[EXOFFI FREELANCE] To Love You More (Chapter 9)

TO LOVE YOU MORE (1)

Tittle/judul fanfic: To Love You More

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Psychology, sad, Self Hurt, Family

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Park Chanyeol(EXO), Kim Hana (OC), Luhan (Singer), Jung Junmyeon (SUHO EXO)

Supporting Cast :

EXO member, Jessica Jung (SNSD) , Bae Irene (Red Valvet)

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17 ( www.wattpad.com/leehaera17 ), semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun, jangan lupa Comment dan Vote di wattpad Author.

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1, ID line : authornim94, twitter : @rawraw_c_raw, pengumuman akan di BM di BBM dan di twitter.

Enjoy!

“Apa yang kau inginkan?” Seorang wanita bertanya pada laki – laki yang ada di depannya,

“Aku ingin mengakhiri semua ini, lagi pula kau juga tidak ingin menikah denganku bukan?” Laki – laki itu bertanya,

“Luhan-sshi, atau lebih tepat, Park Luhan-sshi, apa kau berfikir semua ini akan berakhir dengan mudah?” Wanita berlipstick merah itu bertanya,

“Jika kita bekerjasama, mungkin saja semua ini bisa berakhir dengan mudah,”Luhan menjawab,

“Apa makutmu?” Wanita itu kembali bertanya,

“Kau tidak mengerti Bae Irene, kau menginginkan Park Chanyeol dan hartanya sendangkan aku menginginkan wanita yang ada di sampingnya, tidakkah kita memiliki tujuan yang sama?”

“Cih, untuk apa aku percaya pada orang sepertimu,”

“Dengar Irene-sshi, kau tidak bisa memandangku sebelah mata, karena kau dan aku sama – sama menanggung dosa yang besar, tidak kah kau ingat?”

“Brengsek kau! Wanita itu pantas mati!” Wanita itu bersumpah serapah di depan Luhan,

“Cih, Kau memang wanita iblis Irene-sshi, jangan mengelak!”

“Apa yang kau inginkan?”

“Aku ingin kau membantuku, kau harus bisa merebut Chanyeol dari wanita itu dan membuat perempuan itu jatuh kedalam pelukanku.”

“Wanita, siapa yang kau maksut?”

“Kau akan tau nanti,” Luhan menyandarkan punggungnya pada kursi café yang ia duduki,

“jangan pernah menyentuh Chanyeol lagi, atau kau akan benar – benar mati di tanganku!”

“Cih, aku tidak ada niat untuk membunuh si bodoh itu,” Luhan menyilangkan kedua tangnnya di depan dadanya,

“Jaga ucapanmu,” Wanita itu terlihat marah dengan keadaan.

“Aku akan menghubungimu lagi,” Luhan berlalu dan meninggalkan wanita itu sendirian di tengah café yang cukup ramai.

Di sisi lain dunia dalam dongeng ini, Chanyeol dan Hana di temani orang – orang yang kini menjadi prajurit kegelapan Chanyeol di ruang kerja rahasia yang kini kurang rahasia,

“Jadi apa yang kau bisa mengulang apa yang kau katakan?” Lay bertanya,

“Lay-aa, kau sepertinya harus tidur saja,” Kai berbicara,

“Lay, kau hanya akan menjadi tamu dan teman Hana,” Chanyeol mengulang 4 kali perkataannya hari ini,

“Jadi, apa yang harus ku lakukan?”

“Lay-sshi,” Hana yang duduk di sofa berselang satu tempat dengan Lay kini berpindah posisi untuk berada tepat di sebelah Lay,

“Bagaimana jika kau memeluku senang dan memberikan ucapan dengan senyum manismu,” Hana memberi senyum manisnya,

“Ah, benar – benar Hana-sshi, terimakasih,” Lay mengucapkan menunjukan senyum lesung pipit yang membuat Chanyeol menyipitkan matanya,

“YA! Untuk apa kau duduk di tempatk!” Chanyeol berteriak,

“Mengapa kau berteriak, lagi pula dari awal kau kan berdiri,” kai bertanya bingung saat kaget dengan apa yang Chanyeol katakan,

Hana hanya membuang pandangannya dan bergerak meninggalkan tempat duduknya untuk duduk di tempatnya kembali,

“Dasar gila,” Hana mengeluh pelan

“Aku mendengarnya,” Chanyeol berucap tepat di sebalahnya,

Hana yang terlonjak dari tempatnya menatap Chanyeol dengan mata terbelalak, sejak kapan laki – laki itu ada di sebelahnya,

“Cih,” Hana mengumpat.

