[EXOFFI FREELANCE] Dawn – (Prolog + Chapter 1)

2017-03-22 07.37.28 5.jpg

Tittle:

Dawn (Prolog+Chap 1)

Author: maroonlily

Length: Chapter

Genre: Fantasy, Romance, Action

Rating: T

Main Cast: Oh Sehun, Kim Aeri (OC)

Additional Cast: Kim Jongin (Kai), Kim Junmyeon (Suho), Lu Han

Summary:

“We shouldn’t have met. Because the time I laid my eyes on you,

strangely I can’t take it off anymore” – Oh Sehun

Disclaimer :

Main & Additional cast belong to their own self and God.

OC dan plot cerita adalah hak dan milik author.

Author’s note: Please bear with me for a while, and I’ll make sure you won’t ever regret reading this fic 🙂

***000***

CHARACTERS

 

OH SEHUN

  • Vampire’s Crown Prince
  • Acuh, tak peduli dengan sekitarnya
  • Kai’s best friend
  • Tak pernah marah, namun saat ia marah sangat mengerikan
  • Memiliki kemampuan istimewa

 

KIM AERI

  • Dingin
  • Tidak suka menjadi pusat perhatian
  • Lebih suka diam dan mendengarkan dibanding berbicara
  • Sangat sayang dengan kakak laki-lakinya, Suho
  • Pemalu, namun sangat pandai menyembunyikannya
  • Keras kepala

 

KIM JONGIN

  • Sehun’s best friend
  • Sangat suka bersosialisasi, sehingga ia memiliki koneksi di mana-mana
  • Suka menyeringai
  • Playful

 

KIM JUNMYEON

  • Aeri’s brother
  • Sangat menyayangi Aeri
  • Sangat baik
  • Berdarah dingin saat berlawanan dengan musuh

 

LU HAN

  • Vampire’s King
  • Sehun’s half brother

 

 

Vampir, mereka adalah makhluk bebas yang bersuhu tubuh dingin, dengan kecepatan tinggi dan mereka juga memiliki kekuatan fisik yang dahsyat. Mereka abadi, berparas rupawan dan beberapa di antaranya memiliki kemampuan istimewa. Kedua bola mata mereka berwarna sama layaknya manusia, namun kedua bola mata itu akan berubah berwarna merah ketika mereka bertemu dengan Vampire’s Royal Family. Vampire’s Royal Family, mereka mengatur kehidupan vampir sesuai dengan peraturan yang telah mereka buat, agar kehidupan vampire tenang.

Ada sebuah mitos di kalangan vampir. Mitos yang ditakuti oleh vampir. Ketika seorang vampir mendapati kedua bola matanya dan vampir lain berubah menjadi warna biru turquoise ketika mereka bertatapan, that means they’re a soul mate. And one thing that all vampires hate is, being tame and tied to only one person. Because it’s not in their nature, to only belong to one person forever.

 

 

***000***

 

 

Author’s POV

 

It was still dark outside

Laki-laki bertubuh tinggi dengan rambut pirang berlari dengan cepat melintas ke dalam hutan. Langit pagi masih begitu gelap, menanti terbitnya matahari.

 

Shhh.. Shhh..

Suara angin semilir terdengar jelas di telinga laki-laki itu, matanya bergerak ke kanan dan ke kiri melihat sekitarnya. Ia terus berlari hingga ia tiba di sebuh jurang, jurang yang memisahkan hutan itu dengan sebuah kota yang dihiasi gemerlap lampu-lampu. Ia menghentikan langkahnya, memandang kota itu dari kejauhan.

Well, sepertinya aku akan tinggal di sini sementara waktu” gumamnya pelan, masih memandang kota di balik jurang itu.

 

Are you sure, Hun?”

Tiba-tiba datang seorang laki-laki berperawakan tinggi, dengan rambut coklat keemasan menghampiri Sehun. Laki-laki itu berdiri di samping Sehun, ikut mengalihkan pandangannya pada kota yang bersinar terang itu.

