[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] The Power of Sambalado – Gegetuk

timeline_20170322_183659

 

The Power of Sambalado – Gegetuk

Xiumin and others || Friendship and little bit comedy || G

 

 

Sore hari di sebuah sekolah dasar tampak dua anak laki-laki yang kini tengah duduk termenung sedang bersebelahan pada ayunan halaman sekolah mereka. Yang satu nampak murung dengan segala kegundahan dan kegalauannya. Sangat ironis sekali ketika melihat anak laki-laki yang lain. Bukannya menghibur sang kawan yang gundah gulana, tetapi malah sibuk menghabiskan rotinya.

Hembusan nafas terdengar beberapa kali keluar. Namun, saat akan mencapai yang kesepuluh kalinya, Baekhyun yang dari tadi sibuk mengunyah roti kini tak tahan juga.

“Minseok, sudahlah,” ia menghentikan aktivitas mengunyahnya.

Tak terdengar balasan. Baekhyun tak ambil pusing, baginya permasalahan yang dihadapi oleh Minseok bukanlah keahliannya. Ia pun kembali mengunyah rotinya.

Saat Baekhyun memasukan potongan roti terakhirnya, yang ditunggu pun tiba. “Baek,” Minseok mengeluarkan suaranya walaupun masih terdengar lesu.

“Ya?”

“Tadinya aku mau menjadi pacarnya Junghee saat hari ulang tahun, tapi Junghee membenciku,”

 “Kenapa di hari ulang tahun harus punya pacar?” tanya Baekhyun.

“Aku lihat Kak Sehun membawa pacar di hari ulang tahunnya, itu kan keren Baek,” jawab Minseok masih terdengar lesu. Baekhyun tercengang, hampir saja tersedak roti yang masih dikunyahnya  jika tidak melihat Chanyeol yang mendekat.

“Hai kawan kenapa kalian masih ada di sini?” tanyanya heran.

“Kau sendiri? Kenapa masih berkeliaran?” jawab Baekhyun ketus ketika melihat Chanyeol dengan gaya cool nya memasukan kedua tangan ke dalam saku celananya.

“Aku sedang menunggu mama, kenapa kau murung?” tanyanya heran ketika melihat kawannya dari tadi hanya diam dengan tatapannya kosong.

“Dia ditolak oleh Junghee,” jawab Baekhyun dengan santainya.

Chanyeol diam, pelan-pelan mencerna kata-kata Baekhyun. Minseok ditolak oleh si manis Junghee?! Chanyeol mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia paham dengan permasalahan yang sedang terjadi.

“Ckckck, sebagai orang yang mempunyai pengalaman, aku mengerti rasanya, ini masalah besar, lihat aku!” Chanyeol membara, ia menatap dengan serius kedua mata Minseok.

“Baek, boleh aku tahu permasalahnnya?” kata Chanyeol serius. Ia bertanya seakan-akan dia ahli dalam bidang cinta-cintaan dan pakar dalam kepatah-patah hatian. Ya Tuhan, bahkan usia ketiga bocah ini belum genap sepuluh tahun.

Kemudian dimulailah diskusi cinta ala anak sepuluh tahun yang dimoderatori langsung oleh seorang Chanyeol-yang menurut pengakuannya sudah ahli dalam bidang ini. Setelah mendengar pemaparan dari saksi yang bernama Baekhyun dan sedikit pengorekan informasi dari korban yang bernama Minseok. Kini, Chanyeol dapat menyimpulkan bahwa Minseok menderita syndrom patah hati dan adanya indikasi sakit berkelanjutan. Oleh karena itu, ia harus segera menangani hal ini.

            Chanyeol mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan langsung menyerahkannya kepada Minseok.

“Min, kau harus percaya padaku. Aku adalah Chanyeol seorang pakar cinta. Kau harus mendengarnya. Aku tahu tipe seperti apa yang Junghee inginkan. Oleh karena itu….” Chanyeol menghela nafasnya sesaat.

 “Aku mencurinya dari kamar kak Junmyeon. Kau tahu kan kakakku baru saja pulang dari Indonesia, cd ini juga dari Indonesia. Aku sering melihat kakakku melakukan dance dengan musik itu. Kurasa kau harus mencobanya.” penuturan Chanyeol memang sangat meyakinkan. Kurasa kalian juga akan mempercayainya jika tidak mengingat usianya yang belum genap sepuluh tahun.

Minseok menerima cd itu. Dia mencoba untuk tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Tetapi kata-katanya tertahan oleh suara klakson mama Chanyeol.

