[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You [Chapter 5 : After A Kiss]

CRAZY WITH YOU

Tittle : Crazy With You [Chapter 5 :  After A Kiss]

Author: Babyjae96

Length: Chapter

Genre: Romance,  Comedy & Drama.

Rating: PG-17

Main Cast :

Park Yena [OC]

Do Kyungsoo [EXO]

Dll

Disclaimer : Fanfic ini hasil karya otak ku sendiri dan kemudian tersalurkan kedalam Fanfic ini, jika ada kesamaan dengan ff lain hanya kebetulan semata.

Author note :

Sebelumnya maaf lama banget sampe berbulan-bulan ga update lagi, bukannya ga mau lanjutin aku malah udah hampir nyelesain tapi..ada masalah sama laptop aku selama dua bulan lebih ini dan katanya laptopnya emang udah ga bisa nyala, ini faktor x yang sama sekali ga diduga dan sempet frustasi takut semua file hilang apalagi banyak tugas kuliah juga, dan beruntungnya file-filenya bisa dibalikin tapi sayang laptopnya ga mau nyala.

Sekali lagi maaf.

 

 

“Park Yena! Dimana kau? ”

 

 

.

.

Hari ini, Kyungsoo berada di dalam bus bersama teman-teman seangkatan lainnya yang juga akan mengadakan MT didaerah Paju. Sejak tadi Kyungsoo melihat keluar jendela, pikirannya terus saja memikirkan apa yang ia perbuat semalam.. semua nya terjadi begitu saja ketika ia mencium Yena malam tadi dan berakhir kecanggungan bagi keduanya pagi tadi sebelum ia berangkat.

“Kau membawa bekal? Aku lapar”

Salah seorang teman baru Kyungsoo bernama Jongdae itu membuka tas yang dibawanya begitu saja “Ibuku membuatkan ku kimbab, tapi anak-anak lain memakannya tadi” Jongdae menemukan sebuah kotak makan didalam tas Kyungsoo itu. Kyungsoo langsung merebutnya, ia tau tadi pagi Yena memasukan kotak makan ini diam-diam kedalam tas nya.

“Jangan makan ini”

“Kenapa?”

“Tak apa, minta saja pada yang lain”

“Ya! Apa itu dari pacarmu?”

“Eoh..” Kyungsoo bingung harus menjawab apa, ia tak mungkin menjawab dari seorang wanita kan karna otomatis Jongdae mengira itu sebagai pacarnya “Tidak”

Jongdae yang duduk disebelah Kyungsoo menatapnya curiga, ia tau jika Kyungsoo tinggal disini sendiri jadi pasti itu dari seseorang “Kau pasti memiliki pacar,kan?” Tanyanya mengintrogasi lagi. Kyungsoo menghela nafas pelan dan menggeleng “Tidak..”

“Kalau tidak kenapa aku tidak boleh memakannya! Jika dari Ibumu, kau pasti akan membaginya juga” Jongdae mendekatkan tangannya pada kotak makan

“Hanya… ya ini dari pacarku jadi jangan makan!” Tegasnya mengambil salah satu potongan kimbab dan memasukannya kedalam mulutnya. Rasanya memang enak, ternyata Yena bisa memasak juga, ini terbukti karna selama ini Yena slalu memasak untuknya. Jongdae berdecak melihat Kyungsoo yang seakan mengejek kemudian ia kembali berdiri “Sudahlah..aku akan minta pada yang lain”

Kyungsoo bukan orang yang pelit hanya saja tidak untuk yang ini, ia tak akan memberikannya pada siapapun dan kenapa tadi ia berkata ini dari pacarnya? Entahlah tapi ia hanya ingin menghentikan Jongdae yang terus berbicara saja. Kyungsoo menatap kotak makan itu, ia tersenyum melihat itu entah apa alasannya tersenyum seperti ini..

.

.

Yena bertemu Eunsoo di sebuah cafe, Eunsoo tengah berkunjung ke Seoul untuk mengambil beberapa barangnya di Seoul sebelum ia kembali ke Gwangju. Yena menceritakan semua tentangnya dan juga Kyungsoo, perubahan pria itu dan juga kejadian semalam dimana dia menciumnya. Yena tau perubahan Kyungsoo menjadi baik itu karna dia mengandung anaknya tapi.. perlakuannya itu menggetarkan hatinya atau karna ia sedang hamil jadi ia sensitif dengan ini.

