[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You -(Chapter 6)

CRAZY WITH YOU.jpg

Tittle : Crazy With You [Chapter 6: Worried]

Author: Babyjae96

Length: Chapter

Genre: Romance, Comedy & Drama.

Rating: PG-17

Main Cast :

Park Yena [OC]

Do Kyungsoo [EXO]

Disclaimer : Fanfic ini hasil karya otak ku sendiri dan kemudian tersalurkan kedalam Fanfic ini, jika ada kesamaan dengan ff lain hanya kebetulan semata.

  

 

“Saranghae..”

.

.

Kyungsoo terjaga semalaman mencari keberadaan Yena yang menghilang, segala tempat sudah dicarinya tapi wanita itu tidak ada. Ia sudah menghubungi Eunsoo, satu-satunya teman dekat yang dimiliki Yena namun Yena tak bersama Eunsoo di Gwangju, tentu saja ia khawatir dan segala pemikiran buruk sudah menghantuinya semalaman ini. Kyungsoo juga sudah datang ke kantor polisi tapi mereka tak bisa melakukan apa-apa karna ini belum 24 jam setelah Yena menghilang.

Pagi ini, Eunsoo berlari menuju apartement Kyungsoo untuk mengetahui kabar lebih lanjut mengenai Yena, ia yang khawatir sengaja pergi ke Seoul sendiri menggunakan mobil kakak iparnya bahkan hari ini ia membolos kuliah hanya untuk sahabatnya yang menghilang itu.

“Oh.. Kyungsoo-ya…” Panggilnya ketika melihat Kyungsoo baru saja keluar dari gedung apartement itu, penampilannya terlihat berantakan dan dia juga pasti tak tidur semalam karna terlihat jelas kantung matanya.

Kyungsoo berhenti ketika Eunsoo berlari padannya dan langsung menanyakan Yena, ia hanya menggeleng tak mengetahui kemana Yena pergi menghilang begitu saja meninggalkan ponselnya di dalam apartement, tentu saja ini semakin membuat Kyungsoo khawatir karna ia tak bisa menghubungi Yena.

“Aku memberi tau tentang ini pada Sehun” Ya, Eunsoo memberi tau Sehun berpikir jika Sehun akan membantunya, awalnya ia menelpon Sehun bertanya apa Yena ada padannya dan Yena tak bersama pria itu, Sehun bahkan terdengar panik saat ia mengatakan Yena menghilang,“Sebenarnya kita mencurigai seseorang…” Kata Eunsoo mengungkapkan kecurigaannya pada orang itu, bukan hanya ia tapi juga Sehun.

“Siapa?”

“Aku tidak yakin..tapi mungkin Yena dibawa Seungjun”

Kyungsoo tak kenal dengan orang bernama Seungjun, ia pernah mendengar nama itu sebelumnya tapi ia tak yakin dimana mendengarnya “Siapa Seungjun?”

“Mantan kekasih Yena, dia begitu terobsesi dengan Yena sama seperti Sehun walaupun hubungan mereka sudah berakhir dia tetap mengejar Yena dan terkadang juga melakukan pemaksaan agar bisa bertemu dengan Yena”

“Kau tau dimana dia tinggal?”

Eunsoo menggeleng “Dia di Seoul sendiri, orang tuanya berada di luar negri dan apartementnya selalu pindah..Sekarang Sehun sedang mencarinya, mungkin sebentar lagi dia akan menemukannya”

Kyungsoo mengangguk saja dengan wajah frustasinya itu, sekarang… apa yang harus ia lakukan? Ia ingin melakukan sesuatu untuk segera menemukan Yena, tapi apa..Sehun.. “Sekarang, Sehun dimana? Bisakah kita bertemu dengannya”

“Lebih baik jangan, dia masih belum tau hubungan kalian.. jika dia tau, mungkin akan membuat masalah semakin besar, kau tau sendiri kan bagaimana Sehun saat disekolah dan bagaimana dia menyukai Yena”

Benar, yang dikatakan Eunsoo benar jika keduanya bertemu dan ia mengatakan semuanya mungkin mereka akan berkelahi disana membuat masalah semakin besar tapi… ia tak bisa berdiam diri saja, ia juga harus melakukan sesuatu apalagi sekarang bukan hanya Yena yang ia khawatirkan tapi juga bayi mereka “Eunsoo-ssi…kau tau kan dia sedang mengandung, jadi….”

