[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Cinta diam. Terluka dalam diam – nadkhainis

timeline_20170321_230954

 

Cinta diam. Terluka dalam diam. – nadkhainis

 

Cast :

-Kim Minseok (Xiumin)

– Mi Jiwoo

– Park Chanyeol

Genre :

friendship, teens.

Rating : PG – 15

“Disaat cinta mu terkubur dalam diam, terluka pun kau akan diam.”

.

Jiwoo POV

Aku duduk diatas bangku taman tak jauh dari lapangan basket, posisi nya yang strategis menghadap lapangan basket membuatku menjadikannya sebagai markas, markas untuk melihat ciptaan tuhan yang berhasil menjatuhkan ku ke dalam lobang cinta. Chanyeol, dengan lihai dia mendribble bola, menggiring nya menuju ring lawan dan memasukkan nya, dia bertepuk tangan dan memberikan  high five  pada tim nya, 62-56 nilai yang cukup memuaskan. Senyum ku terkembang melihat keberhasilannya , gadis-gadis dengan beberapa banner pun menyoraki  nya seolah dia adalah dewa. Masih tertinggal 15 menit lagi, jika ya tim chanyeol pasti akan menang mereka hanya perlu bersantai, tapi Chanyeol bukan orang yang seperti itu.

Disaat dia sedang bersemangat seperti ini, aku pun bersemangat untuk mengambil buku sketsa yang ada di tas ku serta pensil, fokus manatap lekuk wajah Chanyeol dan menggambar nya untuk kesekian kali. Aku fokus untuk beberapa menit dengan pensil yang menari-nari diatas buku sketsa ku, hingga kemudian tak tau dari mana datangnya sebuah bola basket melambung ke arah ku, hingga jatuh tepat di kepala ku. Sensasi rasa pusing yang begitu hebat kurasakan semua tampak redup hingga akhirnya gelap total.

Xiumin POV

 Sial kemana si gendut? Dia meminta ku membelikan eskrim, tapi dia nya menghilang, tuh kan jadi cair gini. Kesalku. Aku berlari menyusuri koridor kelas 11 yang ramai, berusaha mencari sesosok Jiwoo perempuan menyebalkan yang menjadi sahabatku. Aku mengedarkan seluruh pandangan ku ke sudut sekolah, hingga ku lihat ada keributan di lapangan, penasaran, aku pun segera kesana.

 Permisi  ucapku pada siapapun yang aku lewati, mereka sibuk membangun kan orang di hadapan mereka, aku bertanya pada salah satu dari mereka ada apa ini, orang itu pun menunjuk sesosok perempuan yang tergeletak di kursi taman tak sadarkan diri. Aku terkejut, orang itu adalah Jiwoon dengan sigap aku mengangkat tubuhnya menggendong nya ala bridal style dan membawa nya ke UKS, aku heran kenapa tidak ada yang mau mengangkat nya. “kalian bodoh! Kenapa tidak kalian bawa ke UKS?!!” teriak ku pada siapa saja disana. Semua menatapku bersalah.

 Jiwoon pabo! Seharusnya tidak ku biarkan kau berada di sana,berbahaya kalau terkena bola seperti ini . Lihat pangeran yang kau kagumi itu, jangankan menolong, melihat saja tidak. tapi tentu saja kau masih suka melihatnya tanding basket bodoh sekali.

Author POV

 Hampir setengah jam sudah Jiwoo pingsan, kini perlahan cahaya menerobos masuk ke mata nya, dengan perasaan yang masih sedikit pusing, Jiwoo membuka mata nya perlahan, rasa hangat di tangannya begitu nyaman. Ia membuka mata, mendapati sesosok Xiumin yang sedang tertidur pulas menelengkupkan wajahnya di tepi tempat tidur Jiwoo.  Jiwoo menarik tangannya yang di genggam Xiumin perlahan tanpa maksud membangunkan. Tapi xiumin terbangun.

“ gendut kau sudah sadar?” tanya xiumin sambil mengucek kedua matanya

“ cih, apan nih aku  baru saja mau terharu lihat kamu disini nemani aku hingga rela bolos kelas. Ehhh malah gini” dengus Jiwoo kesal

“ hahaha… kau tau kan ini pelajaran pak tua itu, aku lebih baik disini daripada membahayakan nyawa ku” ujar Xiumin seenaknya mengatai mr.Jang guru wali kelas mereka sebagai pembunuh, meski terkenal killer.

