[Xiumin Birthday Project] 27? | by L.Kyo

large

Title: 27? | Author: L.Kyo | Cast: Kim Minseok (EXO), Oh Sehun (EXO) | Genre: Comedy, Friendship | Rating: G | Lenght: Ficlet | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiriaze or copy without my permission.

.

.

[ http://agathairene.wordpress.com/ ]

.

.

HAPPY READING

.

.

“Anak baru?” Seorang pria duduk di samping Minseok tanpa mengucapkan salam. Minseok hanya mengangguk lalu kembali menatap ke depan sembari menunggu kursus bahasa inggrisnya dimulai. “Kau dari Universitas mana?” Pria itu masih bertanya-tanya.

 

“Aku tidak kuliah”. Minseok menjawab seadanya dengan tersenyum. “Kau lulus SMA berarti?” Minseok melotot, menatap pria itu tersenyum kaget padanya. “Aku sudah lulus SMA!”

 

“Sungguh? Lalu kau tidak kuliah? Apa kau akan mau mendaftar ke Universitas?” Pria itu kembali dengan banyak pertanyaan. Minseok tersenyum, berusaha untuk tak mempedulikannya. “Aku Sehun dari Universitas Sungkyunkwan. Pilih ke Universitasku saja! Kau tahu bagaimana rasanya ujian masuk Universitas? Berusahalah! Itu adalah hidup matimu! Siapa namamu?”

 

Minseok melongo, menatap wajah pria itu seksama. “Apa kau berbicara padaku dengan banmal?” Sehun yang duduk di samping Minseok yang mengedipkan matanya berkali-kali. “Apa yang salah? Bukannya kau di bawahku? Mungkin kita seumuran kan? Bersantailah. Kita akan menjadi teman baik!”

 

Minseok hanya terdiam saat Sehun menepuk bahunya berkali-kali. Masalahnya adalah Minseok kesal karena banyak sekali orang di tempat ini yang menyangka bahwa ia adalah anak yang baru lulus SMA. Seinguskah muka Minseok ini sehingga banyak orang beranggapan bahwa ia anak-anak?

 

Heol, ia berumur 27 tahun. Dan itu adalah umur pria dewasa, pria mapan dan pria bergaji besar. Ia belajar bahasa inggris agar bisa bekerja di Perusahaan luar negeri ternama. Tapi karena kesalahpamahan ini, sungguh Minseok tidak bisa berkonsentrasi.

 

Ya! Bagaimana kalau kita makan siang dulu? Kelas belum mulai!” Sehun menarik lengan Minseok, seolah-olah ia menjadi hyung yang begitu perhatian pada adik kecilnya. “Lepaskan tanganmu! Aku tidak lapar”.

 

“Kenapa? Aku akan mentraktrimu anak tampan!” Sehun cengengesan seolah ia bangga menjadi hyung disini, bahkan faktanya Sehun adalah murid termuda di sini. Muka Minseok memerah saking menahan murkanya. Kedua tangannya mengepal karena muak dengan bahasa banmal Sehun.

 

Ia sudah sering menjadi kalahan karena permainan bodoh seperti yaja time atau apalah itu. Dan sekarang dengan terang-terangan ada orang bodoh di sampingnya. Minseok berdiri dan menarik kerah Sehun tanpa sungkan. “Ya! Beraninya kau melakukan ini padaku anak baru?”

 

Minseok berdecis, ia seharusnya menunjukkan kejantannya sejak dulu. Minseok mengibaskan rambutnya dan memasang muka tergarang yang ia simpan saat ini. “Seharusnya aku yang menawarimu makan siang anak ingusan! Kau harus nya –berhati-hati berbicara dengan orang yang belum kau kenal. Ingat kata Ibumu! Jangan berbicara dengan orang yang tak kenal, apa kau masih tak mendengarkan ibumu?”

