[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife (Chapter 10)

the perfect wife

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

Summary :

Kim eun ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar, namun ia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 10th

Dan akhirnya keluarlah Eun ji dari dalam kamar mandi dengan mengenakan mini dress itu, tidak disangka nampak Chanyeol yang tengah duduk ditempat tidur sambil tersenyum kearah Eun ji.

Gadis itu menjadi gugup ketika melihat kehadiran suaminya secara tiba – tiba, namun anehnya Joy tidak ada didalam kamarnya padahal 25 menit yang lalu gadis itu tengah duduk diatas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Eun ji semakin bingung bahkan ia tidak berani menatap kearah suaminya, namun tiba – tiba saja Chanyeol bangun dari tempat tidur dan berjalan mendekat kearah Eun ji. Ketika pria itu berdiri tepat dihadapan istrinya, ia langsung membisikan sebuah kata – kata ditelinga Eun ji.

“ Kau sangat cantik mengenakan pakaian itu, tetaplah seperti ini ” bisik Chanyeol

Mendengar perkataan tersebut membuat Eun ji menjadi canggung, sedikti demi sedikit air keringat membanjiri kening gadis itu. Chanyeol hanya tertawa melihat sikap Eun ji, namun tidak disangka pria itu memegang tangan Eun ji. Gadis itu merasakan sebuah sentuhan yang membuat tangannya mulai bergetar. Ketika Chanyeol berhasil memegang kedua tangan gadis itu, ia langsung mencium tangan Eun ji.

Namun tiba – tiba saja Eun ji menarik tangannya sebelum Chanyeol menciumnya. Gadis itu terlihat ketakutan bahkan ia terus saja menundukan kepalanya, Chanyeol menjadi terdiam ketika melihat tindakan istrinya. Namun raut wajah pria itu berubah, ia menjadi bingung melihat sikap Eun ji yang aneh.

“ Kau baik – baik saja ? ” tanya Chanyeol sambil menatap wajah istrinya

“ Aku baik – baik saja, ohh .. ya ampun ruangan ini panas sekali. Pak tua, aku ingin keluar sebentar sambil menyejukan tubuhku ” gadis itu melangkah perlahan menuju pintu kamarnya, namun ketika hendak ingin membuka pintu Chanyeol tiba – tiba menarik tangannya dan langsung memeluk gadis itu. Eun ji memberontak ketika pria itu memeluknya, namun Chanyeol tetap tidak ingin melepaskan Eun ji.

Tidak disangka Eun ji tiba – tiba menangis, ia memohon pada Chanyeol untuk melepaskannya. Namun pria itu tetap menolaknya, bahkan ia memeluk Eun ji dengan sangat erat. Karena kesal Eun ji langsung mendorong suaminya, sehingga ia bisa terlepas dari pelukan pria itu. Lalu segeralah Eun ji keluar dari kamarnya, ia berlari menuju luar rumah dan langsung pergi menuju Apartemen adiknya.

Sesampainya disana Eun ji menjadi gugup ketika ingin mengetuk pintu Apartemen itu, namun ia berusaha untuk menenangkan dirinya. Dengan segera Eun ji mengetuk pintu tersebut.

Tok … tok …

Terdengar suara langkah kaki dari dalam Apartemen itu, dan seketika pintu tersebut langsung terbuka. Eun ji terkejut ketika melihat keadaan adiknya, wajah Yeri nampak pucat bahkan kantung matanya membesar. Gadis itu langsung memeluk adiknya, dan tiba – tiba saja Yeri menangis.

“ hiks … hiks … eonnie dia jahat padaku ” ucap Yeri sambil menangis

“ Apa yang terjadi padamu ?, kenapa kau tiba – tiba menangis ? ” tanya Eun ji yang masih memeluk adiknya.

“ Min ho Oppa membenciku ” jawab Yeri

“ Kenapa dia membecimu ? ”

“ Akus tidak tau Eonnie ”

“ Baiklah kau ceritakan semuanya padaku, tapi lebih baik kita bicara didalam saja ” gadis itu langsung mengajak adiknya masuk kedalam Apartemen. Eun ji segera mengambilkan segelas air untuk adiknya, Yeri terlihat sangat sedih bahkan ia tidak bisa menahan air matanya. Eun ji hanya bisa memandang adiknya dengan penuh penyesalan, hal ini membuat beban dipikirannya semakin bertambah.

Ketika Yeri sudah merasa tenang, ia langsung menceritakan kejadian yang sebenarnya pada eonninya.

“ Kau tau Min ho Oppa sudah kembali dari Jepang, tadi pagi aku bertemu dengannya dihalte bus ” ucap Yeri.

