[EXOFFI FREELANCE] Because I Love You – (Chapter 6)

wenyeol-couple

Title : Because I love You

Author : Meihaena

Length : Chapther

Genre : Romance,Friendship,Family.

Rating : T

Main Cast : Park Chanyeol and Son Wendy.

Additional Cast : Tiffany kwang, Kim Kai, Choi Siwon.

Oh Sehun,Byun Baekhyun,

Do Kyungsoo, Bae Irene,

Kang Seulgi,Park Soo-Young a.k.a Joy, etc.

Summary : Cinta butuh waktu.

Untuk menghadapinya perlu kesabaran dan hati yang ikhlas.

Cinta yang tulus akan mampu menghadapinya.

Walau terkadang sakit. Tapi itulah cinta, karena cinta yang mendewasakanmu.

Disclaimer : Cerita ini murni hasil kerja otak author. Terinspirasi dari judul lagu Wendy

“Because I love you” dan juga dari beberapa drama korea.

Jika ada kesamaan tokoh,alur ataupun cerita itu hanya unsur

ketidaksengajaan. Please apologize for typo(s). Thank you

Chapter 6

“ Sayangku jangan lari. Akhirnya aku mendapatkanmu juga. Wah…kau ingin menggodaku ya?. Kau sengaja merobek rok mu, dan sekarang kau terkihat seksi..hehhe..” Orang gila itu tertawa begitu senang, sedangkan Wendy sudah menangis karena dia tidak bisa melarikan diri dari pria itu.

“ Tolong lepasakan aku ajushii….tolong biarkan aku pergi..” Wendy yang masih terduduk dilantai tengah memohon pada orang itu.

“ Bagaimana bisa aku melepaskan istriku sendiri…Ayo kita pulang sayang, ayo ayo..” Pria itu pun berusaha menarik Wendy untuk ikut bersamanya. Tapi seseorang langsung menarik baju pria itu dan memukulnya sampai babak belur.

“ Pergi kau, dan jangan mengganggunya lagi !!.” Sekarang Wendy tahu siapa yang sudah menolongnya.

“ Chanyeol..” Wendy merasa senang, ternyata doa nya dikabukan.

“ Kau tidak apa apa?.” Ucap Chanyeol menghampiri gadis itu. Tetapi gadis itu malah menangis sesegukan. “ Aku takut..” Chanyeol langsung memeluk gadis itu untuk menenangkan nya. Sebenarnya pria itu sedari tadi mengikuti Wendy.Karena dia khawatir jika gadis itu harus pulang sendirian. Dan ternyata hal yang dia khawatirkan benar benar terjadi. Tapi untung saja dia sempat menolong Wendy sebelum pria gila itu membawanya.

Chanyeol pun melepaskan jaket nya untuk menutupi rok Wendy yang robek. “ Ini ikatkan jaketku di rokmu. Aku akan mengantarmu pulang.” Wendy pun menuruti perkatannya.

Chanyeol pun membantu Wendy untuk berdiri namun sepertinya gadis itu belum bisa berjalan dengan baik,dan hampir saja dia akan terjatuh jika Chanyeol tidak menahannya.

Chanyeol pun langsung menggendong Wendy ala bridal style. Wendy sedikit terkejut saat pria itu tiba tiba menggendongnya, tapi karena dia merasa sangat berterima kasih pada pria itu makanya dia tidak banyak bicara dan menurut saja. Wendy mengalungkan tangannya ke leher Chanyeol dan menatap wajah Chanyeol,sementara pria itu masih fokus pada jalan didepannya.

Chanyeol, terima kasih karena kau selalu menjagaku dan membuat hatiku selalu tenang. Batin Wendy.

Aku akan selalu menjaga dan melindungimu sampai kapanpun Wendy. Itu janjiku padamu. Batin Chanyeol.

Chanyeol pun mengantarkan Wendy pulang dengan motornya. Sesampainya mereka di rumah Wendy, Chanyeol langsung mengobati lutut gadis itu yang masih terluka.

“ Chanyeol, kenapa kau bisa ada disana?. Bukannya kau sudah pulang?.” Tanya Wendy saat gadis itu tengah duduk disofa dan melihat pria itu mengobatinya.

“ Aku mengikutimu . Aku khawatit jika membiarkanmu pulang sendirian. Dan ternyata firasatku benar. Aku heran pria gila itu saja menyukaimu, bagaimana jika pria normal?. Kau memang punya pesona yang besar.”

“ Ish kau ini bicara apa?. Disaat aku seperti ini, kau masih saja meledeku.Tapi, aku sangat berterima kasih, kau sudah mau menolongku.”

Chanyeol langsung menghentikan aktivitasnya, kemudian pria itu menatap Wendy lekat.

” Wendy, aku akan selalu melindungimu sampai kapanpun. Karena… aku mencintaimu.” Wendy terkejut mendengarnya, apa dia tidak salah dengar jika Chanyeol menyukainya.

Tapi Wendy sudah berjanji untuk tidak berharap lagi pada pria ini.

“ Hmm…ini sudah malam Chanyeol. Sebaiknya kau pulang, besok kita harus sekolah,kan.”

Kemudian Chanyeol meraih kedua tangan Wendy.” Wendy, tolong dengarkan aku sekali saja. Aku Mencintaimu. Kau maukan menjadi kekasihku?.”

“Chanyeol, aku ingin istirahat. Jadi bisa kau pulang sekarang?.” Chanyeol merasa sedih, sepertinya Wendy menolaknya kali ini. Aku tidak boleh menyerah, mungkin dia masih belum siap untuk menjawabnya.Batin Chanyeol

“ Baiklah aku pulang. Kau hati hati di rumah.” Chanyeol pun berdiri dari duduknya dan pergi menuju ke luar rumah. Chanyeol sempat membalikan badannya dan menatap gadis itu saat di ambang pintu. Tetapi, gadis itu langsung menundukan wajahnya kemudian menutup pintu dan menguncinya. Sementara Chanyeol masih berdiri dibalik pintu dan tersenyum kecil memandangi pintu rumah gadis itu.” Sampai bertemu besok, Wendy…” Kemudian membalikan badannya dan menghidupkan mesin motornya.

 

***

“ Nah, teman teman aku sudah membagikan soal soal latihan bahasa inggris. Walaupun miss Tiffany tidak mengajar lagi sekolah ini, tetapi beliau masih memberikan soal soal ini untuk bahan belajar kita. Kalau ada soal yang menurut kalian sulit,kalian bisa menanyakannya padaku atau teman teman lainnya yang bisa menjawab.” Jelas Wendy didepan kelas setelah membagikan soal latihan bahasa inggris pada teman temannya.

“ Soal apa itu?.” Ujar seorang guru yang baru saja masuk ke kelas mereka. Dan langsung merebut kertas soal dari tangan gadis itu.” Siapa yang menyuruh kalian mengerjakan soal ini?!.” Belum ada yang menjawab pertanyaan guru itu karena pasalnya mereka semua tidak ada yang mengenal guru dengan rambut pirangnya itu.

“ Perkenalkan saya guru bahasa inggris yang baru. Nama saya, Jessica Jung. Panggil saya miss Jessica.”

“ Jadi, dari mana soal soal ini berasal Son Wendy?.” Tanya Jessica saat mengetahui nama Wendy dari name tag gadis itu.