“Siapa yang mengandung?”

Eunsoo dan Kyungsoo langsung menoleh pada seseorang yang baru saja mengintrupsi ucapan Kyungsoo, dia adalah Minji yang ternyata berada didekat mereka entah dia mendengar semuanya atau tidak tapi sepertinya tidak, Eunsoo dan Kyungsoo sama-sama fokus membicarakan Yena sampai tak menayadari Minji disana.

Minji menatap keduanya bingung, siapa kah yang dimaksud Kyungsoo sebagai ‘dia’ itu? Dan lagi, mengandung? Apa maksudnya. Minji berniat bertemu Kyungsoo memberi tau jika waktu itu Ibunya mengirimnya makanan tapi karna sudah lama jadi makanan itu ia makan saja, ia juga sudah menghubungi Kyungsoo berkali-kali tapi dia tak menjawabnya dan juga pesannya yang diabaikan “ Sebenarnya, ada apa ini?”

Kyungsoo tidak mau berurusan dengan siapapun, ia menundukan kepalanya sambil mengelus kasar wajahnya. Eunsoo yang mengenal Minji langsung merangkul Minji menjauh dari Kyungsoo untuk kemobilnya saja, ia memberi tanda pada Kyungsoo memberi tau jika ia yang akan menyelesaikan ini. Kyungsoo mengangguk dan kembali masuk ke gedung apartementnya, ia baru teringat sesuatu.. ya.. ponsel Yena. Siapa tau ia bisa menemukan nomor Seungjun disana.

.

.

Lalu dimanakah Yena sekarang?

Yena terbaring lemah disebuah ranjang besar dalam satu kamar, ia merasa lemas karna belum memakan apapun sejak semalam disini tak ada makanan selain air mineral dan juga alkohol, paling tadi pagi ia memakan sebuah coklat kecil yang ada dikulkas. Yena merasa bodoh karna begitu saja menerima ajakan Seungjun semalam yang mengajaknya keluar tapi akhirnya ia malah dibawa kesini….ya, Seungjun lah yang mengurungnya di apartement ini.

Seungjun sekarang pergi entah kemana, katanya dia ingin mengurus password untuk Yena dan mengajaknya tinggal diluar negri. Pria ini benar-benar psiko, inilah yang Yena tak suka darinya, dulu Seungjun tak seperti ini, keduanya berhubungan baik dan bahkan pernah berkencan, mereka memiliki perasaan yang sama yaitu kesepian karna orang tua mereka yang meninggalkan keduanya jadi itulah yang membuat mereka dekat, tapi Seungjun beruntung karna orangtuanya cukup kaya untuk menghidupinya dan mengirimnya banyak uang setiap bulan tak sepertinya.

“Dodoo-ya.. Tahanlah, sebentar lagi Ayahmu pasti menemukan kita” Ucapnya tak yakin, Yena bahkan tak tau apakah Kyungsoo mengenal Seungjun atau tidak dan bagaimana caranya ditemukan pun ia tak tau, ia hanya ingin cepat keluar dari sini sebelum Seungjun membawanya pergi jauh..apalagi tadi dia bilang ingin mengajaknya pergi keluar negri? Pria ini benar-benar gila, mungkin jika ia nanti akan dibawa ke bandara itu tak masalah karna ia bisa berteriak minta tolong tapi pria ini malah menggunakan jet pribadi untuk mereka pergi, ya..sebelum Seungjun keluar ia sempat mendengar pembicaraan pria itu dengan seseorang di telpon untuk menyiapkan jet dan memberitahunya jika nanti mereka akan masuk bandara diam-diam lewat lorong khusus, Sial.

Seungjun yang cerdik juga menyingkirkan telpon yang ada disana membuat Yena benar-benar terkurung, ia tak bisa berteriak karna apartement ini kedap suara . Yena duduk di ujung ranjang itu, ia harus pergi dari sini.. Yena keluar dari kamar itu mencoba mencari cara untuk kabur tapi secara kebetulan Seungjun baru saja tiba, membuka pintu dan langsung menatapnya “Kau sedang apa?”