“Kalian berdua, hentikan, kita harus menyudahi meeting ini lebih cepat, aku ada pekerjaan lain,” suara baekhyun yang hadir di pertemuan itu terdengar,

“Baiklah aku akan menyimpulkan semuanya,” Chen berdiri dari tempatnya,

“Pertama, Tao akan mencari actor dan Actress untuk berperan sepagai orang tua dari Hana dan Lay adalah teman Hana yang di kenal Hana dari perkumpulan gereja, aku, Kai, Baekhyun dan Xiumin akan menjaga Hana agar tidak ada yang mengganggu, apa semuanya sudah selesai?” Chen menyelesaikan semuanya,

“Baiklah aku harus pergi,” Baekhyun mengambil tasnya dan meninggalkan ruangan di susul oleh semua orang meninggalkan Hana juga Chanyeol di dalam ruangan itu,

“Chanyeol-aa, aku…”

“Ada apa?”

“Aku tidak yakin dengan semua ini,”

“Apanya lagi yang kurang yakin,”

“Orang tuaku dan… adikku…”

“Tidak usah khawatir, aku akan berusaha semampuku untuk menyembunyikanmu, lagi pula pernikahan ini hanyalah sebagai status dan wajahmu tidak akan menjadi sorotan media”

“Apa kau yakin?”

“Percayalah padaku,” Chanyeol mengucap dan memandang mata indah Hana dalam, ia ingin sekali menyembunyikan senyum di wajahnya, hanya sedikit, tapi senyum di wajah Chanyeol mengatakan semuanya bahwa laki – laki itu sangat senang dengan keputusan yang ia ambil,

“Chanyeol,” Suara Suho yang sepertinya baru saja pulang dari kantor menggema di lorong rumah tua itu.

Chanyeol membuka pintu dan memandang Suho yang sepertinya sangat lelah untuk mencarinya kesana kemari,

“Chanyeol-aa, ayahmu menunggumu di bawah,” Suho memberi berita yang cukup mengejutkan pada Chanyeol juga Hana,

“Apa kau bisa menemuinya?” Suho bertanya dan Chanyeol hanya terdiam di tempat,

“Aku akan memberikanmu waktu,”

“Ada apa?” Hana bertanya saat melihat wajah Chanyeol yang sepertinya tidak enak,

“kemari,” Hana menarik tangan Chanyeol untuk duduk di sebelahnya yang kini berada di sofa terbesar dari sekitarnya,

“akh!” Chanyeol memegang dadanya dan mencoba menarik nafas sepanjang mungkin, jantungnya terasa berhenti berdetak saat ia hanya mencoba mengingat wajah laki – laki itu,

Hana memegang kedua sisi wajah Chanyeol dan membawanya menatap matanya,

“Aku di sini, Chanyeol-aa, aku tidak akan menginggalkanmu,” Hana memberikan senyumnya dan memeluk tubuh Chanyeol pelan, Hana melepas pelukannya dan menarik tangan Chanyeol untuk masuk ke dalam dekapan tangannya,

“jika kau takut, genggam tanganku seperti ini, karena aku tidak akan melepaskanmu,” Hana menatap Chanyeol dalam sambil menggenggam tangannya erat,

“Tenanglah, Semuanya akan berjalan sesuai rencana,” Hana menyakinkan,

Chanyeol berdiri dari tempat ia duduk dan mulai berjalan keluar dari ruangan itu di susul oleh Hana, mereka berdua menuruni tangga dan terlihat siluet seorang laki – laki tua yang sedang menikmati secangkir teh panas, sejenak Chanyeol berhenti melangkahkan kakinya,

