[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Big Question

 

 

BIG QUESTION

acu present

Starring EXO’s Xiumin/Kim Minseok – Lay/Zhang Yixing – with OC’s Im Ludie | FriendshipFamily | ficlet – G

**Happy Reading**

Tidak seperti biasanya Minseok melihat Ludie bersemangat untuk melangkahkan kedua kakinya terburu-buru dengan diiringi nada gembira menuju kampus. Ia berani bersumpah atas nama Ibu Ludie, kalau sahabat baiknya itu sangat malas untuk menjejakkan kakinya ke kampus. Entah apa yang membuatnya begitu semangat untuk pergi ke kampus. Seingatnya, Ludie pernah bersumpah tidak akan datang ke kampus lagi sampai Yixing datang ke rumahnya dan meminta maaf atas kerusakan sepedanya yang di jatuhkan ke jurang.

 

Well, Minseok mendadak tidak ingin memikirkan hal itu lagi setelah melihat tempat pemberhentian Ludie. Dengan jarak sejauh sepuluh meter, Minseok menghentikan langkahnya dan memandang Ludie bingung di ujung sana—mengayunkan tangan menyuruhnya untuk mengikutinya.

 

Perpustakan?

 

Sejujurnya, Minseok tidak heran lagi dengan tempat pemberhentian Ludie, mengingat tempat itu adalah tempat favoritnya untuk menenangkan diri dan berkumpul. Tapi melihat wajahnya yang tersenyum sedari tadi, tidak mungkin gadis itu berniat untuk menenangkan diri, berkumpul pun, tidak mungkin. Minseok membetulkan tas yang tergantung di bahu sebelah kirinya sebelum menggerakkan kedua kakinya kembali, menyusul Ludie yang sudah berada di dalam perpustakaan.

 

**

 

Belum terjawab semua pertanyaan yang memenuhi kepalanya, Minseok kembali ditimpuk sebuah pertanyaan lagi. Duduk di hadapan Ludie dan ‘Yixing’ membuatnya kehilangan akal akibat ulah tingkah gadis itu.

 

Meletakkan tas di bangku sebelahnya, Minseok meluruskan kakinya dan memandangi kedua orang di hadapannya itu secara bergantian—Ludie yang tersenyum sembari mengeluarkan banyak rantang dari dalam tasnya, dan Yixing yang mengantuk hampir menjatuhkan kepalanya ke atas meja.

 

Ia pun setengah mendengus dan setengah tertawa. Ia tidak mau menjadi gila karena dihantam teka-teki yang sulit dipecahkan. Tanpa bertanya apa yang terjadi, ia pun memutuskan membantu Ludie membuka rantang-rantang yang ia yakin seratus persen isi semuanya makanan lezat. Senyum indahnya semakin merekah ketika aroma masakan lezat itu menancap indera penciumannya.

 

Minseok dan berserta kedua sahabatnya tidak pernah takut untuk membawa makanan ke dalam perpustakan. Karena yang mereka tahu, rata-rata penghuni kampus mereka tidak pernah membaca buku-buku sejarah Korea. Dan area itu pun menjadi tempat berkumpul mereka saat membolos ketika kelas mereka dimulai dan tempat Ludie untuk menenangkan diri.

 

Setelah ia selesai membuka tutup-tutup rantang itu, ia dikagetkan oleh Ludie yang sudah memberinya semangkuk kecil sup rumput laut kepadanya. Dengan senyum yang tidak pudar sedari tadi diwajah gadis itu, Minseok kembali diingatkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menumpuk beberapa saat tadi.

 

“Apa yang kakak lihat? Eii, tidak perlu khawatir, ini semua buatan Ibuku, bukan buatanku. Pfft.” Kata Ludie dengan tersenyum lebar.

“Apa Ibu ulangtahun?” tanyanya sebelum memasukan sesendok sup rumput laut tersebut ke dalam mulut kecilnya.