“ Miss Tiffany yang memberikannya padaku.” Mereka semua langsung terkejut saat guru baru itu merobek kertas soal yang ada ditangannya. “ Mulai hari ini tidak ada lagi kertas soal yang berasal dari mantan guru kalian itu. Kalian hanya boleh mengerjakan soal soal dariku saja !.”

“ Tapi miss-“

“ Kalau ada yang berani mengerjakannya, semua murid kelas ini akan saya beri nilai nol saat ujian bahasa inggris nanti.” Tidak ada satupun yang berani memprotes pada Jessica, termasuk Wendy yang baru saja perkataannya dipotong. Sebenarnya dia ingin sekali protes,tetapi dia tidak ingin teman temannya juga jadi terlibat karenanya. Wendy pun kembali ke kursinya dan mulai mengikuti pembelajaran dari guru barunya itu.

 

Bel istirahat pun berbunyi, tetapi Wendy masih betah berada di kelas.Sementara teman temannya sudah terlebih dahulu pergi ke kantin. Namun gadis itu sempat mengatakan akan menyusul mereka. Dan inilah saatnya Wendy menyusul mereka karena perutnya sudah berteriak minta diisi. Setelah membereskan barang barangnya, dia pergi menuju kantin. Namun saat gadis itu akan menghampiri teman temannya yang tengah duduk, suara Kai yang memanggilnya membuat langkah gadis itu berputar dan menghampiri pria itu.

“ Aku rasa Wendy menyukai Kai.” Ucap Irene saat dia melihat Wendy lebih memilih menghampiri Kai. Tetapi Irene merasa senang, saat melihat kedekatan antara Wendy dan Kai. Menurutnya Kai pria yang baik, dan Kai juga selalu memberi perhatian lebih pada sahabatnya itu. Saat Irene mengatakan hal itu, teman temannya langsung menatap arah mata Irene yang tengah melihat Kai dan Wendy yang mengobrol sambil mengantri memesan makanan.

“ Semoga mereka cepat jadian. Agar bisa double datte denganku dan D.O oppa.” Sahut Joy. Perkataan mereka membuat dua orang yang juga duduk bersama mereka dibakar api cemburu. Siapa lagi kalau bukan Seulgi dan Chanyeol.

 

“ Ada apa Kai?.” Tanya Wendy saat menghampirinya.

“ Apa kau tahu minuman kesukaan Seulgi ?.” gadis itu langsung tertawa kecil saat mendengar penuturan Kai.” Oh…jadi kau menyuruhku kesini,untuk menanyakan hal itu. Aku kira kau akan mentraktirku.”

“ Hehe…bukan hanya itu sih, tapi aku juga ingin meminta bantuanmu untuk memberikan minumannya pada Seulgi. Kau mau kan?.”

Wendy pun mendesah berat.” Lagi lagi aku harus menjadi mak comblang disini. Baiklah, tapi kau harus mentraktirku.” Kai pun tersenyum senang kemudian mencubit kedua pipi Wendy.

” Terima kasih nona son yang manis.”

“ Issh.. Lepaskan !. kalau ada maunya saja,kau memujiku.” Kini Kai tertawa melihatnya.

“ Eh, tapi ada satu lagi permintaanku.”

“ Apa lagi?.” Gadis itu sedikit kesal mendengarnya.

“ Aku ingin kau mengajariku bahasa inggris. Aku mendapat nilai bahasa inggris yang buruk saat ulangan kemarin.Kali ini sebagai balasannya, kau tidak perlu bernyanyi lagi dikedaiku.”

“ Tidak, aku tidak mau. Kau tahukan aku suka bernyanyi. Kenapa kau memecatku?!.”

“ Ya sudah, lalu kau mau imbalan apa?.”

“ Baiklah aku akan mengajarimu, tetapi soal imbalan biar aku pikirkan lagi nanti. Bye, aku pergi dulu.”

Setelah membeli makanannya, Wendy langsung menghampiri teman temannya yang masih mengobrol.

“ Hai, teman teman.” Wendy pun mendudukan dirinya di samping Seulgi yang memang duduk paling ujung dan meletakan nampan bawaannya diatas meja.

“ Sepertinya hari ini kau sangat senang. Kau dari mana?.” Tanya Joy sambil senyum senyum sendiri.

“ Oh, ya karena Kai baru saja mentraktirku. Hehe..” Wendy langsung menyantap makanannya itu karena sedari tadi dia sangat lapar.

“ Yakin hanya itu saja?. Tidak ada yang lain?.” Joy berusaha memancing pertanyaan pada gadis itu. Namun Wendy hanya menggeleng pelan dan fokus pada makanannya.

“ Kai sangat perhatian sekali ya, padamu.” Ujar Irene. Karena Chanyeol sudah tidak tahan mendengar pembicaraan kedua gadis itu yang terus saja berbicara tentang Kai dan Wendy, maka pria itu pun langsung pergi tanpa berkata apapun pada teman temannya.Dan membuat mereka terheran melihatnya.

 

Setelah bel pulang berbunyi, Wendy memutuskan untuk menemui Kai. Karena gadis itu akan belajar bersama sekaligus mengajarkan Kai bahasa inggris. Namun gadis itu sedikit terkejut saat lengannya di tarik oleh seseorang.

“ Chanyeol, ada apa?.” Tanyanya saat membalikan badannya.

“ Kau mau kemana?. Aku kan memintamu untuk mengajariku bahasa inggris.”

“ Maaf Chanyeol, tapi hari ini Kai memintaku belajar bersamanya juga. Kalau kau mau kau bisa-“

“ Kenapa sih? .dia lagi, dia lagi. Kenapa kau lebih memilih mengajarinya daripada aku?. Apa kau berusaha menghindariku sekarang?. ”

“ Apa maksudmu Chanyeol?. Aku sama sekali tidak menghindarimu.”

“ Kalau kau tidak berusaha menghindariku. Buktikan !. Jawab pertanyaanku semalam !. Apa kau mau menjadi kekasihku?.” Wendy merasa kesal pada pria ini, Chanyeol selalu saja menekannya dengan pertanyaan seperti itu.

“ Maaf Chanyeol, aku sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun.” Gadis itu segera pergi meninggalkan Chanyeol yang terdiam ditempat hatinya begitu sakit sekarang. Apa itu artinya kau menolakku Wendy?. Kau…benar benar menyukai Kai dari pada diriku. Batin Chanyeol.

 

Wendy POV

Entah kenapa aku terus saja memikirkan Chanyeol. Sebenarnya ada apa dengan pria itu, kenapa dia selalu ingin aku menjawab pertanyaanya. Padahal aku hanya ingin kita berteman dulu, aku hanya tidak ingin terburu buru. Andai Chanyeol bisa mengerti isi hatiku sekarang.

Aku butuh waktu untuk memikirkan hal ini , karena ini menyangkut perasaan bukan sesuatu yang dapat dipermainkan.

 

Author POV

Wendy kini tengah menunggu kedatangan bis, sebenarnya dia tidak jadi mengajari Kai. Pria itu yang memintanya mengajari bahasa inggris, tapi malah pria itu juga yang membatalkannya.

Dia bilang ada sesuatu yang harus dia kerjakan, dan sangat penting. Tahu begitu, gadis itu pulang sedari tadi kan. Dan jika saja Kai memberitahunya lebih cepat, mungkin dia bisa belajar dengan Chanyeol sekarang.