“ Kenapa dia kembali ke Korea, bukannya Min ho -ah ingin menetap di Jepang ”

“ Aku tidak tau, ia memintaku untuk tidak mengganggunya, bahkan dia tidak mau menatapku eonnie. Mungkin dia masih marah padaku, seharusnya aku tidak merusak hubungan kalian ”

“ Kau bicara apa eoh ?, aku tidak ingin kau mengungkit – ungkit masalah itu lagi ”

“ Dia bilang padaku bahwa dia sangat membenciku, dia berharap tidak akan pernah bertemu denganku lagi ”

“ Sudahlah kau jangan pikirkan hal itu, lebih baik sekarang kau membuatkanku makan siang, aku sangat lapar sekali ”

“ Baiklah, tapi kau akan tinggal disinikan ? ”

“ Tentu saja, kau dan aku akan tinggal disini, dan aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu ”

“ Aku senang mendengar hal itu, baiklah ayo kita memasak ”

“ Let’s go ”

_

Disaat hujan turun ketika larut malam membuat seorang gadis memilih untuk mengerjakan tugas kuliahnya, sesekali ia menguap namun hal itu tidak membuatnya patah semangat. Saat tengah sibuk menulis tugasnya tiba – tiba saja ponselnya berdering, segeralah Eun ji mengambil ponselnya yang tergeletak diatas tempat tidurnya. Tidak disangka suaminyalah yang telah menghubunginya, tanpa pikir panjang Eun ji langsung mengangkat telpon itu.

“ Ada apa kau menghubungiku ? ” tanya Eun ji. Namun hal aneh terjadi terdengar suara seseorang yang tengah menggigil, bahkan hanya hembusan nafas saja yang terdengar. Berulang – ulang kali Eun ji menanyakan pertanyaan yang sama, namun tetap saja tidak ada jawaban. Karena kesal Eun ji mematikan ponselnya. Tidak lama setelah itu bel Apartemennya berbunyi, segeralah gadis itu berlari keluar kamarnya menuju pintu Apartemennya.

Ketika pintu itu terbuka terlihat seorang pria bertubuh jangkung tengah berdiri disana. Eun ji terkejut melihat kehadiran suaminya, pria itu terlihat seperti orang yang baru saja dirampok. Rambutnya berantankan dan pakaiannya juga basah, bahkan wajah pria itu juga pucat. Chanyeol terus memandangi istrinya, sesekali ia tersenyum kecil. Namun Eun ji hanya membalas senyuman itu dengan pandangan sinis.

“ Kau ingin terus berdiri disini oppa ? ” tanya Eun ji

“ Memangnya aku diperbolehkan masuk ? ”

“ Tentu saja kau boleh masuk Apartemen inikan milikmu, tapi kau jangan berisik nanti adikku bisa terbangun ”

“ Baiklah ” Chanyeol langsung berjalan masuk kedalam tempat itu. Mereka seperti seorang perampok yang tengah mengendap – ngendap sebuah rumah, bahkan Eun ji berjalan dengan sangat hati – hati. Ketika tiba dikamarnya Eun ji dengan segera mengunci pintu itu, dan kembali mengerjakan tugas kuliahnya. Chanyeol hanya diam terpaku diatas tempat tidur, sesekali ia memandang kearah istrinya.

“ Kau sedang apa ? ”

“ Kau jangan menggangguku, aku sangat sibuk ”

“ Baiklah maafkan aku ” pria itu kembali terdiam. Tiba – tiba saja Chanyeol bersin, melihat hal itu Eun ji segera keluar dari dalam kamarnya. Tidak lama kemudian  ia kembali sambil membawa pakaian ganti untuk suaminya.

“ Segeralah ganti pakaianmu, nanti kau bisa sakit ” ucap Eun ji sambil memberikan sebuah pakaian pada suaminya.

“ Ini celana training milikmu ? ”

“ Nde, sudahlah cepat ganti pakaianmu ”

“ Baiklah ” pria itu langsung berjalan menuju kamar mandi dan segera mengganti pakaiannya. Tidak lama kemudian keluarlah ia dari dalam kamar mandi. Baju kaos berwarna putih dan celana training sangat cocok ditubuh Chanyeol. Pria itu melangkah perlahan menuju istrinya yang tengah mengerjakan tugas kuliah diatas tempat tidur. Namun ketika Chanyeol ingin duduk disamping Eun ji, gadis itu tiba – tiba saja berpindah tempat. Ia memilih untuk menyelesaikan tugasnya dilantai, walaupun rasa dingin mulai menyelimuti tubuh Eun ji. Namun hal itu tidak membuatnya menyerah.

Malam semakin larut, bahkan Eun ji berulang – ulang kali menguap. Melihat hal itu Chanyeol hanya bisa tersenyum kecil, sambil memainkan ponselnya pria itu tiba – tiba saja memotret istrinya yang tengah menguap. Ketika melihat hasil foto itu, Chanyeol tertawa terbahak – bahak .

“ Hihihi … wajahmu mirip sekali dengan seekor keledai ”

Melihat sikap suaminya yang aneh, Eun ji hanya bisa mengelus – ngelus dadanya dan berharap semoga pria itu lekas sembuh dan segera membeli beberapa obat. Namun tiba – tiba saja ponsel Eun ji kembali berdering, terlihat dilayar ponsel gadis itu sebuah foto yang mirip dengan wajahnya namun dengan ekspresi yang lucu. Eun ji terkejut ketika melihat foto dirinya dalam keadaan yang memprihatinkan, mulut yang terbuka lebar menghiasi foto itu.