 

“Kenapa tidak? It’s pretty good down there, right Kai?”

Kai menaikkan kedua pundaknya acuh, “Yeah. Tidak buruk”.

 

***

 

“Aeri!”

Seorang gadis berambut ikal coklat kemerahan menolehkan kepalanya begitu namanya dipanggil. Gadis itu memicingkan matanya ketika ia melihat seseorang melambaikan tangan padanya dari kejauhan.

 

“Suho?” gumamnya ragu.

Seorang laki-laki dengan senyum manis menghampiri Aeri, lalu menggandeng tangan gadis berparas cantik itu.

 

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Aeri menatap kakaknya bingung.

Fetching my sister from school, what else?” jawab Suho sambil tertawa kecil. Aeri memutar kedua bolanya malas, mendengar jawaban kakaknya itu.

You know right, aku tidak suka menjadi bahan perhatian seperti ini. Lihat apa yang terjadi karenamu” ujar Aeri sebal. Suho mengendikkan kedua bahunya acuh, sambil melihat ke sekeliling mereka. Begitu banyak pasang mata yang menatap kedua kakak beradik itu. Mereka semua terperangah melihat sosok Suho yang tampan dengan kulit putih pucat, rambut coklat keemasan dan senyumnya yang manis. Mereka juga tak bisa mengalihkan pandangan mereka dari Kim Aeri, gadis berambut ikal coklat kemerahan, dengan kulit putih seperti salju, bibir merah yang merekah juga kedua pasang bola matanya yang berwarna hazel.

And you know, kalau aku suka membuatmu jadi bahan perhatian bukan?” ujar Suho tersenyum jahil. Aeri mendengus kesal melihat senyum kakaknya yang terlihat sangat menyebalkan itu.

 

Aeri dan Suho berjalan berdampingan di sepanjang jalan, menuju ke rumah mereka. Suho memperhatikan wajah adiknya itu, lalu menghela nafas pelan. Aeri tampak begitu dingin dan tak berperasaan dari luar, namun ia tahu sesungguhnya adiknya itu sangatlah manis dan hangat. Ya, meskipun sebenarnya suhu tubuh adiknya itu memang dingin, sama seperti ekspresi wajahnya.

Wae?” ujar Aeri tiba-tiba, membuat Suho buyar dari pikirannya.

Ani, geunyang” ucap Suho pelan. Aeri menghentikan langkahnya, lalu menatap wajah Suho, “Apa lagi yang kau pikirkan sekarang?” Tanya Aeri penasaran.

Suho mengendikkan kedua bahunya pelan, “Geunyang. Random thoughts

 

Tiba-tiba kedua mata kakak beradik itu berubah merah, membuat keduanya tertegun. Suho menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, seperti mencari sesuatu.

Your highness…” ucapnya pelan ketika ia melihat sosok seorang laki-laki berperawakan tinggi dengan rambut pirang keabu-abuan. Aeri menengadahkan kepalanya, pandangannya tertuju pada laki-laki yang kini berjalan mendekati mereka.

“Suho hyung!” Kai mengalungkan lengannya di leher Suho, membuat Suho menggelengkan kepalanya melihat Kai yang menyengir lebar di sampingnya.

You know him right?” ujar Kai sambil menunjuk ke arah Sehun yang kini sudah berada di hadapan mereka. Suho menganggukkan kepalanya pelan, “Your highness” ujar Suho sambil menatap ke arah Sehun.

Sehun mengendikkan kedua bahunya acuh, “Aku bukan Your Highness. That title belongs to my brother now

Kai menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Sehun.

Still, semua orang tahu bahwa kau adalah pewaris tahta sebenarnya. Dan cepat atau lambat, kau harus menerimanya Hun” ujar Kai. Sehun memalingkan wajahnya, mendengar ucapan Kai yang merupakan fakta. Ia ingin membantah ucapan Kai, namun lidahnya terasa kelu begitu kedua bola matanya menangkap sosok Aeri yang berada di samping Suho.