Tiba tiba sebuah motor berhenti dihadapan Wendy. Ketika seseorang itu membuka helm nya ternyata dia adalah Kai.

“ Kai, kau sedang apa disini?. Katanya punya urusan yang penting.” Wendy begitu terkejut saat pria itu tiba tiba memeluknya.

“ Wendy…aku sangat senang hari ini. Karena aku berhasil menyatakan perasaanku pada Seulgi.” Gadis itu juga ikut senang dan tersenyum bahagia melihat sahabatnya ini berhasil meraih kebahagiaannya.

Wendy langsung melepaskan pelukan Kai “ Kau serius Kai?. Daebak….aku bilang juga apa, ternyata Seulgi juga menyukaimu kan.”.

Kai langsung mencubit kedua pipi gadis itu saking senangnya.” Iya..ini semua berkat dirimu juga, Wendy. Jika bukan kau yang menyuruhku untuk cepat cepat berbicara pada Seulgi. Ini semua tidak akan terjadi.”

“ Kalau begitu, kita harus merayakan hari jadianmu dengan Seulgi.”

“ Iya, besok aku akan mentraktir kalian semua sepuasnya. Kau tenang saja.” Wendy sangat senang melihat Kai sebahagia itu. Andaikan dia juga bisa merasakan hal yang sama dengan Kai. Memiliki kekasih, yang nanti akan selalu membuat harinya tidak akan pernah bosan ataupun kesepian. Ya, mungkin suatu saat nanti.

 

Chanyeol baru saja selesai dari bermain sepak bola dengan Sehun dan teman satu ekskul sepak bolanya. Dan kini pria itu tengah berada diperjalanan untuk pulang bersama motornya yang selalu menemaninya. Saat lampu merah tengah menyala semua pengendara harus menghentikan laju kendaraan mereka, tak terkecuali Chanyeol yang juga tengah menunggu bergantinya lampu rambu lalu lintas merah menjadi hijau. Dan tiba tiba arah pandangan Chanyeol beralih pada dua orang yang sangat dikenalnya tengah berdiri dihalte kemudian mereka berpelukan. Karena jarak dari halte dan tempat Chanyeol berdiri sekarang cukup dekat. Sehingga pria itu dapat melihat wajah Wendy gadis yang tengah dipeluk oleh seorang pria yang Chanyeol yakini itu adalah Kai, tersenyum senang layaknya seperti pasangan kekasih yang tengah kasamaran. Hati Chanyeol mecelos merasakan sakit saat melihat mereka berdua berpelukan didepan halte. Suara klakson mobil dibelakang Chanyeol mengalihkan perhatian pria itu,karena ternyata lampu hijau telah menyala dan motor Chanyeol menghalangi pengendara lain yang ingin melaju. Dengan terpaksa Chanyeol pun menjalankan motornya tetapi tatapan nya masih tertuju pada Wendy dan Kai yang tidak berpelukan lagi melainkan Kai tengah mencubit pipi Wendy dengan senang. Kemudian Chanyeol segera mengalihkan pandangan nya pada jalan didepannya,karena dia sanggup melihat kemesraan mereka. Jadi inikah alasan mu menolak ku Wendy. Batin Chanyeol

 

***

“ Taeyeon, kau sudah siap untuk debutmu sore ini ?.” Tanya seorang gadis teman satu traininnya juga.

“ Tentu saja Luna, aku harus siap. Aku sudah menunggu hari ini tiba sejak lama.” Taeyeon tersenyum senang. Ya, hari ini memang debut pertama Taeyeon sebagai penyanyi solo dia baru saja selesai melakukan latihan gladi resik untuk penampilannnya secara live di salah satu acara musik stasiun TV. Dia tidak boleh mengecewakan ibunya, manager, teman teman satu trainernya, dan juga management nya yang sudah memberikan ilmu yang begitu banyak pada gadis itu selama dia menjalani training selama 2 tahun.

“ Bagus, aku sangat suka sikap percaya dirimu itu Taeyeon. Apa kau sudah menghubungi keluargamu untuk datang ke penampilan debutmu hari ini?..”

“ Untung kau mengingatkanku Luna. Terima kasih ya, aku akan menghubungi ibuku dulu.” Taeyeon pun keluar dari studio panggung, dan segera menghubungi ibunya. Tak lama kemudian ibunya pun menjawab telponnya.

“ Eomma, kau dimana?.”

“ Eomma masih dikantor, ada apa?.”

“ Eomma, tidak lupa untuk datang hari ini kan?. Pokonya Eomma harus membatalkan semua rapat dan kegiatan lainnya yang menyangkut dengan pekerjaan Eomma !.”

“ Iya, sayang. Eomma tidak akan lupa. Pokonya aku akan menghubungimu jika sudah sampai disana. Sudah dulu ya, Eomma harus rapat. Bye..jaga kesehatanmu sayang.”

Taeyeon tersenyum senang, akhirnya ibunya akan datang mendukung penampilannya.

 

***

Chanyeol baru saja akan pergi keluar kelas karena jam sekolah telah selesai, tapi tiba tiba Baekhyun menahan bahunya.

“ Chanyeol, kau mau kemana?.” Tanya Baekhyun dan disusul oleh Sehun dan D.O.

“ Pulanglah. Memangnya mau kemana lagi.”

“ Kau tidak akan ikut?. Katanya Kai akan mentraktir kita, merayakan hari jadinya dengan-“

Ucapan Baekhyun dipotong Chanyeol. Pria itu sudah tahu, pasti Kai sudah menyatakan perasaannya pada Wendy. Pria itu pasti mau pamer kebahagiaan.

“ Tidak, aku tidak ikut. Kalian saja sana !.” Chanyeol langsung pergi meninggalkan mereka bertiga yang keheranan.

“ Lho, ditraktir makan tidak mau. Dasar !.” Umpat Baekhyun yang sedikit kesal pada Chanyeol.

“ Sudahlah biarkan kan saja dia. Ayo kita temui Kai !. Kira kira di cafe mana dia akan mentraktir kita.” Sehun pun merangkul sahabatnya itu dan pergi menuju kelas Kai bersama D.O yang mengikutinya dari belakang.

Sekarang mereka telah sampai di sebuah Cafe yang cukup terkenal. Kai sengaja telah memesan satu meja besar untuk mereka semua.

“ Selamat ya Seulgi, aku tidak menyangka kau gadis yang Kai sukai.” Ucap Joy memeluk sahabatnya itu.

“ Iya, awalnya aku pikir Kai menyukai Wendy. Makanya dari kemarin kita selalu meledeki Wendy.”

“ Iya tidak apa apa. Terima kasih ya kalian memang sahabatku yang terbaik. Terutama Kau Wendy, awalnya aku sempat kesal dan cemburu melihat kedekatanmu dengan Kai. Tapi ternyata-“

“ Sudahlah berhenti membuat drama, sekarang saat kita memesan makanan.

Aku sudah lapar !.” Ujar Sehun dan diberi anggukan oleh Baekhyun. Kai pun segera memanggil pelayan untuk memesan makanan.

 

***

 

Chanyeol tidak berniat pulang cepat hari ini, dia butuh ketenangan sekarang.Dan dia sengaja meninggalkan motornya disekolah, hari ini dia ingin berjalan jalan disekitar taman kota.

