[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Ice Cream — talithaoza

Ice Cream -talithaoza

Xiumin & OC |romance

Seorang pria dengan pakaian santai tengah duduk termenung sambil sesekali mengaduk minuman yang tersaji dihadapannya.

Matanya menatap bosan kearah jalan diluar cafe, sambil memperhatikan orang berlalu lalang pria itu sesekali menoleh kearah pintu cafe berharap orang yang ia tunggu-tunggu segera datang.

“Lagi-lagi terlambat, apa hari ini akan batal lagi?” pria itu mendesah pelan.

“Oppa? Maafkan aku, tadi Manager menahanku untuk pulang lebih awal.” suara lembut memasuki indra pendengarannya. pria yang tadinya ingin bangkit dan bersiap meninggalkan cafe, mengurungkan niatnya setelah mendengar suara yang sangat familiar.

“Tak apa, yang penting untuk kali ini kau datang.” ucapnya.

“Jadi.. Apa yang ingin oppa bicarakan?” tanya gadis dihadapannya.

“Tak ada, aku hanya ingin menemuimu.” pria itu tersenyum kecil sambil meraih tangan mungil gadis dihadapannya.

“Kau berbohong, jadi sebenarnya apa tujuanmu memanggilku?” gadis itu menautkan alisnya, meminta jawaban dari pria dihadapannya.

“Maafkan aku, tapi sepertinya kita harus mengakhiri hubungan ini, bukan karena aku sudah bosan tetapi kurasa sebagai seorang model kau perlu kebebasan.” pria itu menunduk dan melepas genggamannya secara perlahan.

“Kenapa? Apa salahku? Bukankah aku sudah menuruti permintaan oppa? Bukankah aku sudah menghindari para sunbae?” mata gadis itu berkaca-kaca, ia menutup bibirnya sambil menahan isakan kecil yang terus meronta ingin keluar.

“Maafkan aku, kuharap secepatnya kau akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dariku, Saranghae Hye Rin.”
***

Beberapa hari setelah kejadian itu, terdengar berita panas soal putusnya hubungan salah satu member boy group terkenal dengan model ternama disalah satu majalah wanita.

Berita itu juga terdengar sampai kepada pihak yang dibicarakan. Meski terkesan cuek dan tak peduli, sebenarnya mereka sama-sama diserang rasa penasaran dan khawatir.

“Hyung, kau baik-baik saja?”

“Ya, aku hanya kurang fokus.”

“Apa karna Hye Rin noona?”

“Aku izin istirahat sebentar.”

Pria itu keluar dari tempat latihannya, wajah yang terkesan lelah dan mood yang terkadang berubah membuatnya bingung.

“Xiumin-ssi? Kenapa kau berkeliaran disaat jam latihan?” seseorang menegurnya.

“Ah, aku kelelahan dan kurasa aku membutuhkan udara segar.” bohong. Sebenarnya ia hanya ingin menenangkan diri dan melupakan masalahnya beberapa hari yang lalu.

“Baiklah, jangan lama-lama.”

“Terimakasih, aku permisi Manager.” ucap Xiumin sambil berlalu meninggalkan Managernya.

Sambil bersenandung kecil, Xiumin sesekali mengedarkan pandangannya menatap ke sekeliling taman didekat tempat latihannya.

‘Jepret’

“Ya, bagus!”

Xiumin kembali mengedarkan pandangannya saat ia mendengar suara yang tak asing.

“Yak! Hye Rin, kau harus fokus!”

“Ah, maaf.”

Xiumin yang tak sengaja mendengar nama seseorang yang dikenalnya, memutuskan untuk menghampiri asal suara.

“Sekali lag- astaga! Xiumin-ssi, kebetulan kau ada disini.”

Xiumin yang tak mengerti hanya diam sambil menaikkan sebelah alisnya. Pria itu sedikit melirik kearah gadis yang saat ini tengah berdiri dibawah pohon sambil mengenakan pakaian musim gugurnya.

Cukup lama mereka saling melirik, pada akhirnya Hye Rin memutuskan kontak mata mereka. Xiumin yang menyadari itu, segera memalingkan wajahnya dan menyapa para kru yang ada disana.

“Xiumin-ssi, apa kau ada luang hari ini?” ucap salah satu kru yang menghampiri Xiumin.

“Tidak, aku harus kembali ke tempat latihan beberapa menit lagi.” sahut Xiumin.

