[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Mianhae Saeng – stkrmh

timeline_20170321_223413

 

Mianhae Saeng – stkrmh

Cast: Xiumin, and others exo member || Brothership

 

25 Maret

 

Aku masih setia terduduk di kursi makanku. Bisa kudengar canda dan tawa dari mereka. Ya, mereka sedang asik bercengkrama di ruang tengah, tanpa diriku.

 

Krieeett …

 

Aku bangkit dari kursiku, kuputuskan untuk meninggalkan ruang makan dan berjalan menuju kamarku sendiri. Aku sungguh kecewa dengan sikap mereka, kenapa mereka tega mendiamkanku?

Flashback on:

 

“Xiumin hyung, boleh aku menitip liontinku?”Tanya Baekhyun.

 

Aku pun mengangguk patuh, ku acak rambut Baekhyun, dalam sekejap wajahnya pun berubah, “Yakkk hyung, kau pikir aku apa eoh? Beraninya kau mengacak rambutku. Ah ya sudahlah, pokoknya aku titip liontin itu. Kalau liontin itu hilang, aku akan marah padamu.”

 

“Iya iya Baekhyun cerewet.” Ucapku. Aku pun menerima liontin itu.

 

“Baiklah aku pergi hyung.”

 

Kulambaikan tanganku kearahnya, ia pun membalas lambaian tanganku. Kulihat liontin itu dan kubuka, terlihat foto dua anak kecil, Baekhyun dan kakaknya, aku pun tersenyum melihatnya.

 

.

 

“Hyung, aku minta liontinku.” Ucap Baekhyun dengan memamerkan aegyo andalannya.

 

Aku pun tersenyum, kutarik laci nakas tempat aku menyimpan liontin milik Baekhyun. Namun aku terkejut saat liontin itu tak ada pada tempatnya. ‘Mungkin terselip di buku-buku ini.’ Batinku.

 

“Hyung, ada apa?” Baekhyun mendekatiku, tampaknya ia mulai mencurigaiku.

 

‘Kalau jujur, ia pasti tidak akan marah padaku, lagipula aku akan mencarinya lagi.’ Kututup laci itu, kemudian kutatap wajah Baekhyun.

 

“Baek …”

 

“Nde? Mana liontinku eoh?” Baekhyun mengulurkan tangan kanannya.

 

Ku tundukkan kepaku, “Mi…mianhae Baek, liontinmu hilang.”

 

“MWO? BAGAIMANA BISA? KAU TAU KAN LIONTINKU ITU PENINGGALAN DARI MENDIANG KAKAKKU?” Bentak Baekhyun, kulihat wajahnya memerah menahan tangisnya.

 

“Aku tau itu Baek, aku akan mencari liontin milikmu, aku janji akan menemukannya.”

 

“TERSERAH PADAMU HYUNG, AKU BENCI PADAMU!” Baekhyun menitikkan air matanya, ia pun berlari dan membanting pintu kamarku.

 

“Baek … mianhae.” Seketika kakiku terasa lemas, aku merasa sangat bersalah pada dongsaeng kesayanganku.

 

.

 

Keesokan harinya …

 

Hari ini adalah jadwal latihan kami untuk mempersiapkan comeback stage EXO. Semangat? Sudah pasti. Latihan pun dimulai.

 

Semua member fokus pada gerakannya masing-masing. Namun entah kenapa aku tidak bisa fokus, alhasil aku dimarahi oleh pelatih serta member EXO lainnya.

 

“Yakkk hyung, kenapa kau mengacaukan latihan kami hari ini? Apa kau lelah? Kalau kau lelah beristirahatlah, kau bisa bergabung lagi dengan kami nanti.” Ucap Suho sang leader.

 

“Ah ani, aku hanya kurang fokus saja.” Ucapku. “Aku akan melakukan dengan baik.”

 

Latihan pun dimulai kembali. Gerakanku sudah lebih baik daripada sebelumnya.

 

Buugghh …

 

Kurasakan seseorang menabrak kakiku.

 

“Akkhhh …”

 

Seketika aku pun menoleh, dan semua member pun mendekati Sehun yang kini tengah terduduk sambil meringis kesakitan.

 

“Gwe-Gwenchana?” Ucapku panik.

 

“A-Appo hyung, kenapa kau menabrakku tadi?”

 

Deg …

 

‘Menabrak? Apa dia tidak salah?’

