[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Stalker — chen21ina

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT ] STALKER – chen21ina
Cast : Minseok with You
Rate : PG13
.
.

“Hahahhahahaha”

Cekrek
Cekrek
Cekrek

Yes!! I got it!!! Ahh senyumnya memang yang terbaik.

“Yakk! Kau ini bagaimana ?! Hanya mengerjakan dokumen sederhana saja salah?? Kau punya otak atau tidak?!! Kerjakan sekali lagi dan aku tak akan memaafkanmu jika kau melakukan kesalahan!! ”

“Ne, sajangnim”

Cekrek
Ahh tidak!! Kumohon jangan menunduk, jangan menunjukan raut sedih. Kau pasti bisa, ayo semangat!!

“Dasar penguntit”

Aku memutar bola mata malas ketika tahu bahwa yang berbicara di belakangku ini adalah Jongdae teman sehidup sematiku.

“Sampai kapan kau akan menguntitnya seperti itu? Bahkan isi gallery mu menampilkan satu wajah yang sama dengan berbagai ekspresi”

“Ck, kau berisik” ujarku.

“Dia tidak akan tau bahwa kau mencintainya jika kau hanya bersembunyi, setidaknya sapalah ia secara langsung ”

“Bicara itu memang mudah tuan Kim, sudahlah aku akan kembali bekerja”

Aku Kim Minseok namja 27 Tahun yang tak pernah memiliki kekasih seumur hidupku, karena itu juga aku tak memiliki pengalaman dalam cinta.
Tidak aku tidak bodoh !! gelar sarjana dapat kuraih dengan mudah bahkan aku sekarang adalah satu dari sekian karyawan senior di Exo Corp.

Sejak dahulu aku hanya fokus pada pendidikan, aku percaya jika nilai bagus dan pekerjaan mapan maka wanita pun akan datang sendiri tanpa perlu di cari. Yah aku terlalu acuh bahkan penampilanku saja tak aku pedulikan, Jongdae satu-satunya manusia yang bisa bertahan dengan namja yang setiap hari memakai kemeja panjang,celana bahan, kaca mata tebal dan rambut tersisir rapih ke belakang.
Sebenarnya sudah sering dia ingin merombak gaya berpenampilanku tapi seleranya sungguh bukan style ku sama sekali. Dan lagi aku masih bersikukuh pada keyakinanku jika wanita akan datang sendiri seandainya aku sudah menjadi orang yang mapan.
Aku tak pernah begini sebelumnya, aku hanya akan tertarik pada tumpukan kertas berisi angka dan grafik. Namun ia merubah segalanya.

Bruk
“Mianhamnida!!” aku memperhatikan wajahnya yang panik, rambutnya yang tergerai kini tertiup angin menampilkan adegan layaknya di drama. Wajahnya bersih tanpa polesan make up yang mampu membuat sakit mata.

Seharusnya aku berteriak marah karena aku kini menjadi korban, wanita ini dengan tidak hati-hati membawa motor dan menabrak ku, aku tak terluka parah hanya saja pergelangan kakiku terkilir.
Namun semua umpatan ataupun makian hilang tertelan oleh tatapan mata indahnya.

Padahal ia bisa saja kabur atau bersikap acuh, bukankah wanita cantik akan begitu jika bertemu dengan namja nerd sepertiku ? Namun ia berbeda. Ia berusaha mengobatiku, membawaku ke klinik bahkan mengantarku pulang ke rumah, dan seketika itu aku menyukai
Senyumnya,derai tawanya,suaranya, tatapan khawatirnya. Aku suka semua yang ada pada dirinya.

Dan Tuhan sungguh berbaik hati, karena satu minggu setelahnya kami kembali di pertemukan. Ia adalah karyawan baru yang menempati ruangan tepat di samping ruanganku. Karyawan baru yang memikat dengan sifat ceria dan senyum cerah.
Awalnya aku tak sengaja mengambil foto dirinya, ku lihat senyumnya jika otak dan hatiku sedang bermasalah. Hingga akhirnya aku tak bisa menghentikan kegiatan baruku. Aku menjadi stalkernya, bangun lebih pagi untuk pergi ke rumahnya menunggu di balik pohon hingga ia berangkat dengan sepeda motor pink miliknya. Mengikuti dari jarak 10meter di belakang untuk memastikan ia sampai dengan selamat. Dan bila pekerjaan sedang kosong aku tak akan ragu untuk berpura-pura ke ruangannya dan mengambil fotonya sebanyak yang kubisa.

