[EXOFFI FREELANCE] Reason Why I Life (Chapter 14)

REASON WHY I LIFE

 

Tittle/judul fanfic                  : Reason Why I Life

Author                                     : Park Rin

Length                                     : Chaptered

Genre                                      : Romance, Family, Angst

Rating                                     : PG-13

Main Cast&Additional Cast   : Baekhyun

                                                  Park Sung Rin (OC)

                                                  Mingyu Seventeen

                                                  All EXO’s Members

                                                  Ect.

Summary                                 : “Rin adalah tipe orang yang akan bercerita bila dia khawatir dan akan diam bila terjadi masalah dalam dirinya. Rin adalah orang yang tidak ingin membuat orang disekitarnya khawatir dengan dirinya.”

Disclaimer       : FF ini murni buatan author sendiri. Ada beberapa cerita yang mengisnpirasi author dalam membuat karakter disini. Namun, jalan cerita dan alur cerita murni buatan author sendiri. FF ini juga bisa kalian temukan di akun wattpad milik author. Id author @ParkRin98. Baca juga di blog milik author https://parkrin98.wordpress.com/

“Maafkan aku, Gyu.” Ucap Soobin lagi dengan kepala menunduk, tak berani menatap temannya.

“Tidak mungkin…” ucap Mingyu lagi kali ini dengan suara pelan. Air matanya sudah tak terbendung lagi.

***

Chanyeol menghempaskan tubuhnya yang serasa mau remuk itu ke sofa panjang di dorm-nya yang masih sepi. Para member masih sibuk dengan jadwal individu mereka yang menumpuk, sehingga dorm masih terasa lenggang meskipun matahari sudah hampir terbenam. Puas dengan istirahat singkatnya di sofa, Chanyeol melangkahkan kaki panjangnya menuju kamar mandi dorm  sekedar untuk menyegarkan badannya yang habis mandi keringat di lokasi syuting.

Lima belas menit ber-shower ria, Chanyeol keluar dengan rambut basah dan handuk putih yang melilit di pinggang rampingnya. Tangannya meraih sebuah ponsel pintar hitam di atas meja makan yang terletak tak jauh dari kamar mandi. Ia mulai men-scroll sosial medianya sambil duduk di salah satu kursi meja makan. Sesekali sudut bibir Chanyeol tertarik saat membaca komentar-komentar oleh fansnya.

“Pakai dulu bajumu baru main IG. Memangnya tidak dingin, apa?” Cibir Baekhyun dengan wajah masam, yang entah kapan sudah ada di dorm.

Chanyeol yang sempat terkejut karena kemunculan tiba-tiba Baekhyun hanya menatap sahabatnya itu sambil ikut mencibir. “Wajah sudah masam jangan di masam-masamkan, mandi sana!” Usir Chanyeol sambil meletakkan ponselnya di atas meja makan dan berjalan menuju kamar tanpa menunggu jawaban sahabatnya lagi.

Tak lama Chanyeol keluar dengan celana pendek serta baju putih longgar, ia berjalan kembali ke arah meja makan untuk mengambil ponselnya. Chanyeol tidak melihat tanda-tanda sahabat baiknya disana, ia hanya menangkap suara gemericik air di kamar mandi dan setelah itu Chanyeol dapat menyimpulkan bahwa Baekhyun sedang mandi

Ya! Byun Baekhyun, aku mau pesan jajjangmyeon kau mau tidak?” Teriak Chanyeol di depan pintu kamar mandi.

“Iya! Pesankan juga tangsuyuk.” Jawab Baekhyun didalam sana.

Tanpa menjawab Baekhyun, Chanyeol segera pergi menuju ruang tengah menelepon restoran cepat saji langganan mereka. Kemudian memesang dua porsi jajjangmyeon, 1 porsi tangsuyuk, dan extra mandu.

“Sudah pesan?” Tanya Baekhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya di balas anggukan oleh Chanyeol.

