Midnight Call

tumblr_nkugb7gkch1qhmxnlo1_1280.jpg

Midnight Call

A Short Fiction by PutriPucuk

Starring by:

[EXO’s] Do Kyungsoo & [OC’s] Jeon Nara

PG-13 || Drabble || failed fluff

.

“Bisakah kita kembali seperti dulu? Menjadi sepasang kekasih?”

.

©PutriPucuk2017

***

Nara tahu bahwa jalan kesuksesan itu sangatlah tidak mudah dan penuh dengan hal yang mungkin saja membuatnya menjadi gila suatu saat nanti. Apalagi jalan itu penuh dengan hal-hal yang tidak disukainya sama sekali, benar-benar berbanding terbalik dengan apa yang di impikannya semasa sekolah dulu.

Ketika Nara ingin kuliah di jurusan sastra inggris yang merupakan favoritnya, orang tuanya malah menginginkannya mengambil jurusan teknik arsitektur.

“Masa depanmu akan lebih terjamin jika kau mengambil jurusan teknik.”— kurang lebih begitulah yang dikatakan ayah Nara. Dan Nara sebagai anak tentu tidak ingin menjadi seorang pembangkang dan durhaka.

Inilah Jeon Nara sekarang, mahasiswi semester 6 jurusan teknik arsitektur yang tengah pusing menghadapi ujian hitung menghitung yang akan diadakan besok.

“Sudah cukup belajarnya. Aku bisa gila jika begini terus.” Nara menutup buku matematikanya kemudian menutup kedua kelopaknya. Berusaha menetralisir pikirannya yang masih dipenuhi angka dan rumus.

Benar-benar gila. Gadis itu benar-benar tidak menyukai hal berbau hitung menghitung dari sekolah dan sekarang ia malah tengah menjalani pendidikan yang dibencinya.

Selama 6 semester ini hampir setiap harinya ia menyesali keputusannya untuk menyetujui pilihan sang ayah dan berdoa semoga waktu kembali perputar. Tapi Nara tahu bahwa itu sia-sia. Waktu tidak akan bisa diputar. Tidak akan ada yang bisa kembali seperti yang ia harapkan.

Nara segera bangkit dari kursi belajarnya dan merebahkan raganya dikasur, memeluk guling tercintanya dan bergumul dalam selimut lembutnya. Tidak ada yang bias menandingi rasa cinta Nara pada kasurnya. Hanya pada mereka saja Nara merasa seperti manusia yang benar-benar hidup.

Ketika gadis itu mulai terlelap dan merekahkan bunga tidur, ponsel miliknya bergetar hebat di atas nakas. Awalnya Nara membiarkannya. Ia terlalu lelah untuk mengambilnya dan tidak peduli siapapun itu, tidak ada yang boleh mengganggu jam tidur seorang Jeon Nara.

Namun lupakan soal tadi. Orang yang meneleponnya kali ini benar-benar keras kepala dan tidak tahu aturan sepertinya. Ya Tuhan! Gadis itu benar-benar ingin tidur dan orang gila macam apa yang meneleponnya selarut ini?

Gadis itu tak tahan lagi. Bergegas ia mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau. “Hallo? Apakah kau tidak tahu jam berapa ini? Aku butuh tidur!”

Nara benar-benar tidak peduli siapa yang meneleponnya. Ia benar-benar butuh tidur untuk ujiannya besok.

Terdengar alunan tawa dari seberang sana. Suara laki-laki.

“Kau sudah gila, ya?” Nara terdengar sarkatis, ingin sekali meninju siapapun atau apapun yang memang layak di tinju.

“Astaga, Nara, sungguh lucu sekali. Kau tidak berubah.”

Emerald Nara yang semula setengah tertutup kini mekar sempurna. Dara itu bagai terkena setruman seribu watt yang mematikan. Membiarkan gelagat aneh merayapi dirinya saat ini.

“Siapa ini?” Nara bercicit. Harap-harap cemas akan seseorang di seberang sana yang sangat dikenal dan sebenarnya yah… Benar-benar Nara rindukan.

Tawa kembali tercipta disana.“Ini aku, Do Kyungsoo. Kau benar-benar sudah melupakanku, ya?”

Spontanitas, Nara menutup mulut dengan tangan kirinya. Ia menggigit bibir bawahnya, menahan jeritan yang benar-benar ingin ia keluarkan ketika pria bodoh itu kembali mengganggu kehidupannya.

Semua memory ketika mereka bersama kembali menguard alam benar Nara. Bagaikan film pendek yang diputar ulang. Manis.

“Nara? Kau masih disana?”

Nara masih menggigit bibirnya. “Ya, aku masih disini.”

“Hmm… Apa kabar?”

“Aku baik. Bagaimana denganmu?” Nara merespon dengan cepat, membuatnya sangat ingin memukul dirinya sendiri.

Kyungsoo kembali tertawa. Lelaki ini memiliki tawa merdu, tawa khas orang populer. Juga membuktikan segala hal manis yang ada pada dirinya yang tak pernah gagal membuat perempuan manapun menjerit. “Aku juga baik. Sangat baik.”