Biarlah orang menganggap ku gila, bukankah cinta itu memang gila ?
.
.
Tap
Tap
Hup

Aku segera bersembunyi diantara koridor, menunggu beberapa saat hingga suara langkah kaki terdengar menjauh. Jangan tanya apa yang sedang kulakukan? Sstttt jangan berisik nanti dia tahu jika aku sedang mengikutinya!!
“Aahh jinja kenapa mesinnya harus mati, astaga aku tak mengerti soal mesin”

Aku dapat dengan jelas mendengar keluhannya, jadi motornya mati? Ini sudah pukul 9 malam, dan sedikit sulit mendapatkan kendaraan umum, ah semua ini karena atasanku yang sangat menyebalkan bisa-bisanya ia membuat seorang gadis harus pulang malam.

“Eothoke ” keluhnya lagi. Mataku mengedar tidak ada orang lain disini. Bagaimana caranya ia pulang? Apa aku saja yang antar?? Ahh tidak tidak!! Aku tak memiliki keberanian untuk itu.
Aku sengaja diam di balik tembok sambil memperhatikannya, ia terlihat menghubungi seseorang sebelum ia menarik nafas lelah. Apa tidak ada yang bisa menjempunya?? Astaga aku tak tega. Tubuhnya pasti begitu lelah dan ia butuh istirahat.
Tapi apa aku bisa?

Astaga Kim Minseok kau ini laki-laki!!

Aku menyalakan mesin motorku, dengan jantung yang berdegup 1000kali lebih kencang aku menghampirinya.

“S-sedang apa kau ” ahh sial kenapa aku jadi gagap seperti ini.

“Ah motorku mati,akuu hmm”

“Aku antar ” ujarku cepat, dapat ku lihat matanya mengerjap lucu sebelum ia tersenyum lega. Oh Tuhan kuatkan aku, kenapa kau menciptakan manusia yang begitu sempurna.

“Khamsahamnida sunbaenim”

Deg
Deg
Deg

Kalian tahu aku lebih baik di suruh mengerjakan dokumen bertumpuk-tumpuk dari pada harus satu motor dengannya seperti ini. Walaupun ia hanya memegang ujung jaketku tapi sungguh, ini terlalu dekatt!!

“Sudah sampai” ujarku cepat. Namun ia hanya diam.

“Hey kita sudah sampai, kau tak mau turun” tanyaku bingung.

“Sunbae, rasanya aku tidak memberitahu mu alamat rumahku. Bagaimana kau tau bahwa aku tinggal disini ?”

O-ow
Kim Minseok matilah kau.

“Aku melihat alamatmu di data karyawan, cepatlah turun” ujarku lagi.

“Khamsahamnida” balasnya pelan segelah turun dari motorku.
Tunggu ada yang salah disini. Kenapa ia menunduk? Kenapa wajahnya terlihat kecewa?
Aku yakin aku telah melakukan kesalahan, itu pasti!! Karena keesokan harinya ia tampil berbeda, wajahnya lebih sering menunduk dan senyumnya seakan hilang entah kemana.
Cekrek
Cekrek
Aku harus bagaimana? Wajah ini masih tak bercahaya.
.
.
“Paboya ”
Seharusnya aku tau jika bercerita pada Jongdae tak ada gunanya. Aku sudah bercerita panjang dan ia hanya mengomentariku dengan satu kata “Pabo”

“Minta maaflah padanya, kurasa ia tersinggung dengan kata-katamu ” ujar Jongdae kemudian.

