[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Miracle — Ms.KimJoon

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] MIRACLE – Ms. Kimjoon

Kim Min seok – Jimin /Hurt-comfort , ‘lil bit comedy/ PG

Pernah kah kau merasa resah tatkala tiada seorangpun bisa mengerti tentang gunda mu? Atau pernah kah kau merasa berjalan dilorong sempit, gelap, seperti setiap deru nafas malaju sesak hingga hati mu terasa sangat penuh?
Sangat membelenggu.

Itu yang aku rasa saat ini. Aku Jimin. Shin Ji min. Semua hal tidak berjalan baik. Aku mengacaukan sekolahku hingga aku benar-benar malu untuk pulang.

Jimin terus menapakan kakinya, langkah demi langkah tanpa ada arah tujuan pasti.

Sepanjang perjalanan Jimin hanya memikirkan satu hal, disepanjang jalan itu Jimin hanya berpikir bagaimana ia akan mengakhiri hidupnya.

“Aku sudah memikirkannya” ujar Jimin lugas

“Malam ini aku sudah merencanakan sebuah skenario bunuh diri. Benar, aku akan mengakhiri hidupku ditempat ini”.
Jimin tepat berdiri dipinggir jembatan Hangang, ya itu sungai han.

“Ini rencana sempurna, ayo melompat Jimin. Kau tidak bisa berenang dan ini rencana sempurna” .
Bergegas Jimin Memanjat pagar Jembatan yang dibuat sangat tinggi. Jimin yang memiliki tubuh mungil sedikit kesulitan memanjat pagar tersebut. Tapi karna tekatnya sudah bulat. Ia sanggup memanjat pagar yang benar-benar tinggi itu.

15 menit kemudian.
Jimin tak kunjung melompat.

“Auff kakiku terasa beku. Aku tidak bisa bergerak. Apa aku akan segera mati bahkan sebelum aku melompat?”
Tiba-tiba Jimin mendengar suara dari kejauhan.

“Apa yang kau lakukan disana? Cepat turun. Disana berbahaya!”
itu suara seorang Namja

“Tolong selamatkan aku. Aku sudah tidak bisa merasakan kakiku. Aku rasa aku akan mati beku disini T,T ”

“Kemarikan tanganmu! Apa kau gila? Sedang apa disini” namja itu mencoba memegang tangan Jimin.

“Yakk yak.. apa kau akan membiarkanku jatuh? Cepat tarik aku sekarang! Aku tidak bisa berenang. Aku tidak jadi saja matinya. Tuhan aku sudah berubah pikiran sekarang”.

“Tanganmu licin, aku rasa tidak bisa memegangmu lebih lama” ucap namja itu yang semakin membuat Jimin menangis keras.

“Jika aku mati disini Tuhan, aku akan jadi orang yang sangat menyesal. Mungkin aku akan gentayangan menjadi hantu, karena aku belum berpamitan dengan ibuku. Dan kau namja yang ada didepanku yang memegang tanganku. Kau adalah orang pertama yang akan ku hantui, kau tidak berguna. Bagaimana bisa namja begitu lemah”. Celoteh Jimin yang semakin putus asa.

“Aku sudah berusaha sangat keras, berhentilah mengatakan hal tak berguna” sambil menyeringai namja itu merasa sangat geli dengan kelakuan gadis itu.
“hantu? Apa itu benar-benar ada? Hah”

Aahhhhhhhhhh..

Teriakan Jimin memecah hening malam itu. Ia jatuh dari ketinggian, ternyata namja itu sudah tak bisa memegang Jimin lagi.

“Apa ini akhirnya? Selamat tinggal semuanya. Aku akan segera menjadi hantu gentayangan” batin Jimin.

¤¤¤

“Dimana aku?” Jimin membuka matanya untuk pertama kalinya. Lalu ia melihat sesuatu yang begitu indah, motif klasik di langit-langit ruangan itu. Ini tampak asing.
“Apa ini surga? Apa aku sudah mati?”

Ahhhhh…
Jimin teriak sangat keras karna terkejut dengan kehadiran namja dihadapannya.
Disusul teriakan namja itu.

“Yak.. kenapa kau juga berteriak?” Tegur Jimin

“Kau duluan yang berteriak, aku hanya kaget” pungkas namja itu singkat.

