[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Apology-nviands

PicsArt_03-21-05.36.30_20170321181646199

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Apology-nviands

Xiumin, Shannon Williams & Shin Won Ho || Romance, Angst || Oneshot  || PG-15

 

Lima belas menit yang lalu Shannon Williams Lees tiba dibandara Incheon Seoul Korea. Ia mengambil Penerbangan terakhir dari Inggris ke Seoul. Ellen Dan Won, Berjalan Disampingnya menarik koper-koper besar mereka dan memasukan kedalam bagasi mobil. Shannon melirik situasi sekitar mengeratkan Parkanya dan membenahi Snapback Serta Masker yang ia gunakan.  Shannon dapat melihat dibalik Pilar terdapat Para penguntit yang sedang mengawasinya  kedatangannya ke Seoul bukan tanpa sebab hanya ada satu alasan kenapa ia kembali setelah beberapa tahun lamanya, alasannys adalah dia.

“ Kamu yakin? ” Ellen-Managernya bertanya sekali lagi, ia terlihat tidak yakin dengan keputusan Shannon seolah Shannon menginjakan kaki ke Korea adalah keputusan yang salah.

“ Kamu sudah bertanya, dan kamu tahu benar jawaban yang akan aku katakan ” untuk kesekian kalinya Shannon memperingati Ellen. Shin Won Ho-Kepala Keamanan, Asisten, sekaligus sahabat Shannon mendorong shannon perlahan untuk memasuki mobil van yang akan membawanya menuju ketempat keberadaanya.

Ketika mobil van melaju menebus jalanan padat kota seoul, Shannon tahu fikirannya sudah menerawang jauh. Dia tidak tahu sudah berapa lama ia melamun tapi yang jelas kini mobil van berhenti tepat dilobby gedung.

“ Kamu bahkan tidak merias diri sebelum kemari ” Ellen bergumam  sambil menuntunku untuk segera memasuki gedung.

“ Shannon Williams?”

“Ya”

“ Lima belas menit lagi acara dimulai, jadi kuharap kamu sudah siap ”

***

Acara pemutaran film perdana Shannon berlangsung meriah, banyak penggemar yang menyambutnya dengan hangat. Film berdurasi satu jam lebih mampu membuat beberapa penonton berdecak kagum.

Shannon lalu melangkahkan kakinya keluar dari studio satu tempat film Shannon diputar.

Buk… Buk… Buk Tiba-tiba sebuah benda keras terlempar kearahnya diiringi sebuah cairan kental yang menumpahi seluruh tubuh Shannon Lemparan telur, tomat, tepung dan sampah tidak berhenti berdatangan ke arahnya

Shannon mencoba melindungi dirinya, dan saat ia sadar sepasang lengan melindunginya dan membawanya pergi dari tempat itu.

Tubuh Shannon teramat Gemetar matanya dipenuhi bulir air mata yang siap menetas Buram itulah yang saat ini Shannon rasakan gadis malang itu jatuh.

Kim Min-Seok

Min Seok menatap seorang gadis yang sedang tertidur dengan pakaiannya yang berantakan. Rambut cokelat gadis itu terlihat kusut. Ia mengerutkan keningnya, kemudian tertawa pelan. Bagaimana bisa gadis itu ikut dengannya? Seharusnya ia membiarkan gadis itu semalam seharusnya gadis itu tidak boleh berada disini, dengannya di Apartemenya.

Ia menatap gadis itu lama lalu gerakan tiba tiba yang dibuat gadis itu hampir membuat Min Seok Terlonjak Gadis itu baru saja terjatuh dari sofa dengan gerakan dramatis ia mengusap siku nya sambil meringis ia belum menyadari keberadaan Min Seok

 

“ Pagi!” Min seok menyapa dengan suara dingin

Shannon terkejut. Dengan cepat gadis itu berdiri dan menatap laki-laki yang berdiri beberapa meter darinya.

Seorang laki-laki dengan tubuh ideal Dengan dua kancing teratas Kemeja putih itu terbuka Rambut Coklat perunggunya nampak sedikit kusut dan berantakan dan jangan lupakan senyum imut yang terlukis dibibir pria itu.

 

“ Min Seok oppa” Tanya Shannon gugup ia harus memastikan apakah pria didepanya benar-benar Min Seok-nya atau hanya halusinasi

“Ah kamu ingat aku ternyata, jadi kenapa kamu bisa seperti ini?” tanya Min Seok lagi, ia sebenarnya tahu jawabannya namun sengaja ia ingin mendengar dari mulut gadis itu sendiri.

Shannon menundukan wajahnya, hatinya sakit ketika harapannya hancur ia datang jauh-jauh dari Inggris ke Seoul ingin melihat Min Seok-First lovenya, kekasihnya,sahabatnya min seok adalah hidup Shannon– namun yang ia dapat adalah hadiah menyakitkan dari penggemar Min Seok. Ia menyukai Min Seok sudah lama, sejak keduanya adalah orang biasa bukan seorang Idol terkenal seperti sekarang.