“ jadi kau memanfaatkan keadaan ku eoh? Dasar menyebalkan, kau menjadikan ku alasan” balas Jiwoo sambil menjitak kepala Xiumin, Xiumin merintih kesakitan.

“ seharus nya aku tidak mendoakan mu cepat sadar, tapi aku bersyukur karena kepala mu baik-baik saja, buktinya kau masih memiliki kebiasaan buruk yang sama hahahaha” ucap Xiumin terkekeh. Jiwoo hanya menatapnya datar.

 Tak berapa lama kemudian pintu UKS terketuk, sontak Jiwoo dan Xiumin menoleh kearah pintu yang terbuka tanpa di persilahkan. Sesosok badan atletis masuk, memamerkan senyuman indah dengan deretan gigi putih nya kepada Jiwoo, Xiumin tampak kaget, Jiwoo apalagi. Bedanya Xiumin kaget serta kesal, sedangkan Jiwoo kaget dan bahagia. Seorang pangeran tampan tersenyum manis kearah nya seakan mau menghentikan detak jantung nya sekarang juga ! laki-laki itu pun berjalan kearah nya.

“ kau tidak apa-apa? Maaf aku yang melempar bola itu, tak sengaja mengenai mu” ucap Chanyeol. Jiwoo menatap nya masih tidak yakin dengan apa yang ada dihadapan nya sekarang. Xiumin menyenggol bahu Jiwoo. “ eh iya aku tidak apa-apa ini hanya sakit biasa” ujar jiwoo sambil mengeluarkan senyuman termanis yang dia punya. Chanyeol membalas senyum nya “syukurlah, kalau begitu aku pergi dulu ya manis” ujar chanyeol lantas langsung pergi semburat kemerahan muncul di pipi Jiwoo.

“ huwaaaaaa..Xiumin kau dengar itu? Manis? Chanyeol bilang aku manis? Gilaa daebak !! aku yakin deh semua cewek disekolah ini pasti bakal iri sama aku” ujar Jiwoo histeris. Xiumin menatap nya datar. “ cih apa bagus nya dia? Dia lebih mirip tiang!” Xiumin tampak tak suka melihat Chanyeol sama sekali tidak, itu karena sahabat yang dia cintai menyukai  Chanyeol.

“ ih apaan sih Xiu” ucap Jiwoo mengerucut kan bibir nya membuat Xiumin gemas “ ehh dia sekelas sama kamu kan ? bantuin aku deketin dia dong? Bosan kali kalau harus merhatiin dia dari jauh mulu?” Xiumin tak menggubris permintaan Jiwoo, bagi nya itu sama saja menyerahkan Jiwoo menjadi milik orang lain. “ Xiu? Kita sahabat selamanya kan? Jadi mau ya bantuin aku ? Kau ingin buat aku bahagiakan? Hmm?”. Deg. Apa yang baru saja didengar nya membuat jantungnya ingin mencolos keluar. Sahabat. Iya hanya sahabat. Tak lebih. Tak boleh lebih. Mereka sudah berjanji dari kecil.

Xiumin POV

 Aku menggeliat malas di tempat tidur ku, handphone ku berdering. Aku menatap nama Jiwoo di layar dengan malas aku mengangkatnya “ huwa Xiumin ! hari ini kami akan merayakan anniv kami yang ke 3 bulan, kau tidak mau ikut? aku akan merasa sangat terhormat kalau cupid ku ini bisa ikut” ucap nya bersemangat. Aku tersenyum miris.  Yang kau lakukan ini tidak lah bodoh Xiumin. Kau membuat sahabat mu bahagia. Kau tidaklah egois. Meski sakit tapi itulah yang kau lakukan 3 bulan lalu. Biarlah luka ini. Terus bertumbuh seiring tawa Jiwoo bersama laki-laki itu, tak apa ini akan segera sembuh meski sakitnya masih terasa. Tak apa. Aku bahagia melihat dia bahagia. Hanya itu yang aku butuhkan.

“ maaf aku sibuk kau pergilah” jawabku sambil mematikan sambungan telephone.

 Happy birthday Xiumin, kalimat itu mungkin Jiwoo lupa mengucapkannya sekarang.

Iklan

Satu pemikiran pada “[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Cinta diam. Terluka dalam diam – nadkhainis

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s