[EXOFFI FREELANCE] HYEONG or OPPA (Chapter 1)

Hyeong or Oppa

  • Title : Hyeong or Oppa – [Part 1]
  • Author : jung_msa
  • Length : 1274 Words Chaptered
  • Genre : Drama ~ Family
  • Rating : PG
  • Main Cast : Oh Sehun (EXO) – Kim Yee Jeong (OC)
  • Summary : ”Berperan menjadi sosok yang berbeda adalah pilihannya. Di mana keinginannya untuk berubah itu disebabkan dari sebuah pertikaian yang menimpanya di masa lalu. Bagaimanakah perjalanan dirinya yang harus bermain drama sebagai seorang PRIA?”
  • Disclaimer : Sekedar mengingatkan bahwa cerita ini adalah asli dari imajinasiku sebagai pengembang cerita. Jadi mohon pengertian dan dukungannya. Diberitahukan juga bahwa FanFiction ini pertama dipublish di account Wattpadku (@jung_msa).
  • A/N : Maaf jika masih banyak kekurangan dalam Fanfictionku ini, tetapi aku berharap ada yang memberi respon. Karena respon kalian akan menentukan berlanjutnya cerita ini. Makasih perhatiannya…..

 

 1486031932432

Tubuh kecilnya kini terhempas kembali menyentuh dinding di belakangnya. Punggungnya yang masih sakit, kian meremuk ketika sang Kakak mendorongnya untuk kedua kalinya. Namun, ia hanya seorang gadis kecil yang bisanya menangis menerima perlakuan dari Kakak kandungnya itu.

“Oppa, kumohon berhentilah.”

Laki-laki yang dipanggil Kakak itu hanya tertawa melihat Adiknya memohon dan menangis seperti itu. “Seharusnya kau yang berhenti, bodoh! Kau seharusnya ingat dengan kata-kata yang biasa aku lontarkan padamu. Apa perlu aku mengulangnya?” Dia hanya menerima gelengan dari Adik perempuannya. “Ah, ternyata kau ingin aku mengulangnya. Baiklah, dengarkan aku baik-baik! Seorang wanita terlahir untuk ‘Disakiti’, bukan untuk ‘Menyakiti’. Terlebih wanita lemah sepertimu, Kim Yee Jeong.”

***

Ulsan, 2016.

“Yak, Seo Jeong-ah! Lemparkan bola basket itu padaku! Kim Seo Jeong!”

Deg. Ketika terdengar namanya dipanggil, ia pun segera tersadar dari bayangan masa lalunya. Untuk kesekian kalinya, ingatan itu masih saja terngiang dalam pikiran yang terlintas di otaknya. Ia menghela nafasnya sambil menatap bola basket yang dipegangnya.

Tunggu. Bola basket? Ia membelalakkan matanya, lantas ia pun langsung melihat ke sekelilingnya. Ternyata dirinya masih berada di tengah lapangan sekarang, dengan sisi-sisi lapangannya yang sudah terisi penuh oleh para murid perempuan yang bersorak mendukung para pemain termasuk dirinya.

“Kim Seo Jeong!”

Tiba-tiba bola basket itu diambil secara paksa oleh seseorang yang berada satu tim dengannya. Itu terlihat dari baju seragam basketnya yang terlihat sama. Dia adalah, Oh Sehun.

Bukan, pria itu bukan yang memanggilnya tadi. Tetapi, Baekhyun-lah yang menyerukan namanya.

“Kau melamun lagi. Berhentilah membawa urusan pribadimu ketika sedang bertanding seperti ini. Itupun jika kau ingin menang,” ujar Sehun penuh penekanan di setiap perkataannya.

Tetapi, bukan Seo Jeong jika dia marah dengan perkataan Sehun yang dilontarkan padanya. Sikap acuh Sehun sudah terlalu sering ia dapatkan. Jadi tak heran jika ia hanya membalasnya dengan sebuah cengiran khasnya.

“Maafkan aku, Hyeong. Aku janji tak akan mengulanginya lagi.”

“Ucapanmu itu sudah aku dengar puluhan kali.” Sehun pun melenggang pergi dengan menggiring bola di tangannya. Dia meninggalkan seseorang yang kini sedang menggaruk tengkuknya yang mungkin tak terasa gatal.