“Kabur…aku ingin keluar dari sini”

“Yena-ya.. sudah kubilang, lebih baik kita pergi keluar negri saja..Disini kau sendiri, Ayahmu pergi dan kau diusir dari apartementmu..Bukankah lebih baik kau bersamaku saja?”

Yena menggeleng keras “Tidak, Aku..”

“Apa kau memiliki hubungan dengan Kyungsoo?”

Yena diam tak menjawab, ia tak tau harus mengelaknya atau tidak tapi Seungjun mengetahui ia tinggal dengan Kyungsoo selama ini. Pria itu benar-benar menghabiskan uangnya hanya untuk mencari keberadaannya sampai dia mengetahui ia tinggal diapartement Kyungsoo.

“Kenapa kau lebih memilihnya,huh? Dia tidak memiliki apa-apa!” Kata Seungjun disana mengira diamnya Yena itu sebagai jawaban ya jika dia dan Kyungsoo memang memiliki suatu hubungan. Yena tetap tak menjawab selain menatap lemah Seungjun disana, ia sudah lelah..sangat… ia tak bisa membentaknya atau berdebat dengan Seungjun sekarang karna ia tak mau menghabiskan energinya.

“Ahh..Sudahlah, kau makanlah.. aku membelikannya padamu” Seungjun menunjukan makanan disana, makanan cepat saji “Aku masih harus pergi mengurus semuanya, apapun itu kau harus pergi denganku”

“Kenapa aku harus pergi denganmu!?”

Seungjun yang baru berbalik langsung membalikan badannya lagi “Karna aku bisa membahagiakanmu dengan uangku” Jawabnya datar kemudian berjalan keluar. Yena tersenyum sinis, uang lagi.. mungkin banyak orang yang senang jika mereka bertemu dengan orang kaya atau chaebol tapi tidak bagi Yena, Seungjun maupun Sehun sangat senang mempermainkan uang didepannya bersikap jika mereka bisa melakukan apapun dengan uang itu tapi itu sama sekali tak bisa membuatnya terpana, ia tak menyukai sikap mereka itu.

Yena melirik sekilas pada makanan di atas meja, ia lapar.. tapi entah kenapa ia tak mau makan makanan itu. Bagaimana jika Seungjun menaruh obat bius disana? Lalu saat terbagun ia sudah berada di negara lain, memang berlebihan memikirkan itu tapi tetap saja ia takut apalagi Seungjun memang orang yang nekat.

.

.

Kyungsoo berada di dalam apartementnya, Eunsoo juga ada disana setelah menjelaskan semuanya pada Minji..ya.. ia menceritakan jika Yena tinggal sementara di apartement Kyungsoo dan dia juga sedang hamil tapi ia tak bilang itu anak Kyungsoo juga, ia pikir Minji bisa menjaga semuanya karna dia anak yang pintar dan juga terhormat, tak mungkin membocorkan tentang ini sebagai bahan gosip murahan.

Eunsoo melarang Kyungsoo keluar menyuruh pria itu beristirahat saja sambil menunggu kabar dari Sehun, ia yakin sebentar lagi Sehun pasti akan menemukan Yena. Tapi, Kyungsoo tetap tak bisa diam atau tidur, ia slalu mencoba keluar dengan Eunsoo yang berjaga didepan pintu, “Bisakah, kau tidur dulu…”

“Apa kau pikir aku bisa tidur disaat seperti ini?”

“Tapi setidaknya kau tidur dulu, bisa-bisa kau sakit dan nanti Yena yang akan repot“

“Lalu bagaimana dengannya,huh? Dia juga bisa sakit”

“Yena.. kuat, jika benar dia bersama Seungjun pasti pria itu juga memberikannya makan dan memperlakukannya baik seperti seorang putri.. Jangan khwatir!”

“Bagaimana jika bukan Seungjun”

Eunsoo menghela nafas, ia lelah berdebat dengan Kyungsoo “Kau menyukainya?” Pertanyaan itu keluar dari mulutnya menduga-duga dari tingkah Kyungsoo yang begitu sangat mengkhawatirkan Yena bahkan melebihinya, ia saja masih bisa tenang karna yakin Sehun akan cepat menemukannya tapi tidak dengan Kyungsoo.

