[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] HIDE PAIN – yeon jimin

timeline_20170322_181022

 

HIDE PAIN – yeon jimin

Xiumin & OC || Romance, Sad|| G

****

Sebuah ruang tertutup dimana ada tubuh terbaring di dalamnya selama lima tahun belakangan ini. Kabel oksigen terdapat di kedua lubang hidungnya, borgol terpasang di kedua tangan bahkan kakinya. Tubuh itu milik seorang lelaki bernama Minseok, sosok yang sudah ditidur paksakan dan diisolasi layaknya mayat, tanpa sedikitpun rasa kemanusiaan.

Suara detak jantung di monitor tak pernah berubah sedikitpun, ia selalu stabil dan tenang.

“Lama tidak bertemu, my husband.” seorang wanita berdandanan glamor baru saja masuk dan mendekat ke ranjang isolasi Minseok. Suaranya terdengar getir, seringai tercetak di wajah cantiknya dan jari lentik miliknya bergetar tatkala ingin menyentuh rambut hitam seseorang yang terbaring di ranjang isolasinya.

Dia Son Ji Won, wanita yang memegang status istri sah Kim Minseok.

“Aku datang lagi. Aku hanya ingin memberitahumu jika besok adalah hari ulang tahunmu. Jadi berbahagialah kau masih hidup dan aku tetap bersamamu. Jangan mengaduh bahkan mengeluh dalam tidurmu, itu bahkan bukan apa-apa dibanding dengan apa yang kau perbuat untukku.” Suara Jiwon meninggi, emosinya mungkin akan menguasainya beberapa saat lagi. Untuk itu ia memejamkan mata berusaha sekuat tenaga untuk mereda amarah sesaatnya.

“Besok aku akan datang dengan membawa kue kesukaanmu,  apa kau senang? Sebutkan apa yang kau inginkan, aku akan mengabulkannya besok. Aku tidak berbohong jadi pilih apa saja sesukamu, kecuali wanita itu.”

Setelah mengecup bibir Minseok sekilas, Jiwon berbalik,  “Aku pergi. Sampai jumpa.” pamitnya lirih.

Tanpa ada yang mengetahui, Minseok terbangun. Jari-jemarinya menekan tombol pengendali untuk menghentikan sesaat kerja alat-alat di sekitarnya. Setelah itu, air matanya tumpah. Ia menangis terisak seorang diri. Perasaan ini, emosinya saat ini adalah hal yang ia tahan sekuat tenaga sejak kedatangan istrinya, Son Jiwon.

“Maafkan aku, Jiwon-ah.”

***

“Kumohon menjauhlah dariku Kim Jieun atau aku benar-benar marah padamu.” teriakan Jiwon memecah ketenangan malam di istana rumah keluarga Son. Tuan dan Nyonya besar bahkan sampai berlari untuk turun tangga tapi keduanya diam begitu saja setibanya di lokasi kejadian. Mereka tak berinisiatif sedikitpun untuk ikut campur.

“Jiwon-ah aku hanya ingin me.. “

“Jangan mengucapkan namaku seperti itu. Aku bahkan tak sudi mendengarnya, rasanya ingin muntah sekarang juga.” potong Jiwon ketus.

“Son Jiwon jaga ucapanmu, sadarlah dia saudaramu !” kali ini Son Ilhon, anak tertua keluarga Son atau bisa disebut kakak dari Jiwon maupun Jieun.

“Haha, lucu sekali saat kakak menyebutnya saudaraku. Bagiku,  saudara kembarku sudah meninggal 5 tahun yang lalu bersama kejadian itu. Aku akan pergi dan menanyakan langsung pada Tuhan, mengapa memberiku takdir seperti ini.” Jiwon melangkah pergi dengan air mata yang terus mengalir.

“Jangan bodoh.” Ilhon menyentak kedua bahu Jiwon hingga si pemilik diam.

“Kakak, katakan padaku apa kesalahanku hingga Tuhan menghukumku seperti ini. Katakan padaku bagaimana cara untuk mati tanpa rasa sakit, aku sudah muak dengan yang terjadi selama ini. Aku hanya menginginkannya, apa itu salah ? Kenapa harus orang itu yang Jieun ambil dariku. Selama ini Jieun punya segalanya yang tidak aku punya. Dia pintar, dia punya banyak teman, dia punya banyak sekali penggemar, banyak lelaki yang memuja kehadirannya tapi..tapi kenapa harus Minseok yang dia inginkan ? Kenapa Jieun merebutnya dariku ? Beritahu aku kakak, aku sudah lelah mencari jawabannya selama ini.” Reflek Ilhon mendekap tubuh Jiwon erat. Kalimat yang dilontarkan Jiwon begitu menyayat hati semua yang mendengarnya. Sudah cukup untuk mendengar luka yang Jiwon rasakan, mereka sudah tak kuat lagi. Terutama Jieun yang menangis tergelak di lantai.