“Baiklah kawan. Semoga kau berhasil, kau harus menjadikannya pacar di hari ulang tahunmu, kau percaya padaku kan?” tanya Chanyeol dengan mata bulatnya.

“Terima kasih Chan, Aku akan mencobanya di rumah,” jawabnya mantap.

Chanyeol tersenyum, sebagai pakar cinta, misi yang ia emban kali ini akan mencapai kesuksesan. Ia puas melihat client nya percaya akan hasil kinerjanya. “Kalau begitu, Aku pergi dulu, sampai jumpa besok,”

***

Aku tidak menyukaimu, lembek!

Kata-kata yang diucapkan oleh Junghee terus terngiang di kepalanya. Sebenarnya, sebagai anak laki-laki berumur sepuluh tahun, ia tidak begitu paham apa yang disebut cinta. Pikirannya kalut setengah mati, nafsu makannya hilang tak terkendali. Ayah dan Ibunya juga sampai heran ada apa dengan anak bungsunya? Apalagi besok adalah ulang tahunnya…

Tapi ketika ia sudah menggosok gigi dan bersiap untuk menginjakan diri ke alam mimpi ide cemerlang menggertak sanubari tiada henti.

CD YANG DIBERIKAN CHANYEOL!!! OH HAMPIR DILUPAKAN!

***

Keesokan paginya, Minseok sangat bersemangat. Ia hampir menebarkan senyuman kepada apapun yang dilewatinya. Hatinya berbunga-bunga, ia yakin rencana ini akan berhasil. Apalagi kemarin ia sudah mengikuti petuah Chanyeol sang pakar cinta.

Bel istirahat berbunyi, senyumannya makin melebar. Dilihatnya Junghee yang ketika istirahat selalu berada di kelas untuk mewarnai. Kemudian mengambil senjata yang diberikan Chanyeol kemarin. Dengan langkah tegap ia berjalan melewati bangku Junghee menuju sudut depan kelas yang biasanya diisi oleh perangkat elektronik yang disediakan untuk para guru mengajar.

Dimasukannya cd kedalam dvd player, dimulailah intro dari lagu khas tersebut…

Sambala sambala bala sambalado mulut bergetar lidah bergoyang

Cintamu seperti sambalado ah ah enaknya Cuma dimulut saja

Lagu terus lagu diputar… Minseok menari tiada henti. Mengikuti alunan lagu yang memang enak untuk dibuat sebuah gerakan dance yang penuh energi. TIPE JUNGHEE SEKALI..!!!

Ia mendengarkan lagunya semalam. Sebenarnya, ia tidak tahu dan tidak paham sama sekali dengan arti lagu tersebut. Ia hanya menangkap kata CINTA yang memang tidak terlalu asing baginya.

Minseok menanyakan artinya kepada sang kakak, Sehun. Dan menurut analisis cerdas kakaknya. CINTA adalah bahasa Indonesia yang kurang lebih di Korea artinya SARANG. Minseok dapat menarik kesimpulan jika lagu tersebut adalah lagu cinta yang pas untuk diberikan kepada Junghee. Junghee suka laki-laki keren. Bukan seperti dirinya yang lembek. Musik itu universal, Jungheee pasti akan peka pada maksudnya walaupun tidak mengerti sama sekali pada lirik lagu yang dibawakannya.

Hanya ada mereka berdua. Junghee maju, kemudian menyerahkan hasil gambarnya kepada Minseok.

“Junghee suka Minseok…selamat ulang tahun!!! Kau keren sekali!” Junghee tersenyum, menyodorkan  hasil gambarnya. Minseok berhenti berjoged, kemudian Junghee berlali sambil tersenyum meninggalkan kelas.

Minseok terdiam…Ia tersenyum bahagia…Astaga pakar cinta Chanyeol dan musik Dangdut sangatlah luar biasa!!! Kado terbaik di Ulang Tahunnya!!!

***

Saat pagi hari di sekolah…

Kelas terasa sepi, Chanyeol berjalan sendirian. Ia memasuki kelas dengan permen lollipopnya. Di dalam kelas hanya ada dia dan Junghee. Bagus!

“Junghee, Kau menyukai Kak Sehun ya?” tanya Chanyeol.

Awalnya Junghee tidak menjawab, tapi melihat pipinya yang memerah, Chanyeol yakin bahwa Junghee menyukai Kak Sehun.

“Kurasa kau harus menjadi pacarnya Minseok. Dengan begitu kau bisa mempunyai alasan untuk melihat kak Sehun dirumahnya Minseok.” Chanyeol berkata dengan sungguh-sungguh.

Dan sepertinya kini Junghee tengah memikirkan sesuatu….

Kkeut-

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s