Sambil menunggu pesanan mereka datang, Chanyeol memilih untuk menyalakan tv mencari acara yang bisa di tonton. Tak lama, Baekhyun datang dengan penampilan yang tidak beda jauh dengan Chanyeol. Baekhyun ikut duduk disebelah Chanyeol sambil mem­-pout-kan bibirnya lucu. Chanyeol hanya melirik wajah sahabar super imutnya itu duduk, kemudian ia terkekeh.

“Kau kenapa, heh? Diputuskan Rin?” Tanya Chanyeol asal dan pertanyaannya sukses mendapatkan sebuah hadiah jitakan keras dari sahabat yang lebih tua beberapa bulan dari dirinya itu.

“Jangan asal bicara, Chan.” Kata Baekhyun jengkel.

“Lalu kenapa?” Tanya Chanyeol lagi, kali ini dengan menjewer kedua pipi Baekhyun gemas. Chanyeol benar-benar gemas dengan Baekhyun.

Ya! Jangan jewer-jewer aku.” Sungut Baekhyun sambil menepis tangan Chanyeol dipipinya. “Aku benar-benar dalam mood yang buruk Chan. Kapan kita dapat jadwal keluar negeri?” Kata Baekhyun sambil menghempaskan tubuhnya kesenderan sofa membuat Chanyeol sekali lagi terkekeh, ia sudah mulai mengerti apa yang terjadi dengan sahabat tersayangnya itu.

“Dulu tidak mau keluar negeri, sekarang ingin. Mentang-mentang Rin pindah.” Ledek Chanyeol sambil ikut mengambil posisi menyandar seperti Baekhyun.

Mendengar jawaban Chanyeol, Baekhyun hanya mengeluarkan cibiran halus sambil berjalan ke kamarnya yang terletak di sudut ruang tengah dengan berpintukan tirai. Sudah seminggu Baekhyun tidur disana, alasannya karena kamar yang ia tinggali bersama Suho dan Sehun sekarang terlalu kotor.

Kotornya kamar duo “S” itu membuat Baekhyun benar-benar tidak nyaman, awalnya ia meminta sekamar lagi dengan soulmate keduanya Chanyeol, tapi manager hyung menolaknya mentah-mentah. Alasan si manager menolaknya cukup logis, bila Chanyeol dan Baekhyun disatukan, maka dorm ini tidak akan pernah tenang. Saking tidak tenangnya, manager hyung harus meminum secara rutin obat sakit kepala tiga hari sekali. Oleh karena manager EXO itu mulai khawatir dengan keadaan ginjalnya karena minum obat sakit kepala secara rutin, ia memisahkan Chanyeol dan Baekhyun saat pindah dorm.

Saat mendengar keputusan manager hyung­-nya yang memisahkannya dengan Chanyeol dan menyatukannya dengan duo “S”, Baekhyun langsung menolak mentah-mentah. Siapa yang tidak tahu kejorokan dari kedua member itu? Baekhyu langsung merengek-rengek pada manager-nya itu. Sedangkan Chanyeol? Ia hanya menonton adegan saat itu sambil tersenyum geli. Chanyeol memang tidak terlalu mempermasalahkan dengan siapa ia sekamar. Berbeda dengan Baekhyun yang ingin selalu sekamar dengannya.  Sebagai bentuk protesnya Baekhyun kepada manager-nya karena tidak sekamar dengan Chanyeol lagi adalah dengan membuat kamar dadakan di ruang tengah. Respon manager? Ia hanya membiarkan Baekhyun tidur disana, ia lebih mementingkan kesehatan ginjalnya dari pada mengurusi rajukan Baekhyun,

Kamar Baekhyun di ujung sana cukup nyaman, meskipun hanya berpintukan tirai. Dikamar Baekhyun ada sebuah tempat tidur dan computer untuknya bermain game. Jangan lupakan juga sebuah penghangat udara yang selalu membuatnya nyaman dan hangat sebelum tidur. Selain itu, Chanyeol juga akan menemaninya setiap malam sebelum mereka tidur, membuat Baekhyun lama kelamaan betah dengan keadaanya yang tidak punya kamar.

