[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Alphabet Love — MiracleZa

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Alphabet Love – MiracleZa
Xiumin & Oc |Romance| G

.
.

ALPHABET LOVE

Aroma harum menyeruak bersama kepulan uap tipis dari secangkir Americano di tangannya.
Dikecupnya pelan bibir cangkir dan membiarkan sensasi pahit mengalir perlahan di mulutnya.

Tring

Suara ringtone dari benda pipih berwarna putih mengalihkan perhatiannya.
Sejumput senyum menghias raut wajahnya membaca barisan kata di layar ponsel.

‘Selamat ulang tahun kesayangan eomma. Masakan spesial menantimu di rumah’

“Sepertinya akan hujan. Apa kau bawa payung?” tanya sang barista saat pemuda itu beranjak dari duduknya.

“Aku bawa” jawabnya menunjuk tas di punggung. “Kopinya enak sekali, hyung. Aku pergi dulu ya”

Senyum peracik kopi itu merekah, memberi isyarat ‘OK’ dengan ibu jarinya.

Saat pintu kafe terbuka, aroma tanah basah segera menyapa inderanya. Benar saja rintik hujan perlahan membasahi bumi.
Diambilnya payung lipat berwarna hitam dari dalam tas dan membukanya cepat sebelum tetesan air hujan menyentuh tubuhnya.
Dia mendesah pelan.

“Aku benci hujan” batinnya, menatap nanar jalan.

Namun tiba-tiba saja suasana hatinya berubah.

Gadis itu…
Dia bersinar bagai pelangi di tengah gerimis. Tangan putihnya menari membiarkan rintik hujan menyapu lembut tangannya.

Ada getaran yang baru pertama kali ini dia rasakan.
Sesuatu yang menyerupai aliran listrik menyetrum jiwanya memercikkan bunga bunga api yang dinamakan…
Mungkinkah dia jatuh cinta?

“Jangan bermain hujan saat gerimis!”

“Hmm?” Sang gadis menatap bingung.

“Air gerimis mengandung asam yang tinggi. Kau akan pusing nanti” jawab si pemuda tersenyum hangat. “Aku Xiumin”

“Cheonza” balasnya menerima jabat tangan Xiumin.

“Sepertinya kau suka hujan, Cheonza- ssi?”

Gadis itu mengangguk.
“Hujan memberiku rasa damai. Tahukah kau Xiumin-ssi, tiap tetes hujan yang jatuh seperti irama orkestra ditelingaku”

“Oh-” Xiumin terpaku.
Kalimat Cheonza menyindir kebenciannya pada hujan.

“Huruf apa yang paling kau suka?”

“Huruf?” tanya Xiumin. Pertanyaan yang tak biasa dan diluar jalur membuatnya heran.

“Aku suka B. Bunga, bunga, bunga dan…”
Gadis itu menatap lembut Xiumin. “Baozi” ucapnya seketika mencubit gemas pipi Xiumin.
“Kau seperti Baozi. Pipi tembemmu mengingatkanku pada roti bulat favoritku”

Xiumin kembali pada mode kagetnya.
Sungguh dia tak menduga malaikat cantik ini tak sungkan mengekspresikan isi hatinya.

“Sekarang giliranmu, Xiumin-ssi”

“Aku suka huruf C. C untuk Celcius, Cahaya, Cinta, Cantik, dan-”

“Oh, aku harus pulang” pamit Cheonza memotong kalimat Xiumin

“Tunggu. Biar kuantar, ya”

“Tidak usah. Rumahku di sekitar sini” tolak Cheonza halus.

“Tunggu!” Panggilan Xiumin kembali menghentikan langkah Cheonza menyeberang jalan.

“Pakailah payungku”

“Ah, Terima kasih. Aku kembalikan besok, ya. Kita janjian di tempat ini saja”

Xiumin mengangguk setuju.
Perhatiannya tak lepas dari sosok Cheonza yang perlahan pergi.

TIIIIIN

BRAK!

Seandainya kau tahu C terakhir itu adalah kamu… Cheonza

.
.

“Selamat Ulang Tahun, sayang”
Suara merdu wanita paruh baya membuyarkan lamunannya.

“Eomma, terima kasih” ucap Xiumin memeluk pinggang ibunya. “Aku menyayangimu, eomma”

“Eomma lebih lebih lebih menyayangimu” balas sang ibu seraya mencium kening putranya.
“Ayo tiup lilinnya. Jangan lupa panjatkan harapan terbaikmu dulu ya”

Sesaat mata itu terpejam dan kembali terbuka seiring padamnya nyala lilin yang tergantikan binar bahagia di manik hitamnya.

“Xiumin, menyerahlah. Lupakan dia sayang. Sudah setahun sejak kecelakaan itu. Kau harus bisa merelakannya”

“Eomma, aku mencintainya. Sulit melupakannya. Aku pergi dulu ya”

.

“Pagi dokter Xiumin”

“Pagi. Hei berapa kali kuingatkan nona, gerimis tak baik-”

“Karna mengandung banyak asam” potong gadis itu cepat. “Aku tau dok. Tapi hujan membuatku bahagia”

Xiumin tersenyum lembut, melindungi gadis cantik itu dengan payungnya.

“Huruf apa yang kau suka?” tanya Xiumin mengisi kesunyian.

Gadis itu tertawa. “Pertanyaan yang aneh dokter Xiu. Aku belum pernah mendengar seseorang menanyakan hal ini. Memangnya dokter suka huruf apa?”

“Aku suka C. C untuk cinta, cinta, cinta… dan Cheonza”

Mata gadis itu membulat kaget. “A- Aku?”

“Ya, aku mencintaimu Cheonza, sangat mencintaimu. Kau adalah kado terindah yang Tuhan beri di hari ulangtahunku tahun lalu. Itulah untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Walau kecelakaan itu merenggut semua ingatanmu, melupakanku, tapi aku bersyukur kau bertahan hidup. Tuhan memberiku kesempatan tuk mengenalmu, menjadikanmu pasienku” Xiumin menggenggam lembut jemari Cheonza.

“Ijinkan aku mencintaimu, nona Cheonza. Ijinkan aku memilikimu”

“Aku…”

“Cheonza… aku tak akan memaksamu. Aku akan menjauh bila kau memintanya”

“dok… ”

“Ya” jawab Xiumin ragu. Sungguh ia tetap takut walau hatinya telah ia persiapkan untuk menerima kenyataan yang tak sesuai harapannya.

“Aku suka huruf B. Bintang, bulan, bunga… Aakhh” ringis Cheonza memijit pelipisnya.

“Kau baik saja? Kita ke rumah sakit sekarang”
Tanpa pikir panjang Xiumin menggendong tubuh Cheonza. Namun belum sempat kaki itu melangkah, sesuatu menahannya, senyum Cheonza.

“Baozi… B untuk baozi. Aku mengingatmu… mencintaimu. Selamat ulang tahun, sayang”

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s