Nara mengukir bulan sabit di wajahnya. Mendengar dia dalam keadaan baik dan sehat setelah 2 tahun ini berpisah dan tidak ada kabar sungguh membuat Nara lega. Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada itu.

Kau makan dengan baik? Masih tidak menyukai sayuran?”

Nara mendengus penuh makna.“Kau mengenalku dengan baik, Do Kyungsoo. Aku tidak akan pernah berteman dengan sayuran.”

Keduanya menyulam tawa, berusaha menetralisir degupan yang meletup-letup. Membuncah dan menjadi tak terkendalikan rasa bahagia.

“Maaf sudah mengganggumu selarut ini. Aku tidak bermaksud menganggu tidurmu.”

“Tak apa. Sungguh, tidak apa-apa.” Demi Tuhan! Nara benar-benar mengutuk dirinya sebagai gadis labil, gampang sekali berubah pikiran hanya karna Kyungsoo yang meneleponnya. Pengaruh Do Kyungsoo benar-benar kuat sepertinya.

“Kegiatanmu bagaimana? Kau kuliah?”

Nara mengangguk pelan sambil memeluk gulingnya, hingga ia menyadari bahwa Kyungsoo tidak akan mungkin melihat itu. “Iya, aku kuliah di jurusan teknik arsitektur.”

Kyungsoo berdecak.“Wow~ Sungguh jauh di luar ekspektasiku. Aku pikir kau akan mengambil jurusan sastra atau semacamnya yang tidak berhubungan dengan dunia hitung menghitung.”

Nara tersenyum kecut. Bahkan Kyungsoo saja kaget akan dirinya sendiri, membuat Nara semakin yakin bahwa menuruti kemauan ayahnya itu adalah hal yang salah.

“Ceritanya panjang, Kyungsoo-a. Akan kuceritakan suatu saat nanti.”

“Mengapa tidak sekarang?”

“Karena aku tidak ingin mengingatnya.” Nara benar-benar tidak suka mengungkitkannya, bahkan ketika Kyungsoo yang bertanya sekalipun. Ia hanya ingin benar-benar menjalani kehidupan kuliahnya dengan baik meski tidak menyukainya. “Bagaimana dengan keadaanmu?”

“Well, aku kuliah di jurusan yang kusuka. Jurusan film dan music di universitas Chung Ang. Aku benar-benar menyukainya.”

Nara bisa dengan jelas mendengar nada bahagia itu. Dan ia berdoa untuk kebahagiaannya yang semoga saja tidak akan pernah pudar.

Lalu bagaimana dengan kekasih? Kau sudah memiliki penggantiku?”

Kedua alis Nara bertaut keheranan. Pembicaraan macam apa ini? Kenapa Kyungsoo jadi membawanya ketingkat ini?

“Tidak. Aku terlalu sibuk dengan kuliahku.”

Jeda terajut di antara mereka. Membiarkan si sunyi menelusup diantara mereka seperti pencuri dimalam hari. Membiarkan debaran sang pemompa darah bekerja lebih keras hingga mencapai titik tertinggi.

“Jeon Nara?”

“Ya?”

Bisakah kita kembali seperti dulu? Menjadi sepasang kekasih?”

Well, damn. Sepertinya ujian matematika Nara tidak akan berjalan dengan lancar besok mengingat lelaki ini yang meneleponnya kini berhasil membuatnya otaknya kosong dan tersadar selama satu malam penuh.

-FIN-

Iklan

7 pemikiran pada “Midnight Call

  1. omo!!!! baca ff ini berasa liat sisi lain dari seorang Do Kyungsoo!!

    admin daebak! karakter nara dan d.o dapet banget feelnya, suka sekali alurnya, jalan ceritanya, overall aku jatuh cinta sama cerita ini walaupun ini cuma ff singkat💕 gaada yg perlu dikritik sih menurutku, karena aku sebagai pembaca nyaman banget pas ngebacanya. dan sifat do kyungsoo disini beda banget kayanya ya sama aslinya suka banget jadinya😍

    sampe bingung mau komen apaaa, ffnya bagus, alur ceritanya enak, bacanya juga enak, ceritanya nyampe banget ke pembacanya, feelnya dapet lah, berharap ff ini ada lanjutannyaaa wkwk😂😂

    good job thor! ditunggu ff yg lain~

  2. Hai penulis, let me tell you what I think about your story…

    Midnight call
    Title (4/5)
    Pas pertama denger judulnya langsung interest, pemilihan judulnya oke, walaupun aku awalnya ngira kalau ini agak fantasy atau horror. Terus antara judul dengan isinya juga match, ngga mainstream juga. So sukses buat pemberian judulnya.

    Poster (1/5)
    Menurut aku belum bisa dibilang poster juga sih, lebih ke memberi gambaran kyungsoo itu seperti apa bentuknya. Jadi belum bisa mewakilkan cerita yang ada di dalamnya.