“Jika begitu kenapa kau tidak meminta menikah saja dengannya?”

“Ya! Aku tidak mau!”

Eunsoo berada didepan Yena itu sama sekali tak mengerti, jika ia menjadi Yena ia pasti akan memaksa Kyungsoo menikahinya tapi kenapa dia tak mau “Kenapa kau bersikeras tak mau menikahinya,huh?”

Yena memegang gelas minumannya, ia memainkan sedotan itu “Aku tidak mau menganggunya, dia masih harus belajar meraih mimpinya dan…” ia mengantung ucapannya membuat Eunsoo penasaran, “Apa?”

“Sudahlah jangan membicarakannya lagi, aku bingung dengannya” Yena meminum kembali jus yang dipesannya. Eunsoo hanya mengangguk saja, baiklah jika Yena tak mau cerita tapi ia yakin Yena pasti akan menceritakannya nanti,jika Eunsoo pikir tenyata kehamilan membuat Yena jauh lebih baik, dia tak merokok lagi dan juga meminum alkohol semaunya ataupun pulang malam karna terus berjalan-jalan, “Ah..tapi..bagaimana dengan Sehun? Dia terus mengangguku menanyai-mu”

“Biarkan saja atau nanti aku akan menghungi-nya, dia benar-benar..kukira dia sudah pindah tapi ternyata masih disini”

“Ya, lebih baik kau segera menghubunginya saja”

Yena mengangguk ia memang akan melakukan itu, ia tau bagaimana sikap Sehun jika benar-benar frustasi bisa bisa ia akan menjadi seperti buronan dicari oleh orang orang suruhan Sehun nantinya, sejak hari perpisahan Yena memang menganti nomornya dan ingin menjauhi masa sekolahnya, ia tak mau lagi berhubungan dengan orang-orang saat ia sekolah  kecuali Eunsoo tentunya.

“Oh ya..aku dengar juga Seungjun mencarimu..dia bertanya pada anak-anak sekolah”

“Aish…ada dengan dua pria itu? Kenapa mereka mencariku? Memangnya aku apa..” Yena kesal sendiri mendengar Seungjun juga mencarinya, ia benar-benar buronan sekarang.

“Mana kutau, tapi..kenapa kau tidak meminta bantuan Kyungsoo saja. Dia pasti akan membantumu agar mereka menjauh”

“Kyungsoo?” Yena menggeleng cepat “Anak itu tak mungkin berani, dia slalu mengindari masalah-masalah, lagipula ini masalahku aku harus menyelesaikannya dan hidup tenang”

Eunsoo setuju, apapun itu jika Yena butuh bantuan ia pasti akan membantunya, ia mengeluarkan sesuatu dari tas-nya “Ini untukmu” Eunsoo menaruh sebuah amplop berwarna putih didepan Yena.

“Apa ini?”

“Uang”

“Apa? Kenapa?” Yena terkejut melihat amplop yang sedikit cukup tebal itu, ini berisi uang, kenapa Eunsoo memberikan ini padannya.

“Maaf aku tidak bisa membantumu banyak, aku tau kau pasti membutuhkan banyak uang sekarang dan kau juga tidak bisa bergantung pada Kyungsoo karna dia juga harus kuliah, tabunganmu sedikit dan Ayahmu belum mengirim uang”

“Tak usah, kau pakai saja untuk kuliahmu”

Eunsoo menggeleng keras, ia memberikan amplop itu kedepan Yena “Aku sekarang tinggal dengan Unnie ku dan suaminya, mereka memberiku uang dan orang tua ku juga.. jadi..Ah sudahlah terima saja, anggap ini hadiah untuk keponakanku nanti ya..” Eunsoo berdiri dari sana karna diluar Unnie nya sudah menjemput menggunakan mobilnya “Aku pergi dulu,, Dodoo..Annyeong..”

