[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Beautiful Black Pearl In White — Aurelia

Beautiful Black Pearl In White – Aurelia
Cast: Xiumin & Yoon Han Seo (OC)
Romance || Ficlet || PG-12

Mutiara di dalam matamu membuatku jatuh cinta

– Xiumin POV –
Xiumin terpaku dengan pemandangan itu. Bukan lautan luas, bukan juga pegunungan yang menjulang tinggi, hanya taman bermain di dekat apartemennya yang tertutup salju. Namun yang membuat Xiumin terpana adalah surai hitam indah yang menghiasi kepala seorang yeoja, dari jarak sejauh ini dia bisa melihat aura yang terpancar dari wajah yeoja itu. ‘Apa mungkin ini namanya cinta pada pandangan pertama? Ini hanya terpesona, bukan cinta!’ pikir Xiumin. Xiumin pun melihatnya lekat lekat seakan menyimpan wajah gadis itu di hatinya. Ia berharap bisa mengenal yeoja itu lebih dalam.
Xiumin berpikir keras bagaimana cara mendekati yeoja tersebut, Xiumin yang pemalu dan tidak pernah banyak bicara, Xiumin bingung harus memulai dari mana. Keesokan harinya, Xiumin sengaja ke taman itu lagi namun tidak menemukan yeoja tersebut. Xiumin sangat ingin bertemu dengan yeoja tersebut. Entah mengapa, hatinya sangat merindukan yeoja yang bahkan namanya saja ia belum tahu. Xiumin bersumpah, jika dia dipertemukan lagi, maka ia tak segan2 berkenalan dan melakukan pendekatan padanya.
Hari hari pun berlalu, selama ini Xiumin masih sering mencari yeoja tersebut ke taman, namun tidak pernah terlihat. Ketika akhirnya suatu sore, Xiumin ingin mencari udara segar, kaki Xiumin menyeretnya ke taman yang semuanya memutih karena tertutup salju. Xiumin membatin ‘Apakah takdir mempermainkanku seperti ini? Disaat aku ingin maju, aku tidak pernah dipertemukan lagi?’. Xiumin duduk di kursi taman, menatap kosong taman itu. Xiumin tidak sadar, dari jendela salah satu apartemen dekat taman, ada yeoja yang menatap Xiumin dalam-dalam.

– Yoon Han Seo POV –
‘Siapa namja itu? Sudah beberapa hari terlihat murung di taman. Apa yang ada di pikirannya?’ batin Han Seo. Han Seo melihat Xiumin beberapa kali di taman, dia mudah mengingat tampang orang lain, terutama sosok namja yang berpipi chubby dan mempunyai mata seperti mata kucing tersebut. Namun namja yang dia perhatikan seperti tanpa semangat. Namja itu seperti sedang… kesepian. Namja itu mendongakkan kepalanya dan mengarahkan tangannya ke langit saat salju turun, membiarkan rambutnya tertutup bulir salju yang turun. Dia tersenyum pahit ke langit seolah mengeluhkan keadaannya dan mencaci langit yang menurunkan keindahannya dalam bentuk serbuk putih yang lembut. Han Seo sangat menyukai salju, dia sering menatap hamparan putih di depan matanya berjam-jam. Saat itulah matanya menangkap sosok namja itu, namja yang mengalihkan pandangannya dari salju. Sampai akhirnya hari ini, Han Seo tidak tahan dengan rasa penasarannya kepada namja tersebut. Dia mengambil mantel bulunya dan keluar ke taman. Saat Han Seo hampir sampai ke kursi, namja tersebut menengok ke arah Han Seo dan menatap mata Han Seo. Hanya satu kata yang muncul di pikiran Han Seo tatkala mereka saling menatap, yaitu rindu. Tatapan namja itu penuh kerinduan. ‘Entah merindukan siapa, pastinya bukan aku’ pikir Han Seo. Akhirnya hanya 1 kata terucap dari bibir manis Han Seo ~ “Annyeonghaseyo”.