 

Chanyeol POV

Apa ini sebuah karma bagiku karena dulu aku telah menyia-nyiakan gadis yang begitu baik dan penyabar seperti Wendy. Tuhan jika aku bisa memutar waktu, aku ingin saat itu hatiku hanya terpaut pada satu gadis saja yaitu Wendy. Sekarang semuanya sudah terlambat, Wendy sudah memilih Kai dari pada aku. Bahkan hari ini mereka tengah bersenang senang disana. Aku memang bodoh, dan tidak tahu diri. Berapa kali aku sudah menyakiti perasaan gadis itu?. Aku memang pantas mendapatkan hukuman ini. Apa aku perlu mengucapkan selamat pada Wendy?. Tapi aku benar benar tidak sanggup untuk melihat kemesraan mereka saja aku enggan apalagi untuk mengucapkan selamat.

 

***

Saat pelayan menyajikan makanan yang mereka pesan. Cafe itu tengah menyiarkan sebuah acara musik di televisi, dan Wendy sedikit terkejut saat melihat seorang gadis cantik tengah bernyanyi.

“ Eonni.” Ucap Wendy. Namun teman temannya tidak ada yang mendengar ucapan gadis itu. Wendy sangat yakin itu adalah kakaknya yang sudah lama ia rindukan.

“ Siapa penyanyi itu?.” Tanya Sehun pada teman temannya yang juga tengah menonton penampilan gadis cantik itu ditelevisi.

“ Suaranya bagus. Sepertinya dia penyanyi baru.” Sahut Baekhyun.

Wendy berdiri dari duduknya dan menahan tangan si pelayan. “ Apa kau tahu, dimana gadis itu bernyanyi?.” Tanyanya.

“ Sepertinya stasiun TV MBC.” pelayan itu pun langsung pergi dari hadapan Wendy.

“ Teman teman, aku harus pergi sekarang. Ada urusan yang sangat penting. Kalian bersenang senanglah..” Gadis itu langsung pergi keluar cafe dengan membawa tas sekolahnya. Dan segera mencari taksi yang masih kosong. Sementara Teman temannya bingung kemana gadis itu akan pergi.

 

***

Seorang crew acara musik itu memasuki ruangan Taeyeon sebagai bintang tamu acara musik. dan memanggil gadis itu untuk bersiap siap menaiki panggung karena sekarang gilirannya tampil. Luna dan manager Taeyeon yang ikut menemaninya diruangan itu memberi dukungan untuk gadis itu. Taeyeon pun menaiki panggung, dan betapa terkejutnya Taeyeon penontonnya begitu banyak. Dia memang sedikit gugup tapi setelah melihat ibunya melambaikan tangannya di tempat duduk tribun penonton, gugupnya langsung hilang.

Musik pun telah diputar dan dia pun mulai menyanyikan lagu yang berjudul ‘ I ‘

dengan ditemani oleh seorang rapper yang telah disiapkan sebelumnya. Menambah penampilan Taeyeon semakin memukau. Apalagi saat gadis itu menyanyikan nada tinggi, membuat semua penonton berdecak kagum.

 

Dilain tempat Wendy masih diperjalanan untuk menemui kakanya, setelah sampai Wendy pun turun dari taksi dan memasuki gedung televisi. Kemudian menemukan kakanya masih tampil di atas panggung. Dia tidak salah lagi itu memang benar benar kakakanya, gadis itu benar benar senang bisa melihat kakaknya lagi.

“ Anyeongaseo…Joneun Kim Taeyeon imnida. Sebelumnya saya sangat berterima kasih pada manager, teman teman saya, dan tentunya Eomma yang selalu mendukung saya selama ini. Ini adalah penampilan debut pertama saya. Saya berharap kalian bisa menyukai lagu ini. Kamsamida…” Taeyeon pun segera turun dari panggung. Kemudian Wendy yang melihat kakaknya turun dari panggung, langsung menghampirinya. Bahkan dia rela berdesak desakan dengan penonton demi bertemu kakaknya itu.

“ Eonni…” Akhirnya Wendy berhasil menghampiri Taeyeon dan sekarang gadis itu langsung memeluk kakaknya. Membuat penonton dan semua orang yang melihatnya merasa bingung.

“ Aku merindukanmu Eonni.” ucapnya sampai berlinang air mata.

“ Apa yang kau lakukan?. Aku tidak mengenal dirimu.” Taeyeon langsung melepaskan pelukan gadis itu karena dia tidak ingin ada orang yang berpikiran macam macam padanya.

“ Eonni, aku adikmu. Son Wendy.”

“ Security, tolong usir gadis ini. Mungkin dia salah satu penggemar Taeyeon, makanya dia mengaku-ngaku. “ Ucap Ibunya yang menghampiri mereka berdua.Dan membawa Taeyeon ke backstage.

Security pun langsung menarik kedua tangan Wendy.“ Eomma, aku ingin bertemu Eonni. Tolong lepaskan aku…”

Kini Wendy sudah berada di luar gedung. Dia menangis karena tidak bisa bertemu kakaknya.

Kenapa Eonni mengusirku, apa kau masih membenciku Eonni. Batin Wendy.

 

Taeyeon langsung meneguk sebotol air hingga habis. Dia tidak menyangka kenapa Wendy bisa melihatnya ada disini.

“ Eomma, bagaimana jika orang orang akan curiga. Jika aku ini kakak Wendy.” Sekarang mereka berdua tengah berada didalam mobil. Taeyeon memutuskan segera pulang ke apartementnya, menggunakan mobil ibunya.

“ Tidak akan, lagi pula kau sudah merubah margamu mengikuti ibu,kan?!. Jadi kau tak perlu khawatir.”

“ Kenapa sih, dia selalu saja berusaha menghancurkan karirku. Awas saja, jika kejadian tadi sampai mengganggu karirku.” Taeyeon mengalihkan pandangannya keluar kaca mobil.

 

***

Wendy masih berjalan sendirian di trotoar, waktu sudah menujukan pukul 8, tetapi dia belum juga pulang. Dia masih memikirkan hal yang baru saja terjadi. Ibu dan kakaknya tidak mengakui dirinya sebagai keluarga. Dan itu membuat dirinya malu, apalagi didepan semua penonton. Tiba tiba Wendy langsung teringat pada kesalahannya beberapa tahun yang lalu. Saat itulah persaudaraan antara dia dan Taeyeon menjadi hancur.

 

Flasback

-Canada, 2008-

“ Aku tidak berbohong…” Teriak seorang gadis bertubuh gendut berusia 11 tahun , karena sedari tadi teman temannya selalu mendesak pertanyaan yang sama.

“ Tidak mungkin kau itu adik kandung Taeyeon eonni. Lihat secara fisik saja kalian berbeda, Taeyeon eonni begitu cantik dan langsing. Sementara kau jelek dan gendut. Mana mungkin kau itu adiknya. Cepat katakan yang sejujurnya !.”

“ Hey, berhenti kalian !.” Teriak seorang gadis berusia 13 tahun menghampiri mereka.

“ Apa yang kalian lakukan pada adikku?. Kalian ini, selalu saja mengganggunya !.”

“ Taeyeon eonni. Apa benar Wendy adalah adikmu?.” Tanya salah satu gadis yang selalu membuli Wendy.