“Ya, aku menyukainya..”

Jawaban tak terduga keluar dari mulut Kyungsoo, pria itu terlihat serius mengatakannya atau ini hanya karna dalam suasana seperti ini tapi Eunsoo tau Kyungsoo terlihat sungguh-sungguh, Oh..jadi..keduanya saling menyukai.

Kyungsoo mencoba melewati Eunsoo yang terus menghalanginya keluar, ia benar-benar khawatir dengan Yena dan sekarang ia akan mencoba melaporkannya lagi pada polisi, ia tak bisa hanya berdiam diri menunggu Sehun yang tak jelas baginya. Eunsoo masih mencoba menahan Kyungsoo, ia perlu menahannya lagi “Apa kau tau Yena juga menyukaimu?” ia mengatakan ini agar Kyungsoo berhenti berjalan menuju pintu dan benar, Kyungsoo berhenti didepannya dan menatapnya bingung “Apa maksudmu?”

“Yena juga menyukaimu, semua perlakuan baikmu padannya membuatnya benar-benar menyukaimu lagi tapi ia kira kau berbuat baik itu karna dia sedang hamil anakmu jadi ia memintamu berhenti berbuat baik padannya, Sebenarnya apa kau tau alasan kenapa dia tak meminta kau menikahinya?”

Kyungsoo menggeleng pelan masih mencerna dengan baik apa yang baru Eunsoo katakan.

“Dia takut akan merusak masa depanmu.. dia takut jika kalian menikah nantinya itu hanya akan menjadi beban untukmu, kau masih harus kuliah dan belum memiliki pekerjaan.. Jadi, Yena berpikir untuk membesarkan anaknya sendiri tanpamu..Dia hanya memikirkanmu Kyungsoo!”

Kyungsoo tak bisa berucap apapun, pandangannya turun kebawah menyadari betapa bodohnya ia yang hanya memikirkan tentangnya saja, ia lebih mengutamakan kuliahnya sedangkan Yena harus menanggung semua ini sendiri hanya untuk kebaikannya bahkan dulu ia pernah memintanya untuk cepat pindah dari sini karna takut menggangu belajarnya.. Pria apakah ia ini, ia bahkan tak bisa melindunginya padahal selama ini Yena hanya memikirkan masa depan dirinya.

.

Sehun berlarian dilorong gedung apartement mewah di kawasan gangnam itu dengan beberapa orang suruhannya dibelakang, ia menuju salah satu unit apartement, tanpa perlu mengetahui passwordnya karna suruhannya itu tau bagaimana cara membukanya dengan alat tertentu yang sama sekali ia tak pedulikan yang penting apartement ini terbuka. Sehun berhasil menemukan apartement tempat tinggal Seungjun, ia yakin Yena berada didalam jika tidak ada ia tidak tau harus bagaimana menemukan Yena.

Sehun berpikir Yena tinggal di luar Seoul jadi selama ini ia fokus mencarinya diluar Seoul tapi ternyata dugaannya salah, dia masih di Seoul dan sebelumnya Eunsoo juga bilang Yena juga tinggal di suatu apartement di Seoul sekarang. Ia salah menduga ini, jika saja ia tidak berpikir terlalu jauh mungkin sekarang ia yang akan menemukan Yena terlebih dahulu dan ini tak akan terjadi.

Setelah terbuka, Sehun langsung masuk kedalam memanggil nama Yena berkali-kali tapi tak ada sahutan dan juga tak terlihat keberadaan Seungjun didalam sana. Mudah saja menemukan apartement Seungjun karna dia pasti tinggal di apartement mewah dan berada di kawasan Gangnam jadi ia bisa menemukannya dengan cepat. Sehun membuka satu persatu pintu disana sampai ia membuka satu kamar dimana disana ada Yena, ia mendekati Yena yang terbaring disana dengan tangan memegang perutnya..