– Author POV –
‘Mata yang indah’ batin Xiumin saat matanya bertatapan langsung dengan mata yeoja yang ia tunggu – tunggu. Lidahnya kelu tidak bisa berbicara, ‘Sial!! Kenapa aku tidak bisa berbicara sama sekali’ batin Xiumin. Lalu sang yeoja menyapa Xiumin, Xiumin hanya tersenyum dan akhirnya menjawab, “Annyeonghaseyo”.
Sang yeoja mengulum senyumnya lalu mendekati Xiumin dan duduk di kursi yang ada di depan Xiumin. Sang yeoja melihat handphonenya sebentar, lalu mengantonginya dan melihat sekeliling. Dan saat dia melihat ke arah Xiumin, ternyata Xiumin sedang menatapnya. Han Seo langsung merasa salah tingkah, dia menunduk memainkan jarinya ke mantel bulu yang ia pakai. Xiumin akhirnya berdeham dan memberanikan diri bertanya, “Uhm, mianhe.. bolehkah aku tahu namamu?”
“Oh tentu saja, aku Yoon Han Seo. Dan kau?”
“Aku.. Panggil saja aku Xiumin…. Kau tinggal disini?” pertanyaan bodoh! Xiumin memaki dirinya dalam hati
“Ah iya, aku tinggal di tower Cherry, dan kau?”
“Aku di tower Beldon.. uhmm bolehkah aku bertanya Han Seo-ssi?
“Ada apa Xiumin-ssi?”
“Untuk apa kau kesini disaat orang2 menyembunyikan badan di apartemennya dan memakai penghangat?”
“Aku.. sedang mencari inspirasi. Aku adalah penulis novel dan sedang kehabisan ide. Aku berencana membuat novel bertemakan salju, jadi aku ke sini untuk mencari inspirasi. Uhmm kau? Untuk apa kau kesini sendirian selama berhari2 merenung dan terdiam?”
Xiumin tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya, jadi selama ini Han Seo melihat dia. Xiumin menjawab, “Aku menunggu seseorang, seseorang yang membuatku terpesona.Dia mengisi hatiku selama beberapa hari ini. Awalnya aku terpana melihat senyumnya, tapi aku tidak berani berbicara padanya. Aku sangat iri pada angin dan salju saat itu, karena mereka bisa membelai rambut dan kulitnya. Sedangkan aku? Hanya diam. Aku hanya bisa melihat dia dari kejauhan. Aku tidak berani menghampirinya saat itu. Lalu akhirnya saat aku melihat matanya, matanya seperti mutiara hitam yang sangat indah. Dan aku sadar sekarang, aku jatuh cinta padanya”
“Kau jatuh cinta pada pandangan pertama? wah daebak! Mungkin ini bisa jadi ide untuk novelku. Bolehkah? Tentunya aku akan memberikan imbalan nanti, bagaimana? kau setuju?
“Silahkan saja. tapi untuk akhir cerita ada di tanganmu”
“Uhmm baiklah kalah begitu. Jeongmal, kisahmu benar-benar menyentuh. Kau menceritakannya dengan penuh perasaan. Wanita itu sangat beruntung dicintai oleh pria sepertimu.”
“Jinjja? Terima kasih, aku selalu berpikir takdir tidak berpihak padaku karena aku tidak dipertemukan lagi dengannya. Namun, hari ini aku bertemu dan bisa bercerita kepadanya, aku tidak menyangka takdir masih baik padaku.”
“Wah kau bertemu dengannya? chukkae.. aku tidak sabar dengan ceritamu”
“Ya, sekarang pun aku masih bersamanya.”
Han Seo bingung dengan pernyataan Xiumin. Xiumin melanjutkan pernyataan cintanya. “Yeoja yang membuatku terpesona adalah kau, Han Seo. Mungkin terlalu dini tapi itu yang aku rasakan. Aku tak mau kehilangan kesempatan lagi, jadi maukah kau memberiku waktu untuk mengenalmu lebih dalam?”
Han Seo perlahan menganggukkan kepalanya, ia yakin Xiumin adalah pria yang tepat untuknya.
Musim pun berganti, mereka sedang duduk di taman sambil melihat matahari yang mulai memancarkan sinar jingganya. Tangan mereka saling terpaut erat satu sama lain dan senyum mereka memancarkan cinta. Xiumin mengenang pertemuan pertama mereka, dan Han Seo sudah menerbitkan buku tentang perjalanan kisah cinta mereka dengan judul “Beautiful Black Pearl In White”
– END –

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s