Yena tersenyum pada Eunsoo dan tak lupa meminta salam untuk Unnie Eunsoo disana. Ah, Eunsoo… dia malu sekarang. Yena tau Eunsoo berasal dari keluarga berada tapi tetap saja ia tak enak jika mendapat uang seperti ini secara percuma, dari dulu Eunsoo slalu berbuat baik padannya sedangkan ia belum melakukan apapun untuk sahabatnya itu selain masalah juga.

.

.

Yena kembali ke apartmentnya, ia berjalan pelan masuk kedalam sana dan menaiki tangga karna tak mau lama menunggu lift. Yena sudah sampai di lantai dua, ia sempat menoleh sebentar pada unit apartementnya yang tertutup.. jujur saja ia tak mau kehilangan apartement itu dan ingin tetap tinggal disana, ia sudah disana sejak lahir dan rasannya sulit saja beradaptasi dengan lingkungan lain selain disini.

“Oh, Yena..”

Yena sedikit menaikan kepalanya, ia menurunkan tangan yang tadi ia lipat didepan dadannya, matanya melihat pada seorang wanita yang berjalan mendekatinya dengan senyuman ramahn, “Minji..” ya dia adalah Minji. Yena dulu pernah satu kelas dengannya saat kelas dua bersama Kyungsoo juga, mereka tak dekat karna tentu saja berbeda bisa dibilang dia adalah Kyungsoo versi wanitanya, dia gadis yang cerdas dan bersaing dengan Kyungsoo meraih peringkat pertama walaupun akhirnya dia kalah dari Kyungsoo.

“Kau baru pulang?” Tanyanya berdiri didepan Yena. Yena mengangguk “Oh ya.. Lalu kau?”

“Aku baru dari apartement Kyungsoo, tapi sepertinya dia tidak ada ponsel juga tidak aktif. Apa mungkin kau tau dia kemana?”

“Kyungsoo? Dia pergi MT tadi pagi”

“Oh..benarkah? Ah..anak itu, dia seharusnya bilang pada Ibunya.. Ibunya pikir dia ada dirumah hari ini jadi menitipkan ini padaku untuknya” Minji menunjuk bawaannya yang seperti sebuah kotak makanan berukuran besar dan ditutup dengan kain. Yena diam, ia melihat bawaan Minji itu..tunggu… Ibu Kyungsoo? Bagaimana Minji bisa kenal?

Minji menurunkan kotak yang dibawanya, ia menghela nafasnnya “Kemarin aku habis dari rumah kakekku dan tak sengaja aku melewati daerah rumah Ibu Kyungsoo jadi aku datang untuk menyapa lalu Omeoni menitipkan makanan untuk Kyungsoo” Jelas Minji tersenyum seakan memberi tau alasannya membawa kotak makanan itu dari Ibu Kyungsoo. Yena mengangguk pelan, ia tak tau jika Minji dan Ibu Kyungsoo dekat “Aku tidak tau jika kau dan Ibu Kyungsoo dekat, kau bahkan memanggilnya Omeoni”

Minji tersenyum malu “Dulu aku bertemu dengan Ibu Kyungsoo ketika pembagian rapot, saat itu beliau kebingungan mencari kelas Kyungsoo dan kebetulan saat itu kita bertemu..Ah, kau ingat kan.. saat itu kita juga bertemu denganmu saat kau berlari hampir menabrakku saat itu, setelah itu kita berkomunikasi mengenai Kyungsoo karna menurut Omeoni Kyungsoo jarang mengangkat telponnya dan aku berakhir memanggil beliau Omeoni”

Lagi, Yena mengangguk tak bisa berbicara apa-apa. Ia masih ingat saat itu ia berlari karna harus menghindari wali kelasnya yang pasti akan menanyai tentang orang tuanya dan saat itu ia tak sengaja hampir atau sedikit menabrak Minji yang kebetulan bersama Ibu Kyungsoo saat itu. Yena bahkan sempat menyapa Ibu Kyungsoo tapi sapaannya tak dibalas, ia tau Ibu Kyungsoo membencinya sejak Ibunya pergi lalu saat ia mengajak Kyungsoo membolos satu hari menemaninya jalan-jalan dihari ulang tahunnya. Ya, saat itu ia memang yang salah karna mengajak anak sebaik Kyungsoo membolos.

