[EXOFFI FREELANCE] LOVE?

Cover

LOVE?

Tiffany Blesse

-Present-

Starring

Oh Sehun || Anastasia Kim

Setting

South Korea

17[for Harsh words and Hard scene]

Romance

Ficlet

PERHATIAN !

Cerita ini hanya fiktif belaka, jadi saya minta maaf apabila ada kesamaan tempat, alur cerita, isi cerita dan lain – lain itu bukan merupakan suatu kesengajaan. Semua isi cerita ini adalah milik saya dan tolong jangan mengcopynya tanpa seizin saya meskipun saya mengizinka nada-readers menikmati hasil tulisan saya. Dan saya akan sangat senang dan mengapresiasi apabila anda-readers meninggalkan jejak anda dengan mengkomentari hasil tulisan saya meskipun itu adalah kritikan. Karena dengan itu saya akan semakin semangat lagi untuk menulis dan memperbaiki tulisan saya, cerita ini juga akan dipublish di blog lain. Yang terakhir, I hope you like this chapter and happy reading. Thank You ^_^

Anastasia Kim-23 y.o

9f8f5f20c505a9d400c971436618af27

Oh Sehun-22 y.o

 7Qe5TDVk2o1428743828

Summary

            “ I’m not virgin anymore, Sehun. Lalu bagaimana mungkin aku bisa menerima cinta tulus dari seorang pria baik dan polos sepertimu?”

*
*
*

 

            “Aku mencintaimu Anna”

            Suara parau setengah berbisik itu pun tersuap ke udara tanpa teding aling-aling hingga membuat seorang Annastasia Kim membeku bisu dalam beberapa detik, mata coklat hangatnya telah membulat sempurna dalam kungkungan berhias bulu mata lentik. Mengerjap sesekali mencoba mengurai silabel yang sejatinya telah menguap bersama polusi meski tak kasat mata.Tapi Si Pria Oh hanya menyunggingkan seulas senyum simpul dalam distraksi yang ia ciptakan, lalu menunduk  kala semburat merah merekah hingga mengurai warna pada paras putihnya. Terlalu lugu  memang, tapi mampu membuat gemas sampai keubun-ubun.

            “Aku tahu aku bukan pria sempurna seperti yang kau inginkan, tapi aku mencintaimu Anna”

Lagi, silabel itu seakan meluncur bebas hingga tanpa sopan santun mengetuk pertahanan Anna yang kokoh dalam balutan konsekuensi masa lalu. Kini, giliran Anna yang memalingkan tatapan hangat itu pada hamparan bunga-bunga mawar taman belakang Si Pria Oh, sejenak matanya terpejam mencoba membawa  alur kehidupan pada titik normal.

            Tapi sayang, ia tak kuasa dengan gemuruh yang kian menghentak, jemari lentik itupun meremas kursi besi putih yang tengah ia duduki dengan Sehun dalam diam hingga buku-bukunya memutih, otak briliant yang ia agung-agungkan tengah mencengkramnya kali ini, seolah mengejek jika dia memang tak benar-benar pintar meski pengalaman belajar ilmu kedokteran di Harvard University mampu membungkam telak mulut-mulut para munafik.

            Ia tak habis pikir, bagaimana bisa seorang laki-laki dengan keterlambatan perkembangan otak mampu menyatakan cinta padanya?, Baiklah…,bukan itu masalah intinya, itu bisa saja dia jabarkan secara rinci hingga sel-sel otak berdenyut nyeri dalam balutan pelipis, hanya …saja…ia tak menyangka jantungnya akan berdebar sehebat ini, oh ayolah Anna….dia bukan lelaki yang kau inginkan: lelaki tampan yang telah kau puja bagai dewa sepuluh tahun lalu, dia hanya pasienmu, jadi persetan dengan deguban hangat menyebalkan ini.

            Pria itu masih saja menunduk dengan memilin ujung bajunya, sesekali ia menggerakkan jemarinya untuk membenarkan kaca mata kuda miliknya yang kini perlahan bebas meluncur dari hidung bangirnya.

            “Sehun…” Seakan terhipnotis, sarkasme yang telah di ujung lidahpun kini  tiba-tiba saja hilang hingga hanya mampu mengalunkan nama lelaki disampingnya dengan begitu lembut, seakan tak ingin membuatnya semakin terluka. Suara lembut itu pun merasuk dalam balutan udara yang kini terasa semakin menipis kerena deguban tak berlandas miliknya, hingga mampu membuat sang pemilik nama mengalihkan atensinya untuk menatap mata coklat yang mampu membuat seorang pria cacat pun bertekuk lutut.

            “ Aku mengerti, Anna” Ucap Sehun lagi, mata tajam Sehun yang hangat itu pun kini seakan mampu mendiskripsikan perasaan Sehun saat ini: kecewa karena dirinya tak mampu menjadi seseorang yang bisa menjadi  sandaran untuk wanitanya.

            “ Aku mengerti, karena sampai kapanpun aku tak bisa memilikimu”  ucapan Sehun mampu membuat Anna semakin menatap kedua manik tajam milik Sehun yang kini masih terkungkung lensa  minus.

            “ Sehun….akulah yang tidak pantas untukmu” Kini Anna berkelakar sendu, lapisan – lapisan  bening seakan berlomba – lomba menutup pandangannya hingga mulai mengabur.

            “ I’m not virgin anymore, Sehun. Lalu bagaimana mungkin aku bisa menerima cinta tulus dari seorang pria baik dan polos sepertimu?”.

            Bulir – bulir bening itu pun  benar – benar menerobos pertahanannya, hingga bahunya bergerak naik turun tak beraturan, tubuhnya memanas dan seakan pasokan oksigen dunia tengah pada titik minim, sesak, sungguh ia tak ingin mengingat kejadian dimana ia merupakan korban pertaruhan teman lelakinya hingga ia harus di seret pada kehangatan dan kenikmatan duniawi bersama klimaks. Sungguh ia ingin mati saat itu, kehormatan dan harga dirinya telah terinjak tak berbentuk, ia merasa jijik pada dirinya sendiri meski ia berulang kali membersihkan tubuhnya tapi sentuhan sentuhan seductive lelaki brengsek itu seakan tak pernah menghilang dari tubuh rapuhnya.

            “ Aku hanya ingin bersamamu Anna, entah apapun yang pernah terjadi padamu di masalalu aku akan tetap mencintaimu Annastasia Kim”

            Ya, Anna sadar jika Sehun adalah difinisi cinta yang sebenarnya, dan dia tak ingin cinta yang ia tunggu sampai saat ini menghilang begitu saja, karena ia baru sadar jika ia memang telah jatuh cinta pada Sehun: lelaki dengan perkembangan otak yang lambat hingga ia bertingkah dan berfikir layaknya anak kecil meski ia telah berumur dua puluh tujuh tahun, tapi cinta tulus Sehunlah yang membuat dia menjadi laki-laki yang sempurna.

_END_

Hai..reader, ini ficlet dadakan aku di tengah malam menjelang pagi, habis nugas gak tahu kenapa nih tangan ngetik ff gaje ini. Maaf ya belum bisa bawa kelanjutan ff Perfect Flaws dan You Are, karena beneran nih tugas buanyakkkk banget. Ngomong – ngomong makasih ya udah mau baca FF aku yang gaje ini, salam sayang dari aku – Tiffany Blesse

 

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s