Terkadang, manager bingung dengan hubungan yang dimiliki Chanyeol dan Baekhyun. Jika dilihat dari kelakuan Baekhyun yang tidak mau lepas dari Chanyeol membuat hubungan mereka seperti hubungan yang spesial. Tapi, bagaimana bisa mereka punya hubungan spesial? Meskipun Chanyeol jomblo, Baekhyun sudah memiliki pacar dan ia begitu mencintai pacarnya tersebut. Alasan terbesar kenapa Baekhyun selalu ingin dekat dengan Chanyeol adalah karena Chanyeol adalah sahabat terbaik yang pernah ia punya. Chanyeol akan mendengarkan semua keluh kesah Baekhyun yang terkadang sepele. Chanyeol juga setia membantu Baekhyun bangkit saat ia sedang terjatuh.

Alasan Chanyeol selalu mau didekati Baekhyun? Simple, Chanyeol hanya merasa begitu nyaman dengan sahabat konyolnya itu. Meskipun Baekhyun jahil, Baekhyun memiliki pikiran yang cukup dewasa sehingga tak jarang Chanyeol meminta saran kepada Baekhyun dalam menjalani hidupnya. Jangan luapakan, Baekhyun yang selalu care dengan Chanyeol. Baekhyun akan bicara selama dua jam atau lebih secara non-stop jika Chanyeol tidak mau makan. Baekhyun akan selalu berlari ditengah malam ke apotek jika tiba-tiba Chanyeol demam dan obat deman di dorm habis. Satu lagi, Baekhyun akan selalu mencarinya dan mengkhawatirkannya jika Chanyeol pergi tanpa kabar.

“Chan-a, sepertinya aku benar-benar harus sekamar lagi denganmu sebelum aku gila.” Ucap Baekhyun setelah keluar dari balik tirai kamarnya kembali menuju sofa.

“Dan setelah kau selamat dari kegilaanmu, manager hyung yang akan gila. Lagipula kenapa kau begitu ingin sekamar denganku lagi? Toh setiap malam aku ditinggal ber-video call dengan Rin.” Jawab Chanyeol sambil menatap kembali layar tv di depannya.

Baekhyun hanya memicingkan matanya. “Chan-a, kenapa kau bisa se-baper itu?”

“Sejak aku ditinggal pacaran sahabatku. Baekhyun-a kau harus segera carikan aku pacar!” Chanyeol yang kini bertingkah gila.

Baekhyun memandang sahabatnya malas. “Aku sudah mengenalkanmu dengan ratusan wanita, tapi tidak ada yang nyantol katamu. Kau selalu mengatakan mereka beginilah, begitu lah.”

“Mungkin benar kata manager hyung. Aku mungkin mencintaimu.” Sahut Chanyeol dengan nada yang sengaja di dramatisir.

“Jijik.” Ucap Baekhyun kemudian.

“Baekhyunaaa, aku mencintaimu.” Teriak Chanyeol dengan bibir sengaja di manyunkan sambil mendekati Baekhyun.

Baekhyun segera mendorong sebal Chanyeool yang ada di dekatnya. Chanyeol yang diperlakukan seperti itu hanya tertawa. Menurut Chanyeol muka Baekhyun yang sebal terlihat begitu lucu.

“Chan-a aku serius, aku benar-benar bisa gila.” Baekhyun memandang Chanyeol yang sedang tertawa itu serius. Mimik wajah Baekhyun juga seketika berubah

“Memangnya kenapa Baek?” Chanyeol menyelesaikan acara tertawanya. Chanyeol tidak ingin membuat Baekhyun mengamuk, jika terus-terusan menggodanya.

“Rin menhilang semenjak  dua minggu lalu. Teleponnya tak diangkat dan smsnya tak dibalas. Apa yang dia lakukan hingga sesibuk itu?” Curhat Baekhyun sambil memandang ponselnya seolah sedang berhadapan dengan Rin.