“Jangan takut, aku di sini,” Hana menggenggam tangan Chanyeol dan membawa tubuh jangkung laki – laki itu untuk berdiri tepat di belakang seluet kakek tua itu,

“Duduk,” suara berat yang sepertinya adalah turunan dari keluarga Park membuat Hana sedikit berlonjak, tapi ia menutupi semuanya agar Chanyeol punya percaya diri yang lebih dari yang ia punya sekarang,

Hana melepas tangan Chanyeol pelan dan menyuruh Chanyeol untuk melanjutkan perjalannya untuk duduk di depan laki – laki itu,

“Kau juga duduk, nona” Suara kakek tua itu kembali terdengar yang kini di tunjukan pada Hana, walaupun di tutupi oleh semua rasa ngeri yang ada di dirinya membuatnya ingin mundur, tapi kini Chanyeol menggenggam tangannya erat dan mencoba menarik dirinya untuk ikut besama Chanyeol untuk memulai semua drama kehidupan di panggung rumah besar ini,

Mereka bedua duduk berdampingan dengan Chanyeol yang masih menggenggam tangan Hana dengan cukup kencang,

“Hana-sshi, aku akan hanya menanyakan 1 hal padamu, apa yang membuatmu ingin menikah dengan Chanyeol?”

Hana terdiam, apa yang harus ia jawab, apa kata yang harus ia ucapkan?

“Cinta,” tiba – tiba Chanyeol menjawab dengan pelan,

“Aku… mencintanya,” Chanyeol memandang Hana sendu,

“Dan aku, juga mencintaimu,” Hana menjawab pelan,

“Sebagai ayahmu, aku akan mendukung semua yang kau inginkan, termasuk pernikahan ini, tapi dengan satu syarat,” Mr. Park menghentikan kata – katanya, “kau harus membuktikan padaku, bahwa pilihanmu lebih baik dari pilihanku,” Mr. Park kembali meminum sedikit teh panas yang ada di meja kecil itu,

“Hana-sshi, tinggalkan kami berdua,” lagi Mr. Park memberi perintah dan Hana hampir berdiri dari tempat duduknya dan tangan Chanyeol menahan tangannya.

Hana tersenyum dan menggenggam tangan Chanyeol sebenar sebelum ia meninggalkan tempatnya secara perlahan sambil terus tersenyum pada Chanyeol yang terlihat tegang.

“Chanyeol-aa,” Sang ayah menyebut namanya dan Chanyeol mulai bergetar,

“Kembalilah, aku tidak pernah menutup pintu rumahku,” Laki – laki itu membuka pembicaraan dan langsung menutupnya dengan berdiri dari tempatnya untuk pulang,

“Appa, nan… Bogoshippo,” Chanyeol bergumul dan berbicara pada dirinya sendiri,

~ TO LOVE YOU MORE~

“Hana-sshi,” suara Suho membuat Hana memalingkan wajahnya dan memandang Suho yang berdiri di belakangnya saat ini,

“Oh, Suho-sshi,” Hana sedikit berlonjak,

“Ikut aku,” Suho menarik tangan Hana untuk mengikutinya ke arah dapur dan menutup pintunya,

“Ada apa ini?” Hana panik dengan keadaan,

“Apa yang kau lakukan pada Chanyeol?”

“Apa maksut perkataanmu?”

“Apa yang kau katakan pada Chanyeol sampai ia memintamu untuk menikah dengannya?”

“Jangan berlebihan Suho-sshi, aku tidak melakukan apapun, aku hanya menemaninya setiap hari seperti yang kau minta,”

“Cih, jangan berbohong, aku tau kau begitu mirip dengan Sandara, tapi ini semua terlalu cepat dan tiba – tiba Chanyeol mau berbicara denganmu dalam jangka waktu 5 bulan? Apa yang kau lakukan padanya?”

“Suho-sshi,” Hana melepas nafas beratnya,”Chanyeol hanyalah seorang yang kesepian,” Hana melanjutkan,“Tapi bagaimana mungkin ia berfikir untuk menikamu begitu saja?”

