[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] The Especial — Junghan

The Especial-Junghan

The Especial

Cast :Xiumin

Junmyeon As Xiumin Friend

Minji ( OC) As Xiumin Sister

Genre: Family & Friendship

Berbicara tentang tahun yang berjalan dan tanggal yang berulang, sangat erat dengan bertambahnya usia dan pengharapan diri agar semakin dewasa. Xiumin merasakannya. Ia terlahir dari keluarga dengan level perekonomian menengah ke bawah. Dulu, ia hanyalah bocah kecil berumur 5 tahun yang akan menangis meminta kue tart juga balon-balon besar yang menghiasi rumah ketika ia berulang tahun dan drama ulang tahunnya akan selalu berakhir dengan ia yang akan menangis meraung-raung dan ibunya akan mengalihkan perhatiannya dengan membelikan beberapa mobil mainan baru. Setidaknya ia ingin merayakannya sekali seperti teman-temannya yang lain. Mengundang teman-temannya, mendengarkan lagu ulang tahun yang meriah, menjamu mereka dengan makanan lezat dan selalu berakhir dengan banyak kado dari teman-temannya. Sampai saat inipun, diumurnya yang ke dua puluh lima tahun –menjelang ke-dua puluh enam- ia belum pernah merayakannya sekalipun. Namun, keinginan sederhana itu sudah menguap entah kemana. Karena orang itu, Junmyeon adalah orang yang mengajarkan pengalaman hidup yang begitu berharga kepadanya.

Kenangan berharga itu dimulai pada malam itu. Malam dimana pesta ulang tahun Junmyeon, sahabat sekaligus teman sebangku disekolahnya yang ke-tujuh belas tahun. Ayah Junmyeon adalah salah satu donator tempat ia menuntut ilmu, salah satu orang terkaya di Korea Selatan. Jadi tidak heran, jika pesta perayaan untuk ulang tahunnya diadakan sangat mewah dan berkelas di salah satu hotel berbintang di Seoul. Namun, ada sesuatu yang mengganjal dibenak Xiumin. Junmyeon, lelaki dengan setelan formal itu tampak melamun sofa pojok ruangan. Sambil mengaduk gelas wine yang ia pegang, tatapan matanya kosong.’ Bukankah sekarang hari bahagianya, seharusnya ia tersenyum dan menerima ucapan selamat dari tamu-tamunya yang berdatangan.’ Xiumin berkata dalam hati.

“Hei kawan, ada apa denganmu? Pestamu hebat dan kau dengan mudahnya melamun sendirian disini” Xiumin menyapa Jumnyeon dengan candaanya. Ah,Mereka sahabat bukan?

“Aku tak berminat” jawabnya singkat, tetap datar seakan segala emosi perasaanya lenyap. Senyum Xiumin seketika luntur. Ia kemudian menepuk pundak Junmyeon dan bertanya apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.

“Mereka… tidak ada satupun yang datang” Jumyeon menghela nafasnya.

“Ayah atau ibuku… mereka sibuk dengan bisnis mereka. Mereka meminta sekertaris Yoon merancang pesta ini, tapi mereka sendiri tidak hadir dan menemaniku haha” Junmyeon tertawa masam, menertawakan pesta hebatnya yang terasa hambar.

“Aku hanya ingin mereka ada saat aku terbangun, lalu mengucapkan ‘Selamat ulang tahun Junmyeon’ lalu memelukku dan pergi berjalan-jalan menemaniku pada hari spesialku. Namun, aku tidak pernah mendapatkannya. Ya, haha aku lupa mereka berdua lebih mencintai bisnis mereka dibanding anaknya.” Xiumin tersenyum masam. Dunia mereka seolah terbalik. Xiumin selalu ingin pesta yang mewah dan berkelas seperti ini, sementara Junmyeon yang bisa mendapatkannya malah hanya ingin sesuatu yang sederhana seperti itu. Malam itu, Xiumin menemani Junmyeon dan berusaha menghibur sahabatnya itu. Ia sadar, keinginan sederhana yang Junmyeon sulit dapatkan, selalu bisa ia dapatkan dengam mudah. Jadi, kenapa ia tak bisa mensyukurinya?

Duk, Duk, Duk

Pintu kamarnya diketuk keras lalu diiringi oleh teriakan perempuan yang amat kencang mengusik tidur tampannya. Hei, ayolah, ini masih jam lima pagi dan jam weker disamping tempat tidurnya saja baru akan berbunyi jam enam pagi.

“Hei, Xiumin Oppa!!! Ayo bangunnn!!! Kau harus makan mie, agar umurmu tetap panjang” Minji, adik perempuan dari Xiumin. Gadis mungil bersurai cokelat itu berteriak heboh didepan kamar Xiumin.

“Yaa! Minjiiii!! Kau harus berhenti berteriak seperti itu, Minji! Kau akan membuat telingaku semakin tuli! ” Xiumin berteriak tak kalah heboh, setelah ia membuka pintu. Tanpa aba-aba, tubuh Xiumin ditarik kuat oleh adik kecilnya itu, membawanya pergi ke meja makan sederhana milik keluarganya.

“Wah, Siapa yang bangun pagi untuk berulang tahun hari ini?” Ayah Xiumin tertawa melihat wajah kusut Xiumin yang ditarik paksa oleh adik kecilnya itu.

“Selamat ulang tahun, anakku! Semoga semakin dewasa!” Ibunya mengecup pipi kirinya. Xiumin tersenyum melihat tingkah aneh keluarganya setiap kali ia berulang tahun. Ya, Hari ini genap ia berusia dua puluh enam tahun dan ia bahagia. Ia bahagia karena keluarganya selalu ingat dan menyempatkan diri untuk merayakan ulang tahunnya kecil-kecilan, walau tanpa kue tart ataupun balon seperti yang ia inginkan dulu. Hanya ada semangkuk rumput laut, jajangmyeon dan beberapa lauk yang memang disediakan setiap hari oleh ibunya. Walaupun sederhana ia tetap mensyukurinya. Ini momen istimewa, makan makanan sederhana dengan lahap dan berbagi canda tawa dengan orang-orang yang kau sayangi di hari yang juga istimewa.

“Kau harus tahu Xiumin. Hidup dalam kemewahan sepertiku, bagaikan buku diary dengan sampul emas. Hanya sampulnya yang mengilap dan menggiurkan. Jika kau buka kedalamnya kau hanya akan menemukan coretan tak beraturan dan cerita tragis dari pemilkinya.”

END

22 Maret 2017

Junghan.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s