Bukan hanya foto itu saja tapi ada sebuah pesan singkat yang tertera dibawa foto itu, “ Nyonya Park sangatlah dungu seperti seekor keledai ”. Membaca tulisan itu membuat Eun ji menjadi geram, ia tau jika kiriman itu berasal dari suaminya. Karena kesal Eun ji segera berdiri dan langsung memarahi suaminya.

“ Apa maksudmu ?, kau tidak puas mengerjaiku terus ,eoh ? ”

“ Sudahlah aku hanya bercanda saja, lagipula kau terihat sangat cantik dengan ekspresi wajah seperti itu ”

“ Kau memang jahil, sekarang kau hapus foto itu dari ponselmu ”

“ Aku tidak mau, tapi jika kau mau ambil saja ponselku didalam saku celanaku ”

“ Kau gila, eoh ?. Aku tidak mungkin mengambil ponselmu dari dalam saku celanamu ”

“ Terserah kau saja, tapi foto ini akan segera tersebar keseluruh teman – temanmu ”

“ Aku mohon kau hapus foto itu ”

“ Baiklah jika kau tidak mau mengambil ponselku dari dalam saku celanaku, kau bisa mengambil ponselku langsung dari tanganku ” Chanyeol langsung mengeluarkan ponsel itu dari dalam saku celananya dan menunjukannya benda tersebut dihadapan Eun ji. Perlahan gadis itu melangkah mendekat menuju suaminya. Ketika Eun ji tepat berada dihadapan Chanyeol, gadis itu langsung menatap sinis suaminya. Chanyeol menjadi canggung ketika istrinya terus menatapnya, bahkan pria itu mulai berkeringat dingin.

“ Kau masih tidak mau menghapus foto itu ? ” tanya Eun ji didepan wajah pria itu

“ A .. ku tidak mau ” sahut Chanyeol gugup

Perlahan Eun ji mulai mendekatkan wajahnya menuju pria itu. wajah mereka hanya berjarak 1 cm, hal itu semakin membuat Chanyeol canggung. Pria itu langsung menutup kedua kelopak matanya, ia mengira Eun ji ingin menciumnya. Namun perkiraannya salah, rupanya Eun ji hanya ingin mengarahkan perhatian suaminya agar ia bisa mengambil ponsel itu. Chanyeol masih saja menutup kedua matanya, namun sialnya ponsel itu masih dalam genggamannya.

Eun ji terus memikirkan sebuah cara agar suaminya bisa melepaskan ponsel itu, akhirnya ia menemukan sebuah cara yang mampu membuat Chanyeol tidak berdaya. Dengan segera Eun ji berbisik pada suaminya.

“ Kau adalah suami yang sempurna bagiku, tidak ada yang bisa menggantikanmu ” bisik Eun ji dengan nada lembut. Mendengar bisikan itu membuat Chanyeol terkejut, pria itu langsung melepaskan ponselnya dan memilih memeluk gadis itu. Eun ji merasakan perasaan aneh didalah hatinya, walaupun ia hanya ingin mengelabui suaminya namun hal itu cenderung membuatnya bungkam.

Chanyeol terlihat senang ketika memeluk tubuh gadis itu, begitu juga dengan Eun ji. Ia sama sekali tidak memberontak seperti sebelumnya, perlahan Eun ji mulai mengangkat kedua tangannya untuk memeluk tubuh pria itu. Ketika tangan itu menyentuh tubuh Chanyeol, membuat pria itu semakin erat memeluk istrinya. Bahkan Chanyeol mengatakan sebuah kata – kata romantis pada istrinya.

“ Kau juga istri yang sempurna bagiku, Park eun ji aku mencintaimu ” ucap pria itu.  Eun ji terkejut mendengar perkataan itu, bahkan ia tidak mampu mengedipakan kedua matanya. Eun ji langsung melepaskan pelukannya, seketika raut wajahnya berubah menjadi bingung.

“ Kau mencintaiku ? ”

“ Yes, I really love you ”

“ wae ? ”

“ Karena kau membuatku berubah, aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan mencitaimu. Namun perasaan ini muncul tiba – tiba ”

“ Tapi aku tidak mencintaimu ”

“ why ? ”

“ Kau bukan suamiku, kita hanya menikah diatas sebuah perjanjian ! ” gadis itu membentak suaminya dengan suaranya yang lantang.

“ Tapi kita menikah sungguhan, bahkan aku juga membelikan mu sebuah cincin ”

“ Aku tidak pernah memakai cincin itu dijariku, karena aku tidak ingin semua orang tau jika aku sudah menikah ”

“ Simana cincin itu ? ”

“ Aku menyimpanannya ditempat yang aman, sudahlah Pak tua aku hanya ingin kita berteman. Mungkin dengan cara itu aku bisa cepat melupakanmu ketika kita sudah bercerai nanti ”

“ Kau jangan pernah menyebutkan kata – kata itu lagi, hal itu tidak akan terjadi ”

“ Aku akan berusaha membuat kau dan adikmu berhubungan baik lagi ” Eun ji langsung turun dari tempat tidur, dan kembali menyelesaikan tugasnya.