1486031932432

“Yeah! Akhirnya kita bisa mempertahankan skor kita.” Baekhyun bersorak penuh kegirangan.

“Itupun karena Sehun hyeong yang mencetak skor di akhir pertandingan,” jawab Seo Jeong tak kalah senang.

Baekhyun menjitak kepala Seo Jeong dengan cukup keras. “Apa yang kau lakukan tadi, bodoh? Kau hampir saja membuat kita kalah dengan lamunanmu itu. Apa kau ada masalah?”

Seo Jeong menggeleng dengan cepat. “Tidak. Aku tidak memiliki masalah apapun. Maafkan aku Hyeong. Aku tidak akan mengulanginya lagi.” Seo Jeong memasang ekspresi memohon yang lucu di hadapan Baekhyun dan Sehun.

“Berhentilah memasang wajah seperti itu. Jika kau wanita mungkin saja aku akan luluh padamu. Tetapi, sayangnya kau adalah seorang pria dengan perawakan seperti seorang gadis. Itu sangat menjijikkan.” Baekhyun mencibir sambil menangkup kedua pipi Seo Jeong, kemudian ia mempoutkan bibir milik teman prianya itu. “Mengapa kau cantik sekali Seo Jeong-ah? Apa kau ini sungguh seorang pria?”

Hyeong! Berhentilah menyamakan diriku dengan para wanita di luar sana. Aku tak suka mendengarnya, walau itu pujian sekalipun.” Seo Jeong menghempaskan tangan Baekhyun dari wajahnya.

“Aku akan ke asrama.” Sehun beranjak dari duduknya. Ia cukup lelah hari ini, dan celotehan Baekhyun – Seo Jeong membuatnya jengah mendengarnya karena terlalu berisik. Jadi ia pun lebih memilih untuk meninggalkan mereka. Tetapi, tak disangka Seo Jeong akan mengikutinya. “Mengapa kau mengikutiku?”

“Bukankah asrama laki-laki itu hanya ada satu? Aku hanya ingin ke kamarku juga.”

“Baekhyun?”

Hyeong masih menebarkan pesonanya di kantin sekolah, jadi aku meninggalkannya.” Seo Jeong mengedikkan bahunya.

Keduanya saling berjalan beriringan tanpa mengeluarkan sepatah katapun lagi. Ketika Sehun dan Seo Jeong sudah sampai di persimpangan antara koridor asrama perempuan dan pria, mereka dikejutkan dengan kehadiran seorang gadis yang menggerai rambut panjang indahnya.

“Sehun oppa! Apa kau baru saja mengisi perutmu? Padahal aku ingin sekali memberikan kimbap ini padamu.” Gadis itu menjulurkan tangannya dengan kotak makanan yang berisi gulungan nasi tersebut.

“Ya, aku sudah makan tadi. Terima kasih.” Sehun melangkah pergi begitu saja tanpa berniat mengambil makanan yang ditujukan untuknya.

Seo Jeong yang belum melangkah mengikuti Sehun pun menatap nanar kotak makanan yang masih menggantung di tangan gadis itu.

“Park Hye Soo?”

Gadis itu mendongkakkan kepalanya. Ia pun menatap pria manis di depannya.

“Bolehkah aku yang mengambilnya? Aku akan membantumu memberikan itu pada Sehun.”

“Bolehkah? Apa aku bisa menitipkannya padamu?”

Seo Jeong mengangguk dengan tersenyum menyakinkan. “Tentu.”

“Kau baik sekali. Kau tahu? Kau sangat tampan jika tersenyum seperti itu. Aku gadis beruntung yang mendapat pertolongan darimu. Terima kasih Seo Jeong-ah.” Hye Soo langsung menghambur ke pelukkan Seo Jeong. Hanya sebentar dan Hye Soo kemudian menyerahkan kotak bekal itu pada Seo Jeong. “Sekali lagi terima kasih.” Ia berjalan menjauhi Seo Jeong yang terlihat masih terkejut itu.

“Mengapa dia memelukku? Apa dia baru saja menggodaku? Park Hye Soo, kupastikan diriku ini tak akan tertarik padamu,” cibirnya rendah di akhir kalimat. Ia pun melangkahkan kakinya ke asrama pria.

Dia sudah sampai di sebuah kamar, namun itu bukan kamarnya. Ini kamar Sehun. Ia menghembuskan nafasnya sebelum memberanikan diri untuk mengetuk pintunya. Seo Jeong memulai aksinya.