 

Oh shit, batin Sehun begitu ia melihat Aeri. Sehun terdiam dan ia merasakan tarikan yang begitu kuat dari Aeri. Lelaki berambut pirang itu menatap kedua bola mata Aeri yang masih berwarna merah, namun ia begitu terkejut begitu ia melihat kedua bola mata Aeri berubah menjadi biru turquoise untuk beberapa saat.

 

Impossible..” gumam Sehun tanpa sadar menyuarakan pikirannya.

Impossible? Apa yang tidak mungkin, Hun?” Tanya Kai pada Sehun. Sehun kembali menolehkan kepalanya ke arah Kai, lalu menggelengkan kepalanya.

C’mon, kita harus segera menyelesaikan urusan kita” ucap Sehun memburu-buru Kai.

Slow down, Hun” jawab Kai enteng. Kai menolehkan kepalanya pada Suho, “Ill call you later, hyung

Suho menganggukkan kepalanya, lalu tersenyum pada Kai.

Eo, telfon saja aku jika kau membutuhkan sesuatu Kai”

Kai bumps his fist with Suho, sebelum akhirnya mereka saling melambaikan tangan dan berpisah.

 

Sehun melirik ke arah Aeri, dan lagi-lagi ia termenung melihat paras Aeri.

Bye hyung!” suara Kai membuyarkan Sehun dari lamunannya. Sehun mengendikkan kedua bahunya acuh, lalu membalikkan badannya dan berjalan menjauhi Aeri dan Suho dengan Kai yang mengikuti langkahnya di sampingnya.

 

***

 

Aeri’s POV

 

It’s strange, batin Aeri.

Gadis berparas cantik itu terduduk termenung di atas kasurnya. Pikirannya kembali pada sosok laki-laki berambut pirang yang bertemu dengannya siang tadi.

 

“Sehun..” gumamnya pelan. Aeri beranjak dari kasurnya dan meraih buku-buku di rak bukunya. Jari-jarinya terhenti di buku dengan cover kulit berwarna coklat, “Vampire’s Hierarchy.

Aeri membuka buku itu, membalikkan halaman-halamannya dengan perlahan. Jemarinya berhenti membolak-balikkan halaman buku itu ketika sebuah foto seorang laki-laki berwajah pucat terlihat dengan jelas di buku itu.

“Pantas saja aku seperti pernah melihatnya” ucap Aeri pelan. Jemari-jemari gadis itu menyentuh foto Sehun di dalam buku itu.

 

Vampire’s Crown Prince..”

Lagi-lagi Aeri tak bisa melepaskan pandangannya dari wajah Sehun. Wajah Sehun tampak begitu tampan dengan rambutnya yang berwarna hitam pekat, benar-benar berbeda dengan warna rambutnya yang sekarang berwarna pirang keabu-abuan. Sorot mata Sehun tampak begitu menyihir dengan kedua bola matanya yang berwarna merah terang. Aeri tiba-tiba terdiam, begitu ia menyadari warna kedua bola mata Sehun yang sempat berwarna biru turquoise beberapa detik.

Impossible” dengan langkah terburu, gadis cantik itu berdiri di depan kaca yang menjulang tinggi di pojok kamarnya.

 

“Tidak mungkin.. andwae..” gumam Aeri nanar, begitu ia melihat warna kedua bola matanya di cermin.

 

 

***

 

Author’s POV

 

Kim Aeri.

Sehun menghela nafas pelan, ketika lagi-lagi wajah Aeri muncul di benaknya. Lelaki berparas tampan itu melihat hampa ke arah pemandangan langit malam di hadapannya. Semilir angin mempermainkan rambut-rambutnya yang pendek, membawa Sehun tenggelam dalam pikirannya.