_

Tercium aroma harum parfum yang mampu membangunkan seorang pria yang tengah terlelap dalam mimpi. Pria itu membuka kedua kelopak matanya dan melihat seorang gadis yang sedang menyisir rambut. Chanyeol menyapa istrinya, namun sapaan itu dibalas dengan senyuman kecil dari Eun ji. Karena merasa lapar Chanyeol bangun dari tempat tidurnya, dan bergegas pergi keluar kamarnya.

Karena sibuk menata rambutnya, Eun ji tidak sadar jika suaminya sudah tidak ada didalam ruangan itu. Tidak lama kemudia saat gadis itu menoleh kearah tempat tidur, ia terkejut melihat suaminya yang sudah tidak ada didalam kamarnya, Eun ji langsung pergi menyusul Chanyeol. Gadis itu berjalan dengan cepat menuju arah dapur, dan ketika tiba ditempat itu. Eun ji melihat suaminya yang tengah memasak, namun disisi lain terlihat Yeri yang tengah duduk dimeja makan sambil menatap kearah Chanyeol. Dengan segera Eun ji menghampiri adiknya.

“ Kau sedang apa disini ? ” tanya Eun ji sambil menepuk bahu adiknya

“ Eonnie, kenapa pria itu ada disini ? ” sahut Yeri yang masih menatap kearah suami eonnienya.

“ Ohh .. dia tadi pagi datang kesini, aku sengaja memintanya datang agar dia bisa membuatkan kita sarapan ”

“ Tapi kenapa dia memakai celana traningmu ? ”

“ Itu bukan celana trainingku, aku dan dia punya celana yang sama ”

“ Aku benar – benar terkejut melihat semua ini ”

Ketika kedua saudara itu tengah berbincang – bincang tiba – tiba saja Chanyeol mengampiri mereka sambil membawa tiga mangkuk makanan ditangannya. Pria itu tersenyum kecil kepada Eun ji dan Yeri, namun kedua gadis itu menghiraukannya. Chanyeol terlihat sangat bersemangat melayani istri dan adik iparnya.

“ Silahkan kalian nikmati makanannya ” ucap pria itu sambil duduk dikursi meja makan.

“ Gamsahabnida ” balas Yeri singkat

Disisi lain nampak Eun ji yang terus saja menatap sinis kearah suaminya, bahkan gadis itu sama sekali tidak mau menyentuh makanan itu, padahal Chanyeol sengaja memasak untuk istrinya. Walaupun mendapat tatapan tidak sedap dari istrinya, Chanyeol tetap saja tersenyum lebar kearah Eun ji. Melihat sikap aneh dari kedua orang itu membuat Yeri menjadi bingung, ia tidak mengerti apa yang tengah terjadi dengan mereka.

“ Kau ada urusan apa kesini ? ” tanya Yeri tiba – tiba

“ Aku hanya ingin membantu kalian saja ” sahut Chanyeol yang terus saja memandangi Eun ji.

“ Terima kasih kau sudah banyak membantuku dan eonnieku, tapi aku ingin bertanya apakah kau sudah punya pacar ? ”. Mendengar pertanyaan adiknya membuat Eun ji langsung tertawa.

“ Hihihi … dia tidak mungkin punya pacar ” tertawa Eun ji

“ Aku punya pacar ” balas Chanyeol tiba – tiba

“ Memangnya siapa pacarmu ? ” tanya Eun ji

“ Kau Kim eun ji ” ucap Chanyeol tiba – tiba

Yeri langsung batuk – batuk ketika mendengar perkataan itu, bahkan ia tidak mampu untuk minum air. Berbeda dengan Eun ji, gadis itu terus memandangi Chanyeol sambil tersenyum kecil. Namun dibalik senyuman itu terdapat amarah api yang tengah membara.

“ Kau bilang apa tadi ? ” tanya Eun ji yang masih tersenyum kecil kepada suaminya.

“ I said that you are my girlfriend ” sahut Chanyeol

“ Aku pacarmu ? ” tanya Eun ji kembali

“ Nde, kau lupa kita baru saja jadian semalam ” sahut Chanyeol

“ Benarkah itu, berarti sekarang kalian sudah pacaran ? ” ucap Yeri

“ Of course, tapi apakah kau setuju jika aku berpacaran dengan eonniemu ? ” tanya Chanyeol.

“ Tentu saja aku setuju, pokoknya kalian harus menjadi pasangan yang romantis ” sahut Yeri

“ Kau tenang saja, aku janji akan menjadi pacar yang romantis untuk eonniemu ” balas Chanyeol sambil tersenyum.