 

Ibu? Sehun mengedipkan matanya berkali-kali. Memangnya Sehun balita? “Beraninya kau berbicara seperti itu?” Sehun ingin beranjak namun Minseok mendorongnya supaya tetap duduk. Sehun tak tahu jika dari luar penampakan Minseok tampak terlihat punya badan mungil tapi sungguh kekuatannya tak bisa dibilang main-main.

 

“Begini-begini aku punya otot lebih besar darimu! Jika kau mengatakan banmal padaku lagi, aku tidak akan segan-segan menghajarmu!” Tangan kanan Minseok menggegam seolah bersiap menjotos Sehun kapan saja. Sehun kelabakan. Apa ia sedang melakukan kesalahan? Tapi mana Sehun percaya jika Minseok adalah seorang hyung?

 

“Apa kau terobsesi dengan panggilan hyung? Memang ada apa jika aku mengatakan banmal padamu? Katakan saja jika kau tidak mau memanggilku hyung,kenapa kau memanggilku seperti in … akkk!!” Sehun berteriak ketika Minseok berhasil menjewer telinganya sampai merah padam. “Aku pria dewasa, 27 tahun! Apa kau masih berani kurang ajar padaku? Apa aku perlu menyebut umurku lagi? Kau mau lihat KTPku? Haiissh, sungguh memuakkan anak-anak sekarang!”

 

Minseok melepas jewerannya lalu berlalu, meninggalkan Sehun yang masih menahan perih di telinganya. “Hyung? 27 tahun? Tidak mungkin!” Mata Sehun membulat, diselingin mulutnya yang ternganga. Ia beranjak, berusaha mengejar. “Hyung? Hyung! Maafkan aku!” Teriak Sehun namun Minseok tak menggubris, hanya gelengan frustasi yang Sehun dapatkan.

 

Hyung, tolong maafkan aku! Aku akan mentraktirmu, kau bisa minta makanan apa saja dariku!” Rengek Sehun sembari mengejar Minseok. Ya benar sih, Sehun selama hidupnya memang paling takut dengan seseorang yang lebih tua darinya, apalagi ia akan menjadi anak penurut dan berusaha menjadi dongsaeng yang baik. Tapi semua itu hancur karena tipuan wajah Minseok yang buat Sehun bak terombang ambing saking kagetnya.

 

“Apapun?” Minseok menoleh, alis sebelahnya terangkat. Sehun mengangguk tanpa beban. “Belikan aku hanwoo dan sup rumput laut sepulang kursus. Kau bisa beli, kan?” Sehun hampir tersedak oleh salivanya sendiri. “A … apa hyung? Heish, hyung memang suka bercanda.”

 

Tapi Minseok menggeleng. “Apa nadaku terdengar bohong hun-ah?” Bagai disambar petir karena Minseok memanggil hun-ah yang begitu mengerikan keluar dari mulut Minseok. Sehun bahkan belum tahu nama hyung itu. Tapi ia tidak bertanya sekarang, karena ia penasaran kenapa Minseok ingin sup rumput laut. Oh hell, jangan-jangan hyung ini berulang tahun hari ini.

 

Daebak’. Ucap Sehun tanpa mengeluarkan suara. Karena apa? Karena Sehun anggap bahwa ia benar-benar orang yang istimewa karena lelaki ini meminta sup rumput laut. “Hyung, aku akan segera kembali dengan makanan yang hyung inginkan. Saengil chukkae hamnida”. Teriak Sehun sembari berlari keluar.

 

Minseok terdiam, menatap Sehun yang berlari keluar. “Ya! Aku tidak menyuruhmu sekarang! Apa kau bolos kursus?” Tapi Sehun tak menggubris. Minseok tersenyum, karena pada nyatanya masih ada orang yang peduli dengan ulang tahunnya. Bahkan dongsaeng yang temui hari ini peduli padanya. Minseok menyenderkan tubuhnya, menatap langit-langit yang terlihat mendung. “Hah, aku tidak tahu anak itu kembali dengan keadaana kering atau tidak. Ahh, sudahlah!”

 

-FIN-

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s