa ia berbohong, padahal hati kecilnya begitu menginginkan Sehun. Ia mencintai pria jahat itu. Ia membutuhkannya. Ia ingin pria itu memeluknya sekarang.

“Sudah kukatakan. Jangan menjadikan alasan uang diantara kita. Kau menganggapku sebagai pria breg — ya aku memang brengsek Jisoo. Aku tidak pernah membuatmu bahagia! Aku akui, aku begitu bodoh. Tapi setidaknya, bisahkah kau percaya padaku? Percayalah Jisoo, kau harus percaya padaku — “

“Apa yang bisa kupercaya, Sehun? Aku hancur.” Batin Jisoo.

“ — kau, kau memilikinya. Kau memiliki hak untuk cemburu ataupun marah. Jangan menjadi pembohong untukku, Jisoo. Jangan katakan kau tidak mencintaiku. Sekalipun kau tidak mencintaiku, atau kau tidak menginginkanku dalam hidupmu, tidak apa. Aku akan terima. Tapi jangan berpikir kau bisa meninggalkanku, karena kau hanyalah miliku, Jisoo. Kau milikku.”

Tut…. sambungan terputus. Jisoo bungkam. Pria itu, benar-benar memutar balikkan hidupnya sekarang. Bagaimana bisa jadi seperti ini.

“Sehuna, aku — aku mencintaimu…”

 

Heii, maaf minggu kemarin nggak bisa update karena tugas sekolah yang astagfir, banyak banget. Ya, mumpung sekarang udah free, aku update deh. Terimakasih.

 

Iklan

11 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Stay – (Chapter 2)

  1. kk authorrrrr dipanjang lagi dikit dong kk ff nyaaa, serius bikin ketagihan bacanyaaaaaa..
    .si sehun lagian ngapain juga dia pake nanya” kek bgtu klo ujung”nya cuma pengen menekankan klo jisoo itu miliknyaa, jisoo-yaa jgn putus asaaaa plissss, akhh si sehun minta di kulitii.. sllu aja buat jisoo sakit ati
    kapannn sehun jadi cwo gentle, jujur dong sm perasaanya ke jisoo..!!!!!

  2. Kata-kata sehun betuk juga sih. Jisoo cemburu tapi dia bilang sama sehun tidak cemburu. Sehun agak egois tapi keegoisan nya itu karna dia suka sana jisoo.
    Ditunggu part berikutnya.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s