 

Turquoise, turquoise, turquoise, Kim Aeri, turquoise, Aeri, turquoise.

Sehun mengacak rambutnya frustasi.

 

It’s impossible” gerangnya kesal. Ia tak habis pikir dengan apa yang dilihatnya tadi siang. Seorang vampir berparas cantik, dengan rambut ikal panjang coklat kemerahan, bibirnya yang mungil dan merah merekah, dan.. bola mata berwarna merah yang berubah biru turquoise saat bertatapan dengannya.

 

Shit. Shit. Shit!

BRRAAAKK!!

 

Pot bunga yang berada di samping Sehun kini telah hancur berkeping-keping di atas lantai. Tangan Sehun terkepal erat, urat-urat di lehernya yang pucat dapat terlihat dengan jelas.

 

“Hun ada ap—oh shit.” Umpat Kai begitu ia melihat kedua bola mata Sehun yang berubah biru turquoise.

What the hell, Hun? Sejak kapan matamu berubah jadi seperti itu?” Tanya Kai mendekati Sehun yang kini terduduk di atas lantai.

 

***

 

Sehun’s POV

 

It tastes tasteless now..

Kubanting gelas kaca berisi darah di tanganku, membuat gelas itu kini menjadi serpihan-serpihan kaca kecil di atas lantai. Ini menyebalkan, being loyal to only one person forever? Apa kau bercanda? Vampir mana yang bisa hanya memiliki satu pasangan seumur hidup? Selamanya? Bahkan ayahku pun memiliki lebih dari 5 istri, dan belum lagi simpanan-simpanannya yang ada di berbagai wilayah. Dan aku? Harus setia hanya pada satu orang? What the hell!

 

BRAAKK!!

“Sehun!”

Kuangkat kepalaku, melihat Kai yang berjalan ke arahku dengan raut khawatir di wajahnya. Aku mengalihkan pandanganku darinya, malas melihat kedua bola matanya yang berwarna merah.

“Cih, lucky you Kai. Kenapa ini terjadi padaku? Bukankah seharusnya mitos tetaplah sebuah mitos?” ujarku miris.

“Kau harus menerimanya, Hun. Mau tak mau, kau harus menerimanya”

Tanganku terkepal, kutatap tajam Kai yang kini berada di sampingku.

You don’t know how it feels! Fuck!”

Yeah, I don’t how it feels. Tapi aku tau, cepat atau lambat kau akan menerimanya, Hun. Really, even a crown prince like you, tidak bisa menangkal mitos ini. Tidak ada yang bisa kau lakukan kecuali menerimanya.”

 

Kai bangkit dari sampingku, “Ini akan lebih mudah untukmu jika kau lebih cepat menerimanya, Hun. I heard, being loyal to only one person is an amazing feelings. Meskipun aku tidak bisa membayangkan, bagaimana hal seburuk itu membuatmu merasa luar biasa” ujar Kai sambil mengendikkan kedua bahunya acuh, sebuah seringai jahil terlihat dengan jelas di wajahnya.

 

What the hell!” umpat Kai begitu tiba-tiba sebuah nampan kayu yang ntah dari mana mengenai wajahnya dengan keras.

“Jangan sok berlaga keren di depanku, Kai. Kau membuatku ingin muntah” ujarku sambil menyeringai jahil padanya.

Ugh, I hate that ability of yours

 

***

 

Author’s POV

 

Yonsei University

 

Seorang gadis berkulit pucat tampak sedang berjalan masuk dari gerbang universitas kecil yang berada di dekat hutan itu. Dengan baju yang terlihat besar di badannya yang mungil dan headset yang terselimat di kedua telinganya, Aeri berjalan ke arah kelasnya dengan tatapan kesal. Pikirannya kembali pada kejadian tadi malam, di mana Suho mendapati kedua bola mata adiknya yang tiba-tiba berubah menjadi biru turquoise.

 

 

Flashback

 

Tok tok tok

“Aeri?”

