[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] What If – ToViLove

timeline_20170321_223733

 

What If – ToViLove

Xiumin & EXO || Fantasy, Friendship, Angst || G

.

Angka pada jam digital di atas meja menunjukan pukul 02:05. Di saat semua orang telah sibuk dalam dunia mimpinya, mataku masih terbuka lebar. Kesadaranku menolak untuk membiarkanku beristirahat meskipun tubuhku terasa nyeri seolah meneriakkan protes pada empunya.

Pikiranku belakangan ini dipenuhi dengan refleksi tentang apa yang telah kuraih dalam hidupku sampai di titik ini, berharap ada yang dapat kubanggakan sebagai prestasiku sendiri. Berjam-jam bahkan berhari-hari aku merenungkan ini, tapi tak ada satupun jawaban yang pantas disebut sebagai pencapaian diriku sendiri. Pencapaian hidup seorang Kim Minseok yang perlahan mendekati umur 30.

Kesuksesan dan ketenaran? Itu karena rekan grupku adalah orang-orang berbakat dengan kepribadian luar biasa. Aku bukanlah orang yang menonjol, hanya seorang pria dengan kemampuan standar yang masih memiliki kesulitan dalam berkomunikasi bahkan setelah 5 tahun berlalu semenjak debut. Aku tidak memiliki posisi yang jelas di grup, bukan vokal utama, bukan dancer utama, bukan rapper, dan memalukan rasanya jika aku menganggap bahwa diriku bagian dari visual. Aku bahkan tidak mengerti apa yang dilihat para penggemar pada seorang Minseok. Anggota lainnya jelas lebih baik dari diriku. Semakin lama aku berpikir, semakin dadaku terasa sesak. Hingga akhirnya aku tiba pada suatu kesimpulan.

“Tidak ada yang berbeda meskipun aku menghilang”.

Insignifikan. Meskipun terasa pahit, tidak ada hal lain yang bisa kulakukan selain menerimanya.

————————–

Suara ribut dari balik pintu kamar membangunkanku dari tidur singkatku. Melihat sekeliling, aku tidak menemukan Jongdae dimanapun. Tempat tidurnya sudah tertata rapi, sepertinya dia sudah pergi sedari tadi. Tidak biasanya ia bangun lebih pagi dariku.

Bunyi derap langkah kaki serta pintu yang dibuka dan ditutup dengan kasar terdengar semakin keras. Penasaran, aku melangkahkan kakiku ke ruang tengah. Tempat biasa kami berkumpul sebelum memulai hari.

Joonmyun dan Jongdae terlihat sedang sibuk menelepon di ponselnya. Jongin dan Baekhyun sibuk berlarian kesana kemari di dalam asrama seperti sedang mencari sesuatu. Jemari Chanyeol bergerak gesit mengetik pesan, sedangkan Kyungsoo duduk terdiam di sofa dengan ekspresi wajah bingung dan cemas. Ada apa ini?

Tiba-tiba Chanyeol berdiri, “Bagaimana?” tanyanya. Kai dan Baekhyun dengan nafas terengah-engah menggelengkan kepala mereka, begitu pula dengan Suho dan Jongdae.

“Kemana Minseok hyung pergi…”

Perkataan Kyungsoo membuatku bingung. Aku disini, duduk disampingnya. Mengapa dia- mengapa mereka tidak melihatku? Dengan cepat aku berdiri, mataku terbelalak saat menatap cermin. Kuangkat kedua tanganku, dan jantungku terasa berhenti.

Tidak ada pantulan di cermin. Aku bahkan tidak bisa melihat tanganku sendiri. Apa maksudnya ini?

—————————-

24 jam semenjak aku ‘menghilang’. Perusahaan memutuskan untuk tidak menghubungi polisi demi menghindari kekacauan yang bisa ditimbulkan oleh penggemar dan publik. Para anggota masih melakukan kegiatan sesuai dengan jadwal mereka masing-masing.

48 jam. Lay mengambil izin cuti dari shooting di Cina untuk kembali ke Korea dan membantu para anggota mencariku. Mereka seringkali duduk terdiam sambil memandang keluar jendela setiap kali berada di dalam mobil. Apa aku sudah mati dan jadi hantu? Kenapa aku masih bisa merasakan detak jantungku?

72 jam. Kyungsoo mengeluhkan asrama yang berantakan serta tumpukan piring kotor. Suho menegur Chanyeol, Baekhyun dan Sehun, tetapi mereka merasa Suho tidak pantas menegur mereka karena Suho sama saja dengan mereka. Perdebatan pun terjadi, Kyungsoo yang kesal membanting pintu kamarnya dan menolak untuk keluar sampai keesokan pagi.