“Oh.. Aku harus segera pulang, Tapi…” Minji berhenti berbicara “Sepertinya hubunganmu dan Kyungsoo mulai membaik sampai kau tau Kyungsoo pergi MT bahkan Ibunya saja tidak tau”.Yena langsung bingung, ia tak boleh panik “Ah.. itu…aku tak sengaja bertemu dengannya tadi pagi” Jawabnya asal tapi masuk akal.

Minji tersenyum  baiklah..Aku pergi dulu” Minji berjalan melaluinya menuju lift yang berada di ujung sana, dia memakai lift padahal ini hanya lantai dua. Yena melihat penempilan Minji yang terlihat dewasa dan ia akui Minji memang cukup cantik, atau karna efek baju yang Minji kenakan.. ya ia pikir seperti itu karna jika ia memakai pakaian bermerk itu juga ia pasti akan terlihat jauh lebih cantik darinya.

.

.

Kyungsoo sudah sampai di villa yang disewa universitasnnya itu, ia duduk di pojok ruang kamar berukuran besar yang ditempatinya dan juga para mahasiswa lain, ia sudah membersihkan diri tadi dan juga makan malam sekarang ia hanya perlu tidur, tapi entahlah ia tak bisa tidur.. ia memegang ponselnya yang baru saja ia nyalakan ada beberapa panggilan tak terjawab tapi itu tak penting menurutnya, sekarang ia melihat pada layar ponselnya itu tertera kontak Yena. Kyungsoo ingin menghubungi Yena menanyakan keadaannya, apa dia muntah-muntah lagi atau tidak? Apa dia makan dengan baik? Tapi..mengingat kejadian malam kemarin, Ah.. ia merasa malu karna apa yang ia lakukan malam kemarin.

Kemarin malam, ia pasti terlalu terbawa suasana jadi ia begitu saja mencium Yena. Ini benar-benar terjadi begitu saja.. ia tidak tau kenapa tapi saat itu ia tak bisa mengelaknya jika ia ingin mencium Yena, mungkin ini sebagai ungkapan rasa terima kasih karna sudah menjaga anaknya atau..

“Ya! Kyungsoo! Apa kau akan mengubungi pacarmu?”

Jongdae berjalan mendekatinya, dia masih mengeringkan rambutnya sehingga Kyungsoo terkena beberapa cipratan air itu “Kenapa? Kau belum menghubunginya?”

Kyungsoo masih tak menjawab, ia menurunkan ponselnya “Ini sudah malam, dia pasti sudah tidur” Jawabnnya begitu saja padahal bukan itu alasannya, ia juga tau jika Yena pasti belum tidur di jam 10 ini, wanita itu pasti tidur hampir larut malam karna menonton drama dulu.

“Setidaknya kirim dia pesan, jika kau sudah sampai atau ucapan selamat malam.. Ya.. kita tidak tau kapan ponsel kita akan diambil jadi lebih baik gunakan kesempatanmu sekarang ” Ucap Jongdae memberinya nasehat “Ah..kenapa aku lapar? Aku akan mencari makanan dulu!” Jongdae kemudian pergi keluar kamar meninggalkannya, jadi didalam sini hanya dia sendiri..

Kyungsoo kembali meraih ponselnya, membuka pengaman ponselnya itu lalu menghubungi Yena tanpa ragu karna apa yang dikatakan Jongdae ada benarnya juga, ia tidak tau kapan ponselnya akan diambil oleh para sunbae nya itu jadi ada beberapa hal yang ingin ia bicarakan dengan Yena karna tadi pagi ia tak sempat mengatakannya.

.

Yena berada di kamar Kyungsoo, ia tidur diatas kasur itu menatap dinding atas kamar bercat biru muda itu, entah kenapa setelah melihat Minji tadi pikirannya tak tenang, tak biasannya Kyungsoo dekat dengan wanita? Apa mereka memiliki hubungan? Lalu apa dia orang ketiga diantara mereka? Eh.. pikirannya benar-benar aneh, sepertinya ia terlalu banyak menonton drama.