“ Nde, Wendy memang adikku. Kenapa?. Sana pergi !. ”

Karena takut, ketiga gadis itu pun pergi meninggalkan mereka.

“ Eonni, kau tidak malu mengatakan pada mereka jika aku adikmu?.”

“ Kenapa harus malu, aku sangat bangga punya adik sepertimu. Kau itu begitu berani menghadapi mereka !.” Taeyeon pun mengelus rambut Wendy sayang.

Wendy tersenyum senang mendengar penuturan kakaknya itu. Memang disekolah itu Wendy dan Taeyeon selalu dibanding bandingkan. Taeyeon begitu cantik ,aktif dan populer, sedangkan adiknya seorang yang pendiam, kutu buku, dan selalu di buly karena bertubuh gempal. “ Aku tidak perduli jika ada 1000 orang yang menghinaku. Asalkan eonni selalu membelaku dan melindungiku, aku sudah sangat senang.”

“ Iya, aku berjanji akan selalu melindungimu dari orang orang yang akan menyakiti adikku yang manis ini hehe.” Mereka pun tertawa bersama.” Ya sudah, ayo kita pulang. Ibu pasti sudah menunggu.”

“ Eonni selamat ya, kau terpilih menjadi penyanyi di acara perpisahan kelas 3.” Wendy dan Taeyeon memang satu sekolah. tetapi, Wendy masih menduduki kelas 6 sekolah dasar, sedangkan Taeyeon sudah menduduki kelas 2 sekolah menengah. Selain itu walaupun mereka tinggal di canada, Wendy lebih suka memanggilnya eonni. Dan teman temannya pun ikut memanggilnya eonni karena mereka tahu Wendy dan Taeyeon keturunan korea. Tetapi jika dalam berbicara sehari hari mereka memang terbiasa berbahasa inggris.

“ Iya terima kasih.”

 

Setelah sampai dirumah Wendy langsung berteriak memanggil ibunya.

“ Eomma, we are home.” Kemudian ibunya pun segera menghampiri mereka di ruang tengah.

“ Eomma, Taeyeon eonni akan bernyanyi di acara perpisahan nanti.” Ibunya begitu terkejut sekaligus senang melihat putrinya yang sangat berbakat. Lalu Ny. Son memeluk Taeyeon karena senang. “ Ibu sangat senang mendengarnya. Ibu bangga sekali denganmu.” Terkadang Wendy sedikit iri melihat Taeyeon yang selalu membuat ibu dan ayahnya bangga. Tapi gadis itu segera menghilangkan rasa iri nya itu, dan menggantikan nya dengan rasa bangga pada kakaknya. Bahkan dia menjadikan kakaknya itu sebagai idolanya.

“ Taeyeon, eomma memasakan makanan kesukaanmu. Ayo kita makan.” Mereka bertiga pun menghampiri meja makan. Sementara ibunya tengah menuangkan nasi dan daging bulgogi kedalam piring Taeyeon.

“ Eomma, boleh aku minta daging itu juga. Aku tidak sampai menjangkaunya.” Ujar Wendy.

“ Kau itu manja sekali. Ambil sendiri ! . Kau kan bisa berjalan kesini.”

“ Berikan piringmu Wendy, biar eonni yang ambilkan.” Wendy tersenyum senang saat kakaknya mau membantunya mengambilkan makanannya.

 

Kantin sekolah begitu ramai hari ini, membuat Wendy sedikit malas untuk makan dikantin. Seharusnya dia membawa bekal saja dari rumah. tapi karena dia sangat haus saat ini, makanya dia memaksakan diri untuk pergi kekantin. Dan sekarang dia harus mengikuti antrian panjang hanya untuk membeli sebuah minuman dingin.

 

“ Aku punya ide untuk menjahili si gendut itu. Mungkin kemarin kita gagal, tapi sekarang aku yakin tidak akan gagal lagi.” Ucap Seorang gadis yang selalu membuli Wendy bersama dua orang teman temannya menghampiri Wendy yang tengah mengantri.

“ Hai, Wendy.” Sapa gadis itu. Wendy sempat memutuskan untuk pergi dari hadapan mereka, tapi gadis itu menahan lengannya.

“ Kau jangan pergi. Aku dan teman temanku, ingin meminta maaf padamu.”

“ Iya Wendy,maafkan kami ya.” Sahut temannya yang lain.

“ Iya, aku sudah memaafkan kalian kok.” Begitu mudah bagi mereka untuk membohongi Wendy. “ Kalau begitu, kau mau kan menerima minuman ini. Sebagai permintaan maaf dari kami.” Tanpa berpikir lama Wendy pun menerima minuman itu, karena pada dasarnya dia juga sangat haus sekarang. Dari pada dia harus mengantri lama lebih baik dia menerima minuman itu. “ Terima kasih.” Senyum Wendy mengembang dari bibirnya.

“ Kalau begitu kita pergi dulu, bye…” Ketiga gadis itu langsung meninggalkan Wendy dengan senyuman sinis karena berhasil menipu gadis itu.

“ Memangnya apa yang kau masukan kedalam minuman itu,Herin?” Tanya temannya saat mereka telah berjalan menjauh dari Wendy.

“ Suatu obat, yang dapat menghilangkan suaranya.”

“ Kau serius?. Waw, brillian. Tapi efek obat itu berapa lama?.”

“ Entahlah, aku tidak tahu dosis nya akan sampai kapan. Mungkin paling lama satu bulan.”

 

Wendy pun mencari tempat duduk untuk meminum minumannya. Hampir saja gadis itu akan meminum minuman itu, tiba tiba datang Taeyeon yang terlihat kelelahan karena baru selesai dari pelajaran olah raga.

“ Eonnii… sini duduk.” Wendy pun memberikan tempat duduk untuk Taeyeon.

“ Terima kasih, aku haus. Tapi antriannya panjang sekali.”

Karena merasa kasihan dengan kakaknya yang begitu kelelahan, maka Wendy terpaksa memberikan minuman yang sedari tadi ingin sekali dia minum.

“ Ini Eonni, minumannya untukmu saja.”

“ Kau serius?. Oh, gomawo Wendy. Kau memang sangat baik.” Taeyeon pun menerima minuman itu dan segera meminumnya.

“ Hah…leganya, minuman ini segar juga. Ya sudah, eonni kembali ke lapangan dulu ya. Bye…”

Wendy pun kembali kekelasnya dan menahan haus, karena ternyata bel masuk telah berbunyi.

Saat gadis itu akan memasuki kelas, terdengar suara minta tolong dari arah lapangan. Dan semua murid yang mendengarnya langsung menghampiri siswi yang berteriak itu. Sepertinya ada seorang murid yang tengah kesakitan dilapangan sana. Saat siswi itu dibawa keluar lapangan, Wendy dapat melihat kalau kakaknya yang tengah di bopong oleh teman temannya ke ruang UKS.

“ Eonni , Ada apa dengan Taeyeon eonni ?. “ Tanya Wendy saat menghampiri teman kakaknya.

“ Entahlah Taeyeon bilang tenggorokannya serasa terbakar. Kau adiknya Taeyeon, kan?. Ayo ikut aku !.” Wendy pun mengikuti mereka ke UKS. Dan perawat UKS menyarankan Taeyeon untuk dibawa ke rumah sakit saja, karena takut penyakitnya akan semakin parah.