    Foreword (2/5)
    “Bisakah kita kembali seperti dulu? Menjadi sepasang kekasih?”
    Dari deskripsi awalnya aja udh ketahuan kalau bakal ada cerita si mantan ngajakin balikan. So aku mau kasih saran aja, lebih baik untuk selanjutnya untuk pemberian deskripsi, pilih kalimat yg lebih membuat pembaca penasaran.

    Plot, flow (3/5)
    Ficlet, jadi sederhana bgt alurnya. Jalan ceritanya juga mengalir begitu aja. Ttg panggilan tengah malam dari sang mantan. Mungkin kalau agak panjang lagi bisa keliatan terjal jalan ceritanya. So, ga bisa bicara banyak ttg plot di cerita ini.

    Characterization (3/5)
    Lagi-lagi karena ini ficlet, pemggambaran karakternya kurang mantep. Dari yg aku tangkep si cewek susah move on nya, terus tipe anak yg nurut ke ortu, gampang emosian.

    Spelling, diksi (3/5)
    Typo-nya dikit. Lebih diperhatikan untuk preposisinya aja. Kata ‘di’ kalau diikuti kata tempat, harus dikasih spasi ya..
    Terus diksinya juga lumayan, ringan dan enak dibaca.

    Overall (7/10)
    Cerita ringan tentang si mantan yg tiba-tiba telepon di tengah malem dan ngajakinbalikan. Aku suka idenya untuk ficlet ini. Sukses buat penulisnya, you did good job and keep writing!

  3. Pertama baca judulnya mikir ini bakalan horror 😂 eh taunya romance -. Bisa aja author bikin judul menjebak

    Awalnya mikir si Kyungsoo ini gebetan Nara, tapi ternyata dah putus :v dan oh iya thor, kenapa kagak dikasih tau alasan putusnya? Pan reader pada penasaran.

    Buat koreksinya, gak banyak. Paling lebih teliti lagi ke depannya karena masih ada yang typo, selain itu juga penggunaan kata “di-”

    Kalau di lalu diikuti sama kata kerja itu digabung. Contohnya seperti: diimpikannya. Tapi kalau di lalu diikuti sama keterangan harus dipisah. Contohnya seperti: di kamar.

    Terus bagian “Kyungsoo-a” Setau aku, a itu digunakan jika sebelumnya konsonan seperti: Krystal-a. Tapi jika dia vokal memakai -ya.
    Untuk yang ini, kalau aku salah, aku minta maaf karena aku juga gak gitu yakin😅 Untuk lebih jelasnya bisa cari di google :v

    Kyungsoo nya into the point banget. Lagi lagi reader digantungin 😦 author tolong mereka disatukan lagi 😀

  4. Pertama kali baca headline-nya … sempet, “Aduuuhhh … ini Author EXOFFI pada kenapa ya? Kok genre-nya yang dipilih beginian semua? Sepasang kekasih yang lama bersama terus putuslah, nikah sama orang lainlah, gagal move on lah. Oohhh whats wrong with them?” :v

    Tapi … aku salah!! Ini tragedi si Mantan ngajak balikan!! Hahahaha :v

    Koreksinya sedikit kok. Tata cara penulisan “di-“, typo dan ini:

    “Karena aku tidak ingin mengingatnya.” Nara benar-benar tidak suka (mengungkitkannya), bahkan ketika Kyungsoo yang bertanya sekalipun. = “Karena aku tidak ingin mengingatnya.” Nara benar-benar tidak suka mengungkitnya, bahkan ketika Kyungsoo yang bertanya sekalipun.

    Tentang “di-“, jika kata yang mengikutinya berupa kata kerja, maka disambung. Jima kata yang mengikutinya selain kata kerja (kata keterangan, tempat, dll), maka dipisah atau dikasih spasi. :3

    Yang di atas hanya sekadar sharing aja ya. Ngga bermaksud menggurui lho. Kita sama-sama belajar. Kalo aku salah, bisa dibenerin kok. Tetep semangat. :3

    Salam kasih,
    WhitePingu95

  5. YAAMVON MAS KYUNGSOO?!?! Bisa ga sini di kondisi kan kata katanya 😂 kalo begini semua anak gadis ngejerit kali diajakin balikan 😂 dari judul kirain bakalan horror, ga taunya ada omongan manis dari bang ucoo 😙😙 lagian knapa siii mereka pisah, sayang bgt dede uco dianggurin 😂

  6. Jeon nara,
    Ya, Jeon Jungkook? Ini kakakmu /salah. 😄🔫

    AACCKKK MAS KYUNGSOO UTUKUTUK UWUWUWUW, SIALAN NGEJERIT BEGO BAYANGIN KETAWA KYUNGSOO AACCKKK 😍😍😍😘😘😘

    JADI YA JADI, BACA DRI AWAL AMPE AKHIR DAKU TIDAK PUAS WAKAAKAKAK (ditampol) 😍

    WAE NGEGANTUNG WAE???
    KAN BUTUH KEPASTIAN JUGA DARI NARA, KALO DITOLAK YA YG DISINI NGEGANTIIN KOOOKK AWUWUWUWU /musnah sana cu, musnah/ CIYE MPUT KAMBEK CIYEEEEEE AWAWAWAW URI SENPAINIM

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s