“Tidak,” sahut Ludie singkat dan ikut melahap makanan lezat di hadapan mereka. “Ya!!” Ia menyenggolkan lengan Yixing yang tertidur di sebelahnya dengan kasar, membuat pemuda itu tersentak hebat.

 

“Ah! Iya! Apa sudah selesai tiup lilinnya?” Kata Yixing dengan cepat. Ketika matanya yang setengah tertutup melihat Minseok, ia tersenyum cukup manis sesaat sebelum menguap lebar.

Ludie bergidik geli ketika melihat Yixing menguap lebar tanpa tutup mulut dengam kedua tangannya.

“Selamat ulangtahun.” Kata Yixing dan mengagetkan Ludie beserta Minseok yang tengah memasukkan sesendok lagi sup rumput lautnya. “ Ah, aku sedang mengantuk gadis ini menelepon dan menyuruhku siap-siap pergi ke kampus hanya untuk merayakan ulangtahunmu.”

 

Minseok berhenti mengunyah dan membuat pipinya mengembung sebelah. Ia memandang Ludie yang sudah tersenyum menahan kesal kepada Yixing dan malu-malu untuknya.  Semua pertanyaan yang menumpuk di kepalanya pun terpecahkan. Semangat Ludie yang menyuruhnya bangun pagi hanya untuk ke kampus. Menyuruhnya memakai baju dengan rapi, melihatnya yang berbaikan dengan Yixing, dan semua makanan dan sup rumput laut yang ia makan. Terlalu sibuk bekerja dan belajar membuatnya lupa akan hari kelahirannya sendiri.

 

Untuk beberapa saat ia tertawa kecil, lalu mengusak rambut Ludie sebelum pada akhirnya mencubit pipi gadis itu. “Ya!! Apa kaumasih menyimpan rasa padaku?! Tsk, aku tidak menyangka kalau kau sangat menyayangiku.” Katanya dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.

 

“Lepaskan pipiku, Kak!! Kau ini jorok sekali, habiskan terlebih dahulu semua makanan yang ada di mulutmu sebelum bicara.” Ludie menggerakkan kepalanya ke belakang hingga cubitan itu lepas. “Dan aku tidak pernah menyayangimu lebih dari seorang kakak. Dan waktu aku bilang memiliki rasa yang berbeda kepadamu, itu hanya menghindari pria kecentilan ‘itu’. Aish, menyebalkan.”

Ludie merogoh tas kecil di pangkuannya, lalu mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang dan meletakkannya ke atas meja. Mendorongnya pelan ke arah Minseok. “Itu hadiah untukmu. Dariku, Ibu, dan Yixing.”

 

“Terimakasih, kalian memang yang terbaik.” Kata Minseok dengan senyum bahagia.

 

Ludie mengembuskan napasnya dengan keras. “Ini tidak surprise lagi. Semua ini gara-gara kau.” Ia melirik Yixing kesal dan sempat memukul kepala pemuda itu dengan keras. 
“Apa salahku? Aku hanya mengucapkan selamat ulangtahun.”
Perang pun dimulai.

 

Minseok hanya tersenyum sembari menikmati makanan di hadapannya. Sama sekali tidak mau peduli dengan pertengkaran kedua sahabat yang sudah ia anggap seperti adiknya tersebut. Ia hanya peduli pada makanan-makanan itu. ia tidak mau semua makanan itu dingin sia-sia. Sedikit pun ia tidak ingin melerai keduanya. Minseok merindukan keributan dari keduanya, omong-omong.

 

**

“KAK MINSEOK!! KAU MENGHABISKAN SEMUA MAKANANNYA SENDIRIAN??! DAN ITU … ITU RANTANG MAKANAN MILIKKU!!”

“YA!! AKU BAHKAN BELUM MENCICIPI MASAKAN IBU LUDIE??”

“Aku tidak menyuruh kalian bertengkar. Semua makanan itu berteriak, menangis mendengar kalian bertengkar dan aku merasa kasihan melihat kalian mengabaikan mereka”.

“KIM MINSEOK!!!”

 

-kkeut-

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s