“ Apa sebelumnya dia memakan sesuatu?.” Tanya perawat UKS.

“ Iya tadi dia sempat meminum minuman ini.” Jawab salah satu teman Taeyeon kemudian gadis itu memberikan minumannya pad perawat.

“ Baiklah aku akan memeriksakan minuman ini ke lab. Agar kita tahu minuman ini mengandung racun atau tidak.” Teman temannya langsung mengantarkan Taeyeon ke rumah sakit.

“ Eonni, aku juga ingin ikut.”

“ Ya sudah. ayo..”

Setelah sampai dirumah sakit, dokter tengah berbicara dengan ibunya Taeyeon. Sementara Wendy dan teman teman Taeyeon menunggu diluar.

“ Eomma, apa yang terjadi pada Taeyeon Eon- “ Mereka semua langsung terkejut saat melihat Ibunya menampar pipi Wendy.

“ Apa yang kau lakukan padaTaeyeon?!.” Teriaknya menahan amarah.

“ A-aku tidak melakukan apapun Eomma.”

“ Bohong, kau pasti berniat mencelakakan Taeyeon kan?. JAWAB.” Wendy menggelengkan kepalanya dan langsung menangis saat ibunya membentak dirinya didepan semua orang.

“ Taeyeon bilang kau yang memberikan minuman itu padanya, kan?.Dan sekarang, dia tidak bisa berbicara karena minuman itu mengandung racun !..” Dokter yang menangani Taeyeon pun mencoba menenangkan Ny. Kim yang terlihat begitu marah.

“ Iya, memang aku yang memberikannya pada Eonni. Tapi aku tidak tahu jika minuman itu beracun Eomma.” Wendy pun berusaha meraih lengan ibunya. Tetapi Ny. Kim malah menepisnya dan kembali kedalam ruang rawat Taeyeon. Sementara Wendy masih menangis sesegukan.

“ Jadi kau yang memberi minuman itu padanya?. Aku tak menyangka, apa salah Taeyeon padamu?!. Dia selalu membelamu dari orang orang yang membulimu, tapi ternyata ini balasan atas perbuatannya.” Teman teman Taeyeon pun ikut membenci Wendy dan pergi memasuki ruang rawat Taeyeon juga. Sekarang semua orang salah paham padanya, tapi hanya satu harapan Wendy. Semoga kakaknya tidak akan salah paham padanya juga.

 

Taeyeon sudah keluar dari rumah sakit, dan dalam beberapa hari ini Taeyeon harus beristirahat dirumah. Setelah pulang sekolah, Wendy diam diam memasuki kamar Taeyeon untuk melihat keadaan kakaknya itu . Karena dari kemarin ibunya tidak pe rnah mengizinkan nya untuk bertemu Taeyeon.

“ Eonni…” Wendy dapat melihat Taeyeon tengah berdiri menghadap jendela kamarnya.

“ Eonni…” Wendy pun menghampiri kakaknya itu dan menyentuh pundaknya. Wendy langsung terkejut saat Taeyeon menepis tangannya dengan kasar dan menatap nya lekat.

Karena Taeyeon tidak bisa berbicara, sehingga gadis itu hanya bisa berkomunikasi dengan orang lain lewat buku yang dia tulis.

PERGI KAU DARI SINI !!. AKU TIDAK INGIN MELIHATMU LAGI.

Tetapi Wendy tetap berdiri ditempat walau Taeyeon sudah mendorongnya sampai terjatuh pun gadis itu tidak mau pergi.

“ Eonni, dengarkan aku dulu. Kau jangan salah paham, aku tidak ada niat untuk mencelakaimu. Sungguh eonni, aku menyayangimu eonni.” Wendy berdiri kembali dari duduknya. Dan kemudian Taeyeon menulis sesuatu kembali di buku nya.

AKU MEMBENCIMU SON WENDY…

“ Tolong eonii, jangan membenciku. Aku mohon, bukan aku yang memasukan racun kedalam minuman itu.”

Kemudian Taeyeon pun melempar gelas yang ada di meja dekat tempat tidurnya. Dan hal itu membuat ibunya datang ke kamar.

“ Taeyeon ada apa?.” Ibunya langsung terkejut melihat Wendy ada di kamar itu. Padahal dia sudah melarang gadis itu untuk tidak masuk ke kamar Taeyeon. Ny.Son langsung menyeret Wendy keluar dari kamar Taeyeon.

“ Aku sudah bilang jangan menemui Taeyeon !. Kau ini selalu membuat keributan !.”

“ Eomma, tapi aku ingin menjelaskan semuanya pada Taeyeon eonni.”

“ Tapi, dia tidak akan pernah mau mendengar perkataanmu. Bahkan menemui dirimu pun tidak mau. Jadi jangan lagi masuk kekamarnya !. Kalau kau sampai berani, ibu akan mengurungmu dikamar seharian !.” Ny.Son segera meninggalkan Wendy dan masuk ke kamar Taeyeon untuk melihat keadaan gadis itu.

 

Perpisahan kelas 3 telah tiba, dan seharusnya Taeyeon bisa bernyanyi di acara yang besar ini. Tetapi karena keadaanya yang tidak memungkinkan, maka seorang pelatih musik harus mencari pengganti gadis itu.

“ Mister, aku tahu orang yang cocok bernyanyi menggantikan Taeyeon eonni.” Ucap Herin saat menghampiri pelatihnya itu. Herin dan teman temannya juga ikut menjadi penampil di acara perpisahan.

“Siapa?.”

“ Son Wendy. Dia punya suara yang bagus .”

“ Baiklah, saya akan menyuruh seseorang untuk mencarinya.” Herin pun menganggukan kepalanya senang. Sementara teman temannya masih belum mengerti apa rencana Herin selanjutnya.

“ Kenapa kau menyuruh Wendy untuk tampil ?.”

“ Agar Taeyeon eonni, semakin membencinya.” Seringaian nya membuat teman temannya tersenyum puas.

Wendy merasa tahun tahun akhir di sekolahnya, semakin membosankan dan menyedihkan saja. Terutama karena kakaknya yang sekarang membencinya, dan teman teman yang membulinya semakin banyak karena tidak ada lagi pelindung untuk Wendy seperti Taeyeon yang selalu menjaganya.

Saat melewati sebuah lorong, tiba tiba seseorang memanggil namanya.

“ Kau Son Wendy kan?.”

“ Ayo, ikut aku !.” Seseorang itu pun membawa Wendy ke ruang ganti dan mendandaninya.

“ Kenapa aku didandani seperti ini ?. Aku bukan penampil di acara perpisahan ini.”

“ Sudah, mister David bilang kau bisa bernyanyi. Jadi kau yang akan menggantikan kakakmu di atas panggung.”

“ Tidak, aku tidak mau.” Wendy pun terpaksa menaiki panggung karena badannya di dorong ke atas panggung. Mau tidak mau Wendy pun harus tampil, jika dia harus turun dari panggung. Itu akan sangat memalukan. Gadis itu pun mencoba berjalan ke tengah panggung dan meraih mix dan bernyanyi menghibur semua penonton.

Sementara Taeyeon dan ibunya yang duduk di bangku penonton, tampak kesal dan semakin membenci Wendy.