“Bagaimana caranya? Kau tau sendiri jika di dekatnyabahkan ingat bernafas saja aku sudah syukur”

“Bukankah kau punya Semua akun sns miliknya lalu kenapa masih pusing ”

“Tak semudah itu Jongdae-ya. ” jawabku ” baru bali ini aku merasakan cinta, baru kali ini aku merasa akan gila hanya karena seorang wanita. Ia yang mampu membuatku menilai dunia dengan sudut pandang yang berbeda. Ku akui aku memang pengecut entah sampai kapan aku bisa bertahan tapi asalkan aku dapat terus melihatnya tersenyum kurasa itu sudah cukup”

“Tapi apa kau rela jika melihatnya tersenyum karena namja lain, apa kau rela melihat ada namja lain yang belum tentu mencintainya sebesar dirimu yang justru jadi pendampingnya kelak? ”

Ehhhhhhhh

“Tidak, tapi akuu hmm ” jawabku bingung.

“Ck, apa kau sudah mendengar semuanya?? ” teriak Jongdae, tatapan matanya kini menatap kearah belakang tubuhku.

“Iya aku dengar”
Suara ini, suara yang sama dengan suara gadis yang selalu ada dalam bayangku.

Oh tidaakk

“Selesaikan masalah kalian ” ujar Jongdae tenang, sebelum pergi ia menepuk pelan pundak ku dan menariknya agar aku berbalik.

Tatapan mata kami bertemu dan aku merasa ada ribuan es yang menimbun tubuhku karena aku benar-benar kaku dan tak dapat bergerak.

Tap
Tap

Ia maju selangkah dan aku mundur selangkah. Hingga akhirnya ia berhenti karena sadar langkah kakinya tak akan bisa mengikis jarak diantara kami.

“Aku tahu sunbae ” ujarnya pelan.

“Setiap pagi kau selalu menungguku untuk berangkat dan memastikan aku sampai d kantor dengan selamat begitupun ketika aku pulang. Aku juga tahu jika kau sering memotret wajahku hanya saja aku tak tahu ada sebanyak apa fotoku di ponselmu. Sejak awal masuk ke perusahaan aku sudah ingin menyapamu, namun kau selalu membuang muka. Kupikir kau sangat membenciku karena aku pernah membuatmu terluka dengan motorku”

“Tidak!! Aku tak pernah membencimu!! ” ujarku cepat. Bagaimana mungkin aku membencimu jika alasan senyum ku adalah kebahagiaanmu?

“Mian, tapi aku berpikir seperti itu karena kau selalu diam dan membuang muka jika bertemu denganku” jawabnya lagi.

“Aku, aku tidak pernah berpikir seperti itu hanya sajaa. Ka-kau tau sendiri penampilanku seperti apa. Setiap wanita yang melihat justru akan menjauh dan aku tak ingin kau menjauh, jadi lebih baik aku tetap diam dengan begitu aku bisa melihat senyum mu dari dekat”

“Apa di matamu aku serendah itu sunbae? ”

“Tidakk!! Tidak seperti itu ”

“Jika tidak seperti itu lalu kenapa kau menjauh? ”

“Ak-akuuu akuuuuu ituu hmm ” ujarku ragu. Astaga Kim Minseok kau harus berani!!! “Karena aku menyukaimu ” ujarku kemudian.

1 detik
2 detik
3 detik

Ia hanya diam, matanya berkedip dan kemudian tersenyum.

Ehh?? Apa aku tak salah lihat? Ia benar ia tersenyum!!

“Nado” ujarnya lagi.
Sebentar ia bilang apa tadi? Nado? NADO?

“Aku menyukai setiap kau memperhatikanku dari jauh, rasanya aku tak takut apapun karena kau melindungiku. Tapi bolehkah aku minta satu hal? ” tanyanya dan kepalaku refleks mengangguk.

“Mulai sekarang bisakah kau memperhatikan ku dengan jarak yang dekat dan terlihat? Bukan bersembunyi di balik pohon atau tembok lagi ” ujarnya dan entah kenapa aku tertawa sekarang. Astaga sepertinya aku telah melakukan hal konyol.

“Asal kau berjanji tak akan lari,maka aku akan mendekat ” jawabku.

“Jika aku lari,kau bisa memelukku erat agar aku tak bisa kemana-mana”

Tap
Tap
Grep

Aku berjalan pelan dan ku peluk tubuhnya, ia diam namun tak butuh waktu lama untuk ia membalas pelukanku.

Ya ternyata benar, cinta memang harus di ungkapkan. Karena jika hanya di pendam orang tak akan tau perasaan kita.

Dan aku tahu satu hal, cinta yang di ungkapkan tak akan pernah salah

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s