“Ah, padahal hari ini kami sangat membutuhkanmu.” ucap pria paruh baya yang berada dihadapan Xiumin.

“Memangnya ada apa?” tanya Xiumin.

“Kami ingin melakukan pemotretan, dan kami tidak mempunyai model pria juga parahnya Hye Rin tak mau dipasangkan oleh model pria manapun.” pria paruh baya itu kembali memelas dan menatap penuh harap kearah Xiumin.

Xiumin yang tak mengerti kembali melirik kearah gadis yang sedari tadi hanya diam dan merasa bersalah.

“Kurasa aku bisa tapi apakah hyung mau meminta izin pada Manager?” tanya Xiumin.

“Itu urusan mudah, jadi apakah kau mau menjadi model prianya?”

“Baiklah.”

Xiumin yang sedang dirias pun tak melepaskan pandangannya dari gadis yang berdiri hanya beberapa meter darinya.

“Tema kali ini adalah ice cream, jadi Hye Rin dan Xiumin lakukanlah skinship yang menarik dan terlihat seksi.” ucap si photographer sambil menunjukkan senyum jahilnya.

“Tu-tunggu apa maksudnya dengan seksi? Bukankah seharusnya hanya melakukan scene memakan ice cream bersama?” sela Hye Rin.

“Oh ayolah Hye Rin-ah, bukannya kalau hanya begitu saja akan membosankan? Aku ingin membangun chemistry antara pasangan idol yang saat ini sedang hangat-hangatnya menjadi bahan pembicaraan.” jelasnya

“T-tapi kami kan sud-”

“Ikuti saja kemauannya.” sela Xiumin sambil menarik tubuh Hye Rin dan mendudukannya diatas pangkuan Xiumin.

Pose yang ditunjukkan oleh pasangan Xiumin dan Hye Rin sangat memuaskan. Dengan pose yang menunjukkan seakan-akan mereka adalah pasangan kekasih yang sangat romantis.

Diatas pangkuan Xiumin, berulangkali Hye Rin harus menahan malu dan detak jantungnya yang tak stabil.

“Hye Rin, kalungkan tanganmu pada tengkuk Xiumin dan cobalah gigit ice cream itu dari sisi bawah.”

“Tak mau!”

“Oh ayolah Hye Rin, jangan melawan perintah photographermu.” teriak wanita yang merupakan Manager Hye Rin.

“Bukankah kita sudah sering melakukan ini?” ucap Xiumin sambil menaikkan dagu Hye Rin.

“Oppa, jangan buat aku salah sangka kau tau susah untuk move on darimu.” Hye Rin mengembungkan pipinya, Xiumin terkekeh kecil.

“Kurasa ice cream akan menjadi sejarah baru tahun ini.” bisik Xiumin.

“Apa maksudmu?” tanya Hye Rin.

“Ice cream menjadi penyatu hubungan antara kau dan aku, meski tidak sengaja tapi sepertinya aku harus berterimakasih, maafkan aku Hye Rin karena aku terlalu berfikiran negatif soalmu.” sesal Xiumin.

“Kurasa itu hal wajar oppa, aku seorang model dan kau seorang idol besar, karena jadwal yang padat dan dikelilingi orang asing kita jadi memiliki pikiran negatif.” ucap Hye Rin lembut.

Xiumin menatap sendu kearah gadis dihadapannya, jujur Xiumin agak risih dengan tatapan para kru tepi ia mengabaikan hal itu agar momen berharganya tak terlewatkan.

“Kau tau? Ice cream itu manis, sama halnya denganmu dan kuharap hubungan kita akan manis seperti Ice cream ini.” Xiumin menggigit sebagian ice cream yang ia pegang.

“Semoga, jadi… Apa kita kembali?” tanya Hye Rin dengan wajah polosnya.

Xiumin hanya menganggukan kepala dan tersenyum bahagia kearah Hye Rin.

“Ehmm! Kurasa saatnya kalian kembali bekerja!” intrupsi dari sang photographer menyadarkan mereka.

Hye Rin dan Xiumin hanya terkekeh dan meminta maaf atas kejadian tak terduga tadi.

Yang terpenting, hubungan mereka kembali menyatu dan kesalahpahaman antara mereka selesai dengan manis, semanis ice cream yang saat ini menjadi saksi kembalinya hubungan mereka.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s