“Apa yang kamu lakukan disini?” Tanya Min Seok Sekali lagi.

Bogoshipda, oppa

“ seharusnya kamu tidak berada disini ini bukan jalan yang kamu inginkan ”

mianhae  ” Shannon terisak pelan.

“ ketika kamu membuat keputusan untuk meniggalkan korea dan Aku. Kamu meninggalkan semuannya disini”

Mianhae, oppa aku tak pernah berencana untuk meninggalkan semuanya disini. Kamu begitu berarti untukku. Alasanku pergi karena aku harus pergi jika aku ingin terus bersamamu, aku memikirkan karirmu tahukah kamu? Jika kita bersama maka tak kan ada yang akan berhasil menggapai cita-cita kita masing-masing” Shannon terisak keras. Min Seok menatap nanar Shannon

“ tidak apa-apa jika kamu tidak percaya, mianhae oppa aku akan pergi sekarang ” Shannon Berbalik menjauh meraih parka kotornya yang berada dilantai.

Min Seok Terdiam ditempat tidak berusaha mengejar Shannon. Min Seok dapat melihat punggung Shannon yang bergetar sampai punggung itu menghilang dari balik pintu.

***

sarangeun geureongabwa

Cinta adalah seperti ini, benarkan?

museun mareul haebwado

Tidak peduli apa yang kau katakan

chaewojiji anheun geot gateun

Ku merasa seperti itu tak bisa memenuhi hatiku

maeumi deunabwa

Bisakah kau mendengar hatiku?

nae yoksimirago

Ini keserakahanku

dasi saenggageul haebwado

Meski ku berpikir lagi

geu maeum swipge sarajiji anha

hati ini tak bisa dengan mudah hilang

Shannon masih terisak, dia bukan hanya sakit tapi dia sangat sakit. Min Seok tak ingin menemuinya lagi bagai pukulan tersendiri baginya. Apakah seandainya dulu jika ia tidak pergi ke Inggris semuanya akan tetap sama? Tapi keputusan yang dibuat Shannon saat itu adalah keputusan yang menurutnya paling tepat,

Noona, gweanchana semua pasti baik-baik saja ” Suara Won Ho terdengar dari samping Shannon

“Tolong, aku hanya ingin sendiri aku tidak akan bunuh diri jika itu yang kalian takutkan” Shannon berujar lirih dibalik selimut tebal yang membungkusnya.

“sarangeun geureongabwa?  Kamu tak pantas mencintai orang sepertinya, kamu jauh lebih baik dari dia noona” ujar Shin Won Ho sebelum ia melangkah menjauhi Shannon.

Shannon menghentikan isakanya, menatap nanar kamar besarnya yang terasa dingin. Tak ada keceriaan ataupun kehangatan seperti dulu. Dulu Min Seok selalu menemaninya disini, walaupun hanya sekedar membaca novel, menonton tv dan mengobrol hal yang tidak penting.

“bogoshipda,  Min Seok aku ingin semua seperti dulu mianhae seharusnya aku tidak mendengarkan mereka yang menyuruhku menjauhimu agar karirmu sukses. Seharusnya tak apa jika aku egois” Shannon memeluk erat photo Min Seok.

“ bodoh, seharusnya kamu mengatakan kepadaku.”

Shannon berbalik, matanya membulat sempurna. Min Seok berdiri ditengah kamarnya dengan setelan kasualnya. Ia menatap Shannon dengan raut wajah tak terbaca.

“ Min Seok!” Shannon tergagap melangkah mundur sambil menutup mulutnya.

“ Awas.. Bodoh” Min Seok berlari cepat keaeah Shannon yang tak hati-hati menarik tubuh mungil itu kedekapannya. Jika Min Seok Terlambat sedikit saja mungkin Shannon akan terjungkal karena meja dibelakangnya.  “apa kamu sekarang begitu bodoh… Kamu tahu jika aku terlambat mungkin tubuh kecilmu ini akan jatuh dan menabrak ujung meja lancip itu” Tanya Min Seok Geram

Shannon terkesip memandang Min Seok dalam radius sedekat ini. “Min Seok, mianhae ” Shanno tersenyum tipis air matanya jatuh seketika

“ maaf aku terlambat, Mencintai seseorang sangatlah menyakitkan. Meskipun begitu, aku tidak bisa berhenti kembali kepadamu. Ada saat di mana aku ingin kamu pergi, namun ada juga waktu di mana aku tidak ingin kamu pergi. Jadi sebelum hatiku ingin kamu pergi, kita berdua bersama sampai tua sepertinya itu tidak buruk ”

“ Min Seok, maafkan aku. Aku mencintaimu terimakasih sudah kembali padaku” Shannon memeluk Min Seok erat.

“ Saranghaeyo ”

“ Saranghaeyo ”

 

 

 

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s