Dreddd…

Dreddddd…

Yena langsung duduk sambil mengambil ponsel yang diletakannya di nakas samping tempat tidur, ia melihat sebuah panggilan dari Kyungsoo. Omo.. kenapa tiba-tiba ia menjadi gugup seperti ini? Yena langsung menarik dan mengeluarkan nafasnnya secara teratur berkali-kali sebelum mengangkat panggilan itu.

“Oh..Kyungsoo-ya, ada apa?” Yena mencoba berbicara seperti biasannya walaupun ia masih merasa gugup tanpa alasan yang jelas.

“Tidak, hanya..dia baik-baik saja kan?”

“Eoh..ya.. dia baik-baik saja, aku tidak muntah hari ini dan aku juga makan dengan baik jadi dia juga pasti baik-baik saja kan” Secara tidak langsung Yena juga memberi tau mengenai keadannnya, kenapa ia merasa kecewa?

Baguslah, Oh ya.. jika terjadi sesuatu kau bisa menghubungiku tapi jika aku tidak mengangkatnya, kau hubungi sunbae ku..akan ku berikan nomornya

Yena hanya berdehem saja, ia menunggu Kyungsoo berbicara lagi padannya.

“Sudah malam, kau tidurlah…selamat malam”

Yena masih menaruh ponselnya di telinga, ia terpaku karna ini pertama kalinya Kyungsoo mengucapkan selamat malam padannya jika saja Kyungsoo tak langsung mematikannya mungkin ia akan membalasnya juga. Mengucapkan selamat malam. Yena menaruh asal ponselnya dan ia menjatuhkan dirinya diatas ranjang sambil tersenyum seperti orang gila lalu tanpa sengaja kakinya menendang ponselnya itu kebawah, “Ahh sial..”

Yena turun dari tempat tidurnya mengambil ponsel 2g nya itu, ia sudah menjual smartphone nya dua bulan lalu dan mengantinya kembali dengan ponsel 2G yang merupakan ponsel pertama miliknya saat sekolah menengah, “Ah.. aku tidak punya uang membeli yang baru” ia meraih ponsel 2G yang ada di lantai dekat dengan bawah ranjang dan menyalakannya, matanya tak sengaja melihat kebawah ranjang itu yang banyak barang tapi.. kenapa itu disini? Yena mengambil sebuah buku catatan kecil yang seingatnya itu ada padannya tapi kenapa bisa disini? Yena membuka buku catatan itu, ia tau ini milik Kyungsoo tapi seingatnya ini ada padannya karna dulu Kyungsoo meninggalkannya di sekolah waktu itu, saat mereka masih sekolah dasar atau awal sekolah menengah..Ah, ia tak begitu ingat.

Dari buku kecil itu, Yena tau bagaimana pintarnya Kyungsoo dari buku catatan itu dimana terdapat banyak catatan yang biasa Kyungsoo hapalkan di segala tempat dan juga dari sini ia tau jika ia merupakan cinta pertama Kyungsoo, Kyungsoo adalah cinta pertamanya dan juga sebaliknya..Wah, hubungan mereka memang luar biasa.. tapi itu dulu tentu saja sekarang berbeda. Tapi bagaimana dia bisa menemukannya? Jelas-jelas catatan ini ada padannya, apa dia mengeledah dus-dusnya? Itu tidak mungkin, kenapa juga Kyungsoo mengeledah dusnya.

.

Selama Kyungsoo pergi Yena lebih banyak menghabiskan waktunya diluar, tiga hari ini ia mendapat sebuah pekerjaan paruh waktu di mini market tak jauh dari gedung apartement ini saat siang hati dari salah satu kenalannya mengantikan teman kenalannya itu yang pergi ke desannya, pekerjaannya tak sulit ia hanya perlu menjadi kasir saja dan sekarang ia juga sudah jarang muntah, hanya jika ia mencium bau parfum atau makanan tertentu saja ia mual selebihnya ia baik-baik saja dan mengenai makanan pun ia tak begitu pemilih tapi obsesinya dengan sup buatan Kyungsoo semakin menjadi setelah lima hari Kyungsoo tidak ada dan membuatkannya, jangan lupakan jika ia juga menyukai daging tapi karna mahal ia hanya membelinya sedikit saja.