“Kau masih memilikiku, jadi tak apa jika dunia ini merebut semua yang kau miliki. Ada Son Ilhon sebagai kakakmu.”

***

“Selamat ulang tahun Kim Minseok. Aku menepati janjiku, aku membawa kue black forest kesukaanmu. Kau senang?”

“Aku senang. Terima kasih Jiwon-ah.” Kue di tangan Jiwon hampir saja terjatuh kelantai. Suara milik Minseok baru saja mengagetkan Jiwon.

Jiwon semakin dikejutkan dengan bangunnya Minseok dari tidur. Ia mundur selangkah begitu mendapati Minseok yang  berdiri setelah membuka borgol tanpa kunci.

“Kau  lucu saat terkejut.” Minseok perlahan berjalan mendekati Jiwon dengan menampilkan senyuman manis.

“Kenapa kau bisa terbangun ? Seharusnya tidak, kau harus tetap tertidur di sini.”

Minseok merengkuh tubuh Jiwon kedalam dekapannya, “Aku sudah terbangun sejak 2 tahun yang lalu.”

“Menyingkirlah.” Jiwon berusaha mendorong tubuh Minseok menjauh, tapi yang ia dapati malah Minseok mendekapnya lebih erat.

“Biarkan saja sebentar. Aku begitu merindukanmu.” bisiknya.

“Kau.. Apa yang kau lakukan?” gertak Jiwon.

” Apa yang kulakukan? Aku memeluk istriku.”

Jiwon tersenyum sinis, “Istri? Kau masih punya istri?” ujar Jiwon sakartis.

“Tenanglah. Aku Kim Minseok suami Son Jiwon. Aku mengaku bersalah telah membohongimu, tapi Jiwon-ah..semua itu tak seperti bayanganmu. Son Jieun memanglah masa laluku. Tapi sungguh aku bersamamu bukan karena dia ataupun aku ingin memanfaatkanmu. Aku sungguh-sungguh menyayangimu.” jelas Minseok dengan suara lembutnya mampu membuat Jiwon tenang seketika.”

“Kim Minji. Dia memanggilmu ayah dan memanggil Jieun bunda di hari pernikahan kita. Apa benar dia anakmu dan Jieun?”

“Benar. Kim Minji adalah anakku dan Jieun. Kau boleh mengucapkan sumpah serapahmu padaku sekarang, aku akan mendengarnya.”

“Aku bahkan tidak tau apa yang harus kukatakan lagi. Aku merasa bodoh karna mempercayai perkataanmu yang sebelumnya.”

“7 tahun lalu saat aku masih bersama Jieun, kami menemukan bayi di gang rumahku. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mencari siapa orangtuanya, tapi nihil. Akhirnya kami memutuskan untuk membesarkannya bersama. Seperti itulah, Minji bukan anak kandungku.”

“Son Jieun, dia tak pernah bercerita apapun tentang itu pada keluargaku.”

“Dia takut dengan reaksi keluargamu.” Minseok menatap Jiwon lekat.

“Kenapa kau tidak menceritakannya padaku?”

“Aku kecelakaan bersama Jieun bukan ? Dan aku berakhir di ruangan ini selama bertahun-tahun.” kali ini Minseok menghapus air mata yang berjatuhan di pipi Jiwon. Ia sungguh tak tega untuk melihat seorang wanita menangis dihadapannya.

“Kenapa kau tidak mengaku sejak pertama kali kau bangun ?”

“Aku ingin menikmati masa dimana aku merindukanmu. Aku juga memberimu waktu untuk marah padaku.”

“Apa aku bisa mempercayai perkataanmu?”

“Tentu saja. Son Jiwon, sekarang waktunya berbahagia. Jangan mengingat luka lama yang membuatmu tersiksa. Dan juga jangan membenci Jieun terlalu besar, dia itu saudaramu.”

“Hm.”

“Son Jiwon, aku mencintaimu..sekarang..ataupun nanti.” Minseok menghapus jarak antara keduanya dan menciun bibir Jiwon dengan kelembutan yang ia miliki.

“Selamat ulang tahun juga Son Jiwon.” Jiwon dan Minseok tersenyum setelahnya.

Iklan

Satu pemikiran pada “[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] HIDE PAIN – yeon jimin

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s