Chanyeol hanya memandang sehabatnya sebentar. Memang benar, akhir-akhir ini Rin menghilang. Sama seperti Baekhyun, Chanyeol dan member lainnya juga kehilangan kontak dengan Rin semenjak dua minggu yang lalu. Juju saja, Chanyeol bingung dengan Rin sekarang. Semenjak ia mengatakan akan check up, Chanyeol kehilangan kontaknya, member lain pun merasakan hal yang sama. Rin seperti menjauh  dari mereka.

Chanyeol perlahan tenggelam ke dalam pikirannya, ia bahkan tidak mendengarkan Baekhyun yang sibuk mengoceh mengenai kegalauannya. Chanyeol merasa seperti ada yang aneh dengan Rin, kekasih sahabatnya itu.

Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk Chanyeol dan member yang lain mengenal Rin. Rin adalah tipe orang yang akan bercerita bila dia khawatir dan akan diam bila terjadi masalah dalam dirinya. Rin adalah orang yang tidak ingin membuat orang disekitarnya khawatir dengan dirinya. Jadi, apa mungkin Rin menyembunyikan sesuatu mengenai keadaannya? Apakah ada sesuatu yang besar terjadi pada tubuhnya? Apakah sakitnya parah? Ia segera menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha untuk menyingkirkan semua pikiran salah yang entah mengapa hinggap di pikirannya.

“Kau tidak mendengarkanku, Yeol? Kenapa kau menggeleng-geleng saat aku bercerita?” Tanya Baekhyun saat menyadari Chanyeol menatap kosong kedepan, setelah itu menggelengkan kepalanya.

Chanyeol yang tersadar sedang ditatap oleh Baekhyun segera membuang semua pikiran aneh yang masih tersisa di kepalanya. “Aku mendengarkan mu kok, Baek.” Kilah Chanyeol.

Baekhyun hanya menatap Chanyeol aneh, namun kemudian segera melupakan sikap aneh Chanyeol tadi. “Jadi, bagaimana yeol? Kenapa dia tidak menghubungiku?” Tanya Baekhyun sedih.

“Mungkin Rin memang benar-benar stress baek. Jurusan yang ingin diambil Rin itu tidak mudah, meskipun Rin memiliki kemampuan otak diatas rata-rata. Lagipula jangan menggalaukan Rin terus lah Baek. Tidakkah kau juga harus rindu sahabatmu ini?” Canda Chanyeol setelahnya. Jujur saja, selain berusaha menghibur Baekhyun. Kata-katanya tadi juga untuk menghibur dirinya sendiri yang juga merasa kehilangan sosok kekasih sahabatnya itu.

“Kau!” Teriak Baekhyun kesal. Tangannya sudah dikepalkan, siap untuk meninju pelan Chanyeol dihadapannya yang tiba-tiba saja menggodanya.

“Jangan pukul aku Byun Baekhyun, lagipula kata-kataku tidak sepenuhnya salah. Bukankah katamu Rin memang bermimpi untuk kuliah di jurusan itu? Biarlah dia menghilang dulu, toh dia tidak melakukan hal macam-macam.” Chanyeol kemudian memfokuskan dirinya ke televisi dihadapannya. Ia harus mencari pelampiasan lain untuk mengatur pikirannya yang masih bepikir aneh tersbut.

Baekhyun lagi-lagi mengerucutkan bibirnya, kata-kata Chanyeol tidak seratus persen salah. Memang benar Rin harus benar-benar fokus untuk ujiannya, karena kedokteran di unversitas “S” itu benar-benar tidak gampang didapatkan. Baekhyun kemudian makin menenggelamkan tubuhnya di sofa cokelatnya itu, matanya berusaha difokuskan pada acara tv tersebut, mengikuti jejak Chanyeol.

Lima belas menonton, bel apartemen mulai berbunyi. Chanyeol hanya mendengus gusar karena mengetahui petugas pengantar makanan china-nya itu datang disaat tidak tepat. Disaat dirinya sudah masuk sepenuhnya kepada film yang tengah terputar di televisinya itu.