Pagi ini Yena menginginkan sup ayam yang biasa Kyungsoo buat untuk sarapan, ia mencoba membuatnya sama tapi rasannya berbeda, jauh berbeda dari yang biasa ia rasakan padahal ia memakai bumbu yang sama..apakah karna itu buatan Kyungsoo? Ia rasa seperti itu.

“Dodoo-ya.. apa kau ingin makan sup buatan Ayahmu?” Yena mengelus perutnya, ia masih duduk di bangku depan meja makan menatap tak minat sup buatannya. Hari ini Kyungsoo pulang, tak bisakah dia pulang cepat… tapi ini terasa berlebihan ia menelpon Kyungsoo hanya ingin sup buatannya lagipula dia tak sedang memegang ponselnya.

Yena mendesah kecil menyandarkan punggungnya di bangku itu, ia harus bersiap-siap bekerja setelah ini, hanya sampai hari ini karna kebetulan juga orang yang digantikannya akan kembali besok.Ah, sayang sekali padahal ia ingin sekali berkerja disana lebih lama agar mendapat uang lebih.

.

.

Kyungsoo masih berada di tempat MT nya, hari ini adalah hari kepulangannya dan ia juga mendapat ponselnya kembali setelah lima hari ini para sunbaenya menyita ponsel mereka agar bisa fokus dengan kegiatan-kegiatan disini yang lebih sebagai pengenalan saja tentang universitas mereka dan juga para sunbae mereka, tapi sebenarnya Kyungsoo tidak menikmatinya pikirannya terus saja mengkhawatirnya Yena, bagaimana dia makan? Jika tidak diingatkannya dia pasti akan memakan sembarangan atau melewatkan makannya dengan alasan tidak berselera padahal jelas sekali dia tengah mengandung sekarang.

Kyungsoo duduk dibangku samping lapangan besar didepan villa itu, teman-temannya sedang bermain sepak bola didepannya, ia tak begitu tertarik dengan olahraga jadi ia menolak ajakan temannya bermain dan memilih diam disana saja, matanya turun kebawah melihat sepatu yang dikenakannya..Ya, ia memakai sepatu yang Yena belikan untuknya dan sepertinya Yena tak sadar itu…ia memakainya sejak hari pertama membuatnya semakin terus memikirkan Yena. .Ah, Park Yena.. dia benar-benar menguasai pikirannya lima hari ini, entah kenapa itu terjadi..ia hanya terus memikirkan Yena saja.

“Ya! Kau bermainlah! Kita akan kalah karna tim nya tidak seimbang!!!” Teriak Jongdae ditengah lapangan, Kyungsoo menggeleng tapi.. sepertinya lebih baik ia ikut bermain untuk sejenak menghilangkan pikirannya yang terus memikirkan Yena tanpa alasan pasti selain karna dia tengah mengandung anaknnya tapi ada sesuatu yang lain juga yang menganggunya.Rindu. Ah, ya.. ia pikir dirinya merindukan Yena sekarang.

.

.

Yena mengoceh sendiri didepan televisi bukan karna acara varienty show yang ditontonnya tapi karna Kyungsoo yang belum pulang sampai malam ini, belum terlalu malam juga karna matahari baru saja terbenam tapi kenapa semalam ini? Yena masih terus memikirkan sup buatan Kyungsoo, ia sudah membeli bubur saat pulang berkerja tadi tapi tetap saja ia menginginkan sup itu.. apa tidak apa-apa jika nanti ia langsung meminta Kyungsoo membuatkan sup? Tentu saja tidak apa-apa karna ini demi anaknya juga kan, tapi.. sepertinya ia menginginkan daging juga sekarang, Oh..kenapa ia berganti menginginkan daging.

Dredd…Dredd…

Bunyi getaran ponselnya itu membuatnya berhenti memikirkan daging yang diinkannya, ia meraih ponsel 3G yang menjadi andalannya itu, ia menemukan nama Kyungsoo tertera pada layar ponsel kecilnya “Apa dia tak akan pulang malam ini”

“Oh, Ada apa?” Tanya Yena jutek mengira Kyungsoo tak akan pulang malam ini.