“Yena-ya.. Kau baik-baik saja?” Ia berlutut dipinggir tempat tidur melihat wajah pucat Yena disana, “Kenapa wajahmu pucat? Dimana yang sakit”

Yena merasa sedikit kram diperutnya tadi dan sekarang masih terasa sakit walau tak sesakit tadi tapi tubuhnya terasa lemas, ia bisa bernafas lega karna melihat Sehun disana.. awalnya ia berpikir orang yang memanggilnya adalah Kyungsoo, ia benar-benar sudah sakit karna tidak bisa membedakan suara Sehun dan Kyungsoo.. Sehun mengangkat tubuhnya dan berkata akan segera membawanya kerumah sakit, Yena tak menjawab.. ia terlalu lemah hanya untuk membuka mulutnya dan yang ia khawatirnya sekarang tentang janinnya..semoga dia baik-baik saja setelahnya ia tak mengingat apapun karna ia menutup matanya lalu kesadarannya hilang.

.

.

Sehun berdiri didepan ranjang dalam ruangan unit gawat darurat disebuah rumah sakit, matanya memandang diam pada Yena yang masih belum menyadarkan dirinya sejak dua jam lalu dan ia juga belum menghubungi Eunsoo mengenai Yena yang sudah ia temukan…sekarang.. ia masih terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar dari Dokter yang mengobati Yena tadi, Yena hamil. Oh, ini benar-benar nyata.. Apa Yena sudah menikah? Tidak mungkin..apa itu anak Seungjun? Ini sangat lebih tak mungkin, sekarang dia hamil tiga bulan.. saat mereka masih sekolah, siapakah pria yang berani mendekatinya? Sehun tak menyangka, Yena hanya dekat dengannya ia tau itu tak ada satupun pria disekolah yang mendekatinya jadi siapa pria itu?

Yena bangun dari pingsannya, ia melihat Sehun disampingnya tentu saja yang pertama ia pikirkan adalah tentang kandungannya tapi apa Sehun mengetahuinya “Sehun-ah…” Panggilnya lemah, ia merasa sudah tak pusing sekarang kecuali lemas saja.

“Dokter bilang kau baik-baik saja dan…dia juga. Kau tau kau sedang hamil kan?”

Yena mengangguk pelan, ternyata Sehun mengetahuinya ia tak begitu memikirkan jika Sehun mengetahuinya atau tidak karna ini tak begitu penting baginya melihat ekspresi Sehun sekarang sepertinya dia baik-baik saja atau..

“Siapa Ayahnya? Katakan siapa dia?!!”

Ternyata dugaan Yena salah, tentu saja mana mungkin Sehun baik-baik saja setelah mendengar tentang ini “Aku tidak akan mengatakannya”

“Kenapa? Katakan saja!”

“Tidak, bisakah kau menelpon Eunsoo untuk mengantarkanku pulang”

Sehun mengeram ia hampir saja berteriak untungnya ia ingat sekarang ia berada di ruang ugd “Jangan alihkan pembicaraan Yena”

Yena sama sekali tak berniat jujur, ia tak bisa mengatakan jika pria itu adalah Kyungsoo karna ia tak mau Sehun menganggunya “Dia seorang pria yang baik”

“Baik? Apa maksudnya dengan baik itu?”

“Dia pria yang memperlakukanku dengan baik dan juga bertanggung jawab dengan janin ini”

“Kalian menikah?”

Yena menggeleng pelan “Belum” ia tak bisa berbohong yang satu ini karna bisa jadi Sehun akan mencari tentang pernikahannya juga nanti “Tapi, Aku menyukai pria itu” Tambah Yena membuat Sehun hancur saat itu juga, tak pernah ia mendengar Yena menyukai seseorang bahkan tidak untuknya.

Sehun mengacak-ngacak rambutnya sendiri terlihat bagaimana wajah frustasinya, ia tak tau harus bagaimana sekarang.. rasannya ia ingin bertemu pria yang membuat Yena seperti ini dan menghajarnya sekarang juga, baiklah jika Yena tak mau memberi tahunya ia bisa mencari pria itu sendiri setelah membereskan Seungjun tentunya.

“Sehun-ahh.. Terima kasih sudah menolongku”

Sehun diam tak membalasnnya, ia masih tak bisa menerima ini jadi ia segera keluar dari sana meninggalkan Yena yang hanya menghela nafas pelan.