“ Gomawo oppa ” ucap Yeri

Melihat adiknya yang sangat senang, membuat Eun ji ikut merasakan hal itu. Walaupun tertulis dibenak gadis itu bahwa ia masih tidak mempercayai ucapan suaminya, Eun ji tetap berusaha berpikir postif.  Apalagi semalam Chanyeol telah menyatakan perasaannya pada Eun ji, membuat sedikit keraguan dipikiran gadis itu menghilang. Dan kini status Eun ji dan Chanyeol adalah sebagai sepasang kekasih dimata Yeri.

Setelah sarapan Eun ji langsung bergegas pergi menuju kampusnya ditemani oleh Chanyeol, ditengah perjalanan mereka sama sekali tidak berbicara satu sama lain. Bahkan Eun ji terus saja memusatkan perhatiannya kepada buku yang tengah ia pegang, namun berbeda dengan Chanyeol. Pria itu sesekali melirik kearah Eun ji, tapi semakin lama hal itu membuat Chanyeol menjadi bosan. Tidak biasanya ia dan Eun ji saling berdiam diri seperti ini, dengan segera Chanyeol mengerem mendadak mobilnya untuk menarik perhatian Eun ji.

Ngit …

“ Aduh … ” keluh Eun ji, rupanya kepala gadis itu terbentur kaca mobil

“ Kau tidak apa – apa ? ” tanya Chanyeol sambil memandang Eun ji

“ Aigo .. kepalaku sakit tebentur kaca ” ucap Eun ji sambil mengosok – gosok kepalanya.

“ Sudahlah kau tidak perlu berlebihan ”

“ Memangnya kenapa kau mengerem mendadak mobilmu, atau jangan – jangan mobilmu menabrak sesuatu ”

“ Tidak aku hanya ingin membangunkanmu saja, aku lihat kau terus memandangi bukumu sambil mengangguk – anggukan kepalamu ”

“ Dasar kau tukang tipu, aku kira ada sesuatu yang terjadi. Sudah cepat jalan ! ”

“ Baiklah ”

_*_

Dimalam hari kota Seoul kembali diguyur hujan, namun hal itu tidak membuat seorang gadis putus asa untuk menunggu bus diHalte. Angin dingin menembus tubuhnya, bahkan sesekali terdengar suara petir yang menyambar – nyambar. Karena bus tidak datang – datang Yeri memutuskan menghubungi eonnienya, namun sial Eun ji tidak menjawab telepon itu. Tidak ada pilihan lain bagi Yeri selain menunggu bus datang.

Sekitar 30 menit Yeri menunggu namun tidak ada bus yang datang, akhirnya ia memutuskan untuk berlari menuju Apartemen walaupun harus menerjang derasnya hujan. Namun ketika hendak ingin melangkah keluar dari Halte, tiba – tiba seorang pria datang sambil membawa payung. Tidak diangka pria itu adalah Sehun, rupanya ia ingin menunggu bus. Melihat ada seorang pria tampan, membuat Yeri terus memusatkan pandangannya kepada pria itu. Bahkan ketika Sehun menoleh kearahnya, Yeri dengan senang hati tersenyum kepada Sehun.

Melihat sikap aneh dari seseorang yang tidak dikenal, membuat Sehun merasa terganggu. Pria itu langsung membuka kembali payungnya dan bergegas pergi, namun tidak disangka gadis itu mengikutinya. Yeri berjalan perlahan dibelakang pria itu, ia sama sekali tidak malu dengan tindakan aneh yang ia lakukan. Karena merasa terganggu lagi Sehun menoleh kearah gadis itu, seketika Yeri memberhentikan langkahnya. Sehun menatapnya dengan pandangan sinis, perlahan pria itu melangka mendekat menuju Yeri yang tidak berada jauh darinya.

Ketika tepat berada didepan gadis itu, Sehun masih saja menatapnya dengan sinis. berbeda dengan Yeri, ia sama sekali tidak berani melihat wajah pria itu. tidak disangka Sehun tiba – tiba memayungi Yeri dan membiarkan dirinya terguyur hujan. Gadis itu terkejut melihat sikap Sehun, ia terus saja menatap pria itu sambil tersenyum. Namun senyuman itu dibalas dengan kata – kata yang menyakitkan.

“ Kau ingin membuntutiku ? ” tanya Sehun yang masih memayungi gadis itu

“ Tidak, aku hanya ingin pulang ” sahut Yeri

“ Tapi kau terlihat seperti seorang penguntit, atau jangan – jangan kau ingin mencuri payungku ” perlahan Sehun mendekatkan wajahnya kepada Yeri. “ kau sepertinya seorang siswi SMA ”.

“ Nde, tapi aku sudah mau lulus ”

“ Ohh .. begitu ”

“ Siapa namamu ? ”

“ Apa aku harus memberitau namaku padamu, aku rasa itu tidak perlu ”

“ Iya juga sih .. tapi aku hanya ingin tau saja ”

Mendengar pernyataan gadis itu membuat Sehun menjadi sedikit tidak nyaman, ia langsung memberikan payungnya kepada Yeri dan memilih untuk pergi meninggalkan gadis itu. Yeri seketika bingung saat melihat pria tersebut pergi tiba – tiba, walaupun begitu ia tetap terpesona dengan ketampanan Sehun. Gadis itu perlahan berjalan menuju Apartemennya, ia tidak menggunakan payung itu melainkan hanya memegang benda tersebut ditangannya. Sepanjang perjalanan Yeri menikmati setiap tetes air hujan yang menyentuh tubuhnya, ia merasakan perasaan aneh menyelimuti hatinya.