Hana menutup matanya dan menundukan kepalanya, ia sebenarnya sudah tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan, apa seharunya ia memberitahu Suho tentang rencana Chanyeol yang sebenarnya?

“Suho-sshi aku-”

BRUG!

Pintu dapur itu terbuka lebar dan Chanyeol berdiri di depan pintu seperti orang marah,

“Cha-Cha-Chanyeol-aa, aku…”

BRUG!

Sebuah dorongan keras pada Suho membuat ia tersungkur dan Chanyeol menarik tangan Hana meninggalkan tempat itu,

“Chanyeol-aa, mengapa kau berlaku kasar pada Suho? Kita hanya berbicara,”

“Aku mendengarnya,” Chanyeol menjawab dan berhenti di tempat,

“Lalu mengapa kau melukai Suho seperti itu,”

“Jika tidak seperti itu, ia tidak akan mengerti maksutku,”

“Apa maksut sebenarnya? Aku tidak ingin kau membuat kesalah pahaman antara aku dan Suho,”

“Memangnya kenapa? Apa kau menyukainya?”

“Bukan itu maksutku, tapi apakah lebih baik bagimu untuk menjadikan Suho salah satu orang yang mengetahui semua ini,”

“Tidak, jika seseorang harus bertarung di sini, akulah orangnya, Suho tidak perlu ikut campur dalam masalah ini sama sekali,”

“Kau yakin?”

“Aku sangat yakin dan kau, jangan pernah menjawab apapun yang di tanyakan oleh orang itu. ”

Hana hanya melepas nafas beratnya dengan enggan, ia benar – benar kesal pada dirinya sendiri, terkadang ia ingin berteriak dan menghentikan semuanya karena ia tau, semua ini tidak akan bertahan lama, kebohongan ini tidak akan bertahan lama.

~ To Love You More ~

“Selamat pagi,” suara Chanyeol terdengar saat Hana sedang memasak sarapannya,

“Oh, Selamat pagi Chanyeol-sshi,” Hana memutar tubuhnya,

“Sepertinya kau istri yang baik, kau bangun pagi – pagi dan memasak sarapan,”

“Hey, aku memasakanya untuk diriku sendiri, bukan untukmu ataupun siapapun,”

“Bagaiamana mungkin kau melupakan calon suamimu yang tampan ini?”

“Ayolah Chanyeol, tidakkah lebih baik kita tidak membicarakan itu,”

“Hey, tidak bisa, kau harus terbiasa dengan keadaan ini,”

“tsk,” Hana memutar kedua matanya,

Hana meletakan telur dadar keju juga roti bakar yang sudah siap kedalam piring kosong dan Chanyeol menatapnya lapar,

“Hey, semua pelayan akan datang untuk mengantarkan sarapanmu,”

“Tapi aku ingin yang ini,” Hana menatap makanan yang sudah ia buat dengan sendu,

“Baiklah, kau boleh memakannya,” Hana memberikan piringnya pada Chanyeol,

“Bagaimana jika kita makan bersama – sama?”

“Mana mungkin cukup.”

“Aku tidak akan makan sebanyak itu, aku hanya ingin mecoba masakanmu,” Chanyeol kembali menjelaskan,

“Baiklah,” Hana memberi senyumnya dan membawa piring itu ke meja makan,

“Drama pagi yang menyenangkan,” suara seseorang membuat Hana juga Chanyeol mengalihkan pandangnya pada pintu dapur yang terbuka lebar menampilkan seorang laki – laki yang menyandarkan punggungnya pada sisi gawangan pintu yang cukup tebal,

“Apa kalian kaget saat ini?” laki – laki itu bertanya dengan datar,“Well, aku tidak akan memaksa, karena mulai sekarang kalian harus membiasakan diri untuke melihatku setiap saat,” Laki – laki itu kini mulai berjalan ke arah kedua orang yang ada di depannya dengan pelan,”Karena mulai sekarang, aku akan tinggal di sini,”

-TBC-

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] To Love You More (Chapter 9)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s