“Baek, buka pintunya sana!” Suruh Chanyeol tanpa melepaskan padangannya dari layar televise tersebut. “Ya! Byun Baekhyun!” Teriak Chanyeol lagi, kemudian menolehkan wajahnya ke arah Baekhyun.

Chanyeol mendapati Baekhyun memejamkan mata dengan deru nafas teratur. Chanyeol hanya tersenyum, Baekhyun pasti sangat lelah karena baru saja menyelesaikan syutingnya tadi. Akhir-akhir ini Baekhyun juga banyak sekali mendapatkan jadwal, sehingga tak jarang Chanyeol mendapati sahabatnya itu hanya tidur dua jam, ya seperti semalam. Chanyeol hanya mengalah dan memilih untuk mengambil makanan baru setelah itu membangunkan sahabatnya.

“Terima kasih.” Ucap Chanyeol ramah setelah menerima dua mangkuk jajjangmyeon dan satu porsi tangsuyuk. O, ya jangan lupakan extra mandu dan acar lobaknya. Saat hendak membayar, mata Chanyeol melihat wajah menunduk dibalik topi itu.

Mata Chanyeol terbuka lebar setelah menyadari pengantar makanannya hari ini adalah seseorang yang ia kenal, seorang wanita mungil yang beberapa hari ini menghilang entah kemana. Dengan cepat Chanyeol meraih lengan itu, namun segera di tepis dan wanita itu beranjak pergi bahkan sebelum Chanyeol memberikan beberapa lembar uang dari tangannya.

Chanyeol masih terkejut berusaha untuk mengejar saat wanita itu mulai berlari, ia menaruh begitu saja makanannya di dalam dorm dekat pintu dan menutup pintu dorm itu cepat. Mata Chanyeol tidak bisa melepas wanita yang tengah berlari menuju lift itu. Wanita itu menekan dengan terburu pintu lift disana berharap pintu lift itu terbuka cepat, namun sepertinya wanita itu sedang sial. Pasalnya angka diatas pintu lift itu masih menunjukan angka dua sedangkan dirinya ada di lantai sepuluh.

Wanita itu melirik sekilas lagi kebelakang, ia bisa melihat Chanyeol yang sedang berlari ke arahnya. Tanpa menunggu lift itu sampai, wanita itu segera berlari menuju pintu darurat. Kaki kecilnya menuruni tangga disana secepat mungkin, berharap agar orang dibelakangnya tidak bisa menangkapnya.

“Tunggu!” Cegat Chanyeol setelah berhasil meraih lengan wanita mungil itu. Beruntung Chanyeol memiliki kaki yang lumayan panjang sehingga bisa dengan cepat menyusul wanita ini.

Wanita itu otomatis berbalik karena tarikan lengan itu. “Ada apa?” Tanyanya pelan, berusaha mengurangi debaran jantungnya yang berdetak cepat.

“Aku belum bayar.” Ucap Chanyeol lagi, nadanya sulit diartikan. Tangan itu menyerahkan beberapa lembar uang Won disana.

Wanita itu bernafas lega, ia pikir Chanyeol tidak menyadari bahwa itu dirinya. Namun, saat tangan putihnya berusaha mengambil uang itu dari tangan kanan Chanyeol. Tangan kiri Chanyeol dengan mudah membuka topinya, membuat rambut panjang bergelombangnya segera terurai. Wanita itu segera menundukan kepalanya, sehingga rambut panjangnya dapat menutupi wajahnya.

“Saya permisi dulu.” Ucap wanita itu setelah rambutnya terurai. Ia juga dengan cepat berbalik berusaha kabur seperti tadi. Namun, tangan kekar Chanyeol dapat dengan mudah meraihnya lagi.

“Apa yang kau lakukan, Rin?” Tanya Chanyeol dihadapannya lugas.

Rin yang ditanya Chanyeol seperi itu hanya menunduk. Tangannya berubah dingin dan kakinya sedikit gemetar. Rin tidak menyangka ia harus ketahuan secepat ini.

TBC

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Reason Why I Life (Chapter 14)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s