“Aku sudah sampai Seoul, dan aku tak sengaja lewat restaurant didepan…apa kau ingin daging?”

Waw. Daebak, bagaimana bisa Kyungsoo mengetahuinya. Yena mencoba bersikap biasa atau lebih tepatnya jual mahal agar tidak disangka ia memang menunggu ini “Ya.. bukankah sudah kubilang, jangan berbuat baik padaku”

“Jadi kau tidak mau?”

“Tidak! Tadi tidak mau, tapi sepertinya sekarang dia juga menginginkannya”

“Baiklah, aku akan segera pulang”

“Hemmm” Yena tersenyum lebar pada ponselnya dan tertawa juga, sepertinya Kyungsoo memiliki ikatan dengan anaknya ini sampai tau apa yang ia mau sekarang. Yena bisa lega sekarang karna Kyungsoo akan pulang, ia tidak tau kenapa tapi ia menunggu pria itu pulang sejak tadi siang bukan hanya karna ia mengingkan sup juga ada hal lain juga, Ah.. makanya ia berkata jangan baik padannya, jika begini terus bisa-bisa ia menyukai Kyungsoo lagi atau mungkin sekarang ia memang sudah menyukai Kyungsoo.Oh, Tidak..tapi sepertinya memang benar.

Ting..nong…

Yena menoleh pada pintu bel apartement yang berbunyi, apa ada tamu? Sejak ia tinggal di sini selama kurang dari sebulan tak ada tamu yang datang kesini, ini tak mungkin Kyungsoo karna dia hanya tinggal masuk saja setelah menekan password pintu, Apa mungkin Minji? Dia pasti sudah menghubungi Kyungsoo, Oh..sepertinya memang dia.

Tangan Yena memegang ganggang pintu, ini pasti Minji, ia membuka pintu pelan-pelan dan melihat seseorang berdiri disana memandangnya “Oh..”

.

.

Kyungsoo pulang ke apartement membawa daging panggang yang diinginkan Yena, entah kenapa saat ia melewati restaurant yang pernah didatangi dengan Yena ia merasa ingin saja membelikan daging disan jadi ia menawarkannya pada Yena agar ia tidak membeli percuma dan ternyata dugaannya benar, Yena menginkannya. Ah sepertinya Yena mulai terobsesi pada daging sekarang.

Saat ia memasuki apartementnya, ia tak melihat Yena sama sekali disana. Ponselnya ada di meja ruang tengah, apa dia pergi ke mini market? Pikirnya, ia meletakan bawaannya ke atas meja makan sambil menyusuri setiap ruangan disana, Yena tidak ada dan sepertinya dia memang pergi keluar, Ya.. Yena memang sering keluar malam dengan alasan ingin menghirup udara atau berjalan-jalan ditaman belakang gedung apartement.

Tiga jam sudah Yena tak kembali ke apartement, Kyungsoo sudah mencarinya ke taman belakang, minimarket terdekat dan juga disekitar jalanan gedung apartement tapi Yena tak ada, ia tak tau kemana wanita itu pergi semalam ini.. diudara yang dingin ini tanpa mengabarinya. Kyungsoo sudah menghubungi Eunsoo dan dia tak bersama Eunsoo bahkan Eunsoo sekarang ada di Gwangju, ini aneh..

Kyungsoo kembali ke apartementnya, ia melirik jam dinding disana yang sudah menunjukan lebih jam 10 malam. Sial, ini sudah cukup larut untuk seorang wanita pergi dan pikiran-pikiran buruk sudah menghantuinya, bagaimana jika Yena diculik? Tidak. Ia harus tetap tenang, Kyungsoo menarik rambutnya sendiri karna merasa frustasi dan juga khawatir “Park Yena! Dimana kau? ”

.

.

To Be Continue….

 

Komentar :

Oh.. Yena menghilang!! Kemanakah dia?

Tebak- Ayoo tebak..

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You [Chapter 5 : After A Kiss]

  1. Ibunya? Ga mungkin kan sehun? Seungjun apa lagi mereka kan figuran…
    minji?? Hmm mungkin banget sih…. ahhh ditunggu lovey dovey nya kak eh kelanjutannya ding

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s