“ Wendy, jadi ini rencanamu mencelakai Taeyeon, agar kau bisa merebut posisinya di acara ini.” Saat Wendy baru saja turun dari panggung tiba tiba ibunya datang bersama Taeyeon kemudian memarahinya.

“ Tidak eomma, aku juga dipaksa naik ke atas panggung. Kalian jangan salah paham.”

“ Bohong, ayo Taeyeon kita pergi.” Taeyeon menahan tangan ibunya dan menuliskan sesuatu di buku kecilnya.

KAU BUKAN ADIKKU LAGI WENDY…

Setelah itu pergi meninggalkan gadis itu sendirian. Sementara Wendy langsung menangis karena terkejut kakaknya benar benar sangat membencinya.

Sesampainya Wendy dirumah, ayahnya dapat melihat raut wajah putrinya yang pucat.

Sehingga itulah yang membuat ayahnya menghampiri Wendy itu dikamarnya.

“ Wendy, kau sudah makan?.” Tanya ayahnya saat melihat Wendy tengah duduk di ujung tempat tidurnya.

“ Belum, ayah. Nanti saja, aku tidak lapar.”

“ Kau kenapa?. Kau tidak semangat sekali hari ini.” Tn.Son pun mengelus rambut Wendy sayang.

“ Ayah, apa aku ini adik yang jahat?. Aku ini telah mencelakai eonni ku sendiri, dan selalu membuat eonni malu karena punya adik yang gendut, jelek, tidak populer,kutu buku, dan selalu dibuly disekolah.Dan-”

“ Wendy, kau jangan berkata seperti itu. Itu sama sekali tidak benar, kau tidak mungkin mencelakai kakakmu sendiri. Ayah percaya padamu. Sekalipun ada 1000 orang yang berkata seperti itu, tapi ayah tetap percaya padamu. Dan, kau harus ingat kau itu cantik, sangat cantik. Kau baik, kau pintar, kau kuat dan kau anak yang selalu menuruti apa kata orang tuanya.” Wendy selalu merasa tenang jika ayahnya sudah menghiburnya seperti itu.

“ Jadi kau jangan merasa rendah diri dengan dirimu sendiri. Tunjukan pada semua orang Wendy yang kuat, dan tidak pernah menyerah.”

“ Terima kasih ayah, ayah yang selalu menguatkanku.”

“ Besok, kau harus bangun pagi. Kita akan olah raga bersama, okay !.”

“ Tapi kan besok hari libur sekolah. Aku ingin tidur saja ayah.”

“ Hey, kau jangan malas malasan. Ayah yakin suatu saat nanti kau akan berterima kasih padaku, jika besok kau bangun pagi dan berolah raga dengan ayah.”

“ Memangnya ada apa?.”

“ Sudah kau turuti saja, ingat besok pagi ya.”

 

Keesokan harinya mereka berdua tengah berolah raga bersama di taman kompeks.

“ Ayah, aku lapar. Kita pulang yuk !.”

“ Hey baru juga beberapa menit kita berolah raga. Pokonya mulai hari ini, setiap pagi ayah akan membangunkanmu untuk berolah raga bersama. Kemudian ayah akan mengatur pola makanmu dan porsi makananmu. No junkfood No soda.”

“ Why?.”

“ Ayah ingin anak anak ayah hidup dengan sehat, dan ayah juga akan mengatur jenis makanan kau dan kakakmu. Agar tidak terjadi lagi hal yang sama seperti yang kakakmu alami. Okay !.”

Sejak saat itu Wendy rajin sekali berolah raga sebelum dia berangkat ke sekolah, kemudian mengatur pola makan, mengurangi porsi makan, dan memilih makanan yang lebih sehat.

“ Ayah…Ayah…” Panggil Wendy dan ternyata dia menemukan ayahnya dimeja makan.

“ Ada apa Wendy?.”

“ Ayah lihat, rok dan baju seragamku kebesaran saat aku pakai. Aneh kan?. Padahal baju ini yang selalu aku pakai setiap hari. Kenapa tiba tiba jadi kebesaran.”

Ayah nya langsung tertawa kecil saat melihat putrinya begitu polos.

“ Wendy, bukan rok nya yang kebesaran, tapi badanmu sudah mengecil sekarang. Sini ikut ayah ! ” Tn.Son menngajak Wendy ke kamar dan bercermin dikaca.

“ Lihat tanganmu mengecil, perutmu mengecil, pahamu mengecil, kakimu mengecil, dan pipimu yang tembem ini menjadi tirus sekarang.”

“ Jadi aku-“

“ Wendy, ayah sengaja mengatur pola makanmu, porsi makanan dan olah raga yang teratur, Agar kau semakin percaya diri dengan dirimu. Ayah merubahmu seperti ini, bukan ingin kau jadi kurus. Tetapi ingin kau menjadi lebih sehat. Nah, sekarang ayah akan membelikan seragam baru untukmu. Dan kau harus berjanji pada ayah. Kau tetap harus rajin olah raga, dan makan makanan yang sehat. Agar kau bisa mempertahankan berat badanmu yang seperti ini.”

“ Gomawo, appa . “ Wendy pun segera memeluk ayahnya.

Flasback End

Ingatan masa lalu itu teingat kembali di benak Wendy seperti cuplikan film. Sampai gadis itu tidak sadar bahwa hujan telah turun. Semua orang yang tadinya berlalu lalang dijalanan, kini memilih berteduh sebentar menunggu hujan reda. Tetapi berbeda dengan gadis ini dia terus saja berjalan tanpa perduli rambut dan baju nya sudah basah semua.

 

***

Chanyeol yang niatnya akan berteduh dari hujan tiba tiba dia mendengar tangisan seseorang di taman itu. Karena pria itu penasaran, maka Chanyeol pun memutuskan untuk mengikuti sumber suara itu. Dan dia menemukan seorang gadis dengan seragam yang sama dengannya tengah duduk di ayunan sambil menangis kencang. Tak perduli sekarang dia juga ikut kebasahan karena tidak membawa payung, Chanyeol segera menghampiri gadis itu.

“ Wendy..” Pria itu begitu terkejut. Kenapa dia ada disini?.Seharusnya dia tengah bersama Kai sekarang. Batin Chanyeol.

Wendy berusaha menghindari pria itu, tetapi pria itu sempat menahannya.” Kau mau kemana?.”

“ Tinggalkan aku sendiri !.” Gadis itu langsung melepaskan tangan Chanyeol dari lengannya. Tetapi Chanyeol tetap saja menahannya. “ Tidak. Aku tidak akan pergi. Kenapa kau hujan hujanan seperti ini?. Pasti ada sesuatu yang sudah terjadi. Kemana Kai, seharusnya kau bersama dia.”

“ Kenapa kau begitu perduli?. Aku bukan siapa siapa bagimu. Jadi jangan ikuti aku !.” Gadis itu dapat melarikan diri dari Chanyeol. Tetapi pria itu dapat menarik Wendy kedalam pelukannya.

“ Aku mencintaimu, apa kau masih tidak mengerti juga?!. Walaupun kau sekarang adalah kekasih Kai, tapi tetap saja perasaan ini tidak bisa hilang. Tolong jangan menghindariku lagi.”

“ Apa yang kau bicarakan Chanyeol, aku dan Kai tidak-“ Tiba tiba Wendy sudah jatuh dari pelukan Chanyeol. Gadis itu tiba tiba pingsan.