Sesampainya diApartemen Yeri dikejutkan dengan kehadiran Min ho didepan pintu Apartemennya. Pria itu terlihat sangat gelisah, perlahan Yeri mendekat kearahnya.

“ Kau sedang apa disini ? ” tanya Yeri yang berdiri tepat dihadapan pria itu.

“ Dimana Eun ji –ah, aku ingin bertemu dengannya ” sahut Min ho

“ Aku tidak tau, mungkin dia ada dirumah temannya ”

“ Berikan aku nomor ponselnya ”

“ Aku tidak bisa, lagipula eonnie tidak punya ponsel ” wajah Yeri terlihat marah ketika Min ho melontarkan perkatan itu.

“ Aku akan kesini lagi besok, jadi pastikan eonniemu ada dirumah ” pria itu langsung pergi meninggalkan Yeri. Walaupun gadis itu merasa sedih dengan sikap Min ho yang buruk kepadanya, tetap saja Yeri tidak bisa melupakan pria itu. Ia masih berharap bisa berhubungan baik lagi bersama Min ho, namun harapan itu hanya akan menjadi angan – angan saja. Mengingat bahwa ia telah melakukan hal yang buruk terhadap pria itu, membuat Yeri terus merasa bersalah.

_*_

Ketika bangun dari tidur, Eun ji dengan segera bergegas pergi menuju dapur.  Ia berniat ingin membuatkan sarapan pagi untuk suami dan adik iparnya, namun sialnya ketika tiba didapur ia melihat Sehun yang tengah memasak. Seketika semangatnya luntur, ia berjalan mendekat menuju pria itu.

“ Kau masak apa ? ” tanya Eun ji sambil menepuk bahu adik iparnya.

“ Aku sedang memasak bubur, lalu kau sedang apa disini ? ” sahut Sehun yang tengah memasak.

“ Sebenarnya aku berniat ingin membuatkan kalian sarapan, tapi ternyata kau sedang memasak ”

“ Kalau kau mau, kau bisa menggantikanku lagipula aku harus segera pergi kekampus ” pria itu langsung memberikan Eun ji sebuah Spatula. Namun gadis itu menolaknya, karena kebetulan Eun ji tidak tau bagaimana cara memasak bubur.

“ Lebih baik kau saja yang memasak, aku yakin pasti masakanmu sangat enak ”

“ Bilang saja kau tidak tau cara memasak bubur ”

“ Aku tau tapi aku tidak mau sombong kepadamu, aku takut nanti masakanku lebih enak dari punyamu ” sangkal gadis itu

“ Pftt .. aku rasa kau harus membutikannya ”

“ Aku sudah bilang padamu, aku tidak sombong sepertimu ”

“ Baiklah, tapi noona kenapa aku jarang sekali melihatmu ada dirumah ”

“ Aku sangat sibuk, itu sebabnya aku jarang dirumah ”

“ Ohh .. aku kira kau bertengkar dengan hyung ”

“ Aku tidak mungkin bertengkat dengannya, lagipula dia itu tidak berani memarahiku ”

Sehun hanya tertawa kecil ketika mendengar perkataan Eun ji, namun tiba – tiba saja seseorang membalas perkataan mereka.

“ Kalian bicara apa ? ” tanya Chanyeol sambil berjalan mendekat kearah mereka.

“ Kau sedang apa disini ? ” sahut Eun ji

“ Ini rumahku, jadi terserah jika aku ingin melakukan apa saja ”

“ Kau menyebalkan, tapi kenapa kau berpakaian sangat rapi memangnya kau mau kemana ? ”

“ Aku ingin pergi, jadi sekarang kau harus bersiap – siap, karena aku akan mengajakmu jalan – jalan ”

“ Benarkah ?, kau mau mengajakku kemana ? ” Eun ji terlihat sangat bersemangat ketika mendengar perkataan itu.

“ Sudahlah sekarang kau mandi, dan pakailah pakaian yang sudah aku siapkan ”

“ Baiklah aku akan segera bersiap – siap ” gadis itu langsung berlari menuju kamarnya dan meninggalkan kedua pria itu didapur. Chanyeol menatap adiknya dengan pandangan sinis, namun Sehun hanya bisa diam saja ketika melihat hal itu.

“ Kau membicarakan apa saja dengan istriku ? ” tanya Chanyeol serius

“ Kami hanya mengobrol biasa, lagipula ia terlihat sangat senang ketika mengobrol denganku ” sahut Sehun santai

“ Dia selalu seperti itu, jadi kau jangan berharap lebih darinya ” Chanyeol langsung pergi meninggalkan Sehun. Namun pria itu hanya tertawa kecil melihat sikap hyungnya, ia sengaja berkata seperti itu agar hyungnya merasa cemburu. Namun dibalik itu semua Sehun hanya ingin hyungnya tau jika ia memiliki sebuah tujuan lain dengan berkata seperti itu.