“Kau kaget? Kaget kenapa? Kau seperti melihat hantu saja. huh iya hantu, apa aku sekarang benar-benar sudah menjadi hantu. Kenapa aku disini”. Jimin memasang wajah bingung yang nampak imut bagi namja itu.

“Kau tak ingat apapun?”

“Iya, aku tak ingat bagaimana aku mati dan bisa sampai disini. Hal terakhir yang aku ingat, aku terjatuh dari jembatan ke sungai. Iya T.T aku pasti mati disana T.T ”

“Aishh jinja? Keluar dari rumahku sekarang! Kau benar-benar..” namja itu hanya geleng-geleng melihat kelakuan Jimin.

“Kau menyakiti harga diriku, walaupun aku hantu. Aku juga masih punya perasaan. Kau benar-benar kasar hiks. Baiklah aku pergi! ” jimin melangkah pergi dengan hati yang terasa berat.

Disepanjang jalan semua orang memandang Jimin dengan tatapan aneh, hingga Jimin merasa ingin mati sekali lagi. Apa bisa? Haa “mereka kenapa sebenarnya. Kenapa melihatku dengan tatapan seperti itu”. Eluh jimin

¤¤¤

“dr. Kim? Apa yang kau pikirikan? Kau tidak mendengar keluhan ibu ini?” Tegur suster yang mendampingi dokter Kim Min seok

“Ah, ini bukan masalah. Minggu depan kembali kesini, kalau tidak membaik kita bisa melakukan terapi” jawab dr.Kim pasti.

“Maafkan aku suster yoon, aku sedikit lelah. Aku menjaga seseorang semalaman”

dr.Kim duduk dimeja kerjanya dengan senyum simpul diwajahnya. Jika orang melihat mungkin berpikir dia sedang jatuh cinta tapi nyatanya ia hanya sedang teringat gadis aneh yang dia temui semalam.
“Apa aku akan bertemu lagi dengannya?”

¤¤¤

“Kau? Sedang apa didepan rumah orang malam-malam begini?” Tanya Minseok

“Akhirnya kau datang, aku sudah menunggu mu lama. Aku mengantarkan makan malam. Tapi jam berapa ini, kau pasti sudah makan ya? ”

“belum, aku belum makan. Bukankah itu untukku?berikan padaku. Kau bisa pulang sekarang!” Ketus minseok

“Aku kedinginan menunggumu disini, setidaknya biarkan aku masuk sebentar”. Jimin sedikit memelas

Minseok menikmati semua makanan yang dibawa Jimin. Makanan ini mengingatkan ia pada ibunya.

“Besok bawakan aku makan malam lagi!” Ucap Minseok

“Oh? Besok? Aku hanya ingin berterima kasih dengan makanan ini, dan kau meminta lagi itu pemerasan namanya”.

“Kalau begitu jangan hanya besok, tapi selama sebulan. Ini hanya makanan tak sebanding dengan apa yang sudah kulakukan kemarin malam.
Dan
Ini sudah malam, aku antar kau pulang”.

“Baiklah, walaupun aku bisa pulang sendiri. Terimakasih untuk semuanya. Karnamu aku selamat. Tapi seharusnya kau bilang kalau aku bukan hantu, aku benar-benar malu. Menganggap diriku hantu”. Eluh Jimin
.

“Sudah sampai, apa benar ini rumahmu?” Tanya minseok

Minseok adalah tipe orang yang tak banyak bicara. Ia sangat berkonsentrasi mengemudi hingga tak sadar Jimin sudah tertidur pulas.

“Gadis ini, apa aku harus menggendongnya? Lagi?”

Minseok mencoba melepaskan seatbelt dibangku jimin. Dan tiba-tiba Jimin bangun. Mata mereka saling tertuju satu sama lain, jarak keduanya sangat dekat.

“Apa yang kau lakukan?” Dengan setengah berteriak, jimin kaget dan sangat ketakutan

“Ah kau bangun, apa yang kau pikirkan memangnya huh? Aku hanya mencoba membantu”

“Aish menakutkan, jangan berani macam-macam ya!”

“Imajinasimu sangat liar haha sadarlah!” Minseok mencoba menggoda Jimin

¤¤¤

“Minseok orang baik, dan juga tampan. jangankan 1bulan seumur hiduppun aku akan rela memasak untuknya. Terima kasih Tuhan sudah memberikan keajabaian ini. Aku akan menganggap ini kesempatan kedua. Aku akan hidup lebih baik”.
.
Keut~

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s