[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Intersection — Nana’s

Intersection – nana’s

Intersection

[Nana’s]

-Present-

Starring

Kim Minseok||Yoon Inha (OC)|

Ficlet

Romance || Angst || Frienship

.

.

Diantara persimpangan yang ditemukannya, lelaki itu memilih untuk berjalan lurus. Kakinya perlahan menjelajahi barisan rerumputan yang bergerak seirama. Tidak ada tekanan saat kakinya memutuskan untuk berhenti sejenak kemudian menghirup nafas dalam. Walau begitu melegakan, masih saja sayatan itu memberikan rasa perih pada relung hatinya.

“Sudah semestinya kita seperti ini”.

Bagai lara yang menikam, hanya kalimat itu yang Minseok ingat dari perjalanan panjangnya. Ia tidak menyesal, sama sekali tidak ada penyesalan walau terkadang sakit itu mengoyak bahkan membunuh asa yang selalu Minseok banggakan.

“Minseok-ah”.

Sebuah suara menegurnya membuat pandangannya mengabur seketika . Tanpa sadar kedua tangan Minseok mengepal.

“Minseok-ah, aku..”.

“Jangan bicara”.

Minseok semakin mengepalkan tangannya kuat saat ingatan itu kembali mengusiknya, ketika ingatan itu semakin mencoba untuk menghancurkan pertahanannya.

“Kumohon, jangan seperti ini”.

Minseok terdiam, tubuhnya menegang seketika saat isakan tangis terdengar. Dalam hati, lelaki itu mengutuk otaknya yang masih saja memutar kenangan-kenangan yang selalu ingin Minseok kubur sedalam-dalamnya.

“Pergilah, aku hanya meminta itu padamu”.

Isak tangis itu semakin menjadi, saat satu langkah diambil Minseok untuk meninggalkan pemilik suara itu.

“Aku mencintaimu”.

Tercekat, Minseok merasa udara disekitarnya menghilang. Menjadikannya tenggelam pada hamparan kesesakan.

“Aku mencintaimu, Kim Minseok”.

Air mata itu jatuh, sekuat tenaga Minseok menahannya buliran itu meluruh secara bergantian.

“Lalu aku harus bagaimana bila kau mencintaiku?”.

Tidak bergerak, Minseok menahan hasratnya untuk tidak berbalik kemudian merengkuh erat pemilik suara itu.

“Sekali saja, hanya kali ini saja bisakah kau berkata bahwa kau juga mencintaiku?”.

Ada jeda yang cukup lama sebelum kalimat ‘cinta’ keluar dari bibir Minseok. Diantara hembusan angin yang terdengar hangat peluk yang Minseok rasakan pada punggungnya menjadi bukti bahwa sepenuhnya pemilik suara itu telah menyerah.

“Aku akan menunggumu sore nanti. Semoga kau datang, Minseok-ah”.

Setelah kalimat itu terucap, kekososangan kembali dialami Minseok. Lelaki itu tersenyum miris saat dirasanya pemilik suara itu sudah hilang dari tempatnya tadi. Ia melihat jam pada pergelangan tangannya, walau detik itu bergerak dengan semestinya namun Minseok tidak merasakan itu. Baginya sang waktu berjalan dengan cepatnya.

.

.

.

.

‘Sidang kasus pembunuhan pemilik Yangma group akan dilaksanakan sore nanti dari penjelasan , terdakwa Yoon Inha sudah menyerahkan dirinya’.

Kim Jongin menghentikan aktivitasnya saat sebuah berita tertangkap oleh kedua matanya. Tubuhnya menegang, semua logikanya perlahan terkikis saat dilihat terdakwa dari kasus pembunuhan yang membuat salah satu orangtua sahabatnya menjadi korban. Ketika Jongin hendak menghubungi seseorang, sebuah panggilan masuk terdengar.

“Kau melihatnya” walau hanya beberapa kata, Jongin mengerti apa yang sedang Sehun bicarakan.

“Minseok hyung akan baik-baik saja bukan?”.

Jongin terdiam, ia tidak bisa dengan yakin menjawab pertanyaan yang diajukan Sehun itu. Karena Jongin mengerti walau Minseok adalah lelaki dengan pengertian dan tingkat kedewasaan yang tinggi, hyung-nya itu akan terluka karena cinta yang dimilikinya melukai seseorang yang amat disayanginya.

“Kita doakan agar semua baik-baik saja”.

Sehun ingin kembali menanyakaan keadaan Minseok, namun saat orang yang sedang dikhawatirkannya mengirim pesan pada ‘chat room’ mengatakan bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja, hal itu membuat Sehun segera mengambil jaket serta kunci motornya.

~Fin~

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s