“ Wendy, bangun Wen…” Chanyeol segera membawa gadis itu mencari taksi dan untungnya ada satu taksi yang masih beroperasi dimalam hari ini dan ditengah hujan yang begitu deras.

Karena rumah Chanyeol lebih dekat dari taman itu, pria itu pun membawa Wendy ke rumahnya. Lagi pula dirumah juga ada pembantu Chanyeol yang bisa membantunya.

Setelah sampai di rumah Chanyeol segera membawa gadis itu ke kamar tamu yang memang disediakan di rumahnya. Setelah itu Chanyeol menyuruh pembantunya untuk mengganti pakaian Wendy menggunakan pakaian almarhum ibunya yang masih tersimpan rapi dan bersih dilemari. Sementara Chanyeol mengganti pakaiannya juga di kamarnya.

“ Tuan Chanyeol,nona itu tengah deman sekarang.” Ucap pembantunya yang baru saja keluar dari kamar Wendy.

“ Kalau begitu, siapkan air untuk mengompresnya.” Pembantunya pun menuruti perkataan Chanyeol, kemudian pria itu memasuki kamar Wendy dan melihat keadaannya.

 

Sementara lantai bawah, datang ayahnya Chanyeol yang baru saja pulang dari kantornya.

Tn. Park merasa aneh karena ia melihat lantai rumahnya begitu basah dan banyak air. Selain itu Tn.Park juga melihat pembantunya berjalan terburu buru membawa wadah kecil menaiki tangga dan berjalan menuju ke arah kamar tamu. Saking terburu burunya, pembantunya itu sampai tidak mengetahui kedatangan tuannya.Karena penasaran apa yang sudah terjadi, maka Tn. Park pun berjalan ke kamar tamu itu juga.

“ Chanyeol. Siapa gadis itu?.” Tanya Tn.park saat memasuki kamar itu, pembantu yang sedari tadi membantu Chanyeol segera keluar dari kamar itu karena tidak ingin melihat Tn.Park marah karena putranya berani membawa seoarang gadis ke rumah.

“ Ayah, dia temanku. Dia tiba tiba pingsan karena kehujanan. Makanya aku membawanya kesini. Karena jika dirumahnya tidak ada siapapun disana.”

“ Iya, ayah mengerti. Ayah hanya takut terjadi apa apa. Karena tiba tiba pembantu kita begitu terburu buru. Lantai di bawah juga sangat basah.”

“ Iya ayah maafkan aku. Membuatmu jadi khawatir.”

“ Apa gadis itu, gadis yang sama dengan gadis yang kau temani dirumah sakit ?.”

“ Iya, namanya Son Wendy.”

“ Ya sudah, kalau begitu ayah pergi ke kamar dulu.” Chanyeol pun kembali mengompres gadis itu agar demamnya cepat turun.

 

Keesokanharinya Wendy begitu terkejut saat dia berada dikamar yang asing. Bukan kamar miliknya.

“ Selamat pagi..” Sapa Chanyeol dengan membawa nampan sarapan untuk Wendy.

“ Chanyeol. Kau yang membawaku kesini?. Apa ini rumahmu?.”

“ Tentu saja, aku yang membawamu kesini. Kau semalam tiba tiba saja pingsan.” Pria itu segera menaruh nampannya pada meja disamping tempat tidur.” Sekarang kau sarapan dulu ya. Aku sudah membuatkanmu bubur.” Wendy pun hendak meraih manguk berisi bubur dari tangan Chanyeol, tapi pria itu menahannya.” Biar aku saja yang menyuapimu.”

“ Tapi aku bisa sendiri-“ Wendy tidak bisa membantah lagi, karena pria itu telah menyodorkan sendok berisi bubur ke arahnya. “ Bagaimana, enak tidak?.” Tanyanya.

Gadis itu hanya menganggukan kepalanya. “ Chanyeol, siapa yang menggantikan pakaianku ini?. Bukan kau kan?.”

“ Iya bukanlah. Pembantuku yang mengantikannya. Aku senang baju ibuku begitu pas di badanmu. Dan kau juga terlihat cantik memakai pakaian itu.” Entah kenapa pipi Wendy jadi memerah karena Chanyeol memujinya.” Wah, pipimu memerah. Kau senang kan aku memujimu?.” Chanyeol langsung tertawa saat melihat gadis itu menahan malu.

“ Tidak..biasa saja.”

“ Wendy,sebenarnya semalam itu kau kenapa?. Apa kau sedang ada masalah dengan Kai?.”

“ Kai?. Tidak, aku tidak ada masalah apapun dengannya. Kau sendiri kenapa tidak ikut ke acara kemarin?. “

“ Iya, aku minta maaf. Kau pasti kecewa karena aku tidak datang. Baiklah dengan terpaksa aku harus mengucapkan selamat pada kau dan Kai. Selamat atas hari jadi kalian.”

“ Maksudmu apa?. Hari jadiku dan Kai?.” Wendy langsung tertawa saat mendengar penuturan Chanyeol. Sepertinya pria itu sudah salah pengertian.” Kenapa kau tertawa?.” Tanya pria itu bingung.

“ Kau itu salah pengertian. Kemarin itu bukan perayaan hari jadiku dengan Kai, tetapi hari jadi Kai dengan Seulgi.“

“ Apa??. Ta-tapi bukannya-kemarin.Yes…. jadi kau bukan kekasihnya kai ?.” Wendy merasa heran melihat Chanyeol sebahagia itu dan gadis itu pun langsung menggeleng pelan.

“ Yes…Thanks God. And Thanks Wendy ternyata kau belum menyerahkan hatimu pada pria lain..” Chanyeol langsung memeluk gadis itu karena begitu senang. “ Chanyeol apa yang kau lakukan.“ Wendy tersenyum kecil melihat pria ini begitu senang. Kemudian suara deheman seseorang diambang pintu membuat Chanyeol melepaskan pelukannya pada gadis itu.

“ Ayah…”

TBC

Haloo chingu, balik lagi dengan ff ini.

Makasih banyak buat kalian yang selalu penasaran dengan cerita ff ini hehe.

Semoga di chapter ini rasa penasaran kalian terbayarkan hahaha.

Nah, tunggu saja cerita selanjutnya ya…

And dont forget to coment,like,and critic nya.

Anyeong chingu…

 

 

 

 

 

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Because I Love You – (Chapter 6)

  1. owh jadi penyebab Taeyeon dan ibunya benci banget sma Wendy itu karna salah paham ya.. kasihan Wendy.. 😦
    Cieee yg ketauan dua2an di kamar, jadi di ehem2in sma bapaknya kan.. 😀
    ceritanya makin seru nih..
    di tunggu next chaptnya ya.. Fighting.. 🙂

  2. Hahahah senyum2 sendiri banyangin tingkah chanyeol yang seneng banget pas tau yang jadian sama kai it ternyata seulgi bukan wendy 😁
    Kasian ya wendy dibenci kakak dan ibu.y karena kesalahpahaman.Btw ayah wendy k mana? Kok nggak pernah muncul? D tunggu next chap.y

  3. kasian banget wendy dibenci sama taeyeon yanh salah paham sama wendy. yang sabar yah wendy, tpi ayah wendy kemna knpa nggk ad.? thor ditunggu kelanjutannya yah yg semangat

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s