Tak mendapat jawaban dari Aeri, Suho kembali mengetuk pintu kamar adiknya itu.

 

Tok tok tok

“Aeri? You’re inside?”

 

Sebelah alis Suho terangkat, begitu ia masih tidak mendengarkan suara adiknya dari dalam kamar. Suho memutuskan untuk masuk ke kamar Aeri, tanpa menunggu adiknya itu untuk menyahutnya.

“Aeri?” ujarnya ragu ketika ia melihat Aeri terduduk di atas kasur sambil memeluk lututnya.

 

Hey, ada apa?” Suho mengelus pelan punggung Aeri, kedua alisnya mengernyit begitu ia melihat cermin di kamar Aeri telah hancur berkeping-keping.

“Aeri, ada apa?” Tanya Suho sekali lagi, masih sambil mengelus-elus punggung Aeri pelan.

Oppa…”

Aeri menengadahkan kepalanya perlahan, menghindari tatapan Suho. Suho memegang pipi Aeri, membuat Aeri mau tak mau menatap Suho.

Oh shit” umpat Suho begitu ia melihat kedua bola mata Aeri yang sudah berwarna biru turquoise. Suho mengusap kedua matanya, lalu menatap Aeri kembali. Diusapnya lagi kedua matanya, lalu menatap ke arah Aeri lagi.

 

Shit” umpatan itu keluar lagi dari bibir Suho, melihat kedua bola mata Aeri yang benar-benar berwarna biru turquoise. Tangan Suho terkepal, kedua taringnya terlihat keluar dari persembunyian.

“Siapa? Siapa vampir sialan itu Aeri?” geram Suho.

Aeri menghela nafas pelan, tangannya menggenggam tangan Suho yang terkepal erat.

You know him, oppa” jawab Aeri lirih.

 

End of Flashback

 

And yeah, just like that Suho finds out who the hell that damned vampire. Aeri menengadahkan kepalanya ke atas, melihat matahari yang bersinar terang di atas kepalanya.

What kind of luck I have?” gumam Aeri miris.

 

BRAAKK!

Tubuh Aeri terjatuh begitu ia menabrak seorang laki-laki bertubuh tinggi.

What the h—“ Lidah Aeri terasa kelu begitu ia melihat laki-laki yang berdiri di hadapannya.

 

Oh Sehun, batin Aeri. Sehun menatap kesal ke arah Aeri yang menabraknya, namun lagi-lagi ia tidak bisa melepaskan pandangannya dari wajah Aeri.

Jadi, benar-benar dia, batin Sehun begitu ia melihat kedua bola mata Aeri yang berwarna biru turquoise.

Kai yang berdiri di belakang Sehun menyeringai jahil, “Bukankah ini menarik?” ujarnya pelan melihat Sehun dan Aeri yang masih terdiam.

Oh Sehun dan Kim Aeri, forever?

 

TBC

 

***

 

Author’s note : Hope you enjoy it! 🙂

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Dawn – (Prolog + Chapter 1)

  1. Hai kak! Aku suka banget sama fanfiction kakak walaupun baru pertama baca hehe😄
    Gaya bahasa kakak bagus, penulisannya juga rapi, alur yg kakak buat bikin penasaran banget😆
    Apalagi kakak bikin genrenya mistery dan mengusung tentang vampir2 kayak gini duuuh aku tuh suka banget😆
    Tapi sebaiknya kalau aku boleh saran sih bahasanya jangan terlalu sering dicampur, ya kemungkinan pembaca lain ada yang bingung hehe😊
    Segini aja ya kak, ditunggu next partnya. HWAIGHTING!💪

  2. aku bener2 curious sama kelanjutanya.. gimana bs vampir yg hidupnya lama ternyata punya soulmate dan harus setia sm satu orang itu? hmmm.. ini pokoknya harus dilanjutin. . hehe😁 ditunggu next chapter author-nim

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s