168 jam. Berbagai rumor mulai beredar. Ada yang bilang aku sakit parah dan sedang di rawat, ada yang mengatakan bahwa aku sedang berlibur. Bahkan ada yang bilang aku kawin lari dengan seorang wanita yang jauh lebih tua dariku. Tapi tuduhan tersakit yang kurasakan keluar dari mulut Chanyeol.

“Ini seperti deja vu, apa Minseok hyung akan meninggalkan kita juga seperti Kris?”

180 jam. Yixing harus kembali ke Cina. Wajahnya terlihat cemas. Entah sampai kapan aku akan tidak nampak seperti ini.

264 jam. Mataku menatap seluruh hidangan buatan Kyungsoo di meja.

“Makanan favorit Minseok hyung!” ujar si maknae

“Kusisihkan untuk Minseok hyung” ucap Sehun

“Chanyeol hyung! Berbaikanlah dengan Jongdae hyung. Andai Minseok hyung disini…”

“Minseok, Minseok. Buka matamu Sehun!! Dia sudah meninggalkan kita!” bentak Chanyeol.

Sehun terdiam, matanya menatap pria yang baru saja memarahinya dengan emosi tertahan. Di sisi lain meja, Kai menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Kyungsoo meletakan sendoknya, selera makan hilang seperti tertiup angin. Chanyeol beranjak pergi keluar asrama.

“Ini salahku. Aku telah gagal menjadi leader. Untuk keempat kalinya” gumam Suho kemudian pergi masuk ke kamarnya.

336 jam. Perkelahian antar member semakin sering terjadi, baik berupa debat maupun secara fisik. Chen yang sibuk dengan jadwal solonya, tidak bisa membantu Suho mengatasi masalah internal. Tanpaku dan Chen sebagai tempat berkonsultasi, Suho berada di batas kesabarannya.

369 jam. Sebuah paket kiriman datang, isinya adalah kue ulang tahun. Untukku.

371 jam. Hampir semua member berkumpul di meja makan, menatap kue blackforest tanpa berkata apapun satu sama lain.

372 jam. 1 jam sebelum hari berganti, Suho menyeret Chanyeol yang babak belur dan menyuruhnya meminta maaf pada member lainnya. Aku disana, tapi mereka masih belum bisa melihatku.

373 jam. Sehun memposting foto kue di instagramnya bersama dengan ucapan selamat ulang tahun dan 2 emotikon menangis.

Maaf karena telah membuat kalian khawatir. Aku tak tahu bagaimana cara untuk kembali normal.

Kyungsoo yang selama ini selalu diam, kini menangis terisak. Baekhyun memeluknya, berusaha untuk menenangkannya meskipun dirinya sendiri menangis. Suasana begitu suram, hingga akhirnya Jongdae angkat bicara.

“Ayo kita nyalakan lilinnya dan berdoa semoga dia segera kembali”

Lilin-lilin kecil ditancapkan ke atas kue kemudian dinyalakan.

“Minseok hyung, dimanapun kamu berada sekarang, kembalilah pada kami. Kami sangat membutuhkanmu”

“Kami merindukanmu. Sangat”

Tetesan air hangat mengalir dari mataku. Mereka merindukanku, membutuhkanku.

“Kalian…”

Tiba-tiba semua mata tertuju padaku.

“MINSEOK HYUNG!!!” Seru Baekhyun kemudian berlari menerjangku. Tak lama member lainnya melakukan hal yang sama. Mereka menarikku ke dalam sebuah pelukan besar dengan senyum di bibir dan air mata di mata mereka.

Aku kembali. Aku terlihat lagi. Dan aku bersyukur atas hal itu.

“Selamat ulang tahun hyung. Kami mencintaimu. Jangan pernah tinggalkan kami lagi”

“Tentu. Aku tidak akan menghilang lagi” jawabku.

Tidak masalah aku bukanlah vokalis utama atau dancer utama. Karena peranku adalah menjadi pilar yang menyokong dan menjaga mereka. Tidak masalah aku tidak menonjol, karena selama mereka membutuhkanku, aku akan selalu ada disini untuk mereka.

Iklan

Satu pemikiran pada “[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] What If – ToViLove

  1. Jadi inget momen keluarnya member EXO :’) Dan itu jadi bikin aku sedih~~ Minseok memang keliatan ‘kurang’ menonjol di exo sih, menuutku, tapi tanpa dia exo bukan apa-apa 😦 Setuju banget ama paragraf terakhir, huhuhu ㅠ ㅠ

    Ff nya bagus thor! Boleh aku kasi pendapat? Aku pikir alurnya bagus banget, sesuai dengan yg terlihat di dunia nyata (tapi aku gak ngeremehin umin sih, aku juga suka dia ♥). Pembawaannya kreatif, tapi jalan ceritanya agak diburu2in. aku agak kurang sreg bacanya. tapi kalo secara ide, bagus sekali! ^^

    Yah, tapi itu pendapatku sih. harap jangan diambil hati ya, hehehe…… Semangat terus, thor!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s