Setibanya dikamar, Chanyeol langsung berbaring ditempat tidurnya. Saat itu juga Eun ji keluar dari dalam kamar mandi, gadis itu mengenakan celana jean panjang dan kaos hitam. Melihat hal itu membuat Chanyeol kembali marah, ia sebenarnya ingin Eun ji memakai pakaian yang sudah ia siapkan didalam lemari pakaiannya. Namun tidak ada pilihan lain, karena jika ia memaksa istrinya pasti gadis itu tidak akan mau ikut pergi bersamanya. Akhirnya ia memilih untuk tidur sejenak sembari menenangka dirinya.

Namun disisi lain Eun ji berdandan selayaknya seorang wanita, padahal sebelum – sebelumnya ia enggan memakai riasan diwajahnya. Setelah bersiap – siap ia segera membangunkan suaminya yang ketiduran.

“ Pak tua bangunlah, ayo kita berangkat ” ucap Eun ji sambil menyentuh kaki pria itu. Perlahan Chanyeol membuka kedua kelopak matanya, dan seketika ia terkejut ketika melihat wajah Eun ji. Iyeliner tipis dan lipstick merah menghiasi wajah cantik Eun ji, ditambah dengan harumnya parfum gadis itu hingga membuat Chanyeol tidak bisa mengedipkan kedua matanya.

“ Kau berbeda sekali, walaupun kau memakai pakaian itu ” ucap Chanyeol sambil menatap Eun ji.

“ Tentu saja, lagipula aku hanya make up sedikit ”

“ Tapi kau sangat cantik ”

“ Sudahlah tidak perlu berlebihan, tapi kita mau kemana sebenarnya ”

“ Pokoknya kau ikut saja ” pria itu langsung bangun dari tempat tidur lalu menarik tangan Eun ji. Mereka melangka sangat cepat menuju luar rumah, dan ketika tiba diluar Chanyeol segera membukakan pintu mobil untuk istrinya lalu segeralah mereka pergi.

Ditengah perjalanan Eun ji mengirim pesan kepada adiknya melalui ponsel Chanyeol. Gadis itu berkata bahwa ia tidak akan pulang hingga sore nanti. Namun disisi lain Eun ji masih penasaran dengan semua ini, ia tidak tau kemana Chanyeol akan mengajaknya.

“ Kita sebenarnya mau kemana oppa ? ” tanya Eun ji.

“ Aku ingin mengajakmu berkencan ” sahut Chanyeol sambil menyetir mobil

“ Mwo ?,  kau serius oppa ? ” tanya Eun ji kembali

“ Aku serius, lagipula selama kita menikah aku belum pernah mengajakmu berkencankan ”

“ Tapi aku belum siap, aku juga masih ragu denganmu ”

“ Sudahlah kau tidak perlu khawatir, aku yakin semuanya akan baik – baik saja ”

“ Dimana kita akan berken .. can ? ” gadis itu menjadi gugup ketika ingin menanyakan hal tersebut.

“ Aku akan mengajakmu pergi keRestoran favoritku, setelah itu kita akan mengunjungi beberapa museum di Korea ”

“ Untuk apa kita museum, lebih baik kita pergi taman rekreasi ”

“ Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu diMuseum ”

“ Kau ini ada – ada saja, mana mungkin jika ingin ber .. ken .. can perginya malah ke Museum, memangnya kita mau melepas masa tua ”

“ Sudahlah, aku yakin kau pasti akan takjub nanti ”

“ Baiklah ”

Tidak lama kemudian mereka sampai disebuah Restoran yang megah diKorea. Eun ji terlihat kagum ketika melihat tempat itu, bahkan ia tidak berhenti memperhatikan Restoran itu. dengan segera mereka berjalan masuk kedalam tempat itu, Chanyeol tertawa kecil ketika melihat istrinya yang terkagum – kagum. Melihat meja kosong Eun ji langsung menghampiri meja itu, sambil menarik tangan suaminya gadis itu terlihat sangat bersemangat.

Ketika mereka duduk dikursi, datanglah seorang waitress sambil membawa buku menu makanan. “ Welcome to Shine Restorant, and this is the menu of food in here ” ucap waitress itu sambil memeberikan buku menu.

“ Gomawo ” sahut Eun ji sambil tersenyum

“ Sorry can you speak English, because I didn’t understan what did you say ” ucap waitress

“ Tapi aku tidak bisa bahasa inggris ” balas Eun ji

“ Sorry my wife cannot speak English, she only can speak Korean ” ucap Chanyeol

“ Oh i’am sorry ” balas waitress

“ No problem, okay baby what food do you want ? ” tanya Chanyeol padaEun ji sambil membaca buku menu itu.