 

“Sudah kubilang seharusnya kau istirahat hyung!” Ucap Suho. “Chanyeol, bantu Sehun.”

 

Chanyeol pun membantu memapah Sehun ke dalam mobil van.

 

Kini hanya ada aku dan 6 member exo lainnya. Mereka menatapku tajam. “Maaf, semua ini salahku.” Ucapku menyesal.

 

“Bagus kalau kau menyadarinya. Renungkan kesalahanmu, dan jangan ulangi ini lagi.” Ucap Suho.

 

Flashback off.

 

.

 

Sejak kejadian itu, mereka semua menjauhiku. Padahal aku sudah berusaha untuk meminta maaf. Bahkan sampai hari ini, aku masih mencari liontin milik Baekhyun yang hilang.

 

Kurebahkan tubuhku di atas kasur. Sudah beberapa hari ini aku merasa tidak enak badan. Bukan hal yang aneh memang, aku akan sakit jika ada hal berat yang kupikirkan. Kutarik selimut hingga menutupi leherku. Bibirku tak henti-hentinya bergetar karena menggigil. Kuharap besok semuanya akan berubah.

 

26 Maret, 4:00 am

 

Aku terbangun dari tidurku akibat suara alarmku. Hari ini aku sengaja bangun lebih awal untuk memasak makanan spesial di hari ulang tahunku. Perlahan aku bangkit dari ranjangku, rasa pusing masih setia menggangguku, meskipun demamku sudah turun. Aku mulai mempersiapkan bahan-bahan makanan dan mulai memasak. Tak terasa kini semua makananku sudah selesai, dan satu per satu member exo pun sudah terbangun dari tidurnya.

 

“Selamat pagi.” Ucapku sambil tersenyum. Namun sapaanku tak digubris oleh mereka.

 

“Haftt …” Kuhela nafasku. Kuputuskan untuk mengambil sepiring bulgogi , aku pun berjalan menuju ruang tengah dimana semua member exo kini telah lengkap berkumpul.

 

“Apa kalian tidak mau mencicipi masakanku?”

 

“Tidak hyung, kami sudah memesan makanan delivery.” Ucap Lay.

 

“Mwo? Padahal aku sudah membuatnya dari pagi.” Ucapku kecewa. Aku pun kembali berjalan menuju dapur. ‘Apa kalian tidak mau memaafkanku juga?’

 

Pranggg …

 

Piring yang kupegang jatuh begitu saja ke lantai, setelahnya aku tak merasakan apapun, hanya kegelapan saja yang menyelimutiku.

 

.

 

Kukerjapkan kedua mataku perlahan, cahaya lampu langsung menyambut indera penglihatanku.

 

“Saengil chukkahamnida, saengil chukkahamnida.” Para member EXO menyanyikan lagu ulang tahun untukku, bahkan Baekhyun membawa kue ulang tahun untukku. ‘Apa aku sedang bermimpi?’ Aku pun terdiam.

 

“Yaakkk, apa kau tidak suka dengan kejutan ini?” Tanya Baekhyun.

 

“Kejutan?” Tanyaku bingung.

 

“Iya kejutan. Kau tau hyung? Sebenarnya … liontinku tidak hilang. Taraaaaa.” Baekhyun memamerkan liontinnya sambil tertawa.

 

“Yakkk mwoya?” Kulayangkan pukulan pelanku ke tangannya.

 

“Hyung mianhae.” Ucap Sehun.

 

“Wae Sehunnie?” Tanyaku.

 

“Sebenarnya kemarin aku yang menabrak kakimu, aku hanya berpura-pura saja kesakitan. Hehe.” Ucap Sehun sambil tertawa meledek.

 

“Yaakkk kenapa kalian tega padaku eoh?”

 

“Karena kami sayang padamu hyung, dan kami ingin memberikan kejutan padamu hyung!” Ucap semua member kompak.

 

“Saranghae.” Ucapku.

 

“Saranghae!” Mereka pun memelukku erat.

 

“Akkkhhh kepalaku, kepalaku.”

 

“Wa-wae hyung? Perlu kupanggilkan dokter?” Tanya Baekhyun panik.

 

Aku pun terkekeh, “Aku hanya akting saja. Haha.”

 

‘Terima kasih Tuhan, kau telah meng-anugrahi saudara-saudara yang sangat menyayangiku. Kuharap kami bisa seperti ini … selamanya …’

 

End.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s