[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Waiting For You — Kim Hyorin

Waiting For You – Kim Hyori
Ko Haeri (OC), Kim Minseok (Xiumin), Ko Seungjae (The Return Of Superman) || Hurt, Romance || Oneshoot || PG 15

 

Hari ke-2178.
Sudah lebih dari 6 tahun aku tak bertemu denganmu.

Kau dimana?
Apa yang sedang kau lakukan?
Pertanyaan itu sangat sulit aku lontarkan kepadamu.

Sudah lebih dari ribuan kali aku mencoba menghubungimu,
namun yang menjawab hanyalah operator.

Rindu.
Rasa itu yang selalu memenuhi pikiranku.

Aku selalu mencoba melupakanmu, namun aku tidak bisa.
Kau adalah orang yang pertama menjadi pengisi kekosongan jiwaku selama lebih dari 2 tahun.

Namun hari itu, kenapa kau menghilang?
Hari dimana aku ingin memberimu hadiah yang kubeli dari gaji pertamaku bekerja.
Hasil dari kerja kerasku, aku ingin kau yang merasakan itu duluan.
Karena kau sangat berharga bagiku, Ko Haeri.

–||–

Seorang pria dengan terburu-buru berjalan kearah gedung tempat dimana banyak orang dirawat. Rumah sakit, Itulah tempat tujuannya. Sambil sesekali melihat arlojinya, ia terus mempercepat langkahnya.

“Gawat, aku baru ingat ada praktek pagi ini” Kim Minseok. Itulah nama pria tersebut. Seorang dokter spesialis bedah umum, namun masih berstatus junior.

Pintu rumah sakit perlahan terbuka dengan otomatis. Namun saat pria itu melangkahkan kakinya masuk, seorang anak kecil tidak sengaja menabraknya.

“Kau tidak apa-apa anak kecil?” Tanya Minseok khawatir.

“Paman! Tolong selamatkan aku!” Ujar anak kecil itu lalu tiba-tiba memeluk Minseok dengan sangat erat.

“A..ada apa!?” Minseok terkejut dengan apa yang dikatakan anak kecil itu. Apa dia diculik dan sedang melarikan diri?

“Ibuku akan membiarkan dokter mencabut gigiku, tolong selamatkan aku”

Minseok kemudian terkekeh dengan apa yang dikatakan oleh anak kecil itu. Ia lalu menggendong anak kecil itu sambil terus mengelus punggungnya.

“Seungjae!!” Teriak Seorang wanita kemudian berlari kearah Minseok dengan terburu-buru.

“Maafkan anakku yang tidak sopan ini” ujar wanita itu menunduk kemudian merapikan rambutnya yang berantakan karena berlari tadi.

“Ah tidak apa-ap….” Ucapan Minseok tiba-tiba terhenti setelah melihat wajah wanita yang berada di depannya ini.

Ko Haeri. Orang yang Minseok cari selama ini. Betapa terkejutnya Minseok melihat wanita yang sudah lebih dari 6 tahun menghilang itu disini. Mereka berdua terdiam satu sama lain. Kata-kata yang ingin diucapkan Minseok dari dulu, lenyap seketika dalam pikirannya.

–||–

“Minumlah” ujar Minseok memberikan sebuah minuman kaleng kepada Haeri. Ia baru saja menyelesaikan operasi dan langsung menemui Haeri di ruang tunggu pasien.

“Te-terima kasih” ujar Haeri gugup kemudian mengambil minuman itu dengan sedikit bergetar. Minseok hanya terseyum pahit melihat Haeri yang kini sedang menggendong seorang anak yang sedang tertidur di pangkuan ibunya itu.

“Bagaimana kabarmu?” Ujar Minseok kemudian duduk di sebelah Haeri.

“Aku baik-baik saja, kau?”

“Masih sama seperti dulu”

“Kau sekarang sudah menjadi dokter ya, selamat”

“Iya, terima kasih”

Setelah mengatakan terima kasih, Minseok dan Haeri terdiam lagi. Banyak yang sebenarnya yang ingin mereka berdua katakan, namun masih tertahan dihati.

“Maafkan aku” ujar Haeri memulai pembicaraan lagi.

“Untuk apa?”

“Semuanya” Haeri kini menatap Minseok sendu.

“Kau kemana saja? Kenapa sekarang baru muncul?”

“Maafkan aku, aku dulu belum berani mengatakan yang sejujurnya”

“aku dijodohkan” dua kata itu menampar Minseok dengan keras. Minseok hanya terdiam dan hanya mendengarkan penjelasan yang diberikan Haeri.

“Aku terlalu takut untuk mengatakan kebenarannya, Maka dari itu aku menghilang. Sekali lagi maafkan aku”

“Setidaknya kau memberikan alasan saat itu agar aku tidak menunggumu sangat lama disana” Hari Natal, musim dingin. Hari itulah dimana mereka berjanji untuk saling bertemu di Namsan Tower.

“Maafkan aku” hanya kata maaf yang bisa Haeri katakan saat ini, walau ia tahu kesalahannya terlalu sulit untuk dimaafkan.

Minseok menghela nafasnya dengan berat. Ia memaksakan bibirnya untuk tersenyum agar Haeri tidak merasa bersalah. Penantian Minseok selama ini terasa sia-sia. Orang yang Minseok tunggu, kini sudah menikah dan memiki seorang anak.

“Lalu dimana suamimu sekarang?”

Haeri hanya menggelengkan kepalanya dan menatap anaknya sendu.

“Ada apa?”

“Ayah Seungjae, dia sudah tiada”

“Ah, maafkan aku. Aku tidak bermaksud…”

“tidak apa-apa. Kejadiannya itu 3 tahun yang lalu. Saat itu aku sedang hamil Seungjae dan usia kandunganku baru 5 bulan. Kecelakaan maut menimpanya hingga merenggut nyawanya”

“astaga… pasti berat bagimu membesarkan anak sendiri”

“begitulah. Namun untungnya aku di bantu oleh ibuku mengasuh Seungjae, jadi itu membuatku merasa sedikit lebih ringan”

“Tapi tetap saja kau yang mengurusi biaya rumah tanggamu sendiri”

Haeri hanya bisa tersenyum pahit setelah mendengar apa yang dikatakan Minseok.

Minseok menatap Haeri sendu. Ia sangat kasihan dengan nasib Haeri saat ini. Coba saja dulu Haeri tidak pergi darinya. Minseok yakin bisa membahagiakan Haeri saat ini.

“lalu bagaimana kabarmu? Apa kau sudah menikah?” tanya Haeri membuka topik baru. Ia tidak ingin terus bersedih mengenang kematian suaminya itu.

“ahaha, belum. kekasih saja aku tidak punya sekarang”

“benarkah? Wah, kalau begitu berkencanlah”

“apa kau mau?”

“maksudmu?”

“berkencanlah denganku lagi”

“kau bercanda?”

“tidak aku serius. Aku tidak bisa melihatmu menderita seperti ini. Membesarkan anak seorang diri. Aku kasihan dengan Seungjae yang tidak memiliki sosok seorang ayah dalam hidupnya”

“entahlah, aku masih takut memulai suatu hubungan lagi. Dan juga, aku harus meminta izin kepada Seungjae terlebih dahulu, apakah ia setuju memiliki ayah baru atau tidak”

“kau tahu alasan kenapa aku tidak memiliki kekasih hingga saat ini?”

“kenapa?”

“karena selama 6 tahun ini aku masih menunggumu”

-TAMAT-

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s