.

 

Sesuai keingan Yena, setelah Yena mendapat perawatan beberapa jam dirumah sakit. Eunsoo datang kesana tapi Sehun sudah tidak ada, ia berhasil mengurung Kyungsoo dirumah dengan menganti sementara password apartement Kyungsoo, ia tak mengatakan akan bertemu Yena karna pasti Kyungsoo akan meminta ikut, mungkin tidak masalah jika dia ikut tapi seperti keinginan Yena saat menelponnya tadi, walaupun sekarang Sehun tidak ada disini karna sedang mengurus Seungjun tapi bisa jadi orang-orang suruhannya ada disini dan melihat mereka.

Yena sudah merasa jauh lebih baik sekarang, ia bukan tipe yang mudah sakit..ini hanya karna kandungannya saja tadi tapi setelah diberi nutrisi dan lainnya ia merasa baik-baik saja walaupun masih sedikit lemas, sekarang ia duduk disebelah mobil yang dibawa Eunsoo. Eunsoo menyadarinya ada yang mengikuti mereka, “Aish.. Sehun benar-benar menghabiskan uangnya”

“Aku tau, tapi aku sangat berterima kasih padannya..kau bisa kan menghindari mereka?”

Eunsoo mengangguk cepat “Tentu saja, aku sering menontonnya di film action” Ucapnya percaya diri sambil fokus menyetir dijalanan Seoul malam itu yang cukup ramai tapi tak terlalu padat juga.

“Jadi kau pernah melakukannya?”

“Belum. Tapi aku mau mencobanya sekarang”

Yena tertegun, perlahan ia mengencangkan sabuk pengamannya “Jangan terlalu ngebut, aku masih pusing” Ucapnya memberi nasehat sebelum Eunsoo berbuat gila dengan mobil ini yang bisa membuatnya kehilangan jantung.

“Aku tau! Kau siap..” Eunsoo yang bersemangat langsung menambah kecepatan mobilnya dan dengan lihai melewati beberapa mobil didepannya sampai akhirnya mobil mereka bisa melaju cepat sebelum lampu merah sedangkan mobil orang suruhan Sehun itu tertahan disana. Yena merasa syok dengan ini, ia hampir saja kehilangan jantungnya dan terus mengelus perutnya “Ya! Sudah kubilang jangan ngebut!”

“Maaf, tapi kita berhasil kan” Balas Eunsoo bangga dengan apa yang baru ia lakukan ternyata ada guna nya menonton film action “Dodoo-ya.. maafkan Imomu ini..”

.

.

Yena mendengar dari Eunsoo jika Kyungsoo mencarinya semalaman penuh sampai tidak tidur, ia merasa tak enak sekarang karna Kyungsoo mengkhawatirkannya dan dia juga baru pulang dari MT nya jadi dia pasti lelah, Eunsoo sudah pergi kembali ke Gwangju membiarkan Yena untuk menjelaskan sendiri pada Kyungsoo dan dia juga memberikan password baru yang dia ganti untuk mengurung Kyungsoo didalam.

“Ya! Eunsoo-yaaa!Kau…”

Yena melihat Kyungsoo berdiri dari sofa, dia pasti menyangkanya sebagai Eunsoo tapi sekarang ia melihat wajah Kyungsoo menatapnya diam tak bergerak.Reaksi apa ini? “Ini aku.. Park Yena..” ia dengan santainya melepaskan sepatu yang dipakainya sampai tiba-tiba Kyungsoo menariknya lalu memeluknya.

Yena merasakan hangat saat Kyungsoo memeluknya dengan erat selama beberapa detiknya, ia tak bisa mengatakan apa-apa dan entah kenapa ia menangis “Maaf…” hanya kata itu yang keluar sekarang sambil menangis, ini hal yang dibencinya. “Maaf, karna..membuatmu..khawatir dan…. ” Lanjutnya terbata.

“Maaf aku tidak bisa melindungimu” Sela Kyungsoo masih memeluk Yena menaruh kepalanya sedikit di sebelah kanan kepala Yena tepat didekat telinganya “Saranghae..”

 

To Be Continue….

 

 

 

 

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You -(Chapter 6)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s