“ Kau nanya apa sihh ? ”

“ Kau mau makan apa ? ”

“Aku mau Pizza aja”

“ you want pizza ? ”

“ boleh ”

“ Okay I order one pizza, one burger and two coca cola drinks ”

“ Yes, your food will come soon ” waitress itu langsung pergi menuju dapur

Namun ketika sang waitress pergi, wajah Eun ji berubah menjadi marah.

“ Kenapa kau mengajaku ke Restoran ini, memangnya tidak ada Restoran lain apa ? ” ucap Eun ji yang nampak kesal.

“ Sudahlah, lagipula Restoran ini adalah Restoran yang paling mahal diKorea ”

“ Aku tidak peduli, aku benci ketika aku datang ketempat dimana aku tidak mengerti bahasanya ”

“ Aku janji padamu, aku akan mengajarimu berbahasa inggris ”

“ Benarkah ?, Gomawo pak tua ” wajah gadis itu kembali ceria. Melihat Eun ji tersenyum membuat Chanyeol merasa bahagia, bahkan pria itu juga ikut tersenyum.

Setelah sepuluh menit menunggu akhirnya sang waitress membawakan pesanan mereka. Ketika makanan itu diletakan diatas meja, Eun ji terus saja menatap makanan itu. Sesekali Eun ji menelan air liurnya yang menandakan jika ia sudah tidak sabar untuk melahap habis makanan itu. Tanpa pikir panjang Eun ji langsung memakan pizza itu, Chanyeol hanya tertawa kecil melihat istrinya yang tengah makan.

Melihat suaminya yang sama sekali tidak memakan makana itu, membuat Eun ji menjadi marah.

“ Pak tua !, kenapa kau tidak makan ? ” tanya Eun ji dengan mulut penuh makanan.

“ Kau saja yang makan, aku sudah sudah kenyang ” sahut Chanyeol

“ Baiklah, tapi jika kau izinkan bolehkah burger mu itu aku makan ? ”

“ Tentu saja, bahkan hatiku juga untukmu”

“ Kau bicara apa Pak tua, tolong jangan bersikap seperti itu ” Eun ji langsung mengambil burger itu dan segera melahapnya.

“ Kau memang gadis yang rakus ”

“ Pak tua, wajar jika aku rakus karena aku jarang bisa makan pizza dan burger ”

“ Kalau kau mau, aku bisa setiap hari membelikanmu makanan ini ”

“ Tidak usah, lagipula tidak baik jika terlalu sering makan makanan cepat saji ”

“ Baiklah sekarang kau cepat habiskan makanan itu ”

“ Nde ”

Setelah mereka selesai makan, segeralah Chanyeol pergi menuju kasir untuk membayar makanannya. Eun ji yang terlihat tengah memandang kearah luar restoran tiba – tiba saja terkejut, tidak disangka ia melihat Min ho yang sedang berjalan menuju Restoran itu. Eun ji langsung bersembunyi dibawah meja ketika Min ho membuka pintu Restoran tersebut, pria itu perlahan berjalan menuju kasir yang dimana Chanyeol juga tengah berada disitu.

“ Can you give a cup of coffe ” ucap Min ho kepada petugas kasir itu

“ Okay sir ” petugas itu langsung pergi masuk kedalam dapur dan meninggalkan kedua pria itu sendirian. Chanyeol masih tidak menyadari kehadiran pria itu disampingnya karena ia tengah sibuk membalas pesan diponselnya. Namun tiba – tiba saja ponsel yang ia pegang jatuh tepat dibawah kaki Min ho, melihat hal itu segeralah pria itu mengambilkan ponsel milik Chanyeol.

“ This is your handphone ” ucap Min ho sambil memberikan ponsel itu kepada Chanyeol. Seketika Chanyeol terkejut melihat pria asing itu berada disampingnya, bahkan tanganya gemetar ketika ingin mengambil ponselnya dari tangan Min ho.

“ Thank you ” balas Chanyeol singkat. Min ho hanya tersenyum kecil ketika pria itu berkata.

Ketika sanga petugas membawakan pesanan kopi Min ho, segeralah Chanyeol membayar makanannya dan langsung berjalan menuju Eun ji. Chanyeol terkejut ketika melihat Eun ji yang tidak ada didalam Restoran itu, seketika perasaannya menjadi khawatir. Tiba – tiba terdengar suara rintihan dari bawah meja, segeralah Chanyeol memeriksanya. Tidak disangka terlihat Eun ji yang tengah berbicara sendiri.

“ Apa yang kau lakukan dibawah sini ? ” tanya Chanyeol yang langsung menarik Eun ji keluar dari bawah meja.

“ Pak tua, cepat kita pergi dari sini ”

“ Baiklah ”

 

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife (Chapter 10)

  1. Senyum2 gaje kalo baca ff ini.. Senengnya Eun Ji & Chan Yeol bisa berduaan..
    Semoga dengan adanya Min Ho tidak mengganggu hubungan mereka.. Dan berharap mereka berdua bisa jujur dengan perasaan masing2..

    Ditunggu kelanjutannya..
    Fighting kak..^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s