Seorang pria yang berada di dalam sana meresponnya dengan cepat. “Ada apa?”

Seo Jeong menatap Sehun dengan sedikit berbinar. Ia menjadi gugup karena melihat Sehun yang mungkin baru menyelesaikan mandinya. Meskipun sebenarnya ia sendiri sudah sering melihat pemandangan seperti ini tiga tahun berturut-turut. ‘Mengapa semua pria melakukan rutinitas mandinya dengan sangat cepat? Apa karena aku yang terlalu lama berdiri di pintu kamarnya?’ Seo Jeong menggelengkan kepalanya. ‘Apa yang kau pikirkan, Kim Seo Jeong? Bukankah kau juga termasuk golongan pria?’

Sehun berdehem keras sebab tak juga mendapat respon. “Mengapa kau ke kamarku?”

Seo Jeong menelan salivanya sebelum menjawab. “Aku ingin memberikan ini. Kau tak seharusnya menolak pemberian orang lain begitu saja. Itu tak baik.” Seo Jeong menggerak-gerakan tangannya yang memegang kotak bekal itu. “Ambilah.”

Bukan kotak bekal yang Sehun ambil, tetapi lengan pria kecil itu yang ia tarik masuk ke dalam. Setelah Sehun membawa Seo Jeong ke dalam, ia menutup pintunya. “Duduklah, bantu aku memakannya.”

Seo Jeong duduk di kursi belajar Sehun. Dan pria itu mengambil kursi lain yang ia letakkan tepat di sebelahnya.

 

Sehun membuka kotak bekal itu.

cach-lam-kimbap-ngon-750x563

Kemudian dia melirik pada sesosok pria yang duduk di sampingnya. “Mengapa kau diam saja? Bukankah kau ingin aku memakannya? Kalau begitu kau pun harus memakannya. Aku sudah tak selera sebenarnya karena perutku sudah terisi. Namun kau membawanya, dan aku harus memaksakan makanan ini masuk ke dalam perutku kembali.” Sehun memasukkan satu potongan kimbap ke mulutnya.

“Apa kau sangat terpaksa, Hyeong?”

“Sudahlah, makan saja.” Potongan kedua Sehun masukkan.

Seo Jeong memasukan kimbap pertamanya. Setelah itu ia tersenyum kecil. “Ini sangat enak. Kau hampir saja menolaknya, Hyeong.” Seo Jeong menyumpit kimbapnya kembali.

Setelah hampir sepuluh menit mereka menghabiskan makanannya dengan penuh keheningan. Akhirnya kotak bekal itu sudah kosong tak tersisakan.

“Terima kasih Hyeong sudah berbagi makanan denganku.”

Sehun hanya menganggukkan kepalanya. “Beristirahatlah.”

Seo Jeong menanggapi perhatian kecil Sehun dengan senyum yang mengembang. “Kau pula harus beristirahat, Hyeong.” Seo Jeong beranjak dari duduknya. Ia pun hendak melangkah mendekati pintu, namun tangannya ditahan oleh seseorang yang tak lain adalah sang pemilik kamar itu sendiri. Seo Jeong menolehkan kepalanya. “Ada ap–”

“–kau seperti anak kecil. Bagaimana bisa di umurmu yang sudah menginjak angka tujuh belas ini masih meninggalkan makanan di sudut bibirmu. Kau ini sudah kelas 3, Kim Seo Jeong.” Sehun membersihkan sudut bibir Seo Jeong dengan tangan kosongnya. Dirasa sudah tak meninggalkan jejak nasi di bibir Seo Jeong, Sehun pun beralih ke meja belajar untuk dibersihkannya.

Seo Jeong masih mencerna apa yang tadi Sehun lakukan padanya. Dengan segera ia pun tersadar dari diam mematungnya. “Terima kasih Hyeong.” Seo Jeong meninggalkan kamar Sehun dengan senyum yang sengaja ia sembunyikan dengan menundukkan kepalanya.

‘Lagi, aku bertingkah seolah diriku ini menyukai Oh Sehun. Ingatlah Kim Seo Jeong, kau ini seorang pria!’

1486031932432

To Be Continue…

 

Iklan

10 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] HYEONG or OPPA (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s